fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
artikel-2025-01-06T155548.500.png
06/Jan/2025

Daun katuk adalah salah satu jenis sayuran hijau yang baik untuk kesehatan, dan biasanya dimasak menjadi lauk pauk. Ibu menyusui biasanya makan daun katuk. Di Indonesia sendiri, dipercaya bahwa daun katuk memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI). Apakah Anda tahu ada manfaat lain dari daun katuk selain meningkatkan ASI? Lihat penjelasannya di bawah ini!

 

Kandungan Gizi Daun Katuk

Daun katuk, atau Sauropus androgynus, memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan. Salah satu tanaman obat yang berukuran kecil adalah daun katuk. Daun katuk di Indonesia biasanya dimasak menjadi sayur bening untuk lauk pauk. Namun, dengan kemajuan teknologi, sekarang ada pil yang mengandung ekstrak daun katuk. Daun katuk, seperti sayuran hijau lainnya, mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan Anda. Kandungan gizinya meliputi:

  • Air 83,3 gram
  • Protein 5,3 gram
  • Kalori 53 kal
  • Karbohidrat 9,1 gram
  • Serat 1,2 gram
  • Lemak 0,9 gram
  • Kalsium 185 mg
  • Zat besi 3,1 mg
  • Fosfor 102 mg
  • Kalium 291,3 mg
  • Natrium 16 mg
  • Seng 1,3 mg
  • Vitamin C 66 mg
  • Beta-karoten 11,131 mcg
  • Niasin 2,2 mg
  • Riboflavin 0,30 mg

 

Manfaat Daun Katuk

Kandungan nutrisi yang lengkap dari daun katuk membuat sayuran ini populer. Daun katuk biasanya dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). Namun, daun katuk sebenarnya bermanfaat bagi semua orang, termasuk pria.
Nah, berikut beberapa manfaat daun katuk yang perlu Anda ketahui.

Meningkatkan air susu ibu (ASI)

Meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI) adalah salah satu manfaat daun katuk bagi wanita. Karena kandungan sterol yang bersifat estrogenik daun katuk, dipercaya dapat membantu meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin, yang merupakan hormon yang mempengaruhi produksi ASI. Hormon ini merangsang alveoli payudara untuk menyerap lebih banyak protein, lemak, dan gula dalam darah, yang kemudian akan digunakan untuk membuat ASI.

Selain sayuran daun katuk, penggunaan pil ekstrak daun katuk juga membantu melancarkan ASI. Penelitian pada ibu menyusui di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar menemukan bahwa penggunaan ramuan tradisional seperti rebusan daun katuk dan ekstrak daun katuk membantu memenuhi kebutuhan ASI.

Mempercepat penyembuhan luka

Daun katuk tidak hanya meningkatkan ASI, tetapi juga membantu mempercepat penyembuhan luka. Hal ini disebabkan oleh kandungan vitamin C dalam katuk yang dapat membantu membentuk kolagen, yang merupakan protein penting untuk membangun kulit. Terluka dapat merusak lapisan kulit paling luar. Daun katuk mengandung vitamin C yang dipecahkan oleh tubuh, yang kemudian diangkut melalui aliran darah ke sel-sel yang diperlukan, termasuk bagian kulit yang terluka. Ini adalah fungsi vitamin C yang membuat penyembuhan luka lebih cepat.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Menjaga kesehatan penting, terutama di tengah pandemi COVID-19. Karena peran vitamin C yang terkandung dalam katuk, daun katuk dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Untuk memenuhi asupan vitamin C tubuh Anda, Anda dapat mengonsumsi daun katuk. Asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan pertahanan tubuh Anda untuk melawan virus, bakteri, dan parasit.

Menurunkan gula darah

Anda salah jika mengira daun katuk hanya bermanfaat bagi wanita. Daun katuk dapat membantu pria menurunkan gula darah karena kandungannya memiliki sifat antidiabetes, yang dapat membantu menurunkan gula darah yang tinggi. Jadi, diabetes dapat terjadi dengan kadar gula darah tinggi. Mengonsumsi daun katuk juga dapat membantu menjaga berat badan, karena berat badan berlebihan meningkatkan risiko diabetes.

Mencegah peradangan

Selain mengandung karotenoid yang bersifat antioksidan, daun katuk juga mengandung flavonoid seperti apigenin, quercetin, dan luteolin, yang membuat antioksidannya lebih lengkap. Antioksidan ini dapat melindungi sel tubuh dari peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas. Pada dasarnya, peradangan adalah reaksi alami tubuh terhadap infeksi atau cedera, dan biasanya akan sembuh sendiri. Namun, peradangan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker jika berlangsung lama.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2015 oleh The Natural Products Journal menemukan bahwa zat anti radang yang terkandung dalam daun katuk dapat membantu mengurangi pembengkakan (edema) dengan lebih cepat. Tubuh yang mengalami peradangan sering menyebabkan pembengkakan. Daun katuk dapat membantu mencegah dan mengatasi peradangan pada tubuh Anda.

 

Apa Manfaat Daun Katuk untuk Kesuburan?

Daun katuk memiliki banyak manfaat kesehatan karena banyak nutrisi penting di dalamnya. Apakah mungkin untuk menggunakan daun katuk untuk meningkatkan kesuburan? Meskipun mengandung nutrisi lengkap, penelitian belum menunjukkan bahwa itu baik untuk kesuburan.

Jika Anda ingin meningkatkan kesuburan maka ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:

  • Berolahraga secara teratur
  • Konsumsi makanan yang kaya nutrisi dan buah-buahan
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok
  • Menjaga berat badan ideal

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-03T152812.969.png
03/Jan/2025

Kanker testis tergolong kanker yang jarang, namun sebagian besar penderitanya adalah pria muda berusia subur. Kanker testis bermula di testis, atau kelenjar kelamin. Kanker ini dapat menyerang laki-laki dari usia berapa pun, tetapi paling umum ditemukan pada pria usia subur, yaitu di antara usia 15 dan 45 tahun.

Kanker testis adalah kondisi yang sangat jarang dan dapat diobati. Lebih dari sembilan puluh persen kasus kanker ini dapat disembuhkan dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Angka kematian akibat kanker ini juga kecil, dengan angka kesintasan 5 tahun lebih dari 95%.

 

Apa itu kanker testis?

Sistem reproduksi pria terdiri dari testis. Sepasang kelenjar berbentuk telur ini terbungkus dalam skrotum, sebuah kantong kulit. Di bawah dasar penis terdapat skrotum. Testis harus memiliki tekstur yang kenyal, walau sedikit “spongy”, sepanjang bagian. Normalnya, testis pria dewasa hanya sedikit lebih kecil daripada bola golf, meskipun salah satunya mungkin sedikit lebih besar.

Testis memiliki dua fungsi utama, yakni:

  • Memproduksi hormon pria (androgen), yaitu testosteron, yang mengendalikan libido atau gairah seksual pria dan juga yang memicu pertumbuhan otot, tulang, dan rambut pada tubuh.
  • Memproduksi sperma, yang diperlukan untuk membuahi sel telur agar terjadi kehamilan.

Kanker testis terjadi ketika sel normal di salah satu atau kedua testis berubah sehingga tidak terkendali dalam pertumbuhannya. Pasangan yang ingin memiliki keturunan dapat menghadapi masalah besar karena kanker ini hanya terjadi pada pria usia subur dan efek samping pengobatannya, meskipun kanker ini tidak mematikan dan dapat sembuh.

