fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
tanda-hamil.png
25/Feb/2023

Tanda kehamilan di minggu pertama sering kali tidak terasa signifikan, sehingga banyak calon ibu yang tidak menyadarinya. Padahal, momen kehadiran dan pertumbuhan bayi di dalam rahim bisa saja menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Agar ibu tidak melewatkan momen kehadiran bayi di dalam perut, ketahui tanda-tanda kehamilan minggu pertama. Mungkin ini kedengarannya aneh untuk calon ibu, tetapi pada minggu pertama sebenarnya kehamilan belum benar-benar terjadi. Karena, kehamilan dihitung selama 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Kehamilan baru terjadi hanya ketika tubuh melepaskan sel telur dari ovarium yang biasanya terjadi antara akhir minggu ke-2 atau awal minggu ke-3. Pelepasan sel telur ini disebut masa subur atau ovulasi yang berarti kamu subur dan siap untuk hamil. Agar bisa terjadi kehamilan, sel telur yang sudah dilepaskan harus bertemu sperma pada tuba fallopi. Siklus ovulasi yang biasanya terjadi pada hari ke-13 sampai ke-20 setelah HPHT akan menentukan tanggal pembuahan. Ovulasi juga dipengaruhi oleh seberapa lama siklus haid seorang wanita. Rata-rata wanita memiliki siklus menstruasi sekitar 28 hari, tetapi sebagian wanita memiliki siklus yang berbeda. Untuk mengetahui siklus menstruasi, kamu bisa mencatat tanggal menstruasi selama beberapa bulan, mengukur suhu basal tubuh (suhu tubuh saat baru bangun tidur di pagi hari) menjelang ovulasi, atau mengamati tekstur cairan vagina yang terlihat lebih jernih dan licin. Kamu juga bisa menggunakan cara praktis, yaitu dengan menggunakan alat tes ovulasi.

Tanda Kehamilan di Minggu Pertama

Selain tidak dapat haid, gejala minggu pertama kehamilan sebenarnya mirip seperti gejala minggu pertama siklus menstruasi. Berikut ini adalah tanda kehamilan di minggu pertama:

  • Mual dan Muntah

Mual dan muntah pada kehamilan di minggu pertama dikenal juga sebagai morning sickness. Meskipun dikenal sebagai morning sickness, mual dan muntah dapat terjadi kapan saja. Morning sickness umumnya terjadi di minggu pertama hingga minggu ke 9.

  • Perut Kembung

Hampir serupa dengan tanda-tanda di awal siklus menstruasi, tanda kehamilan di minggu pertama juga menyebabkan kamu mengalami perut kembung. Hal ini terjadi akibat adanya perubahan hormon yang membuat sistem pencernaan menjadi lebih lambat dalam menjalankan prosesnya sehingga memicu perut kembung.

  • Perubahan pada Payudara

Payudara akan mengalami perubahan di minggu pertama kehamilan dengan terlihat lebih besar. Selain itu, payudara akan terasa lebih lembut dan halus. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon pada tubuh ibu hamil.

  • Kelelahan

Kelelahan menjadi keluhan yang kerap dialami ibu hamil di minggu pertama. Hal ini disebabkan hormon progesteron yang meningkat, sehingga menyebabkan ibu mengalami kelelahan dan mengantuk sepanjang menjalani kehamilan.

  • Kram Perut Disertai Bercak Darah

Kram perut menjadi salah satu tanda kehamilan di minggu pertama. Kram perut biasanya akan disertai munculnya bercak darah. Hal ini bisa terjadi karena ada proses implantasi janin ke rahim. Bercak darah yang disebabkan oleh implantasi biasanya akan memiliki jumlah yang lebih sedikit dari menstruasi, memiliki warna merah muda hingga kecoklatan, kram perut yang dirasakan juga lebih ringan dibandingkan menstruasi, dan bercak darah yang keluar tidak lebih dari 3 hari.


sperm.png
22/Feb/2023

Bagi pria, memiliki sperma sehat merupakan salah satu faktor agar pasangan bisa hamil. sperma dibutuhkan untuk melengkapi terjadinya proses pembuahan. Apabila wanita mempunyai siklus masa subur, maka yang perlu diperhatikan pria adalah sperma atau air mani yang baik, sehat, dan juga subur. Tidak semua pria mempunyai ciri-ciri sperma yang baik atau sehat. Hal ini karena banyak faktor yang memengaruhi kesehatan sperma seperti gaya hidup. Apabila tidak dijaga dengan baik, kondisi ini bisa memicu terjadinya infertilitas pada pria di kemudian hari.

