fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
artikel.png
23/Jan/2025

Banyak pria merasa malu untuk membicarakan masalah kesehatan mereka, terutama setelah bertambahnya usia. Namun, penting untuk diingat bahwa disfungsi ereksi (DE) adalah kondisi yang umum dan dapat diobati.

 

Metode pengobatan disfungsi ereksi

Ada beberapa metode untuk mengatasi disfungsi ereksi yang telah terbukti berhasil. Ada berbagai jenis pengobatan, termasuk terapi medis dan pendekatan yang lebih holistik.

Berikut adalah beberapa pendekatan yang mungkin dipertimbangkan.

Obat oral

Obat oral seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), dan vardenafil (Levitra) membantu banyak pria. Obat ini meningkatkan aliran darah ke penis saat terangsang, yang dapat membantu ereksi

Hormonal Therapy

Terapi penggantian testosteron dapat membantu disfungsi ereksi jika penyebabnya adalah masalah hormonal. Pria dengan kadar hormon testosteron rendah sering disarankan untuk terapi ini.

Terapi melalui injeksi

Bagi mereka yang tidak mendapatkan hasil yang baik dari pengobatan oral, injeksi langsung ke dalam penis kadang-kadang dapat membantu mencapai ereksi.

Alat bantu

Selain itu, ada perangkat vakum yang dapat membantu mencapai ereksi dengan meningkatkan tekanan di sekitar penis sehingga darah dapat mengalir masuk ke dalamnya.

Psikoterapi

Selain itu, sangat penting untuk menangani masalah mental yang menyebabkan disfungsi ereksi. Pria yang mengalami kecemasan atau stres terkait masalah seksual dapat mendapatkan bantuan dari terapis kesehatan mental. Según NIDDK, terapi psikologis dapat membantu pria yang mengalami disfungsi ereksi sebagai akibat dari stres, kecemasan, atau depresi.

 

Faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi

Banyak faktor fisik dan psikologis dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang harus Anda ketahui.

Kondisi kesehatan

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mempengaruhi saraf dan aliran darah. Berikut adalah beberapa contohnya.

  • Diabetes: Pria dengan diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami disfungsi ereksi karena diabetes dapat merusak saraf dan pembuluh darah yang diperlukan untuk mencapai ereksi.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi): hipertensi dapat menyulitkan pria untuk ereksi karena aliran darah ke penis terganggu.
  • Penyakit jantung: Kesehatan pembuluh darah dan aliran darah sangat penting untuk fungsi ereksi yang sehat, tetapi ini dapat terpengaruh oleh penyakit jantung.
  • Gangguan Hormonal: Ketidakseimbangan hormon, terutama rendahnya kadar testosteron, dapat menyebabkan masalah seksual, termasuk disfungsi ereksi.

Psikologis

Disfungsi ereksi yang terkait dengan masalah psikologis berikut juga dapat diatasi dengan terapi.

  • Stres: Stres yang berasal dari pekerjaan, hubungan, atau masalah keuangan dapat menyebabkan ketegangan dan mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi secara seksual. Menurut Yale Medicine, ketika seorang pria merasa cemas tentang kemampuan mereka untuk berfungsi secara seksual, stres ini dapat mengganggu proses fisik yang diperlukan untuk ereksi.
  • Kecemasan: Kecemasan, baik terkait dengan aktivitas seksual atau hal-hal lain dalam hidup, dapat menyebabkan siklus negatif yang memperburuk disfungsi ereksi.
  • Depresi: Depresi tidak hanya memengaruhi mood Anda, tetapi juga dapat mengurangi libido Anda dan mengganggu kemampuan Anda untuk berhubungan seks.
  • Rasa malu atau takut: Perasaan negatif tentang diri sendiri atau takut akan penolakan dapat menyebabkan masalah psikologis yang menghalangi aktivitas seksual yang sehat.

Lifestyle yang tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat seperti yang disebutkan di bawah ini dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh, termasuk kemampuan untuk ereksi.

  • Merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah, yang merupakan faktor yang berkontribusi pada masalah aliran darah ke penis.
  • Konsumsi berlebihan alkohol: Alkohol dapat menekan sistem saraf pusat, menyebabkan disfungsi ereksi, dan mengganggu fungsi seksual.
  • Kurangnya aktivitas fisik: masalah kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup sedenter atau tidak berolahraga dapat berdampak negatif pada kemampuan ereksi.
  • Obesitas: Berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan masalah hormonal dan meningkatkan risiko kondisi medis lain yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.

Pengobatan dan obat

Efek samping pada sistem reproduksi, seperti disfungsi ereksi, dapat muncul sebagai akibat dari terapi dan beberapa obat.

  • Obat-obatan tertentu: Efek samping yang dapat mengganggu fungsi seksual dapat disebabkan oleh beberapa obat, seperti antidepresan dan obat tekanan darah tinggi. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda tentang efek samping ini.
  • Kondisi pasca-operasi: kerusakan pada saraf atau pembuluh darah yang diperlukan untuk ereksi dapat terjadi akibat beberapa prosedur bedah, terutama yang melibatkan area panggul.

Kombinasi faktor

NIDDK menyatakan bahwa gangguan fisik, mental, atau keduanya dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Ini menunjukkan bahwa satu komponen dapat memperburuk yang lain. Misalnya, masalah kesehatan fisik dapat disebabkan oleh stres, dan sebaliknya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan terapi kejantanan pria dengan pendekatan yang menyeluruh. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami masalah ini.

Perubahan positif dan pemulihan kepercayaan diri dalam kehidupan seksual dapat dicapai melalui terapi dan dukungan emosional yang tepat. Jika Anda seorang pria dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang pengobatan disfungsi ereksi, jangan ragu untuk menghubungi profesional. Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan seksual Anda, dan itu penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya

 


artikel-3.png
22/Jan/2025

Para wanita sering bertanya tentang mengapa mereka memiliki haid yang tidak teratur. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya jika terjadi hanya sekali-kali. Haid tidak teratur dapat menjadi akibat dari kondisi medis tertentu yang memerlukan perawatan medis jika terjadi selama lebih dari tiga bulan berturut-turut.

Wanita dengan siklus haid normal biasanya haid sekali dalam sebulan. Siklus haid wanita biasanya terjadi setiap 21–35 hari dengan durasi sekitar 3–7 hari. Jika kurang atau lebih dari waktu ini, wanita tersebut dianggap mengalami siklus haid tidak teratur.

Pada dua tahun pertama setelah pubertas, wanita biasanya mengalami haid tidak teratur. Hormon yang tidak seimbang bisa menjadi penyebabnya. Namun, jika haid tidak teratur terus terjadi setelah waktu tersebut, hal ini

 

Alasan Kenapa Haid Tidak Teratur

Berikut ini adalah beberapa penyebab kenapa haid tidak teratur:

Stres

Stres adalah penyebab paling umum gangguan haid. Ini karena stres dapat mengganggu fungsi hipotalamus, bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus haid. Stres juga dapat menyebabkan tubuh menghasilkan hormon kortisol secara berlebihan, yang mengganggu siklus haid.

Pubertas

Remaja perempuan yang baru memasuki masa pubertas sering mengalami siklus haid yang tidak teratur. Ini karena kadar hormon estrogen dan progesteron yang belum stabil selama dua tahun pertama pubertas, yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus haid.

Olahraga berat

Berolahraga secara teratur baik untuk kesehatan tubuh, tetapi jika terlalu sering atau terlalu intens, tubuh dapat mengalami stres, yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon menstruasi.

Peningkatan berat badan secara drastis

Peningkatan berat badan secara drastis dapat menjadi penyebab haid tidak teratur. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan hormon estrogen dalam tubuh, yang menyebabkan siklus haid tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali.

Efek samping alat kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, juga dapat mengalami siklus haid yang terganggu. Penggunaan pil KB dimaksudkan untuk mencegah ovulasi, yang berarti sel telur tidak dapat dilepaskan dari tubuh. Namun, haid yang tidak teratur adalah salah satu efek samping yang dapat terjadi ketika berhenti menggunakan pil KB.

Perimeopause

Apabila Anda berusia 40 tahun atau lebih, perimenopause bisa menjadi penyebab haid tidak teratur. Ini karena ovarium menghasilkan lebih sedikit hormon estrogen, yang mempengaruhi siklus haid normal.

Gangguan tiroid

Faktor lain yang dapat menyebabkan haid yang tidak teratur adalah hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid) atau hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid). Hormon tiroid mempengaruhi semua jaringan tubuh, termasuk hormon estrogen, dan memainkan peran penting dalam proses metabolisme. Ini dapat menyebabkan gangguan siklus haid atau bahkan tidak haid sama sekali.

Penyakit radang panggul

Infeksi bakteri pada organ reproduksi wanita disebut radang panggul. Ini terjadi ketika bakteri masuk ke panggul dari vagina, menyebabkan peradangan di area tersebut. Radang panggul juga dapat menyebabkan siklus haid yang tidak teratur dan perdarahan di luar menstruasi.

