fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
gigi.png
30/Jan/2023

Saat mengalami kehamilan, Ibu harus menjaga kesehata gigi dan mulut. Ini dikarenakan Ibu hamil memiliki risiko yang tinggi terhadap kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan fisiologis dan hormonal dimana terjadi fluktuasi dari hormon estrogen dan progesteron yang mungkin berpengaruh terhadap cairan servikular, serum, saliva (air liur), dan jaringan gingiva, serta adanya perubahan pola makan, kurangnya kebersihan mulut, mual dan muntah dapat menyebabkan erosi pada gigi. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Salah satu kepedulian tentang kesehatan gigi ibu hamil adalah dengan menyebarluaskan informasi bagaimana merawat gigi dengan benar sejak sebelum hamil dan saat kehamilan. Perawatan kesehatan gigi yang benar akan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi.

Alasan Pentingnya Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

Ada beberapa alas an kenapa penting sekali bagi Ibu hamil untuk menjaga Kesehatan mulut dan gigi, antara lain :

  • Ibu yang tengah hamil membutuhkan banyak asupan gizi
  • Perubahan hormon baik itu progesteron maupun estrogen
  • Meningkatnya risiko terjadinya pembengkakan gusi maupun pendarahan pada gusi
  • Gigi yang terkena infeksi pada ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan
  • Ibu hamil dengan keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin.

Cara untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

  1. Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan
  2. Pilih pasta gigi yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitive
  3. Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung vitamin C
  4. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai
  5. Bila ada gangguan Kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur, sebaiknya memperhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil
  6. Konsultasi ke dokter gigi

Desain-tanpa-judul-42.png
01/Nov/2022

9 TIPS MENJAGA KESEHATAN IBU HAMIL DAN JANIN DALAM KANDUNGAN

Penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan dirinya selama 9 bulan kehamilan. Ingat, janin juga akan bertumbuh dengan sehat sampai waktu kelahirannya jika ibunya sehat. Bagaimana caranya menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan? Jawabannya satu, menerapkan pola hidup sehat saat Ibu sedang hamil.

Menjaga kesehatan ibu hamil dengan menerapkan pola hidup sehat

Menjaga kesehatan ibu hamil memang gampang-gampang susah. Namun, hal ini bukan tidak mungkin terwujud jika ibu hamil menerapkan berbagai pola hidup sehat seperti;

1. Makan makanan bergizi

Kondisi kesehatan selama kehamilan sangat bergantung pada pola hidup sehat yang diterapkan ibu hamil. Isilah piring makan Anda dengan variasi makanan sehat yang bergizi tinggi untuk mendukung kesehatan diri sendiri juga janin dalam kandungan.

Bagi ibu, makan makanan bergizi dapat membantu menambah stamina, menghindari risiko komplikasi kehamilan, mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan jauh lebih baik.

Selain itu, ibu hamil yang menerapkan pola makan sehat juga cenderung terhindar dari depresi saat hamil. Pasalnya, makanan bergizi membantu menstabilkan mood ibu sepanjang kehamilan.

Makan makanan bernutrisi sejak kehamilan muda juga bantu mempersiapkan kesehatan ibu hamil secara maksimal menjelang persalinan.

Asupan gizi yang bervariasi tapi tetap seimbang juga mendukung kelancaran proses tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil. Tidak lupa, asupan makanan bergizi dapat membantu menjaga berat janin tetap sehat serta mencegah risiko bayi mengalami cacat lahir.

Makanan bernutrisi yang wajib dikonsumsi agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga adalah:

  • Makanan berprotein, seperti telur yang dimasak matang, dada ayam, dan gandum utuh (roti gandum dan beras merah).

  • Makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji dan stroberi

  • Makanan dan minuman mengandung kalsium, seperti susu yang dipasteurisasi dan sayuran berwarna hijau.

  • Makanan kaya zat besi, seperti brokoli dan kacang-kacangan.

  • Makanan yang mengandung lemak sehat, misalnya ikan salmon (dimasak matang) dan buah alpukat.

  • Makanan yang mengandung asam folat, seperti kuning telur dan bayam.

Sementara itu, agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga, hindari makan daging setengah matang, jeroan hewan, dan makanan cepat saji yang tinggi lemak trans selama ibu hamil menjalani pola hidup sehat.

Hindari juga makan ikan yang mengandung tinggi merkuri selama hamil, seperti ikan tuna, ikan makarel, dan ikan pedang agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

2. Minum vitamin prenatal

Minum vitamin prenatal dianjurkan untuk menjaga kesehatan ibu hamil sebagai salah satu usaha dalam menjalani pola hidup sehat.

Asupan nutrisi untuk ibu hamil sebetulnya banyak tercukupi dari makanan sehari-hari. Namun, vitamin dapat membantu memenuhi sekaligus memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan janin dalam kandungan.

Vitamin hamil pada umumnya mengandung asam folat dari vitamin B. Asam folat berperan penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga bermanfaat untuk mencegah risiko bayi lahir cacat dan menjaga kesehatan ibu hamil.

Vitamin ini baiknya wajib diminum mulai sejak sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter tentang vitamin prenatal apa yang Anda benar-benar butuhkan.

Jika minum vitamin hamil bikin ibu mual, coba minum di waktu malam hari atau kunyah permen karet ketika mulai merasa mual.

3. Olahraga rutin

Hamil bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Olahraga masih menjadi bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil untuk menjaga kesehatan selama kehamilan.

Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah serta oksigen dalam tubuh, memperkuat otot, dan mengurangi stres saat hamil. Olahraga juga mendukung kecerdasan bayi sejak dalam kandungan.

Usahakan menyempatkan waktu 30 menit setiap hari untuk berolahraga demi kebaikan kesehatan ibu hamil. Ada banyak pilihan olahraga yang aman untuk ibu hamil. Namun, Anda tidak perlu berolahraga yang berat. Kegiatan fisik ringan seperti jalan santai, renang, atau bahkan yoga, umumnya aman dilakukan sepanjang usia kehamilan.

4. Berhenti merokok dan minum alkohol

Demi menjaga kesehatan ibu hamil dan kandungannya selama 9 bulan ke depan, hindari merokok dan minum minuman beralkohol.

Merokok dan/atau minum alkohol saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran. Dua kebiasaan buruk ini juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, lahir mati, lahir cacat, atau lahir dengan berat badan rendah. Maka, pastikan menjalani pola hidup sehat ibu hamil yang bebas rokok dan alkohol.

5. Menjaga berat badan tetap ideal

Setiap wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk makan makanan bergizi demi kesehatan ibu saat hamil. Selain untuk menjaga kesehatan, makan teratur juga bertujuan untuk menambah berat badan ibu hamil agar ideal.

Ibu yang punya berat badan normal sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan hingga 11,5-16 kg selama hamil. Sementara jika Anda bertubuh sangat kurus sejak sebelum hamil, berat badan harus ditambah 13-18 kg selama hamil.

Kenaikan berat badan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan bayi. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, pertambahan berat badan menunjukkan kebaikan status gizi ibu hamil dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Idealnya, Anda disarankan untuk menambah 300 kalori per hari guna menambah berat badan dan menjaga kesehatan ibu hamil.

Namun, bukan berarti ibu hamil bisa makan sebanyak-banyaknya. Frekuensi waktu makan, porsi, dan jenis makanannya harus benar-benar diperhatikan agar tidak sampai kelebihan berat badan dan mengganggu kesehatan ibu hamil.

Kelebihan berat badan saat hamil dapat mengacaukan pola hidup sehat Ibu yang telah dijalankan. Maka, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan untuk mendapatkan rekomendasi bagaimana cara menjaga berat badan ideal saat hamil.

Dokter dapat membantu menyusun rencana pola makan sehat yang benar sekaligus mencegah Anda dari komplikasi seperti diabetes gestasional.

6. Cukup minum air putih

Untuk menjaga kesehatan ibu hamil, dianjurkan cukup minum air putih cukup setiap hari. Asupan cairan yang mencukupi bantu melancarkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam rahim untuk diterima janin.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat ibu hamil dengan rajin minum air putih juga bisa meningkatkan sistem imun kesehatan.

Tak hanya itu, kebiasan ini juga bantu mencegah berbagai macam masalah kesehatan pada ibu hamil. Adapun berbagai masalah yang bisa dicegah yaitu, dehidrasi, kelelahan, anemia, sembelit, wasir, dan infeksi saluran kencing.

Usahakan minum air 8 sampai 10 gelas sehari. Agar tidak bosan minum air putih yang terasa hambar, coba tambahkan potongan lemon, stroberi, atau jeruk nipis untuk menambah kesegarannya.

7. Rajin cuci tangan

Mencuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan yang wajib dilakukan ibu hamil saat menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

Selalu cuci tangan setelah dari toilet, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah masak, serta sesudah memegang barang atau fasilitas umum.

Rajin cuci tangan dapat membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit yang rawan menyerang selama kehamilan. Berbagai bakteri yang rentang menyerang yaitu, streptokokus Grup B, cytomegalovirus, hingga toksoplasmosis.

Infeksi serius tertentu yang dialami ibu saat hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi serta risiko bayi lahir cacat. Hal ini tentu dapat mengganggu kesehatan tak hanya pada ibu hamil tetapi juga janin.