Ciri-ciri Sperma yang Sehat

  • Jumlah Sperma

Jumlah sperma merupakan salah satu hal yang menentukan kualitas serta ciri-ciri sperma yang sehat. Normalnya, sperma yang sehat dan subur biasanya memiliki jumlah di atas 15 juta setiap milimeter semen atau air mani. Dapat dikatakan, air mani yang sehat berarti memiliki jumlah yang cukup, sehingga memiliki peluang besar untuk membuahi sel telur. Jika sperma terlalu sedikit dari angka minimum atau sperma tidak keluar, kemungkinan terjadinya kehamilan pada pasangan juga cenderung rendah.

  • Pergerakan Sperma

Ciri-ciri sperma sehat berikutnya adalah pergerakan atau motilitas sperma. Untuk bisa berhasil membuahi sel telur, sperma harus bisa bergerak dengan cara berenang ke dalam rahim wanita. Normalnya, sperma mampu bergerak lincah dan berenang melalui serviks, uterus, dan tuba falopi untuk mencapai sel telur.

  • Struktur Sperma

ciri sperma yang sehat adalah struktur atau morfologi dari sperma itu sendiri. Pada umumnya, sperma memiliki struktur kepala dengan bantuk oval dan ekor yang panjang jika dilihat melalui mikroskop. Struktur sperma yang lengkap dan sempurna adalah ciri bahwa Anda memiliki sperma dengan kualitas baik. Di samping itu, struktur sperma yang normal juga mendukung kelincahan dan kemampuan untuk berenang di dalam rahim.

  • Likuifaksi sperma

likuifikasi juga bisa dijadikan salah stau cara untuk menentukan kualitas sperma yang baik. Likuifikasi merupakan kemampuan sperma yang berubah dari gel menjadi cairan. Umumnya dalam suhu ruangan, air mani atau sperma dapat mencair dari bentuk kental sekitar 15-20 menit. Sperma yang tidak mencair pada rentang waktu tersebut akan sulit atau tidak dapat berenang menuju sel telur.

  • pH Sperma

mengetahui kadar pH juga bisa menjadi tolak ukur dari sperma yang sehat dan juga subur. Sperma berkualitas baik umumnya memiliki kadar pH sekitar 7,2-7,8 alias basa. Kadar pH air mani yang rendah dapat mengindikasikan infeksi pada kesehatan organ pria.

  • Jumlah Air Mani saat Ejakulasi

Jumlah semen atau air mani yang diproduksi saat sedang ejakulasi rupanya juga menjadi ciri sperma yang sehat. Sperma dibilang subur jika pria mampu menghasilkan sekitar 2-5 ml semen dalam satu kali ejakulasi. jika air mani yang keluar di bawah jumlah normal, besar kemungkinan bahwa Anda memiliki masalah kesehatan pada kelenjar prostatnya. Akan tetapi, kelebihan jumlah sperma juga dapat menandakan konsentrasi sperma yang terlalu cair.

Cara Menjaga Sperma Tetap Sehat

Berikut cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitas serta mendapatkan sperma yang sehat:

  • Hindari Alkohol dan Rokok
  • Diet Sehat
  • Kelolah Stress
  • Olah raga

bad-habit.png
17/Feb/2023

Beberapa pasangan suami istri yang belum mempunyai keturunan di 1-2 tahun pernikahannya bukan berarti mereka mengalami infertilitas atau gangguan kesuburan. Namun, faktor yang menyebabkan sang istri susah hamil bisa disebabkan karena kebiasaan yang dilakukan. Jangan buru-buru untuk langsung merencanakan program bayi tabung, karena bisa jadi sepasang suami istri hanya perlu merubah pola hidupnya saja untuk bisa mendapatkan keturunan.