Endometriosis

Endometriosis adalah salah satu alasan haid tidak teratur. Kondisi ini terjadi ketika endometrium, atau lapisan dalam dinding rahim, berkembang di bagian luar dinding rahim. Endometriosis dapat menyebabkan nyeri haid yang tidak tertahankan dan siklus haid yang tidak teratur.

Kista ovarium

Kista ovarium adalah benjolan yang mengandung cairan yang tumbuh di indung telur wanita. Kondisi ini dapat terjadi karena pertumbuhan sel yang tidak normal atau karena proses siklus haid itu sendiri. Penderita biasanya tidak mengalami gejala apa pun ketika kista ukurannya kecil. Jika ukuran kista meningkat, itu akan mengganggu aliran darah ke ovarium dan mengganggu siklus haid yang normal. Jika ini terjadi, gejala baru akan muncul. Selain haid yang tidak teratur, wanita yang mengalami kista ovarium dapat mengalami beberapa gejala berikut: nyeri panggul yang hilang timbul, perut kembung, nyeri saat haid, atau perdarahan dari vagina.

 

Cara Mengatasi Haid Tidak Teratur

Penanganan ketidakteraturan haid biasanya disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Tidak ada pengobatan khusus yang diperlukan karena haid tidak teratur yang terjadi selama masa pubertas dan perimenopause adalah hal yang umum.

Dokter akan menyarankan gaya hidup sehat untuk membantu mengatasi haid tidak teratur, di antaranya: Namun, stres, peningkatan berat badan, dan olahraga yang berlebihan dapat menyebabkan haid tidak teratur:

  • Mengubah tampon atau pembalut setiap empat hingga enam jam.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mencukupi waktu tidur sebanyak enam hingga delapan jam setiap hari.
  • Mengendalikan stres dengan baik.
  • Berolahraga secara rutin, setidaknya 150 menit setiap minggu

Haid yang tidak teratur harus ditangani langsung oleh dokter jika terjadi karena efek samping alat kontrasepsi atau penyakit medis lainnya. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk mengatasi keluhan tersebut.

Jika siklus haid Anda tidak teratur atau tidak teratur selama 3 bulan berturut-turut, atau jika haid Anda berlangsung lebih dari 7 hari, atau jika Anda mengalami perdarahan abnormal di antara siklus haid Anda, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa Anda untuk mengetahui penyebab haid Anda yang tidak teratur dan memberikan perawatan yang tepat untuk masalah Anda.

 

Kesimpulan

Haid tidak teratur adalah kondisi yang umum, terutama selama masa pubertas dan perimenopause. Namun, jika terjadi secara terus-menerus atau disertai dengan gejala lain, itu mungkin merupakan masalah medis yang perlu ditangani. Beberapa penyebabnya termasuk stres, perubahan hormon, olahraga berlebihan, peningkatan berat badan yang signifikan, gangguan tiroid, atau kondisi seperti kista ovarium dan endometriosis.

 

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-20T150834.103.png
20/Jan/2025

Wanita yang tidak memiliki siklus haid sering dikaitkan dengan kehamilan, tetapi itu tidak selalu berarti kehamilan. Tidak haid atau telat menstruasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Seberapa sering wanita tidak haid? Perhatikan penjelasannya.

 

Penyebab Tidak Haid

Siklus menstruasi wanita berbeda-beda dan biasanya berkisar antara 21 dan 35 hari, dengan periode pendarahan rata-rata 2 hingga 8 hari. Namun, wanita dengan siklus haid yang tidak normal mungkin mengalaminya lebih cepat atau sebaliknya.

Meskipun Anda harus lebih waspada, telat haid mungkin normal bagi wanita dengan siklus haid yang tidak normal. Meskipun banyak penyebab, mulai dari hormon, stres, hingga kekurangan gizi, namun ada kemungkinan bahwa salah satu penyebab telat haid atau tidak haid adalah akibat dari kondisi medis tertentu yang memerlukan perawatan medis.

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan Anda tidak mendapatkan siklus menstruasi dapat dikurangi, dan ini adalah cara untuk mengatasi kondisi ini.

Stress

Stres mengganggu hipotalamus, bagian otak yang mengatur siklus menstruasi, yang menyebabkan siklus haid terlambat. Stres juga dapat menyebabkan beberapa kondisi lainnya. Jika Anda mengalami stres, Anda dapat menguranginya dengan merelaksasi diri atau melakukan hobi Anda.

Hamil

Kehamilan adalah salah satu alasan mengapa seorang wanita tidak haid. Tanda kehamilan adalah menstruasi yang tidak teratur. Apakah telat haid selalu berarti kehamilan? Belum tentu. Anda harus mengingat kapan terakhir Anda melakukan hubungan seksual dan menstruasi Anda. Selain tidak haid, tanda-tanda kehamilan lainnya seperti bengkak di payudara, nyeri, mual, dan kelelahan. Anda dapat segera melakukan pemeriksaan tanda kehamilan dengan alat tes kehamilan jika Anda mengalami beberapa gejala ini.

Sindrom ovarium polikistik, juga dikenal sebagai PCOS

Sindrom ovarium polikistik, atau PCOS, adalah ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak hormon pria, yaitu hormon androgen. Kondisi ini menyebabkan haid tidak teratur pada wanita.

Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan siklus menstruasi terlambat atau tidak sama sekali. PCOS dapat mengganggu kesuburan jika tidak ditangani. Tes Anti-Mullerian Hormone (AMH) adalah salah satu cara untuk mendiagnosis PCOS. Pemeriksaan hormon AMH juga dapat membantu Anda mengetahui alasan mengapa Anda tidak memiliki menstruasi. Kadar rendah hormon ini biasanya menunjukkan bahwa cadangan ovarium atau jumlah sel telur pada wanita rendah.

Gangguan tiroid

Kelenjar tiroid mengeluarkan hormon untuk mengatur metabolisme tubuh dan membantu perkembangan organ seperti otak, jantung, dan organ reproduksi berfungsi secara normal. Siklus haid dipengaruhi oleh gangguan tiroid, baik hipotiroid maupun hipertiroid. Kelelahan, rambut rontok, dan perubahan berat badan adalah tanda lain dari gangguan tiroid.

Berat badan yang tidak biasa

Berlebihan atau kekurangan berat badan karena perubahan hormon tubuh adalah salah satu penyebab tidak haid. Kondisi ini dapat menghentikan ovulasi, yang dapat menyebabkan telat haid. Berat badan yang dianggap normal memiliki indeks massa tubuh (IMT) antara 18,5 dan 24,9. IMT dapat diperoleh dengan membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan. Anda dapat menggunakan kalkulator BMI untuk lebih mudah menghitung IMT.

KB menggunakan hormon

Penggunaan kontrasepsi hormonal dapat berdampak pada siklus menstruasi yang tidak teratur. Meskipun reaksi setiap wanita berbeda-beda, penggunaan kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan wanita tidak mengalami menstruasi sama sekali. Pil KB dan suntik KB dapat menyebabkan menstruasi terlambat, jadi Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengganti alat kontrasepsi Anda.

Menopause pada usia dini

Wanita akan mengalami fase menopause pada rentang usia 45 hingga 55 tahun. Namun, terkadang ada wanita yang mengalaminya di bawah usia 40 tahun, yang disebut menopause dini. Fase perimenopause terjadi dua hingga delapan tahun sebelum Anda memasuki masa menopause.

Pada tahap ini, Anda mungkin mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur hingga menstruasi Anda benar-benar berhenti. Tes hormone menopause (AMH), yang memeriksa tingkat AMH dalam darah seseorang, dapat membantu mengidentifikasi penyebab menopause dini. Ini karena kadar AMH di dalam darah akan menurun sehingga kala menopause tidak lagi dapat diidentifikasi.

Penyakit jangka panjang

Penyakit celiac adalah salah satu jenis penyakit kronis yang dapat menyebabkan siklus menstruasi terlambat dan diare, dehidrasi, dan siklus menstruasi yang terlambat.

Siklus menstruasi yang tidak sesuai dengan standar

Siklus menstruasi yang tidak teratur adalah salah satu alasan mengapa seseorang tidak mengalami haid. Siklus yang tidak teratur dapat menyebabkan waktu menstruasi yang lebih lama atau volume darah yang keluar lebih banyak dari biasanya.

Mungkin jadwal menstruasi Anda tidak selalu sama setiap bulannya, tetapi jika Anda mengalami siklus haid yang lebih lama atau berkepanjangan, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Bagaimana Mengidentifikasi Penyebab Tidak Haid?