Jika tidak ada sumber air bersih, Anda bisa siap sedia menggunakan gel cuci tangan (hand sanitizer) yang mengandung etil alkohol agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

8. Tidur cukup

Salah satu bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil yang sering terlupakan adalah cukup tidur. Sayangnya selama hamil, Anda akan lebih mudah ngantuk di siang hari dan sulit tidur di malam hari akibat perubahan hormon.
Masalah ini kemudian membuat Anda jadi kurang tidur akibat jadwal tidur yang tidak menentu. Parahnya lagi, kurang tidur selama kehamilan dikaitkan dengan komplikasi seperti preeklampsia dan berisiko lahir caesar.
Solusinya, segera tidurlah begitu Anda merasa capek atau ngantuk. Sering-seringlah tidur siang untuk mencukupi waktu tidur Anda.
Ibu hamil sebenarnya malah dianjurkan untuk tidur malam lebih lama dari biasanya selama trimester pertama kehamilan. Banyak tidur juga dianjurkan untuk membantu proses persalinan lebih lancar dan membuat kesehatan ibu hamil terjaga dengan baik.
Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibu hamil tidur cukup sehingga kesehatan tubuhnya tetap terjaga.
  • Mencoba posisi tidur baru.

  • Sebelum tidur, coba mandi air hangat dan minta pasangan memijat tubuh Anda yang pegal-pegal.
  • Atur suhu ruangan dan cahaya di kamar senyaman mungkin.

  • Cobalah teknik relaksasi, seperti yang mungkin telah Anda pelajari di kelas persalinan.

  • Apabila masih sulit tidur, coba untuk membaca buku, makan makanan kecil seperti buah, atau minum susu hangat

  • Berolahraga secara teratur di siang hari juga dapat membuat tidur malam jadi tidak sulit.

  • Sempatkan tidur siang sebentar sekitar 15 menit per hari. Tidur siang terlalu lama malah bisa bikin ibu hamil jadi sulit tidur di malam hari.

9. Hindari stres berlebih

Alasan kenapa tidur sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil karena salah satu manfaat pentingnya yaitu meredakan stres. Stres berat yang mengganggu pikiran dan batin ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan.

Untuk itu, coba cari tahu dulu apa yang menyebabkan Anda stres. Curahkan uneg-uneg Anda pada orang terdekat atau pasangan agar semua beban pikiran dapat berkurang.

Setelahnya, Anda bisa mencoba teknik pernapasan dalam atau meditasi untuk menghilangkan stres. Yoga saat hamil juga sama baiknya untuk membunuh rasa penat dalam jiwa, lho!

Sempatkanlah waktu untuk melakukan hal yang Anda suka dan baik untuk kesehatan agar Ibu tidak stres selama hamil.

Menonton TV, mendengarkan musik, jalan-jalan bersama pasangan atau teman, hingga merajut bisa jadi pilihan kegiatan untuk mengatasi stres yang mengganggu.

Jika stres Anda tidak tertahankan, carilah terapis atau psikolog untuk membantu Anda mencari akar masalah dan menyelesaikannya.

Jika Anda merasa kesulitan menerapkan pola hidup sehat yang telah disebutkan, mintalah dukungan dari pasangan agar semuanya terasa lebih ringan untuk dijalani.

 


Desain-tanpa-judul-38.png
01/Nov/2022

USIA SEMAKIN BERTAMBAH,INI CARA MENJAGA KESEHATAN IBU

Ibu adalah pembimbing dan pengasuh terbaik di sepanjang masa. Menjaga pasangan dan anak-anak membuat sosok ibu bahkan tidak memiliki waktu untuk memanjakan dirinya sendiri. Bahkan, di era yang sudah lebih modern ini, tidak sedikit wanita yang mengambil lebih banyak pekerjaan dari yang seharusnya.
Dalam segala hal, termasuk makanan, kesejahteraan, hingga kesehatan, ibu menjadi orang yang lebih banyak berkorban ketimbang ayah. Saat kamu sudah besar, kini saatnya membalas budi. Tidak sulit,  kamu bisa memulainya dengan menjaga kesehatan ibu dengan beberapa langkah berikut ini:

1.Mengajak Ibu Melakukan Pemeriksaan Rutin

Kesibukan menjadi ibu rumah tangga memang tidak ada habisnya. Memang terkesan berlebihan, tapi mungkin untuk sebagian ibu waktu sebanyak 24 jam rasanya kurang ketika dihadapkan dengan urusan rumah tangga. Nah, untuk menjaga kesehatan ibu, kamu bisa membuat janji temu dengan dokter lewat aplikasi Halodoc atau di rumah sakit terdekat untuk mengajaknya melakukan pemeriksaan rutin.

2. Pastikan Ibu Tetap Mengonsumsi Makanan Bergizi

Langkah menjaga kesehatan ibu selanjutnya dilakukan dengan memastikan ibu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Pastikan ibu mengonsumsi sayuran dan buah segar setiap hari agar kesehatannya selalu terjaga, Apalagi jika ibu sudah berumur. Selain makanan, pastikan asupan cairannya terpenuhi dengan baik.

3. Ajak Ibu Rutin Berolahraga

Mengajak ibu berolahraga rutin menjadi tips menjaga kesehatan ibu selanjutnya. Tidak perlu dilakukan dalam intensitas berat, cukup berjalan kaki saja mengelilingi komplek perumahan selama 30-45 menit sehari. Hal tersebut akan membuat tubuh ibu tetap sehat dan bugar meski usianya sudah tak lagi muda.

