fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Infertilitas-Pria-Masalah-yang-Sering-Terjadi-tapi-Masih-Jarang-Dibicarakan.png
08/Oct/2025

Banyak pasangan suami istri mendambakan hadirnya seorang anak. Namun, tidak semua perjalanan menuju kehamilan berjalan mulus. Salah satu kendala yang cukup sering ditemui adalah infertilitas pada pria, yaitu kondisi ketika pria mengalami kesulitan untuk membuahi pasangan karena gangguan pada sistem reproduksi.

Apa yang Dimaksud Infertilitas Pria?

Infertilitas pada pria terjadi ketika sperma yang diproduksi tidak mampu membuahi sel telur wanita. Normalnya, jutaan sperma dikeluarkan saat ejakulasi, tetapi hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur. Jika jumlah sperma terlalu sedikit, kualitasnya buruk, atau terdapat hambatan dalam saluran reproduksi, maka pembuahan tidak akan terjadi.

Terdapat dua jenis infertilitas yang biasa dialami pria:

  • Infertilitas primer: pria belum pernah berhasil membuahi dan memiliki anak sama sekali.
  • Infertilitas sekunder: pria pernah memiliki anak, namun kesulitan kembali untuk membuahi pasangan di kemudian hari.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Pasangan yang sudah berhubungan seksual secara rutin tanpa alat kontrasepsi selama lebih dari satu tahun tetapi belum juga memperoleh kehamilan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesuburan. Masalah infertilitas bisa berasal dari pihak pria, wanita, atau bahkan keduanya.

Meski topik infertilitas pria jarang dibicarakan, kasus ini cukup sering terjadi dan berkontribusi besar terhadap masalah sulit hamil pada pasangan.

Seberapa Sering Infertilitas Pria Terjadi?

Riset menunjukkan jutaan pasangan di dunia menghadapi masalah infertilitas. Dari jumlah tersebut, sekitar sepertiga di antaranya disebabkan oleh faktor pria. Sisanya dipengaruhi oleh kondisi reproduksi wanita atau gabungan antara keduanya.

Beberapa masalah umum yang memengaruhi kesuburan pria meliputi:

  • Gangguan produksi sperma
  • Bentuk sperma tidak normal
  • Motilitas atau pergerakan sperma yang lemah
  • Sumbatan pada saluran sperma
  • Ketidakseimbangan hormon

Faktor yang Meningkatkan Risiko Infertilitas Pria

Ada beberapa kondisi dan gaya hidup yang membuat pria lebih berisiko mengalami masalah kesuburan, di antaranya:

  • Usia di atas 40 tahun
  • Stres berlebihan, obesitas, atau pola makan buruk
  • Paparan radiasi atau bahan beracun seperti pestisida, timbal, dan merkuri
  • Konsumsi alkohol, rokok, atau narkoba dalam jumlah banyak
  • Riwayat cedera atau trauma pada testis
  • Suhu panas berlebih di area skrotum
  • Penggunaan steroid anabolik atau obat-obatan tertentu
  • Gangguan genetik yang memengaruhi produksi sperma

Pemeriksaan Infertilitas pada Pria

Untuk menemukan penyebab infertilitas, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan medis, seperti:

  1. Analisis sperma – Menilai jumlah, bentuk, pergerakan, serta kualitas sperma secara keseluruhan.
  2. Tes DNA sperma (Sperm DNA Fragmentation Index/DFI) – Mengecek ada tidaknya kerusakan pada materi genetik sperma.
  3. Urinalisis pasca ejakulasi – Mendeteksi kondisi ejakulasi retrograde, yaitu ketika sperma masuk ke kandung kemih.
  4. Pemeriksaan fisik – Melihat adanya kelainan pada organ reproduksi pria.
  5. Riwayat kesehatan – Mengetahui kemungkinan faktor pemicu dari penyakit, operasi, atau pengobatan sebelumnya.

Pemeriksaan tambahan dapat berupa tes hormon, USG skrotum untuk melihat struktur testis, hingga biopsi testis untuk mengevaluasi produksi sperma secara langsung.

Pilihan Pengobatan untuk Infertilitas Pria

Setelah penyebab diketahui, dokter akan menentukan terapi yang paling tepat. Beberapa opsi pengobatan meliputi:

  • IVF (In Vitro Fertilization): membuahi sel telur di luar tubuh dan kemudian menanamkannya kembali ke rahim.
  • ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection): teknik penyuntikan langsung satu sperma ke dalam sel telur, efektif pada kasus infertilitas berat.
  • Micro-TESE (Micro Testicular Sperm Extraction): mengambil sperma langsung dari jaringan testis.
  • Terapi obat atau hormon: digunakan pada kondisi tertentu dengan biaya lebih terjangkau.
  • Donor sperma: menjadi alternatif terakhir apabila sperma tidak dapat digunakan sama sekali.

Langkah yang Bisa Dilakukan

Jika Anda atau pasangan mengalami gejala yang mengarah pada infertilitas, jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Semakin cepat penyebabnya ditemukan, semakin besar pula peluang untuk memperoleh pengobatan yang tepat dan berhasil. Pemeriksaan kesuburan bersama pasangan juga penting agar penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


infertilitas.png
04/Oct/2025

Infertilitas atau ketidaksuburan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang cukup sering terjadi di dunia. Diperkirakan 1 dari 8 pasangan mengalami kesulitan untuk hamil atau mempertahankan kehamilan hingga persalinan. Kondisi ini dapat dialami baik oleh pria maupun wanita. Penelitian menunjukkan, sepertiga kasus disebabkan faktor pria, sepertiga faktor wanita, dan sisanya karena gabungan keduanya atau penyebab yang tidak jelas.

