Apakah Benar Berpuasa Meningkatkan Kesuburan Pria Dan Wanita

Puasa sering dibicarakan bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sebuah pola makan yang mungkin memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan reproduksi. Banyak orang bertanya-tanya, terutama pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, apakah menjalani puasa bisa berdampak positif pada kesuburan tubuh. Sebelum menjawabnya, penting memahami apa yang terjadi dalam tubuh saat puasa dan bagaimana kondisi ini bisa berhubungan dengan sistem reproduksi.
Apakah Puasa Berpengaruh pada Kesuburan?
Menurut berbagai sumber kesehatan, puasa tidak serta-merta secara langsung meningkatkan kesuburan, tetapi dalam beberapa kondisi bisa berdampak positif bagi tubuh yang sehat. Misalnya, bagi seseorang dengan kelebihan berat badan atau obesitas, puasa yang dilakukan dengan benar dapat membantu menurunkan kadar lemak tubuh. Penurunan lemak berlebih ini berpotensi meningkatkan produksi hormon reproduksi seperti testosteron pada pria dan memperbaiki siklus menstruasi pada wanita karena hormon bekerja lebih stabil.
Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat membantu detoksifikasi tubuh, mengatur insulin, serta memperbaiki metabolisme — faktor-faktor yang secara tidak langsung mendukung lingkungan tubuh yang lebih baik bagi kesuburan.
Namun, bukti ilmiah sejauh ini belum cukup kuat untuk menyatakan bahwa puasa langsung meningkatkan kesuburan pada semua orang. Beberapa studi modern menemukan bahwa puasa memiliki efek berbeda pada tiap individu tergantung pada berat badan, pola makan, kondisi kesehatan, dan durasi puasa.
Bagaimana Puasa Bekerja pada Pria dan Wanita
Pada pria:
Beberapa penelitian lama mencatat bahwa puasa Ramadhan tidak menimbulkan efek negatif pada kualitas sperma atau hormon reproduksi, bahkan beberapa parameter seperti jumlah sperma bisa sedikit meningkat setelah puasa, terutama pada pria yang mengalami obesitas atau gangguan metabolik sebelumnya.
Pada wanita:
Puasa dapat membantu menstabilkan siklus menstruasi bagi wanita dengan gangguan hormon seperti PCOS (polycystic ovary syndrome) karena puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi hormon yang tidak seimbang. Namun, pada wanita dengan tubuh sangat kurus atau stres tinggi, puasa yang terlalu ketat malah bisa memengaruhi ovulasi dan siklus menstruasi.
Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Saat Puasa
Agar puasa tidak berdampak negatif pada kesehatan reproduksi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Atur Pola Makan yang Sehat
Pastikan makanan saat sahur dan berbuka puasa kaya nutrisi — termasuk protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta vitamin dan mineral. Buah-buahan, sayur, ikan, dan kacang-kacangan sangat dianjurkan untuk menunjang kesehatan sel sperma dan sel telur. - Cukupi Kebutuhan Cairan
Dehidrasi bisa berdampak buruk pada fungsi tubuh secara keseluruhan, termasuk reproduksi. Minumlah cukup air saat berbuka dan sahur untuk menjaga keseimbangan cairan. - Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dan stres tinggi bisa memengaruhi hormon reproduksi. Usahakan tidur yang cukup dan istirahat yang berkualitas selama puasa. - Olahraga Ringan Secara Rutin
Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, yoga, atau jogging membantu menjaga metabolisme tubuh dan mendukung fungsi hormonal. - Perhatikan Berat Badan Ideal
Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi produksi hormon dan siklus ovulasi. Mengatur pola makan yang seimbang selama puasa adalah kunci untuk menjaga berat badan tetap sehat.
Kesimpulannya, berpuasa yang dilakukan dengan cara sehat memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan, istirahat cukup, serta pola hidup seimbang tidak serta-merta meningkatkan kesuburan secara langsung, tetapi dapat menciptakan kondisi tubuh yang lebih mendukung kesehatan reproduksi. Puasa pada banyak orang justru membantu menstabilkan hormon dan memperbaiki kondisi metabolik yang sering kali berkaitan dengan kesuburan. Namun, setiap orang berbeda, dan jika sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya konsultasikan kondisi tubuh dengan tenaga medis sebelum membuat perubahan besar pada pola makan atau puasa.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
