fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Siklus-IVF-Langkah-Demi-Langkah-Membantu-Mewujudkan-Kehamilan.png
17/Dec/2025

In Vitro Fertilization (IVF) adalah salah satu metode reproduksi berbantu (assisted reproductive technology or ART) yang membantu individu atau pasangan yang mengalami kesulitan hamil secara alami. Pada proses ini, pembuahan sel telur dan sperma dilakukan di laboratorium, kemudian embrio yang dihasilkan dimasukkan ke dalam rahim (uterus).

Siklus IVF terdiri dari beberapa tahap utama yang dilakukan secara berurutan selama beberapa minggu. Berikut penjelasan lengkapnya:

 

  1. Persiapan dan Pemeriksaan Awal

Sebelum siklus IVF dimulai, dokter akan menyarankan serangkaian pemeriksaan, termasuk:

  • Pengujian cadangan ovarium (ovarian reserve) untuk mengetahui jumlah dan kualitas sel telur.
  • Analisis sperma untuk menilai jumlah, bentuk, dan kemampuan gerak sperma.
  • Pemeriksaan rahim melalui USG atau prosedur lain untuk memastikan kondisi yang optimal.
  • Skrining penyakit menular yang dapat memengaruhi kehamilan.

Pemeriksaan ini penting untuk merencanakan teknik dan dosis obat yang tepat selama siklus IVF.

 

  1. Stimulasi Ovarium

Dalam siklus alami, tubuh biasanya hanya mematangkan satu sel telur setiap bulan. Namun pada IVF, dokter memberikan obat hormon untuk merangsang ovarium menghasilkan lebih banyak telur dalam satu siklus. Obat ini biasanya diberikan melalui suntikan selama sekitar 8–14 hari.

Selama fase ini, perkembangan folikel yang berisi sel telur dipantau secara rutin melalui pemeriksaan darah dan USG.

 

  1. Pengambilan Telur (Egg Retrieval)

Setelah folikel matang, dokter akan memberikan suntikan pemicu ovulasi. Sekitar 36 jam kemudian, sel telur diambil dari ovarium menggunakan jarum halus yang diarahkan lewat vagina di bawah panduan USG. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius ringan.

Sel telur yang berhasil diambil kemudian dibawa ke laboratorium untuk tahap berikutnya.

 

  1. Fertilisasi & Pengembangan Embrio

Di laboratorium, sel telur yang diambil akan disatukan dengan sperma dari pasangan atau donor. Ada dua cara fertilisasi:

  • Inseminasi konvensional, yaitu mencampurkan telur dan sperma dalam cawan petri.
  • ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), yaitu menyuntikkan satu sperma langsung ke dalam sel telur biasanya dilakukan jika jumlah atau kualitas sperma rendah.

Telur yang berhasil dibuahi akan berkembang menjadi embrio selama beberapa hari di laboratorium, biasanya antara 3–5 hari.

 

  1. Transfer Embrio ke Rahim

Setelah embrio berkembang, dokter akan memilih satu atau lebih embrio yang dianggap paling sehat untuk ditransfer ke rongga rahim. Prosedur ini sederhana dan umumnya tidak memerlukan bius dilakukan dengan memasukkan embrio melalui kateter tipis lewat vagina dan serviks.

Jumlah embrio yang ditransfer sering disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, karena semakin banyak embrio dapat meningkatkan peluang hamil namun juga risiko kehamilan kembar.

 

  1. Periode Menunggu & Tes Kehamilan

Setelah transfer embrio, biasanya dokter menyarankan menunggu sekitar 9–14 hari sebelum melakukan tes darah untuk memeriksa hormon kehamilan (hCG). Hasil positif menandakan embrio telah berhasil menempel di dinding rahim.

Jika embrio tidak menempel atau tes negatif, siklus IVF dapat diulang dengan penyesuaian sesuai rekomendasi dokter.

 

Berapa Lama Siklus IVF?

Secara keseluruhan, satu siklus IVF dari stimulasi ovarium hingga transfer embrio biasanya membutuhkan waktu sekitar 4–6 minggu. Lama proses ini bergantung pada kondisi medis dan protokol klinik yang dipilih.

 

Opsi Tambahan: Pembekuan Embrio

Jika terdapat lebih banyak embrio yang berkualitas setelah tahap fertilisasi, sisa embrio dapat dibekukan (cryopreserved) untuk digunakan pada siklus berikutnya. Ini dapat menghemat waktu, biaya, dan mengurangi kebutuhan stimulasi ovarium berulang di kemudian hari.

 

Siapa yang Cocok Menjalani IVF?

IVF sering dipilih oleh:

  • Pasangan yang mengalami infertilitas atau kegagalan metode inseminasi lain (IUI).
  • Kondisi medis seperti endometriosis, saluran tuba tersumbat, atau rendah jumlah sperma.
  • Individu atau pasangan yang ingin menggunakan donor sel telur atau sperma.

