fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
artikel-2024-05-24T155928.753.png
24/May/2024

Dokter biasanya mendiagnosa adenomiosis berdasarkan gejala dan beberapa tes berikut:

  • Pemeriksaan kesehatan panggul
    Dokter dapat melihat apakah rahim menjadi lebih besar atau lebih menyakitkan selama pemeriksaan panggul.
  • Teknik Ultrasonografi
    Gelombang suara digunakan dalam ultrasonografi transvagina untuk menggambarkan organ panggul. Kadang-kadang, penebalan otot terlihat pada gambar-gambar ini, meningkatkan kemungkinan adenomiosis.
  • Pemindaian resonansi magnetik (MRI)
    Periksaan ini dapat menunjukkan gejala adenomiosis, seperti pembesaran rahim dan penebalan area rahim tertentu.
  • Biopsi
    Setelah histerektomi—sebuah prosedur pembedahan yang mengangkat rahim—biopsi jaringan tidak dapat dilakukan karena jaringan telah tumbuh di dalam dinding rahim.

 

Metode Pengobatan Adenomiosis

Perawatan medis mungkin tidak diperlukan untuk adenomiosis yang ringan. Dokter mungkin merekomendasikan pengobatan berikut jika gejala mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup:

  • Perawatan di rumah 
    Anda dapat meringankan gejala adenomiosis dengan mandi dengan air hangat dan kompres panas. Anda juga bisa mencoba olahraga, meditasi, atau akupunktur, tetapi metode ini hanya akan membantu dengan sedikit untuk adenomiosis.
  • Anti-inflamasi obat
    Obat anti-inflamasi, seperti ibuprofen, dapat membantu mengurangi aliran darah selama haid dan meredakan kram yang parah. Dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengambil obat anti-inflamasi dua hingga tiga hari sebelum menstruasi dan selama menstruasi.
  • Perawatan untuk hormon
    Perawatan hormonal dapat membantu mengontrol estrogen, yang dapat menyebabkan gejala adenomiosis, seperti:

    • Yang sebanding dengan hormon pelepas gonadotropin (GnRH).
    • Kontrasepsi oral yang mirip dengan pil KB
    • Kontrasepsi yang mengandung progestin, seperti yang diberikan dalam bentuk pil, suntikan, atau alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).
  • Keluarnya endometrium
    Mengangkat atau menghancurkan endometrium adalah fokus prosedur rawat jalan yang membutuhkan waktu pemulihan yang singkat. Namun, karena adenomiosis sering menyerang otot lebih dalam, prosedur ini mungkin tidak efektif untuk semua orang. Oleh karena itu, ablasi endometrium hanya disarankan untuk wanita yang sudah menopause atau tidak ingin hamil.
  • Embolisasi arteri dalam rahim
    Tujuan dari perawatan ini adalah untuk mencegah arteri tertentu mengirimkan darah ke daera yang bermasalah. Setelah suplai darah berhenti, adenomyoma menyusut. Untuk pengobatan fibroid rahim, prosedur ini biasanya dilakukan.
  • Panduan ultrasound memfokuskan pembuatan ultrasound
    Untuk menghasilkan panas dan menghancurkan jaringan yang dimaksudkan, prosedur ini menggunakan gelombang intensitas tinggi yang difokuskan dengan tepat. Pada saat yang sama, gambar ultrasound secara real-time digunakan untuk memantau panas. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa efektif pengobatan ini.
  • Histerektomi
    Untuk menyembuhkan adenomiosis sepenuhnya, pasien harus menjalani histerektomi, yang merupakan pengangkatan rahim secara menyeluruh. Hanya dilakukan pada kasus yang sangat parah dan pada wanita yang tidak berencana melahirkan di masa mendatang, karena isterektomi adalah intervensi bedah yang sangat besar.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-20T111422.936.png
20/May/2024

Masalah kesehatan sistem reproduksi wanita yang disebut adenomiosis menyebabkan rahim menebal dan membesar. Sementara jaringan endometrium melapisi bagian dalam dinding rahim (endometrium), adenomiosis terjadi ketika jaringan tersebut tumbuh ke dalam miometrium, dinding otot luar rahim.

Rahim dapat membesar menjadi dua kali lipat atau tiga kali lipat karena jaringan tambahan pada miometrium. Ini juga dapat menyebabkan pendarahan rahim yang tidak normal dan menstruasi yang menyakitkan.

