fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllKesehatanTipsUncategorized
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Desain-tanpa-judul-42.png
01/Nov/2022

9 TIPS MENJAGA KESEHATAN IBU HAMIL DAN JANIN DALAM KANDUNGAN

Penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan dirinya selama 9 bulan kehamilan. Ingat, janin juga akan bertumbuh dengan sehat sampai waktu kelahirannya jika ibunya sehat. Bagaimana caranya menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan? Jawabannya satu, menerapkan pola hidup sehat saat Ibu sedang hamil.

Menjaga kesehatan ibu hamil dengan menerapkan pola hidup sehat

Menjaga kesehatan ibu hamil memang gampang-gampang susah. Namun, hal ini bukan tidak mungkin terwujud jika ibu hamil menerapkan berbagai pola hidup sehat seperti;

1. Makan makanan bergizi

Kondisi kesehatan selama kehamilan sangat bergantung pada pola hidup sehat yang diterapkan ibu hamil. Isilah piring makan Anda dengan variasi makanan sehat yang bergizi tinggi untuk mendukung kesehatan diri sendiri juga janin dalam kandungan.

Bagi ibu, makan makanan bergizi dapat membantu menambah stamina, menghindari risiko komplikasi kehamilan, mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan jauh lebih baik.

Selain itu, ibu hamil yang menerapkan pola makan sehat juga cenderung terhindar dari depresi saat hamil. Pasalnya, makanan bergizi membantu menstabilkan mood ibu sepanjang kehamilan.

Makan makanan bernutrisi sejak kehamilan muda juga bantu mempersiapkan kesehatan ibu hamil secara maksimal menjelang persalinan.

Asupan gizi yang bervariasi tapi tetap seimbang juga mendukung kelancaran proses tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil. Tidak lupa, asupan makanan bergizi dapat membantu menjaga berat janin tetap sehat serta mencegah risiko bayi mengalami cacat lahir.

Makanan bernutrisi yang wajib dikonsumsi agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga adalah:

  • Makanan berprotein, seperti telur yang dimasak matang, dada ayam, dan gandum utuh (roti gandum dan beras merah).

  • Makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji dan stroberi

  • Makanan dan minuman mengandung kalsium, seperti susu yang dipasteurisasi dan sayuran berwarna hijau.

  • Makanan kaya zat besi, seperti brokoli dan kacang-kacangan.

  • Makanan yang mengandung lemak sehat, misalnya ikan salmon (dimasak matang) dan buah alpukat.

  • Makanan yang mengandung asam folat, seperti kuning telur dan bayam.

Sementara itu, agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga, hindari makan daging setengah matang, jeroan hewan, dan makanan cepat saji yang tinggi lemak trans selama ibu hamil menjalani pola hidup sehat.

Hindari juga makan ikan yang mengandung tinggi merkuri selama hamil, seperti ikan tuna, ikan makarel, dan ikan pedang agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

2. Minum vitamin prenatal

Minum vitamin prenatal dianjurkan untuk menjaga kesehatan ibu hamil sebagai salah satu usaha dalam menjalani pola hidup sehat.

Asupan nutrisi untuk ibu hamil sebetulnya banyak tercukupi dari makanan sehari-hari. Namun, vitamin dapat membantu memenuhi sekaligus memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan janin dalam kandungan.

Vitamin hamil pada umumnya mengandung asam folat dari vitamin B. Asam folat berperan penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga bermanfaat untuk mencegah risiko bayi lahir cacat dan menjaga kesehatan ibu hamil.

Vitamin ini baiknya wajib diminum mulai sejak sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter tentang vitamin prenatal apa yang Anda benar-benar butuhkan.

Jika minum vitamin hamil bikin ibu mual, coba minum di waktu malam hari atau kunyah permen karet ketika mulai merasa mual.

3. Olahraga rutin

Hamil bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Olahraga masih menjadi bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil untuk menjaga kesehatan selama kehamilan.

Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah serta oksigen dalam tubuh, memperkuat otot, dan mengurangi stres saat hamil. Olahraga juga mendukung kecerdasan bayi sejak dalam kandungan.

Usahakan menyempatkan waktu 30 menit setiap hari untuk berolahraga demi kebaikan kesehatan ibu hamil. Ada banyak pilihan olahraga yang aman untuk ibu hamil. Namun, Anda tidak perlu berolahraga yang berat. Kegiatan fisik ringan seperti jalan santai, renang, atau bahkan yoga, umumnya aman dilakukan sepanjang usia kehamilan.

4. Berhenti merokok dan minum alkohol

Demi menjaga kesehatan ibu hamil dan kandungannya selama 9 bulan ke depan, hindari merokok dan minum minuman beralkohol.

Merokok dan/atau minum alkohol saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran. Dua kebiasaan buruk ini juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, lahir mati, lahir cacat, atau lahir dengan berat badan rendah. Maka, pastikan menjalani pola hidup sehat ibu hamil yang bebas rokok dan alkohol.

5. Menjaga berat badan tetap ideal

Setiap wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk makan makanan bergizi demi kesehatan ibu saat hamil. Selain untuk menjaga kesehatan, makan teratur juga bertujuan untuk menambah berat badan ibu hamil agar ideal.

Ibu yang punya berat badan normal sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan hingga 11,5-16 kg selama hamil. Sementara jika Anda bertubuh sangat kurus sejak sebelum hamil, berat badan harus ditambah 13-18 kg selama hamil.

Kenaikan berat badan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan bayi. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, pertambahan berat badan menunjukkan kebaikan status gizi ibu hamil dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Idealnya, Anda disarankan untuk menambah 300 kalori per hari guna menambah berat badan dan menjaga kesehatan ibu hamil.

Namun, bukan berarti ibu hamil bisa makan sebanyak-banyaknya. Frekuensi waktu makan, porsi, dan jenis makanannya harus benar-benar diperhatikan agar tidak sampai kelebihan berat badan dan mengganggu kesehatan ibu hamil.

Kelebihan berat badan saat hamil dapat mengacaukan pola hidup sehat Ibu yang telah dijalankan. Maka, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan untuk mendapatkan rekomendasi bagaimana cara menjaga berat badan ideal saat hamil.

Dokter dapat membantu menyusun rencana pola makan sehat yang benar sekaligus mencegah Anda dari komplikasi seperti diabetes gestasional.

6. Cukup minum air putih

Untuk menjaga kesehatan ibu hamil, dianjurkan cukup minum air putih cukup setiap hari. Asupan cairan yang mencukupi bantu melancarkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam rahim untuk diterima janin.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat ibu hamil dengan rajin minum air putih juga bisa meningkatkan sistem imun kesehatan.

Tak hanya itu, kebiasan ini juga bantu mencegah berbagai macam masalah kesehatan pada ibu hamil. Adapun berbagai masalah yang bisa dicegah yaitu, dehidrasi, kelelahan, anemia, sembelit, wasir, dan infeksi saluran kencing.

Usahakan minum air 8 sampai 10 gelas sehari. Agar tidak bosan minum air putih yang terasa hambar, coba tambahkan potongan lemon, stroberi, atau jeruk nipis untuk menambah kesegarannya.

7. Rajin cuci tangan

Mencuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan yang wajib dilakukan ibu hamil saat menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

Selalu cuci tangan setelah dari toilet, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah masak, serta sesudah memegang barang atau fasilitas umum.

Rajin cuci tangan dapat membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit yang rawan menyerang selama kehamilan. Berbagai bakteri yang rentang menyerang yaitu, streptokokus Grup B, cytomegalovirus, hingga toksoplasmosis.

Infeksi serius tertentu yang dialami ibu saat hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi serta risiko bayi lahir cacat. Hal ini tentu dapat mengganggu kesehatan tak hanya pada ibu hamil tetapi juga janin.

Jika tidak ada sumber air bersih, Anda bisa siap sedia menggunakan gel cuci tangan (hand sanitizer) yang mengandung etil alkohol agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

8. Tidur cukup

Salah satu bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil yang sering terlupakan adalah cukup tidur. Sayangnya selama hamil, Anda akan lebih mudah ngantuk di siang hari dan sulit tidur di malam hari akibat perubahan hormon.
Masalah ini kemudian membuat Anda jadi kurang tidur akibat jadwal tidur yang tidak menentu. Parahnya lagi, kurang tidur selama kehamilan dikaitkan dengan komplikasi seperti preeklampsia dan berisiko lahir caesar.
Solusinya, segera tidurlah begitu Anda merasa capek atau ngantuk. Sering-seringlah tidur siang untuk mencukupi waktu tidur Anda.
Ibu hamil sebenarnya malah dianjurkan untuk tidur malam lebih lama dari biasanya selama trimester pertama kehamilan. Banyak tidur juga dianjurkan untuk membantu proses persalinan lebih lancar dan membuat kesehatan ibu hamil terjaga dengan baik.
Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibu hamil tidur cukup sehingga kesehatan tubuhnya tetap terjaga.
  • Mencoba posisi tidur baru.

  • Sebelum tidur, coba mandi air hangat dan minta pasangan memijat tubuh Anda yang pegal-pegal.
  • Atur suhu ruangan dan cahaya di kamar senyaman mungkin.

  • Cobalah teknik relaksasi, seperti yang mungkin telah Anda pelajari di kelas persalinan.

  • Apabila masih sulit tidur, coba untuk membaca buku, makan makanan kecil seperti buah, atau minum susu hangat

  • Berolahraga secara teratur di siang hari juga dapat membuat tidur malam jadi tidak sulit.

  • Sempatkan tidur siang sebentar sekitar 15 menit per hari. Tidur siang terlalu lama malah bisa bikin ibu hamil jadi sulit tidur di malam hari.

9. Hindari stres berlebih

Alasan kenapa tidur sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil karena salah satu manfaat pentingnya yaitu meredakan stres. Stres berat yang mengganggu pikiran dan batin ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan.

Untuk itu, coba cari tahu dulu apa yang menyebabkan Anda stres. Curahkan uneg-uneg Anda pada orang terdekat atau pasangan agar semua beban pikiran dapat berkurang.

Setelahnya, Anda bisa mencoba teknik pernapasan dalam atau meditasi untuk menghilangkan stres. Yoga saat hamil juga sama baiknya untuk membunuh rasa penat dalam jiwa, lho!

Sempatkanlah waktu untuk melakukan hal yang Anda suka dan baik untuk kesehatan agar Ibu tidak stres selama hamil.

Menonton TV, mendengarkan musik, jalan-jalan bersama pasangan atau teman, hingga merajut bisa jadi pilihan kegiatan untuk mengatasi stres yang mengganggu.

Jika stres Anda tidak tertahankan, carilah terapis atau psikolog untuk membantu Anda mencari akar masalah dan menyelesaikannya.

Jika Anda merasa kesulitan menerapkan pola hidup sehat yang telah disebutkan, mintalah dukungan dari pasangan agar semuanya terasa lebih ringan untuk dijalani.

 


Desain-tanpa-judul-38.png
01/Nov/2022

USIA SEMAKIN BERTAMBAH,INI CARA MENJAGA KESEHATAN IBU

Ibu adalah pembimbing dan pengasuh terbaik di sepanjang masa. Menjaga pasangan dan anak-anak membuat sosok ibu bahkan tidak memiliki waktu untuk memanjakan dirinya sendiri. Bahkan, di era yang sudah lebih modern ini, tidak sedikit wanita yang mengambil lebih banyak pekerjaan dari yang seharusnya.
Dalam segala hal, termasuk makanan, kesejahteraan, hingga kesehatan, ibu menjadi orang yang lebih banyak berkorban ketimbang ayah. Saat kamu sudah besar, kini saatnya membalas budi. Tidak sulit,  kamu bisa memulainya dengan menjaga kesehatan ibu dengan beberapa langkah berikut ini:

1.Mengajak Ibu Melakukan Pemeriksaan Rutin

Kesibukan menjadi ibu rumah tangga memang tidak ada habisnya. Memang terkesan berlebihan, tapi mungkin untuk sebagian ibu waktu sebanyak 24 jam rasanya kurang ketika dihadapkan dengan urusan rumah tangga. Nah, untuk menjaga kesehatan ibu, kamu bisa membuat janji temu dengan dokter lewat aplikasi Halodoc atau di rumah sakit terdekat untuk mengajaknya melakukan pemeriksaan rutin.

2. Pastikan Ibu Tetap Mengonsumsi Makanan Bergizi

Langkah menjaga kesehatan ibu selanjutnya dilakukan dengan memastikan ibu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Pastikan ibu mengonsumsi sayuran dan buah segar setiap hari agar kesehatannya selalu terjaga, Apalagi jika ibu sudah berumur. Selain makanan, pastikan asupan cairannya terpenuhi dengan baik.

3. Ajak Ibu Rutin Berolahraga

Mengajak ibu berolahraga rutin menjadi tips menjaga kesehatan ibu selanjutnya. Tidak perlu dilakukan dalam intensitas berat, cukup berjalan kaki saja mengelilingi komplek perumahan selama 30-45 menit sehari. Hal tersebut akan membuat tubuh ibu tetap sehat dan bugar meski usianya sudah tak lagi muda.

4. Bantu Ibu dalam Pekerjaan Rumah

Membantu melakukan pekerjaan rumah ternyata dapat menjaga kesehatan ibu, lo. Ibu memang tidak menuntut hal ini, rasanya sudah cukup saja menjadi pribadi yang baik dan tidak pernah membuat orang lain merasa kesulitan. Namun, sebagai seorang anak sudah semestinya kita membantu ibu tercinta.

5. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah menjaga kesehatan ibu selanjutnya. Pastikan lingkungan tempat tinggal bersih dari debu dan kotoran. Ibu juga disarankan untuk rutin mengganti pakaian, handuk, dan seprai secara rutin. Jangan lupa juga untuk mengingatkan ibu untuk rajin mencuci tangan.

6. Jadilah Teman Terbaik untuk Ibu

Langkah menjaga kesehatan ibu yang terakhir dilakukan dengan menjadi teman terbaiknya. Semakin tua, ibu semakin merasa kesepian. Ia membutuhkan teman untuk berbagi cerita, berkeluh kesah, atau berbagi kabar bahagia. Bagi kamu yang tidak tinggal bersama ibu, jangan lupa untuk selalu mengunjungi atau meneleponnya untuk menanyakan kabarnya.
Itulah beberapa langkah menjaga kesehatan ibu yang bisa kamu lakukan seiring dengan bertambahnya usia.

 


Desain-tanpa-judul-37.png
01/Nov/2022

1. Cari tahu masa subur

Langkah pertama yang perlu dilakukan saat ingin membuat anak adalah mendeteksi masa subur wanita. Pada masa subur, ovarium akan melepaskan sel telur yang telah siap dibuahi oleh sperma ke dalam tuba falopi.
Lendir serviks selama masa subur juga akan berjumlah lebih banyak, jernih, dan cair. Jumlah dan tekstur lendir serviks pada masa subur ini dianggap sebagai kondisi terbaik untuk mempermudah sperma bergerak menuju sel telur.
Masa subur dapat diketahui dengan mencatat jadwal menstruasi secara rutin atau menggunakan alat tes masa subur. Selain itu, memeriksa tekstur lendir serviks juga dapat menjadi cara untuk mengenali masa subur.

2. Lakukan hubungan intim secara rutin

Setelah mengetahui masa subur, Anda dan pasangan juga disarankan untuk melakukan hubungan seksual tiap 2–3 hari sekali pada masa ovulasi, yaitu sekitar 12–16 hari sebelum menstruasi dimulai.
Anda dan pasangan juga sebaiknya tidak menggunakan kondom atau alat kontrasepsi saat berhubungan seks. Dengan demikian, kemungkinan untuk hamil pun akan meningkat.

3. Coba posisi bercinta tertentu

Cara membuat anak selanjutnya yang dapat Anda dan pasangan lakukan adalah mencoba beberapa posisi seks tertentu, seperti posisi misionaris, dan doggy style atau penetrasi dari belakang.
Meski belum terbukti dapat mempercepat terjadinya kehamilan secara pasti, berbagai posisi seks di atas dapat mempermudah sperma masuk ke rahim dan membuahi sel telur, sehingga dianggap dapat meningkatkan peluang untuk hamil.

4. Konsumsi makanan bergizi

Mengonsumsi makanan sehat, terutama makanan dengan kandungan nutrisi yang baik untuk menyuburkan kandungan dan meningkatkan kualitas sperma, seperti asam folat, zat besi, antioksidan, asam lemak omega-3 dan zinc, dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
Asupan beragam nutrisi tersebut dapat diperoleh dari beberapa jenis makanan, seperti sayuran hijau, buah-buahan, telur, biji-bijian utuh, dan ikan salmon.

5. Jaga berat badan tetap ideal

Berat badan berlebih (obesitas) pada wanita dapat mengganggu jadwal menstruasi. Sedangkan pada pria, berat badan berlebih dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Oleh karena itu, Anda dan pasangan sebaiknya menjaga berat badan tetap ideal untuk mempermudah terjadinya kehamilan.
Selain beberapa cara di atas, Anda dan pasangan juga disarankan mencukupi waktu tidur, berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari atau 150 menit setiap minggu, berhenti merokok, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan minuman manis, untuk memperbesar kemungikinan memiliki anak.
Berbagai cara membuat anak memang dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Namun, jika Anda sudah mencoba menerapkan berbagai cara tersebut tapi tidak kunjung membuahkan hasil atau Anda dan pasangan ingin memastikan metode yang sesuai dalam membuat anak, jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Desain-tanpa-judul-36.png
01/Nov/2022

5 TIPS MENJAGA BAYI BARU LAHIR

1. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah menyentuh bayi

Salah satu cara termudah menjaga kesehatan bayi baru lahir dengan rutin cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah menyentuh bayi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bayi yang baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, jadi kalau ada yang lupa cuci tangan bisa meningkatkan risiko bayi terserang berbagai penyakit dari kuman, bakteri, hingga virus.

2. Berikan ASI eksklusif

ASI mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan bayi, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin serta mineral. ASI juga mudah diserap oleh saluran cerna bayi. Semua ini yang membuat   ASI sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi agar optimal dan mencegah stunting. Bayi baru lahir harus diberi makan setiap 2 hingga 3 jam, yang berarti GenBest perlu menyusui 8-12 kali dalam 24 jam.

3. Jaga tali pusat tetap kering

Salah satu aspek penting dalam perawatan bayi baru lahir di bulan pertama adalah perawatan tali pusat agar tidak mengalami infeksi. Untuk itu, area tali pusat harus tetap bersih dan kering. Saat memakaikan popok, jaga agar popok tidak menutupi tali pusat yang belum copot itu.
Untuk membersihkan, gunakan waslap yang telah dicelup air  hangat, lalu keringkan dengan handuk lembut. Waspadai tanda-tanda infeksi di area tali pusat, yaitu timbul kemerahan, bengkak, keluarnya cairan berbau atau bernanah, dan perdarahan di daerah pusar. Bila ada tanda-tanda itu, bawalah bayi ke dokter.