 

Siklus IVF adalah proses reproduksi berbantu yang kompleks namun efektif untuk membantu kehamilan ketika cara alami tidak berhasil. Tahapan utama meliputi pemeriksaan awal, stimulasi ovarium, pengambilan telur, fertilisasi di laboratorium, pengembangan embrio, hingga transfer embrio ke rahim. Keberhasilan IVF dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia pasien, kualitas sel telur dan sperma, serta pengalaman klinik yang menangani prosedur ini.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Ini-Penjelasannya-Bagaimana-PCOS-Dapat-Diobati.png
16/Dec/2025

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah kondisi ketika tubuh perempuan mengalami ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi siklus haid, proses pelepasan sel telur, serta kondisi kulit dan berat badan. Meskipun PCOS tidak bisa disembuhkan total, kondisi ini bisa dikendalikan dengan perawatan yang tepat.
Setiap perempuan dapat menjalani penanganan yang berbeda, tergantung gejala yang paling mengganggu apakah haid tidak teratur, muncul jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, atau kesulitan hamil.

 

Berikut penjelasan mengenai bagaimana PCOS diobati.

  1. Mengatur Siklus Haid yang Tidak Teratur

Haid yang jarang atau tidak datang berbulan-bulan adalah keluhan yang paling sering muncul pada PCOS. Untuk menormalkan kembali siklus bulanan, dokter biasanya memberikan obat yang membantu menyeimbangkan hormon.

  • Pil KB kombinasi (estrogen + progesteron)

Pil KB kombinasi membantu:

  • membuat haid kembali rutin tiap bulan
  • mengurangi rasa nyeri saat haid
  • mengurangi jerawat
  • menurunkan pertumbuhan rambut berlebih

Pil KB bukan untuk mencegah kehamilan saja, tetapi juga untuk menstabilkan hormon yang tidak seimbang.

  • Progesteron dosis tertentu

Dokter dapat memberikan progesteron dalam bentuk pil atau suntikan selama beberapa hari dalam satu siklus.
Tujuannya:

  • memancing keluarnya haid
  • mencegah penebalan dinding rahim berlebihan yang bisa berbahaya jika haid tidak keluar dalam waktu lama

Cara kerja progesteron: tubuh diberikan “sinyal” bahwa masa haid sudah tiba, sehingga dinding rahim luruh.

 

  1. Mengatasi Jerawat dan Rambut Berlebih

Perempuan dengan PCOS sering mengalami jerawat parah atau rambut tumbuh lebih lebat pada wajah, dagu, dada, atau perut. Ini terjadi karena tubuh memproduksi lebih banyak hormon pemicu pertumbuhan rambut.

  • Pil KB kombinasi

Selain menormalkan haid, pil ini juga membantu:

  • mengurangi produksi hormon pemicu minyak berlebih
  • meredakan jerawat
  • mengurangi pertumbuhan rambut berlebih dalam jangka panjang
  • Spironolactone

Spironolactone adalah obat yang membantu menekan pertumbuhan rambut berlebih dan membuat jerawat lebih terkendali.
Biasanya digunakan bersama pil KB agar efeknya lebih kuat dan penggunaan obat lebih aman.

  • Perawatan kulit tambahan

Dokter kulit dapat memberikan:

  • krim khusus jerawat
  • obat minum untuk jerawat tertentu
  • perawatan laser untuk rambut berlebih

Obat-obatan ini tidak menyembuhkan PCOS, tetapi mengurangi gejala yang muncul pada kulit.

 

  1. Mengendalikan Gula Darah dan Nafsu Makan Berlebih

Banyak perempuan dengan PCOS mengalami masalah pengolahan gula. Tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon pengatur gula sehingga lebih mudah lapar, cepat lelah, dan berat badan naik.

  • Metformin

Metformin membantu tubuh:

  • lebih mudah memproses gula
  • mengurangi rasa lapar berlebih
  • membantu menurunkan berat badan
  • membuat siklus haid lebih teratur karena gula darah lebih stabil

Metformin sering diberikan untuk perempuan PCOS yang memiliki kelebihan berat badan atau hasil pemeriksaan gula darah tidak normal.

 

  1. Membantu Kehamilan bagi Perempuan yang Sedang Program

PCOS sering membuat sel telur sulit matang atau tidak dilepaskan setiap bulan. Untuk membantu proses kehamilan, dokter memberi obat yang menstimulasi pelepasan sel telur.

  • Letrozole

Saat ini menjadi salah satu pilihan utama untuk merangsang ovulasi (pelepasan sel telur). Banyak perempuan berhasil hamil dengan obat ini.

  • Clomiphene

Sudah lama digunakan untuk memancing ovulasi. Cara kerjanya membuat tubuh mengirim sinyal agar indung telur melepas sel telur.

  • Suntikan hormon (gonadotropin)

Digunakan jika obat sebelumnya tidak berhasil. Suntikan ini merangsang indung telur lebih kuat.
Biasanya digunakan dengan pemantauan ketat oleh dokter.

  • Laparoskopi ovarium

Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan tindakan kecil menggunakan alat khusus untuk membantu indung telur bekerja lebih baik.

  • Program bayi tabung (IVF)

Digunakan pada kasus PCOS yang sulit hamil meski sudah mencoba berbagai cara.

 

  1. Perubahan Gaya Hidup yang Sangat Penting

Meski terdengar sederhana, gaya hidup adalah salah satu “obat” penting untuk PCOS.

