fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllKesehatanTipsUncategorized
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
signum42.jpeg
30/Mar/2022

Persalinan yang terlalu lama bukan hanya dapat menguras tenaga, tapi juga berbahaya bagi kondisi ibu dan janin di dalam kandungan. Proses persalinan yang macet ini bisa menyebabkan ibu kelelahan, serta meningkatkan risiko bayi mengalami gawat janin, cedera, dan infeksi.

Persalinan normal dapat memakan waktu sekitar 12-18 jam pada ibu yang baru pertama kali melahirkan dan bisa beberapa jam lebih cepat pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari sekali.

Persalinan terlalu lama didefinisikan sebagai persalinan yang berlangsung lebih dari 20 jam untuk ibu yang melahirkan pertama kali. Sedangkan untuk ibu yang sudah melahirkan lebih dari sekali, persalinan disebut terlalu lama jika berlangsung selama lebih dari 14 jam.

Penyebab Proses Persalinan Menjadi Lebih Lama

Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan proses persalinan menjadi lebih lama, yaitu:

  • Penipisan leher rahim atau pembukaan jalan lahir yang berlangsung lambat.
  • Kontraksi yang muncul tidak cukup kuat.
  • Jalan lahir terlalu kecil untuk dilewati bayi, atau bayi terlalu besar untuk melewati jalan lahir tersebut. Kondisi ini disebut juga CPD (cephalopelvic disproportion).
  • Posisi bayi tidak normal, misalnya sungsang atau melintang.
  • Melahirkan anak kembar.
  • Masalah psikologis yang dialami ibu, seperti stres, takut, atau rasa khawatir berlebihan.

Kemungkinan Buruk yang Bisa Menimpa Bayi

Waktu persalinan yang berlangsung lebih lama berpotensi membahayakan kesehatan bayi. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat proses persalinan yang terlalu lama:

1. Baykekurangan oksigen di dalam kandungan

Proses persalinan yang terlalu lama bisa membuat bayi kekurangan oksigen. Semakin lama bayi kekurangan oksigen, maka akan semakin parah efek yang akan ia alami.

Beberapa hal yang mungkin dialami bayi usai persalinan bila ia kekurangan oksigen adalah kesulitan bernapas, detak jantung lemah, otot lemas atau lunglai, dan kerusakan organ, terutama otak.

Bila kondisi ini sudah parah, bayi mungkin bisa mengalami gangguan pada otak, jantung, paru-paru atau ginjal yang berpotensi membahayakan nyawanya.

2. Detak jantungnya tidak normal

Persalinan yang terlalu lama bisa membuat detak jantung bayi tidak normal. Detak jantung normal bayi yang baru lahir berkisar antara 120-160 denyut per menit. Jika detak jantung kurang dari 120 atau lebih dari 160 per menit, maka kondisi ini dapat dianggap tidak normal.

Detak jantung janin yang terlalu pelan atau cepat ini bisa jadi menandakan bahwa ia mengalami gawat janin.

3. Gangguan napas pada bayi

Proses persalinan yang lama bisa membuat bayi stres dan mengeluarkan tinja pertamanya atau mekonium. Mekonium ini bisa bercampur dengan cairan ketuban dan terhirup oleh bayi, sehingga masuk ke dalam paru-parunya. Bila hal ini terjadi, bayi bisa mengalami gangguan pernapasan.

4. Infeksi rahim

Proses persalinan yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi di dalam rahim atau ketuban yang disebut korioamnionitis. Kondisi ini terjadi ketika bakteri telah menginfeksi kantong dan cairan ketuban yang mengelilingi janin.

Air ketuban yang terinfeksi merupakan kondisi serius yang bisa membahayakan kondisi janin maupun ibu.

Selain berbahaya bagi janin, persalinan terlalu lama juga dapat membahayakan kondisi ibu. Persalinan terlalu lama ini bisa menyebabkan ibu lebih berisiko mengalami perdarahan pascapersalinan dan ruptur perineum.

