fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
artikel-44.png
05/Jul/2025

Bagi pasangan yang mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan secara alami, program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu pilihan yang layak untuk diupayakan. Meski prosesnya tidak selalu mudah, banyak pasangan yang berhasil mewujudkan impian mereka menjadi orang tua melalui teknologi reproduksi ini.

Namun, seperti halnya proses medis lainnya, IVF memiliki tingkat keberhasilan yang bervariasi. Di Indonesia, tingkat kesuksesan program ini berkisar antara 30 hingga 50 persen. Artinya, terdapat peluang sebesar 50 hingga 70 persen bahwa upaya ini bisa gagal. Sekilas, angka keberhasilan tersebut tampak kecil. Namun bagi pasangan yang sebelumnya tidak memiliki peluang sama sekali untuk hamil, angka ini merupakan secercah harapan yang sangat berarti.

Banyak kisah inspiratif yang datang dari pasangan pejuang IVF ada yang berhasil pada percobaan pertama, ada yang sukses pada siklus kedua, dan tak sedikit pula yang dengan tekad kuat mencoba hingga tiga atau empat kali. Setiap perjuangan tentu memiliki tantangannya masing-masing, dan ketika satu siklus gagal, bukan berarti semuanya berakhir. Justru ini bisa menjadi awal dari evaluasi yang lebih matang untuk mencoba kembali.

Menurut dr. Thomas Cahyadi, Sp.OG, dalam sebuah diskusi yang diadakan oleh Pusat Fertilitas Bocah Indonesia, bila embrio masih tersedia dari siklus sebelumnya, maka proses bisa langsung dilanjutkan dengan penanaman ulang. Namun, jika ingin memulai dari awal dengan batch baru, maka evaluasi menyeluruh bersama tim dokter menjadi langkah penting. Tujuannya adalah untuk menemukan titik-titik yang perlu diperbaiki sebelum memulai siklus kedua.

Pertanyaan umum yang sering muncul setelah kegagalan pertama adalah: seberapa besar peluang berhasil pada siklus berikutnya? Sayangnya, pertanyaan ini tidak memiliki jawaban tunggal. Setiap pasangan memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga tingkat keberhasilan pun sangat individual.

Setelah satu kali gagal, tim dokter biasanya akan melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh proses IVF sebelumnya. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, kualitas dan kuantitas sel telur, keberhasilan pembuahan, perkembangan embrio, hingga prosedur transfer embrio. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengidentifikasi secara spesifik di mana letak masalah yang menyebabkan kegagalan.

Pusat fertilitas biasanya melibatkan tim multidisipliner yang terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, embriolog, androlog, dan tenaga ahli lainnya. Mereka bekerja sama untuk mengurai riwayat siklus pertama dan menyusun strategi agar siklus selanjutnya memiliki peluang lebih besar untuk berhasil. Setiap masalah yang ditemukan akan ditangani terlebih dahulu sebelum memulai kembali, dengan harapan kesalahan serupa tidak terulang.

Peluang berhasilnya program IVF di siklus kedua sangat bergantung pada sejumlah faktor penting, di antaranya:

  • Usia wanita saat menjalani program
  • Kualitas dan jumlah sel telur yang tersedia
  • Kualitas sperma pasangan
  • Penyebab infertilitas yang dialami
  • Jumlah sel telur yang berhasil diambil
  • Kondisi rahim
  • Kualitas genetik dan kromosom dari embrio
  • Laju perkembangan embrio serta kualitas dan stabilitasnya selama proses di laboratorium

Selain faktor-faktor biologis tersebut, keberhasilan IVF juga ditentukan oleh kualitas dan keterampilan tim medis dan laboratorium yang menangani. Hal-hal seperti kualitas stimulasi ovarium yang dikendalikan oleh dokter, prosedur pengambilan sel telur, dan keterampilan dalam melakukan transfer embrio sangat memengaruhi hasil akhir. Laboratorium dengan fasilitas dan protokol kerja yang baik akan meningkatkan peluang kesuksesan program secara signifikan.

