fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllKesehatanTipsUncategorized
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
istockphoto-626995938-612x612-1.jpg
28/Oct/2021

Setiap ibu hamil pasti menginginkan kehamilannya berjalan dengan lancar sampai persalinan. Namun, selalu ada kemungkinan terjadi masalah pada kehamilan yang bisa membahayakan ibu dan janin, ibu hamil akan mengalami beberapa perubahan dan keluhan pada tubuh. Keluhan-keluhan yang umum biasanya akan hilang sendiri, namun ada beberapa keadaan tertentu yang perlu ibu hamil waspadai.

1.Pergerakan janin yang kurang aktif

 Kondisi tersebut merupakan tanda-tanda gawat janin. Hal ini menandakan jika janin mengalami kekurangan oksigen atau kekurangan gizi sehingga dapat mengancam keselamatan janin. Jika dalam dua jam janin bergerak di bawah sepuluh kali, segera periksakan kondisi tersebut ke dokter.

2.Demam

Demam seringkali dianggap sebagai hal yang sepele. Namun, jika demam terlalu tinggi Hal ini bisa pertanda anda mengalami infeksi, dan tentu saja berbahaya bagi bayi Anda. Dan jika hal tersebut terjadi segera periksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

3.Terjadi Pendarahan

Ibu hamil harus waspada jika mengalami pendarahan.Pendarahan berat dengan kram bisa menandakan keguguran, bila terjadi pada awal trimester kedua kehamilan. Namun, jika mengalami pendarahan pada usia hamil tua, bisa menjadi pertanda plasenta menutupi jalan lahir.

4.Sakit kepala dan gangguan penglihatan

Jika saat hamil Anda mengalami sakit kepala parah lalu disertai dengan gangguan penglihatan,hal itu dapat menandakan terjadinya preeklampsia yang dapat menghambat pertumbuhan janin dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.

5. Nyeri di bawah perut


Nyeri hebat di satu sisi atau kedua bawah perut merupakan tanda dari kehamilan ektopik, keguguran, persalinan prematur, dan solusio plasenta. Namun, untuk benar-benar memastikannya, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter.

6.Mual dan muntah terus-menerus

Mual dan muntah pada masa kehamilan merupakan hal yang umum terjadi.terutama ibu hamil pada trimester pertama kehamilan. Akan tetapi, jika mual dan muntah yang dialami parah hingga sulit makan dan minum, kondisi ini dapat mengindikasikan suatu hal yang serius. Anda bisa mengalami dehidrasi, kekurangan gizi, hingga membahayakan bayi Anda.

7.Sering buang air kecil dan terasa menyakitkan

Jika ibu hamil sering buang air kecil dan terasa menyakitkan ketika membuangnya, kondisi tersebut merupakan tanda infeksi saluran kemih  yang dapat menyebabkan infeksi ginjal, meningkatkan risiko ketuban pecah lebih awal, dan kelahiran prematur.

8.Air Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

Jika ibu hamil mengalami pecah ketuban sebelum waktunya segera periksakan diri ke dokter, karena dapat membahayakan kondisi ibu dan bayi. Setelah air ketuban pecah, bayi hanya memiliki sedikit perlindungan dan rentan terhadap infeksi. Segera pergi rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


olivia-anne-snyder-8UoUEHr014E-unsplash-1200x796.jpg
26/Oct/2021

Kali pertama akan menjalani persalinan, tentu ada rasa bingung mengenai persiapan melahirkan.Mom harus mempersiapkan beberapa hal mulai dari persiapan mental hingga fisik harus siap siaga demi membantu kelancaran proses melahirkan.Selain itu juga Mom dapat mencicil menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan sedini mungkin.

Berikut beberapa Persiapan Menjelang Kelahiran Bayi

1.Cari informasi

Cari informasi soal melahirkan tapi jangan membuat Mom justru ketakutan.banyak mencari tahu mengenai proses persalinan dan tanda-tanda melahirkan.Bertanya pada dokter, sharing dengan teman yang sudah pernah melahirkan, hingga mencari informasi terpercaya dari internet bisa bantu Anda untuk lebih memahami proses persalinan sungguhan.

