fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
signum36.jpg
17/Mar/2022

Keluarnya flek cokelat saat hamil merupakan hal yang umum terjadi dan sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Meski demikian, Bumil tetap perlu waspada dan tidak menganggap sepele, terlebih bila flek keluar terus-menerus dan berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti kram perut.

Flek saat hamil terjadi ketika Anda mendapati adanya tetesan darah berwarna merah, pink, atau kecokelatan yang keluar dari vagina. Flek saat hamil dialami oleh sekitar 20% wanita hamil, terutama di trimester pertama kehamilan. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada wanita yang hamil melalui metode in vitro fertilization (bayi tabung).

Berbagai Penyebab Flek Coklat saat Hamil

Keluarnya flek cokelat saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

1. Pendarahan implantasi

6-12 hari setelah pembuahan, biasanya terjadi pendarahan implatansi sebagai proses menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada rahim. Flek darah yang satu ini hanya keluar sangat sedikit dan hanya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari

2. Iritasi serviks

Saat hamil, terjadi lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke leher rahim atau serviks. Hal ini membuat serviks menjadi sangat sensitif dan lebih mudah teriritasi, sehingga akhirnya mengeluarkan flek.

3. Tanda-tanda persalinan

Keluarnya flek cokelat saat hamil tua dapat menjadi pertanda bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kondisi ini umumnya terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan, yaitu saat usia kehamilan 36–40 minggu.

Ketika tubuh bersiap untuk menghadapi persalinan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir. Sumbatan ini melindungi rahim dari bakteri atau kotoran dari luar tubuh. Umumnya, lendir yang keluar berwarna putih, kecokelatan, merah muda, atau bahkan sedikit kehijauan.

4. Kehamilan ektopik

Dalam beberapa kasus, keluarnya flek cokelat saat hamil bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Segera temui dokter jika pendarahan atau flek disertai dengan gejala berikut ini:

  • Pusing yang parah
  • Nyeri bahu
  • Tubuh terasa lemas
  • Nyeri perut atau panggul yang hilang timbul di salah satu atau kedua sisi
  • Kulit terlihat pucat
  • Sakit saat buang air kecil atau besar
  • Diare
  • Penurunan kesadaran atau pingsan

5. Keguguran

Janin yang tidak berkembang seringnya tidak disadari oleh ibu yang mengandung. Ini terjadi di awal kehamilan di mana tidak semua orang sudah sadar bahwa mereka tengah hamil. 

Saat janin tidak berkembang dan tidak disadari, perlahan tubuh akan memberi tanda, salah satunya dengan timbulnya flek. Jenis perdarahan ini biasanya disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Kram dan nyeri perut
  • Nyeri punggung bawah
  • Keluar darah merah dalam jumlah banyak
  • Keluar jaringan atau gumpalan dari vagina

6. Gangguan pada plasenta dan serviks

Dalam kasus yang jarang terjadi, flek cokelat saat hamil bisa menjadi pertanda adanya masalah pada plasenta dan serviks, seperti plasenta previa dan infeksi pada serviks atau rahim.

Langkah Tepat Mewaspadai Flek Cokelat Saat Hamil

Meski flek cokelat saat hamil merupakan hal yang normal terjadi, Bumil tetap dianjurkan untuk lebih waspada. Segera konsultasikan ke dokter kandungan bila Bumil mengalami flek kecokelatan, apalagi disertai gejala lain seperti nyeri berat, demam, kram perut, perdarahan hebat dari vagina, atau kontraksi pada rahim.


signum35.jpg
16/Mar/2022

Bayi sudah bisa cegukan dalam kandungan di usia kehamilan 8–10 minggu, bersamaan dengan munculnya kemampuan untuk mengisap dan menelan. Namun, Bumil biasanya baru mulai merasakan bayi cegukan dalam kandungan sekitar usia kehamilan 6 bulan.

Penyebab cegukan pada bayi dalam kandungan belum diketahui secara pasti, tapi hal ini diduga merupakan salah satu proses pematangan paru-paru.  Cegukan umumnya adalah tanda bahwa perkembangan bayi di dalam kandungan baik.

Jika bayi bisa cegukan, artinya dia memiliki kemampuan untuk menghirup cairan ketuban ke dalam paru-paru dan melepaskannya kembali, layaknya seseorang menghirup dan mengembuskan udara. Ini merupakan tanda bahwa diafragmanya berkembang.

Selain itu, bayi cegukan dalam kandungan juga merupakan tanda bahwa saraf tulang belakang dan otaknya telah bekerja dan saling terhubung. Ini berarti saraf bayi berkembang dengan baik dan nantinya dapat hidup di luar rahim.

Kenali Tanda-Tanda Cegukan Tidak Normal

Cegukan biasanya akan mereda setelah bayi mencapai usia 32 minggu, ketika kemampuan bernapasnya sudah matang. Namun, Bumil perlu memeriksakan kehamilan ke dokter jika setelah usia ini bayi terus cegukan beberapa kali sehari dan cegukan berlangsung setidaknya selama 15 menit setiap kalinya.

Bumil juga sudah bisa berkonsultasi ke dokter jika setelah usia kehamilan 28 minggu cegukan bayi terasa berbeda, misalnya terasa lebih keras atau bertahan lebih lama daripada biasanya.

Cegukan yang terjadi di masa-masa akhir kehamilan dapat menjadi tanda adanya gangguan tali pusar pada bayi. Gangguan ini dapat menyebabkan:

  • Penumpukan karbondioksida pada darah bayi
  • Perubahan tekanan darah bayi
  • Perubahan detak jantung bayi
  • Kerusakan otak bayi
  • Keguguran

Bayi cegukan di dalam kandungan umumnya adalah sesuatu yang normal dan tidak memerlukan penanganan khusus. Bumil malah bisa bersenang hati karena ini pertanda dia tumbuh dan berkembang dengan sehat.

cara menghentikan cegukan pada bayi di dalam kandungan

  1. Saat tidur, berbaringlah di sisi kiri tubuh.
  2. Konsumsi makanan bergizi yang mengandung tinggi protein karena bisa membantu bayi rileks dan mengurangi cegukan.
  3. Minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi. Bayi mungkin mengalami cegukan karena kekurangan cairan dalam tubuhnya.
  4. Tidur yang cukup dan teratur. Jadwal tidur siang juga perlu diperhatikan.
  5. Sering bergerak, seperti melakukan olahraga ringan dan aman.
  6. Jangan menahan napas untuk menghilangkan cegukan karena bisa berbahaya bagi bayi dalam kandungan.
  7. Gunakan bantal untuk menopang perut dan mengurangi tekanan dari tulang belakang.

signum30.jpg
15/Mar/2022

Pencegahan stunting pada ibu hamil masih terus menjadi prioritas bagi pemerintah. Pasalnya, mencegah stunting pada anak perlu dilakukan sejak masa kehamilan.Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek atau jauh dari rata-rata anak lain di usianya.

Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi.Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi.kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

Di samping kurangnya asupan gizi saat dalam kandungan, stunting juga bisa terjadi akibat kurangnya asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun.

Bagaimana pencegahan stunting pada ibu hamil?

1. Penuhi kebutuhan gizi selama hamil

Untuk mencegah stunting pada anak, Anda perlu memenuhi kebutuhan gizi sejak kehamilan. berikut kebutuhan nutrisi yang penting selama hamil.

  • Folat atau asam folat sebanyak 400 – 1000 mikrogram (mcg).
  • Kalsium sebanyak 1200 miligram per hari.
  • Vitamin D sebanyak 15 mcg per hari.
  • Protein sebanyak 61-90 gram per hari.
  • Zat besi sebanyak 9-18 mg per hari.

Di samping konsumsi makanan yang sehat selama hamil, Anda juga perlu banyak minum air putih untuk mencegah tubuh kekurangan cairan.Selain itu, air putih dapat melancarkan peredaran darah dan menjaga volume cairan ketuban dalam rahim.