Tes Anti-Mullerian Hormone (AMH) adalah salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan jika siklus haid Anda tidak muncul. Tes ini disarankan untuk beberapa alasan, seperti:

  • Mengevaluasi faktor-faktor yang menyebabkan menstruasi tidak teratur.
  • Mencari faktor yang menyebabkan menopause dini pada wanita berusia di bawah 51 tahun.
  • Menentukan diagnosis PCOS, atau sindrom ovarium polikistik.
  • Monitor kondisi kesehatan dan perkembangan pemulihan pasien kanker ovarium, cedera ovarium setelah terapi radiasi atau pembedahan.
  • Menunjukkan potensi kehamilan alami.
  • Memprediksi reaksi ovarium terhadap stimulasi selama program tabung bayi.
  • Tahu berapa banyak sel telur yang dapat diambil setelah stimulasi program bayi tabung.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-18T121240.294.png
18/Jan/2025

Semua wanita akan mengalami fase menopause, yang terjadi ketika siklus menstruasi mereka secara alami berhenti pada usia empat puluh lima hingga lima puluh tahun. Sebelum wanita masuk ke fase menopause, mereka akan mengalami periode transisi yang disebut perimenopause. Bagaimana cara menghitung tanggal menopause wanita?

 

Cara Menghitung Menopause

Menopause, yang merupakan fase alami dari proses penuaan, adalah tanda bahwa masa reproduksi wanita telah berakhir. Kondisi ini terjadi ketika indung telur, juga dikenal sebagai ovarium, berhenti melepaskan sel telur. Ini menghentikan proses menstruasi. Wanita yang mengalami menopause tidak dapat hamil lagi.

Ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama dua belas bulan berturut-turut, meskipun sebelumnya menstruasinya normal dan teratur, itu adalah tanda menopause. Selain itu, sebelum benar-benar mengalami menopause, masa transisi perimenopause berlangsung selama empat hingga sepuluh tahun.

Bottom of Form

Wanita yang memasuki menopause mengalami penurunan frekuensi haidnya hingga akhirnya berhenti secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya disertai dengan penurunan estrogen dalam tubuh wanita. Menopause dapat terjadi pada kapan saja. Wanita mungkin mengalami menopause lebih awal dari usia empat puluh tahun, atau menopause dini.

Meskipun menopause tidak dapat diprediksi, kondisi ini dapat muncul pada usia 45 hingga 50 tahun. Tidak ada rumus yang dapat digunakan untuk menghitungnya. Namun, Anda dapat memperlambat perkembangan kondisi ini jika Anda menjalani gaya hidup sehat.

Kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH) di dalam darah adalah cara untuk mengetahui penyebab menopause. Kadar ini menunjukkan jumlah sel telur yang tersisa di dalam ovarium wanita. Kadar AMH di dalam darah akan menurun bahkan ketika tidak lagi terlihat.

 

Faktor yang Meningkatkan Munculnya Menopause

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya menopause pada seorang wanita, seperti:

Merokok

Kebiasaan merokok meningkatkan risiko wanita mengalami menopause. Hal ini disebabkan oleh bahan berbahaya yang ada di dalamnya. Selain itu, kebiasaan minum alkohol atau terpapar bahan kimia seperti pestisida dan bahan kimia berbahaya.

Memiliki riwayat pembedahan atau operasi di daerah rahim

Wanita yang pernah menjalani pembedahan di daerah rahim lebih rentan mengalami menopause.

Terapi kanker

Wanita yang menjalani terapi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi dapat mengalami menopause dini, tetapi menopause ini mungkin hanya bersifat sementara.

Faktor genetik

Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat menopause dini, maka kemungkinan Anda juga akan mengalami kondisi ini juga. Kelainan genetik seperti sindrom Turner dan sindrom fragile X juga dapat meningkatkan peluang ini.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Gejala Menopause?

Menopause tidak dapat diprediksi dan dapat muncul secara tiba-tiba. Namun, wanita terlebih dahulu memasuki fase perimenopause dan mengalami beberapa gejala atau tanda jelang menopause sebelum memasuki fase ini. Meskipun demikian, menjalani pola hidup sehat dapat membantu mengatasi gejala tersebut.

Asupan Vitamin D dan kalsium yang cukup

Salah satu tanda menopause adalah perubahan hormonal yang dapat menyebabkan tulang menjadi lebih lemah dan meningkatkan risiko osteoporosis. Anda dapat menjaga kesehatan tulang Anda lebih baik dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D yang cukup. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Therapeutic Advances in Endocrinology and Metabolism menyatakan bahwa konsumsi vitamin D yang cukup selama pascamenopause dapat meminimalkan risiko terkena osteoporosis. Sinar matahari adalah sumber utama vitamin D alami. Sinar matahari pagi dapat memberikan asupan vitamin D yang cukup untuk kulit dan tulang.

Anda juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin D Anda dengan mengonsumsi suplemen atau makanan tambahan. Telur, ikan, minyak ikan kod, dan lainnya adalah beberapa contoh makanan yang mengandung vitamin D. Makanan yang mengandung kalsium juga dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang, sehingga

Konsumsi buah dan sayur

Mengatasi gejala menopause dengan makan banyak buah dan sayur dapat membantu Anda. Mengonsumsi sayur dan buah dapat mengurangi risiko osteoporosis dan penyakit jantung yang meningkat setelah menopause, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition.

Hindari makanan manis atau pedas

Makanan pedas, manis, mengandung kafein atau alkohol dianggap dapat meningkatkan risiko gejala menopause, hot flashes, yang merupakan sensasi hangat atau panas yang muncul secara tiba-tiba di seluruh tubuh. Dengan menghindari jenis makanan ini, Anda dapat mengurangi risiko munculnya gejala menopause, hot flashes.

Hindari makanan manis dan olahan

Perubahan suasana hati adalah salah satu gejala menopause. Makan makanan manis dan olahan dapat menyebabkan gula darah meningkat, yang membuat Anda lelah dan tersinggung lebih cepat. Ini juga dapat memperburuk gejala lain menopause yang Anda alami. Sebuah studi yang diterbitkan oleh The American Journal of Nutrition menunjukkan bahwa diet yang mengandung karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko depresi pada wanita pascamenopause.

 

Kesimpulan

Meski begitu, bukan tidak mungkin Anda mengalami menopause dini. Cara menghitung menopause tergantung pada usia kapan kondisi tersebut muncul. Jika Anda mengalami gejala awal menopause, jangan khawatir bahwa Anda akan melaluinya dengan baik. Anda harus tetap menjaga pola hidup sehat dan tetap menjaga pola makan yang sehat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-16T113724.795.png
16/Jan/2025

Hormon reproduksi memiliki peranan penting pada sistem reproduksi pria maupun wanita. Hormon ini erat kaitannya dengan kesuburan dan seksualitas, dan biasanya mulai diproduksi dan bekerja sejak memasuki usia remaja. Hormon-hormon inilah yang memengaruhi perubahan fisik yang terjadi saat memasuki masa pubertas. Apa saja jenis hormon reproduksi yang terdapat pada pria dan wanita?

Jenis Hormon Reproduksi

Hormon reproduksi adalah zat kimia yang membantu menjalankan fungsi sistem reproduksi. Hormon reproduksi memiliki peranan penting dalam proses kerja organ seksual hingga memiliki peran dalam proses pembuahan. Ada beberapa jenis hormon reproduksi yang dimiliki pria dan wanita, dan masing-masing memiliki peran penting dalam sistem reproduksi :

Hormon testosterone

Salah satu hormon reproduksi pria yang dibuat oleh testis adalah hormon testosteron. Meskipun disebut sebagai hormon laki-laki, wanita juga memiliki hormon ini, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil. Hormon testosterone memiliki peran penting dalam proses produksi sperma, pengendalian gairah seksual, kepadatan tulang, dan massa otot. Pada wanita, hormon testosterone berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang, mengontrol gairah seksual, mengontrol suasana hati, dan bahkan dapat meringankan nyeri. Bottom of Form

Hormon estrogen

Salah satu hormon reproduksi wanita dibuat oleh indung telur (ovarium). Hormon estrogen bertanggung jawab atas perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja ketika mereka memasuki masa pubertas, mulai dari pertumbuhan payudara hingga siklus menstruasi.

Hormon ini juga diproduksi oleh plasenta pada saat seorang wanita hamil untuk membantu menjaga kesehatan ibu hamil. Hormon ini juga mengatur pertumbuhan tulang dan kadar kolesterol. Meskipun begitu, hormon ini juga ditemukan pada pria, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit. Pria memiliki hormon estrogen yang memengaruhi kesehatan sperma mereka.

Hormon progesterone

Hormon progesteron, salah satu hormon reproduksi wanita, dibuat oleh kelenjar adrenal dan ovarium. Hormon ini memiliki peran penting dalam proses kehamilan karena membantu mempersiapkan dinding rahim (endometrium) untuk mengembangkan sel telur yang telah dibuahi oleh sperma. Selain itu, hormon ini juga dapat membantu melancarkan pemberian nutrisi ke janin melalui pembuluh darah.

Luteinizing Hormone (LH)

Hormon luteinizing (LH) adalah hormon reproduksi yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis dan memiliki peran penting pada organ reproduksi, yaitu ovarium wanita dan testis pria. Pada wanita, hormon LH bertanggung jawab untuk memicu pelepasan sel telur dari ovarium dan mengontrol siklus menstruasi. Pada pria, hormon LH akan merangsang produksi testosterone, yang dapat membantu produksi sel telur.