4. Bantu Ibu dalam Pekerjaan Rumah

Membantu melakukan pekerjaan rumah ternyata dapat menjaga kesehatan ibu, lo. Ibu memang tidak menuntut hal ini, rasanya sudah cukup saja menjadi pribadi yang baik dan tidak pernah membuat orang lain merasa kesulitan. Namun, sebagai seorang anak sudah semestinya kita membantu ibu tercinta.

5. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah menjaga kesehatan ibu selanjutnya. Pastikan lingkungan tempat tinggal bersih dari debu dan kotoran. Ibu juga disarankan untuk rutin mengganti pakaian, handuk, dan seprai secara rutin. Jangan lupa juga untuk mengingatkan ibu untuk rajin mencuci tangan.

6. Jadilah Teman Terbaik untuk Ibu

Langkah menjaga kesehatan ibu yang terakhir dilakukan dengan menjadi teman terbaiknya. Semakin tua, ibu semakin merasa kesepian. Ia membutuhkan teman untuk berbagi cerita, berkeluh kesah, atau berbagi kabar bahagia. Bagi kamu yang tidak tinggal bersama ibu, jangan lupa untuk selalu mengunjungi atau meneleponnya untuk menanyakan kabarnya.
Itulah beberapa langkah menjaga kesehatan ibu yang bisa kamu lakukan seiring dengan bertambahnya usia.

 


Desain-tanpa-judul-37.png
01/Nov/2022

1. Cari tahu masa subur

Langkah pertama yang perlu dilakukan saat ingin membuat anak adalah mendeteksi masa subur wanita. Pada masa subur, ovarium akan melepaskan sel telur yang telah siap dibuahi oleh sperma ke dalam tuba falopi.
Lendir serviks selama masa subur juga akan berjumlah lebih banyak, jernih, dan cair. Jumlah dan tekstur lendir serviks pada masa subur ini dianggap sebagai kondisi terbaik untuk mempermudah sperma bergerak menuju sel telur.
Masa subur dapat diketahui dengan mencatat jadwal menstruasi secara rutin atau menggunakan alat tes masa subur. Selain itu, memeriksa tekstur lendir serviks juga dapat menjadi cara untuk mengenali masa subur.

2. Lakukan hubungan intim secara rutin

Setelah mengetahui masa subur, Anda dan pasangan juga disarankan untuk melakukan hubungan seksual tiap 2–3 hari sekali pada masa ovulasi, yaitu sekitar 12–16 hari sebelum menstruasi dimulai.
Anda dan pasangan juga sebaiknya tidak menggunakan kondom atau alat kontrasepsi saat berhubungan seks. Dengan demikian, kemungkinan untuk hamil pun akan meningkat.

3. Coba posisi bercinta tertentu

Cara membuat anak selanjutnya yang dapat Anda dan pasangan lakukan adalah mencoba beberapa posisi seks tertentu, seperti posisi misionaris, dan doggy style atau penetrasi dari belakang.
Meski belum terbukti dapat mempercepat terjadinya kehamilan secara pasti, berbagai posisi seks di atas dapat mempermudah sperma masuk ke rahim dan membuahi sel telur, sehingga dianggap dapat meningkatkan peluang untuk hamil.

4. Konsumsi makanan bergizi

Mengonsumsi makanan sehat, terutama makanan dengan kandungan nutrisi yang baik untuk menyuburkan kandungan dan meningkatkan kualitas sperma, seperti asam folat, zat besi, antioksidan, asam lemak omega-3 dan zinc, dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
Asupan beragam nutrisi tersebut dapat diperoleh dari beberapa jenis makanan, seperti sayuran hijau, buah-buahan, telur, biji-bijian utuh, dan ikan salmon.

5. Jaga berat badan tetap ideal

Berat badan berlebih (obesitas) pada wanita dapat mengganggu jadwal menstruasi. Sedangkan pada pria, berat badan berlebih dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Oleh karena itu, Anda dan pasangan sebaiknya menjaga berat badan tetap ideal untuk mempermudah terjadinya kehamilan.
Selain beberapa cara di atas, Anda dan pasangan juga disarankan mencukupi waktu tidur, berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari atau 150 menit setiap minggu, berhenti merokok, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan minuman manis, untuk memperbesar kemungikinan memiliki anak.
Berbagai cara membuat anak memang dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Namun, jika Anda sudah mencoba menerapkan berbagai cara tersebut tapi tidak kunjung membuahkan hasil atau Anda dan pasangan ingin memastikan metode yang sesuai dalam membuat anak, jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Desain-tanpa-judul-36.png
01/Nov/2022

5 TIPS MENJAGA BAYI BARU LAHIR

1. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah menyentuh bayi

Salah satu cara termudah menjaga kesehatan bayi baru lahir dengan rutin cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah menyentuh bayi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bayi yang baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, jadi kalau ada yang lupa cuci tangan bisa meningkatkan risiko bayi terserang berbagai penyakit dari kuman, bakteri, hingga virus.

2. Berikan ASI eksklusif

ASI mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan bayi, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin serta mineral. ASI juga mudah diserap oleh saluran cerna bayi. Semua ini yang membuat   ASI sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi agar optimal dan mencegah stunting. Bayi baru lahir harus diberi makan setiap 2 hingga 3 jam, yang berarti GenBest perlu menyusui 8-12 kali dalam 24 jam.

3. Jaga tali pusat tetap kering

Salah satu aspek penting dalam perawatan bayi baru lahir di bulan pertama adalah perawatan tali pusat agar tidak mengalami infeksi. Untuk itu, area tali pusat harus tetap bersih dan kering. Saat memakaikan popok, jaga agar popok tidak menutupi tali pusat yang belum copot itu.
Untuk membersihkan, gunakan waslap yang telah dicelup air  hangat, lalu keringkan dengan handuk lembut. Waspadai tanda-tanda infeksi di area tali pusat, yaitu timbul kemerahan, bengkak, keluarnya cairan berbau atau bernanah, dan perdarahan di daerah pusar. Bila ada tanda-tanda itu, bawalah bayi ke dokter.

4. Jangan lupa jadwal kontrol pertama bayi

Tips lain dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir adalah tidak melupakan pemeriksaan pertama bayi. Pemeriksaan pertama penting untuk memantau kondisi kesehatan si kecil, termasuk untuk melihat ada tidaknya masalah atau gangguan pada tumbuh kembang

5. Jangan menimang bayi terlalu keras

GenBest pernah dengar tentang Shaken Baby Syndrome? Ini adalah cedera otak serius yang disebabkan oleh goncangan bayi yang dilakukan secara kasar.
Sindrom ini biasanya terjadi secara tidak sengaja, ketika seseorang mengguncang bayi/balita terlalu keras karena bayi tidak berhenti menangis. Bayi baru lahir memiliki otot leher yang lemah dan sering mengalami kesulitan menopang kepala mereka. Saat bayi diguncang dengan keras, kepalanya bergerak tak terkendali. Gerakan yang kasar bisa menghempaskan otak bayi ke bagian dalam tengkorak, menyebabkan memar, bengkak, dan pendarahan.

 


signum42.jpeg
30/Mar/2022

Persalinan yang terlalu lama bukan hanya dapat menguras tenaga, tapi juga berbahaya bagi kondisi ibu dan janin di dalam kandungan. Proses persalinan yang macet ini bisa menyebabkan ibu kelelahan, serta meningkatkan risiko bayi mengalami gawat janin, cedera, dan infeksi.

Persalinan normal dapat memakan waktu sekitar 12-18 jam pada ibu yang baru pertama kali melahirkan dan bisa beberapa jam lebih cepat pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari sekali.

Persalinan terlalu lama didefinisikan sebagai persalinan yang berlangsung lebih dari 20 jam untuk ibu yang melahirkan pertama kali. Sedangkan untuk ibu yang sudah melahirkan lebih dari sekali, persalinan disebut terlalu lama jika berlangsung selama lebih dari 14 jam.

Penyebab Proses Persalinan Menjadi Lebih Lama

Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan proses persalinan menjadi lebih lama, yaitu:

  • Penipisan leher rahim atau pembukaan jalan lahir yang berlangsung lambat.
  • Kontraksi yang muncul tidak cukup kuat.
  • Jalan lahir terlalu kecil untuk dilewati bayi, atau bayi terlalu besar untuk melewati jalan lahir tersebut. Kondisi ini disebut juga CPD (cephalopelvic disproportion).
  • Posisi bayi tidak normal, misalnya sungsang atau melintang.
  • Melahirkan anak kembar.
  • Masalah psikologis yang dialami ibu, seperti stres, takut, atau rasa khawatir berlebihan.

Kemungkinan Buruk yang Bisa Menimpa Bayi

Waktu persalinan yang berlangsung lebih lama berpotensi membahayakan kesehatan bayi. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat proses persalinan yang terlalu lama:

1. Baykekurangan oksigen di dalam kandungan

Proses persalinan yang terlalu lama bisa membuat bayi kekurangan oksigen. Semakin lama bayi kekurangan oksigen, maka akan semakin parah efek yang akan ia alami.

Beberapa hal yang mungkin dialami bayi usai persalinan bila ia kekurangan oksigen adalah kesulitan bernapas, detak jantung lemah, otot lemas atau lunglai, dan kerusakan organ, terutama otak.

Bila kondisi ini sudah parah, bayi mungkin bisa mengalami gangguan pada otak, jantung, paru-paru atau ginjal yang berpotensi membahayakan nyawanya.

2. Detak jantungnya tidak normal

Persalinan yang terlalu lama bisa membuat detak jantung bayi tidak normal. Detak jantung normal bayi yang baru lahir berkisar antara 120-160 denyut per menit. Jika detak jantung kurang dari 120 atau lebih dari 160 per menit, maka kondisi ini dapat dianggap tidak normal.

Detak jantung janin yang terlalu pelan atau cepat ini bisa jadi menandakan bahwa ia mengalami gawat janin.

3. Gangguan napas pada bayi

Proses persalinan yang lama bisa membuat bayi stres dan mengeluarkan tinja pertamanya atau mekonium. Mekonium ini bisa bercampur dengan cairan ketuban dan terhirup oleh bayi, sehingga masuk ke dalam paru-parunya. Bila hal ini terjadi, bayi bisa mengalami gangguan pernapasan.

4. Infeksi rahim

Proses persalinan yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi di dalam rahim atau ketuban yang disebut korioamnionitis. Kondisi ini terjadi ketika bakteri telah menginfeksi kantong dan cairan ketuban yang mengelilingi janin.

Air ketuban yang terinfeksi merupakan kondisi serius yang bisa membahayakan kondisi janin maupun ibu.

Selain berbahaya bagi janin, persalinan terlalu lama juga dapat membahayakan kondisi ibu. Persalinan terlalu lama ini bisa menyebabkan ibu lebih berisiko mengalami perdarahan pascapersalinan dan ruptur perineum.

Untuk membantu mempercepat proses persalinan yang terlalu lama, dokter mungkin akan mengeluarkan bayi dengan alat bantu persalinan, seperti vakum atau forcep, bila kepala bayi sudah sampai di luar vagina. Sebelum melakukan tindakan tersebut, dokter akan melakukan episiotomi untuk memperlebar jalan lahir bayi.

Jika kepala janin belum turun melewati leher rahim dan persalinan sudah berlangsung terlalu lama, maka dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk melakukan induksi peralinan atau bisa juga melahirkan dengan operasi caesar jika proses induksi gagal.

Tidak hanya selama kehamilan, proses persalinan pun perlu dipersiapkan sebaik mungkin. Dengan persiapan yang baik, ibu hamil maupun dokter dapat mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi selama proses persalinan, termasuk persalinan yang berlangsung lebih lama.

 


signum41.jpg
29/Mar/2022

Dalam kegiatan sehari-hari, cukup sering kita melihat ibu hamil sedang menggendong bayi atau anak balita. Meski bobot tubuh anak kecil dianggap tidak terlalu berat, menggendong anak saat hamil kadang tetap saja bikin khawatir. Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah hal tersebut akan memengaruhi kondisi ibu hamil?

Menggendong anak saat hamil sebenarnya tidak masalah pada kondisi-kondisi tertentu, terutama pada awal kehamilan. Dalam banyak kejadian, ibu hamil dapat mengangkat anak dengan berat 13 kg hingga ia sudah tidak merasa kuat atau nyaman. Biasanya kondisi tidak nyaman tersebut muncul pada usia kehamilan 4-5 bulan.

Meski begitu, perlu diperhatikan lagi beberapa aspek lainnya. Selain usia kehamilan, berat anak dan kondisi ibu juga harus dipertimbangkan. Ketika kehamilan semakin besar, ibu hamil tidak dianjurkan untuk sering menggendong anak karena dapat menyebabkan tekanan pada perut.

Selain itu, tidak dianjurkan pula menggendong anak dengan berat badan lebih dari 13 kg. Beban yang terlalu besar dapat membahayakan ibu hamil, apalagi bila diangkat dalam jarak jauh.

Beberapa bahaya menggendong anak saat hamil yang mungkin terjadi adalah risiko keguguran, pecah ketuban, terlepasnya plasenta dari rahim, atau kelahiran prematur.

Kondisi Ibu yang Dilarang Menggendong Anak

Pada kondisi tertentu, mengangkat anak saat mengandung tidak dianjurkan. Beberapa contoh kondisinya yaitu:

  • Memiliki riwayat keguguran berulang karena kelemahan rahim (rahim inkompeten)
  • Hamil bayi kembar
  • Hamil dengan risiko tinggi seperti posisi plasenta di bawah
  • Riwayat perdarahan dari jalan lahir
  • Ibu dengan asma, tekanan darah tinggi, varises vagina, atau wasir

Hal-hal tersebut dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau masalah kesehatan lainnya pada ibu hamil.


signum40.jpg
28/Mar/2022

Setiap Ramadan seluruh umat Islam diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa. Namun, ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak melakukan puasa, beberapa di antaranya adalah wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui. Bagaimana jika wanita hamil tetap ingin melakukan ibadah puasa?

Selama ibu dan kandungannya dinyatakan sehat oleh dokter, ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa. Asalkan saat sahur dan berbuka ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu dan kandungannya.

Perhatikan Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Saat sahur dan berbuka, ibu hamil harus tetap memperhatikan pola makan yang baik bagi ibu dan kandungan. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi tersebut, kebutuhan gizi bayi akan terpenuhi.