2.Pemeriksaan kehamilan rutin

Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilan secara teratur hingga 1000 hari pertama, yaitu masa sejak anak dalam kandungan hingga seorang anak berusia dua tahun. Masalah yang ditemukan pada kurun waktu tersebut bisa segera ditangani supaya kesehatan bayi tetap terjaga dan stunting dapat segera diatasi.

3.hidup bersih dan sehat

Salah satu pencegahan stunting pada anak adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini dilakukan guna mencegah infeksi pada kehamilan.

Hal penting yang harus diketahui Mama bahwa infeksi dari bakteri, virus, atau parasit tertentu yang dialami ibu hamil dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius, seperti pertumbuhan janin yang tertunda atau cacat lahir.

4. Hindari paparan asap rokok

Untuk mendukung pertumbuhan janin yang sehat, Bumil juga harus berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok. Pasalnya, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko anak terlahir prematur, memiliki berat badan lahir rendah, hingga mengalami stunting. 

5. Istirahat yang cukup

Upaya pencegahan stunting pada ibu hamil berikutnya yang penting untuk Anda perhatikan adalah beristirahat yang cukup. Tidur selama 7 sampai 9 jam sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan janin.

Posisi tidur saat hamil yang dianjurkan yaitu menyamping menghadap ke sebelah kiri.Hal ini berguna untuk menjaga peredaran darah.


signum29.jpg
14/Mar/2022

Usia kehamilan dihitung dari waktu menstruasi terakhir Anda, walaupun perkembangan janin belum dimulai sampai terjadinya pembuahan (sel telur dibuahi oleh sperma). Dokter biasanya akan menggunakan usia kehamilan untuk memperkirakan kapan bayi akan lahir.  Ini dihitung selama 40 minggu, dari waktu menstruasi terakhir sampai waktu melahirkan tiba.

Sedangkan, usia janin adalah usia sebenarnya janin yang tumbuh dalam rahim.  Usia janin dihitung berdasarkan pertumbuhan janin dalam rahim, setelah proses pembuahan terjadi. Melalui pemeriksaan USG (ultrasonography), ibu bisa mengetahui usia janin dalam rahim. Termasuk ukuran tubuh janin, seperti ukuran kepala, lengan, dan bagian tubuh lainnya.

Haruskah khawatir jika usia janin beda dengan usia kehamilan?

Jika beda usia kandungan dan usia janin hanya terpaut jarak sekitar 2 minggu, Anda tidak perlu khawatir.Ini masih normal dan dokter kandungan Anda akan memastikan perbedaan usia kehamilan dan usia janin tidak makin jauh pada pemeriksaan selanjutnya.

Perkembangan janin yang terlihat kecil atau besar pada hasil pemindaian mungkin dipengaruhi oleh faktor genetik.Kedua orang tua mungkin sama-sama bertubuh kecil atau justru besar sehingga janin mencerminkan karakteristik itu pada usianya.

Akan tetapi, jika usia janin amat jauh lebih kecil daripada usia kandungan ini mungkin pertanda adanya masalah pertumbuhan yang disebut intrauterine growth restriction (IUGR). Bayi yang memiliki kondisi ini tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang selama dalam kandungan. 


signum34.jpg
11/Mar/2022

Hampir semua wanita menginginkan penampilan yang cantik dan sempurna. Tak terkecuali wanita yang tengah hamil. Bagi wanita, makeup alias kosmetik adalah hal yang biasa dan bisa menjadi merupakan kebutuhan.Namun,amankah ibu hamil menggunakan make up? 

Menurut penelitian ilmiah yang dilakukan di Brooklyn, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sebaiknya Bumil memang lebih berhati-hati saat menggunakan kosmetik.

Sebab, efek bahan kimia yang terkandung dalam make up tak hanya riskan untuk kulit Ibu yang kini jadi lebih sensitif, tetapi juga dapat memengaruhi janin.