Untuk membantu mempercepat proses persalinan yang terlalu lama, dokter mungkin akan mengeluarkan bayi dengan alat bantu persalinan, seperti vakum atau forcep, bila kepala bayi sudah sampai di luar vagina. Sebelum melakukan tindakan tersebut, dokter akan melakukan episiotomi untuk memperlebar jalan lahir bayi.

Jika kepala janin belum turun melewati leher rahim dan persalinan sudah berlangsung terlalu lama, maka dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk melakukan induksi peralinan atau bisa juga melahirkan dengan operasi caesar jika proses induksi gagal.

Tidak hanya selama kehamilan, proses persalinan pun perlu dipersiapkan sebaik mungkin. Dengan persiapan yang baik, ibu hamil maupun dokter dapat mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi selama proses persalinan, termasuk persalinan yang berlangsung lebih lama.

 


signum36.jpg
17/Mar/2022

Keluarnya flek cokelat saat hamil merupakan hal yang umum terjadi dan sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Meski demikian, Bumil tetap perlu waspada dan tidak menganggap sepele, terlebih bila flek keluar terus-menerus dan berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti kram perut.

Flek saat hamil terjadi ketika Anda mendapati adanya tetesan darah berwarna merah, pink, atau kecokelatan yang keluar dari vagina. Flek saat hamil dialami oleh sekitar 20% wanita hamil, terutama di trimester pertama kehamilan. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada wanita yang hamil melalui metode in vitro fertilization (bayi tabung).

Berbagai Penyebab Flek Coklat saat Hamil

Keluarnya flek cokelat saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

1. Pendarahan implantasi

6-12 hari setelah pembuahan, biasanya terjadi pendarahan implatansi sebagai proses menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada rahim. Flek darah yang satu ini hanya keluar sangat sedikit dan hanya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari

2. Iritasi serviks

Saat hamil, terjadi lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke leher rahim atau serviks. Hal ini membuat serviks menjadi sangat sensitif dan lebih mudah teriritasi, sehingga akhirnya mengeluarkan flek.

3. Tanda-tanda persalinan

Keluarnya flek cokelat saat hamil tua dapat menjadi pertanda bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kondisi ini umumnya terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan, yaitu saat usia kehamilan 36–40 minggu.

Ketika tubuh bersiap untuk menghadapi persalinan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir. Sumbatan ini melindungi rahim dari bakteri atau kotoran dari luar tubuh. Umumnya, lendir yang keluar berwarna putih, kecokelatan, merah muda, atau bahkan sedikit kehijauan.

4. Kehamilan ektopik

Dalam beberapa kasus, keluarnya flek cokelat saat hamil bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Segera temui dokter jika pendarahan atau flek disertai dengan gejala berikut ini:

  • Pusing yang parah
  • Nyeri bahu
  • Tubuh terasa lemas
  • Nyeri perut atau panggul yang hilang timbul di salah satu atau kedua sisi
  • Kulit terlihat pucat
  • Sakit saat buang air kecil atau besar
  • Diare
  • Penurunan kesadaran atau pingsan

5. Keguguran

Janin yang tidak berkembang seringnya tidak disadari oleh ibu yang mengandung. Ini terjadi di awal kehamilan di mana tidak semua orang sudah sadar bahwa mereka tengah hamil. 

Saat janin tidak berkembang dan tidak disadari, perlahan tubuh akan memberi tanda, salah satunya dengan timbulnya flek. Jenis perdarahan ini biasanya disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Kram dan nyeri perut
  • Nyeri punggung bawah
  • Keluar darah merah dalam jumlah banyak
  • Keluar jaringan atau gumpalan dari vagina

6. Gangguan pada plasenta dan serviks

Dalam kasus yang jarang terjadi, flek cokelat saat hamil bisa menjadi pertanda adanya masalah pada plasenta dan serviks, seperti plasenta previa dan infeksi pada serviks atau rahim.

Langkah Tepat Mewaspadai Flek Cokelat Saat Hamil

Meski flek cokelat saat hamil merupakan hal yang normal terjadi, Bumil tetap dianjurkan untuk lebih waspada. Segera konsultasikan ke dokter kandungan bila Bumil mengalami flek kecokelatan, apalagi disertai gejala lain seperti nyeri berat, demam, kram perut, perdarahan hebat dari vagina, atau kontraksi pada rahim.


signum16.jpg
08/Jan/2022

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi atau penurunan alami pada hormon reproduksi ketika seorang wanita mencapai usia 40-an atau 50-an. Menopause merupakan hal yang normal terjadi dalam fase kehidupan wanita.Namun, jika menopause terjadi terlalu dini, ada sebaiknya perlu waspada.Karena, menopause yang terjadi sebelum waktunya bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu.Seorang wanita dikatakan mengalami menopause dini apabila sudah terjadi di usia masih kurang dari 40 tahun.

Gejala dan tanda menopause dini

Gejala menopause dini tidak berbeda dengan menopause yang sesuai dengan usianya, seperti:

  • vagina kering
  • Gangguan pada saluran kemih
  • hot flashes
  • susah tidur
  • penurunan gairah sesual
  • Sulit mengendalikan buang air kecil

Beragam Penyebab dan Faktor Risiko Menopause Dini

Terapi radiasi atau kemoterapi

Pengobatan kanker atau penyakit lain yang menggunakan prosedur kemoterapi di sekitar area panggul diketahui memiliki beberapa risiko, termasuk menopause dini.Hal ini karena gelombang radiasi yang digunakan dalam terapi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada ovarium dan dapat menyebabkan ovarium berhenti bekerja.

Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat memengaruhi terjadinya menopause dini. Wanita yang aktif merokok memiliki kemungkinan dua tahun lebih cepat mengalami menopause daripada wanita nonperokok.

Penyakit dan Obat-obatan

Menopause dini juga bisa disebabkan oleh penyakit kronis ,beberapa penyakit seperti HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, sindrom Turner, dan sindrom kelelahan kronis.

Pengangkatan Ovarium

Operasi pengangkatan ovarium atau oophorectomy, juga bisa memicu datangnya menopause lebih awal.Wanita yang menjalani operasi pengangkatan ovarium akan mengalami penurunan hormon yang sangat cepat dan merasakan gejala menopause, salah satunya kehilangan libido.

Cara Mengatasi Gejala Menopause Dini

Hingga saat ini, menopause dini tidak bisa diobati atau dicegah dengan pengobatan atau perawatan tertentu.Namun anda bisa melakukan beberapa perawatan diri pada fase ini untuk mengatasi gejala yang dapat timbul.

  • Terapi hormon untuk menopause sampai usia 51 tahun, usia normal wanita mengalami menopause.
  • Mengonsumsi pil kontrasepsi (KB) yang mengandung estrogen dan progesteron.
  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D (1200 mg per hari dan vitamin D sekitar 600 – 800 IU per hari).
  • Hindari asap rokok dan jika Anda merokok, sebaiknya berhenti

 


signum18.jpg
05/Jan/2022

Apa itu tes AMH?

Tes hormon AMH adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kadar AMH (anti-mullerian hormone) di dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan oleh organ reproduksi pria dan wanita.Hormon anti-müllerian berperan penting dalam perkembangan organ reproduksi pada janin.Janin dengan gen XY akan menghasilkan kadar AMH dalam jumlah besar.

Hal ini akan memicu berkembangnya organ reproduksi pria dan mencegah berkembangnya organ reproduksi perempuan. Sementara itu, janin dengan gen XX akan menghasilkan kadar hormon AMH yang rendah, sehingga organ reproduksi wanita akan berkembang.Dalam mengukur kadar hormon yang dihasilkan oleh organ reproduksi ini, dokter akan mengambil sampel darah pasien.

Selain itu, tes AMH juga dapat digunakan untuk:

  • Memprediksi masa menopause
  • Gangguan menstruasi
  • Membantu dokter mendiagnosis polycystic ovary syndrome(PCOS)
  • Memeriksa bayi dengan jenis kelamin yang tidak dapat diidentifikasi sebagai pria atau wanita (ambiguous genitalia).
  • memantau kondisi pasien dengan kanker ovarium.

Siapa yang memerlukan tes AMH

Pemeriksaan ini dibutuhkan pada wanita yang sulit hamil. Dari tes AMH kita bisa tahu seberapa besar tingkat keberhasilan seseorang ketika akan melakukan program hamil.Dengan mengetahui seberapa banyak jumlah sel telur yang dihasilkan oleh tubuh, menentukan proses perawatan kesuburan dapat lebih mudah terlebih jika seseorang ingin melakukan program hamil melalui bayi tabung.

Bagaimana tes AMH dilakukan?

Pada tes AMH, tenaga medis akan mengambil sampel darah dari lengan pasien. Berikut prosedurnya:

  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan antiseptik untuk membunuh kuman.
  • Lengan atas akan diikat oleh perban elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul.
  • Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Ketika jumlah darah yang diambil dirasa sudah cukup, suntikan akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.

signum-4.jpg
30/Dec/2021

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) merupakan gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur.Penderita PCOS mengalami gangguan periode menstruasi yang tidak teratur dan memiliki kadar hormon androgen yang berlebihan. Hormon androgen yang berlebih pada penderita PCOS dapat mengakibatkan pembentukan kista multipel pada ovarium.

Gejala Sindrom Polikistik Ovarium

  • Gangguan siklus menstruasi. Perempuan yang mengidap PCOS bisa mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.Penderita PCOS hanya mengalami menstruasi sebanyak kurang dari 8-9 kali dalam setahun.Hal ini dikarenakan menurunnya aktivitas ovulasi pada sistem reproduksi sehingga dinding rahim tidak dapat meluruh.
  • Pertumbuhan rambut berlebih.Gejala ini dialami lebih dari 70% orang yang mengalami PCOS,terutama pada  dada, perut, dan punggung.
  • Warna kulit menggelap.Beberapa bagian tubuh penderita PCOS bisa menjadi gelap, terutama di daerah lipatan lipatan leher, ,bagian bawah payudara,dan selangkangan.
  • Muncul jerawat parah. PCOS membuat kondisi kulit menjadi lebih berminyak dari biasanya. kondisi ini yang  memicu pertumbuhan banyak jerawat di area wajah, dada, hingga punggung bagian atas.
  • Perubahan mood.Para penderita PCOS, tubuh menghasilkan kadar hormon yang tidak teratur,sehingga berdampak juga pada suasana hati atau mood penderita.Kondisi ini berpotensi menyebabkan stres, bahkan depresi.

Penyebab Sindrom Polikistik Ovarium

Sampai saat ini, belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan PCOS. Namun, ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab PCOS, yaitu:

  • Kelebihan hormon insulin
    Hormon insulin merupakan hormon yang menurunkan kadar gula dalam darah. Insulin yang berlebih akan meningkatkan produksi hormon androgen dan mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin.
  • Faktor genetik
    Hal ini karena sebagian penderita PCOS juga memiliki anggota keluarga yang menderita PCOS.

Pengobatan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

  1. Memperbaiki siklus menstruasi. dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan seperti mengonsumsi Pil KB yang mengandung estrogen dan progestin untuk mengurangi produksi androgen dan mengatur estrogen di dalam tubuh atau bisa melalui terapi progestin.
  2. Memberi obat untuk membantu proses ovulasi,membantu tubuh berovulasi dengan normal.
  3. Bedah ovarium.Pembedahan yang disebut ovarium drilling juga mungkin dilakukan untuk membuat ovarium bekerja lebih baik.

Pengobatan di rumah untuk PCOS

  • Jaga berat badan dengan olahraga teratur untuk meningkatkan kesehatan reproduksi.
  • Makan makanan rendah karbohidrat olahan.
  • Olahraga juga dapat membantu tubuh mengatur insulin.
  • Jika Anda merokok, pertimbangkan untuk berhenti.

signum19.jpg
28/Dec/2021

Apa itu ovulasi ?

Ovulasi adalah salah satu proses yang terjadi dalam siklus menstruasi pada wanita. Proses ovulasi terjadi saat folikel telur yang matang pecah dan melepaskannya melalui tuba falopi ke arah rahim untuk mendapatkan pembuahan.masa ovulasi pada tiap wanita bisa berbeda-beda tergantung dari siklus menstruasi. Siklus menstruasi tiap wanita berbeda-beda dan secara normal berkisar dari 25-36 hari dengan rata-rata siklus 28 hari.

Perbedaan ovulasi dengan masa subur

Masa subur dan ovulasi adalah dua istilah yang digunakan selama pembuahan dan kehamilan.yang membedakan adalah masa subur sudah terjadi 5 sampai 7 hari sebelum ovulasi dimulai.Sebagai contoh, jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari, biasanya masa subur terjadi pada hari ke 10 – 14. Sedangkan waktu pelepasan sel telur adalah sekitar hari ke 14 atau 15.

Perlu Anda ingat bahwa cara menghitung siklus bulanan wanita adalah dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama berikutnya.Selama masa subur hingga pelepasan sel telur adalah waktu yang penting agar terjadi pembuahan dan menjadi cara cepat hamil setelah haid.Apalagi, pada masa ovulasi tersebut jangka waktu pembuahan sel telur adalah sekitar 12 – 24 jam saja. Peluang kehamilan paling tinggi adalah ketika sperma sudah berada dalam saluran tuba.

Tanda – tanda ovulasi

Perubahan lendir serviks

saat mendekati masa ovulasi,tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon estrogen hal ini menyebabkan lendir serviks menjadi bersih, licin, dan elastis, seperti putih telur, yang membantu sperma berenang menuju sel telur yang dilepaskan selama ovulasi.

Insentivitas indra penciuman

Bagi sebagian perempuan, indra penciuman yang lebih sensitif pada paruh akhir siklus menstruasi bisa menjadi tanda ovulasi. Uniknya, hal ini berpengaruh pada ketertarikan kamu. Secara alamiah tubuh kamu akan lebih tertarik pada aroma feromon laki-laki pada masa ovulasi ini.

Libido meningkat

Wanita sering merasakan peningkatan dorongan seksual sekitar masa ovulasi, yang merupakan indikasi bagus untuk mengetahui masa subur yang tepat.  

Bercak darah

Bercak darah atau flek selama pertengahan siklus menstruasi sering kali terjadi sebelum atau setelah ovulasi sebagai akibat dari perubahan hormon. Hal ini terjadi karena folikel yang mengelilingi dan melindungi oosit atau telur, sedang berkembang. Ia tumbuh, kemudian pecah dan menghasilkan sejumlah kecil perdarahan. 


signum20.jpg
24/Dec/2021

Bukan tak mungkin hamil di usia 40 tahun,tetapi Kehamilan yang terjadi pada usia lebih dari 40 tahun atau kehamilan geriatri terkenal sangat berisiko dan butuh perhatian khusus.Risiko bayi keguguran pada ibu hamil usia lebih dari 40 tahun, kemungkinannya bisa mencapai 70 persen.

Meskipun begitu Anda tetap memungkinkan untuk menjalani kehamilan dan melahirkan anak secara sehat walau usia sudah berkepala empat.Berikut cara atau tips menjaga kehamilan di usia 40 tahun ke atas agar tetap sehat.

