fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
artikel-2024-08-19T153849.163.png
29/Apr/2025

Infertilitas merupakan kondisi di mana pasangan suami istri yang aktif berhubungan intim secara rutin selama setahun penuh tanpa menggunakan alat kontrasepsi, namun belum juga mengalami kehamilan.

Menurut data dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), sekitar 17,5% pasangan usia subur di seluruh dunia menghadapi tantangan dalam hal kesuburan.

Infertilitas ini terbagi menjadi dua jenis:
– Infertilitas primer, terjadi ketika pasangan belum pernah memiliki anak sama sekali.
– Infertilitas sekunder, muncul saat pasangan yang sebelumnya sudah memiliki anak mengalami kesulitan untuk memiliki anak kembali.

 

Tanda-Tanda Pria Mengalami Masalah Kesuburan

Masalah kesuburan pada pria bisa dikenali melalui beberapa gejala berikut:

– Gangguan fungsi seksual seperti kesulitan ejakulasi, penurunan gairah seksual, atau disfungsi ereksi
– Munculnya rasa nyeri, pembengkakan, atau benjolan di testis
– Pembesaran jaringan di area payudara (ginekomastia)

Namun perlu diingat, tidak semua pria akan menunjukkan semua gejala di atas. Ada yang hanya mengalami satu atau dua saja. Oleh karena itu, untuk mengetahui kesuburan pria secara pasti, disarankan melakukan analisis semen.

Pemeriksaan ini mencakup:
– Makroskopis: volume, warna, bau, kekentalan, waktu pencairan, dan pH cairan mani
– Mikroskopis: jumlah sperma, bentuk, serta kemampuan geraknya

Syarat melakukan analisis semen umumnya adalah menahan ejakulasi selama 2–7 hari sebelum pengambilan sampel.

 

Penyebab Umum Infertilitas pada Pria

Kesuburan pria dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas sperma. Masalah dapat muncul karena faktor hormonal, kelainan struktur organ reproduksi, hingga gaya hidup.

Beberapa penyebabnya meliputi:

1. Gangguan Fungsi Testis atau Ejakulasi

– Varikokel: pelebaran pembuluh darah di testis yang mengganggu produksi sperma
– Cedera testis
– Konsumsi alkohol, rokok, obat-obatan terlarang
– Terapi kanker seperti kemoterapi atau operasi testis
– Penyakit seperti diabetes dan gangguan autoimun

 2. Kelainan Sperma:

– Oligozoospermia: jumlah sperma sangat sedikit
– Azoospermia: tidak ada sperma dalam ejakulasi
– Hypospermia: jumlah cairan mani terlalu sedikit
– Necrozoospermia: sperma mati atau tidak bergerak
– OAT: kombinasi sperma sedikit, tidak aktif, dan bentuk abnormal
– Asthenozoospermia: sperma aktif bergerak sangat sedikit
– Teratozoospermia: kebanyakan sperma berbentuk tidak normal

Apakah Masturbasi Mempengaruhi Kesuburan?

Masturbasi tidak terbukti menurunkan kesuburan pria. Beberapa studi justru menunjukkan bahwa kualitas sperma terbaik muncul setelah 2–3 hari tanpa ejakulasi. Bahkan ejakulasi harian tidak selalu berdampak buruk selama kualitas sperma tetap baik.

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, disarankan hubungan seksual dilakukan setiap 2–3 hari.

Cara Menangani Infertilitas pada Pria

1. Perubahan Gaya Hidup

Langkah awal yang bisa dilakukan:
– Menjaga berat badan ideal
– Konsumsi makanan sehat (buah & sayur)
– Rutin olahraga
– Tidur cukup dan kelola stres
– Hindari rokok, alkohol, dan narkoba

 2. Terapi Medis dan Obat-obatan

Dokter mungkin akan memberikan terapi hormon atau resep obat untuk memperbaiki kualitas sperma.

 3. Operasi

Jika ada penyumbatan atau kelainan struktural, bisa dilakukan tindakan pembedahan, seperti:
– Vasoepididimostomi: mengatasi sumbatan di epididimis
– Varikokelektomi: mengangkat varikokel
– Pengambilan sperma (sperm retrieval): sperma diambil langsung dari testis/epididimis

4. Program Bayi Tabung (IVF)

Jika semua metode alami tidak berhasil, pasangan bisa mempertimbangkan program **IVF dengan ICSI**, yaitu proses menyuntikkan satu sperma langsung ke sel telur. Tingkat keberhasilannya mencapai **50–80%**.

Namun, ada juga kondisi genetis atau kelainan berat lainnya yang membuat testis sama sekali tidak mampu memproduksi sperma — dan tidak dapat diatasi dengan pengobatan.

 

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa jenis makanan dapat menurunkan kualitas sperma jika dikonsumsi berlebihan:

1. Daging Merah Olahan
Kandungan lemak jenuh, trans fat, dan bahan kimia dalam daging olahan dapat mengganggu sistem hormonal dan menurunkan kualitas sperma.

2. Seafood Tinggi Merkuri
Seperti ikan mackerel dan tuna besar. Lebih baik memilih salmon atau kerang.

3. Produk Olahan Susu Tinggi Lemak
Keju, es krim, dan mentega dalam jumlah besar bisa memengaruhi motilitas sperma.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika:
– Mengalami gejala yang mengarah ke infertilitas
– Sudah berusaha hamil selama 12 bulan tanpa kontrasepsi tapi belum berhasil

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-01-15T111805.106.png
28/Apr/2025

Sekarang, pasangan suami istri yang menghadapi masalah kesuburan tidak perlu bersedih lagi. Karena saat ini ada banyak cara untuk mendapatkan momongan, salah satunya dengan bayi tabung. Secara sederhana, pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu disebut bayi tabung. Istilah “bayi tabung” berasal dari kata latin “in vitro”, yang berarti “dalam gelas atau tabung, pembuahan artinya pembuahan.”

Kapan waktu terbaik untuk memulai prosedur bayi tabung?

Banyak pasangan yang tidak subur memilih metode pembuahan dengan bayi tabung. Setelah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan anak, seperti mengatur pola makan, mengonsumsi obat-obatan, pemberian hormon, hingga inseminasi buatan, kebanyakan pasangan akan mengambil pendekatan ini. Mereka seringkali tidak berhasil. Jika kehamilan normal melibatkan pembuahan di dalam tubuh, kehamilan dengan bayi tabung memerlukan beberapa prosedur.