Apa Itu Infertilitas?

Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan tidak berhasil mendapatkan kehamilan setelah berhubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi selama minimal 1 tahun. Terdapat dua jenis:

  • Infertilitas primer: belum pernah hamil sama sekali.
  • Infertilitas sekunder: sulit hamil kembali setelah sebelumnya pernah memiliki anak.

Penyebab Infertilitas

Infertilitas bisa dipicu berbagai faktor, baik dari pria, wanita, maupun gabungan keduanya.

Pada pria:

  • Produksi sperma sedikit atau tidak normal.
  • Gangguan saluran sperma akibat sumbatan atau kelainan.
  • Penyakit kronis (misalnya diabetes).
  • Gangguan hormon.
  • Obat-obatan tertentu, termasuk steroid.
  • Gaya hidup buruk: merokok, alkohol, narkoba, obesitas.

Pada wanita:

  • Gangguan ovulasi (misalnya PCOS).
  • Sumbatan tuba falopi.
  • Endometriosis.
  • Kelainan rahim.
  • Gangguan hormon atau penyakit kronis (seperti tiroid, diabetes).
  • Penurunan kualitas sel telur akibat usia.
  • Dampak pengobatan medis, misalnya kemoterapi.

Faktor lain:

  • Usia lanjut (wanita >35 tahun, pria >40 tahun).
  • Pola hidup tidak sehat.
  • Paparan bahan kimia atau radiasi.
  • Infeksi menular seksual.
  • Stres berat.

Perbedaan Fertilitas dan Infertilitas

  • Fertilitas: kemampuan seseorang untuk hamil atau membuat pasangan hamil hingga melahirkan.
  • Infertilitas: ketidakmampuan untuk hamil meski hubungan seksual dilakukan rutin tanpa kontrasepsi.

Faktor yang Mempengaruhi Kesuburan

  • Usia.
  • Riwayat medis (PCOS, endometriosis).
  • Gaya hidup (merokok, alkohol, obesitas).
  • Lingkungan (paparan bahan kimia atau polusi).
  • Infeksi menular seksual.
  • Stres yang memengaruhi keseimbangan hormon.

Cara Mengatasi Infertilitas

Pada pria:

  • Terapi hormon bila ada ketidakseimbangan.
  • Operasi bila ada sumbatan saluran sperma.
  • Teknologi reproduksi berbantu: inseminasi intrauterin (IUI) atau bayi tabung (IVF).
  • Perubahan gaya hidup lebih sehat.

Pada wanita:

  • Obat untuk merangsang ovulasi.
  • Operasi untuk memperbaiki rahim atau tuba falopi.
  • IUI atau IVF.
  • Menjaga berat badan ideal dan mengurangi stres.

Pencegahan Infertilitas

Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga pola makan sehat dan berat badan ideal.
  • Menghindari rokok, alkohol, serta narkoba.
  • Mengobati infeksi menular seksual sejak dini.
  • Rutin berolahraga.
  • Mengelola stres dengan baik.

 

Infertilitas memang menjadi tantangan yang berat bagi banyak pasangan, namun bukan berarti tidak ada jalan keluar. Dengan pemeriksaan medis yang tepat, pola hidup sehat, dan dukungan teknologi reproduksi modern, peluang untuk memiliki keturunan tetap terbuka. Yang terpenting, pasangan tidak perlu merasa sendiri infertilitas adalah masalah yang umum, dan langkah penanganan sejak dini dapat meningkatkan keberhasilan program kehamilan di masa depan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Sudah-Lama-Menikah-Tetapi-Belum-Hamil-Ketahui-Penyebab-dan-Solusinya.png
03/Oct/2025

Setiap pasangan tentu berharap segera mendapatkan momongan setelah menikah. Namun kenyataannya, tidak semua bisa langsung hamil. Ada pasangan yang harus menunggu beberapa bulan, bahkan bertahun-tahun. Kondisi ini sering menimbulkan rasa cemas, terlebih ketika mendapat tekanan dari keluarga atau lingkungan sekitar. Padahal, penyebab lama hamil sangat beragam, mulai dari faktor medis hingga gaya hidup. Kabar baiknya, sebagian besar penyebab ini bisa diatasi jika diketahui sejak dini.

 

Penyebab Lama Hamil dan Cara Mengatasinya

  • Sumbatan pada tuba falopi
    Bayangkan tuba falopi seperti jalan tol yang menghubungkan sel telur dan sperma. Jika jalannya tersumbat karena infeksi atau peradangan, pembuahan tentu sulit terjadi.
    Solusi:

    • Segera lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk memastikan kondisi saluran.
    • Pada kasus serius, dokter mungkin menyarankan operasi.
    • Untuk mendukung kesehatan, jaga pola makan, konsumsi makanan kaya vitamin, dan hindari paparan asap rokok.
  • Gangguan ovulasi
    Wanita dengan siklus haid yang tidak teratur seringkali kesulitan menentukan masa subur. Kondisi seperti PCOS atau gangguan hormon bisa menjadi penyebabnya.
    Solusi:

    • Konsultasikan ke dokter agar diberikan terapi hormon yang sesuai.
    • Rutin memantau siklus menstruasi, baik dengan aplikasi atau alat pendeteksi ovulasi.
    • Perbaiki pola hidup, karena tidur cukup dan mengurangi stres sangat berpengaruh pada kestabilan hormon.
  • Endometriosis
    Rasa nyeri hebat saat menstruasi bukan hanya mengganggu aktivitas, tapi juga bisa menjadi tanda endometriosis. Jaringan rahim yang tumbuh di luar tempatnya dapat memengaruhi kesuburan.
    Solusi:

    • Jangan abaikan nyeri haid yang berlebihan, segera lakukan pemeriksaan.
    • Dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi keluhan, atau tindakan medis bila diperlukan.
    • Deteksi dini sangat penting agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut.
  • Riwayat keguguran
     Mengalami keguguran bisa membuat tubuh butuh waktu untuk pulih. Secara emosional, wanita juga mungkin merasa takut untuk mencoba lagi.
    Solusi:

    • Beri waktu tubuh untuk memulihkan hormon dan kondisi rahim.
    • Perhatikan asupan nutrisi dan perbanyak istirahat.
    • Jangan ragu mencari dukungan emosional, baik dari pasangan maupun konselor.
    • Lakukan kontrol rutin ke dokter agar siap menghadapi kehamilan berikutnya.
  • Pola hidup tidak sehat
     Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau sering makan makanan berpengawet bisa menjadi penghalang besar dalam program hamil.
    Solusi:

    • Berhenti merokok dan batasi alkohol sepenuhnya.
    • Perbanyak makanan segar dan bergizi, terutama yang kaya vitamin dan mineral.
    • Tambahkan olahraga ringan secara rutin agar tubuh tetap bugar.
  • Stres dan kelelahan
     Pikiran yang penuh tekanan bisa membuat hormon jadi kacau. Akibatnya, ovulasi terganggu dan kualitas sperma menurun.
    Solusi:

    • Luangkan waktu untuk relaksasi, misalnya dengan meditasi atau sekadar melakukan hobi.
    • Jaga keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat.
    • Bicarakan perasaan dengan pasangan agar beban terasa lebih ringan.
  • Kualitas sperma yang kurang baik
     Bukan hanya wanita, pria juga bisa menjadi penyebab sulitnya kehamilan. Jika sperma jumlahnya sedikit atau gerakannya lambat, peluang pembuahan menurun.
    Solusi:

    • Konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
    • Tambahkan suplemen seperti vitamin C, B6, B12, dan asam folat.
    • Jaga berat badan ideal dan hindari kebiasaan buruk seperti merokok.
    • Jika masalah berlanjut, lakukan pemeriksaan ke dokter andrologi.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Rokok-Bisa-Ganggu-Kesuburan-Begini-Cara-Lepas-dari-Jerat-Nikotin.png
02/Oct/2025

Merokok bukan hanya soal kesehatan umum kebiasaan ini juga bisa mengganggu kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Kandungan rokok yang ada zat kimia berbahaya dan nikotin bisa menurunkan kualitas sperma, mengganggu ovulasi, mempercepat menopause, hingga meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur. Bahkan rokok elektrik (vape) juga tidak sepenuhnya aman karena tetap mengandung nikotin.

Jika Anda atau pasangan sedang merencanakan program hamil, berhenti merokok adalah langkah penting yang harus dilakukan sedini mungkin.

Tips Berhenti Merokok Demi Kesuburan

  1. Hindari Pemicu Kebiasaan Merokok
    Identifikasi situasi atau kebiasaan yang memicu keinginan merokok, seperti minum kopi, alkohol, atau nongkrong dengan perokok lain. Menghindari pemicu akan membuat proses berhenti lebih mudah.
  2. Konsumsi Makanan Sehat
    Perbanyak buah dan sayuran agar tubuh mendapat nutrisi yang cukup. Selain menyehatkan, makanan sehat bisa mengurangi dorongan untuk merokok kembali dan membantu organ reproduksi bekerja lebih optimal.
  3. Olahraga Secara Teratur
    Rutin berolahraga dapat mengurangi kecanduan nikotin sekaligus meningkatkan sirkulasi darah. Tubuh lebih bugar, pikiran lebih segar, dan organ reproduksi ikut terbantu.
  4. Kelola Stres dengan Baik
    Cari cara lain untuk menenangkan diri selain merokok, misalnya dengan meditasi, teknik pernapasan, mendengarkan musik, atau menekuni hobi yang disukai.
  5. Mencoba Terapi Pengganti Nikotin
    Gunakan permen karet nikotin, tablet hisap, atau koyo nikotin jika sulit mengendalikan gejala putus nikotin. Terapi ini bisa membantu transisi berhenti lebih bertahap.
  6. Ganti Rokok dengan Kegiatan Positif
    Setiap kali muncul keinginan merokok, alihkan dengan aktivitas lain yang bermanfaat, seperti membaca, menulis, berolahraga ringan, atau mengobrol dengan teman. Aktivitas positif membantu mengisi waktu dan memberi energi baru tanpa merusak tubuh.
  7. Tingkatkan Kesadaran Bahaya Rokok pada Tubuh
    Ingatkan diri sendiri bahwa setiap batang rokok membawa racun bagi paru-paru, jantung, pembuluh darah, serta sel reproduksi. Dengan menyadari bahaya tersebut, motivasi untuk berhenti akan lebih kuat.