Kebiasaan Yang Bisa Menyebabkan Susah Wanita Susah Hamil

Kehamilan merupakan sebuah anugerah yang tidak diketahui kapan datangnya. Sebelum kehamilan itu tiba, sebagai wanita sekaligus calon ibu, penting sekali untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebelum melakukan terapi-terapi lain yang bisa membuat cepat hamil, alangkah baiknya hindari kebiasaan yang menyebabkan susah hamil pada wanita seperti yang tertulis dibawah ini, antara lain :

  1. Bermain smartphone sampai larut malam

Berdasarkan penelitian dari para ahli di Jepang menyatakan bahwa, sinar radiasi yang dipancarkan oleh smartphone bisa mengganggu kesuburan pada wanita. Selain itu, bermain smartphone sampai larut malam akan membuat tubuh semakin merasa lelah, sehingga hal tersebut mengganggu pola tidur.

  1. Pola tidur yang buruk

Kebiasaan ini sering terjadi terutama pada wanita yang bekerja. Jam kerja serta aktivitas yang terlalu padat terkadang membuat beberapa orang mengalami insomnia. Jika ingin cepat mempunyai keturunan, cobalah untuk tidak meneruskan kebiasaan tersebut. Karena dampak dari pola tidur yang tidak baik akan menyerang daya tahan tubuh. Kemudian jika terus berlanjut, maka akan ada gangguan yang dialami oleh organ reproduksi. Dan hal tersebut tentunya sangat mempengaruhi proses kehamilan.

  1. Penggunaan make up yang terlalu sering

Ada beberapa make up yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti Phthalate. Phthalate adalah kelompok bahan kimia sintetis yang sangat berbahaya dan bisa mengganggu kesuburan pada wanita. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa, terkontaminasi phthalate membuat seorang wanita beresiko 2x lipat mengalami kegagalan implantasi pasca menjalani program bayi tabung (IVF).

  1. Menkonsumsi makanan siap saji terlalu sering

Teralalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji juga tidak akan memenuhi kebutuhan gizi tubuh sehari-hari. Hal tersebut bisa berdampak pada terganggunya keseimbangan hormone, terutama hormone reproduksi. Jika ingin cepat hamil maka sebaiknya hindari makanan cepat saji, dan lebih memperbanyak konsumsi makanan sehat yang mengandung lemak tak jenuh, Vit.D, B6 dan zinc setiap pagi untuk sarapan.

  1. Mengkonsumsi kopi terlalu sering

Terlalu sering mengkonsumsi kopi juga masuk kedalam kebiasaan yang menyebabkan susah hamil pada wanita. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa, banyaknya kandungan kafein yang dikonsumsi oleh seorang wanita bisa memicu terjadinya keguguran. Seorang wanita masih boleh mengkonsumsi kopi, hanya saja harus dibatasi jika memang ingin cepat hamil.


usia-hamil.png
16/Feb/2023

Sebagai kaum perempuan yang memiliki batasan usia produktif untuk mengandung, mengenali risko dan usia terbaik untuk hamil tentu sangat penting. Hal ini tidak bisa dianggap remeh, karena usia adalah salah satu faktor yang memengaruhi peluang keberhasilan untuk hamil. Semakin produktif usia, semakin tinggi pula peluang untuk hamil, begitu pula sebaliknya. setiap wanita yang tidak bermasalah pada sistem reproduksi dan belum masa menopause masih memiliki peluang untuk hamil. Sehingga, tidak ada patokan khusus usia terbaik untuk hamil. Namun, secara umum kesuburan seorang wanita akan menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, masa kehamilan di usia tua juga kemungkinan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, untuk ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

Daftar Usia Ideal Untuk Hamil dan Risiko

Ada beberapa rentang usia yang memiliki karakteristik hamil yang berbeda-beda. Hal ini cocok untuk pasangan dalam mengenali referensi terbaik dalam merencanakan kehamilan si buah hati. Usia-usianya antara lain :

  • Usia 20 tahun

Jika seorang wanita saat ini berada di usia 20-an, dari segi biologis, hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan Anda sedang sangat tinggi dengan kualitas sel telur yang dihasilkan pun baik. Sehingga, bisa dikatakan untuk usia 20-an adalah usia ideal untuk hamil. Hal baiknya adalah kehamilan di usia 20-an juga memiliki risiko lebih rendah terkena gangguan-gangguan kehamilan, seperti:

  • Kompilasi dalam kehamilan
  • Melahirkan secara premature
  • Keguguran
  • Terlihat lebih muda saat mempunyai anak
  • Mengalami gangguan dalam organ reproduksi

 

  • Usia 30 tahun

Jika seorang wanita saat ini memasuki usia 30-an, yang artinya ia sudah siap untuk memiliki anak dan disarankan untuk tidak menunda-nunda kehamilan. Hal ini dikarenakan meski belum sepenuhnya drastis, namun tingkat kesuburuan sudah mulai menurun. Sedangkan, penurunan drastis akan terjadi setelah ia menginjak usia 35 tahun. Tidak hanya tingkata kesuburan saja yang menurun, ada juga beberapa gangguan kehamilan yang perlu di waspadai, seperti :

  • Bayi terlahir cacat
  • Persalinan yang membutuhkan waktu lama
  • Kompilasi dalam kehamilan
  • Keguguran

 

  • Usia 40 tahun keatas

Saat kehamilan terjadi di usia 40-an dan 50-an tergolong berisiko tinggi. Sebab, ada risiko komplikasi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Ada beberapa hal yang menjadi catatan terutama terkait kesehatan calon ibu, sehingga dokter harus memonitor gula darah puasa dan tekanan darah untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Sehingga, berdasarkan teori dan kondisi kesehatan calon ibu, hamil di usia 40-an tentunya bukan hal yang ideal. Di usia tersebut, kesempatan yang dimiliki setiap bulan untuk hamil berkisar sekitar 5%. Hal ini berkaitan dengan jumlah pasokan sel telur yang tentu sudah berkurang dengan kualitasnya yang sudah menurun. ada juga beberapa risiko yang harus diwaspadai yakni risiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur, ataupun bayi lahir cacat. Risiko lainnya adalah adanya komplikasi kehamilan, seperti hipertensi kehamilan, diabetes gestasional, ataupun gangguan dan masalah pada plasenta yang juga meningkat.


pcos.png
08/Feb/2023

Sindrom polikistik ovarium adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidak seimbangan hormon. Hal ini menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur disertai pembentukan kista multipel pada ovarium. Kondisi ini juga dapat menyebabkan wanita sulit untuk hamil. Hingga saat ini penyebab sindrom polikistik ovarium belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini.

Faktor Risiko Sindrom Polikistik Ovarium

Faktor genetik ini dikaitkan dengan terjadinya peningkatan androgen yang tinggi pada perempuan pengidap sindrom polikistik ovarium. Androgen sering disebut hormon laki-laki karena merupakan hormon yang dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan hormon ini hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit. Androgen bertugas untuk mengendalikan perkembangan sisi maskulin, seperti kebotakan androgen. Berdasarkan hal tersebut, ketidakseimbangan hormon bisa terjadi, ketika seorang perempuan mengidap sindrom polikistik ovarium. Ketidak seimbangan hormon tersebut terjadi karena produksi androgen menjadi lebih banyak dari kadar androgen normal dalam tubuh perempuan. Hormon androgen yang tidak seimbang tersebut menyebabkan pertumbuhan rambut tidak normal dan jerawat, selain kondisi tersebut, perempuan juga tidak dapat melepaskan ovum dari ovarium setiap menstruasi.

Gejala Sindorm Polikistik Ovarium

Sindrom polikistik ovarium menimbulkan gejala yang bisa dirasakan oleh pengidap. Gejalanya antara lain :

  • Jerawat yang tumbuh di bagian punggung, wajah, dan dada
  • Skin tag yang tumbuh di leher atau ketiak
  • Kulit daerah lipatan leher, selangkangan, dan lipatan payudara menjadi gelap
  • Berat badan yang naik dan sulit untuk diturunkan
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Pertumbuhan rambut berlebih pada wajah, dagu, dan kumis
  • Kebotakan dengan pola kebotakan laki-laki

Pengobatan Sindrom Polikistik Ovarium

Umumnya, PCOS bisa diatasi dengan pengobatan menggunakan obat-obatan atau mengontrol berat badan. Kamu akan disarankan untuk menurunkan berat badan agar gejala PCOS yang kamu alami bisa membaik. Selain itu, kamu juga akan disarankan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan. Untuk membuat siklus menstruasi teratur, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis obat-obatan, seperti:

  • Terapi progrestin
  • Pil KB

disfungsi-ereksi.png
03/Feb/2023

Disfungsi ereksi adalah ketidak mampuan mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual. Terdapat 3 kondisi yang bisa menjadi tanda-tanda gangguan ereksi, yaitu tidak bisa ereksi, bisa ereksi tetapi hanya sebentar, dan kurangnya gairah seks. Terpicunya gairah seksual pria hingga terjadinya ereksi merupakan proses yang tidak sederhana. Proses tersebut melibatkan otak, saraf, otot, pembuluh darah, hormon, dan emosi. Disfungsi ereksi biasanya terjadi jika hal tersebut bermasalah.

Faktor Disfungsi Ereksi

Ada beberapa jenis faktor terjadinya disfungsi ereksi. Jenis-jenisnya terbagi menjadi 5, antara lain :

  1. Faktor Cedera

Penis yang mengalami cedera atau terluka dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Hal ini dikarenakan rasa sakit yang dirasakan oleh pria dapat menghilangkan gairah seksual.

  1. Faktor Obat

Obat juga dapat mempengaruhi ereksi yang dialami pria. Hal ini dikarenakan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Obat-obat tersebut antara lain :

  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Antihipertensi
  • Obat kanker prostat
  • Obat penurun kolesterol
  1. Faktor Penyakit

Kondisi medis juga bisa menjadi faktor terjadinya disfungsi ereksi, Contohnya :

  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit paru obstruktif kronik
  • Hemokromatosis
  • Diabetes
  • Sindrom metabolik
  • Penyakit Peyronie
  • Penyakit jantung
  • Aterosklerosis
  • Gagal ginjal
  • Sirosis
  • Skleroderma
  1. Faktor Tindakan medis

Tindakan medis yang bisa menjadi faktor disfungsi ereksi adalah operasi pada kantug kemih dan prostat. Operasi pada otak, tulang belakang, dan tulang panggul pun juga bisa menjadi faktor tindakan medis.

  1. Faktor Psikologis

Otak adalah hal penting yang berpengaruh dalam proses ereksi. Jika psikis pria bermasalah, hal ini juga bisa menjadi faktor disfungsi ereksi

Pengobatan Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi jika tidak segera ditangani dapat merusak keharmonisan kelurga dan sulit untuk memiliki keturunan. Maka dari itu, disfungsi harus segera ditangani. Cara-cara yang bisa dilakukan antara lain :

  • Perubaha pola hidup sehat
  • Penggunaan obat-obatan
  • Psikoterapi

Jika disfungsi ereksi masih berkelanjutan, bisa menghubungi dokter spesialis alat kelamin untuk membantu pengobatan disfungsi ereksi ini.


asap-rokok.png
31/Jan/2023

Asap rokok memiliki ribuan kandungan bahan kimia yang jika terhirup oleh ibu hamil dapat membahayakan bagi janin di dalam kandungannya. Bagi ayah yang merokok, sangat disarankan untuk tidak merokok di dekat ibu hamil atau di area rumah. Hal ini karena asap rokok bisa bertahan selama 2,5 jam dan bisa melekat pada benda-benda dan perabotan di rumah. Residu dari asap tersebut juga dapat bertahan selama berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun. Meski tidak terlihat, asap rokok tersebut masih bisa terhirup oleh ibu hamil dan bisa memberikan efek buruk pada janin yang dikandung. Ketika ibu hamil menghirup atau menyentuh benda yang terkena asap rokok, ribuan racun yang ada pada rokok bisa memasuki aliran darahnya hingga sampai ke janin yang dikandung.

Dampak Buruk Akibat Menghisap Asap Rokok Bagi Ibu Hamil

  • SIDS

SIDS merupakan sindrom yang bisa menyebabkan bayi kehilangan nyawa secara tiba-tiba saat ia sedang tidur. Padahal sebelumnya bayi terlihat baik-baik saja. SIDS terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun. SIDS bisa terjadi diduga karena adanya kelainan di bagian otak yang mengatur pernapasan bayi, kondisi tidur bayi yang menghambat pernapasannya, dan hal lainnya.

