fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
usia-hamil.png
16/Feb/2023

Sebagai kaum perempuan yang memiliki batasan usia produktif untuk mengandung, mengenali risko dan usia terbaik untuk hamil tentu sangat penting. Hal ini tidak bisa dianggap remeh, karena usia adalah salah satu faktor yang memengaruhi peluang keberhasilan untuk hamil. Semakin produktif usia, semakin tinggi pula peluang untuk hamil, begitu pula sebaliknya. setiap wanita yang tidak bermasalah pada sistem reproduksi dan belum masa menopause masih memiliki peluang untuk hamil. Sehingga, tidak ada patokan khusus usia terbaik untuk hamil. Namun, secara umum kesuburan seorang wanita akan menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, masa kehamilan di usia tua juga kemungkinan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, untuk ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

Daftar Usia Ideal Untuk Hamil dan Risiko

Ada beberapa rentang usia yang memiliki karakteristik hamil yang berbeda-beda. Hal ini cocok untuk pasangan dalam mengenali referensi terbaik dalam merencanakan kehamilan si buah hati. Usia-usianya antara lain :

  • Usia 20 tahun

Jika seorang wanita saat ini berada di usia 20-an, dari segi biologis, hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan Anda sedang sangat tinggi dengan kualitas sel telur yang dihasilkan pun baik. Sehingga, bisa dikatakan untuk usia 20-an adalah usia ideal untuk hamil. Hal baiknya adalah kehamilan di usia 20-an juga memiliki risiko lebih rendah terkena gangguan-gangguan kehamilan, seperti:

  • Kompilasi dalam kehamilan
  • Melahirkan secara premature
  • Keguguran
  • Terlihat lebih muda saat mempunyai anak
  • Mengalami gangguan dalam organ reproduksi

 

  • Usia 30 tahun

Jika seorang wanita saat ini memasuki usia 30-an, yang artinya ia sudah siap untuk memiliki anak dan disarankan untuk tidak menunda-nunda kehamilan. Hal ini dikarenakan meski belum sepenuhnya drastis, namun tingkat kesuburuan sudah mulai menurun. Sedangkan, penurunan drastis akan terjadi setelah ia menginjak usia 35 tahun. Tidak hanya tingkata kesuburan saja yang menurun, ada juga beberapa gangguan kehamilan yang perlu di waspadai, seperti :

  • Bayi terlahir cacat
  • Persalinan yang membutuhkan waktu lama
  • Kompilasi dalam kehamilan
  • Keguguran

 

  • Usia 40 tahun keatas

Saat kehamilan terjadi di usia 40-an dan 50-an tergolong berisiko tinggi. Sebab, ada risiko komplikasi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Ada beberapa hal yang menjadi catatan terutama terkait kesehatan calon ibu, sehingga dokter harus memonitor gula darah puasa dan tekanan darah untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Sehingga, berdasarkan teori dan kondisi kesehatan calon ibu, hamil di usia 40-an tentunya bukan hal yang ideal. Di usia tersebut, kesempatan yang dimiliki setiap bulan untuk hamil berkisar sekitar 5%. Hal ini berkaitan dengan jumlah pasokan sel telur yang tentu sudah berkurang dengan kualitasnya yang sudah menurun. ada juga beberapa risiko yang harus diwaspadai yakni risiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur, ataupun bayi lahir cacat. Risiko lainnya adalah adanya komplikasi kehamilan, seperti hipertensi kehamilan, diabetes gestasional, ataupun gangguan dan masalah pada plasenta yang juga meningkat.


pcos.png
08/Feb/2023

Sindrom polikistik ovarium adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidak seimbangan hormon. Hal ini menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur disertai pembentukan kista multipel pada ovarium. Kondisi ini juga dapat menyebabkan wanita sulit untuk hamil. Hingga saat ini penyebab sindrom polikistik ovarium belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini.