Pahami Dampak Rokok pada Sekitar
Merokok tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain melalui asap rokok (perokok pasif). Pasangan, anak, hingga keluarga bisa ikut terdampak. Menyadari hal ini dapat menambah tekad untuk benar-benar berhenti

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


makanan-anti-inflamasi.png
22/Sep/2025

Inflamasi atau peradangan adalah respons alami tubuh saat menghadapi infeksi maupun cedera. Namun, jika berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang, inflamasi bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan tubuh, termasuk mengganggu sistem reproduksi.

Peradangan kronis dapat mengacaukan keseimbangan hormon, merusak jaringan tubuh, dan menurunkan fungsi organ reproduksi. Kondisi ini bisa memengaruhi peluang kehamilan, baik pada pria maupun wanita.

Beberapa nutrisi seperti antioksidan, asam lemak omega-3, serat, dan fitonutrien memiliki sifat antiinflamasi yang terbukti membantu tubuh melawan peradangan sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan. Jika dikonsumsi secara rutin, makanan yang mengandung nutrisi tersebut dapat mendukung kesuburan.

 

Apa itu Makanan Anti-Infamasi

Makanan antiinflamasi adalah jenis makanan yang mengandung zat aktif untuk membantu tubuh mengurangi atau mencegah peradangan. Kandungan ini meliputi antioksidan yang melindungi sel dari radikal bebas, asam lemak omega-3 yang menekan inflamasi, serat yang menyehatkan sistem pencernaan, serta fitonutrien dari tumbuhan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Inflamasi kronis biasanya dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, kurang olahraga, stres, paparan racun lingkungan, hingga infeksi yang tidak tuntas. Dalam kaitannya dengan kesuburan, kondisi ini bisa memengaruhi hormon, kualitas sperma maupun sel telur, serta mengganggu kesiapan rahim dalam menerima kehamilan.

 

Manfaat Makanan Anti-Infamasi untuk Kesuburan

Mengonsumsi makanan antiinflamasi memberikan beberapa manfaat penting bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan:

  1. Menyeimbangkan hormon – peradangan kronis bisa merusak keseimbangan hormon penting seperti estrogen dan progesteron. Makanan antiinflamasi membantu menjaga kestabilan hormon ini agar fungsi reproduksi tetap optimal.
  2. Meningkatkan kualitas sperma – inflamasi dapat mengurangi pergerakan sperma dan merusak strukturnya. Nutrisi antioksidan dan omega-3 melindungi sperma dari kerusakan sehingga kualitasnya lebih baik.
  3. Menjaga kesehatan sel telur – sel telur sangat rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas. Makanan dengan sifat antiinflamasi membantu menjaga sel telur tetap sehat dan siap untuk proses pembuahan.
  4. Mengurangi risiko PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) – PCOS sering dikaitkan dengan inflamasi kronis. Dengan konsumsi makanan antiinflamasi, gejala PCOS dapat berkurang, siklus menstruasi menjadi lebih teratur, dan peluang hamil meningkat.
  5. Mendukung kesehatan rahim – endometrium yang sehat penting untuk implantasi embrio. Makanan antiinflamasi membantu menjaga kualitas lapisan rahim agar lebih siap menerima embrio.

 

Makanan Antiinflamasi dan Manfaatnya untuk Kesuburan

Beberapa contoh makanan antiinflamasi yang baik untuk mendukung kesuburan antara lain:

  • Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel yang kaya akan omega-3. Kandungan ini bermanfaat untuk mengurangi peradangan, memperbaiki fungsi hormon, serta meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi.
  • Buah-buahan beri seperti stroberi, blueberry, dan rasberi yang tinggi antioksidan. Buah ini membantu melindungi sel telur dan sperma dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Kacang dan biji-bijian seperti almond, kenari, chia, dan biji rami. Kandungan omega-3, vitamin E, dan seratnya dapat membantu menjaga keseimbangan hormon sekaligus menekan stres oksidatif.
  • Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli. Sayuran ini mengandung vitamin, folat, dan fitonutrien yang mendukung aliran darah, memperkuat hormon, dan menjaga kesehatan organ reproduksi.
  • Tomat yang kaya akan likopen. Senyawa ini berperan sebagai antioksidan kuat untuk memperbaiki kualitas sperma dan menekan kerusakan oksidatif.
  • Kunyit dengan kandungan kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi alami. Kunyit membantu mengurangi peradangan tubuh dan mendukung kondisi ideal untuk ovulasi serta kesehatan rahim.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


kafein.png
20/Sep/2025

Banyak orang memulai harinya dengan secangkir kopi atau teh untuk menambah semangat. Kafein yang terkandung di dalamnya memang dapat membantu mengusir rasa kantuk dan meningkatkan fokus. Namun, ketika sedang berencana memiliki momongan, konsumsi kafein sebaiknya diperhatikan lebih serius. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dalam jumlah tinggi bisa berpengaruh pada kesehatan reproduksi, baik pada pria maupun wanita.

Konsumsi Kafein Bisa Ganggu Kesuburan?

  • Dampak pada pria
     Penelitian menemukan bahwa pria yang mengonsumsi kafein lebih dari 300 mg per hari cenderung memiliki peluang lebih kecil untuk membuat pasangannya hamil dibandingkan dengan yang mengonsumsi kurang dari 100 mg per hari.
  • Dampak pada wanita
     Kafein berlebihan dapat meningkatkan risiko keguguran dini dan juga dikaitkan dengan masalah kromosom pada embrio (aneuploidi). Wanita yang mengonsumsi kafein tinggi memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami keguguran dibandingkan dengan yang mengonsumsi sedikit kafein.
  • Batas aman
     Batas kafein yang masih dianggap aman untuk wanita yang sedang dalam program hamil adalah sekitar 200 mg per hari.