Perlu diingat juga untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis. Memang makanan manis bisa membantu meningkatkan kadar gula yang turun pada tubuh akibat berpuasa. Namun, pada saat kamu mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, ini juga bisa membuat kadar gula pada tubuh kembali menurun dengan cepat.

Sebaiknya kebiasaan berbuka dengan yang manis, bagi ibu hamil, diganti dengan makanan yang memiliki manis alami, misalnya dari buah-buahan. Selain memiliki manis alami, beberapa buah juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sehingga bisa menjauhkan tubuh dari dehidrasi.

Setelah berpuasa kurang lebih 12 jam, sebaiknya selama waktu berbuka ibu banyak mengonsumsi air putih. Selain sehat untuk janin, ibu juga akan terhindar dari bahaya dehidrasi. Jangan lupa konsumsi vitamin atau susu hamil saat sahur dan berbuka, sehingga bisa membantu menjaga kesehatan tubuh ibu dan janin yang ada di kandungan.

Ibu Hamil yang Tidak Diperbolehkan Puasa

Dalam beberapa kasus ibu hamil tidak diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, di antaranya:

1. Ibu Hamil Pengidap Diabetes Melitus

Ibu hamil dengan diabetes harus menjalani pola hidup yang cukup baik agar tekanan gula darah tetap stabil. Selain untuk menjaga gula darah yang stabil, ibu hamil yang mengidap diabetes biasanya harus mengonsumsi obat secara teratur dan mengatur pola makan sesuai dengan jadwal yang disarankan oleh dokter.

2. Mengeluarkan Flek atau Pendarahan

Pada saat sedang mengalami flek atau pendarahan, disarankan ibu hamil tidak melanjutkan puasanya. Dikhawatirkan pendarahan akan semakin parah jika ibu hamil tetap melakukan puasa. Selain pendarahan yang semakin parah, perkembangan dan kesehatan janin juga dikhawatirkan akan mengalami gangguan.

3. Gangguan Sistem Pencernaan

Jika ibu hamil sedang mengalami penyakit yang berhubungan dengan pencernaan, misalnya maag, ibu disarankan untuk tidak melakukan puasa. Ibu hamil yang memaksakan diri untuk puasa ditakutkan akan memperparah penyakit maag yang dialami. Tidak hanya untuk kesehatan ibu hamil saja, penyakit maag nyatanya juga bisa berbahaya untuk kesehatan janin.

4. Ibu Hamil yang Mengalami Dehidrasi

Rata-rata ibu hamil pada kehamilan trimester pertama akan mengalami morning sickness. Ternyata morning sickness bisa menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Sebab, muntah dengan intensitas yang cukup sering dapat membuat cairan dalam tubuh terbuang, sehingga menyebabkan dehidrasi. Sebaiknya, ibu yang mengalami dehidrasi harus sering mengonsumsi air atau makanan yang banyak mengandung air.


signum39.jpg
25/Mar/2022

Nyeri ulu hati saat hamil merupakan salah satu keluhan yang umum terjadi. Biasanya, nyeri ulu hati muncul setelah makan atau sebelum tidur. Jika tidak diatasi dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas ibu hamil.

Banyak ibu hamil yang mungkin sering mengalami nyeri ulu hati. Kondisi ini ditandai dengan sensasi perih atau panas di bagian tengah dada yang bisa berlangsung selama beberapa menit. Biasanya nyeri ulu hati saat hamil terjadi akibat perubahan kadar hormon progesteron.

Tingginya kadar hormon progesteron saat hamil dapat membuat katup lambung menjadi lebih lemah, sehingga asam lambung menjadi lebih mudah untuk naik kembali ke kerongkongan (refluks).

Cara Meredakan Nyeri Ulu Hati Saat Hamil

Nyeri ulu hati saat hamil sebenarnya bisa dialami di usia kehamilan berapa pun, tetapi lebih sering terjadi di kehamilan trimester kedua dan ketiga. Selain karena hormon, nyeri ulu hati yang terjadi di trimester ketiga biasanya juga disebabkan oleh ukuran bayi yang semakin membesar dan mendesak perut.

Untuk meredakan nyeri ulu hati, ada beberapa cara yang bisa Bumil lakukan, antara lain:

1. Makan dengan porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering

Untuk mencegah perut kembung dan meringankan gejala nyeri ulu hati saat hamil, Bumil disarankan untuk makan dalam porsi yang lebih sedikit tetapi sering. Jadi, alih-alih makan 3 kali sehari, usahakan makan 6 kali dalam porsi yang sedikit. Pasalnya, makan sedikit demi sedikit akan lebih mudah dicerna tubuh.

2. Konsumsi makanan dengan tekstur lunak atau cair

Saat mengalami nyeri ulu hati, sebaiknya Bumil lebih banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang lunak atau cair dengan kandungan nutrisi yang padat, seperti sup, smoothieprotein shake, puding, bubur, nasi tim, sereal, atau yogurt. Jenis makanan ini akan lebih mudah untuk dicerna oleh lambung.