4. Jangan lupa jadwal kontrol pertama bayi

Tips lain dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir adalah tidak melupakan pemeriksaan pertama bayi. Pemeriksaan pertama penting untuk memantau kondisi kesehatan si kecil, termasuk untuk melihat ada tidaknya masalah atau gangguan pada tumbuh kembang

5. Jangan menimang bayi terlalu keras

GenBest pernah dengar tentang Shaken Baby Syndrome? Ini adalah cedera otak serius yang disebabkan oleh goncangan bayi yang dilakukan secara kasar.
Sindrom ini biasanya terjadi secara tidak sengaja, ketika seseorang mengguncang bayi/balita terlalu keras karena bayi tidak berhenti menangis. Bayi baru lahir memiliki otot leher yang lemah dan sering mengalami kesulitan menopang kepala mereka. Saat bayi diguncang dengan keras, kepalanya bergerak tak terkendali. Gerakan yang kasar bisa menghempaskan otak bayi ke bagian dalam tengkorak, menyebabkan memar, bengkak, dan pendarahan.

 


istockphoto-1125889191-170667a.jpg
26/Apr/2021

Aktivitas bayi dalam kandungan ada berkat panca inderanya. Ini juga merupakan tanda bahwa otak bayi berkembang dengan baik. Meski rahim sangat tertutup, bayi masih bisa mendengar berbagai suara yang berasal dari luar rahim, melihat berkas cahaya, dan membedakan rasa makanan yang dikonsumsi ibunya.

Bunda, Ini Hal yang Dipelajari Bayi Sejak Dalam Kandungan – Alodokter
Panca Indera Bayi Mulai Aktif
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa bayi sebenarnya sudah menggunakan panca inderanya mulai dari trimester kedua. Semua keajaiban ini perlahan ia pelajari sebagai bekal persiapan hidup saat ia dilahirkan nanti.

Ada banyak hal yang sudah bayi pelajari sejak dalam kandungan, dan berikut ini adalah di antaranya:

1. Suara
Tidak tepat jika rahim dianggap sebagai tempat yang kedap suara. Dari dalam sana, bayi bisa mendengar berbagai suara, lho, mulai dari suara organ tubuh ibunya, seperti detak jantung dan aliran darah, hingga suara-suara di sekitar ibunya, seperti suara musik atau percakapan. Suara-suara ini akan terdengar sebagai gumaman yang redup.

Di antara semua suara yang dikenal Si Kecil, suara Bundalah yang akan paling diingatnya. Bahkan saat Bunda mengajaknya berbicara, detak jantung Si Kecil di dalam kandungan cenderung lebih stabil, seakan ia lebih tenang. Sesaat setelah dilahirkan, bayi juga sudah bisa membedakan mana suara ibunya dan mana suara orang asing.

2. Bahasa dan intonasi
Tak hanya mendengar suara, bayi juga sudah bisa mempelajari bahasa dan intonasi dalam percakapan sejak dalam kandungan. Bahasa yang pertama ia pelajari tentunya adalah bahasa yang diucapkan ibu.

Bayi mempelajari ini bukan hanya saat mendengar ibunya mengajak bicara, tapi juga dari suara orang-orang yang berkomunikasi dengan sang ibu. Meski belum mengerti arti dari tiap kata yang didengarnya, bayi dapat membedakan makna pembicaraan melalui irama dan nada bicara.

3. Cahaya
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi sudah dapat mengenali keberadaan cahaya di sekitarnya saat trimester ketiga, terutama bulan ke-7 kehamilan. Beberapa dokter mengatakan bahwa bila perut ibu disinari dengan cahaya senter yang kuat, bayi akan bergerak sebagai respons terhadap berkas lembut dari kilau cahaya tersebut.

Sebuah penelitian melalui pemeriksaan USG juga mengungkapkan bahwa mata bayi akan semakin sering membuka dan menutup ketika mendekati waktu persalinan, seolah sedang berlatih untuk berkedip dan melihat dunia luar.

4. Rasa

Apa yang dimakan oleh ibu, rasanya akan ikut terbawa ke air ketuban, lho. Terdapat beberapa bukti ilmiah yang mengemukakan bahwa bayi mulai dapat mencicipi rasa asam, manis, dan pahit, sejak usia kehamilan 14 minggu.

Menariknya lagi, rasa yang terbiasa ia cicipi dalam kandungan akan memengaruhi selera makannya setelah ia lahir nanti. Itulah mengapa ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman dengan rasa yang bervariasi guna mempertajam indra perasa bayi nantinya.

