Istri Hamil Selalu Menjauh Dari Suami Normal Atau Bahaya?

Kehamilan adalah masa yang penuh perubahan fisik dan emosional bagi seorang wanita. Tidak sedikit pasangan yang merasa hubungan mereka berubah ketika sang istri sedang mengandung. Salah satu perubahan yang sering terjadi adalah ketika istri hamil terlihat menjauh atau menghindari suami, baik secara fisik maupun emosional. Lalu, apakah ini hal yang normal atau justru bahaya? Mari kita bahas dengan jelas dan informatif.
Kenapa Istri Hamil Menjauh dari Suami?
Banyak pasangan merasa terkejut atau bingung ketika sang istri mulai tampak kurang dekat seperti biasanya. Padahal, kondisi ini lebih umum terjadi daripada yang diperkirakan dan biasanya bukan pertanda masalah besar.
Berikut beberapa alasan yang sering menjadi penyebabnya:
- Perubahan Hormon Selama Kehamilan
Selama hamil, tubuh perempuan mengalami perubahan hormon besar-besaran. Fluktuasi hormon ini bisa mengurangi gairah seksual, membuat suasana hati berubah-ubah (mood swing), dan membuat ibu hamil merasa lebih sensitif terhadap hal-hal seperti bau, suara, atau sentuhan.
- Kelelahan dan Ketidaknyamanan Fisik
Rasa lelah yang berlebihan, mual, nyeri punggung, payudara lebih sensitif, dan perubahan bentuk tubuh bisa membuat istri merasa tidak nyaman untuk dekat secara fisik dengan suami. Ini adalah respons tubuh yang wajar karena energi ibu lebih difokuskan pada perkembangan janin.
- Sensitivitas terhadap Bau dan Rasa
Banyak ibu hamil menjadi sangat sensitif terhadap bau, bahkan bau yang sebelumnya biasa saja bisa menjadi sangat mengganggu. Tidak jarang, hal ini membuat ibu hamil menjauh dari suami jika merasa terganggu dengan aroma tertentu.
- Perubahan Citra Diri dan Kepercayaan Diri
Perubahan bentuk tubuh seringkali berdampak pada cara istri memandang dirinya sendiri. Rasa tidak percaya diri ini bisa membuatnya jadi enggan untuk intim dengan suami.
- Ketakutan dan Kekhawatiran
Beberapa wanita memiliki kekhawatiran tentang apakah hubungan intim bisa membahayakan janin, terutama jika mereka mendapatkan informasi yang salah atau belum yakin tentang kondisi kehamilan mereka. Rasa takut ini bisa menyebabkan menjauh secara fisik atau emosional.
Selain itu, perubahan tingkat gairah seksual selama kehamilan juga telah diteliti dalam berbagai studi. Itu menunjukkan bahwa gairah bisa menurun terutama di trimester pertama dan meningkat kembali di trimester kedua sebelum menurun lagi menjelang akhir kehamilan.
Apakah Ini Normal?
Jawabannya: Ya, dalam banyak kasus, ini normal. Banyak pasangan mengalami fase di mana salah satu atau kedua partner merasa kurang ingin dekat secara fisik selama kehamilan. Hal ini terutama terjadi karena perubahan hormon, fisik, dan emosional yang alami selama masa kehamilan.
Namun demikian, penting untuk memahami bahwa setiap kehamilan berbeda. Tidak semua ibu hamil akan mengalami hal ini, dan intensitasnya bisa berbeda antar individu.
Kapan Perlu Dianggap Serius/Bahaya?
Walaupun sering normal, menjauh secara ekstrem dalam waktu lama bisa menjadi tanda masalah yang perlu diperhatikan jika:
- Tidak ada komunikasi sama sekali antara suami dan istri
- Istri tampak sangat cemas, depresi, atau menarik diri dari semua interaksi sosial
- Menjauh terus berlangsung hingga setelah bayi lahir
- Suami merasa tertekan secara emosional, stress, atau hubungan menjadi renggang secara signifikan
Dalam kondisi seperti ini, konsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau dokter kandungan bisa sangat membantu untuk memahami penyebab dan solusinya.
Cara Menjaga Kedekatan Selama Kehamilan
Meski ada perubahan, kedekatan tetap bisa dipupuk. Beberapa cara yang bisa dilakukan pasangan antara lain:
- Jaga Komunikasi Terbuka
Bicarakan perasaan dan kebutuhan masing-masing tanpa menghakimi. Kejujuran bisa membantu pasangan saling memahami kondisi yang sedang dialami.
- Fokus pada Bentuk Intimasi Lainnya
Intimasi tidak selalu tentang hubungan seksual. Pelukan, ciuman, ngobrol santai, atau sekedar menyentuh tangan bisa menciptakan kedekatan emosional yang kuat.
- Perhatikan Kebutuhan Fisik dan Emosional
Pastikan istri mendapatkan cukup istirahat, nutrisi yang baik, dan dukungan emosional. Suami bisa berperan aktif untuk membantu tugas sehari-hari dan memberi perhatian ekstra.
- Konsultasikan dengan Tenaga Medis
Jika ada kekhawatiran seputar keintiman, hamcilan pada saat kehamilan, atau efek emosional, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter atau bidan yang mendampingi kehamilan.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