 

Penyebab Adenomiosis

Sampai saat ini, penyebab adenomiosis belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli memperkirakan bahwa penyakit ini dikaitkan dengan:

  • Perkembangan jaringan yang invasive
    Beberapa ahli berpendapat bahwa otot dinding rahim diserang oleh sel endometrium dari lapisan rahim. Setelah operasi caesar, sel-sel endometrium dapat masuk langsung ke dinding rahim melalui sayatan rahim yang dibuat oleh dokter.
  • Sudah berkembang sejak di dalam kandungan
    Ahli juga menduga bahwa jaringan endometrium tersimpan di otot rahim saat rahim pertama kali terbentuk. Ini terjadi sejak janin masih berada di dalam rahim.
  • Radang rahim saat persalinan
    Selama periode postpartum, peradangan pada lapisan rahim dapat menyebabkan pecahnya batas normal sel-sel yang melapisi rahim.
  • Sumber sel stem
    Sebuah teori baru-baru ini mengatakan bahwa stem cell sumsum tulang dapat menyebabkan adenomiosis dengan menyerang otot rahim. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun adenomiosis berkembang dalam berbagai cara, pertumbuhannya bergantung pada sirkulasi estrogen tubuh.

 

Faktor Risiko Adenomiosis

Faktor risiko untuk adenomisosi termasuk:

  • Pernah menjalani operasi rahim sebelumnya, seperti caesar, pembedahan fibroid, atau dilatasi dan kuretase.
  • Proses persalinan
  • Wanita paruh baya.
  • Memiliki riwayat operasi fibroid rahim.
  • Pernah menggunakan antidepresan atau mengalami depresi.

 

Sebagian besar kasus adenomiosis yang berkaitan dengan estrogen terjadi pada wanita berusia empat puluh hingga lima puluh tahun. Paparan estrogen yang lebih lama dibandingkan dengan wanita yang lebih muda dapat dikaitkan dengan adenomiosis pada wanita ini. Penelitian baru menunjukkan bahwa kondisi ini juga mungkin terjadi pada wanita yang lebih muda.

 

Gejala dari Adenomiosis

Terkadang adenomiosis tidak menunjukkan gejala apa pun atau hanya menyebabkan ketidaknyamanan ringan. Namun, adenomiosis biasanya dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Penderita pendarahan menstruasi yang berat atau berlangsung lama
  • Kram yang parah atau nyeri panggul yang tajam selama menstruasi
  • Nyeri panggul yang bertahan lama
  • Hubungan seksual terasa menyakitkan
  • Menstruasi adalah hal yang tidak normal
  • Infertilitas

Nyeri yang disebabkan oleh tekanan atau tekanan di perut bagian bawah adalah tanda bahwarahim telah berkembang.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-18T121408.952.png
18/May/2024

Dalam prosedur seperti histerosalpingografi (HSG), yang mengevaluasi tuba falopii (saluran yang menghubungkan rahim dengan ovarium) dan mengidentifikasi penyebab infertilitas, histerokopi juga dapat digunakan.

 

Prosedur Histeroskopi

Sebelum melakukan histeroskopi, ada beberapa hal yang harus Anda ingat:

  • Hindari menggunakan sabun pembersih vagina, tampon, atau obat-obatan vagina.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menstruasi atau jika jadwal prosedur ini bertepatan dengan jadwal menstruasi Anda yang diharapkan.
  • Jika Anda saat ini mengonsumsi suplemen, produk herbal, atau obat lain, beri tahu dokter Anda tentang hal itu.
  • Anda akan diminta untuk puasa selama 6 hingga 8 jam untuk prosedur histeroskopi operatif.

Ini adalah hal-hal yang harus Anda lakukan selama prosedur histeroskopi:

  • Anda harus berbaring dan membuka kedua kaki Anda.
  • Setelah itu, instrumen histeroskop akan dimasukkan melalui mulut rahim dan dibawa ke rongga rahim.
  • Agar dokter dapat melakukan diagnosa secara langsung, gambar yang diambil dari kamera histeroskop akan diproyeksikan ke layar televisi.
  • Untuk sampling jaringan, prosedur ini juga dapat dilakukan, dengan alat sampling dimasukkan di akhir prosedur selama 10-20 detik.
  • Biasanya akan memakan waktu 15 hingga 30 menit untuk prosedur diagnostik atau prosedur sederhana.
  • Operasi biasanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam.

Salah satu keuntungan dari prosedur pembedahan minimal invasif adalah proses penyembuhan yang lebih cepat dan risiko nyeri, infeksi, dan bekas yang lebih rendah karena ukuran sayatan yang lebih kecil.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-17T154157.443.png
17/May/2024

Prosedur yang dikenal sebagai histeroskopi menggunakan selang tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya untuk dimasukkan ke dalam rahim untuk melihat kondisi leher dan bagian dalam rahim. Dokter akan memeriksa bagian rahim Anda melalui monitor. Jika diperlukan, pengambilan contoh jaringan juga dapat dilakukan dengan cara ini.

Prosedur ini dibagi menjadi dua bagian. Histeroskopi Diagnostik (HD) dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelainan di rongga uterus. Namun, jika hasil USG berubah atau jika ada masalah yang memerlukan tindakan tambahan, seperti polipektomi, keguguran berulang, kanulasi tuba, atau pengangkatan jaringan bekas luka, Histeroskopi Operatif (HO) dilakukan.

Namun, jika siklus menstruasi Anda teratur dan lancar tetapi Anda masih gagal hamil, ada alasan lain yang perlu Anda ketahui.

 

Fungsi Histeroskopi

Histeroskopi adalah prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi kelainan dalam sistem reproduksi wanita, terutama yang berkaitan dengan rahim. Wanita dapat mengalami kelainan rahim berikut:

  • Fibroid dan polip
    Pertumbuhan non-kanker di dalam rahim dihilangkan melalui histeroskopi polip rahim.
  • Adhesi
    Pita jaringan parut yang dapat terbentuk di dalam rahim dikenal sebagai adhesi uterus, yang dapat menyebabkan masalah infertilitas dan perubahan siklus menstruasi. Perlengketan dapat ditemukan dan dihilangkan melalui prosedur histeroskopi.
  • Pendarahan yang tidak normal
    Salah satu prosedur histeroskopi di mana histeroskop dengan instrumen lainnya digunakan untuk menghancurkan lapisan rahim untuk mengobati penyebab perdarahan adalah ablasi endometrium, di mana histeroskop dapat membantu mengidentifikasi penyebab siklus menstruasi yang berat atau panjang, serta pendarahan diantara periode atau setelah menopause.
  • Keguguran yang berulang
    Disarankan agar wanita yang pernah mengalami keguguran lebih dari satu kali menjalani pemeriksaan histeroskopi.
  • Melakukan biopsy
    Pengambilan sampel jaringan dari dinding rahim, yang dikenal sebagai biopsi, digunakan untuk mendiagnosis kelainan rahim yang Anda alami.
  • Evaluasi tingkat keberhasilan pembersihan
    Untuk menilai keberhasilan sterilisasi, prosedur histeroskopi juga dilakukan.
  • Mengembalikan IUD (KB spiral) ke tempatnya
    Alat kontrasepsi intrauterin (IUD) atau KB spiral yang lepas atau berubah posisi diatasi melalui prosedur histeroskopi. Tujuan prosedur histeroskopi, berbeda dengan laparoskopi, adalah untuk menentukan penyebab infertilitas dan kelainan rahim, yang meningkatkan kemungkinan hamil cepat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-16T160733.203.png
16/May/2024

Bagi pasangan yang menginginkan keturunan, faktor kesuburan sangat penting. Masalah kesuburan lebih menarik bagi wanita. Faktor kesuburan wanita termasuk kebiasaan sehari-hari dan usia; dengan bertambahnya usia, tingkat kesuburan mereka akan menurun. Tidak hanya usia, tetapi gaya hidup seseorang juga memengaruhi kemungkinan mereka untuk hamil. Ketahui semua faktor yang memengaruhi kesuburan wanita.

 

Macam-macam Faktor Kesuburan Wanita

  • Obesitas atau kegemukan
    Kelebihan berat badan dapat memengaruhi produksi hormon, yang membuatnya sulit untuk hamil. Wanita obesitas di usia 18 tahun dan lebih cenderung mengidap polycystic ovary syndrome (PCOS), yang dapat menyebabkan kesulitan hamil, menurut Thomas Jefferson, spesialis obgyn.
  • Terlalu kurus
    Tidak hanya kegemukan atau obesitas, tetapi terlalu kurus juga tidak baik karena memengaruhi hormon. Tubuh yang terlalu kurus biasanya kekurangan hormon leptin, yang mengontrol rasa lapar dan kenyang, dan juga memengaruhi masa menstruasi.
  • Semakin tua
    Wanita yang sudah mencapai masa menopause, biasanya di usia lima puluh tahun, tidak lagi dapat memproduksi sel telur dan tidak dapat hamil. Namun, karena jumlah sel telur yang diproduksi berkurang beberapa tahun sebelum menopause, seorang wanita akan mengalami gangguan kesuburan. Meskipun tidak ada angka yang pasti kapan kesuburan wanita akan berkurang, sebagian besar dokter berpendapat bahwa peluang kehamilan akan menurun pada wanita di atas 35 tahun.
  • Faktor keturunan
    Periksa usia ibu Anda saat ia mencapai masa menopause. Kemungkinan besar kamu juga jika ia memulainya di usia yang tergolong muda. Jumlah sel telur yang dimiliki memang dipengaruhi oleh faktor genetik.
  • Zat kimia
    Paparan pestisida, polutan, dan zat kimia lainnya dapat menurunkan kesuburan hingga 29%. Zat kimia seperti phthalates, yang ada di produk kecantikan dan pembersih rumah, juga dapat memengaruhi tingkat hormon tubuh.
  • Rokok
    Merokok dapat mengganggu perkembangan janin dan mengurangi kemungkinan kehamilan. Menurut American Society for Reproductive Medicine, merokok bertanggung jawab atas 13% kasus infertilitas. Selain itu, diketahui bahwa merokok mengganggu hormon dan menyebabkan DNA tidak berfungsi pada pria dan wanita.
  • Alkohol
    Konsumsi alkohol dalam jumlah besar, yaitu lebih dari satu minuman per hari, harus diwaspadai. Studi menunjukkan bahwa wanita yang suka meminum alkohol lebih cenderung menjalani terapi kehamilan.
  • Olahraga berat
    Bahkan selama kehamilan, berolahraga secara teratur akan membantu Anda tetap berat badan, kuat, dan berenergi, tetapi jangan terlalu banyak berolahraga karena akan mengganggu proses ovulasi. Terlalu banyak atau terlalu sedikit menstruasi adalah gejala paling umum dari olahraga berat.
  • Gangguan tiroid
    Jika Anda belum hamil, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan tiroid karena gangguan tiroid adalah salah satu faktor kesuburan yang dapat memengaruhi proses ovulasi dan kehamilan.
  • Konsumsi kafein terlalu banyak
    Konsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya dapat mengganggu kontraksi otot yang membantu sel telur berpindah dari ovarium ke rahim melalui tuba falopi.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-14T152711.316.png
14/May/2024