Melakukan pemeriksaan kehamilan rutin 

Pemeriksaan kehamilan rutin atau antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil.Ini bertujuan agar ibu hamil mampu menghadapi persalinan, masa nifas, pemberian ASI eksklusif, dan mengembalikan kesehatan reproduksinya dengan baik.Kunjungan ini juga membantu memantau kesehatan Moms dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan.Beritahu dokter ketika mengalami suatu keluhan saat kehamilan.

Pola Hidup yang Sehat

Kesehatan diri ibu secara keseluruhan merupakan salah satu kunci kesehatan janin. Oleh karena itu, selain menjaga kesehatan kandungan, ibu juga perlu menjaga kesehatan diri. Caranya dengan istirahat yang cukup,olahraga yang rutin,dan Makan makanan yang bergizi.Hindari berbagai pola hidup tak sehat seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol, termasuk juga suami dan keluarga Anda.

Melakukan vaksin 

Idealnya, vaksinasi harus didapatkan sebelum Anda mulai merencanakan kehamilan. Pasalnya, kondisi hamil membuat sistem kekebalan tubuh cenderung menurun sehingga rentan terkena berbagai penyakit menular.

Ada 5 vaksin wajib yang idealnya ibu lakukan, seperti:

  • hepatitis B,
  • tetanus/diphtheria/pertussis (Tdap),
  • MMR,
  • varisela, dan
  • vaksin kanker serviks

Minum Suplemen Kehamilan

Pemenuhan nutrisi ini tak hanya bisa didapat dari makanan, tetapi juga dari suplemen kehamilan. Suplemen tambahan ini biasanya mengandung asam folat, zat besi, dan kalsium.Asam folat, atau vitamin B9, adalah salah satu nutrisi penting yang dapat membantu pertumbuhan janin dan melindungi dari risiko cacat lahir pada bayi.Terlebih bagi ibu yang memutuskan untuk hamil di usia 40 tahun, asupan asam folat sangatlah penting.


signum2.jpg
21/Dec/2021

Kanker uterus atau kanker rahim merupakan tumor ganas yang tumbuh di rahim. Rata-rata Kanker rahim paling sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause atau berusia 50 tahun ke atas.

Kanker rahim awalnya akan menyerang lapisan rahim.Namun, sifat kanker yang mampu menyebar atau dikenal dengan metastasis, membuat kanker rahim juga dapat menyebar ke bagian lain dari rahim, seperti organ rahim, dinding rahim, dan sekitarnya.

Gejala Kanker Rahim

Pendarahan Abnormal

Gejala yang paling sering terjadi pada penderita uterine cancer atau kanker rahim adalah perdarahan tidak normal melalui vagina yang terjadi di luar siklus menstruasi atau setelah menpause

Nyeri Panggul

Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim.Gejala ini biasanya disertai dengan munculnya rasa sakit pada perut bagian bawah pusar yang datang sewaktu-waktu, tetapi kadang muncul cukup kuat pada saat setelah melakukan aktivitas seks. Pada wanita usia subur, rasa nyeri bisa semakin kuat pada saat menstruasi datang.

Nyeri Saat Buang Air Kecil

Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih.

Penyebab Kanker Rahim

Kanker rahim disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel rahim yang tidak tumbuh dengan semestinya. Sel-sel pada tubuh akan membelah diri dan tumbuh, kemudian mati, dan tergantikan dengan sel yang baru.Namun, saat tidak tumbuh dengan normal sel-sel tersebut bermutasi dan rusak. Sel yang rusak itu akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor.Sedangkan untuk penyebab mengapa sel dalam tubuh dapat bermutasi sampai saat ini belum diketahui secara pasti.