Follicle Stimulating Hormone

Baik pria maupun wanita memiliki hormon stimulasi folikel (FSH), yang dibuat oleh kelenjar hipofisis di otak. Hormon ini, seperti hormon reproduksi lainnya, memainkan peran penting dalam menjalankan fungsi organ reproduksi. Pada wanita, fungsi FSH membantu mengatur ovulasi dan siklus menstruasi.

Hormon FSH berperan dalam proses pembentukan sel telur di ovarium, sementara hormon FSH dibutuhkan sel Sertoli di testis untuk memproduksi protein pengikat androgen untuk membentuk sperma yang sehat. Hormon ini akan memengaruhi perubahan fisik yang terjadi pada saat remaja memasuki masa pubertas.

Gonadotropin-releasing hormone (GnRH)

Hormon ini bertanggung jawab atas kesuburan pria dan wanita. Hormon GnRH dibuat di bagian otak yang disebut hipotalamus. Kadar hormon ini meningkat saat seseorang memasuki masa pubertas. Hormon FSH dan LH adalah hormon yang dilepaskan dari kelenjar pituitary. Hormon-hormon ini mengontrol produksi sel telur wanita dan produksi sperma pria.

Anti-Mullerian Hormone (AMH)

Salah satu hormon yang diproduksi oleh organ reproduksi baik pria maupun wanita adalah anti-Mullerian hormon (AMH). Pada wanita, hormon ini menunjukkan jumlah sel telur yang tersisa di dalam ovarium. Kadar AMH di dalam darah berangsur menurun seiring bertambahnya usia dan tidak akan lagi dilihat sampai menopause, kata dr. Thomas Chayadi, Sp.OG dari Bocah Indonesia.

 

Gejala Ketidakseimbangan Hormon

Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari bahwa gejala yang mereka alami merupakan tanda dari gangguan hormonal yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh hingga memengaruhi kondisi kesuburan.

Berikut gejala atau tanda-tanda Anda mengalami ketidakseimbangan hormon.

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Suasana hati yang mudah berubah/mood swing.
  • Mudah kelelahan.
  • Perubahan nafsu makan yang drastis.
  • Menurunnya gairah seksual.
  • Hilangnya massa otot.
  • Sulit mempertahankan ereksi.

 

Adakah Pengaruh Keseimbangan Hormon pada Kesuburan?

Tidak diragukan lagi, hormon reproduksi memainkan peran penting dalam kesuburan wanita dan pria. Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah yang mengganggu kesuburan.

Wanita biasanya memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sebagai gejala ketidakseimbangan hormon reproduksi, sementara pada pria, ketidakseimbangan hormon reproduksi dapat menyebabkan penurunan gairah seksual hingga masalah dengan fungsi testis.

Hormon reproduksi pada dasarnya saling berhubungan, sehingga jika salah satunya mengalami masalah, yang lain dapat menyebabkan masalah kesuburan.

 

Bagaimana Cara Menjaga Keseimbangan Hormon?

Dengan mengikuti gaya hidup yang sehat, Anda dapat memastikan bahwa hormon reproduksi Anda tetap sehat. Mengelola stres dengan baik, berolahraga secara teratur, tidur dengan cukup, dan makan makanan yang kaya akan nutrisi dan gizi. Kurangi penggunaan alkohol dan merokok. Disarankan untuk melepaskan kebiasaan tersebut perlahan. Rokok dapat membahayakan kesehatan reproduksi pria dan wanita karena kandungan berbahayanya.

 

Kesimpulan

Jenis hormon reproduksi adalah zat kimia penting yang mengatur fungsi sistem reproduksi pria dan wanita. Ketidakseimbangan hormon menyebabkan masalah kesuburan, proses pubertas, dan menjaga keseimbangan organ reproduksi.

Berikut adalah ringkasan gejala ketidakseimbangan hormon, dampaknya pada kesuburan, dan cara menjaga keseimbangan hormon. Menjaga keseimbangan hormon reproduksi sangat penting untuk kesehatan reproduksi dan kesuburan. Perubahan dalam gaya hidup yang sehat dapat membantu memastikan bahwa hormon tetap bekerja dengan baik.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-09T170233.332.png
09/Jan/2025

Salah satu penyebab infertilitas yang tidak dijelaskan adalah ketidakjelasan infertilitas, yang menghalangi pasangan suami istri untuk memiliki keturunan meskipun hasil pemeriksaan lengkap menunjukkan hasil yang normal.

Bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu tahun, ada banyak faktor yang dapat menghambat kehamilan, salah satunya infertilitas yang tidak dijelaskan. Sekitar 10% pasangan suami istri mengalami infertilitas idiopatik atau tidak dijelaskan. Apa sebenarnya ketidakjelasan ketidaksuburan?

 

Mengenal Unexplained Infertility

Pasangan suami istri dapat dianggap mengalami masalah infertilitas ketika mereka telah menikah dan melakukan hubungan seksual selama satu tahun namun tidak kunjung hamil. Di sisi lain, ketidakjelasan infertilitas adalah ketika pasangan suami istri belum mendapatkan keturunan setelah melakukan pemeriksaan lengkap yang dinyatakan normal dan mendapatkan perawatan selama dua tahun namun tidak kunjung hamil. Kondisi ini terjadi ketika pasangan suami istri telah melakukan pemeriksaan kesuburan tetapi tidak mendapatkan hasil yang baik.

Pasangan suami istri yang didiagnosis infertilitas idiopatik menjalani pemeriksaan lengkap, termasuk analisis semen, evaluasi fungsi ovulasi, dan uji patensi tuba, tetapi tidak kunjung hamil.

Pasangan yang mengalami infertilitas idiopatik memiliki tingkat keberhasilan kehamilan yang sangat tinggi, menurut Oxford Academic.

 

Apakah Pasangan dengan Unexplained Infertility Bisa Hamil?

Meskipun infertilitas idiopatik yang diderita oleh pasangan suami istri tidak disebabkan oleh faktor yang diketahui, ini tidak berarti bahwa Anda tidak dapat hamil. Dr. Thomas Chayadi, Sp.OG, dokter kandungan di Bocah Indonesia, mengungkapkan bahwa pasien dengan infertilitas idiopatik dapat hamil dengan beberapa cara, seperti secara alami melalui teknologi berbantu inseminasi intrauterine (IUI) atau bayi tabung (IVF).

Dr. Thomas Chayadi, Sp.OG, menyatakan bahwa ketidaksuburan yang tidak dijelaskan hanya dapat hamil melalui berbagai metode, seperti upaya alami, inseminasi intrauterine, atau inseminasi in vitro (IVF).

Pasangan yang mengalami infertilitas idiopatik dan ingin memiliki anak dapat menangani masalah mereka dengan beberapa cara berikut:

Program hamil alami

Program hamil alami adalah salah satu metode pengobatan bagi pasangan yang mengalami infertilitas yang tidak dijelaskan. Pada masa subur, ayah bunda disarankan untuk melakukan hubungan seksual secara teratur selama 1 hingga 2 hari sekali (10 hingga 17 hari setelah hari pertama haid terakhir). Melakukan hubungan seksual secara teratur pada masa subur dapat meningkatkan kemungkinan hamil.

Wanita berusia di bawah 35 tahun dan usia pernikahan di bawah 2 tahun biasanya dirawat dengan manajemen ekspektatif ini.

Inseminasi intrauterine (IUI)

Pasangan suami istri yang tidak diketahui tidak mampu memiliki keturunan juga dapat memanfaatkan program hamil berbantu inseminasi intrauterine (IUI), yang melibatkan penempatan sperma pria ke dalam rongga rahim wanita.

Metode inseminasi intrauterine (IUI) dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan karena faktor serviks dan antibodi antisperma yang sering dikaitkan dengan infertilitas idiopatik dapat dihindari dengan metode ini.

Bayi tabung (IVF)

Metode inseminasi intrauterine (IUI) dapat menjadi solusi bagi Anda dan pasangan Anda jika IUI tidak menghasilkan kehamilan. Salah satu teknologi reproduksi berbantu adalah program bayi tabung. Metode ini memungkinkan sperma untuk membuahi sel telur di luar tubuh (in vitro), atau lebih tepatnya di laboratorium.

Selama hari pertama, kedua, dan kelima setelah pembuahan, perkembangan embrio, yang dibuat oleh sperma, akan dipantau. Kemudian embrio dimasukkan kembali ke dalam rahim wanita.

 

Bagaimana Cara Diagnosis Unexplained Infertility?

Pasangan suami istri harus menjalani pemeriksaan kesuburan yang menyeluruh sebelum diagnosis infertilitas idiopatik. Periksaan ini meliputi pengamatan fungsi ovulasi untuk mengetahui apakah siklus ovulasi teratur atau tidak, pemeriksaan uji patensi tuba pada wanita untuk mengetahui apakah ada hambatan atau gangguan pada saluran tuba.