Artinya, ibu sebenarnya diperbolehkan untuk mengenakan makeup sekalipun tengah mengandung. Namun ada baiknya untuk memastikan kandungan  dan bahan dasar kosmetik, sehingga lebih aman. Bagi wanita hamil, berikut beberapa jenis bahan kimia yang sebaiknya dihindari:

Dihydroxyacetone (DHA)

Produk dengan kandungan ini sebenarnya cukup aman bila digunakan di luar tubuh.Karena pemakaian produk ini dengan cara disemprotkan, maka dikhawatirkan dapat terhirup sehingga masuk ke dalam tubuh dan membahayakan janin dalam kandungan.

Paraben

Paraben merupakan jenis pengawet yang kerap digunakan untuk menambah daya simpan produk dan mencegah pertumbuhan bakteri pada kosmetik.Paraben dinilai berbahaya karena bisa mengacaukan kadar hormon ibu hamil dan berisiko menyebabkan kanker dalam penggunaan yang berlebihan.

Retinol

Retinol bisa ditemukan pada produk kecantikan, seperti alas bedak dan lipstik, yang juga memiliki fungsi untuk mencegah penuaan. Penggunaan retinol yang berlebihan berisiko menyebabkan keguguran serta kelainan kongenital pada bayi dalam kandungan.

Asam salisilat

Sejumlah ahli menyerankan ibu hamil menghindari kosmetik yang mengandung asam salisilat. Kosmetik ini biasanya digunakan pada obat jerawat atau luka lainnya. Sebab asam salisilat disebut ampuh meredakan peradangan pada kulit. Untuk itu, selama hamil sebaiknya ibu menghindari menggunakan obat khusus jerawat. Sebagai gantinya, ibu bisa menggunakan cara-cara alami seperti menjaga kebersihan kulit wajah dan menjaga makan.

Phtalates

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zat kimia yang satu ini memiliki risiko paling tinggi untuk diserap oleh plasenta bayi. Jika hal itu terjadi, bayi mungkin akan lahir dengan cacat dan memiliki berat badan jauh di bawah normal. Phtalates biasanya ditemukan dalam pelembap, bedak, parfum dan cat kuku.


signum33.jpg
09/Mar/2022

Selama masa kehamilan, ibu akan lebih banyak istirahat, terutama saat memasuki trimester tiga.Pada fase ini, perlu semakin membesar dan ibu agak sulit untuk beraktivitas seperti biasa.Saat istirahat, ibu akan menjadikan ponsel atau HP menjadi alat pengusir bosan. Sayangnya, hal ini justru dapat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan.

Penelitian terbitan Journal of Epidemiology and Community Health menunjukkan bahwa menggunakan ponsel yang berlebihan saat hamil bisa mengganggu keterampilan anak saat lahir nanti.Peneliti melakukan penelitian terhadap 4.389 pasangan ibu dan anak yang menjadi responden sejak pertengahan kehamilan, yakni sekitar tahun 1999 sampai 2008.

Hasilnya, terdapat penurunan kemampuan bahasa anak dan keterampilan motorik pada anak usia 3 tahun yang lahir dari ibu sering main HP saat hamil.Meski begitu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan ponsel selama hamil dengan perkembangan saraf anak yang ibu kandung.

Penelitian lain dari Scientific Reports menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda.Paparan HP sebelum dan sesudah melahirkan dapat mengembangkan masalah perilaku pada anak.Ambil contoh, anak menjadi hiperaktif, kurang perhatian, dan sering bermasalah dengan teman sebayanya.

Hugh Taylor dari Yale University School of Medicine membuktikan hal ini dengan uji sampel tikus yang hamil.Peneliti mendekatkan ponsel aktif menerima sinyal kepada 42 sampel tikus.Sementara itu, 42 tikus hamil lain pada HP yang mati dan tidak bisa menerima sinyal selama dua minggu.

Hasilnya, anak tikus yang induknya terpapar radiasi HP cenderung mengalami penurunan memori dan menjadi hiperaktif.Hugh Taylor menyerupai perubahan perilaku ini serupa dengan anak-anak yang mengalami ADHD atau ADD (attention deficit disorder) pada manusia.