Tips Mengurangi Kafein untuk Kesuburan

Agar tubuh lebih siap menyambut kehamilan, berikut langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi kafein:

  1. Kurangi secara bertahap
     Jangan langsung berhenti total agar tubuh tidak mengalami efek samping seperti sakit kepala atau lelah berlebihan. Kurangi perlahan, misalnya dari dua gelas kopi menjadi satu gelas sehari.
  2. Cari pengganti minuman berkafein
     Ganti kopi atau teh berkafein dengan pilihan lain seperti teh herbal tanpa kafein, air lemon hangat, jus buah, atau air putih. Selain menyehatkan, minuman ini juga membantu menjaga hidrasi tubuh.
  3. Tambahkan susu ke dalam pilihan minuman
     Susu bisa menjadi alternatif yang baik karena menambah asupan kalsium dan protein. Pilih susu rendah lemak agar lebih sehat.
  4. Alihkan dengan aktivitas sehat
     Jika biasanya minum kopi untuk menambah semangat, cobalah menggantinya dengan olahraga ringan, jalan pagi, yoga, atau meditasi untuk mengurangi rasa lelah dan stres.

Pantau asupan harian
Biasakan membaca label minuman kemasan untuk memastikan kandungan kafein tidak melebihi batas. Konsistensi dalam menjaga konsumsi kafein akan membantu meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


gaya-hidup-tak-sehat.png
19/Sep/2025

Kualitas sperma memegang peranan penting dalam proses reproduksi. Tidak hanya jumlahnya, tetapi juga kemampuan sperma untuk bergerak (motilitas), bentuknya (morfologi), serta kekuatannya dalam membuahi sel telur. Sayangnya, banyak pria tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari mereka bisa memengaruhi faktor-faktor tersebut. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa gaya hidup modern turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas sperma di berbagai populasi pria di dunia.

Gaya Hidup yang Harus Dihindari Agar Sperma Tetap Sehat

  1. Pola makan tidak sehat – sering mengonsumsi daging olahan, fast food, makanan tinggi lemak trans, gula, atau bahan kimia tambahan bisa merusak kualitas sperma.
  2. Kurang tidur dan sering begadang – mengganggu produksi hormon testosteron yang penting untuk pembentukan sperma.
  3. Rokok, alkohol, dan narkoba – merusak DNA sperma, menurunkan jumlah serta kemampuan bergeraknya.
  4. Obesitas atau berat badan berlebih – meningkatkan ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada penurunan kesuburan.
  5. Paparan panas berlebih pada area testis – seperti memakai celana ketat, sering berendam air panas, atau meletakkan laptop di pangkuan terlalu lama.
  6. Paparan zat kimia berbahaya – termasuk pestisida, logam berat, atau BPA dari plastik yang dapat merusak struktur sperma.
  7. Stres berlebihan dan gaya hidup tidak seimbang – stres kronis, kurang olahraga, atau olahraga terlalu berat dapat mengganggu hormon reproduksi dan menurunkan kualitas sperma.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Kapan-Waktu-yang-Tepat-untuk-Mulai-Bayi-Tabung.png
17/Sep/2025

Memiliki buah hati adalah dambaan banyak pasangan. Namun, sekitar 10–15 persen pasangan menghadapi kesulitan untuk hamil secara alami. Salah satu metode medis yang dapat menjadi solusi adalah program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Melalui metode ini, sel telur dan sperma dipertemukan di laboratorium. Embrio yang terbentuk kemudian dipindahkan ke dalam rahim untuk berkembang menjadi kehamilan. Karena prosedurnya membutuhkan waktu, tenaga, biaya, serta kesiapan emosional, penting bagi pasangan untuk memahami kapan waktu yang tepat menjalani bayi tabung dan bagaimana alurnya.

 

Kapan Harus Mempertimbangkan Bayi Tabung?

Beberapa kondisi berikut bisa menjadi alasan pasangan mempertimbangkan program IVF:

  • Waktu tunggu
    Pasangan yang sudah menikah lebih dari satu tahun, berhubungan intim secara rutin, namun belum hamil bisa mulai mempertimbangkan program ini. Untuk wanita berusia 35 tahun ke atas, batas waktu biasanya lebih singkat, yakni enam bulan.
  • Faktor medis tertentu
    Bayi tabung bisa menjadi pilihan lebih cepat jika ditemukan masalah berikut:

    • Tuba falopi tersumbat.
    • Endometriosis sedang hingga berat.
    • PCOS yang tidak merespons pengobatan.
    • Gangguan sperma berat, misalnya jumlah sangat sedikit atau bentuk sperma abnormal.
    • Cadangan sel telur rendah.
    • Usia wanita ≥ 35 tahun.
    • Gagal inseminasi berulang.
    • Kombinasi masalah kesuburan pada pria maupun wanita.
  • Evaluasi awal
    Sebelum memutuskan IVF, pasangan biasanya menjalani pemeriksaan hormon, analisis sperma, dan USG untuk memastikan diagnosis serta menentukan metode yang tepat.