Mungkin Anda dan pasangan Anda mengalami infertilitas idiopatik jika semua hasil pemeriksaan menunjukkan hasil normal.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Unexplained Infertility?

Meskipun penyebab infertilitas tidak dijelaskan tidak diketahui, disarankan untuk tetap menjalani gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesuburan sejak dini juga penting untuk mengetahui kondisi kesuburan Anda.

 

Penutup

Anda masih memiliki kesempatan untuk memiliki keturunan meskipun Anda mengalami infertilitas idiopatik. Teknologi yang semakin berkembang dapat membantu Anda menjalani pemeriksaan kesuburan yang menyeluruh. Jangan lupa untuk menjalani pemeriksaan kesehatan organ reproduksi secara rutin. Tetap semangat untuk menjadi pejuang dari kedua belah pihak.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-09T165829.574.png
09/Jan/2025

Pasangan yang ingin memiliki anak sangat penting untuk memastikan bahwa mereka tetap sehat. Melakukan hubungan seksual secara teratur adalah salah satu cara untuk cepat hamil. Namun, apakah benar bahwa makanan dan minuman tertentu dapat menghancurkan sperma dalam rahim?

Benarkah Ada Minuman yang Bisa Membunuh Sperma di dalam Rahim?

Secara spesifik tidak ada makanan dan minuman yang dapat membunuh sperma di dalam rahim, kata dr. Androniko Setiawan, Sp.And. Menurut dokter spesialis andrologi, kebiasaan pria memengaruhi kualitas sperma. Jumlah waktu yang dihabiskan sperma untuk bertahan hidup di rahim wanita juga berbeda.

 

Kebiasaan Buruk Apa yang Dapat Memengaruhi Kualitas Sperma?

Menjaga kesuburan adalah tanggung jawab baik pria maupun wanita. Banyak pria tidak menyadari bahwa kebiasaan buruk mereka tidak memengaruhi kesehatan sperma mereka. Namun, faktanya, ini sangat berdampak.

Merokok, alkohol, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, sering begadang, dan melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang meningkatkan suhu testis dapat memengaruhi kualitas sperma pria, semuanya adalah kebiasaan buruk yang dilakukan secara tidak sadar namun berdampak negatif pada kualitas sperma pria.

Mengonsumsi daging merah olahan

Mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan sperma. Namun, ini tidak berarti Anda harus makan terlalu banyak. Menurut dr. Tiara Kirana, Sp.And, dokter spesialis andrologi di Bocah Indonesia, ada beberapa makanan yang tidak baik untuk sperma.

Dia mengatakan, “Makanan yang tidak baik untuk sperma adalah makanan dari daging merah olahan, seperti kornet, sosis, dan lain-lain.” Dr. Andoniko, juga dokter spesialis andrologi, mengatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak daging merah dapat membunuh sperma karena mengandung banyak lemak. Jadi hindari daging merah dan daging olahan jika Anda ingin sperma Anda tetap sehat.

Makanan yang mengandung kedelai tinggi

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kedelai, seperti tempe, tahu, dan lain-lain, adalah salah satu makanan yang dilarang agar cepat hamil. Jika hanya dikonsumsi dalam batas normal, makanan ini aman, tetapi jika terlalu banyak dapat memengaruhi kualitas sperma. Dr. Tiara mengatakan bahwa kedelai masih baik untuk kesuburan pria jika dikonsumsi dalam jumlah normal, tetapi terlalu banyak akan mengandung fitoestrogen yang berbahaya.

Makanan cepat saji

Makanan cepat saji adalah makanan yang mengandung trans fat atau minyak jenuh yang dapat mengganggu kesuburan pria, yang merupakan salah satu makanan yang dilarang agar cepat hamil. Ini karena zat kimia tertentu ditambahkan dengan cepat selama proses pembuatan makanan.

Dr. Androniko mengatakan bahwa berbagai makanan ini tidak hanya membahayakan sperma tetapi juga kesehatan seluruh tubuh. Selain itu, Anda harus menghindari makanan yang mengandung banyak pengawet dan pestisida. Hal ini biasanya terjadi pada sayuran atau buah-buahan yang belum dicuci dengan benar, menurut dr. Tiara Kirana, Sp.And. Disarankan untuk mencuci buah dan sayuran dengan bersih agar pestisida yang tertempel dapat dihilangkan. Selain itu, makanan yang mengandung BPA dan banyak pengawet juga harus dihindari. Sayuran, jadi

Merokok

Merokok adalah kebiasaan yang dapat memengaruhi kualitas sperma. Karena zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok, merokok dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma. Ini berlaku baik untuk rokok tradisional maupun rokok elektrik (vape). Kedua jenis rokok dapat mengganggu kesuburan. Selain itu, jika Anda seorang pecandu rokok dan sulit untuk meninggalkan kebiasaan ini.

Mengonsumsi minuman alkohol

Alkoholisme dapat memengaruhi kesuburan Anda, terutama jika Anda ingin hamil bersama pasangan. Ini karena alkoholisme dapat menurunkan jumlah sperma dan memengaruhi bentuk dan ukurannya.

Sering begadang

Siapa yang sering begadang setiap malam? Tahukah Anda jika begadang adalah salah satu kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan dan kesuburan? Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Akademi Oxford menemukan bahwa pria yang tidur kurang dari 7 hingga 8 jam setiap malam memiliki usia sperma yang lebih pendek daripada pria dengan jam tidur normal. Selain itu, begadang dapat mengurangi jumlah testosterone yang sangat penting untuk reproduksi.

Melakukan olahraga atau aktivitas yang dapat meningkatkan suhu testis

Sering menggunakan celana ketat adalah kebiasaan buruk lainnya yang dapat membunuh sperma. Celana ketat dapat membuat buah zakar panas, yang dapat mengganggu kesuburan. Jika Anda ingin menjaga kesehatan sperma Anda, pilihlah celana yang longgar agar skrotum tidak mengalami tekanan.

Dr. Androniko Setiawan, Sp.And, mengatakan bahwa olahraga mengendarai sepeda atau bekerja dengan memangku laptop di atas paha adalah dua contoh tindakan yang dapat mengganggu produksi sperma karena meningkatkan suhu testis. “Sebaiknya tidak memakai celana ketat dan double agar sperma tetap sehat.”

 

Kesimpulan

Tidak ada makanan atau minuman yang benar-benar dapat menghancurkan sperma di rahim. Namun, kebiasaan buruk Anda yang menyebabkan sperma Anda kurang berkualitas. Oleh karena itu, Anda harus menghindari kebiasaan buruk, menjalani gaya hidup yang sehat, dan memeriksa organ reproduksi Anda secara berkala.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-08T150326.050.png
08/Jan/2025

Wanita mengalami menstruasi, juga dikenal sebagai haid, setiap bulan. Bagi sebagian wanita, menstruasi terkadang menyebabkan rasa tidak nyaman karena nyeri atau pendarahan yang berlebihan. Namun, jika pendarahan terus-menerus terjadi, Anda harus waspada meskipun pendarahan yang berlebihan tidak berbahaya. Anda harus memahami alasan haid yang berkepanjangan sebelum mencari cara untuk menghentikannya.

 

Penyebab Menstruasi Berkepanjangan

Siklus menstruasi wanita biasanya berbeda-beda, biasanya setiap 21-35 hari, dan pendarahan haid bervariasi, biasanya antara 4 dan 7 hari. Beberapa wanita bahkan mengalami menorrhagia, yaitu menstruasi berkepanjangan, yang biasanya berlangsung lebih dari 7 hari.

Selain itu, wanita yang mengalami menorrhagia dianggap mengalami haid berkepanjangan jika volume darah mereka lebih dari 80 mililiter selama menstruasi. Meskipun ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi ini, Anda harus memahami faktor-faktor yang menyebabkannya sebelum melakukan apa pun untuk mengatasinya.

Ketidakseimbangan hormon

Hormon yang tidak seimbang akan memengaruhi proses menstruasi. Kondisi ini menyebabkan ovarium dan dinding rahim meluruh terlalu banyak, yang menyebabkan pendarahan berlebihan selama menstruasi. Ketidakseimbangan hormon dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), obesitas, resistensi insulin, dan masalah tiroid.

Disfungsi ovarium

Jika ovarium (indung telur) mengalami masalah, itu dapat menyebabkan siklus haid yang tidak teratur atau haid yang berkepanjangan. Produksi hormon progesteron dan estrogen sangat penting untuk menstruasi. Gangguan atau disfungsi ovarium dapat mengganggu produksi hormon ini.

Endometriosis

Kondisi di mana jaringan tumbuh di luar rahim (endometrium) dikenal sebagai endometriosis disebut endometriosis. Wanita dengan endometriosis akan mengalami nyeri haid, baik sebelum maupun sesudah menstruasi, serta pendarahan lebih banyak.