2.Memilih metode persalinan

Memilih metode persalinan yang tepat bisa membangun kesiapan Moms menghadapi persalinan.Ada berbagai jenis persalinan yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ibu.Metode atau jenis persalinan meliputi melahirkan normal, operasi caesar, gentle birth, water birth, dan hypnobirthing.

3.menentukan tempat bersalin dan dokter yang menangani

Cari tempat bersalin dan pilih dokter yang akan membantu melahirkan dengan hati-hati. Kelahiran adalah pengalaman transformatif, serta bisa rumit, dan emosional. Karena itu, pastikan diri dikelilingi oleh orang yang dipercaya dan berada di tempat yang nyaman untuk mendapat hasil terbaik.

4. Tetap menjaga kesehatan

Wajar untuk merasa cemas menjelang hari persalinan tiba. Namun, jangan biarkan stres persiapan melahirkan malah mengacaukan kesehatan Mom.proses melahirkan membutuhkan energi yang besar dan waktu yang mungkin cukup lama.Makanlah makanan yang kaya nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang bayi dan Cobalah melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki setiap hari, ataupun mengikuti kelas yoga untuk ibu hamil.

5.Menyiapkan perlengkapan

Mom perlu untuk mempersiapkan perlengkapan, mulai dari perlengkapan untuk Bunda sendiri, hingga untuk bayi. Seperti baju ganti, alat mandi, stroller, hingga boks tidur bayi.

 

 


istockphoto-1286486329-170667a.jpg
22/Oct/2021

Ibu hamil tentunya  menginginkan janin yang ada di dalam kandungannya sehat dan bisa tumbuh dengan baik.  Salah satu upaya terpenting untuk meraih tujuan tersebut adalah dengan Melengkapi kebutuhan nutrisi saat hamil. Apa pun yang dikonsumsi ibu hamil akan berpengaruh pada janin dalam kandungannya. Ada makanan yang bermanfaat untuk tumbuh kembang janin, namun ada pula makanan yang justru membahayakan kesehatan janin, sehingga perlu dihindari oleh ibu hamil.

Berikut beberapa makanan yang harus di hindari oleh bumil 

1.Makanan Kaleng

Pada saat kamu sedang hamil, lebih baik menghindari segala macam makanan kalengan karena Semua makanan kaleng mengandung pengawet dalam jumlah tinggi. Pengawet ini beracun bukan saja bagimu tapi juga bagi bayi dalam kandunganmu.

2. Ikan dan Daging yang Mentah atau Kurang Matang

Mengonsumsi ikan dimasak setengah matang dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami infeksi.begitu juga dengan daging.Daging yang belum matang dapat mengandung kuman berbahaya.kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin.Bukan cuma daging sapi, daging ayam, burung, kalkun, hingga bebek yang dimasak setengah matang juga termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil.

3.Buah dan sayuran yang tidak dicuci

Jangan lupa untuk selalu mencuci buah dan sayuran sebelum Bumil mengonsumsinya. Jika tidak, kuman dan parasit yang menempel pada buah atau sayuran tersebut dapat menyebabkan infeksi.Salah satu jenis parasit yang dapat mengkontaminasi buah atau sayuran adalah Toxoplasma. Parasit ini dapat menyebabkan kebutaan dan gangguan otak pada janin.

4.Telur setengah matang

Ini karena telur yang belum matang tersebut umumnya masih mengandung bakteri Salmonella aktif yang dapat menginfeksi Anda dan janin di dalam kandungan.Infeksi Salmonella nantinya dapat menyebabkan muntaber (muntah dan diare).Dalam kasus yang jarang, bakteri Salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban. Meski jarang sekali terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan keguguran.