 

Tahapan Program Bayi Tabung

Secara umum, prosedur IVF terdiri dari tiga tahap besar:

  1. Pra-IVF
    Pasangan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh, baik kondisi umum maupun organ reproduksi. Selain itu, dokter juga menilai kesiapan psikologis serta waktu yang harus disiapkan.
  2. Proses IVF
    • Stimulasi ovarium: obat hormon diberikan untuk merangsang indung telur menghasilkan banyak sel telur matang.
    • Pengambilan sel telur dan pembuahan: telur diambil dengan prosedur khusus, kemudian dipertemukan dengan sperma di laboratorium. Embrio yang terbentuk dipantau selama 3–5 hari.
    • Transfer embrio: embrio terbaik dipindahkan ke rahim menggunakan kateter tipis. Setelah itu, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu sebelum tes kehamilan dilakukan.
  3. Evaluasi
    Setelah transfer embrio, dokter memantau perkembangan embrio di dalam rahim. Total proses umumnya memakan waktu sekitar 3 minggu.

 

Berapa Banyak Embrio yang Ditanam?

Jumlah embrio yang ditransfer bervariasi, umumnya 2–3 embrio untuk wanita yang masih muda dengan kondisi baik. Pada usia lebih lanjut atau cadangan sel telur yang rendah, jumlah embrio bisa lebih banyak. Namun, keputusan ini selalu mempertimbangkan risiko kehamilan kembar.

 

Peluang Keberhasilan

Keberhasilan bayi tabung tidak bisa dijamin. Faktor usia menjadi penentu utama:

  • Wanita muda dengan kualitas telur baik memiliki peluang keberhasilan hingga lebih dari 50 persen.
  • Pada usia 40 tahun ke atas, peluang menurun menjadi sekitar 15–25 persen.

Selain itu, kualitas sperma, kondisi rahim, serta penyebab infertilitas juga berpengaruh.

 

Hal yang Perlu Dihindari

Agar program berjalan optimal, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

  • Ibu disarankan banyak istirahat menjelang pengambilan telur.
  • Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai masih diperbolehkan, namun hindari olahraga berat.
  • Setelah penyuntikan dan menjelang transfer embrio, kondisi tubuh sebaiknya dijaga agar tidak stres atau kelelahan.

 

Biaya Program

Di Indonesia, biaya program bayi tabung berkisar antara Rp 50–70 juta. Biaya ini bisa berbeda tergantung usia ibu, jumlah obat hormon yang diperlukan, dan jenis obat yang digunakan.

 

Program bayi tabung memberikan harapan baru bagi pasangan yang sulit memperoleh keturunan secara alami. Meski peluang keberhasilannya cukup tinggi, program ini tetap memiliki risiko, membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta biaya yang tidak sedikit. Konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas menjadi langkah awal yang penting sebelum memutuskan menjalani prosedur ini.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


hypospermia.png
16/Sep/2025

Hypospermia adalah kondisi medis di mana volume air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi lebih rendah dari batas normal, yaitu kurang dari 1,5 mililiter. Walaupun terlihat sepele, jumlah cairan mani sangat penting karena berfungsi sebagai media bagi sperma untuk bergerak menuju sel telur. Jika volumenya terlalu sedikit, proses pembuahan bisa terhambat. Kondisi ini tidak selalu berarti infertilitas, tetapi dapat menurunkan peluang kehamilan, terutama bila diiringi masalah lain seperti kualitas sperma yang rendah.

 

Pengenalan Hypospermia dan Hubungannya dengan Kesuburan

Kesuburan pria tidak hanya ditentukan dari jumlah sperma, tetapi juga volume cairan mani yang dikeluarkan. Cairan mani berfungsi melindungi sperma, memberi nutrisi, serta membantu sperma bergerak ke arah sel telur. Ketika volume mani berkurang, perjalanan sperma bisa menjadi lebih sulit, dan jumlah sperma yang mencapai sel telur berkurang. Itulah sebabnya hypospermia bisa menjadi salah satu faktor penghambat kehamilan. Namun, penting untuk dipahami bahwa rendahnya volume air mani tidak selalu berarti sperma juga rendah, sehingga pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan.

 

Perbedaan Hypospermia dan Oligospermia

Hypospermia dan oligospermia sering disalahartikan sama, padahal keduanya berbeda. Hypospermia adalah kondisi ketika volume cairan mani yang keluar saat ejakulasi terlalu sedikit, yaitu kurang dari 1,5 ml. Sementara itu, oligospermia adalah kondisi ketika jumlah sperma di dalam air mani sangat sedikit, meskipun volume cairan yang keluar bisa saja normal.

Seorang pria bisa mengalami salah satunya, atau bahkan keduanya sekaligus. Jika hanya hypospermia, jumlah sperma mungkin masih cukup, hanya saja media yang membawa sperma lebih terbatas. Sebaliknya, pada oligospermia, volume cairan bisa normal tetapi sperma terlalu sedikit. Bila keduanya terjadi bersamaan, risiko infertilitas akan semakin tinggi.

 

Faktor Penyebab Hypospermia

Ada banyak hal yang dapat memicu hypospermia, baik dari gaya hidup, kondisi medis, maupun faktor lingkungan. Beberapa di antaranya:

  1. Stres berlebihan – Tekanan psikologis yang berat dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi, terutama testosteron.
  2. Ketidakseimbangan hormon – Rendahnya kadar testosteron, gangguan kelenjar pituitari, atau masalah pada hormon FSH dan LH bisa menurunkan produksi sperma dan cairan mani.
  3. Dehidrasi – Cairan mani sebagian besar terdiri dari air. Kurangnya cairan tubuh dapat mengurangi volumenya.
  4. Gangguan organ reproduksi – Infeksi pada prostat, vesikula seminalis, atau saluran ejakulasi bisa menurunkan produksi semen.
  5. Trauma atau cedera – Benturan atau operasi pada area panggul dan genital bisa merusak jaringan penghasil cairan mani.
  6. Gaya hidup tidak sehat – Merokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat terlarang, obesitas, pola makan buruk, serta paparan panas berlebihan (seperti sauna atau laptop di pangkuan).
  7. Penyakit kronis – Diabetes, hipertensi, obesitas, atau gangguan tiroid dapat mengganggu metabolisme dan hormon sehingga memengaruhi volume semen.