Fibroid rahim

Jenis tumor jinak yang ditemukan pada dinding rahim disebut fibroid rahim, atau miom. Fibroid atau miom biasanya bervariasi dalam jumlah dan lokasinya. Wanita dengan fibroid rahim dapat mengalami pendarahan yang lebih panjang dan lebih berat dari biasanya.

Radang panggul

Radang panggul adalah kondisi di mana infeksi menyebabkan peradangan pada organ reproduksi wanita. Wanita dengan kondisi ini biasanya mengalami nyeri perut bagian bawah dan menstruasi yang berkepanjangan.

 

Cara Menghentikan Haid yang Berkepanjangan

Wanita dengan menstruasi berkepanjangan pasti akan merasa tidak nyaman, terutama jika ini terjadi secara konsisten. Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini, tergantung pada penyebab haid berkepanjangan.

Terapi hormon

Terapi hormon adalah salah satu cara untuk mengatasi haid lebih dari 15 hari. Cara ini digunakan jika Anda mengalami menstruasi berkepanjangan karena ketidakseimbangan hormon. Pemberian hormon progesteron dan estrogen adalah salah satu dari berbagai terapi hormon yang dapat Anda lakukan, salah satunya dengan pil kontraseptif (KB). Namun, dokter mungkin memberi Anda jenis obat lain jika Anda tidak cocok dengan KB. Jika Anda tidak cocok dengan KB, dokter mungkin memberi Anda jenis obat hormonal lainnya.

Obat-obatan

Obat juga dapat membantu Anda mengatasi haid yang berkepanjangan. Antiinflamasi nonsteroid adalah salah satu jenis obat yang dapat dikonsumsi. Obat ini diresepkan untuk meredakan nyeri yang disebabkan oleh menstruasi yang berlangsung lama. Untuk menghentikan pendarahan, dokter juga dapat memberikan resep obat seperti asam traneksamat. Anda dapat mengonsumsi obat-obatan tersebut tentunya berdasarkan resep dokter.

 

Cara Menghentikan Haid yang Berkepanjangan Melalui Pembedahan

Jika Anda terus mengalami haid dengan pendarahan yang tidak berhenti, pembedahan adalah metode lain yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi haid berkepanjangan, selain terapi hormon dan penggunaan obat-obatan.

Kuret

Dokter akan menyarankan tindakan kuret jika haid yang berkepanjangan terus berlanjut meskipun obat-obatan yang diberikan tidak berhasil. Jaringan dinding rahim dikeluarkan selama prosedur ini, yang dimaksudkan untuk mencegah pendarahan berlebihan selama menstruasi.

Histeroskopi

Prosedur yang disebut histeroskopi melibatkan penggunaan alat yang disebut histeroskop untuk melihat kondisi rahim. Ini adalah alat yang menyerupai selang dengan kamera di ujungnya. Salah satu metode untuk mengatasi haid yang berkepanjangan adalah prosedur ini. Ini adalah upaya untuk memperbaiki kelainan rahim. Jika ditemukan polip, fibroid, atau miom pada rahim Anda, prosedur ini juga dapat dilakukan.

Operasi pengangkatan Rahim

Dokter akan menyarankan operasi pengangkatan rahim sebagai pilihan terakhir jika kasus haid yang berkepanjangan menjadi semakin parah. Ini adalah prosedur yang disarankan hanya untuk pasangan yang tidak berencana untuk hamil lagi, tetapi hanya dilakukan jika kasus ini sangat parah sehingga memerlukan pengangkatan rahim.

 

Cara Menghentikan Haid Terus Menerus Secara Alami

Anda dapat mencoba beberapa metode lain jika Anda ingin mengatasi pendarahan tetapi tidak ingin menggunakan obat-obatan. Ada metode secara alami untuk menghentikan haid yang berkepanjangan; meskipun hasilnya mungkin tidak lebih cepat daripada obat-obatan, ini akan membantu Anda secara bertahap. Berikut ini adalah beberapa metode alami untuk menghentikan haid.

Minum air putih yang cukup

Mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup adalah salah satu cara untuk menghentikan haid yang berlebihan. Diketahui bahwa minum banyak air putih dapat membantu tubuh Anda mendapatkan lebih banyak cairan, terutama selama menstruasi. Minuman air putih adalah cara terbaik untuk mengatasi gejala anemia dan menghindari dehidrasi. Untuk meringankan nyeri haid, minum air putih hangat.

Mengonsumsi zat besi

Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan anemia, gejalanya termasuk menstruasi yang berkepanjangan dan aliran darah yang deras. Tubuh Anda membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yang merupakan protein pada sel merah, yang berfungsi untuk membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Akibatnya, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda, Anda dapat mendapatkan zat besi dari sayuran seperti bayam, daging tanpa lemak, tiram, dan hati hewani.

Mengonsumsi vitamin B6

Tubuh Anda juga membutuhkan vitamin B6, yang dapat membantu kelenjar pituitari berfungsi lebih baik untuk menormalkan hormon menstruasi. Ikan, daging sapi, sayuran hijau, kacang-kacangan, kentang, dan buah-buahan (alpukat dan pisang) adalah beberapa contoh makanan yang mengandung vitamin B6.

Mengonsumsi obat herbal

Mengonsumsi obat herbal adalah salah satu cara untuk mengatasi haid yang berkepanjangan. Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis bahan alami seperti jahe, adas, dan daun raspberry.

  • Adas memiliki sifat analgesik dan anti-inflamasi yang dapat mengurangi gejala PMS dan mengurangi panjang aliran darah selama periode Anda.
  • Jahe dapat membantu meringankan pendarahan.
  • Daun raspberry memiliki sifat relaksasi otot yang dapat mengurangi kontraksi rahim.

 

Kesimpulan

Haid yang berkepanjangan pasti menyebabkan ketidaknyamanan. Anda dapat mengatasinya dengan beberapa cara di atas, seperti mengambil obat yang diresepkan, menjalani pembedahan, atau menggunakan obat herbal alami. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang penuh nutrisi.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-06T155548.500.png
06/Jan/2025

Daun katuk adalah salah satu jenis sayuran hijau yang baik untuk kesehatan, dan biasanya dimasak menjadi lauk pauk. Ibu menyusui biasanya makan daun katuk. Di Indonesia sendiri, dipercaya bahwa daun katuk memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI). Apakah Anda tahu ada manfaat lain dari daun katuk selain meningkatkan ASI? Lihat penjelasannya di bawah ini!

 

Kandungan Gizi Daun Katuk

Daun katuk, atau Sauropus androgynus, memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan. Salah satu tanaman obat yang berukuran kecil adalah daun katuk. Daun katuk di Indonesia biasanya dimasak menjadi sayur bening untuk lauk pauk. Namun, dengan kemajuan teknologi, sekarang ada pil yang mengandung ekstrak daun katuk. Daun katuk, seperti sayuran hijau lainnya, mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan Anda. Kandungan gizinya meliputi:

  • Air 83,3 gram
  • Protein 5,3 gram
  • Kalori 53 kal
  • Karbohidrat 9,1 gram
  • Serat 1,2 gram
  • Lemak 0,9 gram
  • Kalsium 185 mg
  • Zat besi 3,1 mg
  • Fosfor 102 mg
  • Kalium 291,3 mg
  • Natrium 16 mg
  • Seng 1,3 mg
  • Vitamin C 66 mg
  • Beta-karoten 11,131 mcg
  • Niasin 2,2 mg
  • Riboflavin 0,30 mg

 

Manfaat Daun Katuk

Kandungan nutrisi yang lengkap dari daun katuk membuat sayuran ini populer. Daun katuk biasanya dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). Namun, daun katuk sebenarnya bermanfaat bagi semua orang, termasuk pria.
Nah, berikut beberapa manfaat daun katuk yang perlu Anda ketahui.

Meningkatkan air susu ibu (ASI)

Meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI) adalah salah satu manfaat daun katuk bagi wanita. Karena kandungan sterol yang bersifat estrogenik daun katuk, dipercaya dapat membantu meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin, yang merupakan hormon yang mempengaruhi produksi ASI. Hormon ini merangsang alveoli payudara untuk menyerap lebih banyak protein, lemak, dan gula dalam darah, yang kemudian akan digunakan untuk membuat ASI.

Selain sayuran daun katuk, penggunaan pil ekstrak daun katuk juga membantu melancarkan ASI. Penelitian pada ibu menyusui di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar menemukan bahwa penggunaan ramuan tradisional seperti rebusan daun katuk dan ekstrak daun katuk membantu memenuhi kebutuhan ASI.

Mempercepat penyembuhan luka

Daun katuk tidak hanya meningkatkan ASI, tetapi juga membantu mempercepat penyembuhan luka. Hal ini disebabkan oleh kandungan vitamin C dalam katuk yang dapat membantu membentuk kolagen, yang merupakan protein penting untuk membangun kulit. Terluka dapat merusak lapisan kulit paling luar. Daun katuk mengandung vitamin C yang dipecahkan oleh tubuh, yang kemudian diangkut melalui aliran darah ke sel-sel yang diperlukan, termasuk bagian kulit yang terluka. Ini adalah fungsi vitamin C yang membuat penyembuhan luka lebih cepat.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Menjaga kesehatan penting, terutama di tengah pandemi COVID-19. Karena peran vitamin C yang terkandung dalam katuk, daun katuk dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Untuk memenuhi asupan vitamin C tubuh Anda, Anda dapat mengonsumsi daun katuk. Asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan pertahanan tubuh Anda untuk melawan virus, bakteri, dan parasit.