Laparoskopi, sebuah prosedur pembedahan yang dapat digunakan sebagai bagian dari tes kesuburan untuk pasangan suami istri yang berencana untuk hamil, dilakukan untuk mengevaluasi struktur sistem reproduksi, termasuk ovarium, saluran tuba, dan rahim. Dengan laparoskopi, dokter dapat mendiagnosis banyak kondisi yang mempengaruhi kesuburan, seperti endometriosis, saluran tuba tegang, dan endometriosis. Dokter dapat menemukan masalah yang menghambat pembuahan dengan melihat organ reproduksi melalui laparoskopi.

 

Proses Program Hamil yang Menggunakan Laparoskopi

Salah satu prosedur rawat jalan yang paling umum adalah laparoskopi, yang dapat dilakukan di klinik dokter, unit bedah rawat jalan, atau rumah sakit. Untuk menghindari rasa sakit, Anda akan diberi anestesi sebelum dokter melakukan prosedur. Setelah anestesi diberikan, dokter bedah akan:

  • Menempatkan jarum ke dalam perut.
  • Menyuntikan gas ke perut sehingga lebih mudah melihat struktur dan organnya.
  • Melepaskan jarum dan lakukan sayatan kecil untuk memasukkan kamera kecil ke dalam instrumen yang disebut laparoskop.
  • Melakukan sayatan kedua dan memasukkan probe, alat kecil.
  • Dokter akan memindahkan atau mengangkat organ dengan menggunakan kamera untuk memeriksa struktur perut.

Mungkin diperlukan tindakan tambahan, tergantung pada diagnosis dokter:

  • Menyuntikkan pewarna ke dalam saluran tuba untuk melihat apakah sperma dan telur dapat melaluinya.
  • Mencoba membuka saluran tuba.
  • Jaringan yang lengket atau parut harus dihilangkan.
  • Memperbaiki anomali.

Setelah itu, dokter mungkin melakukan sayatan ketiga di perut dan memasukkan alat atau instrumen untuk prosedur tambahan. Setelah itu, alat akan dilepas dan sayatan akan dijahit oleh dokter spesialis bedah. Anda harus tetap di bawah pengawasan selama beberapa jam untuk memastikan tidak ada masalah dan pemulihan berjalan dengan baik.

Perlu dicatat bahwa laparoskopi memiliki keuntungan untuk program kehamilan. Dibandingkan dengan prosedur bedah lain yang dapat membantu dokter menentukan penyebab infertilitas, laparoskopi memiliki beberapa keuntungan, termasuk:

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-11T132241.155.png
11/May/2024

Kehamilan tampaknya mudah bagi sebagian pasangan suami istri, tetapi sebagian orang membutuhkan lebih banyak usaha untuk hamil, salah satunya melalui program hamil.

Program hamil adalah upaya pasangan yang “sengaja” untuk mempercepat kehamilan. Sebenarnya, lebih cocok untuk pasangan yang telah mengalami infertilitas, yaitu kesulitan hamil meskipun telah melakukan hubungan intim secara teratur (2-3 kali seminggu) tanpa menggunakan kontrasepsi selama satu tahun. Namun, semakin banyak pasangan sekarang yang ingin memiliki anak segera setelah menikah.

 

Tahapan Promil Saat Mengalami Infertilitas

Program kehamilan yang efektif memiliki rencana, struktur, dan tujuan yang jelas. Ini adalah prosedurnya:

  • Berkonsultasi dengan profesionalnya
    Untuk memulai, Anda harus mencari dokter spesialis kandungan dan kebidanan, konsultan fertilitas, atau dokter spesialis kandungan yang dilatih untuk menangani infertilitas. Alternatifnya, cari fasilitas fertilitas yang didedikasikan untuk membantu pasangan hamil. Institusi seperti ini biasanya menawarkan berbagai macam rencana hamil, seperti bayi tabung dan inseminasi intrauteri (IIU). Terdiri dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan, ahli fertilitas, embriolog, dan androlog.
  • Memeriksa penyebab infertilitas
    Dokter akan memastikan apakah pasangan memiliki masalah infertilitas setelah mereka berkonsultasi. Jika ada, sumber infertilitas harus diidentifikasi dan diobati. Pria 35% dan wanita 35% bertanggung jawab atas infertilitas. Jumlah yang tersisa adalah faktor kombinasi atau idiopatik, yang berarti tidak ada penyebab yang jelas. Pria sering mengalami infertilitas karena kualitas cairan sperma yang buruk. Sedangkan pada wanita, infertilitas biasanya disebabkan oleh masalah produksi sel telur, sumbatan saluran telur, atau kelainan pada rahim. Dokter akan meminta kedua belah pihak untuk menjalani beberapa pemeriksaan dan penilaian kesuburan untuk mencapai tujuan ini. Hasilnya akan digunakan untuk menentukan jenis apa yang paling cocok untuk pasangan.
  • Mengikuti Saran Dokter Spesialis Kandungan untuk Meningkatkan Kesuburan Anda
    Dokter akan mengobati penyebab infertilitas sebelum menentukan program hamil yang tepat. Proses pengobatan ini kadang-kadang membutuhkan waktu yang lama, jadi pasangan harus bersabar dan tetap mengikuti arahan dokter hingga tuntas agar hasilnya terbaik. Pilihan pengobatan biasanya bergantung pada penyebab infertilitas, durasi infertilitas, usia wanita dan pria, dan preferensi pribadi:

    • Perubahan gaya hidup. Ini termasuk menghindari merokok, alkohol, dan narkoba, mengonsumsi makanan yang seimbang, mengelola stres, dan menurunkan berat badan sampai berat badan yang sehat.
    • Pembedahan Untuk pria, pembedahan biasanya dilakukan untuk varikokel, yang merupakan pembengkakan pembuluh vena skrotum yang sering menyebabkan infertilitas. Untuk wanita, pembedahan biasanya dilakukan untuk sumbatan saluran telur, endometriosis, pengangkatan polip atau mioma.
    • Pemberian obat-obatan kesuburan: pada pria, obat-obatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah, bentuk, dan pergerakan sel sperma, dan pada wanita, obat-obatan ini bertujuan untuk mengontrol atau menstimulasi pertumbuhan sel telur yang baik. Sebagian besar obat kesuburan bekerja dengan mengimitasi hormon tubuh yang alami.
  • Memilih metode kehamilan yang tepat
    Setelah penyebab infertilitas diobati, pasangan dapat mempersiapkan diri untuk memulai proses hamil yang sebenarnya. Beberapa pasangan masih perlu mempertahankan gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter sampai mereka hamil. Jika Anda tidak bisa hamil, ada dua cara umum untuk hamil, yaitu melalui:

    • Program Hamil Alami Proses pembuahan tetap terjadi secara alami, yaitu melalui hubungan intim, pada cara ini. Hanya saja, frekuensi hubungan intim dan waktu yang tepat untuk pembuahan perlu diatur. Studi menunjukkan bahwa pasangan yang berhubungan intim 2-3 kali seminggu memiliki tingkat kehamilan tertinggi, yang dimulai segera setelah haid berhenti. Ini meningkatkan kemungkinan pembuahan di masa subur dan meningkatkan kualitas cairan sperma.
    • Teknik reproduksi berbantu (TRB) termasuk:
      • Injeksi intrauterin (IUI). Selama prosedur ini, cairan sperma pria dimasukkan ke dalam rahim wanita melalui selang khusus yang mirip dengan sedotan tipis. Metode ini dapat digunakan bersamaan dengan penggunaan obat yang bertujuan untuk meningkatkan ovulasi.
      • Fertilisasi in vitro (IVF), juga dikenal sebagai bayi tabung. Pembuahan dilakukan di laboratorium melalui FIV. Selanjutnya, embrio yang telah dibentuk ditransfer ke dalam rahim wanita. Tahapan FIV biasanya mencakup stimulasi atau induksi ovarium, pengambilan sel telur atau ovum, fertilisasi (pembuahan) dan kultur embrio, dan transfer embrio.
      • Untuk transfer berikutnya, embrio yang tersisa dari tahap akhir FIV dapat disimpan dalam cryopreservation.
      • TRB cara lain termasuk donasi sperma, sel telur, embrio, dan surrogacy (pengganti ibu).

 

Perlu diingat bahwa tidak ada satu metode yang ideal untuk setiap pasangan. Setiap pilihan akan disesuaikan dengan kondisi infertilitas pasangan dan preferensi mereka sendiri.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-06T151945.064.png
06/May/2024

Ada beberapa bahan dasar produk perawatan kulit yang bisa mengakibatkan gangguan keseburan. Bahannya antara lain:

  • Retinol
    Karena merupakan komponen utama yang membantu kulit menjadi lebih halus, kencang, dan cerah, retinol sangat disukai oleh para dokter kulit dan penggunanya. Namun, tidak disarankan untuk digunakan oleh wanita hamil atau pasangan yang berusaha untuk memiliki keturunan. Studi menunjukkan bahwa retinol dan retinoid dapat berbahaya bagi janin karena mereka dapat masuk ke aliran darah dan masuk ke janin. Bakuchiol, bahan alami yang berasal dari tanaman psoralea corylifolia, dapat digunakan sebagai pengganti retinol. Bakuchiol adalah alternatif yang bagus untuk mengatasi tanda-tanda penuaan seperti garis-garis halus, kerutan, dan warna kulit yang tidak merata karena memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan yang mirip dengan retinol. Bahan ini juga dapat membantu memperkecil dan mengencangkan pori-pori kulit.
  • Accutane
    Saat pasangan mencoba untuk hamil, bahan-bahan ini, yang sangat populer dalam produk perawatan jerawat, harus benar-benar dihindari. Jika Anda telah mengambil Accutane oral sebelumnya, hentikan penggunaan obat satu bulan sebelum Anda ingin hamil.
  • Hidrokuinon
    Ini adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencerahkan kulit yang mengalami hiperpigmentasi (menghitam), seperti yang disebabkan oleh melasma atau kloasma. Penelitian menunjukkan bahwa produk perawatan kulit yang mengandung hidrokuinon dapat menyerap hidrokuinon hingga 35 hingga 45 persen, jadi jangan gunakan produk perawatan kulit yang mengandung hidrokuinon saat hamil.
  • Phthalate
    Phthalate adalah bahan kimia EDC yang digunakan dalam produk perawatan kulit untuk membantu mempertahankan warna kulit. Di dalam produk perawatan kulit, bahan kimia ini biasanya disingkat sebagai DEP, DBP, dan DEHP.
  • Paraben
    Paraben, yang juga dikenal sebagai EDC, biasanya digunakan dalam produk perawatan kulit untuk menjaga kulit tetap awet dan bebas bakteri dan jamur. Bahan kimia ini sering ditemukan dalam sabun, krim, dan perias wajah. Lihatlah nama kimia “paraben” di akhir label produk. Propylparaben, methylparaben, butylparaben, dan ethylparaben adalah jenis paraben yang paling umum digunakan. Beberapa paraben biasanya digunakan bersama untuk meningkatkan hasilnya.
  • Benzophenone
    Bahan kimia ini digunakan untuk memastikan bahwa produk perawatan kulit tidak meleleh atau meleleh saat dipanaskan. Oleh karena itu, perhatikan bahan-bahan ini yang terkandung dalam produk tabir surya. Cari kata “benzone” di akhir nama kimia produk pada label kemasan. Sodium sulisobenzone, oxybenzone, dan sulisobenzone adalah yang paling umum digunakan. Lihat apa pun yang ditulis sebagai “BP” dan diikuti oleh angka.
  • Bisphenol
    Bahan kimia ini dilarang digunakan dalam formulasi kosmetik, tetapi masih ditemukan di kemasan produk perias wajah. Cari produk yang bertuliskan “bebas BPA” atau “eco-label” untuk memastikan bahwa produk yang Anda gunakan bebas BPA.
  • Polyfluoroalkyl substance (PFA)
    Bahan kimia ini kadang ditambahkan untuk membantu penetrasi kulit. Bahan ini dapat ditemukan pada pelembab dan beberapa krim alas bedak (foundation). Pada label kemasan produk, carilah apapun yang mengandung kata “fluoro”. Hindari juga produk apapun yang mengandung singkatan PTFE.

 

Kandungan yang Aman pada Produk Perawatan Kulit

Setelah mengetahui bahan-bahan yang harus diperhatikan dan dihindari, ibu mungkin bertanya tentang bahan apa yang aman digunakan saat program hamil atau saat hamil. Apalagi, perawatan kulit sangat penting karena stres dan perubahan hormon dapat menyebabkan jerawat. Ketahuilah bahwa sebagian besar produk perawatan kulit dan jerawat sebenarnya aman. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, mari kita lihat beberapa produk yang telah diakui aman oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

  • Asam salisilat, juga dikenal sebagai asam salisilat, adalah salah satu bahan yang paling umum digunakan untuk menghilangkan jerawat dan noda. Beberapa sumber mengatakan bahwa menggunakan bahan ini tidak boleh saat hamil atau mencoba hamil. Namun, ini hanya berlaku untuk produk yang mengandung asam salisilat dalam jumlah besar, seperti masker, peeling, dan obat oral. ACOG bahkan mengizinkan penggunaan produk yang mengandung asam salisilat topikal untuk penggunaan luar. Bahan lain, seperti benzoyl peroxide, juga dimasukkan dalam daftar ini dan aman untuk digunakan sesuai petunjuknya.
  • Niacinamide dan azelaic acid adalah alternatif untuk asam salisilat dalam pengobatan jerawat. Mereka aman digunakan oleh wanita hamil dan program hamil.
  • Vitamin C, bahan yang sering ditemukan dalam sediaan serum, memutihkan dan mengencangkan kulit. Ibu hamil dan wanita yang mencoba untuk hamil juga aman.
  • Bahan pencerah kulit yang mengandung asam alfa hidroksi (AHA). Asam yang berasal dari tebu ini terdiri dari glycolic acid, lactic acid, dan mandelic acid. Fungsi bahan-bahan ini adalah membantu pengelupasan (eksfoliasi) kulit dan mendorong pertumbuhan sel-sel kulit yang lebih sehat.
  • Tabir surya: Tabir surya yang disarankan adalah yang berbahan dasar mineral, misalnya yang mengandung titanium dioxide dan zinc oxide. Mineral-mineral ini tetap berada di atas kulit dan tidak terserap oleh tabir surya berbahan kimia, sehingga aman. Wanita yang mencoba hamil harus menggunakantabir surya karena hormon tertentu dapat membuat kulit mereka lebih rentan terhadap paparan sinar ultraviolet. Oleh karena itu, disarankan untuk digunakan setiap hari, tidak peduli warna kulit Anda atau musimnya. Tujuannya adalah untuk menghindari melasma, yaitu bercak hitam di mulut, pipi, dan dahi. Setelah muncul, melasma harus dicegah dengan mengoleskan tabir surya dengan SPF setidaknya 30 setiap hari dan mengulanginya setiap dua jam saat berada di bawah sinar matahari. Ini karena penyakit ini sangat sulit diobati.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-05-02T151107.499.png
02/May/2024

Jika pasangan mengalami masalah infertilitas, mereka harus merencanakan program hamil dengan bantuan teknologi. Ada berbagai pilihan untuk program hamil dengan bantuan teknologi, termasuk inseminasi intrauterine (IUI) dan bayi tabung (IVF).

 

Pengaruh Produk Perawatan Kulit Mempengaruhi

Beberapa kandungan yang ditemukan dalam produk perawatan kulit dikenal sebagai bahan pengganggu hormon atau bahan kimia pengganggu endokrin (EDC). Ini menjadi masalah karena bahan-bahan ini digunakan secara teratur dan diserap melalui kulit, organ terbesar tubuh.

Peneliti dari George Mason University di Virginia, AS, menemukan bahwa bahan kimia yang digunakan dalam produk kosmetik dan perawatan pribadi berkorelasi dengan tingkat hormon reproduksi wanita. Mereka melakukan penelitian terhadap 143 sampel urine dari wanita berusia 18 hingga 44 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan tidak menggunakan kontrasepsi.

Hasilnya, ditemukan bahwa wanita dengan kadar hormon estrogen dan progesteron yang tidak normal memiliki urin yang mengandung bahan kimia seperti paraben (pengawet yang banyak digunakan dalam produk kosmetik), benzophenone (tabir surya), dan bisphenol A. Selanjutnya, perubahan hormon ini memengaruhi reproduksi dengan membuat menstruasi tidak teratur atau mencegah sel telur matang dan mengalami ovulasi.

Efek EDC ini juga berlaku untuk orang dewasa. Studi yang dilakukan pada 315 pria di sebuah klinik fertilitas di Polandia menemukan bahwa pria dengan kadar paraben yang tinggi di dalam urin memiliki kadar hormon pria (testosteron) yang lebih rendah dan lebih banyak sperma dengan bentuk yang tidak normal. Kadar paraben yang tinggi juga dikaitkan dengan kerusakan DNA sperma, yang menghambat motilitas (pergerakan) sperma atau memperlambatnya, sehingga sulit untuk mencapai sel telur. Semua hal ini pasti menyebabkan infertilitas pria.

