Perut Bawah Sakit Saat Hamil? Begini Cara Mengatasinya!

Perut bawah sakit adalah keluhan yang sering dialami ibu hamil. Banyak bumil merasa khawatir ketika merasakan nyeri di area bawah perut, terutama jika terjadi berulang-ulang atau terasa berbeda dengan biasanya. Nyeri ini bisa muncul di berbagai usia kehamilan mulai trimester pertama sampai trimester akhir dan bisa ringan sampai cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penting untuk memahami bahwa banyak penyebab nyeri perut bawah saat hamil adalah normal dan tidak berbahaya, tetapi ada juga penyebab yang perlu diwaspadai dan memerlukan penanganan medis.
Cara Mengatasi Perut Bawah Sakit Saat Hamil
Berikut beberapa langkah aman yang bisa membantu mengurangi nyeri:
- Istirahat dan Perubahan Posisi
Istirahat yang cukup dan melambatkan gerakan saat berdiri atau bangun bisa membantu meredakan nyeri ligamen yang “tertarik.”
- Kompres Hangat
Tempatkan handuk hangat atau botol air hangat pada area perut bawah untuk mengendurkan otot dan mengurangi ketegangan. Pastikan suhunya tidak terlalu panas.
- Olahraga Ringan & Peregangan
Olahraga ringan seperti jalan santai, yoga khusus bumil, atau peregangan lembut bisa membantu meredakan kram dan nyeri. Konsultasikan dulu dengan tenaga medis agar sesuai dengan kondisi kehamilan.
- Penuhi Kebutuhan Cairan dan Serat
Minum cukup air dan konsumsi makanan berserat membantu mencegah sembelit dan gas, yang bisa menjadi pemicu nyeri perut bawah.
- Ubah Pola Makan dan Aktivitas
Makan dalam porsi lebih kecil tapi sering, hindari makanan pemicu gas (seperti kacang, kubis, atau minuman bersoda), dan hindari perubahan posisi tubuh yang tiba-tiba
Penyebab Umum Perut Bawah Sakit Saat Hamil
- Peregangan Ligamen (Ligament Round Pain)
Saat rahim membesar, ligamen yang menopangnya ikut meregang. Peregangan ini bisa menyebabkan nyeri tajam atau seperti tertarik pada perut bawah, terutama ketika berdiri, batuk, bersin, atau berbalik di tempat tidur. Ini adalah penyebab umum yang sering terjadi di trimester kedua dan ketiga kehamilan.
- Perubahan Fisiologis Tubuh
Perubahan hormon dan ukuran rahim yang makin besar memengaruhi organ di sekitar perut dan panggul. Hal ini bisa menyebabkan tekanan pada otot dan jaringan di perut bawah, sehingga terasa nyeri atau tidak nyaman.
- Gas dan Sembelit
Hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan dapat memperlambat kerja pencernaan sehingga menyebabkan penumpukan gas dan sembelit. Kondisi ini sering menimbulkan rasa kembung dan sakit perut bawah.
- Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK sering terjadi pada ibu hamil karena tekanan pada saluran kemih. Nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, dan urine yang berbau atau keruh bisa menjadi tanda infeksi yang juga menyebabkan nyeri perut bawah.
- Kontraksi Braxton Hicks
Kontraksi ini adalah kontraksi latihan yang ringan dan tidak berbahaya. Biasanya terasa kencang di perut bagian bawah dan lebih sering terjadi di trimester kedua atau ketiga.
Kapan Nyeri Perut Bawah Perlu Diwaspadai?
Meski banyak nyeri rendah perut saat hamil adalah normal, ada tanda yang menunjukkan kebutuhan pemeriksaan medis segera, seperti:
- Nyeri hebat yang tidak hilang setelah istirahat
- Disertai pendarahan dari vagina
- Demam
- Nyeri saat buang air kecil
- Air ketuban rembes atau pecah
- Tidak adanya gerakan janin dalam waktu tertentu
Jika mengalami ini, segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