Menurunkan gula darah

Anda salah jika mengira daun katuk hanya bermanfaat bagi wanita. Daun katuk dapat membantu pria menurunkan gula darah karena kandungannya memiliki sifat antidiabetes, yang dapat membantu menurunkan gula darah yang tinggi. Jadi, diabetes dapat terjadi dengan kadar gula darah tinggi. Mengonsumsi daun katuk juga dapat membantu menjaga berat badan, karena berat badan berlebihan meningkatkan risiko diabetes.

Mencegah peradangan

Selain mengandung karotenoid yang bersifat antioksidan, daun katuk juga mengandung flavonoid seperti apigenin, quercetin, dan luteolin, yang membuat antioksidannya lebih lengkap. Antioksidan ini dapat melindungi sel tubuh dari peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas. Pada dasarnya, peradangan adalah reaksi alami tubuh terhadap infeksi atau cedera, dan biasanya akan sembuh sendiri. Namun, peradangan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker jika berlangsung lama.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2015 oleh The Natural Products Journal menemukan bahwa zat anti radang yang terkandung dalam daun katuk dapat membantu mengurangi pembengkakan (edema) dengan lebih cepat. Tubuh yang mengalami peradangan sering menyebabkan pembengkakan. Daun katuk dapat membantu mencegah dan mengatasi peradangan pada tubuh Anda.

 

Apa Manfaat Daun Katuk untuk Kesuburan?

Daun katuk memiliki banyak manfaat kesehatan karena banyak nutrisi penting di dalamnya. Apakah mungkin untuk menggunakan daun katuk untuk meningkatkan kesuburan? Meskipun mengandung nutrisi lengkap, penelitian belum menunjukkan bahwa itu baik untuk kesuburan.

Jika Anda ingin meningkatkan kesuburan maka ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:

  • Berolahraga secara teratur
  • Konsumsi makanan yang kaya nutrisi dan buah-buahan
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok
  • Menjaga berat badan ideal

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-03T152812.969.png
03/Jan/2025

Kanker testis tergolong kanker yang jarang, namun sebagian besar penderitanya adalah pria muda berusia subur. Kanker testis bermula di testis, atau kelenjar kelamin. Kanker ini dapat menyerang laki-laki dari usia berapa pun, tetapi paling umum ditemukan pada pria usia subur, yaitu di antara usia 15 dan 45 tahun.

Kanker testis adalah kondisi yang sangat jarang dan dapat diobati. Lebih dari sembilan puluh persen kasus kanker ini dapat disembuhkan dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Angka kematian akibat kanker ini juga kecil, dengan angka kesintasan 5 tahun lebih dari 95%.

 

Apa itu kanker testis?

Sistem reproduksi pria terdiri dari testis. Sepasang kelenjar berbentuk telur ini terbungkus dalam skrotum, sebuah kantong kulit. Di bawah dasar penis terdapat skrotum. Testis harus memiliki tekstur yang kenyal, walau sedikit “spongy”, sepanjang bagian. Normalnya, testis pria dewasa hanya sedikit lebih kecil daripada bola golf, meskipun salah satunya mungkin sedikit lebih besar.

Testis memiliki dua fungsi utama, yakni:

  • Memproduksi hormon pria (androgen), yaitu testosteron, yang mengendalikan libido atau gairah seksual pria dan juga yang memicu pertumbuhan otot, tulang, dan rambut pada tubuh.
  • Memproduksi sperma, yang diperlukan untuk membuahi sel telur agar terjadi kehamilan.

Kanker testis terjadi ketika sel normal di salah satu atau kedua testis berubah sehingga tidak terkendali dalam pertumbuhannya. Pasangan yang ingin memiliki keturunan dapat menghadapi masalah besar karena kanker ini hanya terjadi pada pria usia subur dan efek samping pengobatannya, meskipun kanker ini tidak mematikan dan dapat sembuh.

 

Jenis-jenis kanker testis

Semua jenis sel dalam testis dapat berkembang menjadi satu atau lebih jenis kanker. Jenis sel kanker testis yang berasal sangat penting karena menentukan pilihan pengobatan yang dipilih, serta kemungkinan sembuh atau kekambuhan di masa depan.

95% kanker testis berasal dari sel germinal, yang merupakan sel tempat spermatogenesis atau proses produksi sperma berlangsung. Kanker sel germinal pada testis, juga dikenal sebagai tumor sel germinal atau GCT, dibagi menjadi dua kategori utama: seminoma dan nonseminoma. Kedua jenis kanker ini hampir sama sering terjadi.

Seminoma

Kurang lebih 40% kanker testis adalah seminoma, yang tumbuh lambat dan jarang menyebar ke organ tubuh lainnya. Selain itu, kanker seminoma dibagi menjadi dua kategori utama, yakni:

  • Seminoma klasik, yang terjadi pada lebih dari 95 persen kasus seminoma, biasanya ditemukan pada pria berusia 25 hingga 45 tahun.
  • Seminoma spermatositik, yang jarang dan biasanya ditemukan pada pria berusia 65 tahun atau lebih.

Penanda tumor utama untuk seminoma adalah keberadaan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam darah, yang seringkali meningkat. Oleh sebab itu pemeriksaan kadar hormon ini diperlukan untuk mendiagnosis sekaligus mengevaluasi respon pengobatan kanker testis.

Non seminoma

60 persen kasus mengalami kanker testis non seminoma, yang lebih sering terjadi pada pria berusia 15 tahun hingga awal 30-an. Kanker jenis ini berkembang lebih cepat dan menyebabkan penyakit yang lebih parah. Ada empat subtipe utama dari kanker non seminoma:

  • Karsinoma yang terjadi pada embrio Ini adalah jenis kanker yang paling umum dan sangat agresif. Dengan kata lain, mereka cenderung tumbuh cepat dan menyebar ke organ di luar testis. Jaringan kanker tampak seperti embrio saat awal kehamilan di bawah mikroskop. Meningkatnya kadar alpha-fetoprotein (AFP) dan hormon hCG di dalam darah merupakan penanda tumor untuk kanker ini.
  • Kanker yolk sac Ini adalah kanker testis yang paling umum terjadi pada anak-anak, terutama bayi dan remaja. Kanker biasanya dapat diobati sepenuhnya jika terjadi pada masa kanak-kanak. Penanda tumor AFP juga lebih tinggi pada kanker jenis ini.
  • Koriokarsinoma, sejenis kanker testis yang sangat jarang, cepat berkembang dan menyebar ke organ lain seperti paru, tulang, dan otak.
  • Teratoma adalah kanker sel germinal yang jaringannya terdiri dari tiga lapisan embrio: endoderm (bagian terdalam), mesoderm (bagian tengah), dan ektoderm (bagian terluar). Hormon hCG adalah penanda tumor utamanya. Selain tidak meningkatkan penanda tumor seperti AFP atau hCG, teratoma testis tergolong jarang.

Kanker pada stroma testis

Dalam sekitar 5% kasus, kanker dapat muncul di jaringan testis di luar sel germinal. Dalam hal ini, kanker muncul di stroma, jaringan penyokong dan penghasil hormon testis. Tumor stromal testis disebut sebagai tumor stromal testis. Kanker sel Leydig, yang menghasilkan hormon testosteron, dan kanker sel Sertoli, yang menghasilkan sperma, adalah dua jenis kanker utama.

Kanker akibat penyebaran dari organ lain

Kanker testis yang paling sering menyebar adalah limfoma, yang paling sering terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas, dan leukemia kadang-kadang menyebar ke testis pada anak-anak. Ini disebut kanker testis sekunder karena tidak bermula pada testis. Selain itu, kanker dapat masuk ke testis dari prostat, paru-paru, kulit, ginjal, dan organ lain.

 

Gejala kanker testis

Gejala utama dari kanker testis adalah munculnya benjolan yang tidak nyeri pada testis. Kemunculan gejala ini bisa disertai dengan:

  • Pembengkakan testis (dengan atau tanpa nyeri).
  • Nyeri tumpul atau sensasi penuh atau berat di perut bawah, atau di sekitar dubur atau skrotum.
  • Perubahan pada ukuran, bentuk, atau tekstur testis.
  • Nyeri pada perut bawah, punggung, atau lipat paha.
  • Rasa tidak nyaman, nyeri, atau perubahan pada payudara .

Sebagian pria tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Dalam kasus ini, kanker testis biasanya ditemukan saat pemeriksaan medis untuk penyakit lain. Misalnya, saat seorang pria dievaluasi untuk infertilitas melalui prosedur ultrasonografi testis (USG).