Pada otak janin yang sedang berkembang di dalam rahim, sel-sel janin mengalami replikasi yang cepat dan rentan terhadap gangguan dari luar, termasuk dari paparan radiasi dari HP.Bahkan sekitar 11 persen anak dengan kondisi ADHD memiliki ibu yang sering main HP saat hamil.

Cara mengurangi efek negatif sering main HP saat hamil

Berikut adalah tips mencegah paparan radiasi bagi untuk ibu yang sering main HP saat hamil.

  • Hindari penggunaan HP saat tidak perlu.
  • Simpan ponsel di atas meja saat beraktivitas di rumah dan matikan saat tidur.
  • Hindari penggunaan HP ketika sinyal jaringan lemah karena memancarkan lebih banyak radiasi pada daerah yang minim sinyal.
  • Jauhkan ponsel dari saku celana, kantong jaket, area lain yang dekat dengan perut
  • Saat bepergian, lebih baik masukkan ponsel ke dalam tas.

signum26.jpg
08/Mar/2022

Ada berbagai mitos kehamilan yang sering ibu hamil dengar, salah satunya adalah menggugurkan janin dengan jeruk nipis. Sebagian orang menganggap rasa asam pada jeruk nipis bisa membuat perut ibu hamil kontraksi. Lalu, benarkah jeruk nipis dapat menggugurkan kandungan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Mitos menggugurkan kandungan dengan jeruk nipis

menggugurkan kandungan dengan jeruk nipis ini belum ada bukti ilmiah dan tidak jelas kebenarannya. Sebuah jeruk nipis yang mengandung 20-30 mg vitamin C yang justru dapat membantu menurunkan tekanan darah, melawan peradangan, dan menciptakan kolagen.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram jeruk nipis memiliki kandungan gizi:

  • kalsium: 18 miligram,
  • fosfor: 22 miligram,
  • kalium: 108,9 miligram,
  • natrium: 3 miligram, dan
  • vitamin C: 20 miligram

Mengutip American Pregnancy Association, kebutuhan vitamin C ibu hamil adalah 85 miligram per hari. Sementara itu batas atas konsumsi jeruk nipis sekitar 2000 miligram per hari.

Risiko terlalu banyak mengonsumsi jeruk nipis saat hamil

Meski mengonsumsi jeruk nipis saat hamil tidak ada hubungannya dengan menggugurkan kandungan, tetap batasi penggunaannya. Ada risiko kesehatan bila terlalu banyak mengonsumsi jeruk nipis saat hamil, berikut penjelasannya.

1. Merusak gigi

Mengutip dari American Dental Association (ADA) mengonsumsi makanan asam, seperti jeruk nipis, bisa mengikis enamel gigi.Seiring berjalannya waktu, enamel gigi yang terkikis rentan membuat gigi membusuk. Tidak hanya itu, rasa asam bisa memicu iritasi pada mulut, seperti sariawan.Pastikan mengonsumsi banyak air putih setelah Anda makan banyak jeruk, untuk mengurangi risiko sariawan dan kerusakan gigi.

2. Memicu radang lambung

Meski tidak ada hubungannya dengan menggugurkan kandungan, sebaiknya hindari terlalu banyak mengonsumsi jeruk nipis. Hal ini terutama bagi mereka yang memiliki masalah lambung.

Mengutip dari NHS, kandungan asam yang tinggi pada jeruk nipis bisa memicu luka pada lapisan lambung. Radang lambung bisa terjadi ketika lapisan yang melindungi lambung terkena cairan yang terlalu asam.

Cairan pencernaan bisa berasal dari jeruk nipis yang ibu hamil konsumsi terus menerus.

3. Memicu demam

Bila ibu hamil memiliki alergi terhadap berbagai jenis buah jeruk, termasuk jeruk nipis, sebaiknya hindari mengonsumsi terlalu banyak.

Berdasarkan penelitian dari Plos One pada tahun 2013, alergi jeruk sering menyebabkan gatal-gatal, mual, dan muntah. Pemicu dari gatal, mual, dan muntah adalah serbuk sari yang terkandung dalam jeruk.


signum25.jpg
05/Mar/2022

Telur bisa jadi pilihan makanan untuk memenuhi kebutuhan protein ibu hamil. Selain harganya yang terjangkau, telur juga bisa mudah diolah menjadi berbagai menu masakan.Namun, bolehkah ibu hamil makan telur yang dimasak setengah matang?