 

  • Menurunkan berat badan 5–10%

Hanya dengan menurunkan sedikit berat badan, banyak perempuan PCOS mengalami:

  • haid yang mulai rutin
  • jerawat berkurang
  • nafsu makan lebih terkendali
  • peluang hamil meningkat

 

  • Pola makan yang lebih sehat

Dokter biasanya menyarankan untuk:

  • mengurangi gula dan tepung putih
  • mengurangi minuman manis
  • makan lebih banyak sayur, buah, dan protein
  • memilih sumber karbohidrat yang lebih stabil (nasi merah, roti gandum)

 

  • Rutin melakukan aktivitas fisik

Tidak perlu olahraga berat.
Cukup:

  • jalan kaki 30 menit
  • bersepeda
  • jogging ringan
  • workout ringan di rumah

Aktivitas fisik membantu gula darah lebih stabil dan hormon lebih seimbang.

 

  • PCOS Tidak Bisa Hilang Sepenuhnya, Tapi Bisa Dikendalikan

Walau tidak bisa sembuh total, PCOS bisa dikelola dengan baik sehingga gejalanya jauh berkurang.
Tujuan pengobatan adalah:

  • membuat haid teratur
  • mengurangi masalah kulit dan rambut
  • membantu program hamil
  • menjaga gula darah tetap normal
  • mencegah komplikasi jangka panjang

Perawatan PCOS tidak untuk “menyembuhkan”, tetapi untuk membuat tubuh berfungsi senormal mungkin dan mencegah masalah kesehatan di masa depan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Apakah-PCOS-Bisa-Diobati-Ini-Penjelasannya.png
13/Dec/2025

PCOS adalah kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon pada perempuan. Banyak yang bertanya apakah PCOS bisa sembuh total. Jawabannya: PCOS belum bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya bisa dikendalikan sehingga tubuh tetap sehat dan aktivitas tetap normal.

Walaupun tidak ada obat yang bisa menghilangkan PCOS selamanya, ada banyak cara yang terbukti efektif untuk mengatur haid, mengurangi jerawat, mengatasi rambut berlebih, menurunkan keluhan kelelahan, dan bahkan membantu perempuan dengan PCOS untuk hamil. 

 

Mengapa PCOS Tidak Bisa Disembuhkan Sepenuhnya?

PCOS melibatkan banyak hal sekaligus: hormon, cara tubuh mengolah gula, dan faktor keturunan. Karena itu, tidak ada satu obat yang bisa memperbaiki semuanya dalam waktu singkat. Namun, kondisi ini bisa dikelola seperti mengelola tekanan darah atau kolesterol — dengan perawatan yang tepat, gejala dapat membaik dan risiko jangka panjang bisa dicegah.

 

Cara Mengendalikan PCOS agar Gejalanya Lebih Ringan

  1. Mengatur Pola Makan dan Berat Badan

Perubahan gaya hidup adalah langkah pertama yang paling membantu banyak perempuan. Menjaga pola makan seimbang dan aktif bergerak membuat tubuh lebih mudah mengatur hormon. Bahkan penurunan berat badan sedikit saja dapat memperbaiki siklus haid dan membantu tubuh mengolah gula dengan lebih baik.

  1. Obat Pengatur Haid

Untuk perempuan yang tidak sedang merencanakan kehamilan, dokter biasanya memberikan obat yang membantu menstabilkan siklus haid. Obat ini membuat haid datang lebih teratur, sekaligus mengurangi masalah kulit seperti jerawat atau minyak berlebih.

  1. Obat untuk Membantu Tubuh Mengolah Gula

Sebagian perempuan dengan PCOS memiliki tubuh yang sulit merespons insulin. Ada obat tertentu yang dapat membantu tubuh mengatur gula darah dengan lebih baik. Ketika gula darah lebih stabil, siklus haid sering ikut membaik.

  1. Perawatan untuk Jerawat dan Rambut Berlebih

Beberapa obat atau krim dapat membantu mengurangi jerawat dan pertumbuhan rambut berlebih. Perawatan ini tidak menghilangkan PCOS, tetapi membantu mengatasi efek yang muncul di kulit dan rambut.

  1. Perawatan untuk Mendukung Kehamilan

Untuk perempuan yang ingin hamil namun sulit ovulasi karena PCOS, dokter biasanya memberikan obat khusus untuk merangsang pelepasan sel telur. Pada beberapa kasus, dokter dapat menggunakan metode tambahan jika tubuh membutuhkan bantuan lebih. Banyak perempuan dengan PCOS berhasil hamil setelah menjalani perawatan ini.

 

Bisakah PCOS Hilang Sendiri?

PCOS tidak hilang begitu saja, tetapi gejalanya bisa berubah seiring waktu. Ada perempuan yang mengalami gejala lebih ringan setelah mengatur gaya hidup, dan ada yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Yang penting adalah mengenal tubuh sendiri dan rutin memeriksa kondisi ke dokter agar perubahan hormon bisa dipantau.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya

 


Haid-yang-Tidak-Teratur-Kenali-Apa-itu-PCOS.png
12/Dec/2025

Banyak perempuan kerap menghadapi masalah haid yang datang terlambat, tidak teratur, atau bahkan tidak muncul selama beberapa bulan. Salah satu kondisi yang sering menjadi penyebab adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), yaitu gangguan hormonal yang memengaruhi fungsi indung telur.

Apa Itu PCOS?