Tidak jarang pasangan menghadapi kendala pada lebih dari satu faktor di atas. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan secara terbuka dengan dokter mengenai kemungkinan dan tantangan yang ada. Dari sini, pasangan dapat memperoleh gambaran realistis tentang potensi keberhasilan pada siklus berikutnya, serta menentukan langkah terbaik untuk ke depan.

Menjalani program IVF memang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan keteguhan hati. Tetapi selama harapan itu masih ada, perjuangan pun layak dilanjutkan. Karena siapa tahu, justru pada usaha berikutnya, keajaiban itu datang dan mimpi menjadi orang tua akhirnya terwujud.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-04T153448.739.png
04/Jul/2025

Bepergian dengan sepeda motor saat sedang hamil sering menimbulkan kekhawatiran. Banyak calon ibu merasa cemas akan dampaknya terhadap kehamilan mereka. Namun sebenarnya, berkendara atau menjadi penumpang sepeda motor selama masa kehamilan masih tergolong aman, asalkan dilakukan dengan penuh kewaspadaan dan memperhatikan beberapa aspek penting.

Sepeda motor memang menawarkan kepraktisan dan efisiensi, terutama di tengah kemacetan kota. Namun, kendaraan roda dua ini juga menuntut kehati-hatian ekstra, khususnya bagi ibu hamil yang harus memperhitungkan keselamatan diri dan janin.

Secara umum, naik motor selama kehamilan diperbolehkan, terutama setelah memasuki trimester kedua. Pada masa ini, janin telah berkembang lebih stabil dan tubuh ibu biasanya sudah terbebas dari keluhan seperti mual dan muntah berlebihan. Akan tetapi, kondisi ibu dan janin harus benar-benar sehat tanpa keluhan medis yang membahayakan.

Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil perlu lebih berhati-hati atau bahkan sebaiknya menghindari bepergian dengan motor, antara lain:

  • Tubuh yang terasa sangat lelah dan memerlukan banyak istirahat.
  • Kehamilan dengan plasenta previa atau letak plasenta rendah.
  • Adanya gangguan pada tulang belakang.
  • Kondisi serviks yang lemah.
  • Risiko tinggi melahirkan prematur.
  • Riwayat perdarahan selama kehamilan.

Kekhawatiran umum lainnya adalah dampak guncangan saat melewati jalan rusak. Meski hal ini sering membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, secara medis belum ada bukti kuat bahwa guncangan dari motor secara langsung membahayakan janin. Ini karena janin di dalam rahim dilindungi oleh cairan ketuban serta struktur otot dan tulang panggul yang kuat.

Meski begitu, ancaman terbesar tetap datang dari potensi kecelakaan lalu lintas, seperti tergelincir atau tabrakan. Insiden semacam ini dapat menyebabkan komplikasi serius, mulai dari cedera pada rahim hingga lepasnya plasenta (solusio plasenta), yang tentu sangat berisiko bagi keselamatan ibu dan janin.

Agar tetap aman saat berkendara menggunakan motor selama kehamilan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Selalu kenakan helm standar SNI dengan benar.
  • Gunakan jaket untuk melindungi tubuh dari angin dan paparan matahari.
  • Pilih posisi duduk yang nyaman dan tidak memberikan tekanan berlebih pada perut. Hindari duduk menyamping karena berisiko tidak stabil.
  • Jangan berkendara terlalu lama, dan sebaiknya hindari bepergian pada jam sibuk atau malam hari.
  • Hindari naik motor saat hujan atau ketika jalanan licin.
  • Jangan memaksakan diri berkendara saat tubuh sedang tidak fit atau sedang sakit.
  • Mintalah bantuan saat hendak menyalakan motor, terutama jika menggunakan kick-starter.

Saat memasuki trimester ketiga, disarankan untuk tidak lagi mengendarai atau menjadi penumpang sepeda motor. Pada fase ini, perut yang semakin membesar dapat mengganggu keseimbangan dan kemampuan refleks pun cenderung menurun. Hal ini membuat pengendalian motor menjadi lebih sulit dan berisiko.