 

Jenis-jenis kanker testis

Semua jenis sel dalam testis dapat berkembang menjadi satu atau lebih jenis kanker. Jenis sel kanker testis yang berasal sangat penting karena menentukan pilihan pengobatan yang dipilih, serta kemungkinan sembuh atau kekambuhan di masa depan.

95% kanker testis berasal dari sel germinal, yang merupakan sel tempat spermatogenesis atau proses produksi sperma berlangsung. Kanker sel germinal pada testis, juga dikenal sebagai tumor sel germinal atau GCT, dibagi menjadi dua kategori utama: seminoma dan nonseminoma. Kedua jenis kanker ini hampir sama sering terjadi.

Seminoma

Kurang lebih 40% kanker testis adalah seminoma, yang tumbuh lambat dan jarang menyebar ke organ tubuh lainnya. Selain itu, kanker seminoma dibagi menjadi dua kategori utama, yakni:

  • Seminoma klasik, yang terjadi pada lebih dari 95 persen kasus seminoma, biasanya ditemukan pada pria berusia 25 hingga 45 tahun.
  • Seminoma spermatositik, yang jarang dan biasanya ditemukan pada pria berusia 65 tahun atau lebih.

Penanda tumor utama untuk seminoma adalah keberadaan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam darah, yang seringkali meningkat. Oleh sebab itu pemeriksaan kadar hormon ini diperlukan untuk mendiagnosis sekaligus mengevaluasi respon pengobatan kanker testis.

Non seminoma

60 persen kasus mengalami kanker testis non seminoma, yang lebih sering terjadi pada pria berusia 15 tahun hingga awal 30-an. Kanker jenis ini berkembang lebih cepat dan menyebabkan penyakit yang lebih parah. Ada empat subtipe utama dari kanker non seminoma:

  • Karsinoma yang terjadi pada embrio Ini adalah jenis kanker yang paling umum dan sangat agresif. Dengan kata lain, mereka cenderung tumbuh cepat dan menyebar ke organ di luar testis. Jaringan kanker tampak seperti embrio saat awal kehamilan di bawah mikroskop. Meningkatnya kadar alpha-fetoprotein (AFP) dan hormon hCG di dalam darah merupakan penanda tumor untuk kanker ini.
  • Kanker yolk sac Ini adalah kanker testis yang paling umum terjadi pada anak-anak, terutama bayi dan remaja. Kanker biasanya dapat diobati sepenuhnya jika terjadi pada masa kanak-kanak. Penanda tumor AFP juga lebih tinggi pada kanker jenis ini.
  • Koriokarsinoma, sejenis kanker testis yang sangat jarang, cepat berkembang dan menyebar ke organ lain seperti paru, tulang, dan otak.
  • Teratoma adalah kanker sel germinal yang jaringannya terdiri dari tiga lapisan embrio: endoderm (bagian terdalam), mesoderm (bagian tengah), dan ektoderm (bagian terluar). Hormon hCG adalah penanda tumor utamanya. Selain tidak meningkatkan penanda tumor seperti AFP atau hCG, teratoma testis tergolong jarang.

Kanker pada stroma testis

Dalam sekitar 5% kasus, kanker dapat muncul di jaringan testis di luar sel germinal. Dalam hal ini, kanker muncul di stroma, jaringan penyokong dan penghasil hormon testis. Tumor stromal testis disebut sebagai tumor stromal testis. Kanker sel Leydig, yang menghasilkan hormon testosteron, dan kanker sel Sertoli, yang menghasilkan sperma, adalah dua jenis kanker utama.

Kanker akibat penyebaran dari organ lain

Kanker testis yang paling sering menyebar adalah limfoma, yang paling sering terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas, dan leukemia kadang-kadang menyebar ke testis pada anak-anak. Ini disebut kanker testis sekunder karena tidak bermula pada testis. Selain itu, kanker dapat masuk ke testis dari prostat, paru-paru, kulit, ginjal, dan organ lain.

 

Gejala kanker testis

Gejala utama dari kanker testis adalah munculnya benjolan yang tidak nyeri pada testis. Kemunculan gejala ini bisa disertai dengan:

  • Pembengkakan testis (dengan atau tanpa nyeri).
  • Nyeri tumpul atau sensasi penuh atau berat di perut bawah, atau di sekitar dubur atau skrotum.
  • Perubahan pada ukuran, bentuk, atau tekstur testis.
  • Nyeri pada perut bawah, punggung, atau lipat paha.
  • Rasa tidak nyaman, nyeri, atau perubahan pada payudara .

Sebagian pria tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Dalam kasus ini, kanker testis biasanya ditemukan saat pemeriksaan medis untuk penyakit lain. Misalnya, saat seorang pria dievaluasi untuk infertilitas melalui prosedur ultrasonografi testis (USG).

Oleh karena itu, jika Anda menemukan benjolan atau area pada testis yang terlihat berbeda dari area sekitarnya, segera temui dokter Anda. lebih khusus lagi jika benjolan ini telah dirasakan selama lebih dari dua minggu. Ingat bahwa pada awalnya, hampir tidak ada pria dengan kanker testis yang mengalami nyeri.

 

Penyebab dan faktor risiko kanker testis

Hingga kini, belum diketahui apa penyebab pasti kanker testis. Namun, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker ini.

  • Kriptorkidismus, atau testis yang tidak turun, adalah ketika salah satu atau kedua testis bayi tidak turun ke skrotum dari dalam perut sebelum lahir. Pria dengan kriptorkidismus memiliki risiko kanker testis 2-4 kali lipat dibandingkan dengan pria dengan testis normal, menurut penelitian tersebut.
  • Ada riwayat kanker testis dalam keluarga. Memiliki ayah atau saudara kandung pria yang menderita kanker ini meningkatkan risiko kanker testis individu hingga enam hingga sepuluh kali lipat. Namun, hanya sebagian kecil kasus kanker ini diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar pria yang didiagnosis dengan kanker ini tidak memiliki riwayat keluarga kanker.
  • Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), khususnya mereka yang telah mengalami AIDS, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengembangkan kanker testis. Human papillomavirus (HPV), Epstein-Barr virus (EBV), Cytomegalovirus (CMV), dan Parvovirus B-19 adalah contoh infeksi lain yang meningkatkan risiko kanker ini.
  • Karsinoma testis yang terletak di sana Karsinoma in situ (CIS) adalah jenis kanker sel germinal yang terjadi pada testis yang tidak invasif pada awalnya. Sementara sel-sel tampak tidak biasa di bawah mikroskop, mereka tidak menyebar di luar dinding tubulus seminiferus, tempat sperma dibentuk. Karsinoma yang terletak di sana tidak selalu berkembang menjadi kanker.
  • Riwayat kanker testis sebelumnya: Sekitar 3–4% pria yang telah sembuh dari kanker testis akan mengalami kanker testis lainnya pada suatu saat.
  • Berasal dari etnis atau ras tertentu. Pria berkulit putih memiliki risiko kanker testis 4-5 kali lipat dibandingkan pria berkulit hitam atau keturunan Asia. Di seluruh dunia, pria yang tinggal di Amerika Serikat atau Eropa memiliki risiko kanker testis paling tinggi, sedangkan pria yang tinggal di Afrika atau Asia memiliki risiko paling rendah.
  • Riwayat cedera atau trauma pada testis.

 

Diagnosis kanker testis

Pria yang mendeteksi adanya benjolan pada testis harus sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter. Bila dicurigai kanker testis, beberapa tes berikut akan dilakukan:

  • Ultrasonografi (USG) testis untuk mengukur ukuran, karakteristik, dan benjolannya. Dengan melakukan pemeriksaan ini, Anda dapat mengetahui apakah benjolan terletak di dalam testis atau di luarnya, dan apakah itu mengandung cairan atau padat. Kanker padat ini bermula di dalam testis.
  • Satu-satunya metode untuk memastikan diagnosis kanker testis adalah orkiektomi, yang melibatkan pengangkatan testis. Proses ini dikenal sebagai orkiektomi inguinal radikal.

Selanjutnya, dilakukan penilaian stadium kanker testis berdasarkan lokasi penyebarannya.

  • Dalam stadium pertama, kanker hanya menyerang testis.
  • Dalam stadium kedua, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening retroperitoneal, yang terletak di dalam perut.
  • Dalam stadium ketiga, kanker telah menyebar ke organ lain di luar testis.

Untuk menentukan stadium kanker ini, dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan darah untuk penanda tumor seperti AFP, beta-hCG, dan laktat dehidrogenase (LDH). Tingginya kadar penanda tumor ini menunjukkan kemungkinan kanker testis dan dapat membantu menentukan jenis kanker yang muncul. Selain itu, pemeriksaan ini digunakan untuk melacak reaksi individu terhadap pengobatan kanker.
  • Pemeriksaan radiologi seperti tomografi computed tomography (CT)—sebagian besar pria yang mengkhawatirkan kanker testis akan menjalani CT scan perut dan panggul. Untuk mengetahui apakah metastasis, atau kanker, telah menyebar ke luar testis, pemeriksaan rontgen atau CT scan dada juga biasanya dilakukan. Kelenjar getah bening perut, paru-paru, hati, tulang, dan otak adalah lokasi paling umum di mana kanker ini menyebar.

 

Pengobatan kanker testis

Pengobatan kanker testis disesuaikan dengan usia, status kesehatan, stadium kanker, dan apakah kanker hanya terjadi pada salah satu atau kedua testis. Pilihan pengobatan mencakup:

Operasi

Ini adalah pilihan pengobatan utama untuk pasien yang didiagnosis dengan kanker testis. Untuk mendiagnosis kanker, operasi inguinal radikal adalah langkah pertama dalam pengobatan. Namanya yang “radikal” menunjukkan bahwa jaringan testis diangkat secara keseluruhan untuk mencegah tumor menyebar ke skrotum. Pada akhirnya, jaringan testis dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Jumlah pasien yang sembuh setelah prosedur ini sangat tinggi, tetapi kadang-kadang diperlukan bantuan tambahan seperti kemoterapi atau radioterapi untuk mencegah kekambuhan kanker. Untuk mencegah kanker menyebar ke organ lain di luar testis, kadang-kadang dilakukan operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening yang berdekatan. Jika diperlukan, operasi juga dilakukan untuk mengangkat kanker yang telah menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Radioterapi

Sel kanker di dalam testis atau di kelenjar getah bening yang berdekatan dibunuh melalui terapi radiasi. Radioterapi sangat efektif untuk kanker testis tipe seminoma dengan tingkat kesembuhan di atas 95 persen pada stadium awal. Akan tetapi, untuk kanker testis tipe non seminoma, radioterapi dapat menjadi pilihan jika kanker telah menyebar ke organ lain yang lebih jauh, seperti otak.

Kemoterapi

Kemoterapi digunakan untuk kanker yang telah menyebar ke luar testis atau jika penanda tumor meningkat setelah operasi. Bleomycin, carboplatin, etoposide, dan cisplatin adalah obat yang paling umum digunakan.

 

Kunjungan rutin aktif (surveilans)

Ini adalah metode untuk mengawasi perubahan tubuh yang menyebabkan kekambuhan kanker. Selama proses ini, orang-orang akan melakukan kunjungan rutin setiap beberapa bulan sekali untuk menjalani berbagai pemeriksaan. Pada umumnya, pengawasan disarankan selama tiga hingga empat tahun pertama dari waktu kanker terdiagnosis. Setelah itu, frekuensi dapat dikurangi menjadi dua kali setahun selama beberapa tahun, kemudian menjadi satu kali setahun sampai paling sedikit sepuluh tahun setelah diagnosis. Hanya pria yang bersedia dan memiliki kemampuan untuk melakukan kunjungan rutin dalam jangka waktu tertentu yang dapat digunakan untuk supervisi. Jika tidak, individu kemungkinan besar memerlukan terapi tambahan dengan radioterapi atau kemoterapi setelah operasi.

 

Efek kanker testis pada kesuburan pria

Pria normal sering mengalami kanker testis. Selain kanker itu sendiri, pengobatan seperti operasi, radioterapi, dan kemoterapi memengaruhi produksi sperma, yang dapat menyebabkan infertilitas. Oleh karena itu, pria yang mendapatkan pengobatan untuk kanker testis harus mempertimbangkan untuk mempertahankan sperma mereka.

Cairan sperma, atau semen, disimpan pada suhu yang sangat rendah dalam proses yang disebut cryopreservation semen. Jika memungkinkan, sampel sperma diambil sebelum operasi pengangkatan testis dan sebelum kemoterapi atau radioterapi, sehingga sperma yang paling sehat dapat diperoleh untuk disimpan. Orang yang memiliki hitung sperma yang rendah sebelum pengobatan tetap disarankan untuk menyimpan spermanya. Pria seperti ini, berkat kemajuan ilmu kedokteran, masih dapat memiliki keturunan melalui siklus bayi tabung dengan sperma intracytoplasmic.

 

Bisakah kanker testis dicegah?

Sebagian besar pria yang menderita kanker testis tidak memiliki faktor risiko tertentu. Dan beberapa jenis faktor risiko, seperti testis yang tidak turun, ras kulit putih, dan riwayat keluarga kanker testis, tidak dapat diubah. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mencegah kanker testis adalah rutin memeriksa testis Anda sendiri dan segera berkonsultasi dengan dokter. Pada dasarnya, kanker testis sangat dapat dicegah.

 

Kesimpulan

Meskipun sangat dapat diobati, kanker testis sangat jarang terjadi. Kesadaran diri dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat meningkatkan angka kesembuhan hingga 95%.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-02T103202.947.png
02/Jan/2025

Ada beberapa jenis penyakit kelamin pria yang menunjukkan gejala, tetapi yang lain tidak. Untuk menghindari komplikasi yang disebabkan oleh penanganan yang terlambat atau tidak sesuai, hal ini sangat penting.

Infeksi virus, bakteri, atau parasit yang menular melalui hubungan seksual dapat menyebabkan penyakit kelamin pria. Tidak menjaga kebersihan organ intim Anda dengan benar juga bisa menyebabkan penyakit kelamin pada pria.

Tidak semua penyakit kelamin laki-laki memiliki gejala. Gejala terkadang dapat mirip dengan kondisi medis lain. Oleh karena itu, pria harus mengenali gejala penyakit pada organ intimnya untuk menghindari komplikasi akibat pengobatan yang tidak tepat.

 

Beberapa Penyakit Kelamin pada Pria dan Gejalanya

Berikut ini adalah beberapa penyakit kelamin pria yang dapat terjadi beserta gejalanya:

Gonore

Keluarnya cairan berwarna hijau, kuning, atau putih dari penis, nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, pembengkakan pada kulup penis, dan nyeri pada testis adalah tanda penyakit kelamin pria yang dikenal sebagai gonore. Meskipun gejala biasanya muncul dua minggu setelah infeksi, gejala gonore juga bisa muncul beberapa bulan setelah infeksi.