Mengapa hal-hal ini terjadi? Para pakar berpendapat bahwa banyak EDC memiliki struktur yang mirip dengan hormon reproduksi seperti estrogen, progesteron, dan testosteron. Setelah EDC diserap ke dalam tubuh, zat tersebut berikatan dengan reseptor hormon, memengaruhi fungsi hormon. Dalam situasi seperti ini, EDC dapat berfungsi sebagai agonis, yang berarti meniru, atau antagonis, yang berarti menghentikan fungsi hormon target. Akibatnya, sistem hormon akan mengalami gangguan. Mengubah kadar hormon, mempengaruhi pembentukan atau metabolisme hormon, atau mengubah cara hormon berfungsi dapat menyebabkan masalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-04-27T113001.911.png
27/Apr/2024

Salah satu metode yang paling umum untuk menemukan berat badan ideal adalah dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). IMT dihitung dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (dalam meter). Selanjutnya, angka IMT digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang. Pedoman terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan status gizi orang Asia dewasa (lebih dari 20 tahun) sebagai berikut

 

Tips Mencapai Berat Badan Ideal untuk Promil

Jika Anda sedang menjalani program hamil secara alami atau melalui bantuan, saran berikut dapat membantu Anda mencapai berat badan yang sehat sebelum kehamilan:

  • Konsultasi dan pemeriksaan prakehamilan
    Ini adalah pemeriksaan medis sebelum kehamilan, juga dikenal sebagai checkup prakehamilan, di mana Anda tidak hanya akan diberitahu tentang kondisi kesehatan Anda saat ini, tetapi juga akan diberikan nasihat tentang cara menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga dengan benar untuk mencapai berat badan ideal sebelum kehamilan.
  • Tentukan tujuan penurunan berat badan yang dapat dicapai dan realistis
    Ini akan meningkatkan motivasi Anda untuk mencapai tujuan. Menurunkan berat badan sebanyak 0,5 hingga 1 kg setiap minggu hingga mencapai berat badan yang diinginkan adalah mungkin dan dapat dicapai.
  • Rutinitas olahraga
    Untuk aktivitas fisik ringan, seperti jalan pagi atau bersepeda, cukup 60 menit setiap hari dengan 5 kali latihan mingguan. Untuk aktivitas fisik yang lebih berat, seperti jogging, berlari, atau berenang, cukup 30 menit setiap hari dengan 5 kali latihan mingguan. Ada kemungkinan bahwa aktivitas ini dibagi menjadi beberapa sesi dalam satu hari. Jangan lupa untuk tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari Anda. Ini dapat termasuk:

    • Untuk mencapai lokasi tertentu, Anda dapat berjalan kaki daripada menggunakan mobil atau menggunakan tangga daripada lift.
    • Kurangi waktu duduk saat bekerja di depan layar dengan bangun, berdiri, dan berjalan secara teratur setiap satu jam. Selain itu, usahakan untuk tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer dengan melakukan aktivitas lain yang lebih aktif.
  • Usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi
    Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi, seperti:

    • Lima kelompok makanan membentuk pola makan bergizi seimbang, yaitu sayur-sayuran dan polong-polongan, buah-buahan, serealia utuh, susu dan produk olahannya, sumber protein seperti daging tanpa lemak, ayam, ikan, telur, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
    • Batasi makanan olahan seperti keripik, biskuit, daging berlemak, kue kering, kue, dan makanan siap saji.
    • Mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat dan makan secara teratur.
    • Hindari minuman manis dan alkohol, dan lebih banyak minum air putih.
    • Untuk makan siang dan makan malam, tambahkan lebih banyak sayur.
    • Untuk menghindari porsi makan yang berlebihan, gunakan piring yang lebih kecil.
  • Berhati-hatilah saat mengonsumsi suplemen makanan dan herbal
    Melatonin dan St. John’s wort adalah beberapa suplemen yang dapat menyebabkan masalah selama kehamilan.
  • Berkonsultasi dengan dokter Anda tentang jumlah berat badan yang disarankan saat hamil
    Menurut pedoman Institute of Medicine (IOM), IMT prakehamilan menentukan rekomendasi peningkatan berat badan yang sehat selama kehamilan. Secara umum, wanita dengan berat badan yang kurang sebelum kehamilan harus menambah berat badan lebih banyak untuk mendukung kehamilan ketimbang wanita dengan berat badan normal, sementara wanita yang berlebihan berat badan dan obesitas hanya perlu menambah berat badan sedikit.

 

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2021. All rights reserved.