Infertilitas: Masalah Kesuburan yang Juga Melibatkan Peran Pria

Infertilitas adalah kondisi medis ketika pasangan belum berhasil memperoleh kehamilan setelah menjalani hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama 12 bulan berturut-turut. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai masalah kesehatan perempuan semata, padahal faktor pria juga berkontribusi signifikan dalam banyak kasus infertilitas.
Secara medis, infertilitas telah diakui sebagai penyakit oleh berbagai organisasi kesehatan dunia, karena merupakan gangguan pada fungsi normal sistem reproduksi. Namun, hingga saat ini, infertilitasterutama infertilitas pria masih belum mendapatkan perhatian yang setara dalam sistem pelayanan kesehatan dan cakupan asuransi.
Infertilitas Pria Bukan Hal Langka
Data menunjukkan bahwa sekitar 50 persen kasus infertilitas melibatkan faktor pria, baik sebagai penyebab utama maupun penyebab tambahan. Meski demikian, dalam praktik sehari-hari, pemeriksaan kesuburan pria sering kali terlambat dilakukan atau bahkan terabaikan.
Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari anggapan bahwa gangguan kesuburan lebih sering dialami perempuan, hingga keterbatasan akses terhadap pemeriksaan dan edukasi kesehatan reproduksi pria. Akibatnya, diagnosis sering terlambat dan peluang penanganan dini menjadi terlewatkan.
Tantangan Cakupan Asuransi Kesehatan
Di banyak negara, layanan pemeriksaan dan pengobatan infertilitas belum sepenuhnya dijamin oleh sistem asuransi kesehatan. Kebijakan ini membuat perusahaan asuransi atau pemberi kerja memiliki keleluasaan untuk menentukan apakah layanan infertilitas akan ditanggung atau tidak.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pasien, terutama pria dengan gangguan kesuburan. Meski pemeriksaan awal terkadang tersedia, pengobatan lanjutan dan teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi intrauterin (IUI) atau fertilisasi in vitro (IVF) sering kali tidak termasuk dalam cakupan asuransi.
Biaya Perawatan yang Tidak Sedikit
Tanpa dukungan asuransi yang memadai, pasangan harus menanggung sendiri biaya pemeriksaan dan pengobatan infertilitas. Biaya pemeriksaan dasar dapat mencapai ratusan hingga ribuan, sementara prosedur lanjutan seperti IUI dan IVF dapat memerlukan biaya yang jauh lebih besar.
Bagi banyak pasien, kondisi ini menimbulkan beban finansial yang signifikan dan menjadi alasan utama menunda atau menghentikan pemeriksaan serta terapi kesuburan.
Mengapa Pemeriksaan Infertilitas Pria Penting?
Pemeriksaan infertilitas pria tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan peluang kehamilan, tetapi juga berperan penting dalam mendeteksi masalah kesehatan lainnya. Evaluasi medis dapat membantu mengidentifikasi:
-
Gangguan hormon yang masih dapat diperbaiki
-
Kelainan sperma yang dapat ditangani dengan terapi atau tindakan tertentu
-
Penyakit serius seperti kanker testis
-
Kelainan genetik yang berpotensi memengaruhi kesehatan keturunan
Penanganan dini pada faktor pria juga dapat mengurangi kebutuhan prosedur reproduksi yang lebih kompleks dan invasif pada pasangan perempuan.
Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang melibatkan peran pria dan perempuan secara seimbang. Pemeriksaan dan penanganan infertilitas pria yang tepat dan terjangkau sangat penting untuk meningkatkan peluang kehamilan serta menjaga kesehatan jangka panjang.
Rumah sakit berperan penting dalam menyediakan layanan evaluasi dan terapi infertilitas yang komprehensif, berbasis medis, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien. Dengan edukasi yang tepat dan akses layanan yang memadai, infertilitas dapat ditangani secara lebih optimal.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
