IVF dari Sudut Pandang Medis: Menjawab Mitos yang Beredar

Di lingkungan keluarga dan masyarakat, IVF sering menjadi topik yang penuh bisik-bisik. Mulai dari cerita tetangga, pengalaman orang tua zaman dulu, sampai saran yang diwariskan turun-temurun. Tidak semuanya salah, tapi tidak semuanya benar. Agar tidak terjebak informasi keliru, berikut kumpulan mitos yang sering datang dari pengalaman ibu-ibu dan orang tua, disandingkan dengan fakta medis dari dokter.
- Gosip: IVF itu seperti percobaan laboratorium manusia
Fakta:
IVF memang dilakukan di laboratorium medis, tetapi dengan standar keamanan yang sangat ketat. Prosedurnya telah digunakan puluhan tahun dan terus dikembangkan untuk keselamatan ibu dan bayi.
- Gosip: Kalau IVF gagal, rahim jadi rusak permanen
Fakta:
Tidak ada bukti medis bahwa kegagalan IVF merusak rahim. Rahim tetap bisa berfungsi normal dan siap untuk kehamilan berikutnya, baik secara alami maupun melalui IVF ulang.
- Gosip: Bayi IVF bisa tertukar dengan bayi orang lain
Fakta:
Klinik fertilitas memiliki sistem identifikasi berlapis, mulai dari penandaan, pencatatan digital, hingga verifikasi tim medis. Risiko tertukar sangat kecil dan menjadi perhatian utama klinik.
- Gosip: IVF hanya akal-akalan rumah sakit cari uang
Fakta:
IVF direkomendasikan berdasarkan indikasi medis. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menyarankan IVF, dan sering kali metode lain dicoba lebih dulu.
- Gosip: Setelah IVF, ibu tidak boleh banyak bergerak sama sekali
Fakta:
Istirahat memang dianjurkan, tetapi bukan berarti harus bed rest total. Aktivitas ringan justru membantu sirkulasi darah dan menjaga kondisi mental ibu tetap baik.
- Gosip: IVF bikin tubuh jadi gemuk permanen
Fakta:
Perubahan berat badan selama IVF biasanya bersifat sementara dan dipengaruhi hormon serta pola makan. Setelah terapi selesai, berat badan dapat kembali stabil.
- Gosip: IVF hanya sukses kalau pakai “orang dalam” atau jalur khusus
Fakta:
Keberhasilan IVF ditentukan oleh faktor medis, bukan relasi atau jalur tertentu. Semua pasien menjalani prosedur yang sama sesuai standar klinis.
- Gosip: Anak IVF pasti berbeda secara mental
Fakta:
Penelitian menunjukkan perkembangan mental dan kecerdasan anak IVF setara dengan anak yang dikandung secara alami. Lingkungan dan pendidikan jauh lebih berpengaruh.
- Gosip: IVF tidak boleh gagal, kalau gagal berarti salah ibunya
Fakta:
Kegagalan IVF bukan kesalahan ibu. Banyak faktor biologis yang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya, termasuk kualitas embrio dan proses implantasi.
- Gosip: IVF adalah jalan terakhir yang memalukan
Fakta:
IVF adalah pilihan medis, bukan aib. Semakin banyak pasangan terbuka menjalani IVF sebagai bagian dari perjuangan memiliki anak, bukan sesuatu yang perlu disembunyikan
Banyak anggapan tentang IVF yang beredar di masyarakat ternyata tidak sesuai dengan fakta medis. IVF adalah prosedur yang aman, terstandar, dan dilakukan berdasarkan indikasi kesehatan, bukan sekadar pilihan atau stigma tertentu. Keberhasilan IVF dipengaruhi faktor biologis, bukan kesalahan ibu, dan anak yang lahir melalui IVF memiliki tumbuh kembang yang setara dengan anak lainnya. Dengan memahami fakta yang benar, pasangan diharapkan lebih tenang, percaya diri, dan tidak ragu menjadikan IVF sebagai salah satu upaya medis untuk memiliki buah hati.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