Sebagai alternatif, pilihlah moda transportasi yang lebih aman dan nyaman, seperti mobil pribadi, taksi, atau kendaraan umum yang memadai. Yang tak kalah penting, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan. Bila Anda termasuk ibu hamil yang masih sering bepergian dengan motor, sebaiknya diskusikan secara langsung dengan dokter untuk mengetahui tips atau batasan tertentu demi menjaga keselamatan Anda dan janin.

Menjaga keselamatan selama kehamilan adalah prioritas utama. Maka dari itu, jika tetap harus naik motor, pastikan Anda sudah mempertimbangkan dengan matang semua risiko dan melakukan segala upaya pencegahan yang diperlukan.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-08-07T094936.238.png
04/Jul/2025

Program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) telah menjadi salah satu alternatif populer bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Menariknya, dari sekian banyak kehamilan yang terjadi melalui metode ini, cukup banyak di antaranya yang berujung pada kehamilan kembar. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah memang IVF dapat meningkatkan kemungkinan hamil anak kembar?

Mengapa IVF Bisa Memicu Kehamilan Kembar

Program bayi tabung merupakan prosedur pembuahan yang dilakukan di luar tubuh wanita. Setelah berhasil dibuahi, embrio akan ditanamkan kembali ke dalam rahim. Tidak seperti pembuahan secara alami yang umumnya hanya melibatkan satu sel telur, prosedur IVF memungkinkan dokter untuk memasukkan lebih dari satu embrio sekaligus ke dalam rahim calon ibu.

Jika seluruh embrio yang dimasukkan berkembang dengan baik, maka kehamilan kembar khususnya kembar fraternal atau tidak identik  sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila program IVF memiliki tingkat kemungkinan kehamilan kembar yang lebih tinggi dibandingkan proses alami.

Menariknya, peluang terjadinya kembar identik juga meningkat pada prosedur bayi tabung, meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Dengan demikian, IVF dinilai memiliki potensi lebih besar dalam menghasilkan kehamilan kembar, baik fraternal maupun identik.

Seberapa Besar Peluangnya?

Menurut data dari Human Fertilisation & Embryology Authority, sekitar 11% kehamilan yang terjadi melalui prosedur bayi tabung di Amerika Serikat berakhir dengan kelahiran anak kembar. Bandingkan dengan angka kehamilan kembar secara alami yang hanya berkisar antara 1 hingga 2 persen.

Namun, meskipun peluangnya lebih tinggi, tidak ada jaminan bahwa proses IVF dengan lebih dari satu embrio akan selalu menghasilkan kehamilan kembar. Bisa saja hanya satu embrio yang berhasil menempel dan berkembang, sehingga kehamilan tetap terjadi secara tunggal.

Selain metode pembuahan, keberhasilan kehamilan kembar juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti usia ibu, pola makan, kualitas sperma dan sel telur, hingga riwayat genetika. Kondisi medis tertentu seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga diketahui dapat memengaruhi peluang kehamilan, termasuk kehamilan kembar.

Langkah-langkah IVF untuk Kehamilan Kembar

Prosedur IVF untuk menghasilkan kehamilan kembar sebenarnya tidak jauh berbeda dengan IVF untuk kehamilan tunggal. Perbedaannya terletak pada jumlah embrio yang ditanamkan ke dalam rahim. Berikut ini adalah tahapan prosedur IVF secara umum:

1. Tahap Persiapan

Proses diawali dengan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk tes hormon FSH, pemeriksaan penyakit menular, evaluasi kondisi rahim, hingga analisis kualitas sperma. Setelah semua syarat terpenuhi, dokter akan memberikan obat untuk merangsang indung telur agar menghasilkan lebih dari satu sel telur, berbeda dengan siklus alami yang biasanya hanya memproduksi satu sel telur.

Untuk mematangkan sel telur, pasien akan mendapatkan suntikan hormon hCG. Waktu penyuntikan ini juga akan menentukan kapan pengambilan sel telur dilakukan.

2. Pengambilan Sel Telur dan Sperma

Sel telur biasanya diambil sekitar 34 hingga 36 jam setelah penyuntikan terakhir. Proses ini dilakukan menggunakan alat penyedot khusus yang dimasukkan melalui vagina. Sementara itu, sperma bisa diambil dari suami melalui masturbasi. Jika tidak memungkinkan, dokter bisa mengambil sperma langsung dari testis menggunakan jarum kecil.

3. Proses Pembuahan

Sel telur dan sperma yang telah dikumpulkan kemudian dipertemukan dalam satu wadah untuk memungkinkan pembuahan secara alami. Jika proses ini tidak berhasil, dokter bisa menggunakan teknik intracytoplasmic sperm injection (ICSI), yaitu dengan menyuntikkan sperma langsung ke dalam sel telur untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan.

4. Transfer Embrio

Tiga hingga lima hari setelah pembuahan, embrio akan dimasukkan kembali ke dalam rahim. Apabila pasien dan dokter sepakat untuk meningkatkan peluang hamil kembar, maka lebih dari satu embrio bisa ditransfer. Sementara itu, embrio yang tidak digunakan bisa disimpan melalui proses pembekuan atau egg freezing.

Setelah transfer, dokter akan memantau kondisi pasien untuk memastikan apakah embrio berhasil menempel pada dinding rahim dan berkembang menjadi kehamilan.

Apakah IVF Menjamin Kehamilan Kembar?

Meskipun prosedur IVF memungkinkan terjadinya kehamilan kembar, perlu dipahami bahwa tidak ada jaminan pasti. Semua bergantung pada respons tubuh masing-masing individu serta berbagai faktor pendukung lainnya.

Bagi pasangan yang menginginkan anak kembar, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis fertilitas. Melalui diskusi dan evaluasi medis yang tepat, rencana kehamilan bisa disusun secara lebih matang untuk meningkatkan kemungkinan mencapai keinginan tersebut.

Dengan perkembangan teknologi reproduksi yang semakin maju, impian memiliki anak kembar memang bukan lagi sesuatu yang mustahil. Namun, kesadaran dan pemahaman tentang seluruh proses IVF, termasuk risikonya, tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2023-12-04T112416.071.png
04/Jul/2025

Transfer embrio adalah tahap akhir dalam program bayi tabung (IVF) yang sangat menentukan keberhasilan kehamilan. Dalam proses ini, embrio hasil pembuahan di laboratorium dipindahkan ke dalam rahim, dengan harapan ia akan menempel pada dinding rahim dan berkembang menjadi janin. Salah satu tanda bahwa embrio berhasil menempel adalah terjadinya perdarahan implantasi, biasanya berupa flek merah muda atau kecoklatan. Karena tahap ini sangat krusial, para calon ibu biasanya memperhatikan dengan cermat berbagai hal yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan, termasuk posisi tidur.

Posisi Tidur yang Disarankan Setelah Embrio Transfer

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi tidur setelah embrio transfer memiliki pengaruh terhadap proses implantasi. Salah satu posisi yang disarankan adalah telentang, yang disebut dapat meningkatkan keberhasilan implantasi embrio meski hanya sebesar 0,014%. Untuk kenyamanan, Anda dapat meletakkan bantal di antara lutut agar otot perut tidak terlalu tegang.

Selain telentang, posisi menyamping ke kiri juga sangat dianjurkan. Posisi ini membantu meningkatkan aliran darah ke rahim, yang penting untuk proses penempelan embrio. Selain itu, posisi ini juga mengurangi tekanan pada perut dan membantu menjaga keseimbangan tubuh, sehingga menurunkan risiko komplikasi.

Namun, tidak semua orang merasa nyaman tidur dalam posisi menyamping ke kiri. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat tidur dengan posisi ini menjadi lebih nyaman:

  • Letakkan bantal di antara lutut untuk menjaga kesejajaran pinggul dan mengurangi tekanan pada punggung bawah.
  • Mandi air hangat sebelum tidur agar otot-otot lebih rileks dan tubuh lebih mudah beradaptasi dengan posisi tidur menyamping.
  • Gunakan bantal kehamilan untuk menyokong kaki dan perut. