Menderita Penyakit Anovulasi? Begini Cara Menghadapi

Anovulasi adalah kondisi medis yang terjadi ketika indung telur (ovarium) tidak melepaskan sel telur dalam suatu siklus menstruasi. Tanpa proses pelepasan ini, ovulasi tidak terjadi dan seseorang tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma. Kondisi ini merupakan penyebab umum gangguan kesuburan pada wanita usia reproduksi.
Pengertian Anovulasi
Secara garis besar, anovulasi adalah ketidakmampuan ovarium untuk menjalankan ovulasi proses di mana sel telur matang dilepaskan dan siap dibuahi. Normalnya, ovulasi terjadi satu kali setiap siklus menstruasi sekitar 28 hari, ketika hormon-hormon dalam tubuh bekerja sama untuk memicu pelepasan sel telur. Jika proses ini terganggu, maka ovulasi tidak terjadi.
Organ atau Sistem yang Terpengaruh
Penyakit ini terutama menyerang sistem reproduksi wanita, khususnya ovarium dan hormon-hormon yang mengatur siklus menstruasi. Sistem hormonal yang melibatkan hipotalamus, kelenjar pituitari (pituitary), dan ovarium sangat penting dalam proses ovulasi. Ketidakseimbangan pada salah satu bagian dari sistem ini dapat menyebabkan anovulasi.
Penyebab Anovulasi
Anovulasi umumnya terjadi karena ketidakseimbangan hormon yang dibutuhkan untuk memicu ovulasi. Beberapa penyebab utamanya antara lain:
- Ketidakseimbangan hormon reproduksi, seperti hormon pelepas gonadotropin (GnRH), hormon perangsang folikel (FSH), atau hormon luteinisasi (LH).
- Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) salah satu penyebab paling umum yang membuat ovarium sulit melepaskan sel telur.
- Gangguan pada kelenjar pituitari atau hipotalamus, termasuk tumor atau gangguan produksi hormon.
- Masalah tiroid, baik fungsi tiroid yang rendah (hypothyroidism) maupun tinggi (hyperthyroidism), keduanya dapat mempengaruhi ovulasi.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Anovulasi
Selain penyebab langsung, beberapa faktor berikut juga bisa meningkatkan peluang terjadinya anovulasi:
- Stres kronis, yang berdampak pada produksi hormon.
- Berat badan terlalu rendah atau terlalu tinggi, yang mempengaruhi keseimbangan hormonal tubuh.
- Olahraga berat secara berlebihan tanpa istirahat yang cukup.
- Obesitas atau kekurangan kalori, yang dapat menyebabkan gangguan hormon estrogen dan androgen.
- Transisi hormonal alami, seperti saat baru memulai menstruasi atau mendekati menopause.
- Obat-obatan tertentu, termasuk pil KB atau obat hormonal lainnya yang menekan ovulasi.
Gejala Anovulasi
Gejala anovulasi bisa bervariasi tergantung individu, tetapi beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Siklus menstruasi tidak teratur atau sangat panjang/panjang pendek abnormal.
- Tidak mengalami menstruasi sama sekali (amenore).
- Perubahan pola darah menstruasi, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit.
- Tidak muncul lendir serviks yang normal, biasanya terlihat saat ovulasi.
- Suhu tubuh basal yang tidak mengalami kenaikan normal di sekitar waktu ovulasi.
Perlu diingat bahwa beberapa orang dengan anovulasi dapat tetap mengalami pendarahan yang terlihat seperti menstruasi, tetapi itu bukan ovulasi yang sebenarnya.
Langkah Pengobatan Anovulasi
Penanganan anovulasi tergantung pada penyebab dan tujuan pengobatan (misalnya apakah ingin hamil). Pilihan pengobatan meliputi:
- Perubahan gaya hidup
- Menjaga pola makan sehat, mengatur berat badan ideal, serta mengurangi stres.
- Terapi obat
- Obat untuk merangsang ovulasi seperti clomiphene citrate, atau terapi hormon lainnya sesuai kebutuhan.
- Penyesuaian atau pemberhentian obat penyebab
- Jika anovulasi disebabkan oleh obat tertentu, dokter mungkin akan menyesuaikan atau menggantinya.
- Intervensi medis lanjutan
- Dalam beberapa kasus khusus, prosedur seperti IVF (fertilisasi in vitro) atau pembedahan ovarium dapat dipertimbangkan.
Cara Menghindari Anovulasi
Walaupun beberapa penyebab anovulasi tidak bisa sepenuhnya dicegah (misalnya karena kondisi medis tertentu), ada beberapa langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan ovulasi:
- Menjaga berat badan ideal dan pola makan seimbang.
- Berolahraga dengan moderat, jangan berlebihan.
- Mengatur stres melalui teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi.
- Rutin memantau siklus menstruasi, sehingga jika ada ketidakteraturan dapat segera dikonsultasikan ke dokter.
- Mengendalikan kondisi medis yang mendasari, seperti PCOS atau gangguan tiroid, melalui pengawasan dokter.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