Kandungan protein dalam telur memang bermanfaat bagi ibu hamil. Tapi, jika telur dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun setengah matang, telur justru memberikan risiko negatif bagi ibu dan janin. 

Telur mentah mengandung bakteri Salmonella yang bisa memicu Bumil merasakan mual, muntah, diare, demam, dan kram perut. Dalam beberapa kasus, kram perut yang sering dirasakan bahkan bisa menyebabkan keguguran.

Tips Mengonsumsi Telur Saat Hamil

Selain baik untuk perkembangan otak janin, kandungan mineral lainnya dalam telur, seperti selenium, dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh janin dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi kehamilan. Selain itu, vitamin B2 pada telur juga dapat mendukung perkembangan mata serta menutrisi kulit janin.

Nah, untuk mendapatkan manfaat telur dan terhindar dari risiko buruk akibat bakteri Salmonella, telur harus diolah dengan cara yang baik dan benar ya, Bumil. Berikut ini adalah panduan memilih dan menyajikan telur yang perlu Bumil ketahui:

  • Hindari membeli telur yang cangkangnya retak dan kotor.
  • Cuci telur sampai bersih dan keringkan cangkangnya.
  • Simpan telur dalam lemari es pada tempat yang terpisah dengan makanan lain.
  • Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang. Sajikan telur dengan cara digoreng dan direbus sampai benar-benar matang.
  • Cuci tangan sebelum dan setelah memasak telur.
  • Bersihkan seluruh alat masak yang digunakan untuk memasak telur.

Untuk memastikan telur sudah benar-benar matang, biarkan telur di dalam air mendidih hingga kira-kira 5–7 menit sewaktu Bumil merebus telur, atau bolak-balik kedua sisi telur jika Bumil membuat telur goreng atau telur dadar.


signum17.jpg
24/Feb/2022

Aktivitas gerakan bayi dalam perut kerap dijadikan salah satu cara oleh ibu hamil untuk mengetahui kondisi janin mereka.Umumnya, Bumil sudah bisa merasakan pergerakan janin pada usia kehamilan 16- 22 minggu. Makin bertambah usia kehamilan, makin kuat dan banyak gerakan janin.

Apa penyebab bayi tidak bergerak dalam kandungan?

Ada berbagai macam penyebab bayi tidak bergerak dalam kandungan seperti biasanya. Penurunan frekuensi dan intensitas gerakan ini bisa saja tidak berbahaya, tapi terkadang juga menjadi pertanda adanya masalah pada janin Anda.

Beberapa penyebab janin tidak bergerak aktif seperti biasanya:

1. Hipoksia (janin kekurangan oksigen)

Penyebab janin tidak bergerak aktif seperti biasanya bisa jadi akibat kondisi hipoksia. Kondisi ini terjadi ketika janin kekurangan oksigen. Hipoksia disebabkan karena tali pusar janin terlilit, sehingga oksigen dan darah tidak dapat tersalurkan dengan baik.

2. Kekurangan cairan ketuban

Ketuban berfungsi menjaga kondisi janin tetap aman, hangat, serta terlindungi. Selain itu ketuban juga bisa membuat janin bebas bergerak selama dalam kandungan. Ketika kondisi kandungan kekurangan cairan ketuban, maka pergerakan janin menjadi berkurang.

3. Usia kehamilan

Usia kehamilan yang telah memasuki trimester ketiga atau lebih dari 32 minggu umumnya membuat janin tidak bergerak aktif seperti biasanya. Mengapa? Hal ini dikarenakan ukuran janin yang semakin membesar, sehingga rahim menjadi semakin sempit dan tidak ada cukup ruang untuk bergerak.

4. Janin sedang tidur

Janin juga membutuhkan waktu untuk tidur. Umumnya ia akan tidur dalam waktu tidak lebih dari 90 menit. Dalam kondisi tidur, janin 5 bulan tidak bergerak secara aktif. Namun tidak perlu khawatir karena janin akan kembali bergerak ketika ia bangun.