Faktor-faktor Yang Meningkatkan Risiko Kanker Rahim

  • Pertambahan usia
  • Mengalami diabetes.
  • Obesitas.
  • Mulai menstruasi terlalu dini atau menopause terlambat.
  • Mengonsumsi obat hormon estrogen tanpa progesteron, atau mengonsumsi obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara.
  • Riwayat keluarga

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan yang paling sering dilakukan untuk mengobati kanker rahim adalah histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi bisa dikombinasikan dengan radioterapi dan kemoterapi untuk memaksimalkan pengobatan.


signum1.jpg
18/Dec/2021

Dismenore atau nyeri haid umum dialami setiap wanita sebelum atau selama menstruasi. Kondisi ini normal terjadi setiap bulan dan tidak perlu dikhawatirkan, karena merupakan proses yang terjadi secara alami di rahim wanita.Namun,Anda perlu waspada bila nyeri haid yang muncul tak tertahankan dan tak kunjung hilang, karena bisa jadi ini menandakan adanya penyakit atau gangguan tertentu.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami nyeri haid yang lebih parah, di antaranya:

  • Riwayat menstruasi pertama kali saat berusia 11 tahun atau lebih awal
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol
  • Menorrhagia
  • Berat badan berlebih atau kurang
  • Riwayat keluhan nyeri haid parah di keluarga
  • Berusia di bawah 30 tahun

Penyebab nyeri haid

1. Nyeri haid primer

Nyeri haid tanpa kelainan pada organ reproduksi termasuk dalam nyeri haid primer. hal ini biasanya terjadi setelah 6-12 bulan menstruasi yang pertama, saat siklus haid sudah teratur.  Nyeri haid primer dapat muncul beberapa jam sebelum menstruasi hingga hari ke-2 menstruasi.

Berikut ciri-ciri nyeri haid primer:

  • Kram dan tegang pada perut bagian bawah
  • Nyeri pinggang
  • Pegal pada mulut vagina
  • Pada beberapa orang,disertai nyeri kepala, diare, mual dan bahkan muntah
  • Pegal-pegal pada paha

2. Nyeri haid sekunder

Selain nyeri haid primer, ada pula nyeri haid sekunder. Penyebab nyeri haid sekunder diketahui bisa karena adanya masalah pada organ reproduksi wanita, seperti endometriiosis ,tumor pada rahim, Adanya peradangan kronik pada panggul bagian bawah.

Berikut ciri-ciri nyeri haid sekunder:

  • Darah keluar dalam jumlah banyak dan kadang tidak beraturan
  • Nyeri tekan pada panggul
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Nyeri perut bawah yang muncul di luar waktu haid

artem-beliaikin-bBsP-ONelDA-unsplash-1200x800.jpg
29/Nov/2021

Tidak sedikit orang percaya pada isu yang menyatakan bahwa wanita bisa hamil jika ada pria yang ejakulasi di dalam kolam renang yang sama.Lantas, apakah hal itu benar-benar bisa terjadi?

jawabannya adalah tidak,mitos.Kehamilan hanya bisa terjadi jika air mani dikeluarkan langsung ke dalam vagina atau setidaknya dekat dengan vagina. Selain itu,sperma yang dikeluarkan saat pria berenang tidak bisa berjalan mencari vagina, menembus pakaian renang, masuk ke leher rahim, dan membuahi sel telur sampai terjadi kehamilan.

Jika ejakulasi terjadi di air hangat biasa, sperma mungkin bisa bertahan selama beberapa menit untuk hidup. Namun, kemungkinan sperma dalam air untuk menemukan jalan ke dalam tubuh wanita sangat kecil sehingga kemungkinan hamil pun sangat rendah.

Ditambah lagi, hampir semua air kolam renang mengandung kaporit yang membuat sperma akan lebih cepat mati karena paparan bahan kimia.jadi intinya adalah seorang wanita tidak akan bisa hamil karena berenang, kecuali Anda memang berhubungan seks dengan pasangan di dalam kolam. Ini karena sistem reproduksi manusia memang bekerja dengan caranya sendiri.


Copyright by SignumFertility 2021. All rights reserved.