Faktor Risiko Sindrom Polikistik Ovarium

Faktor genetik ini dikaitkan dengan terjadinya peningkatan androgen yang tinggi pada perempuan pengidap sindrom polikistik ovarium. Androgen sering disebut hormon laki-laki karena merupakan hormon yang dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan hormon ini hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit. Androgen bertugas untuk mengendalikan perkembangan sisi maskulin, seperti kebotakan androgen. Berdasarkan hal tersebut, ketidakseimbangan hormon bisa terjadi, ketika seorang perempuan mengidap sindrom polikistik ovarium. Ketidak seimbangan hormon tersebut terjadi karena produksi androgen menjadi lebih banyak dari kadar androgen normal dalam tubuh perempuan. Hormon androgen yang tidak seimbang tersebut menyebabkan pertumbuhan rambut tidak normal dan jerawat, selain kondisi tersebut, perempuan juga tidak dapat melepaskan ovum dari ovarium setiap menstruasi.

Gejala Sindorm Polikistik Ovarium

Sindrom polikistik ovarium menimbulkan gejala yang bisa dirasakan oleh pengidap. Gejalanya antara lain :

  • Jerawat yang tumbuh di bagian punggung, wajah, dan dada
  • Skin tag yang tumbuh di leher atau ketiak
  • Kulit daerah lipatan leher, selangkangan, dan lipatan payudara menjadi gelap
  • Berat badan yang naik dan sulit untuk diturunkan
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Pertumbuhan rambut berlebih pada wajah, dagu, dan kumis
  • Kebotakan dengan pola kebotakan laki-laki

Pengobatan Sindrom Polikistik Ovarium

Umumnya, PCOS bisa diatasi dengan pengobatan menggunakan obat-obatan atau mengontrol berat badan. Kamu akan disarankan untuk menurunkan berat badan agar gejala PCOS yang kamu alami bisa membaik. Selain itu, kamu juga akan disarankan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan. Untuk membuat siklus menstruasi teratur, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis obat-obatan, seperti:

  • Terapi progrestin
  • Pil KB

disfungsi-ereksi.png
03/Feb/2023

Disfungsi ereksi adalah ketidak mampuan mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual. Terdapat 3 kondisi yang bisa menjadi tanda-tanda gangguan ereksi, yaitu tidak bisa ereksi, bisa ereksi tetapi hanya sebentar, dan kurangnya gairah seks. Terpicunya gairah seksual pria hingga terjadinya ereksi merupakan proses yang tidak sederhana. Proses tersebut melibatkan otak, saraf, otot, pembuluh darah, hormon, dan emosi. Disfungsi ereksi biasanya terjadi jika hal tersebut bermasalah.

Faktor Disfungsi Ereksi

Ada beberapa jenis faktor terjadinya disfungsi ereksi. Jenis-jenisnya terbagi menjadi 5, antara lain :

  1. Faktor Cedera

Penis yang mengalami cedera atau terluka dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Hal ini dikarenakan rasa sakit yang dirasakan oleh pria dapat menghilangkan gairah seksual.

  1. Faktor Obat

Obat juga dapat mempengaruhi ereksi yang dialami pria. Hal ini dikarenakan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Obat-obat tersebut antara lain :

  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Antihipertensi
  • Obat kanker prostat
  • Obat penurun kolesterol
  1. Faktor Penyakit

Kondisi medis juga bisa menjadi faktor terjadinya disfungsi ereksi, Contohnya :

  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit paru obstruktif kronik
  • Hemokromatosis
  • Diabetes
  • Sindrom metabolik
  • Penyakit Peyronie
  • Penyakit jantung
  • Aterosklerosis
  • Gagal ginjal
  • Sirosis
  • Skleroderma
  1. Faktor Tindakan medis

Tindakan medis yang bisa menjadi faktor disfungsi ereksi adalah operasi pada kantug kemih dan prostat. Operasi pada otak, tulang belakang, dan tulang panggul pun juga bisa menjadi faktor tindakan medis.

  1. Faktor Psikologis

Otak adalah hal penting yang berpengaruh dalam proses ereksi. Jika psikis pria bermasalah, hal ini juga bisa menjadi faktor disfungsi ereksi

Pengobatan Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi jika tidak segera ditangani dapat merusak keharmonisan kelurga dan sulit untuk memiliki keturunan. Maka dari itu, disfungsi harus segera ditangani. Cara-cara yang bisa dilakukan antara lain :

  • Perubaha pola hidup sehat
  • Penggunaan obat-obatan
  • Psikoterapi

Jika disfungsi ereksi masih berkelanjutan, bisa menghubungi dokter spesialis alat kelamin untuk membantu pengobatan disfungsi ereksi ini.


asap-rokok.png
31/Jan/2023

Asap rokok memiliki ribuan kandungan bahan kimia yang jika terhirup oleh ibu hamil dapat membahayakan bagi janin di dalam kandungannya. Bagi ayah yang merokok, sangat disarankan untuk tidak merokok di dekat ibu hamil atau di area rumah. Hal ini karena asap rokok bisa bertahan selama 2,5 jam dan bisa melekat pada benda-benda dan perabotan di rumah. Residu dari asap tersebut juga dapat bertahan selama berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun. Meski tidak terlihat, asap rokok tersebut masih bisa terhirup oleh ibu hamil dan bisa memberikan efek buruk pada janin yang dikandung. Ketika ibu hamil menghirup atau menyentuh benda yang terkena asap rokok, ribuan racun yang ada pada rokok bisa memasuki aliran darahnya hingga sampai ke janin yang dikandung.

Dampak Buruk Akibat Menghisap Asap Rokok Bagi Ibu Hamil

  • SIDS

SIDS merupakan sindrom yang bisa menyebabkan bayi kehilangan nyawa secara tiba-tiba saat ia sedang tidur. Padahal sebelumnya bayi terlihat baik-baik saja. SIDS terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun. SIDS bisa terjadi diduga karena adanya kelainan di bagian otak yang mengatur pernapasan bayi, kondisi tidur bayi yang menghambat pernapasannya, dan hal lainnya.

  • Berat bayi rendah

Terpapar asap rokok dapat berisiko sebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Berat badan bayi yang normal saat lahir yaitu mulai dari 2,9 hingga 3,6 kilogram. Berat badan bayi dikatakan rendah apabila beratnya kurang dari 2,5 kilogram. Kondisi tersebut mungkin bisa membuat bayi mengalami gangguan pernapasan, mudah mengalami infeksi, dan kadar gulanya rendah.

  • Lahir Prematur

terpapar asap rokok saat kehamilan juga bisa memunculkan risiko bayi lahir sebelum waktunya. Hal ini bisa memicu masalah kesehatan yang serius bagi bayi, seperti gangguan pernapasan. Gangguan akibat asap rokok ini bisa memberikan efek negatif bagi perkembangan paru-paru janin.

  • Keguguran

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil yang lainnya adalah bisa meningkatkan risiko keguguran pada trimester pertama. Di beberapa hari awal setelah pembuahan, janin mengalami perkembangan yang pesat. Saat janin terpapar asap rokok, kerusakan genetik terutama di bagian kromosom dapat terjadi. Pada akhirnya, keguguran dapat terjadi.


gigi.png
30/Jan/2023

Saat mengalami kehamilan, Ibu harus menjaga kesehata gigi dan mulut. Ini dikarenakan Ibu hamil memiliki risiko yang tinggi terhadap kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan fisiologis dan hormonal dimana terjadi fluktuasi dari hormon estrogen dan progesteron yang mungkin berpengaruh terhadap cairan servikular, serum, saliva (air liur), dan jaringan gingiva, serta adanya perubahan pola makan, kurangnya kebersihan mulut, mual dan muntah dapat menyebabkan erosi pada gigi. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Salah satu kepedulian tentang kesehatan gigi ibu hamil adalah dengan menyebarluaskan informasi bagaimana merawat gigi dengan benar sejak sebelum hamil dan saat kehamilan. Perawatan kesehatan gigi yang benar akan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi.

Alasan Pentingnya Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

Ada beberapa alas an kenapa penting sekali bagi Ibu hamil untuk menjaga Kesehatan mulut dan gigi, antara lain :

  • Ibu yang tengah hamil membutuhkan banyak asupan gizi
  • Perubahan hormon baik itu progesteron maupun estrogen
  • Meningkatnya risiko terjadinya pembengkakan gusi maupun pendarahan pada gusi
  • Gigi yang terkena infeksi pada ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan
  • Ibu hamil dengan keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin.

Cara untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

  1. Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan
  2. Pilih pasta gigi yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitive
  3. Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung vitamin C
  4. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai
  5. Bila ada gangguan Kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur, sebaiknya memperhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil
  6. Konsultasi ke dokter gigi

Desain-tanpa-judul-42.png
01/Nov/2022

9 TIPS MENJAGA KESEHATAN IBU HAMIL DAN JANIN DALAM KANDUNGAN

Penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan dirinya selama 9 bulan kehamilan. Ingat, janin juga akan bertumbuh dengan sehat sampai waktu kelahirannya jika ibunya sehat. Bagaimana caranya menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan? Jawabannya satu, menerapkan pola hidup sehat saat Ibu sedang hamil.

Menjaga kesehatan ibu hamil dengan menerapkan pola hidup sehat

Menjaga kesehatan ibu hamil memang gampang-gampang susah. Namun, hal ini bukan tidak mungkin terwujud jika ibu hamil menerapkan berbagai pola hidup sehat seperti;

1. Makan makanan bergizi

Kondisi kesehatan selama kehamilan sangat bergantung pada pola hidup sehat yang diterapkan ibu hamil. Isilah piring makan Anda dengan variasi makanan sehat yang bergizi tinggi untuk mendukung kesehatan diri sendiri juga janin dalam kandungan.

Bagi ibu, makan makanan bergizi dapat membantu menambah stamina, menghindari risiko komplikasi kehamilan, mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan jauh lebih baik.

Selain itu, ibu hamil yang menerapkan pola makan sehat juga cenderung terhindar dari depresi saat hamil. Pasalnya, makanan bergizi membantu menstabilkan mood ibu sepanjang kehamilan.

Makan makanan bernutrisi sejak kehamilan muda juga bantu mempersiapkan kesehatan ibu hamil secara maksimal menjelang persalinan.

Asupan gizi yang bervariasi tapi tetap seimbang juga mendukung kelancaran proses tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil. Tidak lupa, asupan makanan bergizi dapat membantu menjaga berat janin tetap sehat serta mencegah risiko bayi mengalami cacat lahir.

Makanan bernutrisi yang wajib dikonsumsi agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga adalah:

  • Makanan berprotein, seperti telur yang dimasak matang, dada ayam, dan gandum utuh (roti gandum dan beras merah).

  • Makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji dan stroberi

  • Makanan dan minuman mengandung kalsium, seperti susu yang dipasteurisasi dan sayuran berwarna hijau.

  • Makanan kaya zat besi, seperti brokoli dan kacang-kacangan.

  • Makanan yang mengandung lemak sehat, misalnya ikan salmon (dimasak matang) dan buah alpukat.

  • Makanan yang mengandung asam folat, seperti kuning telur dan bayam.

Sementara itu, agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga, hindari makan daging setengah matang, jeroan hewan, dan makanan cepat saji yang tinggi lemak trans selama ibu hamil menjalani pola hidup sehat.

Hindari juga makan ikan yang mengandung tinggi merkuri selama hamil, seperti ikan tuna, ikan makarel, dan ikan pedang agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

2. Minum vitamin prenatal

Minum vitamin prenatal dianjurkan untuk menjaga kesehatan ibu hamil sebagai salah satu usaha dalam menjalani pola hidup sehat.

Asupan nutrisi untuk ibu hamil sebetulnya banyak tercukupi dari makanan sehari-hari. Namun, vitamin dapat membantu memenuhi sekaligus memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan janin dalam kandungan.

Vitamin hamil pada umumnya mengandung asam folat dari vitamin B. Asam folat berperan penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga bermanfaat untuk mencegah risiko bayi lahir cacat dan menjaga kesehatan ibu hamil.

Vitamin ini baiknya wajib diminum mulai sejak sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter tentang vitamin prenatal apa yang Anda benar-benar butuhkan.

Jika minum vitamin hamil bikin ibu mual, coba minum di waktu malam hari atau kunyah permen karet ketika mulai merasa mual.

3. Olahraga rutin

Hamil bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Olahraga masih menjadi bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil untuk menjaga kesehatan selama kehamilan.

Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah serta oksigen dalam tubuh, memperkuat otot, dan mengurangi stres saat hamil. Olahraga juga mendukung kecerdasan bayi sejak dalam kandungan.

Usahakan menyempatkan waktu 30 menit setiap hari untuk berolahraga demi kebaikan kesehatan ibu hamil. Ada banyak pilihan olahraga yang aman untuk ibu hamil. Namun, Anda tidak perlu berolahraga yang berat. Kegiatan fisik ringan seperti jalan santai, renang, atau bahkan yoga, umumnya aman dilakukan sepanjang usia kehamilan.

4. Berhenti merokok dan minum alkohol

Demi menjaga kesehatan ibu hamil dan kandungannya selama 9 bulan ke depan, hindari merokok dan minum minuman beralkohol.

Merokok dan/atau minum alkohol saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran. Dua kebiasaan buruk ini juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, lahir mati, lahir cacat, atau lahir dengan berat badan rendah. Maka, pastikan menjalani pola hidup sehat ibu hamil yang bebas rokok dan alkohol.

5. Menjaga berat badan tetap ideal

Setiap wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk makan makanan bergizi demi kesehatan ibu saat hamil. Selain untuk menjaga kesehatan, makan teratur juga bertujuan untuk menambah berat badan ibu hamil agar ideal.

Ibu yang punya berat badan normal sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan hingga 11,5-16 kg selama hamil. Sementara jika Anda bertubuh sangat kurus sejak sebelum hamil, berat badan harus ditambah 13-18 kg selama hamil.

Kenaikan berat badan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan bayi. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, pertambahan berat badan menunjukkan kebaikan status gizi ibu hamil dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Idealnya, Anda disarankan untuk menambah 300 kalori per hari guna menambah berat badan dan menjaga kesehatan ibu hamil.

Namun, bukan berarti ibu hamil bisa makan sebanyak-banyaknya. Frekuensi waktu makan, porsi, dan jenis makanannya harus benar-benar diperhatikan agar tidak sampai kelebihan berat badan dan mengganggu kesehatan ibu hamil.

Kelebihan berat badan saat hamil dapat mengacaukan pola hidup sehat Ibu yang telah dijalankan. Maka, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan untuk mendapatkan rekomendasi bagaimana cara menjaga berat badan ideal saat hamil.

Dokter dapat membantu menyusun rencana pola makan sehat yang benar sekaligus mencegah Anda dari komplikasi seperti diabetes gestasional.

6. Cukup minum air putih

Untuk menjaga kesehatan ibu hamil, dianjurkan cukup minum air putih cukup setiap hari. Asupan cairan yang mencukupi bantu melancarkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam rahim untuk diterima janin.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat ibu hamil dengan rajin minum air putih juga bisa meningkatkan sistem imun kesehatan.

Tak hanya itu, kebiasan ini juga bantu mencegah berbagai macam masalah kesehatan pada ibu hamil. Adapun berbagai masalah yang bisa dicegah yaitu, dehidrasi, kelelahan, anemia, sembelit, wasir, dan infeksi saluran kencing.

Usahakan minum air 8 sampai 10 gelas sehari. Agar tidak bosan minum air putih yang terasa hambar, coba tambahkan potongan lemon, stroberi, atau jeruk nipis untuk menambah kesegarannya.

7. Rajin cuci tangan

Mencuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan yang wajib dilakukan ibu hamil saat menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

Selalu cuci tangan setelah dari toilet, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah masak, serta sesudah memegang barang atau fasilitas umum.

Rajin cuci tangan dapat membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit yang rawan menyerang selama kehamilan. Berbagai bakteri yang rentang menyerang yaitu, streptokokus Grup B, cytomegalovirus, hingga toksoplasmosis.

Infeksi serius tertentu yang dialami ibu saat hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi serta risiko bayi lahir cacat. Hal ini tentu dapat mengganggu kesehatan tak hanya pada ibu hamil tetapi juga janin.

Jika tidak ada sumber air bersih, Anda bisa siap sedia menggunakan gel cuci tangan (hand sanitizer) yang mengandung etil alkohol agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

8. Tidur cukup

Salah satu bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil yang sering terlupakan adalah cukup tidur. Sayangnya selama hamil, Anda akan lebih mudah ngantuk di siang hari dan sulit tidur di malam hari akibat perubahan hormon.
Masalah ini kemudian membuat Anda jadi kurang tidur akibat jadwal tidur yang tidak menentu. Parahnya lagi, kurang tidur selama kehamilan dikaitkan dengan komplikasi seperti preeklampsia dan berisiko lahir caesar.
Solusinya, segera tidurlah begitu Anda merasa capek atau ngantuk. Sering-seringlah tidur siang untuk mencukupi waktu tidur Anda.
Ibu hamil sebenarnya malah dianjurkan untuk tidur malam lebih lama dari biasanya selama trimester pertama kehamilan. Banyak tidur juga dianjurkan untuk membantu proses persalinan lebih lancar dan membuat kesehatan ibu hamil terjaga dengan baik.
Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibu hamil tidur cukup sehingga kesehatan tubuhnya tetap terjaga.
  • Mencoba posisi tidur baru.

  • Sebelum tidur, coba mandi air hangat dan minta pasangan memijat tubuh Anda yang pegal-pegal.
  • Atur suhu ruangan dan cahaya di kamar senyaman mungkin.

  • Cobalah teknik relaksasi, seperti yang mungkin telah Anda pelajari di kelas persalinan.

  • Apabila masih sulit tidur, coba untuk membaca buku, makan makanan kecil seperti buah, atau minum susu hangat

  • Berolahraga secara teratur di siang hari juga dapat membuat tidur malam jadi tidak sulit.

  • Sempatkan tidur siang sebentar sekitar 15 menit per hari. Tidur siang terlalu lama malah bisa bikin ibu hamil jadi sulit tidur di malam hari.

9. Hindari stres berlebih

Alasan kenapa tidur sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil karena salah satu manfaat pentingnya yaitu meredakan stres. Stres berat yang mengganggu pikiran dan batin ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan.

Untuk itu, coba cari tahu dulu apa yang menyebabkan Anda stres. Curahkan uneg-uneg Anda pada orang terdekat atau pasangan agar semua beban pikiran dapat berkurang.

Setelahnya, Anda bisa mencoba teknik pernapasan dalam atau meditasi untuk menghilangkan stres. Yoga saat hamil juga sama baiknya untuk membunuh rasa penat dalam jiwa, lho!

Sempatkanlah waktu untuk melakukan hal yang Anda suka dan baik untuk kesehatan agar Ibu tidak stres selama hamil.

Menonton TV, mendengarkan musik, jalan-jalan bersama pasangan atau teman, hingga merajut bisa jadi pilihan kegiatan untuk mengatasi stres yang mengganggu.

Jika stres Anda tidak tertahankan, carilah terapis atau psikolog untuk membantu Anda mencari akar masalah dan menyelesaikannya.

Jika Anda merasa kesulitan menerapkan pola hidup sehat yang telah disebutkan, mintalah dukungan dari pasangan agar semuanya terasa lebih ringan untuk dijalani.

 


Desain-tanpa-judul-38.png
01/Nov/2022

USIA SEMAKIN BERTAMBAH,INI CARA MENJAGA KESEHATAN IBU

Ibu adalah pembimbing dan pengasuh terbaik di sepanjang masa. Menjaga pasangan dan anak-anak membuat sosok ibu bahkan tidak memiliki waktu untuk memanjakan dirinya sendiri. Bahkan, di era yang sudah lebih modern ini, tidak sedikit wanita yang mengambil lebih banyak pekerjaan dari yang seharusnya.
Dalam segala hal, termasuk makanan, kesejahteraan, hingga kesehatan, ibu menjadi orang yang lebih banyak berkorban ketimbang ayah. Saat kamu sudah besar, kini saatnya membalas budi. Tidak sulit,  kamu bisa memulainya dengan menjaga kesehatan ibu dengan beberapa langkah berikut ini:

1.Mengajak Ibu Melakukan Pemeriksaan Rutin

Kesibukan menjadi ibu rumah tangga memang tidak ada habisnya. Memang terkesan berlebihan, tapi mungkin untuk sebagian ibu waktu sebanyak 24 jam rasanya kurang ketika dihadapkan dengan urusan rumah tangga. Nah, untuk menjaga kesehatan ibu, kamu bisa membuat janji temu dengan dokter lewat aplikasi Halodoc atau di rumah sakit terdekat untuk mengajaknya melakukan pemeriksaan rutin.

2. Pastikan Ibu Tetap Mengonsumsi Makanan Bergizi

Langkah menjaga kesehatan ibu selanjutnya dilakukan dengan memastikan ibu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Pastikan ibu mengonsumsi sayuran dan buah segar setiap hari agar kesehatannya selalu terjaga, Apalagi jika ibu sudah berumur. Selain makanan, pastikan asupan cairannya terpenuhi dengan baik.

3. Ajak Ibu Rutin Berolahraga

Mengajak ibu berolahraga rutin menjadi tips menjaga kesehatan ibu selanjutnya. Tidak perlu dilakukan dalam intensitas berat, cukup berjalan kaki saja mengelilingi komplek perumahan selama 30-45 menit sehari. Hal tersebut akan membuat tubuh ibu tetap sehat dan bugar meski usianya sudah tak lagi muda.

4. Bantu Ibu dalam Pekerjaan Rumah

Membantu melakukan pekerjaan rumah ternyata dapat menjaga kesehatan ibu, lo. Ibu memang tidak menuntut hal ini, rasanya sudah cukup saja menjadi pribadi yang baik dan tidak pernah membuat orang lain merasa kesulitan. Namun, sebagai seorang anak sudah semestinya kita membantu ibu tercinta.

5. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah menjaga kesehatan ibu selanjutnya. Pastikan lingkungan tempat tinggal bersih dari debu dan kotoran. Ibu juga disarankan untuk rutin mengganti pakaian, handuk, dan seprai secara rutin. Jangan lupa juga untuk mengingatkan ibu untuk rajin mencuci tangan.

6. Jadilah Teman Terbaik untuk Ibu

Langkah menjaga kesehatan ibu yang terakhir dilakukan dengan menjadi teman terbaiknya. Semakin tua, ibu semakin merasa kesepian. Ia membutuhkan teman untuk berbagi cerita, berkeluh kesah, atau berbagi kabar bahagia. Bagi kamu yang tidak tinggal bersama ibu, jangan lupa untuk selalu mengunjungi atau meneleponnya untuk menanyakan kabarnya.
Itulah beberapa langkah menjaga kesehatan ibu yang bisa kamu lakukan seiring dengan bertambahnya usia.

 


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.