 

Gejala dan Tanda-Tanda Hypospermia

Gejala utama hypospermia biasanya terlihat dari perubahan saat ejakulasi, tetapi tanda-tanda lain juga dapat muncul:

  1. Volume air mani sedikit – Volume mani terlihat lebih sedikit dari biasanya, kadang hanya berupa cairan tipis atau tetesan.
  2. Kesulitan memperoleh keturunan – Pasangan sulit hamil meskipun sudah mencoba dalam waktu lama.
  3. Perubahan konsistensi atau warna air mani – Bisa lebih encer, terlalu kental, atau berubah warna jika ada infeksi.
  4. Sensasi ejakulasi tidak normal – Orgasme terasa kurang kuat atau berbeda dari biasanya.
  5. Rasa nyeri atau ketidaknyamanan – Ejakulasi bisa disertai nyeri pada penis, testis, atau perineum bila ada infeksi atau gangguan prostat.
  6. Gejala lain terkait penyebab dasar – Penurunan libido, kelelahan, perubahan massa otot, atau gejala penyakit kronis seperti obesitas dan diabetes.

 

Pengobatan dan Penanganan Hypospermia

Penanganan hypospermia tergantung dari penyebabnya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Perubahan gaya hidup: berhenti merokok, hindari alkohol, jaga berat badan, batasi paparan panas pada area testis.
  • Nutrisi seimbang: konsumsi makanan kaya antioksidan, zinc, buah, sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Olahraga rutin: aktivitas fisik sedang membantu menjaga kesehatan reproduksi.
  • Konsultasi medis: pemeriksaan hormon, prostat, infeksi, dan kelainan anatomi oleh dokter spesialis.
  • Terapi hormon: bila penyebabnya ketidakseimbangan hormon.
  • Prosedur medis/operasi: jika terdapat sumbatan atau gangguan struktural.

 

Kesehatan Sperma untuk Program Hamil

Dalam program hamil, bukan hanya jumlah sperma yang penting, tetapi juga kualitasnya. Faktor yang berpengaruh meliputi jumlah sperma per mililiter, bentuk sperma (morfologi), kemampuan bergerak (motilitas), serta daya tahannya. Kombinasi kualitas sperma yang baik dan volume air mani yang cukup akan meningkatkan peluang kehamilan secara alami.

 

Pengaruh Jumlah Sperma terhadap Keberhasilan IVF

Pada program bayi tabung (IVF), jumlah dan kualitas sperma sangat berpengaruh. Jika sperma sehat dan jumlahnya cukup, peluang kehamilan akan lebih besar. Bila jumlah sperma sangat sedikit atau kualitasnya buruk, dokter biasanya menggunakan teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), yaitu penyuntikan satu sperma langsung ke dalam sel telur. Dengan cara ini, meskipun volume air mani rendah, peluang kehamilan tetap ada.

 

Konsultasi Medis: Pentingnya Pemeriksaan Dini

Jika dalam waktu lebih dari satu tahun pasangan belum juga hamil, terutama bila disertai gejala hypospermia, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi. Pemeriksaan medis biasanya meliputi analisis sperma, tes hormon, serta pemeriksaan organ reproduksi. Semakin cepat penyebab diketahui, semakin besar peluang memperbaiki kondisi dan meningkatkan keberhasilan program hamil.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


kehamilan-kembar.png
15/Sep/2025

Program bayi tabung (IVF) memungkinkan sel telur dan sperma difertilisasi di luar tubuh, dan embrio hasilnya ditanam ke rahim. Kehamilan kembar bisa terjadi melalui IVF, terutama bila lebih dari satu embrio ditransfer. Tetapi keberhasilan untuk hamil kembar bukanlah sesuatu yang bisa dijamin, karena banyak faktor yang memengaruhi.

 