5.Jeroan

Ibu hamil tidak boleh sembarang mengonsumsi jeroan, meski pada dasarnya makanan ini memiliki banyak nutrisi. Jeroan hanya boleh dikonsumsi ibu hamil sebanyak satu kali dalam seminggu, dengan porsi secukupnya. Terlalu banyak mengonsumsi jeroan dapat mengganggu pertumbuhan janin, serta menimbulkan gangguan hati pada ibu hamil.


istockphoto-928192484-170667a.jpg
22/Oct/2021

penelitian menunjukkan jika sekitar 84% pasangan akan hamil dalam setahun pertama, bila berhubungan intim secara teratur dan tidak menggunakan kontrasepsi. Bila kehamilan tidak terjadi di tahun pertama, 50%-nya akan hamil pada tahun kedua. Namun hal tersebut memiliki hubungan dengan  tingkat kesuburan seorang wanita.

Cara Meningkatkan Kesuburan

1.Memperatikan Pola Makan dan Olahraga

Makanan yang kamu konsumsi sehari-hari bisa memengaruhi nutrisi, fungsi sel, fungsi hormon, dan tentunya kesuburan kamu. Bila kamu tidak bisa mengonsumsi jenis makanan tertentu untuk mencukupi nutrisi yang dibutuhkan, kamu bisa mengonsumsi suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

2.Hindari Alkohol, Kafein, dan Rokok

Konsumsi kafein yang masih diperbolehkan maksimum 200 mg per hari. Mengonsumsi alkohol dua gelas per hari juga ternyata bisa menurunkan kesuburan sebesar 60%. Sedangkan alkohol bisa meningkatkan risiko kelainan pada janin. Tidak hanya itu rokok juga bisa memberikan dampak negatif bagi kesuburan. Rokok bisa menjadikan rahim kurang reseptif terhadap hasil konsepsi (pembuahan).

3.Menjaga kebersihan

Menurut penelitian oleh University of North Carolina di Amerika Serikat, wanita yang biasa melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah atau berkebun bisa lebih cepat hamil. Latihan  ini dianggap bisa menghentikan produksi insulin yang dianggap  membahayakan perkembangan telur.

4.Istirahat yang Cukup

Menurut konsultan Ginekolog Michael Dooley, “Stres dapat memiliki dampak besar pada kesuburan wanita. Hal ini juga dapat memperlambat produksi sperma laki-laki dan libido rendah.”

5.Perbanyak minum air putih

Pakar kesuburan wanita Zita West mengatakan, “Jika Anda  tidak minum cukup air,  sistem reproduksi akan kehilangan energi yang menyebabkan organ vital yang seharusnya kita butuhkan.”
Air mineral bisa membuat suplai darah ke otak lancar, yang artinya bisa memperkuat lapisan rahim karena jika Anda dehidrasi, cairan serviks akan lebih lamban.

Baca Juga: Bahaya,Hindari Makanan Ini saat Hamil!


julien-pianetti-Cr9hZrpC1Oc-unsplash-1200x801.jpg
22/Oct/2021

Bahaya nanas bagi kehamilan umumnya dikaitkan dengan adanya kandungan enzim bromelain di buah tersebut.buah nanas memiliki kandungan enzim bromelain, yang dapat memecah protein dalam tubuh.Jumlah bromelain dalam satu porsi jus nanas segar yang dimurnikan dari batang (yang merupakan sumber utama bromelain) hanya mencapai 16 miligram.  Buah nanas baru mencapai efek menggugurkan kandungan jika ibu hamil mengonsumsi 7–10 buah nanas segar utuh sekaligus. Jadi, Bumil tetap boleh kok mengonsumsi nanas, asal tidak berlebihan.

Di sisi lain nanas juga bermanfaat untuk ibu hamil. Salah satu manfaatnya adalah membantu meredakan kecemasan. Menurut penelitian, nanas mengandung vitamin dan flavonid yang bersifat anxiolytic. Efek ini dapat membantu meredakan kecemasan (anxietas) yang Bunda rasakan selama hamil.

Meskipun makan nanas dalam jumlah kecil tidak membahayakan nyawa janin ,akan tetapi lebih baik ibu hamil menghindari konsumsi nanas karna asam pada buah nanas dapat menyebakan perut mulas dan menaikkan asam lambung. selain itu buah nanas juga bisa mendatangkan alergi yang disertai gejala berikut:

  • gatal atau bengkak di mulut
  • reaksi kulit
  • asma
  • hidung tersumbat atau berair.

istockphoto-1125889191-170667a.jpg
26/Apr/2021

Aktivitas bayi dalam kandungan ada berkat panca inderanya. Ini juga merupakan tanda bahwa otak bayi berkembang dengan baik. Meski rahim sangat tertutup, bayi masih bisa mendengar berbagai suara yang berasal dari luar rahim, melihat berkas cahaya, dan membedakan rasa makanan yang dikonsumsi ibunya.

Bunda, Ini Hal yang Dipelajari Bayi Sejak Dalam Kandungan – Alodokter
Panca Indera Bayi Mulai Aktif
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa bayi sebenarnya sudah menggunakan panca inderanya mulai dari trimester kedua. Semua keajaiban ini perlahan ia pelajari sebagai bekal persiapan hidup saat ia dilahirkan nanti.

Ada banyak hal yang sudah bayi pelajari sejak dalam kandungan, dan berikut ini adalah di antaranya:

1. Suara
Tidak tepat jika rahim dianggap sebagai tempat yang kedap suara. Dari dalam sana, bayi bisa mendengar berbagai suara, lho, mulai dari suara organ tubuh ibunya, seperti detak jantung dan aliran darah, hingga suara-suara di sekitar ibunya, seperti suara musik atau percakapan. Suara-suara ini akan terdengar sebagai gumaman yang redup.

Di antara semua suara yang dikenal Si Kecil, suara Bundalah yang akan paling diingatnya. Bahkan saat Bunda mengajaknya berbicara, detak jantung Si Kecil di dalam kandungan cenderung lebih stabil, seakan ia lebih tenang. Sesaat setelah dilahirkan, bayi juga sudah bisa membedakan mana suara ibunya dan mana suara orang asing.

2. Bahasa dan intonasi
Tak hanya mendengar suara, bayi juga sudah bisa mempelajari bahasa dan intonasi dalam percakapan sejak dalam kandungan. Bahasa yang pertama ia pelajari tentunya adalah bahasa yang diucapkan ibu.

Bayi mempelajari ini bukan hanya saat mendengar ibunya mengajak bicara, tapi juga dari suara orang-orang yang berkomunikasi dengan sang ibu. Meski belum mengerti arti dari tiap kata yang didengarnya, bayi dapat membedakan makna pembicaraan melalui irama dan nada bicara.

3. Cahaya
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi sudah dapat mengenali keberadaan cahaya di sekitarnya saat trimester ketiga, terutama bulan ke-7 kehamilan. Beberapa dokter mengatakan bahwa bila perut ibu disinari dengan cahaya senter yang kuat, bayi akan bergerak sebagai respons terhadap berkas lembut dari kilau cahaya tersebut.

Sebuah penelitian melalui pemeriksaan USG juga mengungkapkan bahwa mata bayi akan semakin sering membuka dan menutup ketika mendekati waktu persalinan, seolah sedang berlatih untuk berkedip dan melihat dunia luar.

4. Rasa

Apa yang dimakan oleh ibu, rasanya akan ikut terbawa ke air ketuban, lho. Terdapat beberapa bukti ilmiah yang mengemukakan bahwa bayi mulai dapat mencicipi rasa asam, manis, dan pahit, sejak usia kehamilan 14 minggu.

Menariknya lagi, rasa yang terbiasa ia cicipi dalam kandungan akan memengaruhi selera makannya setelah ia lahir nanti. Itulah mengapa ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman dengan rasa yang bervariasi guna mempertajam indra perasa bayi nantinya.