Oleh karena itu, jika Anda menemukan benjolan atau area pada testis yang terlihat berbeda dari area sekitarnya, segera temui dokter Anda. lebih khusus lagi jika benjolan ini telah dirasakan selama lebih dari dua minggu. Ingat bahwa pada awalnya, hampir tidak ada pria dengan kanker testis yang mengalami nyeri.

 

Penyebab dan faktor risiko kanker testis

Hingga kini, belum diketahui apa penyebab pasti kanker testis. Namun, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker ini.

  • Kriptorkidismus, atau testis yang tidak turun, adalah ketika salah satu atau kedua testis bayi tidak turun ke skrotum dari dalam perut sebelum lahir. Pria dengan kriptorkidismus memiliki risiko kanker testis 2-4 kali lipat dibandingkan dengan pria dengan testis normal, menurut penelitian tersebut.
  • Ada riwayat kanker testis dalam keluarga. Memiliki ayah atau saudara kandung pria yang menderita kanker ini meningkatkan risiko kanker testis individu hingga enam hingga sepuluh kali lipat. Namun, hanya sebagian kecil kasus kanker ini diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar pria yang didiagnosis dengan kanker ini tidak memiliki riwayat keluarga kanker.
  • Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), khususnya mereka yang telah mengalami AIDS, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengembangkan kanker testis. Human papillomavirus (HPV), Epstein-Barr virus (EBV), Cytomegalovirus (CMV), dan Parvovirus B-19 adalah contoh infeksi lain yang meningkatkan risiko kanker ini.
  • Karsinoma testis yang terletak di sana Karsinoma in situ (CIS) adalah jenis kanker sel germinal yang terjadi pada testis yang tidak invasif pada awalnya. Sementara sel-sel tampak tidak biasa di bawah mikroskop, mereka tidak menyebar di luar dinding tubulus seminiferus, tempat sperma dibentuk. Karsinoma yang terletak di sana tidak selalu berkembang menjadi kanker.
  • Riwayat kanker testis sebelumnya: Sekitar 3–4% pria yang telah sembuh dari kanker testis akan mengalami kanker testis lainnya pada suatu saat.
  • Berasal dari etnis atau ras tertentu. Pria berkulit putih memiliki risiko kanker testis 4-5 kali lipat dibandingkan pria berkulit hitam atau keturunan Asia. Di seluruh dunia, pria yang tinggal di Amerika Serikat atau Eropa memiliki risiko kanker testis paling tinggi, sedangkan pria yang tinggal di Afrika atau Asia memiliki risiko paling rendah.
  • Riwayat cedera atau trauma pada testis.

 

Diagnosis kanker testis

Pria yang mendeteksi adanya benjolan pada testis harus sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter. Bila dicurigai kanker testis, beberapa tes berikut akan dilakukan:

  • Ultrasonografi (USG) testis untuk mengukur ukuran, karakteristik, dan benjolannya. Dengan melakukan pemeriksaan ini, Anda dapat mengetahui apakah benjolan terletak di dalam testis atau di luarnya, dan apakah itu mengandung cairan atau padat. Kanker padat ini bermula di dalam testis.
  • Satu-satunya metode untuk memastikan diagnosis kanker testis adalah orkiektomi, yang melibatkan pengangkatan testis. Proses ini dikenal sebagai orkiektomi inguinal radikal.

Selanjutnya, dilakukan penilaian stadium kanker testis berdasarkan lokasi penyebarannya.

  • Dalam stadium pertama, kanker hanya menyerang testis.
  • Dalam stadium kedua, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening retroperitoneal, yang terletak di dalam perut.
  • Dalam stadium ketiga, kanker telah menyebar ke organ lain di luar testis.

Untuk menentukan stadium kanker ini, dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan darah untuk penanda tumor seperti AFP, beta-hCG, dan laktat dehidrogenase (LDH). Tingginya kadar penanda tumor ini menunjukkan kemungkinan kanker testis dan dapat membantu menentukan jenis kanker yang muncul. Selain itu, pemeriksaan ini digunakan untuk melacak reaksi individu terhadap pengobatan kanker.
  • Pemeriksaan radiologi seperti tomografi computed tomography (CT)—sebagian besar pria yang mengkhawatirkan kanker testis akan menjalani CT scan perut dan panggul. Untuk mengetahui apakah metastasis, atau kanker, telah menyebar ke luar testis, pemeriksaan rontgen atau CT scan dada juga biasanya dilakukan. Kelenjar getah bening perut, paru-paru, hati, tulang, dan otak adalah lokasi paling umum di mana kanker ini menyebar.

 

Pengobatan kanker testis

Pengobatan kanker testis disesuaikan dengan usia, status kesehatan, stadium kanker, dan apakah kanker hanya terjadi pada salah satu atau kedua testis. Pilihan pengobatan mencakup:

Operasi

Ini adalah pilihan pengobatan utama untuk pasien yang didiagnosis dengan kanker testis. Untuk mendiagnosis kanker, operasi inguinal radikal adalah langkah pertama dalam pengobatan. Namanya yang “radikal” menunjukkan bahwa jaringan testis diangkat secara keseluruhan untuk mencegah tumor menyebar ke skrotum. Pada akhirnya, jaringan testis dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Jumlah pasien yang sembuh setelah prosedur ini sangat tinggi, tetapi kadang-kadang diperlukan bantuan tambahan seperti kemoterapi atau radioterapi untuk mencegah kekambuhan kanker. Untuk mencegah kanker menyebar ke organ lain di luar testis, kadang-kadang dilakukan operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening yang berdekatan. Jika diperlukan, operasi juga dilakukan untuk mengangkat kanker yang telah menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Radioterapi

Sel kanker di dalam testis atau di kelenjar getah bening yang berdekatan dibunuh melalui terapi radiasi. Radioterapi sangat efektif untuk kanker testis tipe seminoma dengan tingkat kesembuhan di atas 95 persen pada stadium awal. Akan tetapi, untuk kanker testis tipe non seminoma, radioterapi dapat menjadi pilihan jika kanker telah menyebar ke organ lain yang lebih jauh, seperti otak.

Kemoterapi

Kemoterapi digunakan untuk kanker yang telah menyebar ke luar testis atau jika penanda tumor meningkat setelah operasi. Bleomycin, carboplatin, etoposide, dan cisplatin adalah obat yang paling umum digunakan.

 

Kunjungan rutin aktif (surveilans)

Ini adalah metode untuk mengawasi perubahan tubuh yang menyebabkan kekambuhan kanker. Selama proses ini, orang-orang akan melakukan kunjungan rutin setiap beberapa bulan sekali untuk menjalani berbagai pemeriksaan. Pada umumnya, pengawasan disarankan selama tiga hingga empat tahun pertama dari waktu kanker terdiagnosis. Setelah itu, frekuensi dapat dikurangi menjadi dua kali setahun selama beberapa tahun, kemudian menjadi satu kali setahun sampai paling sedikit sepuluh tahun setelah diagnosis. Hanya pria yang bersedia dan memiliki kemampuan untuk melakukan kunjungan rutin dalam jangka waktu tertentu yang dapat digunakan untuk supervisi. Jika tidak, individu kemungkinan besar memerlukan terapi tambahan dengan radioterapi atau kemoterapi setelah operasi.

 

Efek kanker testis pada kesuburan pria

Pria normal sering mengalami kanker testis. Selain kanker itu sendiri, pengobatan seperti operasi, radioterapi, dan kemoterapi memengaruhi produksi sperma, yang dapat menyebabkan infertilitas. Oleh karena itu, pria yang mendapatkan pengobatan untuk kanker testis harus mempertimbangkan untuk mempertahankan sperma mereka.

Cairan sperma, atau semen, disimpan pada suhu yang sangat rendah dalam proses yang disebut cryopreservation semen. Jika memungkinkan, sampel sperma diambil sebelum operasi pengangkatan testis dan sebelum kemoterapi atau radioterapi, sehingga sperma yang paling sehat dapat diperoleh untuk disimpan. Orang yang memiliki hitung sperma yang rendah sebelum pengobatan tetap disarankan untuk menyimpan spermanya. Pria seperti ini, berkat kemajuan ilmu kedokteran, masih dapat memiliki keturunan melalui siklus bayi tabung dengan sperma intracytoplasmic.

 

Bisakah kanker testis dicegah?

Sebagian besar pria yang menderita kanker testis tidak memiliki faktor risiko tertentu. Dan beberapa jenis faktor risiko, seperti testis yang tidak turun, ras kulit putih, dan riwayat keluarga kanker testis, tidak dapat diubah. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mencegah kanker testis adalah rutin memeriksa testis Anda sendiri dan segera berkonsultasi dengan dokter. Pada dasarnya, kanker testis sangat dapat dicegah.

 

Kesimpulan

Meskipun sangat dapat diobati, kanker testis sangat jarang terjadi. Kesadaran diri dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat meningkatkan angka kesembuhan hingga 95%.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.