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah kondisi gangguan hormonal yang terjadi pada perempuan usia reproduksi, di mana indung telur (ovarium) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada proses pematangan dan pelepasan sel telur, sehingga berdampak pada siklus menstruasi, kesuburan, serta berbagai perubahan pada tubuh.

Mengapa PCOS bisa terjadi?

Penyebab pasti belum diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan:

  • Faktor genetik

  • Ketidakseimbangan hormon

  • Resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh sulit menggunakan gula darah dengan baik.

Dampak PCOS

PCOS bukan hanya memengaruhi haid, tetapi juga dapat meningkatkan risiko:

  • Kesulitan hamil

  • Diabetes tipe 2

  • Gangguan metabolisme

  • Kenaikan berat badan

  • Masalah kulit dan rambut

Faktor yang Menyebabkan PCOS?

Hingga saat ini, penyebab pasti PCOS belum diketahui. Namun, faktor genetik dan perubahan hormon sejak masa remaja diyakini berperan dalam perkembangan kondisi ini. PCOS dapat dialami sejak awal pubertas dan bersifat jangka panjang. Meski demikian, gejalanya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, olahraga rutin, serta penanganan medis yang tepat.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Cara-Alami-Meningkatkan-Jumlah-dan-Kualitas-Sperma.png
11/Dec/2025

Banyak pasangan yang tengah berusaha memiliki momongan belum menyadari bahwa kualitas serta jumlah sperma memegang peran penting dalam keberhasilan pembuahan. Sperma merupakan sel reproduksi pria yang membawa materi genetik untuk membuahi sel telur wanita. Dalam sekali ejakulasi, pria dapat menghasilkan jutaan sperma, namun hanya sebagian yang benar-benar sehat dan berkualitas. Karena itu, menjaga kesehatan sperma menjadi salah satu kunci penting dalam upaya meningkatkan kesuburan pria.

Secara umum, jumlah sperma yang dianggap normal adalah sekitar 15 juta per mililiter air mani atau lebih. Namun, tidak hanya jumlah yang perlu diperhatikan. Kualitas spermamulai dari bentuk, kemampuan bergerak, hingga kekuatan DNA memiliki pengaruh besar terhadap peluang kehamilan. Ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma.

1. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur Kaya Antioksidan

Buah dan sayuran berwarna terang seperti tomat, jeruk, wortel, dan bayam mengandung antioksidan seperti likopen, vitamin C, dan vitamin E. Nutrisi ini membantu melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas serta meningkatkan motilitas sperma. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi likopen secara rutin dapat memperbaiki bentuk dan meningkatkan jumlah sperma.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Kurang minum dapat memengaruhi volume air mani dan menghambat penyaluran nutrisi ke sel sperma. Usahakan minum setidaknya delapan gelas air setiap hari. Anda juga bisa mendapatkan asupan cairan tambahan dari buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan timun.

3. Lakukan Olahraga Secara Teratur

Aktivitas fisik membantu meningkatkan kadar testosteron dan memperlancar aliran darah, yang berdampak positif pada produksi sperma. Pilih olahraga intensitas ringan hingga sedang seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda ringan. Sebaliknya, olahraga yang terlalu berat dapat meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan kualitas sperma.

4. Kelola Stres dan Jaga Pola Tidur

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang berpotensi menekan produksi testosteron dan sperma. Pastikan Anda tidur 7–9 jam setiap malam. Untuk membantu mengatasi stres, cobalah melakukan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan.

5. Hindari Paparan Suhu Panas di Area Testis

Suhu panas dapat menghambat proses pembentukan sperma. Hindari kebiasaan berendam air panas terlalu lama, sering menggunakan sauna, atau menaruh laptop di atas pangkuan. Pilih celana dalam yang longgar agar sirkulasi udara tetap optimal.

6. Jauhi Rokok, Alkohol, dan Narkoba

Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak DNA sperma dan mengurangi jumlahnya. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menurunkan kadar hormon seks pria. Selain itu, penggunaan obat terlarang seperti ganja dan narkotika dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel sperma.

7. Penuhi Asupan Vitamin dan Mineral Penting

Beberapa nutrisi berperan penting dalam pembentukan sperma sehat, seperti:

  • Zinc, untuk produksi testosteron dan sperma.

  • Vitamin C dan E, sebagai antioksidan alami.

  • Asam folat (B9), untuk pembentukan DNA sperma.

  • Selenium, mendukung pergerakan sperma.

  • Omega-3, membantu menjaga struktur membran sel sperma.

Sumber nutrisi ini dapat diperoleh dari ikan laut, telur, sayuran hijau, serta kacang-kacangan.

8. Batasi Konsumsi Gula dan Lemak Jenuh

Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko obesitas serta gangguan hormon yang memengaruhi kualitas sperma. Pilihlah lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan ikan berlemak. Menerapkan pola makan seimbang juga membantu menjaga berat badan ideal.

9. Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Kelebihan berat badan dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menurunkan produksi sperma. Penurunan berat badan secara bertahap melalui pola makan sehat dan olahraga rutin dapat meningkatkan kesuburan dalam beberapa bulan.

10. Jaga Ritme Ejakulasi dan Hubungan Intim

Ejakulasi secara teratur membantu menjaga kualitas sperma. Terlalu sering ejakulasi dapat mengurangi jumlah sperma, sementara terlalu jarang bisa membuat kualitasnya menurun. Frekuensi hubungan intim 2–3 kali seminggu umumnya cukup untuk menjaga kesegaran sperma.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Jumlah-Sperma-Sedikit-Waspadai-Oligospermia-dan-Dampaknya-pada-Kesuburan.png
09/Dec/2025

Oligospermia adalah kondisi di mana jumlah sel sperma dalam air mani (ejakulat) lebih rendah daripada normal. Menurut definisi medis, pria dikatakan mengalami oligospermia jika saat ejakulasi, konsentrasi sperma kurang dari 15 juta sperma per mililiter (mL).

Dengan jumlah sperma sedikit, peluang sperma berhasil membuahi sel telur menurun sehingga oligospermia tergolong sebagai salah satu penyebab utama kesulitan memiliki anak atau infertilitas pria.

 

Penyebab Oligospermia: Faktor yang Perlu Diwaspadai

Banyak hal bisa menyebabkan produksi sperma turun mulai dari masalah kesehatan, gaya hidup, hingga faktor lingkungan. Berikut penyebab yang paling umum:

  • Kelainan medis seperti pembengkakan pembuluh darah di skrotum (varikokel), gangguan hormon, infeksi organ reproduksi, atau sumbatan saluran sperma.
  • Paparan terhadap zat beracun misalnya logam berat, bahan kimia, pestisida yang dapat merusak produksi sperma.
  • Suhu terlalu panas di area testis misalnya sering menggunakan pakaian terlalu ketat, sering terkena panas tinggi, atau berendam lama di air panas.
  • Gaya hidup tidak sehat: merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kelebihan berat badan, pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, stres.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu atau paparan zat yang mengganggu hormon dan produksi sperma.

Karena penyebabnya beragam, penting untuk mengevaluasi gaya hidup dan faktor medis jika Anda atau pasangan merencanakan kehamilan.

 

Gejala & Bagaimana Mengetahuinya

Salah satu tantangan dengan oligospermia: kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala khusus Anda mungkin tidak merasakan perubahan apapun.

Berikut beberapa indikasi yang mungkin muncul bila oligospermia disebabkan oleh masalah tambahan:

  • Komplikasi fungsi seksual: libido menurun, disfungsi ereksi.
  • Rasa sakit atau pembengkakan di area testis jika ada infeksi, varikokel, atau sumbatan saluran sperma.
  • Pasangan sulit hamil meskipun sudah berhubungan intim rutin tanpa alat kontrasepsi selama lebih dari satu tahun.

Untuk memastikan, dibutuhkan pemeriksaan laboratorium sperma (analisis semen). Hanya melalui tes tersebut dokter bisa mengevaluasi jumlah, kualitas, dan kemampuan sperma.

 

Apa yang Bisa Dilakukan?

Penanganan oligospermia sangat tergantung penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan:

  • Perubahan gaya hidup sehat: berhenti merokok, kurangi alkohol, hindari panas berlebih di area testis, jaga berat badan ideal, makan makanan seimbang, dan rajin berolahraga.
  • Menghindari paparan zat beracun: jika bekerja di lingkungan dengan bahan kimia, gunakan perlindungan dan batasi kontak langsung.
  • Pengobatan medis jika ada gangguan: misalnya pengobatan infeksi, operasi untuk varikokel, ataupun terapi hormon jika diperlukan.
  • Pendekatan kesuburan dengan bantuan medis: jika sperma sangat sedikit atau kualitasnya rendah, ada metode reproduksi berbantu seperti inseminasi atau fertilisasi in vitro (IVF / ICSI) menggunakan sel sperma sehat untuk membantu pembuahan.

 

Memiliki oligospermia tidak berarti mustahil memiliki anak. Banyak pasangan berhasil mencapai kehamilan, terutama jika penyebabnya bisa ditangani atau dengan bantuan teknik medis. Namun kondisi ini memang bisa membuat proses kehamilan memerlukan waktu dan usaha lebih.

Yang paling penting: deteksi dini, evaluasi gaya hidup, dan konsultasi dengan dokter spesialis. Dengan langkah tepat medis maupun perubahan hidup peluang untuk memiliki keturunan tetap terbuka.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


ANC-di-Masa-Kini-Manfaat-Tantangan-Pentingnya-Kesadaran-Ibu-Hamil.png
08/Dec/2025

ANC dan Perannya dalam Mengurangi Risiko Kesehatan

Layanan antenatal care memungkinkan deteksi dini berbagai risiko seperti anemia, preeklampsia, infeksi, atau gangguan tumbuh-kembang janin. Denga intervensi cepat, banyak komplikasi bisa dicegah ibu tetap sehat, janin berkembang optimal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan ANC rutin cenderung melahirkan bayi dengan berat lahir normal dan jarang mengalami komplikasi persalinan berat.

 

Edukasi & Dukungan: Lebih dari Sekadar Periksa Fisik

ANC juga memberikan ruang untuk edukasi dan konseling bukan hanya soal pemeriksaan medis. Ibu bisa belajar tentang:

  • Asupan nutrisi yang tepat selama kehamilan
  • Persiapan persalinan dan kelahiran
  • Perawatan nifas dan menyusui
  • Kesehatan mental ibu misalnya mencegah risiko stres, kecemasan, atau postpartum blues

Dengan dukungan ini, ibu merasa lebih siap dan percaya diri menjelang kelahiran.

 

Tantangan Pelaksanaan ANC di Lapangan

Meski manfaatnya besar, sejumlah studi menunjukkan bahwa masih ada ibu hamil yang belum rutin menjalani ANC terkadang disebabkan akses layanan terbatas, kurangnya edukasi, atau dukungan keluarga yang minim.

Situasi seperti ini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi dengan berat lahir rendah atau kondisi kurang optimal.

 

Upaya Memperluas Akses dan Kesadaran ANC

Untuk meningkatkan cakupan ANC, perlu kolaborasi antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan (puskesmas, klinik, RS), dan edukasi komunitas. Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Edukasi ibu hamil dan keluarga tentang manfaat ANC sejak dini
  • Mempermudah akses pemeriksaan (lokasi dekat, jam fleksibel)
  • Pendampingan oleh tenaga kesehatan, kader, dan keluarga selama kehamilan
  • Pemantauan rutin dan follow-up untuk kehamilan berisiko tinggi

 

Dalam konteks kesehatan ibu dan anak, Antenatal Care bukan pilihan melainkan keharusan. Dengan komitmen dari ibu, tenaga kesehatan, dan lingkungan terdekat, ANC dapat menjamin bahwa kehamilan, persalinan, dan awal kehidupan bayi berlangsung dengan aman dan sehat.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Mengapa-Antenatal-Care-Penting-Kunci-Kehamilan-Sehat-bagi-Ibu-Janin.png
04/Dec/2025

Apa Itu Antenatal Care (ANC)?

Antenatal Care disingkat ANC adalah rangkaian pemeriksaan kehamilan secara rutin yang dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti bidan atau dokter kandungan. Tujuannya adalah memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin, serta mendeteksi dini potensi risiko kehamilan sehingga bisa diatasi tepat waktu.

 

Manfaat ANC bagi Ibu dan Janin

  • Deteksi dan pencegahan komplikasi sejak dini
    Dengan ANC, dokter bisa mendeteksi risiko seperti tekanan darah tinggi, anemia, gangguan tumbuh-kembang janin, atau kelainan lain yang bisa mengancam keselamatan ibu dan bayi. Deteksi dini memungkinkan pengobatan atau tindakan pencegahan lebih awal.
  • Pemantauan perkembangan janin dan pertumbuhan ibu
    Pemeriksaan rutin seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi rahim (fundus), serta cek detak jantung dan posisi janin membantu memastikan janin tumbuh sesuai usia kehamilan dan posisi persalinan aman.
  • Persiapan persalinan dan masa nifas
    Melalui ANC, ibu mendapat edukasi mengenai persiapan persalinan, menyusui, dan pemulihan pascapersalinan. Ini penting agar ibu siap secara fisik dan mental memasuki proses persalinan dan merawat bayi.
  • Mengurangi risiko kematian ibu dan bayi & mencegah berat lahir rendah
    Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang rutin menjalani ANC memiliki risiko lebih kecil melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dan lebih aman dari komplikasi serius selama kehamilan.

 

Kapan dan Seberapa Sering ANC Harus Dilakukan?

Standar yang dianjurkan di Indonesia adalah minimal 6 kali pemeriksaan selama kehamilan: 1× pada trimester pertama, 2× di trimester kedua, dan 3× di trimester ketiga.
Namun jika ada faktor risiko (misalnya hipertensi, riwayat komplikasi, kehamilan kembar), dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lebih sering.

 

Standar Pemeriksaan dalam ANC: “10 T”

Selama kunjungan ANC, ibu biasanya menjalani prosedur berikut:

  1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
  2. Cek tekanan darah
  3. Periksa status gizi (lingkar lengan atas)
  4. Ukur tinggi fundus uteri (pertumbuhan janin)
  5. Cek presentasi dan denyut jantung janin
  6. Imunisasi tetanus (TT)
  7. Pemberian tablet zat besi / suplemen tambahan
  8. Tes laboratorium (darah, urine, dsb.)
  9. Penanganan atau rujukan jika ditemukan komplikasi
  10. Konseling tentang persalinan, nutrisi, pola hidup, dan persiapan pascapersalinan

 

Rutin mengikuti Antenatal Care berarti memberi peluang terbaik untuk kehamilan sehat, persalinan aman, dan bayi lahir sehat. ANC bukan sekedar pemeriksaan ini bentuk tanggung jawab bagi ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk memastikan masa kehamilan dan persalinan berlangsung seaman mungkin.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Histeroskopi-Pemeriksaan-Modern-yang-Membantu-Menangani-Masalah-Kesuburan.png
03/Dec/2025

Histeroskopi adalah prosedur medis yang digunakan untuk memeriksa kondisi bagian dalam rahim dan leher rahim. Pemeriksaan ini memakai alat bernama histeroskop sebuah selang tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera di ujungnya. Kamera ini memungkinkan dokter melihat langsung kondisi rongga rahim melalui monitor.

Tergantung tujuan pemeriksaan, histeroskopi dibagi ke dalam dua jenis:

  • Histeroskopi diagnostik — hanya untuk melihat struktur rahim dan mendiagnosis kelainan.
  • Histeroskopi operatif — dilakukan jika ditemukan kelainan yang bisa diperbaiki, misalnya mengangkat polip, miom kecil, atau memperbaiki kelainan struktural rahim.

 

Kapan Histeroskopi Dibutuhkan?

Dokter biasanya menyarankan histeroskopi jika pasien mengalami kondisi atau gejala tertentu, seperti:

  • Perdarahan rahim tidak normal misalnya haid sangat berat, perdarahan di luar siklus menstruasi, atau perdarahan setelah menopause
  • Kesulitan hamil atau mempertahankan kehamilan, termasuk riwayat keguguran berulang
  • Kecurigaan adanya polip, miom, jaringan parut, atau kelainan bentuk rahim
  • Untuk melepaskan intrauterine device (IUD) jika sulit dikeluarkan dengan cara biasa

Dengan histeroskopi, dokter tidak hanya bisa memeriksa adanya kelainan tetapi juga segera menangani banyak kelainan kecil dalam satu prosedur.

 

Prosedur Histeroskopi: Bagaimana Jalannya

Secara umum, langkah-langkah histeroskopi adalah sebagai berikut:

  1. Pasien berbaring dengan posisi kaki ditekuk dan dibuka lebar.
  2. Dokter akan memasukkan spekulum ke vagina untuk membuka dinding vagina sehingga leher rahim bisa diakses.
  3. Setelah vagina dibersihkan, histeroskop perlahan dimasukkan melalui vagina melewati leher rahim, lalu ke dalam rongga rahim.
  4. Agar rongga rahim terlihat jelas, dokter akan memasukkan cairan atau gas steril untuk “mengembang” rahim sehingga kamera bisa menangkap gambar dengan baik.
  5. Bila ada kelainan seperti polip, miom kecil, atau jaringan abnormal, alat khusus dapat dimasukkan lewat histeroskop untuk mengangkat atau mengambil sampel jaringan (biopsi).

Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 15–60 menit, tergantung apakah hanya diagnosis saja atau termasuk tindakan operatif.

 

Pemulihan Pasca-Histeroskopi

  • Setelah prosedur, pasien bisa langsung dipulangkan dalam hari yang sama jika kondisinya stabil.
  • Beberapa hari pertama, mungkin muncul gejala ringan seperti kram, sedikit perdarahan atau flek, yang umumnya normal.
  • Jika histeroskopi dilakukan untuk biopsi atau pengangkatan jaringan, hasil pemeriksaan bisa cepat (langsung) atau harus menunggu beberapa hari/minggu tergantung tes.

 

Risiko dan Efek Samping Apa yang Perlu Diketahui

Secara umum, histeroskopi termasuk prosedur yang aman dan minim invasif. Namun seperti tindakan medis lain, ada kemungkinan komplikasi meskipun jarang.

Kemungkinan komplikasi meliputi:

  • Infeksi rahim atau panggul
  • Perdarahan berlebihan
  • Perforasi (robek) rahim atau organ di sekitar rahim seperti kandung kemih atau usus ini sangat jarang terjadi
  • Reaksi terhadap cairan yang digunakan untuk mengembang rahim

Jika setelah prosedur Anda mengalami demam, kram hebat, atau perdarahan berat sebaiknya segera hubungi dokter.

 

Manfaat Histeroskopi dalam Penanganan Kesehatan Wanita

Histeroskopi sangat berguna karena memungkinkan diagnosis dan tindakan pengobatan dalam satu prosedur tanpa perlu operasi besar atau sayatan.

Beberapa manfaat nyata:

  • Menangani perdarahan rahim abnormal secara langsung
  • Mengangkat polip atau miom kecil tanpa harus operasi besar
  • Membantu penyebab ketidaksuburan, kemandulan, atau keguguran berulang sehingga meningkatkan peluang kehamilan bagi banyak wanita.

Dalam banyak kasus, histeroskopi bisa menjadi solusi efektif dan relatif ringan dibandingkan metode lain.

 

Persiapan Sebelum Menjalani Histeroskopi

Sebelum prosedur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar histeroskopi aman dan hasilnya optimal:

  • Bicarakan dengan dokter apakah perlu puasa dulu sebelum prosedur
  • Hindari penggunaan tampon, douche, atau obat yang dimasukkan ke vagina sebelum tindakan
  • Beri tahu dokter tentang obat, suplemen, atau kondisi medis lain (misalnya sedang haid)
  • Anda bisa minum obat pereda nyeri ringan sekitar 1 jam sebelum prosedur bila dianjurkan dokter untuk mengurangi ketidaknyamanan
  • Ajukan pertanyaan ke dokter tentang tindakan, risiko, dan perawatan pasca prosedur

 

Histeroskopi adalah prosedur penting dalam pemeriksaan dan penanganan berbagai kelainan rahim dari perdarahan abnormal, polip, miom, sampai masalah kesuburan. Dengan teknik yang relatif aman dan dampak minimal terhadap tubuh, histeroskopi memberi kesempatan diagnosis dan pengobatan dalam satu langkah. Namun, seperti prosedur medis lainnya, penting bagi pasien untuk memahami tujuan, manfaat, serta potensi risiko sebelum memutuskan menjalani tindakan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Kenali-Radang-Panggul-Infeksi-Reproduksi-Wanita-yang-Sering-Diabaikan.png
01/Dec/2025

Radang panggul dikenal juga dengan istilah Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi yang menyerang organ reproduksi wanita, termasuk serviks, rahim, tuba falopi, dan ovarium. Infeksi ini biasanya dimulai dari bakteri di vagina atau serviks yang menjalar ke organ reproduksi bagian dalam.

