Mandul Karena Sering Melakukan Onani? Ini Penjelasannya

Banyak pria kadang bertanya sendiri: “Kalau aku sering onani, nanti bisa mandul nggak ya?” Pertanyaan ini muncul bukan tanpa alasan banyak mitos beredar di masyarakat yang menghubungkan kebiasaan onani dengan kemandulan, masa depan sebagai ayah, atau bahkan kerusakan organ reproduksi. Walaupun topik ini masih sering dianggap tabu, nyatanya penting untuk dipahami demi kesehatan seksual dan reproduksi yang lebih baik.
Apa Itu Onani?
Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang dilakukan seseorang dengan merangsang alat kelaminnya sendiri untuk mencapai orgasme. Ini merupakan perilaku seksual yang umum dan normal baik pada pria maupun wanita dalam berbagai fase kehidupan seseorang. Onani bukanlah penyakit atau kondisi medis berbahaya dalam dirinya sendiri jika dilakukan secara sehat dan aman.
Apakah Onani Bisa Menyebabkan Mandul? Ini Faktanya
Jawabannya menurut bukti medis: Tidak.
Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa onani menyebabkan seseorang menjadi mandul secara permanen.
Beberapa poin penting yang perlu kamu tahu:
Onani tidak menghancurkan sperma atau organ reproduksi
Aktivitas masturbasi tidak merusak testis, epididimis, ataupun jaringan yang menghasilkan sperma. Sistem reproduksi pria secara konstan memproduksi sperma jadi ejakulasi bukanlah sesuatu yang akan menghapus cadangan sperma selamanya.
Frekuensi bisa memengaruhi jumlah spermanya tapi sementara
Jika seseorang berejakulasi berkali-kali dalam waktu singkat, jumlah sperma yang keluar dalam setiap ejakulasi bisa sedikit lebih rendah. Tetapi ini hanya sementara: tubuh akan cepat mengisi ulang cadangan sperma.
Faktor yang benar-benar memengaruhi fertilitas berbeda jauh
Penyebab infertilitas pria mencakup gangguan hormon, varikokel (pembengkakan vena di testis), infeksi tertentu (termasuk yang memerlukan pengobatan), hingga kondisi genetik atau gaya hidup tertentu. Poin pentingnya: onani bukanlah salah satunya.
Apa Itu Epididimis dan Apakah Ini Berhubungan dengan Onani?
Beberapa orang khawatir karena pernah dengar istilah epididimis yakni saluran di belakang testis tempat sperma matang dan disimpan. Infeksi atau radang pada epididimis (epididimitis) memang dapat mengganggu proses pematangan sperma dan berpotensi berdampak pada kualitas sperma jika tidak ditangani. Namun penyebab epididimitis biasanya adalah infeksi bakteri atau penyakit menular seksual, bukan onani.
Jadi, jika seseorang mengalami rasa sakit atau pembengkakan di sekitar testis atau epididimis, itu harus diperiksa oleh tenaga medis, tetapi bukan otomatis disebabkan oleh onani.
Mitos yang Sering Berkembang
Di masyarakat ada banyak mitos yang mewarnai pemahaman tentang onani, misalnya:
Onani menyebabkan mandul
Onani menyebabkan kebutaan, penyakit serius, atau kerusakan permanen pada alat reproduksi
Semua klaim di atas tidak didukung bukti ilmiah. Tidak ada penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara praktik onani yang sehat dengan kondisi mandul atau komplikasi serius lain.
Kapan Onani Bisa Menjadi Masalah?
Onani sendiri tidak menyebabkan mandul. Tetapi jika dilakukan secara berlebihan, dalam artian:
- sampai mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari,
- menyebabkan disfungsional hubungan seksual dengan pasangan,
- atau dipakai sebagai pelampiasan kecemasan,
maka kebiasaan itu bisa berdampak buruk bukan pada fisik reproduksi, melainkan pada aspek psikososial dan relasi pribadi. Dalam kondisi tersebut, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor bisa sangat membantu
Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:
081336865595
Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya
