fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595

ICSI dan IMSI: Rahasia Teknologi Bayi Tabung untuk Meningkatkan Keberhasilan Kehamilan

January 8, 2026 by markbro0
ICSI-dan-IMSI-Rahasia-Teknologi-Bayi-Tabung-untuk-Meningkatkan-Keberhasilan-Kehamilan.png

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan sebuah teknik reproduksi berbantu (Assisted Reproductive Technology) yang membantu pasangan dengan masalah infertilitas mendapatkan kehamilan. IVF sendiri memiliki beberapa metode atau tahapan tambahan, baik untuk memperbaiki peluang pembuahan maupun meningkatkan kualitas embrio yang ditransfer ke rahim. Dua teknik yang sering dibahas dalam konteks ini adalah ICSI dan IMSI.

 

Pengertian ICSI

ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) adalah sebuah teknik di mana satu sel sperma dipilih dan kemudian disuntikkan langsung ke dalam sel telur menggunakan alat mikromanipulasi di laboratorium. Hal ini berbeda dari fertilisasi in vitro konvensional, di mana sperma dan sel telur diletakkan bersama di cawan laboratorium dan fertilisasi terjadi secara alami oleh sperma yang paling mampu menembus sel telur.

Teknik ICSI terutama dikembangkan untuk mengatasi masalah infertilitas pria, seperti jumlah sperma yang sangat rendah (oligozoospermia), gerakan sperma yang buruk (asthenozoospermia), atau bentuk sperma yang tidak normal (teratozoospermia). Dalam banyak klinik bayi tabung saat ini, ICSI menjadi metode yang sering dipilih karena memberikan kendali yang lebih baik atas proses pembuahan dibandingkan metode IVF konvensional.

 

Pengertian IMSI

IMSI (Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection) merupakan versi yang lebih maju dari ICSI. Ia menggunakan mikroskop dengan pembesaran sangat tinggi (lebih dari 6.000x) untuk menilai dan memilih sperma yang memiliki morfologi terbaik sebelum disuntikkan ke dalam sel telur. Dengan pembesaran tinggi ini, dokter dapat melihat detail struktur sperma, termasuk bagian kepala, tengah, sampai ekor, serta mendeteksi cacat atau vakuola yang mungkin berhubungan dengan kualitas DNA sperma.

IMSI sering disebut sebagai “Super ICSI” karena kemampuan seleksi sperma yang lebih detail dibandingkan ICSI biasa (yang hanya menggunakan mikroskop sekitar 400x).

  

Perbedaan ICSI dan IMSI

Perbedaan utama antara ICSI dan IMSI terletak pada cara pemilihan sperma dan teknologi mikroskop yang digunakan.

ICSI menggunakan mikroskop dengan pembesaran sekitar 400 kali. Pemilihan sperma dilakukan berdasarkan pergerakan dan bentuk sperma secara umum. Teknik ini sudah sangat membantu proses pembuahan pada kasus infertilitas pria, terutama jika jumlah atau pergerakan sperma rendah. Prosedur ICSI relatif lebih cepat dan biaya yang dibutuhkan umumnya lebih rendah dibanding IMSI.

IMSI menggunakan mikroskop dengan pembesaran sangat tinggi, bisa lebih dari 6.000 kali. Dengan pembesaran ini, dokter dapat melihat detail struktur sperma secara lebih mendalam, termasuk kelainan kecil pada kepala sperma yang tidak terlihat pada ICSI. Proses seleksi sperma pada IMSI lebih lama dan lebih teliti, sehingga biayanya juga lebih tinggi. Teknik ini biasanya dipilih untuk kasus gangguan sperma berat atau kegagalan ICSI sebelumnya.

Secara singkat:

  • ICSI fokus membantu terjadinya pembuahan
  • IMSI fokus meningkatkan kualitas sperma yang dipilih

 

Berikut perbedaan ICSI dan IMSI secara singkatnya

Aspek ICSI IMSI
Kepanjangan Intracytoplasmic Sperm Injection Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection
Jenis metode Teknik pembuahan bayi tabung Pengembangan lanjutan dari ICSI
Pembesaran mikroskop Sekitar 400× Lebih dari 6.000×
Cara memilih sperma Berdasarkan pergerakan dan bentuk umum Berdasarkan bentuk sperma secara sangat detail
Deteksi kelainan sperma Terbatas Lebih akurat dan mendalam
Kualitas sperma yang dipilih Baik Sangat optimal
Waktu pengerjaan Lebih singkat Lebih lama
Biaya Lebih rendah Lebih tinggi
Cocok untuk kondisi Gangguan sperma ringan–sedang Gangguan sperma berat atau kegagalan ICSI
Tujuan utama Membantu terjadinya pembuahan Meningkatkan kualitas embrio dan peluang implantasi

 

Kondisi-Kondisi di Mana ICSI atau IMSI Dianjurkan

Indikasi ICSI:

ICSI biasanya dianjurkan ketika:

  • Jumlah sperma sangat rendah (<15 juta/mL) (oligozoospermia).
  • Sperma memiliki gerakan yang buruk (asthenozoospermia).
  • Sperma bentuknya abnormal (teratozoospermia).
  • Riwayat fertilisasi gagal pada IVF konvensional sebelumnya.
  • Spermanya harus diambil melalui prosedur bedah (mis. pada azoospermia obstruktif).

Indikasi IMSI:

IMSI lebih sering dipilih untuk kasus yang lebih spesifik seperti:

  • Teratozoospermia berat (bentuk sperma yang sangat tidak normal).
  • Riwayat beberapa kegagalan ICSI sebelumnya.
  • Hasil embrio yang buruk atau embrio berhenti berkembang.
  • Tingkat fragmentasi DNA sperma yang tinggi (bahaya terhadap perkembangan embrio dan keguguran).

IMSI tidak selalu dilakukan pada semua kasus bayi tabung, dan tidak semua klinik menyediakan teknik ini karena membutuhkan pengamatan yang sangat teliti dan teknologi yang lebih kompleks.

 

Angka Keberhasilan ICSI dan IMSI

eberhasilan program bayi tabung tidak hanya bergantung pada metode pembuahan, tetapi juga usia wanita, kualitas sel telur, kondisi rahim, dan kualitas embrio. Namun secara umum, angka keberhasilan ICSI dan IMSI dapat digambarkan sebagai berikut:

Angka Keberhasilan ICSI

  • Tingkat pembuahan: sekitar 70–85%
  • Tingkat kehamilan klinis: sekitar 35–50% per siklus
  • Tingkat kelahiran hidup: sekitar 30–40%, tergantung usia dan kondisi pasangan

Angka Keberhasilan IMSI

  • Tingkat pembuahan: relatif sama atau sedikit lebih tinggi dibanding ICSI
  • Tingkat kehamilan klinis: sekitar 40–55% per siklus pada kasus tertentu
  • Risiko keguguran: dilaporkan lebih rendah dibanding ICSI pada beberapa penelitian
  • Keuntungan utama: terlihat pada pasien dengan masalah sperma berat atau kegagalan ICSI sebelumnya

IMSI tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik pada semua pasien, namun pada kondisi tertentu, teknik ini dapat meningkatkan peluang kehamilan dan keberhasilan implantasi embrio.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.