 

Proses Bayi Tabung

Anda akan menjalani beberapa prosedur berikut:

  • Obat hormonal akan diberikan kepada tubuh Anda untuk merangsang produksi sel telur secara bersamaan. Untuk program bayi tabung, diperlukan lebih dari satu sel telur, meskipun wanita hanya memiliki satu sel telur secara alami.
  • Setelah itu, Anda akan menjalani dua tes, yaitu tes darah dan USG, untuk mengetahui seberapa siap Anda untuk pengambilan sel telur. Sebelum ujian ini, Anda akan menerima suntikan yang membantu mematangkan sel telur yang berkembang dan memulai proses ovulasi.
  • Setelah itu, sel telur akan diambil. Dokter akan menggunakan USG untuk mencari cairan indung telur, atau folikel, dalam rahim untuk mengetahui apakah sel telur sudah cukup matang untuk “dipanen”.
  • Kemudian, sel telur akan diambil dengan jarum khusus yang memiliki rongga di dalamnya. Biasanya, prosedur ini memakan waktu 30 menit hingga satu jam. Sebelum prosedur dilakukan, Anda akan diberikan obat pereda nyeri atau obat penenang ringan untuk mengurangi rasa sakit.
  • Sel telur akan segera dipertemukan dengan sperma pasangan yang diambil pada hari yang sama. Setelah itu, keduanya disimpan di klinik untuk memastikan perkembangannya berjalan seoptimal mungkin.
  • Setelah embrio yang dihasilkan dari pembuahan sel telur dan sperma dianggap cukup matang, embrio dimasukkan ke dalam rahim melalui Miss V dengan menggunakan tabung penyalur yang disebut kateter. Ini dilakukan sekaligus untuk meningkatkan kemungkinan hamil.
  • Anda akan diminta untuk melakukan tes kehamilan dua minggu setelah embrio masuk ke dalam rahim.

 

Kapan Waktu Terbaik untuk Memulai Menyusui Bayi Tabung?

Jika usia calon ibu di bawah 35 tahun, angka keberhasilan bayi tabung di Indonesia dapat mencapai 45 persen. Oleh karena itu, jika program bayi tabung dimulai sebelum usia 35 tahun, angka keberhasilannya akan lebih tinggi. Meskipun demikian, program bayi tabung masih dianggap sebagai opsi terakhir bagi banyak pasangan yang ingin memiliki anak. Oleh karena itu, pasangan yang memiliki wanita di atas 40 tahun dapat mulai mempertimbangkan untuk mencoba metode pembuahan ini.

Pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil juga disarankan untuk menjalani prosedur bayi tabung jika mereka memiliki kondisi berikut:

  • Adanya gangguan pada tuba falopi atau rahim, seperti kerusakan atau sumbatan jalur sel telur
  • Endometriosis adalah gangguan ovulasi yang mengurangi produksi sel telur
  • Tingkat produksi sperma yang rendah
  • Ketidakmampuan sperma untuk melewati cairan leher rahim adalah salah satu masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu sel telur atau sperma.
  • Ketidaksuburan tidak memiliki penyebab yang diketahui.
  • Memiliki kemungkinan terkena penyakit keturunan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-04-19T154555.467.png
28/Apr/2025

Sangat penting untuk mengetahui bahwa ada banyak variabel yang menentukan keberhasilan bayi tabung, terutama bagi pasangan yang ingin memiliki anak melalui metode ini. Apa saja komponennya? Dalam artikel ini, kita akan menemukan jawabannya.

Pasangan yang mengalami masalah kesuburan dapat memperoleh keturunan dengan membantu proses kehamilan mereka melalui metode bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Selain itu, pasangan yang gagal memiliki keturunan meskipun telah mencoba metode lain, seperti inseminasi buatan, mengonsumsi obat pendukung kesuburan, atau bahkan menjalani operasi, melakukan prosedur ini. Menggabungkan sel telur dan sel sperma di luar tubuh adalah cara prosedur bayi tabung dilakukan. Sel telur akan dibuahi dan dimasukkan ke dalam rahim.

 

Faktor-faktor yang Berpotensi Menentukan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Berikut adalah beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung:

1. Usia: Usia Anda saat menjalani program bayi tabung adalah faktor penentu pertama keberhasilan program. Usia yang lebih muda menunjukkan tingkat keberhasilan program yang lebih tinggi. Ini disebabkan oleh fakta bahwa jumlah dan kualitas sel telur akan berkurang seiring bertambahnya usia.

2. Berat badan: Selain usia, berat badan juga dapat memengaruhi keberhasilan bayi tabung. Ini karena berat badan yang berlebihan atau berkurang dapat mengganggu fungsi hormon reproduksi, yang bertanggung jawab untuk memastikan kesuburan. Anda dan pasangan Anda disarankan untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan bergizi agar berat badan Anda tetap ideal.

3. Asupan nutrisi: Studi menunjukkan bahwa individu yang memenuhi kebutuhan nutrisi mereka yang berbeda, seperti vitamin C, vitamin D, vitamin E, zat besi, asam folat, omega-3, dan zinc, memiliki kemungkinan lebih besar untuk hamil selama program bayi tabung. Hal ini menunjukkan fakta bahwa berbagai nutrisi yang disebutkan di atas dapat meningkatkan kesuburan baik pria maupun wanita.

4. Kesehatan sperma: Kualitas dan jumlah sperma juga memengaruhi keberhasilan program bayi tabung. Jika Anda ingin sperma Anda tetap sehat, Anda harus berolahraga secara teratur dan makan makanan seperti kacang-kacangan, ikan, buah-buahan, dan sayuran.

5. Pola hidup: Menjaga pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidur cukup, adalah kunci keberhasilan bayi tabung. Memutuskan untuk memiliki bayi tabung memang sulit. Selain memerlukan banyak uang, Anda dan pasangan juga harus mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental Anda untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan program.

Setelah program bayi tabung menunjukkan hasil, siapkan juga pakaian, popok, perlengkapan mandi, dan minyak telon. Minyak telon, yang biasanya dikenal untuk memberikan rasa hangat pada bayi, baik untuk kesehatannya karena mengandung

Jangan ragu untuk berkonsultasi atau bertanya kepada dokter apabila Anda dan pasangan masih memiliki pertanyaan tentang faktor-faktor yang menentukan keberhasilan program bayi tabung. Dengan cara ini, kemungkinan program bayi tabung Anda akan berhasil lebih besar.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-5.png
28/Apr/2025

Hampir setiap pasangan mungkin pernah mendengar imbauan untuk tidak menunda kehamilan terlalu lama karena usia dapat memengaruhi tingkat kesuburan wanita dan peluang untuk hamil.

Apakah Pendapat ini Tepat?

Sebenarnya, ada kebenarannya bahwa tingkat kesuburan wanita dapat menurun seiring bertambahnya usia. Meskipun demikian, itu tidak berarti kaum Hawa yang sudah berumur matang tidak bisa hamil. Anda harus tenang, karena dengan menjalani gaya hidup sehat, Anda masih bisa hamil.

Kondisi Kesuburan Wanita Berdasarkan Usia

Pada dasarnya, kemungkinan Anda untuk hamil tetap ada selama organ reproduksi Anda sehat dan berfungsi secara normal. Namun, ini tidak berarti Anda dapat menunda kehamilan karena risiko keguguran dan berbagai masalah kesehatan lainnya saat hamil meningkat seiring bertambahnya usia.

Hal ini terdapat penjelasan tentang kemungkinan kehamilan berdasarkan usia wanita:

Usia 20-an

Para ahli kesehatan reproduksi mengatakan bahwa usia dua puluh adalah waktu yang tepat untuk menjalani kehamilan karena kualitas sel telur wanita di usia ini umumnya masih baik. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang berusia sekitar dua puluh berisiko lebih rendah untuk mengalami komplikasi kehamilan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Usia 30-an

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa usia awal 30-an adalah usia yang ideal bagi wanita untuk menjadi ibu. Ini mungkin karena wanita di usia ini lebih siap secara mental dan finansial. Namun, ketika seorang wanita memasuki usia 35 tahun, peluang untuk hamil mulai menurun.

Selain itu, wanita hamil di usia 30 tahun memiliki risiko keguguran yang sedikit lebih tinggi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan saat merencanakan kehamilan di usia tersebut.

Usia 40-an

Wanita di usia empat puluh biasanya mulai mengalami kesulitan hamil karena jumlah dan kualitas sel telur yang dihasilkan telah jauh menurun dibandingkan dengan usia sebelumnya.

Wanita yang hamil di usia empat puluh tahun memiliki risiko lebih besar untuk mengalami beberapa komplikasi kehamilan, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan plasenta. Selain itu, wanita yang hamil di usia lanjut juga lebih berisiko mengalami keguguran.

Namun, kehamilan di usia lanjut juga dapat memengaruhi janin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan dari ibu yang berusia di atas empat puluh tahun berisiko lebih tinggi untuk berat badan lahir rendah dan masalah kesehatan tertentu, seperti down syndrome.

Rekomendasi untuk Meningkatkan Kesuburan

Jika Anda dan pasangan Anda yakin untuk memiliki anak, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemungkinan hamil, di antaranya:

Agar cepat hamil, berhubungan intim tanpa kondom sekitar dua hingga tiga kali seminggu. Setelah berhubungan seks secara teratur selama satu tahun, wanita berusia 20 hingga 30 tahun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan jika mereka belum merasakan tanda-tanda kehamilan.

Namun, wanita yang berusia di atas 35 tahun dan belum memiliki momongan selama lebih dari enam bulan juga harus berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Rutin periksa ke Dokter

Setiap wanita yang berniat hamil sangat disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Pemeriksaan rutin ini sangat penting karena dokter dapat menemukan masalah kesehatan atau faktor risiko lain yang dapat mengurangi kemungkinan kehamilan.

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan atau suplemen kehamilan untuk meningkatkan kemungkinan hamil, serta mendorong Anda dan pasangan untuk mengikuti kebiasaan sehat.

Perhatikan tanda-tanda kesuburan

Hubungan seksual di masa subur meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan. Coba catat tanggal menstruasi Anda dan perhatikan tanda-tanda masa subur, seperti perubahan suhu dan lendir serviks. Jika sudah mengetahuinya, kalian berdua dapat menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

Wanita yang bertambah usia memang tidak secara mutlak menutup kemungkinan untuk hamil, tetapi semakin lama menunda kehamilan, semakin rendah kemungkinan hamil. Hamil di usia tua juga dianggap meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Oleh karena itu, jika Anda ingin segera hamil, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Jika Anda sudah hamil, pastikan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur sesuai dengan anjuran dokter Anda.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-06-12T155535.277.png
23/Apr/2025

Banyak pasangan mengalami kesulitan saat merencanakan untuk memiliki anak, seringkali menghadapi berbagai tantangan fisik dan emosional. Selama proses menjadi orang tua, mereka sering mendengar tentang fertilisasi in vitro (IVF) dan inseminasi intrauterin (IUI) sebagai pengobatan potensial untuk masalah mereka.

Kedua prosedur ini menawarkan cara yang berbeda untuk membantu pembuahan, seperti memilih cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Memahami perbedaan utama antara in vitro fertilization (IVF) dan IUI dapat membantu pasangan membuat keputusan yang tepat tentang pilihan mana yang mungkin paling sesuai untuk kondisi mereka yang unik.

Apa itu IVF?

In Vitro Fertilization (IVF) adalah prosedur medis kompleks di mana sperma membuahi sel telur di luar tubuh, biasanya di laboratorium khusus.

Menanam benih di dalam pot terlebih dahulu agar tumbuh menjadi tanaman kecil sebelum dipindahkan ke kebun adalah hal yang sama. Dalam proses in vitro fertilisasi, sel telur yang telah dibuahi, yang sekarang disebut embrio, dibudidaya dengan hati-hati di laboratorium untuk memastikan bahwa mereka mencapai tahap perkembangan yang tepat.

Embrio kemudian ditanamkan dengan hati-hati ke dalam rahim setelah tumbuh cukup besar. Di sana, embrio dapat terus berkembang menjadi kehamilan yang sehat. Metode ini memungkinkan pemantauan yang lebih ketat dan kontrol yang lebih baik atas tahap awal pembuahan, yang dapat sangat bermanfaat bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan.

 

Apa Sebenarnya IUI?

Intrauterine insemination (IUI) adalah metode pengobatan kesuburan yang lebih sederhana dan tidak terlalu invasif dibandingkan dengan inseminasi buatan. Sperma dikumpulkan, dibersihkan, dan dipekatkan sebelum dimasukkan langsung ke dalam rahim pada waktu ovulasi selama IUI.

Dengan melakukan prosedur ini, sperma lebih mungkin mencapai sel telur karena melewati rintangan yang mungkin ada di saluran reproduksi. Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, IUI mirip dengan menyiram akarnya secara langsung.

Tujuan IUI adalah untuk meningkatkan peluang pembuahan dalam lingkungan alami rahim. Ini berbeda dengan metode pembuahan alami, di mana sperma menghadapi berbagai hambatan untuk mencapai sel telur.  Pasangan dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, infertilitas faktor pria ringan, atau masalah dengan lendir serviks dapat menemukan metode ini sangat bermanfaat.

 

Bagaimana IVF Bekerja?

Untuk membantu pasangan hamil, proses fertilisasi in Vitro (IVF) terdiri dari beberapa langkah yang diatur dengan cermat:

  • Stimulasi Ovarium: Tahap awal melibatkan stimulasi ovarium untuk menghasilkan banyak sel telur—bukan hanya satu sel telur yang biasanya berkembang setiap bulan—melalui suntikan hormon dan pemantauan rutin melalui USG dan tes darah untuk memantau perkembangan folikel yang mengandung sel telur.
  • Pengambilan Sel Telur: Setelah sel telur matang, prosedur pembedahan kecil dilakukan untuk mengambilnya. Jarum halus dimasukkan melaluidinding vagina dengan panduan USG untuk mencapai ovarium dan mengambil sel telur dari folikel.
  • Pembuahan di Laboratorium: Di laboratorium khusus, telur dibuahi dengan sperma. Untuk memudahkan pembuahan, sperma dan telur diletakkan bersama dalam cawan kultur. Embryo terbentu.
  • Transfer Embrio: Setelah beberapa hari inkubasi, seseorang memilih satu atau lebih embrio yang kuat untuk ditransfer. Dengan menggunakan kateter tipis, embrio dimasukkan dengan hati-hati ke dalam rahim wanita melalui serviks.

Bayangkan seorang petani mengumpulkan benih dari berbagai tanaman dengan hati-hati. Benih-benih ini kemudian ditanam di pembibitan yang terkontrol, di mana mereka menerima kondisi terbaik untuk berkembang menjadi bibit yang kuat.

Bibit dengan hati-hati dipindahkan ke ladang ketika sudah cukup kuat untuk tumbuh subur. Di ladang, mereka memiliki peluang terbaik untuk terus tumbuh dan akhirnya menghasilkan panen yang melimpah.

Demikian pula, dalam proses in vitro (IVF), setiap langkah, dari merangsang fungsi ovarium hingga mentransfer embrio, direncanakan untuk menciptakan dan mendukung kondisi kehamilan yang sehat dan hasilnya.

 

Bagaimana Cara IUI Berfungsi?

  • Pemantauan Ovulasi: Langkah pertama melibatkan memantau siklus ovulasi wanita dengan cermat, melihat perubahan hormon dengan tes darah dan melihat pertumbuhan dan perkembangan folikel ovarium.
  • Mempersiapkan Sperma: Sampel sperma dikumpulkan dan dicuci secara menyeluruh di laboratorium saat ovulasi sudah dekat untuk mengkonsentrasikan sperma yang paling sehat dan motil.
  • Memasukkan Sperma ke dalam Rahim: Sperma yang telah disiapkan dimasukkan dengan hati-hati ke dalam rahim wanita menggunakan kateter tipis dan fleksibel.

Bayangkan seorang tukang kebun mempersiapkan lahan untuk musim tanam. Untuk menentukan waktu yang tepat untuk menanam, tukang kebun pertama-tama akan memperhatikan kondisi tanah dan cuaca. Setelah itu, benih dipilih dan dirawat dengan hati-hati untuk memastikan bahwa mereka sehat dan siap untuk tumbuh menjadi tanaman yang kuat.

Terakhir, benih ditabur dengan hati-hati langsung ke tanah yang telah disiapkan. Ini memastikan bahwa benih memiliki peluang yang paling besar untuk berkecambah dan berkembang menjadi tanaman yang berhasil. Demikian pula, setiap langkah dalam prosedur induksi inseminasi buatan (IUI) direncanakan untuk memaksimalkan peluang keberhasilan pembuahan dan kehamilan.

Tingkat Keberhasilan Prosedur IVF dan IUI

Tingkat keberhasilan IUI dan IVF bervariasi, tetapi secara umum, IVF cenderung lebih sukses dibandingkan IUI. Tingkat keberhasilan pasangan yang menjalani inseminasi intrauterin (IUI) berkisar antara 10 hingga 20 persen per siklus, tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, masalah kesuburan utama, dan kualitas sperma.

Sebaliknya, inseminasi buatan menawarkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi—rata-rata tiga puluh hingga empat puluh persen per siklus—dipengaruhi oleh faktor serupa. Lihat perbedaan antara dua jenis pupuk kebun yang berbeda. Yang pertama bekerja dengan cepat dan efisien, menghasilkan pertumbuhan tanaman yang cepat, sedangkan yang lain bekerja lebih lambat dan memerlukan lebih banyak aplikasi untuk melihat hasilnya.

Pupuk kerja lambat (IUI) juga penting untuk memelihara pertumbuhan tanaman dari waktu ke waktu dengan upaya berulang, meskipun pupuk kerja cepat (IVF) cenderung menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat dan nyata (tingkat keberhasilan yang lebih tinggi).

Keefektifan kedua pupuk tersebut bervariasi menurut tukang kebun dan kondisi tanaman, tetapi keduanya meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan tanaman.

Dengan cara yang sama, metode inseminasi buatan dan inseminasi buatan (IVF) dan inseminasi buatan (IUI) merupakan pilihan yang bermanfaat untuk mencapai kehamilan yang berhasil, meskipun masing-masing menawarkan berbagai manfaat dan tingkat kemungkinan keberhasilan yang berbeda.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-08-13T134705.539.png
21/Apr/2025

Olahraga tidak hanya baik untuk tubuh Anda tetapi juga untuk organ reproduksi Anda, termasuk kesuburan. Apakah ayah dan ibu suka berolahraga? Jika Anda belum melakukannya, mulailah berolahraga sekarang! Olahraga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan Anda, termasuk dapat meningkatkan tingkat kesuburan.

Oleh karena itu, jika pasangan suami istri ingin hamil, salah satu cara yang baik untuk melakukannya adalah berolahraga secara teratur. Ini karena olahraga dapat meningkatkan ketahanan tubuh Anda dan menjaga seluruh tubuh tetap sehat, termasuk organ reproduksi. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Medikora menunjukkan bahwa olahraga juga dapat membantu mengurangi ketegangan, stres, dan ketakutan yang dapat mengganggu hubungan intim.

 

Olahraga dan Kesehatan Reproduksi

Salah satunya harus berolahraga secara teratur untuk mendapatkan kondisi fisik yang baik. Menjaga kesehatan fisik dan mental yang baik sangat penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari maupun aktivitas seksual. Agar Ayah Bunda lebih termotivasi untuk berolahraga, berikut beberapa manfaat olahraga untuk kesehatan reproduksi:

Memelihara keseimbangan hormonal

Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu memperbaiki keseimbangan hormon dalam tubuh; hormon yang tidak seimbang menyebabkan kondisi PCO dan masalah kesuburan pria. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan produksi hormon serotonin, yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Tubuh membutuhkan keseimbangan hormon.

Menurunkan kemungkinan gangguan menstruasi pada wanita

Dalam penelitiannya, Borg menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat membantu menjaga siklus menstruasi lebih teratur, yang merupakan salah satu manfaat olahraga terhadap kesehatan reproduksi.

Meningkatkan kualitas sperma pria

Melakukan olahraga secara teratur dapat menguntungkan kesehatan reproduksi pria karena dapat meningkatkan jumlah, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) sperma pria secara signifikan dibandingkan dengan pria yang jarang berolahraga. Olahraga juga meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme, yang berkontribusi pada peningkatan produksi sperma yang sehat.

Peningkatan kesuburan perempuan

Jika bunda berolahraga dengan intensitas yang teratur, itu bisa meningkatkan kondisi kesuburan mereka. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction menemukan bahwa wanita yang berolahraga secara teratur memiliki kemungkinan kesuburan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak aktif secara fisik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga kondisi berat badan yang sehat, dapat mengurangi risiko gangguan hormonal, dan dapat membantu fungsi ovarium lebih baik.

Selain beberapa keuntungan di atas, olahraga secara teratur juga dapat meningkatkan gairah seksual, meningkatkan kadar hormon testosteron pada pria dan wanita. Tentu saja, hal ini akan memengaruhi kemungkinan kehamilan bagi ayah dan ibu yang berusaha untuk hamil.

Olahraga dapat meningkatkan kesehatan organ reproduksi, termasuk meningkatkan kondisi kesuburan, jadi Ayah Bunda disarankan untuk berolahraga secara teratur.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-04-16T143413.258.png
15/Apr/2025

Pernahkah Anda mendengar tentang genetika turunan? Sangat penting untuk memahami gejala atau tanda-tanda turun peranakan, terlepas dari usia Anda. Jadi, meskipun kondisi ini biasanya dialami oleh wanita menopause, itu dapat dialami oleh wanita di segala usia.

Jika Anda mengetahui gejala turun peranakan, Anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Beberapa Gejala Penurunan Peranakan yang Harus Anda Ketahui

Kondisi di mana rahim turun ke saluran vagina dikenal sebagai prolaps uteri. Ini terjadi karena ligamen dan otot dasar panggul meregang dan melemah sehingga tidak mampu menopang rahim. Akibatnya, rahim jatuh perlahan dan menonjol ke luar vagina.

Rahim yang tergelincir dapat menekan organ panggul lainnya, menyebabkan berbagai gejala. Berikut ini adalah beberapa karakteristik turun peranakan yang umum:

Vaginanya menonjol

Rahim seharusnya jatuh ke vagina saat tergelincir. Akibatnya, Anda mungkin merasa terganjal, melihat tonjolan keluar dari lubang vagina, atau merasa Miss V ingin jatuh. Saat Anda duduk, Anda mungkin merasa seperti ada jaringan vagina yang bergesekan dengan celana dalam Anda atau seperti Anda sedang duduk di atas bola.

Nyeri panggul

Dalam kasus turun peranakan, rahim jatuh dan menekan area panggul. Ini dapat menyebabkan nyeri atau tekanan pada panggul, serta bagian perut bawah dan punggung bawah Anda. Anda mungkin merasa berat, penuh, atau tidak nyaman pada panggul Anda. Anda juga mungkin sering merasa tidak nyaman saat berjalan jika tidak terasa nyeri. Turun peranakan adalah keluarnya organ dalam, biasanya usus, tetapi gejalanya mirip dengan turun berok.

Masalah berkemih

karakteristik peranakan turun lainnya, seperti masalah berkemih atau buang air kecil Rahim menekan kandung kemih di panggul. Akibatnya, Anda mungkin mengalami inkontinensia urine, yang juga dikenal sebagai mengompol, ingin buang air kecil lebih sering atau tiba-tiba, dan merasa seperti Anda tidak dapat membuang kandung kemih Anda sepenuhnya.

Sembelit

Anda tidak hanya mengalami masalah berkemih, tetapi Anda juga mungkin mengalami gejala yang berkaitan dengan buang air besar ketika Anda mengalami turun peranakan. Saat ini terjadi, Anda mungkin mengalami kesulitan untuk buang air besar atau sembelit, dan Anda juga mungkin merasa sulit untuk membuang usus Anda sepenuhnya saat Anda pergi ke toilet.

Masalah Hubungan Seksual

Terkadang, turun peranakan dapat mengganggu aktivitas seksual Anda. Wanita dengan penyakit ini kadang-kadang membuat hubungan intim menyakitkan atau menyebabkan hilangnya gairah seksual.

Anda mungkin juga mengalami gejala lainnya, seperti keputihan atau darah di vagina selain ciri-ciri di atas.

 

Gejala Turun Peranakan Bervariasi Tergantung pada Tingkatan

Tak semua penderita porlaps uteri akan mengalami gejala-gejala di atas, meskipun mereka umum. Bahkan prolaps uteri kecil biasanya tidak memiliki gejala, menurut Mayo Clinic. Jika kondisi Anda diklasifikasikan sebagai sedang hingga parah, Anda mungkin mengalami gejala-gejala di atas. Ini berarti bahwa gejala yang akan Anda alami dan rasakan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan.

Dokter membagi tingkat keparahan turun peranakan ke dalam empat tahap, masing-masing menunjukkan seberapa kuat rahim mendorong vagina. Berikut adalah empat tingkat keparahan turun peranakan:

  • Tingkat I: terjadi ketika rahim turun ke atas vagina.
  • Tingkat II: Saat rahim turun ke bagian bawah vagina.
  • Tingkat III: terjadi saat rahim keluar dari vagina.
  • Tingkat IV terjadi ketika rahim secara keseluruhan keluar dari mulut vagina.

 

Kapan harus Melihat Dokter?

Dokter biasanya tidak merekomendasikan pengobatan untuk prolaps uteri yang ringan dan tidak menimbulkan gejala. Dokter mungkin melakukan pemeriksaan panggul dan USG jika Anda mengalami gejala seperti nyeri di area intim, kesulitan berkemih, atau masalah seksual.

Terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala turun peranakan yang Anda alami. Dokter biasanya menyarankan senam Kegel, ring pesarium, atau bahkan operasi histerektomi untuk mengatasi gejala turun peranakan. Jika tidak ditangani dengan segera, porlaps uteri dapat mengganggu usus, kandung kemih, dan fungsi seksual Anda. Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengetahui gejala turun perankan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-02-06T112627.998.png
14/Apr/2025

Tubuh Bunda mengalami berbagai perubahan seiring bertambahnya usia, termasuk perubahan dalam hal reproduksi. Perubahan yang paling signifikan adalah perubahan pada ovum atau sel telur.

Jumlah ovum, atau sel telur, yang dimiliki Bunda berkurang seiring bertambahnya usia, dan penurunan kualitas sel telur ini dapat memengaruhi kemungkinan program hamil berhasil, karena ovum yang berkualitas tinggi sangat penting untuk proses pembuahan.

Apakah usia benar-benar memengaruhi kualitas ovum Bunda? Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, mari kita lihat bagaimana usia memengaruhi kualitas ovum dan bagaimana hal itu berdampak pada program hamil.

 

Usia dan Kualitas Ovum

Seiring bertambahnya usia, kualitas dan kuantitas ovum (sel telur) Bunda cenderung menurun. Kuantitas dan kualitas ovum yang sudah ada sejak lahir ini terus berkurang seiring waktu, yang dapat memengaruhi peluang keberhasilan program hamil.

Berbagai faktor, termasuk usia, riwayat operasi ovarium, dan adanya masalah pada ovarium (seperti tumor), memengaruhi kualitas ovum. Gambar berikut menunjukkan kualitas ovum berdasarkan usia:

Usia 20  tahun

Bunda berada di puncak kesuburannya pada usia ini. Sel telur tetap berkualitas tinggi, dan risiko komplikasi kehamilan seperti diabetes atau hipertensi juga rendah. Saat ini adalah saat yang tepat untuk merencanakan kehamilan.

Usia 30 tahun

Pada usia ini, jumlah dan kualitas ovum sudah mulai menurun, meskipun peluang kehamilan masih ada, kualitas ovum yang menurun dapat mempengaruhi keberhasilan pembuahan dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa diri secara teratur ke dokter untuk memastikan kesehatan reproduksi Anda dan kualitas ovum Anda.

Usia 40 tahun

Peluang untuk hamil secara alami berkurang karena jumlah dan kualitas ovum sudah sangat berkurang pada usia 40 tahun. Risiko kehamilan, seperti keguguran, dan bayi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, meningkat juga. Untuk meningkatkan kemungkinan mereka untuk hamil, banyak ibu yang memilih menjalani program hamil seperti inseminasi buatan atau bayi tabung (IVF).

Kualitas sperma terbaik terjadi pada usia 25 hingga 40 tahun, dan kualitas ovum terbaik terjadi pada usia 24 tahun. Mengetahui tentang pengaruh usia terhadap kualitas ovum dapat membantu Bunda merencanakan kehamilan dengan lebih baik dan mempersiapkan tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesuburan mereka.

 

Risiko Kehamilan di Usia Lanjut dan Kualitas Ovum

Kualitas ovum sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kehamilan, terutama di usia lanjut. Kualitas dan jumlah ovum yang tersisa menurun dengan usia Bunda, yang meningkatkan risiko kehamilan:

Menurunkan jumlah ovum

Jumlah ovum Bunda menurun seiring bertambahnya usianya. Jumlah sel telur yang tersisa di usia dua puluh sudah jauh lebih sedikit daripada di usia tiga puluh. Penurunan ini terus meningkat di usia empat puluh. Jumlah kecil ini dapat menyulitkan proses pembuahan.

Menurunnya kualitas ovum

Kualitas ovum juga berkurang seiring usia. Ovum yang lebih tua berisiko mengalami kerusakan kromosom, yang dapat mempengaruhi perkembangan embrio setelah pembuahan.

Risiko terkena keguguran meningkat

Karena kualitas ovum menurun di usia 40 tahun, kemungkinan keguguran meningkat.

Risiko kelahiran bayi dengan kondisi tertentu

Risiko melahirkan bayi dengan kondisi tertentu, seperti sindrom Down, meningkat pada usia lanjut karena kualitas ovum menurun sebagai akibat dari masalah kromosom yang lebih sering terjadi pada ovum yang lebih tua.

Menurunkan kemungkinan hamil

Peluang Bunda untuk hamil secara alami menurun seiring bertambahnya usia karena kualitas dan jumlah ovum menurun. Namun, dengan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan (IVF), peluang untuk hamil tetap ada.

