Penanganan dan Pencegahan Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) pada Program Kehamilan

Meskipun Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, risiko terjadinya kondisi ini dapat diminimalkan melalui pemantauan medis yang ketat dan penyesuaian terapi yang tepat. Penanganan OHSS juga bergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami pasien.
Upaya Mengurangi Risiko OHSS
Beberapa langkah medis yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko OHSS meliputi:
- Penyesuaian dosis obat hormon
Dokter dapat memberikan dosis stimulasi yang lebih rendah, terutama pada pasien berisiko tinggi seperti penderita PCOS atau usia muda. - Pemantauan ketat selama stimulasi ovarium
Pemeriksaan USG dan tes darah rutin membantu mengontrol jumlah folikel dan kadar hormon estradiol. - Penggantian hormon pemicu ovulasi
Pada kondisi tertentu, pemicu ovulasi selain hCG dapat digunakan untuk menurunkan risiko OHSS. - Penundaan transfer embrio
Embrio dapat dibekukan terlebih dahulu dan ditransfer pada siklus berikutnya setelah kondisi tubuh stabil. - Edukasi pasien
Pasien perlu mengenali gejala awal seperti perut kembung berlebihan, nyeri hebat, atau kenaikan berat badan mendadak. - Menghindari aktivitas fisik berat
Aktivitas berat dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan risiko komplikasi pada ovarium yang membesar.
Pengobatan OHSS
Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan OHSS. Penanganan difokuskan pada pengurangan gejala dan pencegahan komplikasi.
OHSS Ringan hingga Sedang
- Istirahat cukup dan menghindari aktivitas berat
- Minum cairan yang cukup, terutama mengandung elektrolit
- Obat pereda nyeri seperti parasetamol
- Obat anti-mual bila diperlukan
- Pemantauan rutin oleh dokter
OHSS Berat
- Perawatan dan observasi di rumah sakit
- Pengeluaran cairan dari rongga perut (parasentesis) bila diperlukan
- Pemberian obat untuk mengontrol keseimbangan cairan
- Pemantauan fungsi ginjal, hati, dan elektrolit secara ketat
Apakah OHSS Berpengaruh pada Janin?
OHSS tidak secara langsung memengaruhi perkembangan janin. Namun, wanita yang mengalami OHSS saat hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi seperti pembekuan darah, preeklamsia, atau persalinan prematur. Oleh karena itu, pengawasan ketat pada awal kehamilan sangat diperlukan. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti kuat bahwa OHSS menyebabkan kelainan pada janin.
OHSS merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada terapi fertilitas, namun dengan pemantauan yang tepat dan penanganan yang sesuai, risiko serta dampaknya dapat diminimalkan. Konsultasi rutin dan komunikasi aktif dengan dokter menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan keberhasilan program kehamilan berbantu.
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
