Apakah Aman Travelling Setelah Transfer Embrio?

Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menjadi salah satu solusi bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil secara alami. Setelah menjalani prosedur ini, banyak calon ibu merasa khawatir untuk beraktivitas seperti biasa, termasuk bepergian jauh. Pertanyaannya, bolehkah traveling setelah transfer embrio?
Kekhawatiran ini wajar karena momen setelah transfer embrio dianggap sebagai fase penting yang menentukan keberhasilan kehamilan.
Proses Bayi Tabung Secara Singkat
Proses IVF dimulai dari stimulasi ovarium menggunakan hormon untuk mematangkan beberapa sel telur sekaligus. Setelah itu dilakukan pengambilan sel telur (ovum pick-up), kemudian dibuahi dengan sperma di laboratorium. Embrio yang terbentuk akan dipantau beberapa hari sebelum akhirnya dipindahkan ke dalam rahim melalui prosedur transfer embrio.
Setelah transfer inilah banyak pasien bertanya-tanya soal aktivitas, termasuk traveling.
Bolehkah Traveling Setelah Transfer Embrio?
Secara medis, bepergian setelah transfer embrio umumnya diperbolehkan selama kondisi tubuh stabil dan tidak ada komplikasi. Embrio yang sudah dipindahkan ke rahim tidak akan “jatuh” hanya karena Anda duduk lama di mobil atau pesawat.
Beberapa dokter spesialis fertilitas menyebutkan bahwa aktivitas ringan, termasuk perjalanan singkat, tidak memengaruhi proses implantasi selama ibu tidak kelelahan berlebihan. Implantasi sendiri biasanya terjadi dalam 6–10 hari setelah transfer.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Hindari perjalanan yang terlalu melelahkan.
- Pastikan tetap minum obat sesuai jadwal.
- Perbanyak istirahat.
- Hindari stres berlebihan.
Perjalanan jarak jauh dengan pesawat juga umumnya aman, tetapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, terutama jika Anda memiliki riwayat komplikasi atau mengalami gejala seperti nyeri hebat dan perdarahan.
Kapan Sebaiknya Menunda Traveling?
Traveling sebaiknya ditunda jika Anda mengalami:
- Perdarahan berat
- Nyeri perut hebat
- Gejala sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) seperti perut sangat kembung dan sesak
Fokus utama setelah transfer embrio adalah menjaga kondisi tubuh tetap nyaman dan tenang.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
