fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
keguguran-berulang.png
09/Mar/2023

Keguguran dapat disebut keguguran berulang jika telah terjadi sebanyak 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga masalah Kesehatan tertentu. Bila anda pernah mengalami keguguran, jangan berkecil hati. Berbagai Langkah pencegahan dapat dilakukan guna mencegah keguguran kembali terjadi serta menjalani kehamilan dengan lancar dan sehat.

Penyebab Keguguran Berulang

Ada beberapa penyebab keguguran berulang bisa terjadi, antara lain :

  • Gangguan darah
  • Kelainan genetic
  • Masalah pada rahim
  • Masalah pada hormon
  • Pola hidup tidak sehat

Cara Menghindari Keguguran Berulang

Untuk menghindari keguguran berulang terjadi, anda dapat melakukan berbagai cara yaitu :

  • Melakukan tes darah
    Hasil tes darah digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, seperti APS dan kelainan kromosom. Pada kasus APS, kehamilan sehat bisa dijalani dengan pemberian obat pengencer darah dan pengawasan khusu oleh dokter.
  • Menjalani pemeriksaan ultrasonografi
    Pemeriksaan USG dilakukan untuk mengetahui adanya masalah pada rahim. Jika ditemukan masalah, dokter akan meresepkan obat atau melakukan tindakan operasi untuk mengatasi kondisi yang mendasari, sehingga dapat memperkecil kemungkinan keguguran terjadi kembali.
  • Menerapkan pola hidup sehat
    Upayakan konsumsi makanan bernutrisi selama hamil, dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu makan sehari-hari. Anda juga dianjurkan untuk selalu menjaga berat badan ideal sebelum dan selama hamil guna mencegah risiko komplikasi kehamilan.

amh-rendah.png
08/Mar/2023

Anti Mullerian Hormone (AMH) adalah hormon yang dilepaskan oleh sel-sel folikel dalam ovarium. Setelah dilepaskan oleh sel folikel yang menjadi matang, kadar AMH akan menghentikan folikel lain yang belum matang untuk mematangkan diri sehingga tidak semua sel telur diproduksi pada saat yang bersamaan. Kadar AMH mencerminkan jumlah sel telur dalam proses pematangan di dalam folikel di ovarium sebelum terjadinya ovulasi. Dengan demikian, kadar AMH dapat digunakan untuk mengetahui cadangan sel telur dalam ovarium (jumlah folikel di dalam indung telur berbanding lurus dengan kadar AMH). Kadar AMH yang rendah berarti cadangan sel telur dalam ovarium lebih rendah dari normal. Jika jumlah sel telur yang mengalami proses pematangan berkurang, maka sel telur yang dilepaskan ketika ovulasi agar dapat dibuahi juga berkurang. Ada 3 tingkat yaitu hipo responder/respon rendah, normo responder, hiper responder/respon tinggi. Oleh karena itu, pemeriksaan AMH bisa membantu untuk mengetahui potensi seorang wanita untuk hamil alami dan mengetahui kemungkinan jumlah sel telur yang akan dipetik setelah stimulasi, sehingga nilai AMH biasanya dikaitkan dengan jumlah cadangan ovarium.

Penyebab AMH Rendah

Seiring dengan bertambahnya usia, jumlah folikel yang menghasilkan sel telur juga berkurang, dan kadar AMH juga ikut berkurang. Dengan kata lain, fungsi ovarium dalam sistem reproduksi dapat dinilai dengan mengetahui kadar AMH. Wanita dengan AMH rendah memiliki peluang kehamilan lebih rendah dibandingkan wanita dengan kadar AMH normal pada usia mereka. Prolaktin merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Kadar prolaktin yang tinggi mempengaruhi proses ovulasi sehingga siklus menstruasi dapat terganggu, mulai dari menstruasi yang tidak lancar sampai terhentinya siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang terganggu dapat mempengaruhi kemungkinan  kehamilan pada seorang wanita. Beberapa penyebab tingginya kadar prolaktin adalah adenoma pituitari, hipotiroid, sindrom ovarium polikistik, tingkat stres psikologis yang tinggi, dan efek samping obat-obatan.

 


organ-intim.png
03/Mar/2023

Organ intim wanita adalah anggota badan paling penting dalam proses reproduksi. Jika organ intim tersebut tidak dijaga kesehatannya, bisa mengakibatkan seorang wanita susah untuk hamil. Tak hanya itu, organ intim yang selalu terawat dengan baik juga dapat mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan di area tersebut, seperti keputihan.

Tips Merawat Kesehatan Organ Intim Wanita

Ada beberapa tips atau cara untuk merawat organ intim wanita yang mudah untuk dilakukan, antara lain:

  • Cukur bulu atau rambut di sekitar daerah intim secara rutin minimal 3 hari sekali.
  • Bersihkan area intim kewanitaan dengan air mengalir dari arah depan ke belakang. Gunakan sabun bayi untuk membersihkan area intim karena sabun bayi memiliki bahan yang aman untuk kulit yang sensitif.
  • Setiap tahun secara rutin melakukan pap smear dan iva test untuk deteksi dini patologis di leher Rahim.
  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun dan tidak panas, lalu pastikan selalu bersih dan kering.
  • Hindari penggunaan pantyliner karena pantyliner dapat mempercepat perkembangan bakteri di daerah intim.
  • Saat menstruasi ganti pembalut setiap 4-6 jam sekali walaupun pembalut masih kosong atau bersih.
  • gunakan pembalut dari bahan yang berkualitas dan bebas dari bahan berbahaya untuk hindari kanker serviks.
  • Rajin berolahraga untuk melatih otot vagina dan otot dasar panggul.
  • Hindari merokok.
  • Batasi pemakaian celana Panjang atau pendek yang terlalu ketat dan tebal dalam waktu lama.
  • Sediakan tas kecil yang berisi celana dalam, tissue, sediaan, dan sabun bayi saat berpergian.
  • Lakukan hubungan sex dengan pasangan yang sah agar terhindar dari penyakit kelamin seperti HIV, AIDS, kanker serviks, dll.
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti sayur dan buah yang mengandung serat.
  • Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter jika mengalami gangguan kesehatan pada organ kewanitaan.

Usahakan Tips diatas dilakukan secara rutin agar organ intim wanita terjaga kesehatannya dan menjamin presentase kesuburan tinggi.


infetilitas-pria.png
02/Mar/2023

Berbicara mengenai infertilitas, ternyata permasalahan ini tidak hanya ditemui pada wanita saja tetapi juga pria. Berdasarkan penelitian, sebanyak 40% masalah infertilitas terjadi akibat dari faktor pria, sedangkan 50% akibat wanita serta 10% akibat keduanya. Oleh karena itu menjadi penting untuk membahas bagaimana infertilitas pada pria dan cara menanggulanginya. Infertilitas merupakan kondisi gagalnya satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang sesuai tanpa memakai alat kontrasepsi selama kurun waktu satu tahun.

Faktor Infertilitas Pria

Ada beberapa faktor fisik pada pria bisa menjadi pemicu infertilitas, antara lain :

  • Torsio Testis

Kondisi dimana testis memutar di dalam skrotum secara ekstrim, biasanya dapat terlihat dari timbulnya pembengkakan. Torsio testis dapat menyebabkan gangguan aliran darah di dalam testis.

  • Kelainan saluran sperma

Tabung yang membawa sperma atau saluran sperma dapat mengalami kerusakan lantaran cedera atau penyakit. Sebagian pria mengalami sumbatan pada testis yang menyimpan sperma atau hambatan pada satu atau kedua saluran yang membawa sperma dari testis.

  • Orchidometry

Ukuran testis normal pada pria dewasa diukur dalam bentuk volume yaitu sekitar 12 ml – 19 ml dengan rata rata +/- 15 ml. Atau jika diukur dalam bentuk panjang dan lebar memiliki rata rata sekitar panjang 3-5 cm dan lebar 2-3 cm. Ukuran testis akan mempengaruhi banyak hormon testosteron yang terbentuk sehingga akan mempengaruhi jumlah banyak sperma yang terbentuk bukan kualitasnya.

  • Varikokel

Terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam skrotum dan mencegah darah mengalir dengan baik. Varikokel terdapat pada sekitar 15-40 persen dari para pria yang sedang melakukan evaluasi masalah kesuburan.

  • Undescent Testis

kondisi testis yang belum pindah ke posisi yang tepat dalam kantong kulit yang tergantung di bawah penis (skrotum).

Selain faktor fisik, ada juga faktor-faktor umum yang bisa menjadi pemicu infertilitas pada pria. Yaitu :

  • Celana dalam yang terlalu ketat
  • Usia yang sudah tua
  • Konsumsi narkoba
  • Obesitas
  • Merokok
  • Sauna
  • Konsumsi alcohol yang berlebihan

tanda-hamil.png
25/Feb/2023

Tanda kehamilan di minggu pertama sering kali tidak terasa signifikan, sehingga banyak calon ibu yang tidak menyadarinya. Padahal, momen kehadiran dan pertumbuhan bayi di dalam rahim bisa saja menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Agar ibu tidak melewatkan momen kehadiran bayi di dalam perut, ketahui tanda-tanda kehamilan minggu pertama. Mungkin ini kedengarannya aneh untuk calon ibu, tetapi pada minggu pertama sebenarnya kehamilan belum benar-benar terjadi. Karena, kehamilan dihitung selama 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Kehamilan baru terjadi hanya ketika tubuh melepaskan sel telur dari ovarium yang biasanya terjadi antara akhir minggu ke-2 atau awal minggu ke-3. Pelepasan sel telur ini disebut masa subur atau ovulasi yang berarti kamu subur dan siap untuk hamil. Agar bisa terjadi kehamilan, sel telur yang sudah dilepaskan harus bertemu sperma pada tuba fallopi. Siklus ovulasi yang biasanya terjadi pada hari ke-13 sampai ke-20 setelah HPHT akan menentukan tanggal pembuahan. Ovulasi juga dipengaruhi oleh seberapa lama siklus haid seorang wanita. Rata-rata wanita memiliki siklus menstruasi sekitar 28 hari, tetapi sebagian wanita memiliki siklus yang berbeda. Untuk mengetahui siklus menstruasi, kamu bisa mencatat tanggal menstruasi selama beberapa bulan, mengukur suhu basal tubuh (suhu tubuh saat baru bangun tidur di pagi hari) menjelang ovulasi, atau mengamati tekstur cairan vagina yang terlihat lebih jernih dan licin. Kamu juga bisa menggunakan cara praktis, yaitu dengan menggunakan alat tes ovulasi.

Tanda Kehamilan di Minggu Pertama

Selain tidak dapat haid, gejala minggu pertama kehamilan sebenarnya mirip seperti gejala minggu pertama siklus menstruasi. Berikut ini adalah tanda kehamilan di minggu pertama:

  • Mual dan Muntah

Mual dan muntah pada kehamilan di minggu pertama dikenal juga sebagai morning sickness. Meskipun dikenal sebagai morning sickness, mual dan muntah dapat terjadi kapan saja. Morning sickness umumnya terjadi di minggu pertama hingga minggu ke 9.

  • Perut Kembung

Hampir serupa dengan tanda-tanda di awal siklus menstruasi, tanda kehamilan di minggu pertama juga menyebabkan kamu mengalami perut kembung. Hal ini terjadi akibat adanya perubahan hormon yang membuat sistem pencernaan menjadi lebih lambat dalam menjalankan prosesnya sehingga memicu perut kembung.

  • Perubahan pada Payudara

Payudara akan mengalami perubahan di minggu pertama kehamilan dengan terlihat lebih besar. Selain itu, payudara akan terasa lebih lembut dan halus. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon pada tubuh ibu hamil.

  • Kelelahan

Kelelahan menjadi keluhan yang kerap dialami ibu hamil di minggu pertama. Hal ini disebabkan hormon progesteron yang meningkat, sehingga menyebabkan ibu mengalami kelelahan dan mengantuk sepanjang menjalani kehamilan.

  • Kram Perut Disertai Bercak Darah

Kram perut menjadi salah satu tanda kehamilan di minggu pertama. Kram perut biasanya akan disertai munculnya bercak darah. Hal ini bisa terjadi karena ada proses implantasi janin ke rahim. Bercak darah yang disebabkan oleh implantasi biasanya akan memiliki jumlah yang lebih sedikit dari menstruasi, memiliki warna merah muda hingga kecoklatan, kram perut yang dirasakan juga lebih ringan dibandingkan menstruasi, dan bercak darah yang keluar tidak lebih dari 3 hari.


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.