Klamidia

Bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebabkan penyakit kelamin pada pria seringkali tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, beberapa penderita dapat tidak menunjukkan gejala klamidia hingga beberapa minggu setelah terinfeksi. Mereka biasanya mengalami gejala yang mirip dengan uretritis, seperti nyeri saat buang air kecil, rasa gatal dan terbakar di uretra, dan keluarnya cairan dari penis yang tidak biasa, bening, putih, atau keruh.

Trikomoniasis

Infeksi parasit Trichomonas vaginalis menyebabkan Trichomoniasis, penyakit kelamin pria yang biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, jika ada, gejalanya serupa dengan gejala uretritis.

Kutil kelamin

Seperti namanya, kutil kelamin ditandai dengan kutil pada area genital. Penyakit kelamin pria ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yang ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang menderita kutil kelamin, seperti saat berhubungan seks atau berbagi alat kelamin.

Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin pria yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Ini dimulai dengan luka yang tidak terasa sakit di alat kelamin dan mulut. Bakteri ini dapat menular ke orang lain melalui kontak dengan luka tersebut. Gejala sifilis pada pria berbeda-beda sesuai dengan tahapan keparahan penyakit ini, yaitu:

  • Sifilis primer memulai dengan luka kecil (chancre) yang tidak sakit di tempat infeksi.
  • Sifilis sekunder menyebabkan ruam di seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan rambut rontok, pegal-pegal, demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sifilis laten terjadi ketika sifilis tidak diobati dan tidak menimbulkan gejala, tetapi bakteri sifilis tetap ada di dalam tubuh.
  • Sifilis tersier terjadi ketika sifilis laten tidak diobati dan menyebabkan komplikasi.
  • Neurosifilis mengganggu fungsi otak dan sistem saraf, termasuk mata

Herpes kelamin

Virus herpes simpleks, penyebab herpes kelamin, menular melalui kontak langsung dengan orang yang menderita herpes saat berhubungan seks atau berciuman. Lepuh pada penis dan gejala mirip flu, seperti demam, kurang enak badan, dan kehilangan nafsu makan adalah tanda penyakit kelamin pria yang satu ini.

Balanitis

Balanitis, penyakit kelamin pria yang lebih umum dialami oleh pria yang tidak disunat, ditandai dengan nyeri atau gatal, kemerahan maupun ruam, serta pembengkakan pada kepala penis yang disebabkan oleh infeksi jamur maupun bakteri.

Epididimitis

Epididimis, tabung melingkar di belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma, adalah penyakit kelamin pria yang menyebabkan epididimis. Penyakit ini biasanya didiagnosis pada pria berusia 14 hingga 35 tahun karena infeksi bakteri. Penderita epididimitis akan mengalami pembengkakan, kemerahan, dan nyeri buah zakar yang sangat parah yang dapat menjalar ke selangkangan. Penerita penyakit kelamin pria ini juga dapat mengalami demam, menggigil, dan nyeri saat buang air kecil.

Orchitis

Penyakit kelamin pria ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Penderita infeksi saluran kencing, klamidia, gonore, sifilis, dan epididimis lebih rentan mengalami orchitis. Pembengkakan pada salah satu atau kedua testis disertai dengan nyeri adalah tanda orchiditis. Pegal-pegal, kelelahan, mual, sakit kepala, jantung berdebar, demam, dan menggigil adalah beberapa gejala lain yang dapat dialami penderita penyakit kelamin pria ini.

 

Cara Mencegah Penularan Penyakit Kelamin pada Pria

Untuk menghindari penyakit kelamin pria, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Jaga kebersihan alat kelamin dan area sekitarnya.
  • Setia pada satu pasangan seksual.
  • Pastikan Anda dan pasangan Anda tidak memiliki penyakit kelamin.
  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Secara teratur lakukan pemeriksaan kesehatan organ reproduksi Anda.
  • Lakukan vaksinasi HPV dan hepatitis.
  • Hindari penggunaan narkoba dan alkohol.
  • Hindari berbagi alat kelamin.

 

Kesimpulan

Penyakit kelamin pada pria, jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kerusakan sistem saraf, organ vital, dan kemandulan. Jika Anda atau pasangan mengalami gejala, segera hentikan aktivitas seksual dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-18T091834.087.png
18/Dec/2024

Istilah “detox tubuh” mungkin sudah biasa Anda dengar, tetapi bagaimana dengan detox rahim? Proses “pembersihan” rahim dari racun adalah proses yang sama seperti yang dilakukan tubuh. Bagaimana manfaatnya?

 

Apa Itu Detox Rahim?

Meskipun terdengar aneh, metode “membersihkan” rahim ini telah digunakan secara luas dalam berbagai program perawatan di Mesir, Jepang, hingga penduduk asli Amerika. Jurnal Culture, Health, and Sexuality melaporkan bahwa detox rahim baik untuk menjaga kesehatan rahim dan meningkatkan kesuburan.

Cara “membersihkan” rahim ini mirip dengan detoks tubuh. Anda tidak perlu khawatir karena metode yang digunakan menggunakan bahan-bahan alami sehingga tidak akan membahayakan organ penting Anda.

 

Detox Rahim dengan Bahan Herbal Alami

Anda bisa mencoba beberapa bahan herbal yang baik untuk tubuh jika Anda ingin melakukan detox rahim dengan hasil yang maksimal.

Buah lemon

Anda mungkin sudah akrab dengan manfaat buah lemon. Buah yang berkulit kuning cerah ini dikatakan dapat membersihkan tubuh dari racun. Tidak mengherankan bahwa lemon adalah salah satu bahan yang sering digunakan untuk infused water.

Dengan kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi, buah ini juga dapat membantu kesehatan organ reproduksi. Anda dapat menggunakan lemon sebagai salah satu metode detoksifikasi alami jika Anda ingin meningkatkan kesuburan Anda.

Kayu manis

Kayu manis adalah salah satu rempah yang sering digunakan dalam berbagai jenis makanan dan minuman. Kayu manis memiliki banyak manfaat untuk tubuh selain rasanya yang enak. Komponen kayu manis seperti benzoate, benzyl, felandren, dan cinnzelanol membantu sistem reproduksi.

Salah satu jurnal dari Iranian Red Crescent Medical Journal menulis bahwa kayu manis dapat membantu mengobati PCOS (fibroid rahim) dan mengembalikan siklus menstruasi yang normal. Karena peran pentingnya, kayu manis dianggap dapat meningkatkan kesuburan, yang berarti bahwa rempah ini cukup baik untuk detoks rahim.

Cengkeh

Cengkeh, rempah yang kaya akan kalsium, magnesium, vitamin C, dan vitamin E, adalah salah satu bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk membersihkan rahim Anda.

Madu

Madu adalah pilihan lain untuk detoks alami jika Anda ingin mencobanya. Magnesium, kalium, dan natrium adalah semua nutrisi yang ada dalam makanan. Nutrisi inilah yang membantu wanita untuk mengatasi masalah premenstrual syndrome (PMS).

Ketumbar

Ketumbar adalah rempah lain yang dapat digunakan untuk membersihkan rahim. Ketumbar tidak hanya menambah rasa makanan, tetapi juga membantu membersihkan rahim. Stimulant alami yang terkandung dalam ketumbar dapat merangsang kelenjar endokrin, yang merupakan kelenjar yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan dan mempertahankan keseimbangan hormon.

Pasalnya, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh dapat menyebabkan masalah organ reproduksi seperti siklus menstruasi tidak teratur, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan masalah kesuburan.

 

Keuntungan dari Detox Rahim

Metode detoksifikasi yang menggunakan bahan alami memiliki banyak kandungan yang baik untuk kesehatan dan kesuburan. Untuk pasangan yang ingin hamil, detox rahim dianggap sebagai metode alternatif. Meskipun demikian, metode detox rahim yang menggunakan ramuan herbal alami sering dianggap aman bagi kesehatan. Hindari menggunakan bola pembersih vagina yang diyakini mengandung bahan herbal.

Meskipun metode pembersihan rahim ini banyak digunakan di Amerika, namun kini telah dilarang. Karena memasukkan benda asing ke dalam vagina ini dapat menyebabkan beberapa penyakit yang dapat mengganggu kesehatan Anda, seperti endometriosis dan kista ovarium.

 

Bisakah Detox Rahim Mempercepat Kehamilan?

Semua bahan herbal memiliki efek positif pada kesehatan. Kandungan nutrisi yang berasal dari bahan-bahan alami sangat berguna untuk mengatasi masalah organ reproduksi seperti siklus menstruasi tidak teratur, sindrom ovarium polikistik (PCOS), mengatasi gejala menstruasi premenstruel (PMS), dan membantu menyeimbangkan hormon.

Wanita yang mengalami masalah dengan organ reproduksi mereka mungkin mengalami gangguan kesuburan yang menyebabkan kesulitan bagi pasangan untuk hamil. Jika detox rahim dilakukan secara teratur, hal ini dapat meningkatkan kesuburan, yang secara tidak langsung meningkatkan kemungkinan untuk bisa hamil.

Jika Anda dan pasangan Anda ingin memiliki anak dengan cepat, lakukan detox rahim juga. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, berolahraga secara teratur, menghindari alkohol dan merokok. Gaya hidup yang sehat dapat membantu pasangan mendapatkan peluang kehamilan karena meningkatkan kualitas sel telur dan sperma.

 

Resep Minuman Herbal untuk Detoks Rahim

Untuk mendapatkan hasil terbaik, metode membersihkan rahim dengan bahan-bahan alami dapat dilakukan secara teratur. Ini karena bahan-bahan herbal tersebut dapat mengatasi berbagai masalah yang terjadi pada organ reproduksi. Jika Anda ingin melakukan detox dengan bahan-bahan herbal yang disebutkan di atas, berikut ini adalah resep minuman herbal yang dapat Anda buat sendiri di rumah.

Bahan-bahan:

  • Sebiji cengkeh
  • 1 sdt kapulaga
  • 3-5 cm kayu manis
  • Seruas jahe yang sudah digeprek
  • 1 sdm madu
  • 1 sdt ketumbar

Cara Membuat:

  1. Rebus jahe dengan 250 ml air selama dua menit, jangan sampai terlalu mendidih.
  2. Masukkan kayu manis, kapulaga, dan ketumbar ke dalam gelar. Tuangkan air rebusan jahe yang telah dimasak.
  3. Diamkan sebentar, tambahkan madu dan aduk hingga rata.
  4. Sebelum dikonsumsi, pastikan saring terlebih dahulu rempah-rempah yang telah dimasak.
  5. Anda dapat mengonsumsi secara rutin satu kali di pagi hari sebelum makan.

 

Selain mengonsumsi bahan herbal alami, sayuran adalah salah satu makanan sehat yang dapat dikonsumsi oleh pasangan yang sedang menjalani program hamil. Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan racun dalam tubuh Anda selain dengan mengonsumsi minuman herbal.

  • Mengonsumsi air lemon atau jeruk nipis secara rutin atau yang biasa disebut infused water secara rutin.
  • Mengonsumsi jus buah dan sayuran untuk membantu mengatasi racun dari dalam tubuh.
  • Pastikan mengonsumi air mineral yang cukup agar tubuh terhindar dari dehidrasi.
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan cara rutin minum air mineral.

Anda ingin mencoba detox rahim setelah membaca artikel di atas? Jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda menjalani gaya hidup yang seimbang.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-10T140608.028.png
10/Dec/2024

Jika menstruasi seorang wanita berhenti sebelum usia empat puluh tahun, itu disebut menopause dini, yang berarti mereka tidak lagi dapat hamil. Setelah menopause, menstruasi wanita berhenti secara permanen. Proses ini biasanya dimulai pada usia 45 tahun dan selesai pada awal usia 50 tahun, yang merupakan fase normal penuaan dan menandakan bahwa masa reproduksi wanita telah berakhir. Dengan kata lain, wanita menopause tidak lagi memiliki kemampuan untuk hamil. Menopause kadang-kadang terjadi sebelum waktunya, yang disebut menopause dini.

 

Menopause Dini: Apa Itu?

Terhentinya aktivitas reproduksi pada wanita di bawah usia empat puluh tahun disebut menopause dini, dan beberapa wanita bahkan mengalaminya sebelum usia tiga puluh tahun. Dalam situasi ini, fungsi ovarium berhenti, sehingga:

  • Hormon estrogen tidak lagi dihasilkan oleh ovarium.
  • Ovulasi dan pelepasan sel telur tidak terjadi lagi.
  • Menstruasi saya semakin tidak teratur hingga akhirnya berhenti sepenuhnya.
  • Penderitanya tidak bisa hamil atau infertil.

Proses ini dapat terjadi secara spontan atau sebagai hasil dari prosedur medis yang melibatkan pengangkatan ovarium, yang dikenal sebagai ooforektomi. Menopause dini disebut insufisiensi ovarium primer atau insufisiensi ovarium primer (POI) jika penyebabnya tidak diketahui. Kondisi ini menyebabkan infertilitas pada 1% wanita.

 

Penyebab Menopause Dini

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab menopause dini yang sering sulit ditentukan:

  • Menjalani prosedur bedah yang mencakup pengambilan ovarium.
  • Efek samping kemoterapi atau radioterapi kanker. Akibatnya, menopause dini mungkin hanya bersifat sementara.
  • Makan rokok, alkohol, pestisida, dan zat kimia berbahaya lainnya
  • Memiliki sejarah menopause dini.
  • Memiliki penyakit tertentu, seperti:
    • Kelainan genetik seperti sindrom Turner dan fragile X
    • Penyakit autoimun seperti hipotiroidisme, RA, dan radang usus
    • HIV dan AIDS
  • Mengalami penyakit seperti malaria, gondongan, dan cacar air

 

Gejala Menopause Dini

Gejala menopause dini sebagian besar sama dengan gejala menopause normal karena kekurangan hormon estrogen. Gejala yang muncul antara lain:

  • Haid tidak teratur atau jarang
  • Hot flush adalah sensasi tubuh yang tiba-tiba hangat atau panas
  • Keringat di malam hari
  • Vagina kering yang menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan intim
  • Keinginan untuk sering berkemih
  • Infeksi saluran kemih sering terjadi
  • Kesulitan tidur
  • Gangguan emosi seperti marah, moody, cemas, atau depresi ringan
  • Kulit kering, mata, dan mulut
  • Sakit pada payudara
  • Jantung berdetak dengan cepat
  • Sangat sakit di kepala
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Gairah seksual berkurang
  • Sulit untuk berkonsentrasi, menjadi pelupa
  • Bertambahnya berat badan ditandai dengan pembentukan lemak perut
  • Rambut menipis atau rontok

Kondisi ini memiliki efek negatif pada kesehatan seorang wanita dalam jangka panjang, selain gejala yang disebutkan di atas. Akibat menopause dini, masalah yang paling berbahaya termasuk:

  • Meningkatnya risiko osteoporosis, kanker payudara, dan penyakit kardiovaskular
  • Mengalami depresi sebagai akibat dari kehilangan kesuburan terlalu dini