Itulah hal-hal yang dipelajari bayi dengan pancaindranya selama di dalam kandungan. Selain itu, selama di dalam kandungan, Si Kecil juga sudah membentuk pola tidurnya, lho, Bun. Pola tidur inilah yang kira-kira akan menjadi pola tidurnya saat baru lahir. Beberapa peneliti juga meyakini bayi sudah bisa bermimpi sebelum ia lahir.

Membantu Bayi Belajar sejak dalam Kandungan
Sejauh ini, komunikasi dan musik yang didengarkan bayi dalam kandungan dianggap bermanfaat membantu tingkat kecerdasan dan tumbuh kembangnya kelak. Sayangnya, hal tersebut belum cukup dibuktikan oleh penelitian.

Meski begitu, memperdengarkan musik atau mengajak bicara bayi dalam kandungan diketahui dapat membantu bayi mengenal ibunya lebih dekat. Kegiatan ini juga akan membuat Bunda merasa rileks dan tidak stres sehingga dapat lebih siap menghadapi persalinan.

Selain itu, ada beberapa kegiatan lainnya yang dianggap dapat membantu bayi belajar dalam kandungan, di antaranya membacakannya cerita dan melakukan olahraga yoga.

Apa pun yang Bunda pilih untuk membantu bayi belajar dalam kandungan, lakukan dengan hati-hati, apalagi jika melibatkan kegiatan fisik. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter guna memastikan bahwa hal tersebut aman untuk dilakukan.


suhyeon-choi-NIZeg731LxM-unsplash-1200x801.jpg
26/Apr/2021

Berat badan calon bayi akan terus meningkat seiring pertambahan usia kehamilan. Ini menandakan bahwa janin menyerap nutrisi dengan baik. Namun bila bobot janin tidak bertambah sesuai usia kehamilan, Bumil harus hati-hati. Hal ini bisa saja menandakan perkembangan janin terhambat.

Dalam dunia medis, perkembangan janin yang terhambat selama dalam kandungan dikenal dengan istilah intrauterine growth restriction (IUGR). Janin dengan kondisi IUGR memang berukuran lebih kecil dari janin yang normal, tapi bukan berarti janin yang kecil pasti mengalami kondisi ini ya, Bumil.

Tidak hanya berat badan lahirnya saja yang rendah atau tubuhnya yang terlihat kurus, bayi yang terlahir dengan IUGR biasanya memiliki kulit yang pucat, serta denyut jantung dan gerakan yang lemah.

Jenis-Jenis IUGR
IUGR terbagi menjadi dua jenis, yaitu IUGR simetris (primer) dan asimetris (sekunder). Pada IUGR simetris, seluruh tubuh janin, termasuk organ di dalamnya, berukuran kecil.

Sedangkan pada IUGR asimetris, perkembangan janin tidak merata. Misalnya, ukuran kepala dan otak janin normal sesuai usianya, tapi bagian tubuh lainnya berukuran lebih kecil. IUGR asimetris umumnya baru terdeteksi setelah janin memasuki trimester ketiga.

Ini Penyebab Perkembangan Janin Terhambat
IUGR bisa disebabkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya terjadi akibat gangguan pada plasenta atau ari-ari. Plasenta yang mengalami gangguan tidak bisa menyalurkan oksigen, darah, dan makanan yang cukup ke janin. Akibatnya, janin mengalami hambatan dalam perkembangannya.

Selain masalah pada plasenta, kelainan genetik, jumlah air ketuban yang terlalu sedikit (oligohidramnion), dan kehamilan kembar juga dapat menjadi penyebab IUGR.

Perkembangan janin tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kehamilan dan kesehatan janin itu sendiri. Kesehatan ibu juga dapat memengaruhi tumbuh kembang janin, lho. Berikut ini adalah gangguan kesehatan pada ibu hamil yang berisiko menyebabkan janin mengalami IUGR:

  • Infeksi saat hamil, seperti rubella atau toxoplasma.
  • Gizi buruk selama hamil.
  • Anemia.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Penyakit jantung.