  • Berat bayi rendah

Terpapar asap rokok dapat berisiko sebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Berat badan bayi yang normal saat lahir yaitu mulai dari 2,9 hingga 3,6 kilogram. Berat badan bayi dikatakan rendah apabila beratnya kurang dari 2,5 kilogram. Kondisi tersebut mungkin bisa membuat bayi mengalami gangguan pernapasan, mudah mengalami infeksi, dan kadar gulanya rendah.

  • Lahir Prematur

terpapar asap rokok saat kehamilan juga bisa memunculkan risiko bayi lahir sebelum waktunya. Hal ini bisa memicu masalah kesehatan yang serius bagi bayi, seperti gangguan pernapasan. Gangguan akibat asap rokok ini bisa memberikan efek negatif bagi perkembangan paru-paru janin.

  • Keguguran

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil yang lainnya adalah bisa meningkatkan risiko keguguran pada trimester pertama. Di beberapa hari awal setelah pembuahan, janin mengalami perkembangan yang pesat. Saat janin terpapar asap rokok, kerusakan genetik terutama di bagian kromosom dapat terjadi. Pada akhirnya, keguguran dapat terjadi.


gigi.png
30/Jan/2023

Saat mengalami kehamilan, Ibu harus menjaga kesehata gigi dan mulut. Ini dikarenakan Ibu hamil memiliki risiko yang tinggi terhadap kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan fisiologis dan hormonal dimana terjadi fluktuasi dari hormon estrogen dan progesteron yang mungkin berpengaruh terhadap cairan servikular, serum, saliva (air liur), dan jaringan gingiva, serta adanya perubahan pola makan, kurangnya kebersihan mulut, mual dan muntah dapat menyebabkan erosi pada gigi. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Salah satu kepedulian tentang kesehatan gigi ibu hamil adalah dengan menyebarluaskan informasi bagaimana merawat gigi dengan benar sejak sebelum hamil dan saat kehamilan. Perawatan kesehatan gigi yang benar akan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi.

Alasan Pentingnya Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

Ada beberapa alas an kenapa penting sekali bagi Ibu hamil untuk menjaga Kesehatan mulut dan gigi, antara lain :

  • Ibu yang tengah hamil membutuhkan banyak asupan gizi
  • Perubahan hormon baik itu progesteron maupun estrogen
  • Meningkatnya risiko terjadinya pembengkakan gusi maupun pendarahan pada gusi
  • Gigi yang terkena infeksi pada ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan
  • Ibu hamil dengan keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin.

Cara untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

  1. Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan
  2. Pilih pasta gigi yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitive
  3. Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung vitamin C
  4. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai
  5. Bila ada gangguan Kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur, sebaiknya memperhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil
  6. Konsultasi ke dokter gigi

signum41.jpg
29/Mar/2022

Dalam kegiatan sehari-hari, cukup sering kita melihat ibu hamil sedang menggendong bayi atau anak balita. Meski bobot tubuh anak kecil dianggap tidak terlalu berat, menggendong anak saat hamil kadang tetap saja bikin khawatir. Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah hal tersebut akan memengaruhi kondisi ibu hamil?

Menggendong anak saat hamil sebenarnya tidak masalah pada kondisi-kondisi tertentu, terutama pada awal kehamilan. Dalam banyak kejadian, ibu hamil dapat mengangkat anak dengan berat 13 kg hingga ia sudah tidak merasa kuat atau nyaman. Biasanya kondisi tidak nyaman tersebut muncul pada usia kehamilan 4-5 bulan.

Meski begitu, perlu diperhatikan lagi beberapa aspek lainnya. Selain usia kehamilan, berat anak dan kondisi ibu juga harus dipertimbangkan. Ketika kehamilan semakin besar, ibu hamil tidak dianjurkan untuk sering menggendong anak karena dapat menyebabkan tekanan pada perut.

Selain itu, tidak dianjurkan pula menggendong anak dengan berat badan lebih dari 13 kg. Beban yang terlalu besar dapat membahayakan ibu hamil, apalagi bila diangkat dalam jarak jauh.

Beberapa bahaya menggendong anak saat hamil yang mungkin terjadi adalah risiko keguguran, pecah ketuban, terlepasnya plasenta dari rahim, atau kelahiran prematur.

Kondisi Ibu yang Dilarang Menggendong Anak

Pada kondisi tertentu, mengangkat anak saat mengandung tidak dianjurkan. Beberapa contoh kondisinya yaitu:

  • Memiliki riwayat keguguran berulang karena kelemahan rahim (rahim inkompeten)
  • Hamil bayi kembar
  • Hamil dengan risiko tinggi seperti posisi plasenta di bawah
  • Riwayat perdarahan dari jalan lahir
  • Ibu dengan asma, tekanan darah tinggi, varises vagina, atau wasir

Hal-hal tersebut dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau masalah kesehatan lainnya pada ibu hamil.


signum40.jpg
28/Mar/2022

Setiap Ramadan seluruh umat Islam diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa. Namun, ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak melakukan puasa, beberapa di antaranya adalah wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui. Bagaimana jika wanita hamil tetap ingin melakukan ibadah puasa?

Selama ibu dan kandungannya dinyatakan sehat oleh dokter, ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa. Asalkan saat sahur dan berbuka ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu dan kandungannya.

Perhatikan Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Saat sahur dan berbuka, ibu hamil harus tetap memperhatikan pola makan yang baik bagi ibu dan kandungan. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi tersebut, kebutuhan gizi bayi akan terpenuhi.

Perlu diingat juga untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis. Memang makanan manis bisa membantu meningkatkan kadar gula yang turun pada tubuh akibat berpuasa. Namun, pada saat kamu mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, ini juga bisa membuat kadar gula pada tubuh kembali menurun dengan cepat.

Sebaiknya kebiasaan berbuka dengan yang manis, bagi ibu hamil, diganti dengan makanan yang memiliki manis alami, misalnya dari buah-buahan. Selain memiliki manis alami, beberapa buah juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sehingga bisa menjauhkan tubuh dari dehidrasi.

Setelah berpuasa kurang lebih 12 jam, sebaiknya selama waktu berbuka ibu banyak mengonsumsi air putih. Selain sehat untuk janin, ibu juga akan terhindar dari bahaya dehidrasi. Jangan lupa konsumsi vitamin atau susu hamil saat sahur dan berbuka, sehingga bisa membantu menjaga kesehatan tubuh ibu dan janin yang ada di kandungan.

Ibu Hamil yang Tidak Diperbolehkan Puasa

Dalam beberapa kasus ibu hamil tidak diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, di antaranya:

1. Ibu Hamil Pengidap Diabetes Melitus

Ibu hamil dengan diabetes harus menjalani pola hidup yang cukup baik agar tekanan gula darah tetap stabil. Selain untuk menjaga gula darah yang stabil, ibu hamil yang mengidap diabetes biasanya harus mengonsumsi obat secara teratur dan mengatur pola makan sesuai dengan jadwal yang disarankan oleh dokter.

2. Mengeluarkan Flek atau Pendarahan

Pada saat sedang mengalami flek atau pendarahan, disarankan ibu hamil tidak melanjutkan puasanya. Dikhawatirkan pendarahan akan semakin parah jika ibu hamil tetap melakukan puasa. Selain pendarahan yang semakin parah, perkembangan dan kesehatan janin juga dikhawatirkan akan mengalami gangguan.

3. Gangguan Sistem Pencernaan

Jika ibu hamil sedang mengalami penyakit yang berhubungan dengan pencernaan, misalnya maag, ibu disarankan untuk tidak melakukan puasa. Ibu hamil yang memaksakan diri untuk puasa ditakutkan akan memperparah penyakit maag yang dialami. Tidak hanya untuk kesehatan ibu hamil saja, penyakit maag nyatanya juga bisa berbahaya untuk kesehatan janin.

4. Ibu Hamil yang Mengalami Dehidrasi

Rata-rata ibu hamil pada kehamilan trimester pertama akan mengalami morning sickness. Ternyata morning sickness bisa menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Sebab, muntah dengan intensitas yang cukup sering dapat membuat cairan dalam tubuh terbuang, sehingga menyebabkan dehidrasi. Sebaiknya, ibu yang mengalami dehidrasi harus sering mengonsumsi air atau makanan yang banyak mengandung air.


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.