Itulah hal-hal yang dipelajari bayi dengan pancaindranya selama di dalam kandungan. Selain itu, selama di dalam kandungan, Si Kecil juga sudah membentuk pola tidurnya, lho, Bun. Pola tidur inilah yang kira-kira akan menjadi pola tidurnya saat baru lahir. Beberapa peneliti juga meyakini bayi sudah bisa bermimpi sebelum ia lahir.

Membantu Bayi Belajar sejak dalam Kandungan
Sejauh ini, komunikasi dan musik yang didengarkan bayi dalam kandungan dianggap bermanfaat membantu tingkat kecerdasan dan tumbuh kembangnya kelak. Sayangnya, hal tersebut belum cukup dibuktikan oleh penelitian.

Meski begitu, memperdengarkan musik atau mengajak bicara bayi dalam kandungan diketahui dapat membantu bayi mengenal ibunya lebih dekat. Kegiatan ini juga akan membuat Bunda merasa rileks dan tidak stres sehingga dapat lebih siap menghadapi persalinan.

Selain itu, ada beberapa kegiatan lainnya yang dianggap dapat membantu bayi belajar dalam kandungan, di antaranya membacakannya cerita dan melakukan olahraga yoga.

Apa pun yang Bunda pilih untuk membantu bayi belajar dalam kandungan, lakukan dengan hati-hati, apalagi jika melibatkan kegiatan fisik. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter guna memastikan bahwa hal tersebut aman untuk dilakukan.


suhyeon-choi-NIZeg731LxM-unsplash-1200x801.jpg
26/Apr/2021

Berat badan calon bayi akan terus meningkat seiring pertambahan usia kehamilan. Ini menandakan bahwa janin menyerap nutrisi dengan baik. Namun bila bobot janin tidak bertambah sesuai usia kehamilan, Bumil harus hati-hati. Hal ini bisa saja menandakan perkembangan janin terhambat.

Dalam dunia medis, perkembangan janin yang terhambat selama dalam kandungan dikenal dengan istilah intrauterine growth restriction (IUGR). Janin dengan kondisi IUGR memang berukuran lebih kecil dari janin yang normal, tapi bukan berarti janin yang kecil pasti mengalami kondisi ini ya, Bumil.

Tidak hanya berat badan lahirnya saja yang rendah atau tubuhnya yang terlihat kurus, bayi yang terlahir dengan IUGR biasanya memiliki kulit yang pucat, serta denyut jantung dan gerakan yang lemah.

Jenis-Jenis IUGR
IUGR terbagi menjadi dua jenis, yaitu IUGR simetris (primer) dan asimetris (sekunder). Pada IUGR simetris, seluruh tubuh janin, termasuk organ di dalamnya, berukuran kecil.

Sedangkan pada IUGR asimetris, perkembangan janin tidak merata. Misalnya, ukuran kepala dan otak janin normal sesuai usianya, tapi bagian tubuh lainnya berukuran lebih kecil. IUGR asimetris umumnya baru terdeteksi setelah janin memasuki trimester ketiga.

Ini Penyebab Perkembangan Janin Terhambat
IUGR bisa disebabkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya terjadi akibat gangguan pada plasenta atau ari-ari. Plasenta yang mengalami gangguan tidak bisa menyalurkan oksigen, darah, dan makanan yang cukup ke janin. Akibatnya, janin mengalami hambatan dalam perkembangannya.

Selain masalah pada plasenta, kelainan genetik, jumlah air ketuban yang terlalu sedikit (oligohidramnion), dan kehamilan kembar juga dapat menjadi penyebab IUGR.

Perkembangan janin tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kehamilan dan kesehatan janin itu sendiri. Kesehatan ibu juga dapat memengaruhi tumbuh kembang janin, lho. Berikut ini adalah gangguan kesehatan pada ibu hamil yang berisiko menyebabkan janin mengalami IUGR:

  • Infeksi saat hamil, seperti rubella atau toxoplasma.
  • Gizi buruk selama hamil.
  • Anemia.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Penyakit jantung.