3. Hindari makanan pemicu naiknya asam lambung

Bumil sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu naiknya asam lambung, yaitu:

  • Makanan asam dan pedas, seperti jeruk, nanas, tomat, bawang merah, dan bawang putih
  • Minuman bersoda dan beralkohol
  • Minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan cokelat
  • Makanan yang digoreng dan berlemak tinggi

4. Perhatikan posisi duduk saat makan

Untuk meringankan tekanan dari perut dan membantu meredakan nyeri ulu hati saat hamil, disarankan juga untuk makan dengan posisi duduk tegak dan hindari posisi bungkuk, berbaring, atau setengah berbaring hingga 1–3 jam setelah makan.

5. Gunakan pakaian longgar dan nyaman

Menggunakan baju hamil yang longgar dan nyaman bisa membuat Bumil terhindar dari rasa sesak. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari menggunakan pakaian yang ketat di bagian perut dan pinggang.

6. Tinggikan posisi kepala saat tidur

Cara lain yang mudah dilakukan untuk meredakan nyeri ulu hati saat hamil adalah posisi tidur Bumil diatur sedemikian rupa agar kepala dan bahu berada jauh lebih tinggi dari kaki. Cara ini bisa membantu asam lambung tetap turun dan memperlancar pencernaan.

Nyeri ulu hati saat hamil umumnya masih termasuk kondisi yang ringan hingga sedang. Namun, jika nyeri ulu hati tak kunjung membaik meski Bumil sudah melakukan hal-hal di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan agar diberikan penanganan yang aman dan sesuai penyebabnya.


signum38.jpg
23/Mar/2022

Untuk mempertahankan dan menjaga posisinya, rahim disangga oleh jaringan ikat yang disebut ligamen. Pada ibu hamil, pertambahan ukuran rahim dapat membuat ligamen ini menegang, sehingga muncul rasa nyeri pada perut bawah. Nyeri perut bawah ini lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.

Nyeri yang biasanya berlangsung beberapa detik ini akan semakin terasa jika Bumil melakukan gerakan mendadak, misalnya tiba-tiba berdiri, tertawa, batuk, bersin, ataupun berguling di tempat tidur. Meski hanya berlangsung selama beberapa detik atau menit, nyeri perut bawah biasanya akan muncul secara berulang.

Meredakan Nyeri Perut Bagian Bawah

Umumnya nyeri perut bagian bawah dapat Bumil tangani sendiri di rumah. Cobalah terapkan beberapa langkah di bawah ini untuk meredakannya:

1. Olahraga teratur

Selain melakukan yoga untuk ibu hamil, Bumil juga dapat melakukan olahraga ringan, misalnya berjalan santai di sekitar rumah. Lakukan juga peregangan, misalnya dengan posisi berlutut dan menungging selama beberapa detik atau beberapa menit.

Namun perlu diingat, beberapa gerakan olahraga justru dapat memperparah sakit perut bagian bawah. Oleh karena itu, berkonsultasilah dahulu dengan dokter untuk mengetahui gerakan yang aman dilakukan.

2. Gunakan kompres hangat

Untuk meredakan rasa sakit, Bumil dapat menempatkan kompres hangat pada bagian bawah perut. Caranya adalah dengan menempelkan handuk yang sudah dicelupkan ke air hangat, ke bagian yang terasa nyeri.

Bumil juga bisa mengompres bagian bawah perut dengan botol plastik yang diisi air hangat dan dibungkus kain atau handuk. Namun, jangan sampai suhunya terlalu panas ya, Bumil, karena berisiko membahayakan janin.

3. Konsumsi obat pereda rasa sakit

Jika perlu, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah Bumil boleh mengonsumsi obat pereda nyeri. Jangan sembarangan mengonsumsi obat tanpa resep dokter, karena obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil dapat menimbulkan efek samping pada janin di dalam kandungannya.

4. Lakukan perubahan untuk beradaptasi

Jika rasa nyeri muncul saat Bumil berguling ke sisi tempat tidur untuk bangun, cobalah untuk bergerak dengan lebih perlahan. Selain itu, saat akan bersin atau batuk, membungkuklah sedikit untuk mengurangi tarikan pada ligamen di sekitar rahim.

Namun jika nyeri perut bawah dirasa sangat mengganggu, tidak kunjung membaik dalam waktu beberapa jam, atau tidak bisa ditangani sendiri, Bumil disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter. Apalagi jika rasa nyeri ini disertai:

  • Demam
  • Perdarahan dari vagina
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Susah berjalan

Meskipun nyeri dapat reda dengan penanganan secara mandiri, Bumil tetap perlu memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi dokter menemukan bahwa nyeri perut bawah yang Bumil alami adalah gejala dari kondisi yang lebih serius, seperti kehamilan ektopik, hernia, gangguan plasenta, usus buntu, atau infeksi saluran kemih.


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.