Nutrisi Yang Di Perlukan Oleh Ibu Hamil Saat Puasa

Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang penuh berkah. Namun bagi ibu hamil, puasa perlu persiapan ekstra, terutama dalam hal nutrisi dan asupan makanan. Tubuh ibu hamil tidak hanya membutuhkan energi untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan janin di dalam kandungan. Selama berpuasa, rentang waktu tanpa makan dan minum cukup panjang, sehingga penting bagi ibu hamil untuk memilih makanan yang padat nutrisi dan sehat agar kebutuhan ibu dan bayi tetap terpenuhi.
- Karbohidrat Kompleks – Sumber Energi Utama
Karbohidrat adalah bahan bakar utama tubuh, terutama saat puasa. Namun ibu hamil sebaiknya memilih karbohidrat kompleks yang lebih sehat daripada makanan manis dan olahan. Nasi merah, kentang, roti gandum, atau oatmeal adalah contoh karbohidrat yang memberi energi tahan lama tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.
Tips: Saat sahur, pilih makanan yang kaya karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama sehingga ibu tidak cepat lemas.
- Protein Berkualitas – Bangun Sel & Jaga Kesehatan Janin
Protein sangat penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh ibu dan janin. Selama hamil, kebutuhan protein meningkat untuk membantu pembentukan otot, organ, dan sistem tubuh bayi. Sumber protein yang baik termasuk telur, daging tanpa lemak, ikan, ayam, susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Protein juga membantu ibu merasa kenyang lebih lama saat puasa, sehingga membantu mengurangi rasa lapar yang berlebihan.
- Zat Besi – Cegah Anemia
Zat besi sangat penting untuk membantu pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh dan janin. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia, yang membuat ibu cepat lelah dan pusing.
Ibu hamil bisa mendapatkan zat besi dari bayam, brokoli, daging merah tanpa lemak, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya zat besi. Kombinasikan dengan makanan kaya vitamin C (seperti jeruk) untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
- Kalsium – Untuk Tulang Ibu dan Bayi
Kalsium penting untuk perkembangan tulang dan gigi bayi serta menjaga kesehatan tulang ibu. Selama puasa, ibu hamil bisa memilih susu, yogurt rendah lemak, keju, atau sayuran hijau seperti brokoli untuk memenuhi asupan kalsium harian.
- Asam Folat – Mendukung Pertumbuhan Janin
Asam folat (vitamin B9) membantu mencegah cacat tabung saraf pada bayi dan mendukung perkembangan sel secara optimal. Ibu hamil sebaiknya tetap memenuhi kebutuhan asam folat baik melalui makanan seperti telur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran hijau, maupun dari suplemen bila direkomendasikan dokter.
- Serat – Lancarkan Pencernaan & Cegah Sembelit
Perubahan pola makan saat puasa sering membuat ibu hamil rentan mengalami sembelit atau gangguan pencernaan. Serat membantu memperlancar sistem pencernaan dan mengurangi risiko sembelit.
Makanan tinggi serat bisa berasal dari buah-buahan segar, sayuran, buah kering seperti kurma, atau biji-bijian.
- Air Putih – Kunci Tetap Terhidrasi
Dehidrasi adalah hal yang harus diwaspadai ibu hamil selama puasa, terutama jika waktu puasa panjang dan cuaca panas. Selama berbuka dan sahur, ibu hamil disarankan memperbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi karena dapat menyebabkan lebih banyak kehilangan cairan.
Meskipun puasa memiliki banyak manfaat, pada kondisi tertentu ibu hamil lebih dianjurkan untuk tidak berpuasa demi keselamatan diri dan janin. Kehamilan adalah fase penting yang membutuhkan asupan nutrisi dan cairan secara konsisten. Menahan makan dan minum dalam waktu lama berisiko menimbulkan gangguan kesehatan bila tubuh ibu tidak kuat.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