Penanganan Janin dengan IUGR
Janin dinilai mengalami IUGR jika tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang sesuai dengan usia kehamilan. Hal ini dapat dilihat melalui pemeriksaan USG saat Bumil memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Selain itu, perhatikan tendangan Si Kecil juga ya, Bumil. Tendangan tersebut dapat menjadi tanda janin sehat atau tidak.

Bila dokter kandungan menemukan bahwa janin Bumil mengalami IUGR, maka pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan lebih sering untuk memantau perkembangan janin. Dokter juga akan memperbaiki asupan nutrisi Bumil, agar janin bisa mencapai berat badan yang sesuai usianya. Bumil juga mungkin akan diminta untuk beristirahat total guna mengoptimalkan sirkulasi darah ke janin.

Selain itu, Bumil perlu menerapkan pola hidup yang sehat, dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, maupun mengonsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter.

Bila berat badan janin bertambah selama masa pemantauan, maka dokter akan tetap mempertahankan janin di dalam kandungan hingga hari persalinan tiba. Namun jika janin berada dalam kondisi bahaya, dokter akan melakukan persalinan dini dengan induksi atau operasi caesar.

Untuk memantau pertumbuhan janin dan mendeteksi perkembangan janin yang terhambat, ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Jadwal pemeriksaan yang dianjurkan adalah setiap bulan sampai usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu pada usia kehamilan 28-36 minggu, dan setiap minggu hingga menjelang persalinan.


rahim-bayi.jpg
26/Apr/2021

Di dalam kandungan, bayi bukan hanya sudah dapat mendengar dan merespon suara, tapi juga diyakini sudah bisa menangis. Benarkah begitu? Simak jawabannya di sini, yuk!

Info yang beredar mengenai bayi sudah dapat menangis sejak dalam kandungan ternyata bukan hanya isapan jempol lho, Bun. Ada beberapa penelitian yang sudah memperlihatkan hal ini. Melalui pemeriksaan USG dalam penelitian tersebut, janin terlihat sudah bisa menangis.

Fakta di Balik Bayi Menangis saat Berada Dalam Kandungan
Menurut penelitian, bayi sudah bisa menangis saat usia kandungan menginjak 28 minggu. Namun, bukan berarti tangisnya dapat terdengar ya, Bun. Tangisan janin hanya terlihat dari gerak-gerik dan ekspresi wajahnya.

Gerak-gerik yang terekam USG dan menjadi tanda bayi menangis adalah mulutnya yang terbuka, lidahnya turun, dagunya yang bergetar, serta napasnya menjadi tidak teratur.

Ragam ekspresi wajah Si Kecil, termasuk menangis, memang bisa terlihat saat Bunda melakukan pemeriksaan USG kehamilan. Ekspresi wajah ini akan semakin bervariasi saat usia kandungan Bunda sudah semakin besar.

Alasan Bayi Menangis saat Berada Dalam Kandungan
Nah, Bunda penasaran kan, apa yang membuat janin menangis dalam kandungan? Para peneliti meyakini bahwa janin menangis bukan karena ia kesakitan, melainkan sebagai responsnya saat kaget terhadap perubahan yang tiba-tiba, misalnya suara keras.

Selain itu, fakta unik lainnya yang perlu Bunda tahu adalah tangis bayi saat dalam kandungan bisa menjadi tanda bahwa ia tumbuh sehat. Semakin banyak ekspresi wajah yang ditampilkan dalam kandungan, termasuk menangis, artinya bayi sudah semakin berkembang dan siap untuk hidup di luar kandungan.

Jadi, Bunda tidak perlu khawatir bila melihat ekspresi wajah Si Kecil seperti menangis saat pemeriksaan USG. Hal ini normal kok, Bun. Selama Bunda rutin memeriksakan kandungan ke dokter, kesehatan Si Kecil dalam kandungan dapat terpantau dengan baik.

 

sumber alodokter


Copyright by SignumFertility 2021. All rights reserved.