Penanganan Janin dengan IUGR
Janin dinilai mengalami IUGR jika tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang sesuai dengan usia kehamilan. Hal ini dapat dilihat melalui pemeriksaan USG saat Bumil memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Selain itu, perhatikan tendangan Si Kecil juga ya, Bumil. Tendangan tersebut dapat menjadi tanda janin sehat atau tidak.

Bila dokter kandungan menemukan bahwa janin Bumil mengalami IUGR, maka pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan lebih sering untuk memantau perkembangan janin. Dokter juga akan memperbaiki asupan nutrisi Bumil, agar janin bisa mencapai berat badan yang sesuai usianya. Bumil juga mungkin akan diminta untuk beristirahat total guna mengoptimalkan sirkulasi darah ke janin.

Selain itu, Bumil perlu menerapkan pola hidup yang sehat, dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, maupun mengonsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter.

Bila berat badan janin bertambah selama masa pemantauan, maka dokter akan tetap mempertahankan janin di dalam kandungan hingga hari persalinan tiba. Namun jika janin berada dalam kondisi bahaya, dokter akan melakukan persalinan dini dengan induksi atau operasi caesar.

Untuk memantau pertumbuhan janin dan mendeteksi perkembangan janin yang terhambat, ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Jadwal pemeriksaan yang dianjurkan adalah setiap bulan sampai usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu pada usia kehamilan 28-36 minggu, dan setiap minggu hingga menjelang persalinan.


rahim-bayi.jpg
26/Apr/2021

Di dalam kandungan, bayi bukan hanya sudah dapat mendengar dan merespon suara, tapi juga diyakini sudah bisa menangis. Benarkah begitu? Simak jawabannya di sini, yuk!

Info yang beredar mengenai bayi sudah dapat menangis sejak dalam kandungan ternyata bukan hanya isapan jempol lho, Bun. Ada beberapa penelitian yang sudah memperlihatkan hal ini. Melalui pemeriksaan USG dalam penelitian tersebut, janin terlihat sudah bisa menangis.

Fakta di Balik Bayi Menangis saat Berada Dalam Kandungan
Menurut penelitian, bayi sudah bisa menangis saat usia kandungan menginjak 28 minggu. Namun, bukan berarti tangisnya dapat terdengar ya, Bun. Tangisan janin hanya terlihat dari gerak-gerik dan ekspresi wajahnya.

Gerak-gerik yang terekam USG dan menjadi tanda bayi menangis adalah mulutnya yang terbuka, lidahnya turun, dagunya yang bergetar, serta napasnya menjadi tidak teratur.

Ragam ekspresi wajah Si Kecil, termasuk menangis, memang bisa terlihat saat Bunda melakukan pemeriksaan USG kehamilan. Ekspresi wajah ini akan semakin bervariasi saat usia kandungan Bunda sudah semakin besar.

Alasan Bayi Menangis saat Berada Dalam Kandungan
Nah, Bunda penasaran kan, apa yang membuat janin menangis dalam kandungan? Para peneliti meyakini bahwa janin menangis bukan karena ia kesakitan, melainkan sebagai responsnya saat kaget terhadap perubahan yang tiba-tiba, misalnya suara keras.

Selain itu, fakta unik lainnya yang perlu Bunda tahu adalah tangis bayi saat dalam kandungan bisa menjadi tanda bahwa ia tumbuh sehat. Semakin banyak ekspresi wajah yang ditampilkan dalam kandungan, termasuk menangis, artinya bayi sudah semakin berkembang dan siap untuk hidup di luar kandungan.

Jadi, Bunda tidak perlu khawatir bila melihat ekspresi wajah Si Kecil seperti menangis saat pemeriksaan USG. Hal ini normal kok, Bun. Selama Bunda rutin memeriksakan kandungan ke dokter, kesehatan Si Kecil dalam kandungan dapat terpantau dengan baik.

 

sumber alodokter


Copyright by SignumFertility 2021. All rights reserved.