5.  Ibu stres

bayi di dalam kandungan daat menangkap dengan mudah emosi sang ibu dan terpengaruh secara langsung oleh emosi tersebut. Janin dapat mengalami periode tidak aktif ketika ibu sedang mengalami stress,depresi,dan sedih,dan lainnya.

Tips dan Trik Memancing Janin Bergerak Lagi

  • Cobalah bersuara. Bumil bisa mengajaknya berbicara atau menyetel musik untuk melihat apakah ada respons gerakan darinya.
  • Minum air dingin atau makan makanan yang manis.
  • Beristirahat
  • Menyentuh atau mengelus perut.
  • Berbaring pada sisi kiri. Posisi ini bisa memperlancar sirkulasi dan dapat memicu janin menjadi lebih aktif bergerak.

Kapan Harus ke Dokter?

Bumil perlu waspada apabila rangsang yang diberikan pada janin tidak juga membuat pergerakannya meningkat atau janin tetap berhenti bergerak. Bumil disarankan untuk segera pergi ke dokter kandungan,Dokter biasanya akan melakukan Non-Stress Test (NST).

Selain NST, USG juga dapat memberikan gambaran mengenai gerakan, pertumbuhan, dan perkembangan janin. Dari situlah, dokter kemudian mengetahui apakah janin Anda tumbuh dan berkembang dengan baik atau tidak.


signum15.jpg
22/Feb/2022

Saat hamil, perut akan membesar sesuai dengan perkembangan dari Janin.Meski begitu, ada beberapa ibu hamil yang merasa perut tampak menyusut atau mengecil. Biasanya, kondisi ini terjadi di pagi hari saat baru bangun tidur. Apa penyebabnya?

Penyebab perut mengecil di pagi hari saat hamil

Perut ibu hamil sebenarnya tidak bisa mengembang maupun mengempis hanya pada waktu-waktu tertentu. Sebab, sepanjang masa kehamilan rahim justru akan terus membesar untuk memfasilitasi ruang tumbuh kembang bayi.Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa membuat ukuran perut ibu hamil berubah seakan mengecil di pagi hari. 

1. Otot perut mengencang

Otot perut yang kuat dan mengencang di pagi hari bisa menahan perkembangan rahim. Sehingga, hal ini membuat perut ibu hamil tidak selalu tampak menonjol. Sebagian besar ahli pun setuju bahwa tonjolan pada perut ibu hamil yang membesar di malam hari ini berkaitan dengan otot-otot perut yang rileks sepanjang hari.

2. Perut belum diisi apa pun

Ketika perut ibu hamil mengecil saat bangun tidur, ini bukan berarti janin semakin mengecil, mungkin hanya karena perut kosong. Saat makan dan minum sepanjang hari akan mengisi perut dan penampilan perut hamil akan tampak lebih besar.

3. Posisi bayi berubah

gerakan bayi bisa membuat saat hamil bangun tidur perut terasa kecil.Beberapa ibu sudah dapat merasakan bayinya bergerak dalam kandungan pada minggu ke 13-16 kehamilan. Gerakan bayi ini disebut dengan quickening yang sering digambarkan seperti ada debaran dari dalam perut.

Kapan harus konsultasi ke dokter jika perut ibu hamil mengecil saat bangun tidur?

Perut yang mengecil saat hamil barulah menjadi alarm dan wajib diwaspadai apabila dari hari ke hari justru makin kempes. Segeralah konsultasikan masalah ini ke dokter.Perut ibu hamil yang malah terus menyusut dan tidak kembali membesar dapat menandakan:
  • Perkembangan janin terhambat alias intrauterine growth restriction (IUGR). IUGR adalah komplikasi kehamilan yang perlu mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.
  • Cairan ketuban berkurang drastis (oligohidramnion). Cairan ketuban yang berkurang drastis dapat mengakibatkan posisi bayi menjadi sungsang karena ia tidak bisa berputar.

Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.