Peran-peran dari pemeriksaan rutin

Pemeriksaan rutin sangat penting bagi bunda yang berusia 35 tahun ke atas. Dokter dapat memantau kesehatan ovum dan memberi saran tentang program hamil yang tepat. Dengan perencanaan yang baik dan dukungan medis yang tepat, Bunda dan Ayah tetap dapat memiliki peluang yang sehat untuk hamil, meskipun ada risiko yang lebih besar di usia lanjut.

 

Menjaga Ovum Sehat Meskipun Usia Bertambah

Bagi ibu hamil yang berencana untuk hamil atau promil, sangat penting untuk menjaga kesehatan ovum meskipun usia bertambah. Meskipun kualitas ovum cenderung menurun seiring bertambahnya usia, ada beberapa cara untuk mempertahankan kesehatan sel telur. Berikut adalah beberapa saran sederhana yang dapat diikuti Bunda:

Makanan yang sehat

Untuk mendukung kesehatan ovum, mengonsumsi makanan bergizi sangat penting. Bunda dapat berkonsentrasi pada makanan yang kaya akan antioksidan, seperti biji-bijian dan buah-buahan hijau, yang dapat melindungi sel telur dari kerusakan.

Olahraga rutin

Menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan tubuh secara keseluruhan sangat membantu dengan berolahraga secara teratur. Jalan kaki, yoga, atau berenang adalah contoh olahraga ringan yang dapat dipilih oleh ibu.

Hindari situasi stres

Bunda dan Ayah dapat mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau hobi yang menyenangkan untuk mengurangi stres, karena stres berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan kesehatan ovum.

Cukup tidur

Untuk menjaga kesehatan ovum, tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk menjaga keseimbangan hormon.

Hindari konsumsi rokok dan alkohol

Untuk menjaga kesehatan reproduksi, bunda disarankan untuk menghindari konsumsi rokok dan alkohol karena keduanya dapat merusak kualitas ovum. Rokok mengandung nikotin dan bahan kimia beracun lainnya yang dapat mengganggu fungsi ovarium Bunda, merusak DNA dalam sel telur, dan mengurangi jumlah cadangan ovarium.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi, meningkatkan peluang kehamilan, dan mendukung perkembangan janin yang sehat, adalah penting untuk menghindari rokok dan alkohol, karena keduanya dapat mengganggu keseimbangan hormon, mengganggu proses ovulasi, dan meningkatkan risiko infertilitas.

Periksakan diri Anda secara teratur

Bunda dapat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memastikan bahwa ovumnya dalam kondisi baik dan untuk mendapatkan saran yang tepat tentang bagaimana memulai kehamilan. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, Bunda dapat mempertahankan kesehatan ovumnya meskipun usia terus bertambah, meningkatkan kemungkinan program hamil.

Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika Bunda berusia di atas 35 tahun dan berencana untuk hamil bersama ayah. Ini dilakukan agar Bunda dapat mendapatkan panduan yang tepat dan dukungan medis yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan yang sehat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-03T155238.649.png
14/Mar/2025

Salah satu masalah kesehatan yang cukup umum dialami oleh sebagian wanita adalah penyakit vagina akibat infeksi. Ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, atau parasit, dan penting bagi Anda untuk mengenali berbagai penyebab dan cara mencegahnya.

Seorang wanita yang mengalami penyakit vagina karena infeksi dapat mengalami berbagai keluhan, seperti keputihan yang berbau atau berubah warna, vagina yang gatal atau perih, nyeri saat berhubungan seksual, anyang-anyangan, dan keluarnya darah dari vagina.

Meskipun demikian, gejala infeksi vagina juga dapat berbeda tergantung pada penyebabnya. Misalnya, keputihan berwarna tertentu dapat menunjukkan infeksi vagina yang disebabkan oleh kuman, jamur, atau parasit.

 

Beberapa Infeksi yang Menyebabkan Penyakit Vagina

Karena fakta bahwa infeksi vagina sangat umum, ada beberapa jenis penyakit vagina, di antaranya:

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri

Penyakit vagina yang disebabkan oleh infeksi bakteri disebut vaginosis bakterialis. Kondisi ini dapat menyebabkan keputihan yang berbau amis dan berwarna putih keabu-abuan. Ketika bakteri jahat penyebab infeksi tumbuh terlalu banyak dan mengganggu jumlah bakteri baik di vagina, itu disebut vaginosis bakterialis.

Wanita dapat berisiko terkena infeksi ini karena beberapa alasan. Ini termasuk penggunaan produk pembersih kewanitaan, seperti shower vagina, jarang membersihkan organ intim, berhubungan intim tanpa kondom, atau sering berganti pasangan.

Klamidia

Klamidia termasuk infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Orang yang menderita klamidia dapat terinfeksi melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Wanita yang menderita klamidia dapat mengalami beberapa gejala, termasuk keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan, nyeri atau perih di area vagina (terutama saat berhubungan intim atau buang air kecil), dan keluarnya darah dari vagina di luar masa menstruasi.

Gonorhea

Ini juga merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual yang menyebabkan gonore. Bakteri penyebab gonore dapat menyebar melalui hubungan seksual tanpa perlindungan, baik secara vaginal atau anal. Sebagian wanita dengan infeksi vagina ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, penyakit ini juga dapat menyebabkan keluhan seperti sering buang air kecil, demam, nyeri atau perih pada vagina, dan perdarahan.

Infeksi jamur vagina

Infeksi jamur vagina, juga dikenal sebagai kandidiasis vagina, adalah penyakit vagina selanjutnya. Jamur dapat hidup di vagina secara alami, tetapi jumlah jamur yang berlebihan dapat menyebabkan infeksi jamur. Gejala penyakit vagina ini termasuk keluarnya cairan kental berwarna putih atau keabu-abuan, sensasi gatal dan perih di vagina, dan nyeri saat berhubungan seksual dan buang air kecil.

Trikomoniasis

Infeksi parasit penyebab trikomoniasis dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman. Penyakit vagina ini biasanya ditandai dengan keluar cairan kuning kehijauan, berbau, dan berbusa dari vagina.

Selain berbagai penyakit yang disebutkan di atas, wanita juga dapat terkena sifilis.

 

Panduan untuk Mencegah Penyakit Vagina

Anda dapat merawat vagina Anda dengan baik dengan mengikuti beberapa saran berikut untuk mencegah penyakit vagina akibat infeksi:

  • Pastikan area intim Anda kering dan bersih.
  • Hindari menggunakan sabun vagina atau semprotan yang mengandung parfum dan antibakteri (seperti shower) untuk membersihkan vagina.
  • Mengganti pembalut setiap kali menstruasi
  • Hindari berganti pasangan seksual dan gunakan kondom saat berhubungan intim.
  • Hindari pakaian yang tidak menyerap keringat, seperti nilon, dan pakaian katun yang dapat menyerap keringat.
  • Hindari celana yang ketat, seperti jeans, celana pendek olahraga, atau legging, terutama saat cuaca panas.

Penyakit vagina yang disebabkan oleh infeksi tidak selalu berbahaya, tetapi seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu, pasangan seksual Anda juga dapat menderita penyakit vagina jika disebabkan oleh infeksi menular seksual.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-1.png
13/Mar/2025

Pria dengan sifilis biasanya menunjukkan gejala secara bertahap, mulai dari luka kecil di kulit hingga kutil di area kelamin. Ini penting untuk mengenali berbagai ciri sifilis karena sering kali penyakit ini baru diketahui ketika gejalanya semakin parah.

 

Ciri-ciri yang Menunjukkan Sifilis pada Pria

Sifilis, juga dikenal sebagai raja singa, adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui kontak dengan luka pada kulit atau selaput lendir. Penyakit sifilis pada laki-laki dan perempuan digolongkan dalam tahap perkembangan, yaitu tahap primer, sekunder, laten, dan tersier.

Tahap primer dan sekunder sifilis tidak memiliki gejala yang signifikan. Orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun selama tahap laten infeksi. Pada tahap tersier, penyakit mulai menyebabkan kerusakan organ.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik, gejala sifilis pada pria disusun menurut tahapan.

Luka di anus dan penis

Salah satu gejala sifilis pria pada tahap awal adalah luka pada area penis atau anus. Ketika disentuh, luka pada kulit biasanya berbentuk bulat dengan ukuran yang kecil dan bertekstur keras. Luka bisa muncul di rektum, tangan, bibir, atau tenggorokan, selain di area penis dan dubur. Luka biasanya berlangsung selama 3 hingga 6 minggu sebelum akhirnya sembuh sendiri. Sembuhnya luka tidak berarti sifilis hilang. Selama infeksi belum diobati, Anda masih dapat menularkannya pada orang lain.

Ruam pada tubuh

Salah satu tanda sifilis pada pria adalah ruam kemerahan pada kulit. Ruam ini biasanya terjadi di telapak tangan dan kaki dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyakit ruam kulit yang disebabkan oleh sifilis biasanya tidak menimbulkan rasa gatal pada kulit, sehingga pasien sering kali tidak menyadari gejala ini. Ruam kulit biasanya tidak hilang selama 2 hingga 6 minggu dan dapat hilang tanpa perawatan khusus.

Gejalanya mirip dengan flu

Pria dengan sifilis juga dapat menunjukkan gejala yang mirip dengan flu, seperti pilek, bersin-bersin, demam ringan hingga sedang, dan sakit tenggorokan. Banyak orang mengabaikannya dan menganggapnya sebagai masalah kesehatan ringan karena gejalanya mirip dengan penyakit flu biasa. Selain itu, penderita sifilis mungkin mengalami nyeri otot dan sendi, yang membuat tubuh lemas dan pegal, serta pusing yang datang dan pergi selama beberapa hari.

Rambut yang rontok

Rambut rontok, yang dapat menyebabkan kebotakan, adalah tanda sifilis pada pria. Dalam dunia medis, penyakit ini juga dikenal sebagai alopecia syphilitica. Rambut rontok akibat sifilis, yang terjadi pada sekitar 3 hingga 7% kasus sifilis, merupakan gejala sekunder yang cukup jarang, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings Baylor University Medical Center. Penyakit sifilis membuat rambut rontok sulit dideteksi karena mirip dengan kebotakan lainnya.

Pembentukan kelenjar getah bening yang lebih besar

Salah satu tanda sifilis pada pria adalah pembesaran kelenjar getah bening. Munculnya benjolan keras, kenyal, dan terasa sedikit nyeri yang biasanya terjadi di area leher, ketiak, atau selangkangan adalah salah satu tanda pembesaran kelenjar getah bening ini. Selain itu, kondisi ini dapat disertai dengan gejala tambahan seperti demam, kelelahan, dan penurunan berat badan.

Kutil muncul di daerah kelamin

Condyloma lata, benjolan kecil seperti kutil di area kelamin, adalah tanda lain dari penyakit sifilis. Sekitar 50% penderita sifilis memiliki ciri sifilis sekunder, menurut NIH. Biasanya, kutil ini berbentuk bulat dan memiliki tepi yang jelas berwarna merah muda dengan bagian tengah yang terlihat lebih kemerahan.

Penyakit saraf dan jantung

Sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi organ dan jaringan tubuh, seperti otak dan jantung, jika tidak diobati segera. Jika infeksi menyebar ke otak atau sistem saraf pusat, yang dikenal sebagai neurosifilitis, gejalanya antara lain sakit kepala, kelelahan otot, dan gangguan lupa. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada jantung dan pembuluh darah jika infeksi menyebar ke pembuluh darah besar, terutama aorta.

Gangguan pendengaran dan penglihatan

Selain itu, penyakit sifilis yang tidak segera diobati juga dapat menyebabkan masalah pendengaran dan penglihatan. Gejala sifilis yang menyerang mata termasuk nyeri pada mata, penglihatan kabur, sensitivitas mata terhadap cahaya, dan akhirnya kebutaan. Namun demikian, gejala infeksi sifilis yang menyerang telinga termasuk pusing, vertigo, masalah keseimbangan, tinnitus (telinga berdenging), dan tuli sebagian atau total.

Itu adalah beberapa tanda yang paling umum dimiliki pria yang menderita sifilis. Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, segera konsultasikan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala di atas. Penyakit kelamin harus dideteksi dan diobati segera untuk menghindari komplikasi.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.