Penyebab paling umum adalah bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS), khususnya Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae, serta kuman lain seperti Mycoplasma, Gardnerella, atau virus tertentu.

Radang panggul paling sering terjadi pada wanita usia produktif terutama yang aktif secara seksual dan memiliki faktor risiko seperti berganti pasangan seks, berhubungan tanpa kondom, atau riwayat IMS sebelumnya.

 

Gejala yang Sering Terjadi

Gejala radang panggul bisa bervariasi dari ringan tak terasa hingga cukup mengganggu. Beberapa tanda khas antara lain:

  • Nyeri di area panggul atau perut bagian bawah, terutama yang makin terasa saat bergerak.
  • Keputihan berlebih, berwarna kekuningan atau kehijauan, dengan bau tidak sedap.
  • Rasa sakit saat buang air kecil atau berhubungan intim (dispareunia).
  • Pendarahan di luar jadwal menstruasi, haid lebih berat dari normal, atau perdarahan setelah berhubungan.
  • Demam, menggigil, mual, muntah, badan terasa tidak enak tanda infeksi telah meluas.

Namun penting diketahui: pada tahap awal, radang panggul kadang tidak menunjukkan gejala sehingga banyak kasus luput dari deteksi.

Karena gejalanya mirip beberapa kondisi lain seperti infeksi saluran kemih, kista ovarium, atau nyeri haid biasa, diagnosis dokter sangat penting bila ada tanda-tanda risiko.

 

Dampak Jika Tidak Ditangani

Radang panggul yang diabaikan bisa membawa komplikasi serius. Beberapa risiko jangka panjang meliputi:

  • Kerusakan permanen pada organ reproduksi tuba falopi bisa tersumbat atau rusak, mengganggu kesuburan.
  • Kehamilan di luar kandungan (ektopik), karena tuba falopi tidak mampu memindahkan sel telur dengan benar.
  • Nyeri panggul kronis yang dapat berlangsung lama dan memengaruhi kualitas hidup.
  • Risiko abses (penumpukan nanah) pada indung telur atau tuba falopi, bahkan infeksi berat jika bakteri menyebar ke darah.

Karena itu, pengobatan dan penanganan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko jangka panjang.

 

Bagaimana Radang Panggul Didiagnosis?

Diagnosis radang panggul biasanya dilakukan melalui kombinasi metode:

  • Wawancara medis dan riwayat kesehatan, termasuk riwayat infeksi menular seksual.
  • Pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa sensitivitas dan pembengkakan pada area pelvis.
  • Tes usap (swab) untuk mendeteksi bakteri pada serviks atau vagina.
  • Pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau urine, USG organ reproduksi; bila perlu, pemeriksaan lanjutan seperti laparoskopi.

Karena radang panggul bisa menyerupai banyak kondisi lain, prosedur pemeriksaan yang komprehensif membantu menentukan diagnosis dengan tepat.

 

Pengobatan: Antibiotik dan Penanganan Medis yang Tepat

Perawatan utama untuk radang panggul adalah pemberian antibiotik sesuai jenis infeksi dan tingkat keparahannya. Umumnya, antibiotik dikonsumsi selama kurang lebih dua minggu. Pasangan seksual juga disarankan untuk diperiksa dan diobati agar infeksi tidak terus berulang.

Jika infeksi sudah parah, membentuk abses, atau tidak merespon antibiotik oral, dokter mungkin merekomendasikan perawatan intensif di rumah sakit termasuk pemberian antibiotik lewat infus. Dalam beberapa kasus, operasi untuk mengeringkan abses atau membersihkan lokasi infeksi bisa diperlukan.

Selama pemulihan, disarankan untuk tidak berhubungan seks, agar saluran reproduksi dapat sembuh total dan tidak terjadi penularan ulang.

 

Cara Mencegah Radang Panggul

Pencegahan radang panggul terutama terkait pada pola hidup dan kesehatan reproduksi. Berikut langkah-langkah yang disarankan:

  • Gunakan kondom saat berhubungan seks, terutama jika berganti pasangan atau belum menikah.
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual tanpa proteksi.
  • Periksakan kesehatan reproduksi secara rutin termasuk skrining IMS jika berisiko.
  • Bersihkan area kewanitaan dengan benar (dari depan ke belakang) untuk mencegah bakteri masuk ke saluran reproduksi.
  • Jika berencana memasang alat kontrasepsi (misalnya spiral), diskusikan dulu dengan dokter mengenai risiko dan cara menjaga kebersihan.

 

Radang panggul seringkali berjalan tanpa gejala jelas terutama di awal infeksi. Oleh karena itu, penting bagi wanita aktif secara seksual untuk mengenali potensi faktor risiko dan menjaga kesehatan reproduksi secara sadar. Pemeriksaan rutin dan akses ke layanan kesehatan bisa membantu mendeteksi sedini mungkin dan mendapat pengobatan tepat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.