fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
artikel-12.png
06/May/2025

Ketika membicarakan soal kebersihan organ reproduksi, masih banyak anggapan bahwa hal ini hanya penting bagi wanita. Padahal, para pria pun perlu memberi perhatian besar terhadap kebersihan area intim mereka. Mengapa? Karena kesehatan organ reproduksi pria tidak hanya berdampak pada kualitas hidup sehari-hari, tapi juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program kehamilan bersama pasangan di masa depan.

Banyak pasangan yang kesulitan memiliki momongan, dan kerap kali wanita menjadi pihak yang lebih dulu disorot. Namun faktanya, kesuburan pria memiliki peran yang sama penting dalam proses kehamilan. Maka dari itu, sudah semestinya para calon ayah ikut menjaga dan merawat organ reproduksi mereka dengan serius.

Lalu, mengapa kebersihan organ reproduksi pria begitu krusial? Apa saja dampak buruk jika abai terhadap area sensitif ini? Dan bagaimana cara yang tepat untuk menjaganya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

 

Mengapa Kebersihan Organ Reproduksi Pria Sangat Penting?

Menjaga kebersihan organ intim bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Area genital yang kotor bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan kuman lainnya. Jika tidak ditangani, ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari bau tak sedap hingga infeksi serius seperti penyakit menular seksual.

Lebih dari itu, kondisi organ intim yang tidak higienis juga dapat memengaruhi kualitas sperma dan aktivitas seksual pria. Hal ini tentu saja bisa berdampak besar bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan. Maka dari itu, penting untuk tidak menganggap remeh perawatan kebersihan di area vital.

 

Langkah Praktis Menjaga Kebersihan Organ Intim Pria

Perawatan organ reproduksi pria sebenarnya tidak rumit, namun perlu dilakukan dengan tepat dan konsisten. Berikut ini beberapa tips mudah yang bisa dijadikan rutinitas sehari-hari untuk memastikan area reproduksi tetap bersih, sehat, dan nyaman.

1. Cuci Penis Secara Rutin dan Benar

Membersihkan penis adalah langkah dasar namun sangat penting. Pastikan kamu melakukannya setiap hari, terutama saat mandi. Gunakan air bersih dan sabun yang lembut. Hindari menggunakan sabun dengan kandungan kimia keras yang bisa menyebabkan iritasi, apalagi jika digunakan di area sensitif seperti bawah kulup dan ujung penis.

Saat membersihkan, tarik kulup dengan perlahan untuk menghilangkan kotoran atau smegma yang mungkin menumpuk. Namun, jangan menggosok terlalu keras agar kulit tidak terluka. Lakukan dengan lembut dan hati-hati.

2. Keringkan dengan Sempurna

Setelah mencuci area intim, jangan lupa untuk mengeringkannya dengan benar. Kelembapan yang tertinggal dapat menjadi tempat favorit bagi jamur dan bakteri berkembang. Gunakan tisu atau handuk bersih dan keringkan dengan cara ditepuk-tepuk secara lembut. Jangan lupa untuk memastikan tidak ada air yang tertinggal di bawah kulup atau ujung penis, terutama setelah buang air kecil.

3. Hindari Celana Dalam yang Terlalu Ketat

Pakaian dalam yang terlalu ketat bisa mengganggu sirkulasi udara di area genital, membuatnya lembap dan lebih cepat berkeringat. Akibatnya, area tersebut menjadi lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan bau tidak sedap. Gunakan celana dalam berbahan katun yang bisa menyerap keringat dengan baik, dan pastikan selalu dalam keadaan bersih serta kering. Gantilah pakaian dalam secara rutin, terutama setelah berolahraga atau beraktivitas berat.

4. Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Organ Intim

Kedengarannya sepele, tapi mencuci tangan sebelum menyentuh penis sangat penting untuk mencegah kontaminasi dari luar. Tangan yang kotor bisa membawa bakteri atau zat berbahaya seperti bahan kimia, cabai, atau kotoran lainnya yang bisa mengiritasi kulit penis. Jadi, pastikan tangan dalam kondisi bersih setiap kali akan buang air kecil atau membersihkan area intim.

Menjaga kebersihan organ reproduksi pria bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Ini adalah bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, menjaga kenyamanan dalam beraktivitas, serta meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan bersama pasangan. Mulailah dari hal-hal kecil seperti rajin mencuci dan mengeringkan area intim, menggunakan pakaian dalam yang sesuai, hingga menjaga kebersihan tangan. Dengan perawatan rutin dan kesadaran yang tinggi, kesehatan reproduksi pria bisa tetap terjaga optimal.

Ingat, kebersihan adalah bentuk tanggung jawab—bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk pasangan dan masa depan keluarga.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-13.png
06/May/2025

Bagi banyak pasangan yang telah menikah, hadirnya buah hati adalah impian besar yang dinanti-nantikan. Berbagai cara pun dilakukan demi mewujudkan keinginan tersebut, mulai dari rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan hingga menjaga keintiman dengan pasangan. Namun, tahukah kamu bahwa satu kebiasaan sederhana yang sering disepelekan ternyata punya peran besar dalam meningkatkan peluang kehamilan? Jawabannya adalah olahraga.

Olahraga bukan hanya tentang menjaga bentuk tubuh atau menurunkan berat badan, tapi juga merupakan cara alami yang efektif dalam mendukung kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Aktivitas fisik yang teratur dapat memperbaiki sistem hormonal, meningkatkan kualitas sperma dan sel telur, serta membantu tubuh menjadi lebih siap untuk proses kehamilan.

 

 Olahraga sebagai Pendukung Kesuburan

Menjalani gaya hidup sehat adalah langkah awal yang perlu diambil bersama oleh suami dan istri yang sedang merencanakan kehadiran anak. Tidak cukup hanya dengan menjaga pola makan atau menghindari stres, olahraga juga menjadi faktor penting yang sering kali luput dari perhatian.

Bagi wanita, olahraga dapat membantu memperlancar siklus menstruasi dan mendukung proses ovulasi. Sementara pada pria, aktivitas fisik terbukti mampu meningkatkan vitalitas serta memperbaiki kualitas sperma, yang secara tidak langsung akan meningkatkan potensi untuk membuahi sel telur.

Selain itu, berolahraga secara teratur juga membantu menjaga berat badan tetap ideal. Berat badan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa memengaruhi hormon reproduksi dan menyulitkan proses kehamilan. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, sistem reproduksi pun akan bekerja lebih optimal.

 

 Jenis Olahraga yang Disarankan untuk Program Kehamilan

Tidak semua jenis olahraga cocok untuk program hamil, tapi beberapa aktivitas fisik berikut bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendukung kesuburan:

1. Bersepeda
Aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga efektif untuk mengurangi stres—faktor utama yang sering menghambat kehamilan. Saat bersepeda, otot-otot di area perut, panggul, punggung, dan paha akan bekerja, membantu memperkuat bagian tubuh yang penting untuk kehamilan. Selain itu, bersepeda dapat meningkatkan stamina dan kebugaran secara keseluruhan.

2. Joging
Joging adalah olahraga ringan yang mudah dilakukan dan bisa menjadi kegiatan seru bersama pasangan. Meluangkan waktu 30 menit di pagi atau sore hari untuk berlari kecil dapat meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kesehatan jantung, serta membantu menjaga berat badan ideal. Dengan tubuh yang sehat, peluang untuk hamil pun akan meningkat.

3. Senam Kegel
Sering dikaitkan dengan kehamilan dan masa nifas, senam kegel sebenarnya juga sangat bermanfaat dalam meningkatkan peluang hamil. Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot dasar panggul yang berperan penting dalam proses reproduksi. Dilakukan secara rutin, kegel bisa memperbaiki sirkulasi darah di area organ reproduksi dan meningkatkan kepuasan seksual, yang semuanya bisa berkontribusi pada keberhasilan program hamil.

4. Yoga
Stres adalah musuh utama kesuburan, dan yoga bisa menjadi solusi untuk mengatasinya. Lewat gerakan lembut dan teknik pernapasan yang menenangkan, yoga membantu menurunkan tingkat stres serta membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Selain itu, yoga juga meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan otot, yang semuanya sangat penting saat mempersiapkan kehamilan.

 

 Kunci Sukses: Kompak Bersama Pasangan

Menjalani program kehamilan akan terasa lebih ringan dan menyenangkan jika dilakukan bersama pasangan. Dengan berolahraga bersama, kamu dan pasangan tidak hanya saling mendukung secara fisik, tetapi juga secara emosional. Hubungan yang harmonis dan saling pengertian akan menciptakan lingkungan yang positif bagi rencana memiliki buah hati.

Kesimpulannya, olahraga bukan sekadar pelengkap dalam hidup sehat, tapi juga bisa menjadi bagian penting dalam perjuangan menuju kehamilan. Jadi, yuk mulai rutinitas olahraga bersama pasangan dan siapkan tubuh serta mental untuk menyambut si kecil dalam keluarga!

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-08-13T134705.539.png
05/May/2025

Bagi banyak perempuan, kehamilan setelah menikah bukan sekadar impian, melainkan sebuah pencapaian yang mengangkat status sebagai calon ibu. Namun, tidak semua wanita bisa langsung mendapatkan anugerah tersebut tanpa usaha. Bahkan, beberapa di antaranya harus melewati proses panjang, termasuk mempersiapkan diri sejak sebelum pernikahan agar peluang hamil meningkat.

Berbagai cara ditempuh demi mewujudkan kehamilan, mulai dari metode tradisional seperti konsumsi jamu dan pijat kesuburan, hingga pendekatan medis yang lebih modern melalui program hamil dari dokter, inseminasi buatan, hingga teknologi bayi tabung.

 

Mengenal Proses Bayi Tabung

Bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) adalah proses pembuahan sel telur oleh sperma yang dilakukan di luar tubuh wanita. Setelah terbentuk embrio, embrio tersebut akan ditanamkan kembali ke dalam rahim. Meski proses ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tak menjamin keberhasilan 100 persen, banyak pasangan tetap memilihnya karena memberikan harapan besar untuk memiliki keturunan.

Ciri-Ciri Keberhasilan Program Bayi Tabung

Berikut adalah beberapa tanda awal yang bisa menjadi indikator keberhasilan program bayi tabung:

1. Tidak Mengalami Menstruasi

Salah satu tanda paling awal adalah tidak terjadinya haid. Ini bisa menjadi sinyal bahwa embrio berhasil menempel di dinding rahim (implantasi).

2. Kadar HCG Meningkat

Hormon hCG (human chorionic gonadotropin) meningkat signifikan ketika kehamilan terjadi. Kadar ini bisa dicek melalui test pack atau tes laboratorium.

3. Mual dan Muntah (Morning Sickness)

Mual dan muntah, terutama di pagi hari, adalah gejala umum kehamilan yang juga bisa muncul setelah keberhasilan bayi tabung.

4. Gejala Fisik Kehamilan

Nyeri punggung, kram perut bawah, hingga rasa lelah berlebihan bisa muncul sebagai respons tubuh terhadap kehamilan yang mulai berkembang.

5. Bercak Darah Ringan

Pendarahan ringan atau bercak darah sering terjadi akibat proses implantasi embrio di rahim. Ini adalah hal wajar di awal kehamilan.

6. Perubahan Emosi

Lonjakan hormon dapat menyebabkan mood swing, lebih sensitif terhadap bau, dan emosi yang mudah berubah, mirip dengan gejala PMS.

7. Pusing dan Masalah Pencernaan

Beberapa wanita mengalami pusing, sering buang air kecil, atau sembelit sebagai respons awal tubuh terhadap kehamilan.

 

8. Hasil Pemeriksaan USG

Keberhasilan bayi tabung bisa dikonfirmasi secara medis melalui USG. Dalam 1–2 minggu setelah implantasi, kantung kehamilan biasanya mulai terlihat, diikuti perkembangan embrio dan detak jantung janin.

Tetap Optimis dan Jaga Kondisi

Meskipun munculnya tanda-tanda di atas memberikan harapan, kepastian hanya bisa didapatkan melalui diagnosis dari dokter kandungan. Oleh karena itu, setelah menjalani proses bayi tabung, penting bagi calon ibu untuk menjaga kondisi fisik dan mentalnya, tetap berpikir positif, dan rutin berkonsultasi dengan dokter. Dengan semangat dan dukungan yang tepat, harapan untuk menjadi ibu bisa menjadi kenyataan.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-02-18T131958.916.png
05/May/2025

Merencanakan kehamilan bukan hanya soal kalender masa subur atau konsumsi suplemen. Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah kebiasaan sehari-hari. Padahal, banyak aktivitas rutin yang diam-diam bisa memengaruhi kesehatan rahim dan organ reproduksi lainnya.

Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi ibu, yuk mulai dari langkah kecil: mengenali dan menghindari kebiasaan buruk yang bisa merusak sistem reproduksi.

Berikut adalah 9 kebiasaan yang bisa mengganggu kesehatan rahim dan kesuburan wanita:

 

1. Begadang dan Kurang Tidur

Sering tidur larut malam karena kerja, nonton, atau main gadget? Hati-hati! Kebiasaan begadang bisa mengacaukan ritme hormon tubuh dan mengganggu siklus menstruasi. Siklus haid yang tidak teratur adalah salah satu tanda bahwa sistem reproduksi sedang tidak baik-baik saja.

Penelitian juga menyebutkan bahwa wanita yang bekerja shift malam memiliki risiko keguguran lebih tinggi. Kurang tidur juga berkontribusi pada peningkatan berat badan yang berujung pada gangguan ovulasi—salah satu penyebab umum sulit hamil.

 

2. Konsumsi Kafein Berlebihan

Secangkir kopi atau teh mungkin jadi penyemangat pagi, tapi terlalu banyak bisa berdampak negatif. Asupan kafein yang berlebihan (lebih dari 300 mg per hari, atau sekitar 2–3 cangkir kopi) dikaitkan dengan penurunan tingkat kesuburan dan peningkatan risiko keguguran.

Jika kamu sedang menjalani program hamil, lebih baik mulai membatasi asupan kafein, termasuk dari minuman energi, cokelat, dan teh dalam kemasan.

 

3. Olahraga Terlalu Berat

Olahraga memang sehat, tetapi seperti semua hal, berlebihan justru bisa berdampak buruk. Latihan fisik intens lebih dari 1 jam per hari atau 7 jam per minggu dapat memengaruhi keseimbangan hormon, menurunkan produksi estrogen, dan bahkan menghentikan ovulasi.

Itulah sebabnya banyak atlet profesional mengalami kesulitan untuk hamil. Jadi, olahraga secukupnya saja ya—yang penting konsisten dan sesuai kemampuan tubuh.

 

4. Sering Makan Berlebihan & Fast Food

Apakah kamu sering makan berlebihan atau doyan junk food? Hati-hati, karena dua kebiasaan ini bisa memperburuk kesehatan reproduksi. Makanan cepat saji biasanya tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, yang semuanya bisa menyebabkan gangguan metabolik dan lonjakan gula darah.

Kadar insulin yang tinggi karena konsumsi gula berlebihan bisa mengganggu proses ovulasi dan hormon reproduksi. Belum lagi risiko obesitas yang secara langsung bisa menurunkan peluang kehamilan.

 

5. Menunda Kehamilan Terlalu Lama

Banyak pasangan memilih menunda punya anak karena alasan karier, finansial, atau belum siap mental. Tidak salah, tapi kamu perlu tahu bahwa kesuburan wanita mulai menurun sejak usia 27 tahun, dan penurunannya makin cepat setelah usia 35.

Sementara pada pria, kualitas sperma mulai menurun setelah usia 40 tahun. Jika kamu berencana menunda kehamilan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk merencanakan langkah yang tepat.

 

6. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Minum alkohol secara rutin dapat memengaruhi siklus menstruasi, menghambat ovulasi, dan meningkatkan risiko keguguran. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih dari 3 gelas alkohol per minggu cenderung lebih sulit hamil, terutama jika sudah mengalami masalah kesuburan sebelumnya.

Jika kamu sedang program hamil atau berusaha menjaga kesehatan rahim, sebaiknya hindari alkohol sepenuhnya.

 

7. Kebiasaan Merokok

Merokok—baik aktif maupun pasif—sudah terbukti merusak kesehatan rahim. Zat beracun dalam rokok dapat merusak sel telur, mengganggu jalannya sel telur ke rahim, dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan).

Tak hanya itu, merokok juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker serviks dan keguguran. Bahkan perokok pasif juga bisa terkena dampaknya. Jadi, sebisa mungkin hindari asap rokok dan jauhi lingkungan yang tidak sehat.

 

8. Seks Bebas Tanpa Perlindungan

Melakukan hubungan seks tanpa proteksi bisa membuatmu rentan terhadap infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia, gonore, herpes, dan sifilis. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada organ reproduksi, termasuk rahim dan tuba falopi.

Radang panggul akibat IMS adalah salah satu penyebab utama infertilitas pada wanita. Beberapa infeksi bahkan bisa menyebabkan keguguran atau membahayakan keselamatan janin.

 

9. Penggunaan Narkoba dan Zat Terlarang

Zat seperti ganja, kokain, atau ekstasi sangat merusak bagi sistem reproduksi. Ganja, misalnya, dapat menghambat pelepasan sel telur dan memengaruhi perkembangan janin dan plasenta.

Penggunaan narkoba selama kehamilan bisa menyebabkan bayi lahir mati, cacat lahir, bahkan gangguan perkembangan seperti autisme. Jangan pernah meremehkan dampak jangka panjang dari zat-zat berbahaya ini.

 

Catatan Tambahan: Risiko dari Pengobatan Medis

Selain kebiasaan sehari-hari, beberapa pengobatan medis seperti radioterapi di area panggul juga dapat merusak jaringan rahim. Risiko ini makin tinggi bila pengobatan dilakukan di usia muda dan dengan dosis tinggi. Karena itu, selalu diskusikan efek samping pengobatan dengan dokter, terutama jika kamu masih ingin memiliki anak.

Mengubah kebiasaan memang tidak mudah. Kadang butuh waktu, komitmen, dan tekad kuat untuk melakukannya. Namun, menjaga kesehatan rahim bukan hanya demi peluang kehamilan, tapi juga demi kesehatan jangka panjang tubuhmu sebagai wanita.

Mulailah dengan langkah kecil. Kurangi begadang, pilih makanan sehat, dan hindari rokok serta alkohol. Dengan begitu, kamu sedang memberi hadiah terbaik untuk dirimu sendiri—kesempatan menjadi ibu dalam kondisi tubuh yang sehat dan siap.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-11-28T105556.837.png
05/May/2025

Impotensi atau disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami pria, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun. Kondisi ini terjadi ketika pria kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Meski umum terjadi, banyak yang belum menyadari bahwa gaya hidup sehari-hari punya andil besar dalam memicu gangguan ini.

Lalu, apa saja kebiasaan yang secara tak sadar bisa merusak vitalitas pria? Yuk, simak daftarnya!

 

Kebiasaan Sepele, Dampak Serius

Performa seksual pria dipengaruhi oleh banyak faktor — mulai dari otak, hormon, emosi, hingga aliran darah. Jadi, gangguan di salah satu bagian ini bisa memicu impotensi. Bahkan, kombinasi masalah fisik dan psikis bisa memperburuk kondisi ini. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa jadi biang keroknya:

 

1. Pola Makan Buruk

Makanan tinggi lemak, gula, dan kalori bisa menyebabkan kegemukan hingga obesitas. Padahal, pria dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 28 berisiko 30% lebih tinggi mengalami impotensi. Kabar baiknya, studi dari JAMA menunjukkan bahwa penurunan berat badan dan olahraga rutin dapat membantu memulihkan fungsi seksual.

 

2. Merokok

Merokok bukan hanya merusak paru-paru, tapi juga bisa menghambat aliran darah ke penis. Perokok bahkan berisiko dua kali lipat mengalami impotensi total dalam 10 tahun. Berhenti merokok sekarang bisa jadi langkah awal menyelamatkan kehidupan seksual Anda.

 

3. Pikiran yang Penuh dan Stres

Stres berkepanjangan, kecemasan, hingga konflik dengan pasangan dapat menurunkan gairah seksual. Bahkan, depresi dan impotensi saling berkaitan satu sama lain. Konseling pasangan dan terapi bisa membantu memulihkan keseimbangan emosional sekaligus fungsi ereksi.

 

4. Gaya Hidup Pasif

Jarang bergerak? Hati-hati. Kurang olahraga bisa memperburuk sirkulasi darah dan menurunkan hormon testosteron. Mulailah dengan jalan kaki 30 menit per hari dan tingkatkan perlahan. Aktivitas fisik teratur sangat efektif untuk menjaga kesehatan seksual.

 

5. Konsumsi Daging Merah Berlebihan

Daging olahan dan merah tinggi kolesterol serta lemak jenuh. Kandungan ini bisa mempersempit pembuluh darah dan mengganggu aliran ke organ intim. Ganti dengan sayur, buah, dan sumber protein nabati demi kesehatan jantung dan vitalitas.

Jika Anda merasa mengalami gejala disfungsi ereksi yang mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat bisa membantu mengembalikan kepercayaan diri dan kualitas hidup Anda.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


senam-kegel.png
03/May/2025

Tidak bisa disangkal bahwa olahraga adalah salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Dari mengontrol berat badan, menurunkan kadar gula darah, hingga meningkatkan suasana hati—semua bisa didapatkan dengan berolahraga secara rutin. Bahkan, aktivitas fisik ini juga turut berperan dalam menjaga kesehatan seksual.

Namun, penting untuk diingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik, termasuk olahraga. Alih-alih menyehatkan, berolahraga secara ekstrem dan berlebihan justru bisa membawa dampak negatif bagi tubuh, salah satunya menurunkan tingkat kesuburan—baik pada wanita maupun pria.

 

 Mengapa Olahraga Berlebihan Bisa Mengganggu Kesuburan?

Saat kamu melakukan olahraga berat lebih dari satu jam setiap harinya, tubuh akan mengalami penurunan cadangan lemak dan energi. Padahal, dua elemen ini sangat dibutuhkan untuk produksi hormon-hormon penting yang mengatur sistem reproduksi, terutama proses ovulasi pada wanita.

Ovulasi sendiri adalah proses pelepasan sel telur matang dari ovarium menuju tuba falopi agar bisa dibuahi oleh sperma. Bila hormon yang mengatur proses ini terganggu akibat kurangnya cadangan lemak dan energi, maka ovulasi pun tidak bisa berjalan dengan normal. Hal ini berdampak pada siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur, bahkan bisa menyebabkan dinding rahim menipis. Akibatnya, meskipun terjadi pembuahan, embrio akan kesulitan menempel di rahim dan berkembang menjadi janin.

Tidak hanya itu, olahraga berlebihan juga dapat menekan kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita. Estrogen sangat penting dalam menjaga kestabilan siklus menstruasi dan mendukung kesuburan. Rendahnya kadar hormon ini bisa memperburuk kondisi reproduksi secara keseluruhan.

Sementara itu, pada pria, aktivitas fisik ekstrem dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas sperma. Mulai dari penurunan jumlah sperma, hingga berkurangnya kemampuan sperma untuk bergerak secara optimal. Hal ini tentunya akan membuat peluang terjadinya pembuahan menjadi jauh lebih kecil.

 

 Lalu, Bagaimana Cara Olahraga yang Aman Tanpa Mengganggu Kesuburan?

Olahraga tetap memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan bahkan bisa meningkatkan peluang kehamilan—asal dilakukan dengan porsi dan cara yang tepat. Kuncinya adalah menyesuaikan intensitas dan durasi olahraga dengan kondisi tubuhmu.

Jika berat badanmu sudah ideal, kamu cukup berolahraga ringan selama 3–4 jam per minggu. Jenis olahraga seperti yoga, pilates, atau jalan santai bisa menjadi pilihan tepat karena tidak membebani sistem reproduksi dan tetap membuat tubuh aktif.

Jika kamu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, maka olahraga intensitas sedang hingga tinggi seperti bersepeda, berenang, atau aerobik selama 5 jam per minggu bisa membantu membakar kalori dan menurunkan berat badan. Menurunkan berat badan ke level ideal juga terbukti dapat memperbaiki keseimbangan hormon dan meningkatkan kesuburan.

Namun, begitu berat badanmu sudah ideal, jangan terus mempertahankan olahraga intensif. Tubuh perlu istirahat, dan olahraga yang terlalu berat justru bisa memberi sinyal stres pada sistem reproduksi.

 

Tak Hanya Olahraga, Gaya Hidup Sehat Juga Berperan Penting

Menjaga kesuburan tidak cukup hanya dengan olahraga. Ada beberapa aspek gaya hidup lain yang juga sangat penting untuk diperhatikan:

  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang (terutama yang kaya antioksidan dan asam folat)
  • Tidur cukup dan berkualitas
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol
  • Batasi asupan kafein harian
  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan meditasi atau journaling

Jika kamu merasa kebingungan dalam memilih jenis dan intensitas olahraga yang sesuai, apalagi jika kamu sedang menjalani program hamil, tidak ada salahnya berkonsultasi langsung dengan dokter atau ahli gizi. Mereka bisa membantumu menyusun program olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tujuan reproduksimu.

Olahraga adalah teman baik bagi kesehatan, tapi jika dilakukan secara berlebihan bisa berubah menjadi bumerang yang justru mengganggu sistem reproduksi. Kunci utamanya adalah keseimbangan—antara bergerak aktif dan memberi waktu tubuh untuk beristirahat. Dengarkan sinyal dari tubuhmu, dan pilih olahraga yang tidak hanya membuatmu sehat, tapi juga mendukung impian untuk memiliki buah hati.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


03/May/2025

Kesehatan sperma bukan hanya soal vitalitas pria, tapi juga menjadi faktor penentu keberhasilan kehamilan. Sayangnya, banyak yang belum memahami apa saja yang termasuk dalam kriteria sperma berkualitas. Yuk, kenali ciri-ciri sperma sehat sebelum mencari cara untuk meningkatkannya!

 

Ciri-Ciri Sperma yang Sehat dan Siap Membantu Pembuahan

1. Jumlah Sperma yang Cukup
Dalam satu mililiter air mani, idealnya terdapat 15 hingga 120 juta sperma. Jumlah yang sedikit akan memperkecil kemungkinan sperma mencapai sel telur, sehingga peluang kehamilan pun menurun.

2. Pergerakan yang Aktif dan Efisien
Sperma perlu “berenang” menuju sel telur untuk membuahi. Maka dari itu, gerakan yang cepat dan terarah sangat penting agar sperma bisa menyelesaikan “misinya.”

3. Bentuk yang Normal dan Fungsional
Sperma ideal memiliki kepala lonjong dan ekor panjang yang memudahkannya bergerak. Makin banyak sperma berbentuk normal, makin besar peluang terjadinya pembuahan.

 

Cara Alami Meningkatkan Kualitas Sperma

Jika kamu ingin meningkatkan kesuburan, beberapa kebiasaan sehat ini wajib kamu terapkan:

1. Pertahankan Berat Badan Ideal
Lemak tubuh berlebih bisa menurunkan jumlah dan pergerakan sperma. Dengan menjaga berat badan tetap ideal, kualitas sperma akan lebih optimal.

2. Konsumsi Makanan Bergizi
Perbanyak makan buah dan sayur yang kaya antioksidan. Zat ini membantu menjaga sperma tetap sehat. Tambahan suplemen zinc juga bisa membantu meningkatkan kadar testosteron, terutama bagi pria dengan kekurangan zinc.

3. Hindari Infeksi Menular Seksual
Penyakit seperti klamidia atau gonore dapat merusak sistem reproduksi. Selalu setia pada satu pasangan atau gunakan pengaman saat berhubungan.

4. Kelola Stres dengan Baik
Stres kronis bisa menurunkan hormon testosteron dan memengaruhi produksi sperma. Temukan cara relaksasi yang efektif agar kesuburan tetap terjaga.

5. Rutin Berolahraga
Olahraga dengan intensitas sedang bisa meningkatkan produksi antioksidan alami tubuh, yang berperan penting dalam menjaga kualitas sperma.

Hindari Hal-Hal yang Merusak Kualitas Sperma

Agar hasil usahamu tidak sia-sia, penting juga untuk menjauhi berbagai faktor yang bisa menurunkan kualitas sperma, seperti:

  • Minum Alkohol Berlebihan: Alkohol bisa menurunkan kadar testosteron dan kualitas sperma.
  • Merokok: Rokok terbukti mengurangi jumlah sperma dan memengaruhi bentuk serta gerakannya.
  • Obat-obatan Tertentu: Beberapa obat dapat menurunkan kesuburan, jadi selalu konsultasikan pada dokter.
  • Penggunaan Pelumas: Pelumas tertentu bisa menghambat pergerakan sperma. Pilih pelumas ramah kesuburan atau gunakan bahan alami seperti baby oil.
  • Paparan Racun dan Panas Berlebih: Hindari pestisida, timbal, dan suhu panas di area testis (termasuk meletakkan laptop di pangkuan terlalu lama). Ini penting karena suhu tinggi bisa menghambat produksi sperma.

Memiliki sperma yang sehat adalah kombinasi dari pola hidup yang seimbang, nutrisi yang baik, dan upaya menjauhi faktor perusak kesuburan. Dengan langkah yang tepat, peluang untuk menjadi ayah pun bisa meningkat secara signifikan.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


usia-hamil.png
02/May/2025

Risiko mengalami komplikasi kehamilan meningkat jika hamil pada usia 35 tahun ke atas. Apalagi, pada wanita, masa subur mereka mulai menurun. Pada usia berapa wanita dapat hamil dan melahirkan? Lihat penjelasan berikut.
Usia batas seorang wanita yang masih dapat hamil adalah usia dua puluh tahun, atau usia suburnya.

Pada usia 30-an, kesuburan berangsur-angsur menurun, terutama setelah usia 35 tahun. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan beberapa wanita kesulitan hamil.

Di usia berapa wanita ideal untuk hamil dan melahirkan? Ini terjadi pada wanita di usia subur, yaitu antara 20 dan 35 tahun.

Meskipun demikian, wanita berusia di atas 35 tahun masih memiliki kemungkinan untuk hamil, tetapi kemungkinannya lebih kecil daripada wanita yang lebih muda.

Wanita berusia tiga puluh hingga pertengahan empat puluh tahun masih dapat hamil dan melahirkan selama tubuh mereka masih menghasilkan sel telur dan mereka belum menopause. Namun, penting untuk diingat bahwa kemungkinan komplikasi kehamilan meningkat seiring bertambahnya usia.

 

Pengaruh Umur dengan Masa Subur Wanita

Menurut Your Fertility, salah satu faktor utama yang memengaruhi kesuburan wanita adalah usia, karena jumlah dan kualitas sel telur akan dipengaruhi oleh usia.

Wanita memiliki sel telur yang akan disimpan selama hidupnya. Dengan usia, sel telur akan menua dan kualitasnya akan menurun.

Kualitas dan jumlah sel telur akan berkurang secara alami sepanjang Anda lahir sampai menopause. Bahkan pada pertengahan usia 30-an, penurunan ini akan lebih cepat terjadi.

Gaya hidup dan kesehatan memang penting, tetapi pengaruh usia pada kesuburan wanita lebih besar daripada keduanya.

Sebuah penelitian yang dilakukan dalam JBRA Assisted Reproduction (2016) menemukan bahwa mayoritas wanita lebih menyadari dampak penuaan terhadap kehamilan daripada penurunan kesuburan yang disebabkan oleh usia.

Oleh karena itu, wanita harus dididik tentang kesuburan sebelum merencanakan kehamilan.

Kesuburan wanita mulai menurun pada usia tiga puluh tahun, dan penurunan ini lebih jelas pada usia tiga puluh lima hingga empat puluh tahun.

Di Umur Berapa Wanita Dianggap Terlalu Tua untuk Hamil?

Pada usia 45 hingga 50 tahun, masa subur wanita sangat rendah. Meskipun ada sisa sel telur, peluang pembuahan hanya 1 persen.

Oleh karena itu, berdasarkan kondisi kesehatannya, usia ideal wanita untuk hamil adalah antara empat puluh lima hingga lima puluh tahun. Wanita yang berusia lebih tua lebih rentan mengalami kelainan kromosom dan keguguran.

Perawatan kesuburan yang intensif, seperti bayi tabung, mungkin diperlukan jika Anda ingin tetap mencoba untuk hamil. Tingkat kesuburan setiap wanita berbeda, meskipun kemungkinan masa subur wanita menurun pada usia ini.

Oleh karena itu, beberapa wanita dapat hamil meskipun usianya sudah tua, dan sebaliknya, ada pula wanita yang kesulitan hamil meskipun masih dalam usia subur.

 

Bagaimana Cara Menambah Peluang?

Setelah usia 35 tahun, mencoba untuk hamil mungkin terlihat sulit. Namun, ada cara untuk meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Di luar usia subur, Anda dapat meningkatkan kemungkinan hamil dengan cara-cara berikut:

1. Konsultasi dokter kandungan: Berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk membahas rencana hamil Anda. Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan Anda, pengobatan yang Anda ambil, dan gaya hidup Anda secara keseluruhan.

Dengan demikian, Anda akan tahu apa yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin hamil setelah usia subur wanita telah lewat.

2. Pertahankan kondisi tubuh sehat: Wanita yang sehat secara fisik, mental, dan emosional biasanya lebih cenderung untuk hamil.

Merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak kafein dapat mengganggu kesuburan. Gaya hidup yang tidak sehat bahkan dapat menyebabkan gagal hamil. Untuk menjaga berat badan ideal Anda, berolahraga secara teratur. Berat badan yang berlebihan atau berkurang dapat menjadi hambatan bagi wanita yang ingin hamil.

3. Kenali tanda-tanda kesuburan: Selain mengidentifikasi tanda-tanda kesuburan, Anda juga harus mengenali tubuh Anda sendiri. Anda dapat mengamati dan mencatat suhu tubuh Anda dan kondisi cairan serviks.

Tanda kesuburan ini akan menunjukkan apakah tubuh Anda sedang ovulasi atau melepaskan sel telur secara teratur. Akan lebih mudah bagi Anda untuk membedakan kehamilan dari menstruasi yang terlambat jika Anda memahami tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh Anda.

4. Tentukan masa subur Anda dengan berbagai alat tes yang tersedia di apotek. Hal ini biasanya membantu pasangan yang berusaha untuk hamil merasa lebih baik.

Anda dapat menggunakan kalkulator khusus untuk menghitung masa subur selain alat tes. Masa subur wanita biasanya terjadi sekitar empat belas hari setelah hari pertama haid terakhir (HPHT), pada rata-rata 28 hari siklus menstruasi.

5. Terapkan pola makan sehat dan seimbang: Selain mengonsumsi suplemen kesuburan, penting untuk mengubah pola makan Anda dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Telor, susu, buah jeruk, alpukat, dan sayuran hijau adalah beberapa makanan yang meningkatkan kemungkinan hamil di usia subur wanita.

Namun, untuk menghindari asupan yang berlebihan dan memenuhi kebutuhan nutrisi wanita pada usia subur, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Desain-tanpa-judul-36.png
02/May/2025

Fertilisasi in vitro (IVF), juga dikenal sebagai bayi tabung, adalah serangkaian prosedur kompleks yang digunakan untuk membantu kesuburan, mencegah masalah genetik, dan mempercepat konsepsi. Sel telur yang matang dikumpulkan dari ovarium selama bayi tabung dan dibuahi oleh sperma di laboratorium. Kemudian, sel telur yang dibuahi, atau embrio, dikirim ke rahim.

Dengan menggunakan bayi tabung, kemungkinan memiliki bayi yang sehat dan sehat tergantung pada berbagai faktor, seperti usia seseorang dan penyebab infertilitasnya. Usia juga merupakan batasan bagi wanita yang ingin melakukan prosedur ini, yang merupakan proses yang panjang, invasif, dan mahal.

 

Tingkat Keberhasilan Sebelum 40 Tahun

Wanita yang berusaha melakukan bayi tabung memiliki peluang untuk memiliki bayi dengan telurnya sendiri di setidaknya hingga usia awal 40 tahun. Tingkat keberhasilan turun hingga mendekati nol begitu wanita berusia 44 tahun. Selama dia masih melepaskan telur dan menstruasinya tetap teratur, Kesuburan sudah pasti berkurang pada usia 44 tahun.

Kemungkinan seorang wanita melahirkan anak melalui metode bayi tabung lebih besar ketika usianya lebih muda. Dengan bantuan teknologi reproduksi ini, wanita berusia 20-an dan awal 30-an juga memiliki peluang kesuksesan yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa usia masih merupakan faktor penting dalam keberhasilan kehamilan. Dengan kata lain, meskipun teknologi telah membantu, wanita muda lebih sukses daripada wanita tua.

Semua jenis perawatan infertilitas termasuk dalam teknologi reproduksi terbantu (ART), yaitu ketika sel telur dan sperma diobati di laboratorium. Fertilisasi in vitro (IVF) adalah prosedur yang paling umum dalam teknologi reproduksi terbantu, di mana sel telur dan sperma dibuahi di laboratorium dan kemudian dimasukkan ke dalam rahim wanita.

Proses pembuatan bayi tabung atau in vitro memakan waktu sekitar tiga minggu setiap siklus. Kadang-kadang, langkah-langkah ini dibagi menjadi lebih sedikit bagian, yang berarti prosesnya lebih lama. Salah satu metode pengobatan reproduksi yang paling efektif adalah in vitro (IVF). Dengan menggunakan sperma pasangan Anda dan sel telur Anda sendiri, Anda dapat melakukan prosedur ini. Selain itu, fertilisasi in vitro dapat melibatkan telur, sperma, atau embrio dari donor anonim.

Dalam beberapa situasi, mungkin juga digunakan pembawa kehamilan volunter—seorang wanita yang memiliki embrio ditanamkan di rahimnya. Namun, hal ini tidak biasa di Indonesia.

 

Alasan Bayi Tabung Perlu Dilakukan

Sebelum Anda dan pasangan membuat keputusan untuk melakukan bayi tabung, Anda harus mempelajari alasan ilmiah mengapa melakukannya. Selain itu, pastikan bahwa semua upaya telah dilakukan dan ini adalah langkah terakhir. Bayi tabung atau inseminasi buatan biasanya digunakan sebagai pengobatan untuk masalah genetik atau infertilitas. Jika infertilitas diobati melalui inseminasi buatan, Anda dan pasangan Anda mungkin dapat mencoba metode perawatan yang tidak terlalu invasif sebelum mencoba bayi tabung.

Jika Anda dan pasangan Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, misalnya:

  • Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi. Kerusakan seperti ini menghalangi telur untuk dibuahi atau memudahkan embrio untuk masuk ke rahim.
  • Gangguan ovulasi. Jarang atau tidak ada ovulasi berarti telur lebih sedikit tersedia untuk pembuahan.
  • Endometriosis Ini terjadi ketika jaringan rahim tumbuh di luar rahim, memengaruhi fungsi ovarium, rahim, dan saluran tuba.
  • Fibroid rahim adalah tumor jinak di dinding rahim yang biasanya ditemukan pada wanita berusia tiga puluh hingga empat puluh tahun. Fibroid dapat mengganggu implantasi sel telur yang dibuahi.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan bayi tabung.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


signum35.jpg
02/May/2025

Untuk kebanyakan pasangan yang baru menikah, memiliki anak adalah impian. Sayangnya, tidak semua pasangan beruntung memiliki bayi yang mereka impikan.

Pada dasarnya, ada banyak variabel yang memengaruhi kapan suatu pasangan dapat memiliki anak. Salah satu cara untuk mendapatkan keturunan adalah melalui bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF).

Namun, perlu diingat bahwa program bayi tabung tidak selalu bebas dari risiko; dalam beberapa kasus, program dapat menyebabkan masalah bagi ibu atau janin yang dikandungnya. Anda ingin tahu apa saja ancaman yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai rencana untuk memiliki bayi tabung?

Kemungkinan Risiko pada Program Bayi Tabung

Semua prosedur medis, termasuk inseminasi buatan (IVF) atau bayi tabung, selalu membawa risiko, terlepas dari seberapa kecil atau besar risikonya. Ibu yang mengikuti program bayi tabung juga harus menyadari bahwa mungkin tidak berhasil pada percobaan pertama. Apa saja bahaya yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung?

National Institutes of Health melaporkan bahwa banyak energi fisik dan emosional, waktu, dan uang diperlukan untuk program bayi tabung. Banyak pasangan yang mengalami ketidaksuburan juga mengalami stres dan depresi.

Menurut NIH dan sumber lain, risiko yang terkait dengan program bayi tabung adalah sebagai berikut:

1. Sindrom Ovari Hiperstimulasi

Sindrom hiperstimulasi ovarium, juga dikenal sebagai OHSS, dapat muncul sebagai akibat dari program bayi tabung. Kondisi ini menyebabkan cairan menumpuk di dada dan perut.

Sakit perut, kembung, peningkatan berat badan yang cepat (misalnya 4,5 kg dalam 3 hingga 5 hari), penurunan buang air kecil meskipun minum banyak cairan, mual, muntah, dan sesak napas adalah gejalanya.

2. Penyakit Keguguran

Wanita hamil yang menggunakan in vitro fertilization memiliki tingkat keguguran sekitar 15 hingga 25 persen, dan tingkat ini meningkat seiring dengan usia ibu.

 

3. Kehamilan yang tidak diinginkan

Kehamilan ektopik, yang dialami sekitar 2-5 persen wanita yang mengikuti program bayi tabung, terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Sel telur di luar rahim tidak dapat bertahan hidup dan tidak dapat melanjutkan kehamilan.

4. Kelainan lahir

Tidak peduli bagaimana anak dikandung, termasuk melalui program bayi tabung, usia ibu adalah faktor risiko utama perkembangan cacat lahir.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah mengandung bayi melalui metode in vitro meningkatkan kemungkinan mengalami cacat lahir tertentu.

5. Kanker

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara pemberian obat tertentu yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan sel telur, atau pemberian obat selama program bayi tabung, dan munculnya beberapa jenis tumor ovarium.

Temuan ini tidak didukung oleh penelitian baru-baru ini. Program bayi tabung tampaknya tidak meningkatkan risiko kanker payudara, endometrium, serviks, atau ovarium secara signifikan.

6. Berbagai Tekanan Fisik dan Mental

Saat ibu dan pasangan menjalani program bayi tabung, mereka dapat menghadapi tantangan finansial, fisik, dan emosional. Karena itu, sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan dukungan dari konselor, teman dekat, dan keluarga.

 

7. Risiko tambahan

NIH menyatakan bahwa ancaman tambahan untuk program bayi tabung yang harus diperhatikan termasuk reaksi terhadap anestesi, perdarahan, infeksi, dan kerusakan struktur di sekitar ovarium, seperti usus dan kandung kemih.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.