Susu Kedelai Turunkan Testosteron? Mitos atau Fakta?

Susu kedelai merupakan salah satu alternatif populer bagi mereka yang tidak mengonsumsi susu sapi atau ingin menambah variasi sumber protein nabati. Namun, masih banyak beredar anggapan bahwa konsumsi susu kedelai dapat menurunkan hormon testosteron dan memengaruhi kesuburan pria. Benarkah demikian?
Kandungan Isoflavon dalam Kedelai
Produk olahan kedelai seperti susu kedelai, tahu, dan tempe mengandung senyawa alami yang disebut isoflavon. Senyawa ini termasuk dalam kelompok fitoestrogen, yaitu zat dari tumbuhan yang memiliki struktur mirip dengan hormon estrogen pada manusia.
Karena kemiripan tersebut, sebagian orang khawatir bahwa konsumsi kedelai dapat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada pria. Namun, perlu diketahui bahwa efek isoflavon di dalam tubuh manusia sangat lemah dan tidak bekerja sama seperti hormon estrogen yang diproduksi tubuh.
Apa Kata Penelitian?
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menilai hubungan antara konsumsi kedelai dengan kadar hormon testosteron pada pria. Hasil penelitian dan tinjauan ilmiah berskala besar menunjukkan bahwa konsumsi makanan atau minuman berbahan dasar kedelai tidak menyebabkan penurunan kadar testosteron maupun mengganggu kesuburan pria apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Dengan kata lain, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa konsumsi kedelai dalam pola makan sehari-hari dapat berdampak negatif terhadap hormon reproduksi pria.
Berapa Batas Aman Konsumsi Kedelai?
Kedelai dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang. Secara umum, konsumsi sekitar 2–4 porsi produk kedelai per hari masih dianggap aman bagi kebanyakan orang.
Sebagai gambaran, satu porsi dapat berupa:
- 1 gelas susu kedelai
- Sekitar 125 gram tahu
- Atau porsi tempe yang setara
Selain mengandung protein, kedelai juga kaya akan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Kedelai dan Kesuburan Pria
Kesuburan pria dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pola makan, berat badan, aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Oleh karena itu, menilai kesuburan hanya berdasarkan konsumsi satu jenis makanan, seperti kedelai, tidaklah tepat.
Menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan jauh lebih berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi dibandingkan menghindari kedelai tanpa alasan medis yang jelas.
Anggapan bahwa susu kedelai dapat menurunkan testosteron pada pria masih tergolong mitos. Kandungan isoflavon dalam kedelai memang memiliki struktur yang mirip estrogen, tetapi efeknya sangat lemah dan tidak terbukti menurunkan kadar testosteron atau mengganggu kesuburan pria jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Jika Anda ingin mengetahui pola makan yang tepat untuk mendukung kesehatan reproduksi dan program kehamilan, konsultasikan dengan tim ahli di Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
