Merokok Juga Menyebabkan Gangguan keseimbangan hormon!?

Merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru dan jantung, tetapi juga berpengaruh besar terhadap sistem reproduksi. Zat berbahaya dalam rokok seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida dapat mengganggu kerja hormon, merusak sel reproduksi, serta menurunkan peluang terjadinya kehamilan. Dampak ini dapat terjadi pada pria maupun wanita, baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif.
Dampak Merokok pada Kesuburan Pria
Merokok dapat menurunkan kesuburan pria melalui berbagai mekanisme biologis berikut:
- Penurunan jumlah dan kualitas sperma
Pria perokok cenderung memiliki jumlah sperma lebih sedikit, pergerakan sperma lebih lambat, dan bentuk sperma yang tidak normal, sehingga peluang sperma membuahi sel telur menjadi lebih kecil. - Kerusakan DNA sperma
Zat toksik dalam asap rokok meningkatkan stres oksidatif yang dapat merusak materi genetik sperma. Kerusakan ini dapat menyebabkan kegagalan pembuahan atau meningkatkan risiko keguguran. - Penurunan hormon testosteron
Merokok dapat mengganggu produksi testosteron yang berperan penting dalam pembentukan sperma dan dorongan seksual, sehingga berdampak pada kesuburan dan fungsi seksual pria. - Gangguan fungsi ereksi dan ejakulasi
Merokok merusak pembuluh darah dan aliran darah ke organ reproduksi, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi, sehingga hubungan seksual menjadi kurang optimal untuk pembuahan.
Dampak Merokok pada Kesuburan Wanita
Pada wanita, rokok memengaruhi kesuburan sejak tahap awal hingga proses kehamilan:
- Penurunan kualitas dan cadangan sel telur
Zat kimia dalam rokok dapat mempercepat kerusakan sel telur dan mempercepat penurunan cadangan ovarium, sehingga masa subur wanita menjadi lebih singkat. - Gangguan ovulasi dan siklus menstruasi
Merokok dapat mengacaukan keseimbangan hormon reproduksi, menyebabkan ovulasi tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali. - Peningkatan risiko kehamilan ektopik
Asap rokok dapat merusak fungsi tuba falopi, sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bergerak ke rahim dan berkembang di tempat yang salah. - Penurunan keberhasilan program kehamilan
Wanita perokok memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah pada program kehamilan berbantu seperti bayi tabung karena kualitas sel telur dan lingkungan rahim yang kurang optimal.
Dampak Rokok pada Kehamilan dan Janin
Jika merokok tetap dilakukan saat hamil, risiko kesehatan yang dapat muncul antara lain:
- Kelahiran prematur
- Berat badan lahir rendah
- Gangguan perkembangan paru-paru dan otak janin
- Risiko keguguran dan kematian bayi mendadak
Zat beracun dalam rokok dapat mengurangi suplai oksigen ke janin sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi terganggu.
Dampak Merokok Pasif terhadap Kesuburan
Paparan asap rokok dari lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi kesuburan. Perokok pasif berisiko mengalami gangguan kualitas sperma, ketidakseimbangan hormon, dan penurunan peluang hamil meskipun tidak merokok secara langsung.
Cara Mengatasi dan Berhenti Merokok
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok dan memperbaiki kesuburan:
- Menetapkan niat dan target berhenti secara bertahap
- Konsultasi dengan tenaga kesehatan
- Menghindari lingkungan pemicu merokok
- Mengganti kebiasaan merokok dengan aktivitas sehat seperti olahraga
- Meminta dukungan pasangan dan keluarga
Berhenti merokok dapat memperbaiki kualitas sperma dan sel telur dalam beberapa bulan serta meningkatkan peluang kehamilan yang sehat.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