 

Diagnosis Menopause Dini

Usia, gejala, riwayat keluarga, dan riwayat medis wanita adalah faktor-faktor yang menentukan diagnosis menopause dini. Sampai saat ini, belum ada kriteria khusus yang digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini. Tidak adanya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut (amenorea), hasil pemeriksaan hormon reproduksi, dan gejala yang disebabkan oleh kekurangan estrogen biasanya menjadi dasar diagnosis.  Hormon yang paling umum diperiksa adalah:

  • Hormon stimulasi folikel (FSH). Kadar FSH meningkat ketika produksi hormon estrogen dalam ovarium berkurang. Kadar ini harus diperiksa dua kali, dengan interval 2-4 minggu. Jika kadar keduanya selalu di atas 30-40 mIU/mL dan seorang wanita tidak menstruasi selama 12 bulan, maka wanita tersebut sudah menopause. Yang paling efektif untuk mendeteksi menopause dini adalah pemeriksaan FSH.
  • Hormon antimüllerian (AMH). Seorang wanita dapat mengetahui apakah siklus menstruasinya telah berakhir dengan pemeriksaan hormon ini. Kadarnya sangat rendah pada wanita menopause sehingga sulit dikenali.
  • Estrogen: Kadar estrogen (E2) wanita menopause kurang dari 20 pg/ml.
  • Thyroid-stimulating hormone (TSH). Hormon ini diperiksa jika ada kecurigaan bahwa hipotiroidisme, atau kadar hormon tiroid rendah, adalah penyebab menopause dini.

Pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan termasuk:

  • Pemeriksaan antibodi antiadrenal dan antitiroid jika dicurigai menjadi penyebab menopause dini
  • Test genetik
  • Pemeriksaan kalsium dan gula darah
  • Periksa radiologi pada kepala untuk mengetahui apakah ada tumor pada kelenjar otak yang memengaruhi produksi hormon reproduksi wanita
  • Periksa kepadatan tulang Anda

Wanita yang telah terdiagnosis menopause dini harus dievaluasi setidaknya sekali setahun

 

Metode Penanganan Menopause Dini

Tindakan medis seperti kemoterapi atau radioterapi dapat memperbaiki menopause dini. Dengan kata lain, sebagian fungsi ovarium dapat kembali dengan waktu. Kemungkinan fungsi ovarium akan kembali lebih besar jika seorang wanita mendapatkan terapi-terapi tersebut pada usia yang lebih muda.

Sampai saat ini, belum ada metode pengobatan yang dapat membuat ovarium berfungsi kembali selain penyebab tersebut. Namun, untuk menggantikan hormon estrogen yang hilang, wanita menopause dini harus mendapatkan terapi hormon penggantian hormon, juga dikenal sebagai HRT. Ini mengurangi gejala menopause dan konsekuensi jangka panjangnya.

Untuk menjaga kadar estrogen dalam batas normal, hormon estrogen digunakan setiap hari. Dosis 100 mcg per hari dapat digunakan untuk transvaginal, transdermal (melalui kulit), atau oral. Di samping itu, terapi hormon progesteron yang diberikan secara siklik selama sepuluh hingga dua belas hari setiap bulannya juga dapat ditambahkan. Hormon ini diberikan untuk mencegah hiperplasia endometrium (penebalan dinding rahim) dan kanker rahim karena risiko stimulasi estrogen yang berlebihan.

Perlu diingat bahwa HRT tidak boleh digunakan dengan kontrasepsi oral karena mengandung estrogen yang lebih tinggi daripada yang diperlukan. HRT juga harus dilanjutkan hingga usia mencapai menopause alami, untuk melindungi dari osteoporosis dan kondisi lain yang dapat muncul setelah menopause.

Wanita dengan riwayat kanker payudara atau kanker lain yang distimulasi oleh estrogen tidak dapat menjalani HRT; dalam kasus seperti ini, wanita harus berbicara dengan dokter mereka tentang terapi yang paling cocok untuk mencegah risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular.

Wanita yang menopause dini dapat menerima obat lain selain HRT:

  • Suplemen yang mengandung vitamin D3 dan kalsium.
  • Untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh vagina kering, Anda dapat menggunakan pelumas vagina, baik itu dalam bentuk gel atau krim.
  • Antidepresan

Apakah pengobatan menopause dini dapat menyebabkan kehamilan?

Sayangnya, HRT tidak dapat memperbaiki kesuburan pada sebagian besar kasus menopause dini, menopause yang penyebabnya tidak diketahui. Dalam beberapa kasus, fungsi ovarium dapat kembali secara spontan, memungkinkan wanita untuk hamil secara alami. Wanita dapat menjalani siklus bayi tabung menggunakan sel telurnya sendiri melalui stimulasi ovarium dalam kasus di mana kehamilan secara alami sulit dicapai.

Meskipun demikian, metode ini tidak efektif dalam kasus di mana sel telur tidak dapat berkembang atau tidak ada sama sekali. Dalam situasi seperti ini, satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk mendapatkan kehamilan pada wanita yang menopause dini adalah dengan menggunakan sel telur donor. Terapi hormonal yang tepat dapat membantu mempertahankan kehamilan dengan mengondisikan rahim.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-06T135408.842.png
06/Dec/2024

Banyak pasangan suami istri yang ingin memiliki anak tetapi belum berhasil. Baik pria maupun wanita, infertilitas primer dapat menyebabkan hal ini. Lantas, apa penyebab infertilitas primer?

 

Apa Yang Dimaksud dengan Infertilitas Primer?

Pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi dikenal sebagai infertilitas primer. Banyak dari mereka tidak menyadari bahwa mereka mengalami masalah infertilitas. Saat ingin menjalani program hamil, biasanya baru diketahui.Dokter spesialis kandungan atau andrologi dapat mengobati infertilitas primer, yang dapat terjadi baik pada wanita maupun pria. Beberapa faktor dapat menyebabkan masalah infertilitas ini.

 

Penyebab Utama Infertilitas

Sebesar 12,5 persen pasangan di seluruh dunia mengalami masalah infertilitas, dan 1 dari 8 pasangan dapat mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. Faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas primer pada pria dan wanita tentu berbeda. Jadi, lakukan pemeriksaan fertilitas segera untuk membantu.

 

Faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas pada wanita

Gangguan ovulasi

Kondisi di mana sel telur dari ovarium dilepaskan setiap bulan disebut ovulasi. Gangguan yang mengganggu ovulasi dapat memengaruhi pelepasan sel telur dari ovarium, yang dapat menyebabkan kesulitan bagi wanita untuk mendapatkan kehamilan.

Siklus menstruasi yang tidak teratur adalah tanda gangguan ovulasi, yang membuat sulit bagi wanita untuk mengetahui kapan mereka subur.

Beberapa hal dapat menyebabkan ketidaksuburan:

  • Sindrom ovarium polikistik, juga dikenal sebagai PCOS
  • Gangguan tiroid, hipertiroid, dan hipotiroid

Infertilitas idiopatik

Ketika pasangan suami istri menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan, tetapi mereka gagal hamil, ini disebut infertilitas idiopatik.

Miom atau fibroid di rahim

Fibroid rahim, juga dikenal sebagai miom, adalah pertumbuhan massa yang tidak kanker yang tumbuh di dalam atau di luar rahim dan akan terus bertambah secara perlahan. Fibroid atau miom bervariasi dalam bentuk, jumlah, dan lokasi. Bisa menyebabkan kesulitan bagi wanita untuk hamil jika bertambah besar.

Polip

Pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada dinding rahim disebut polip. Polip, seperti miom, bersifat jinak; namun, mereka juga memiliki potensi berkembang menjadi ganas, atau kanker. Polip biasanya muncul pada wanita yang hampir menopause.

 

Penyebab utama infertilitas primer pria

Beberapa gangguan hormonal, gangguan fisik, gangguan seksual, atau riwayat medis adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan infertilitas pada ayah.

Masalah dengan sperma

Salah satu penyebab utama infertilitas pria adalah masalah pada sperma pria. Masalah ini berkaitan dengan kualitas, jumlah, dan motilitas atau pergerakan sperma. Dengan kata lain, sperma pria harus sehat jika ingin hamil.

Varikokel

Kondisi yang disebut varikokel adalah pembesaran atau pembengkakan buah zakar (skrotum). Varikokel dapat terjadi pada salah satu sisi skrotum atau keduanya, dan dapat menyebabkan masalah pada kesuburan pria.

Ejakulasi yang tidak lancar

Masalah ejakulasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan infertilitas pada pria. Ada dua jenis masalah ejakulasi pada pria, yang disebut ejakulasi retrograde dan ejakulasi dini. Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani keluar dari penis saat ejakulasi berbalik masuk ke dalam kandung kemih. Ejakulasi dini, di sisi lain, terjadi ketika pria melakukan hubungan seks tetapi belum mencapai “klimaks”.

Kelainan keturunan

Pada pria, kelainan genetik dapat menyebabkan infertilitas; mereka juga dapat menyebabkan masalah dengan hormon testosteron, yang berpengaruh pada produksi, pergerakan, dan kualitas sperma. Hiperplasia adrenal kongenital, sindrom Klinefelter, dan sindrom Kallmann adalah beberapa kelainan genetik yang dapat menyebabkan mandul atau kurang subur pada pria.

 

Bagaimana infertilitas primer berbeda dari sekunder?

Ada dua jenis infertilitas: primer dan sekunder. Apa perbedaan antara kedua jenis infertilitas ini? Pasangan yang melakukan hubungan intim secara teratur selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi dikenal sebagai infertilitas primer. Sementara itu, infertilitas sekunder adalah ketika pasangan tidak dapat hamil setelah sebelumnya berhasil hamil setidaknya sekali. Bahkan setelah kelahiran anak pertama, kondisi kesuburan pasangan dapat berubah.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-05T155157.453.png
05/Dec/2024

Masturbasi, kegiatan yang sering dilakukan pria maupun wanita, adalah merangsang diri sendiri untuk mencapai kenikmatan seksual. Tetapi tahukah Anda? Efek yang mengintai dari masturbasi dapat muncul jika dilakukan terlalu sering.

 

Apa Definisi Masturbasi?

Masturbasi adalah kegiatan merangsang diri untuk mencapai kenikmatan seksual; pada pria, ini biasanya dilakukan untuk “memicu hormon testosteron”, yang merupakan hormon yang harus selalu diproduksi tubuh untuk mengurangi risiko disfungsi ereksi.

Masturbasi tidak hanya dilakukan oleh pria; umumnya, wanita lajang melakukannya untuk mendapatkan kenikmatan seksual namun menghindari berhubungan seks. Masturbasi masih relatif aman jika dilakukan sendirian, meskipun ada beberapa orang yang menganggapnya tabu.

 

Efek Samping Masturbasi

Sepertinya masturbasi tidak hanya menghasilkan kenikmatan seksual, tetapi jika dilakukan terlalu sering, itu juga bisa berbahaya. Baik pria maupun wanita dapat mengalami bahayanya. Jika Anda sering melakukan masturbasi, berikut beberapa akibatnya:

Luka di area kelamin

Akibat terlalu sering ejakulasi dapat menyebabkan luka di alat kelamin. Pada pria, terlalu sering ejakulasi dapat menyebabkan luka pada penis. Luka ini dapat berupa luka ringan pada kulit hingga penyakit Peyronie, yang merupakan kondisi yang paling parah. Masturbasi yang terlalu sering atau kasar pada wanita dapat menyebabkan luka, iritasi, hingga bengkak di area vagina.

Kecanduan terhadap masturbasi

Sering masturbasi juga bisa menjadi kecanduan bagi beberapa orang. Tanda-tanda Anda mengalami kecanduan masturbasi termasuk melewatkan aktivitas harian, pekerjaan, atau acara penting bersama orang terdekat.

Kekurangan gizi

Baik pria maupun wanita memiliki cairan yang terdiri dari zinc dan selenium, jadi kehilangan nutrisi penting ini lebih mungkin terjadi jika ejakulasi terlalu sering. Kekurangan zinc dan selenium dalam tubuh dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Rasa bersalah muncul

Bagi beberapa orang, terlalu sering melakukan ejakulasi dapat membuat mereka merasa bersalah. Ini dapat terjadi karena kepercayaan budaya, agama, atau spiritual yang menganggapnya sesuatu yang tidak bermoral, sehingga mereka merasa bersalah setiap kali mereka melakukannya.

Reduksi sensitivitas seksual

Terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan sensitivitas seksual menurun. Bagi pria, cengkeraman yang terlalu kuat pada penis saat ejakulasi dapat menyebabkan sensitivitas menurun.

 

Cara Menghentikan Masturbasi

Pria maupun wanita biasa melakukan masturbasi. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan menjadi satu-satunya aktivitas seksual, ini menjadi tidak normal. Anda dapat menghilangkan kebiasaan masturbasi untuk mengurangi risiko dan efek yang terjadi.

Hindari menonton pornografi

Menonton konten pornografi adalah salah satu cara masturbasi yang paling umum. Anda dapat menghindari hal ini dengan memasang pemblokir di beberapa situs web untuk menghindari menontonnya. Menghindari penggunaan handphone, laptop, atau komputer sebelum tidur juga merupakan strategi lain.

Melakukan dalam kegiatan positif

Orang yang kecanduan masturbasi dapat mengalami efek seperti menghindari kegiatan sosial. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan mengambil bagian dalam kegiatan positif seperti berolahraga, berkumpul dengan teman, atau melakukan hobi Anda. Karena, semakin Anda sibuk, pikiran Anda akan teralihkan ke masturbasi.

Mencegah kesendirian

Jika Anda sedang sendirian, itu mungkin mendorong Anda untuk melakukan masturbasi. Sebaiknya, hindari waktu sendirian dengan mencari teman untuk mengobrol atau berfokus pada hal-hal positif.

Motivasi Anda sendiri

Untuk menghilangkan kebiasaan masturbasi, Anda dapat memotivasi diri sendiri dengan memberikan hadiah kepada diri sendiri.

Konsultasi

Jika Anda masih tidak bisa menghentikan kebiasaan masturbasi Anda, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan bantuan untuk menghentikannya.

Tidur awal

Salah satu cara untuk menghindari masturbasi adalah tidur lebih awal. Selain itu, tidur lebih awal memberi Anda cukup jam tidur untuk menjadi lebih segar pada keesokan harinya.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-04T153448.739.png
04/Dec/2024

Jika keputihan Anda tidak normal, Anda mungkin perlu menjalani beberapa pemeriksaan ke dokter.

Anamnesis

Dokter mungkin bertanya tentang keluhan Anda dan riwayat seksual Anda selama pemeriksaan.

Pemeriksaan fisik

Selanjutnya, Anda akan menjalani pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan bagian luar dan dalam organ reproduksi wanita, untuk mengetahui alasan dan metode pengobatannya.

Pemeriksaan tambahan

Untuk mengetahui apakah keputihan disebabkan oleh jamur, infeksi, atau kondisi medis tertentu, pemeriksaan selanjutnya adalah pengambilan swab dari lendir vagina atau mulut rahim.

 

Metode Pengobatan Keputihan

Keputihan yang normal

Keputihan yang normal tidak memerlukan pengobatan, karena akan hilang sendiri.

Keputihan yang tidak normal

Cara keputihan tidak normal diobati berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Dokter dapat memberikan obat-obatan berikut untuk mengatasi keputihan tidak normal:

  • Untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan, Anda dapat menggunakan antibiotik seperti clindamycin.
  • Infeksi jamur yang menyebabkan keputihan diobati dengan obat antijamur seperti clotrimazole dan miconazole.
  • Metronidazole atau tinidazole: dalam kasus keputihan yang disebabkan oleh parasit yang menyebabkan penyakit trikomoniasis.

Jika metode menghilangkan keputihan di atas tidak berhasil untuk Anda, segera temui dokter kandungan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-03T155238.649.png
03/Dec/2024

Jika keputihan Anda tidak normal, itu bisa karena infeksi, tetapi keputihan adalah reaksi alami tubuh.

Vaginosis bakterial

Ketidakseimbangan bakteri di vagina menyebabkan vaginosis bakterial, yang menyebabkan keputihan yang lebih banyak dan berbau. 29% wanita usia produktif mengalami vaginosis bakterial.

Candidiasis

Jamur candida albicans yang ada di vagina menyebabkan infeksi ini. Cairan keputihan yang kental dan berwarna putih Selain itu, ada rasa panas dan gatal di vagina. Ada kemerahan dan bengkak di daerah vagina.

Trikomoniasis

Salah satu jenis penyakit menular seksual yang dikenal sebagai trikomoniasis dapat ditularkan melalui kontak seksual dan menyebabkan cairan keputihan berwarna kuning atau hijau dengan bau yang tidak sedap. Wanita kadang-kadang mengalami nyeri, peradangan, dan gatal di area vagina mereka.

Selain itu, gonore dan klamidia adalah penyakit menular seksual lain yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal. Tumor, benda asing, fistula, dan alergi juga dapat menyebabkan keputihan tidak normal.

 

Apakah Keputihan Mempengaruhi Kesuburan?

Sebagian besar kasus infertilitas tuba dikaitkan dengan penyakit menular seksual yang menyebar melalui saluran reproduksi dan dapat menyebabkan luka, radang, dan kerusakan jaringan parut.

Penyakit menular seksual adalah “infeksi diam-diam” pada saluran genital atas yang dapat merusak uterus, tuba falopi, dan jaringan sekitar yang dapat menyebabkan infertilitas.

Penyakit menular seksual seperti chlamydia dan gonore dapat menyebabkan penyakit radang panggul dan infertilitas. Pada tahun 2018, ada 4 juta kasus infeksi chlamydia baru dan 1,6 juta kasus infeksi gonore di Amerika Serikat.

Penyakit radang panggul akan muncul pada 10–15 persen perempuan dengan infeksi chlamydia yang tidak ditangani dengan baik. Infeksi vaginosis bakterial, juga dikenal sebagai infeksi chlamydia, terkait dengan kemungkinan infertilitas, terutama dengan kerusakan tuba.

Sebuah penelitian pada wanita yang menjalani bayi tabung menemukan bahwa infeksi vaginosis bakterial terjadi pada 31% pasien dengan infertilitas tuba dan 19% pasien dengan infertilitas non-tuba. Ini menunjukkan bahwa infeksi vaginosis bakterial meningkatkan risiko perempuan mengalami penyakit menular seksual, terutama chlamydia sebesar 3,4 kali lipat dan gonore sebesar 4,1 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak menjalani bayi tabung. Kedua infeksi ini dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Selain itu, vaginosis bakterial dapat meningkatkan kemungkinan infeksi saluran genital atas dan penyakit radang panggul sebanyak 2,7 kali lipat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-02T112411.942.png
02/Dec/2024

Wanita sering mengalami keputihan, yang merupakan reaksi tubuh yang normal. Namun, keputihan yang berlebihan membuat tidak nyaman, dan ada beberapa cara untuk menghilangkan keputihan secara alami.

 

Apa Definisi Keputihan?

Keputihan adalah cairan yang dikeluarkan dari kelenjar kecil di vagina dan leher rahim untuk menghilangkan kotoran dan sel mati, menjaga vagina tetap bersih. Keputihan normal berwarna putih susu, licin, tidak lengket, dan tidak berbau. Namun, cairan keputihan berwarna kuning atau hijau, kental, atau berbau tidak sedap bisa menjadi gejala keputihan tidak normal yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Keputihan yang tidak normal memiliki tanda-tanda berikut:

  • Cairan keputihan kuning, hijau, atau kecoklatan
  • Teksturnya lebih lengket dan kental daripada biasanya
  • Menghasilkan aroma tidak sedap
  • Gatal dan perih di area vagina
  • Ada bercak darah setelah berhenti menstruasi

 

Cara Mengatasi Keputihan

Keputihan normal pada dasarnya dapat hilang tanpa pengobatan karena merupakan kondisi alami tubuh yang baik untuk kesehatan. Namun, mengeluarkan cairan keputihan yang tidak normal dapat mengganggu aktivitas seksual. Anda dapat mencoba beberapa metode menghilangkan keputihan secara alami di rumah jika Anda ingin mengatasi keputihan.

Membersihkan vagina dengan benar

Dengan membersihkan vagina dengan benar adalah salah satu cara untuk mengatasi keputihan. Pastikan untuk selalu membersihkan vagina setiap kali Anda buang air kecil dan buang air besar. Pastikan untuk melakukannya dengan cara yang benar, yaitu dari vagina ke anus. Ini dilakukan untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina. Kemudian keringkan dengan handuk atau tisu. Pastikan untuk menepuk secara perlahan saat mengeringkan agar tidak menyebabkan iritasi pada vagina.

Hindari sabun pembersih vagina

Untuk membersihkan vagina, gunakan air bersih saja. Jangan gunakan sabun pembersih dengan pewangi atau alkohol. Sabun pembersih vagina dapat menyebabkan kulit vagina menjadi sensitif, iritasi, dan terinfeksi, serta mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik dalam vagina.

Mengganti celana dalam secara rutin

Jika Anda ingin menghilangkan keputihan, pastikan untuk mengganti celana dalam secara teratur untuk menjaga area vagina tetap kering dan bersih. Area vagina yang terlalu lembap dapat menyebabkan infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Disarankan untuk mengganti celana setidaknya dua kali sehari.

Selalu gunakan celana dalam yang terbuat dari katun yang dapat menyerap keringat. Bahan celana dalam yang tidak dapat menyerap keringat memungkinkan bakteri untuk berkembang biak dengan mudah. Selain itu, jika Anda sedang menstruasi, ganti pembalut secara teratur, setidaknya 3 hingga 5 jam sekali, karena tidak sering menggantinya dapat memudahkan penyebaran bakteri dan jamur.

Hindari mengenakan rok atau celana ketat

Jika Anda memiliki keputihan, celana atau rok ketat dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan terperangkapnya keringat, yang dapat menghambat proses penyembuhan.

Saat melakukan hubungan seksual, gunakan kondom

Jika Anda ingin melakukan hubungan seks, gunakan kondom atau tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan lain untuk mencegah penularan infeksi menular seksual. Keputihan dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.