Peluang Keberhasilan Hamil Kembar dengan Program Tabung

  1. Secara Umum
    • Kehamilan kembar lewat IVF bisa terjadi bila lebih dari satu embrio ditransfer.
    • Angka keberhasilan bervariasi tergantung usia ibu, kualitas embrio, serta kebijakan klinik.
    • Rata-rata peluang kembar lewat IVF sekitar 20–30% bila dua embrio ditransfer. Jika hanya satu embrio ditransfer, peluang kembar jauh lebih kecil (sekitar 1–3%, biasanya kembar identik).
  2. Berdasarkan Usia Ibu
    • < 35 tahun: peluang kembar lebih tinggi karena embrio lebih sehat; angka kembar bisa mendekati 30% bila dua embrio ditanam.
    • 35–40 tahun: peluang kembar menurun, karena kualitas sel telur juga menurun; kisarannya 15–20% bila transfer dua embrio.
    • > 40 tahun: peluang jauh lebih kecil, baik untuk hamil maupun hamil kembar.
  3. Berdasarkan Jumlah Embrio
    • Single Embryo Transfer (SET): hanya 1–3% kemungkinan kembar, dan itu biasanya kembar identik.
    • Double Embryo Transfer (DET): bisa 20–30% kemungkinan kembar fraternal (dua embrio menempel).
    • Lebih dari 2 embrio (jarang dilakukan karena risiko tinggi): peluang kembar lebih besar, tapi risiko komplikasi juga meningkat.
  4. Faktor Tambahan
    • Kualitas embrio: embrio yang mencapai tahap blastokista (hari ke-5/6) memiliki peluang implantasi lebih baik. Jika lebih dari satu blastokista ditransfer, peluang kembar meningkat.
    • Riwayat IVF sebelumnya: pasien dengan percobaan IVF yang gagal sebelumnya mungkin lebih cenderung mentransfer lebih dari satu embrio untuk meningkatkan peluang, sehingga kemungkinan kembar juga meningkat.
    • Kebijakan klinik & regulasi: di banyak negara, aturan membatasi transfer lebih dari satu embrio untuk menekan risiko komplikasi kembar. Misalnya, di Inggris hanya sekitar 6% kelahiran IVF yang berakhir kembar.

  

Prosedur Hamil Kembar dari Program Tabung

Untuk memahami kenapa kehamilan kembar bisa terjadi lewat IVF, berikut langkah-langkah (prosedur) dalam IVF dan bagaimana tiap langkah bisa memengaruhi peluang untuk hamil kembar.

  1.     Persiapan & Evaluasi Awal

o Pemeriksaan hormon (FSH, LH, estradiol, AMH) untuk menilai cadangan ovarium (ovarian reserve).

o USG awal untuk melihat jumlah folikel antral di ovarium. Ini membantu merencanakan stimulasi.

o Pemeriksaan kesehatan umum: rahim, tuba falopi, infeksi, kondisi medis pendukung.

  1.     Stimulasi Ovarium (Ovulation Induction / Ovarian Stimulation)

o Pemberian obat hormon seperti FSH dan/atau LH untuk merangsang ovarium menghasilkan banyak folikel (telur) matang.

o Pemantauan reguler: pemeriksaan ultrasonografi (USG vaginal) untuk melihat pertumbuhan folikel, dan pemeriksaan darah untuk kadar hormon (misalnya estradiol).

o Tujuannya adalah mendapat cukup banyak sel telur matang agar ada peluang tinggi fertilisasi & embrio bagus. Lebih banyak embrio → lebih banyak kemungkinan hanya sebagian atau semuanya ditransfer, bisa menghasilkan kembar jika lebih dari satu ditanam.

  1.     Pemicu Ovulasi / Maturation Trigger

o Setelah folikel mencapai ukuran/kematangan tertentu (umumnya 18-20 mm), diberikan suntikan pemicu (trigger), misalnya hCG, agar sel telur benar-benar matang dan siap diambil.

o Waktu antara suntikan trigger dan pengambilan telur (egg retrieval) biasanya 34-36 jam.

 

  1.     Pengambilan Telur (Egg Retrieval / Oocyte Pick Up, OPU)

o Prosedur kecil (minor surgical procedure) yang memakai panduan USG transvagina untuk mengambil telur dari folikel ovarium.

o Biasanya dilakukan di fasilitas klinik/poliklinik fertilitas dan bisa dengan sedasi ringan.

  1.     Pengambilan Sperma & Fertilisasi

o Sperma diambil dari pasangan (atau donor jika diperlukan). Bisa dikumpulkan langsung atau menggunakan teknik khusus jika ada gangguan sperma.

o Telur dan sperma digabung di laboratorium dalam medium kultur (inseminasi konvensional) atau dengan ICSI (inject satu sperma langsung ke dalam telur) jika diperlukan.

  1.     Kultur Embrio

o Embrio dikultur selama beberapa hari, seringnya 2-3 hari (stadium awal) atau hingga hari ke-5/6 sampai blastokista.

o Selama kultur, kualitas embrio dinilai (jumlah sel, tingkat pembelahan, morfologi, mungkin juga screening genetik jika tersedia). Embrio terbaik yang diseleksi.

  1.     Transfer Embrio

o Dokter memutuskan berapa banyak embrio yang akan ditransfer ke rahim. Ini adalah momen kunci terkait peluang kembar:

‒ Jika dua atau lebih embrio ditransfer → peluang fraternal (tak identik) kembar atau multipel lebih tinggi.

‒ Jika satu embrio (SET/elective single embryo transfer) → risikonya kembar fraternal turun drastis; hanya ada kemungkinan kembar identik jika embrio membelah setelah transfer.

o Transfer dilakukan dengan kateter tipis yang dimasukkan melalui serviks ke dalam rahim, biasanya dengan bantuan USG untuk panduan.

  1.     Dukungan Luteal dan Pemantauan Kehamilan

o Setelah transfer, diberikan hormon seperti progesteron untuk mempersiapkan dan menjaga lapisan rahim agar embrio dapat tertanam dengan baik.

o Pemantauan secara berkala: tes darah (β-hCG), USG untuk melihat implantasi dan perkembangan embrio, serta identifikasi apakah kehamilan kembar atau satu.

  1.     Pengaturan & Evaluasi Risiko

o Menimbang kesehatan ibu, usia, kondisi rahim, potensi risiko kehamilan ganda: prematuritas, beban kehamilan pada ibu, komplikasi medis.

o Klinik sering merekomendasikan membatasi jumlah embrio ditransfer untuk menjaga risiko.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.