Asi atau air susu ibu adalah cairan yang paling penting dan dibutuhkan oleh bayi. Asi mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka. Maka dari itu menjaga Kesehatan dan jumlah volume asi sangat penting tidak hanya untuk bayi. Berikut adalah cara agar si ibu dapat memproduksi asi yang sehat dan banyak secara alami.
Keguguran dapat disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga masalah Kesehatan tertentu. Bila anda pernah mengalami keguguran, jangan berkecil hati. Berbagai Langkah pencegahan dapat dilakukan guna mencegah keguguran kembali terjadi serta menjalani kehamilan dengan lancar dan sehat.
Penyebab Keguguran Berulang
Ada beberapa penyebab keguguran berulang bisa terjadi, antara lain :
Untuk menghindari keguguran berulang terjadi, anda dapat melakukan berbagai cara yaitu :
Anti Mullerian Hormone (AMH) adalah hormon yang dilepaskan oleh sel-sel folikel dalam ovarium. Setelah dilepaskan oleh sel folikel yang menjadi matang, kadar AMH akan menghentikan folikel lain yang belum matang untuk mematangkan diri sehingga tidak semua sel telur diproduksi pada saat yang bersamaan. Kadar AMH mencerminkan jumlah sel telur dalam proses pematangan di dalam folikel di ovarium sebelum terjadinya ovulasi. Dengan demikian, kadar AMH dapat digunakan untuk mengetahui cadangan sel telur dalam ovarium (jumlah folikel di dalam indung telur berbanding lurus dengan kadar AMH). Kadar AMH yang rendah berarti cadangan sel telur dalam ovarium lebih rendah dari normal. Jika jumlah sel telur yang mengalami proses pematangan berkurang, maka sel telur yang dilepaskan ketika ovulasi agar dapat dibuahi juga berkurang. Ada 3 tingkat yaitu hipo responder/respon rendah, normo responder, hiper responder/respon tinggi. Oleh karena itu, pemeriksaan AMH bisa membantu untuk mengetahui potensi seorang wanita untuk hamil alami dan mengetahui kemungkinan jumlah sel telur yang akan dipetik setelah stimulasi, sehingga nilai AMH biasanya dikaitkan dengan jumlah cadangan ovarium.
Seiring dengan bertambahnya usia, jumlah folikel yang menghasilkan sel telur juga berkurang, dan kadar AMH juga ikut berkurang. Dengan kata lain, fungsi ovarium dalam sistem reproduksi dapat dinilai dengan mengetahui kadar AMH. Wanita dengan AMH rendah memiliki peluang kehamilan lebih rendah dibandingkan wanita dengan kadar AMH normal pada usia mereka. Prolaktin merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Kadar prolaktin yang tinggi mempengaruhi proses ovulasi sehingga siklus menstruasi dapat terganggu, mulai dari menstruasi yang tidak lancar sampai terhentinya siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang terganggu dapat mempengaruhi kemungkinan kehamilan pada seorang wanita. Beberapa penyebab tingginya kadar prolaktin adalah adenoma pituitari, hipotiroid, sindrom ovarium polikistik, tingkat stres psikologis yang tinggi, dan efek samping obat-obatan.
Organ intim wanita adalah anggota badan paling penting dalam proses reproduksi. Jika organ intim tersebut tidak dijaga kesehatannya, bisa mengakibatkan seorang wanita susah untuk hamil. Tak hanya itu, organ intim yang selalu terawat dengan baik juga dapat mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan di area tersebut, seperti keputihan.
Tips Merawat Kesehatan Organ Intim Wanita
Ada beberapa tips atau cara untuk merawat organ intim wanita yang mudah untuk dilakukan, antara lain:
Usahakan Tips diatas dilakukan secara rutin agar organ intim wanita terjaga kesehatannya dan menjamin presentase kesuburan tinggi.
Berbicara mengenai infertilitas, ternyata permasalahan ini tidak hanya ditemui pada wanita saja tetapi juga pria. Berdasarkan penelitian, sebanyak 40% masalah infertilitas terjadi akibat dari faktor pria, sedangkan 50% akibat wanita serta 10% akibat keduanya. Oleh karena itu menjadi penting untuk membahas bagaimana infertilitas pada pria dan cara menanggulanginya. Infertilitas merupakan kondisi gagalnya satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang sesuai tanpa memakai alat kontrasepsi selama kurun waktu satu tahun.
Ada beberapa faktor fisik pada pria bisa menjadi pemicu infertilitas, antara lain :
Kondisi dimana testis memutar di dalam skrotum secara ekstrim, biasanya dapat terlihat dari timbulnya pembengkakan. Torsio testis dapat menyebabkan gangguan aliran darah di dalam testis.
Tabung yang membawa sperma atau saluran sperma dapat mengalami kerusakan lantaran cedera atau penyakit. Sebagian pria mengalami sumbatan pada testis yang menyimpan sperma atau hambatan pada satu atau kedua saluran yang membawa sperma dari testis.
Ukuran testis normal pada pria dewasa diukur dalam bentuk volume yaitu sekitar 12 ml – 19 ml dengan rata rata +/- 15 ml. Atau jika diukur dalam bentuk panjang dan lebar memiliki rata rata sekitar panjang 3-5 cm dan lebar 2-3 cm. Ukuran testis akan mempengaruhi banyak hormon testosteron yang terbentuk sehingga akan mempengaruhi jumlah banyak sperma yang terbentuk bukan kualitasnya.
Terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam skrotum dan mencegah darah mengalir dengan baik. Varikokel terdapat pada sekitar 15-40 persen dari para pria yang sedang melakukan evaluasi masalah kesuburan.
kondisi testis yang belum pindah ke posisi yang tepat dalam kantong kulit yang tergantung di bawah penis (skrotum).
Selain faktor fisik, ada juga faktor-faktor umum yang bisa menjadi pemicu infertilitas pada pria. Yaitu :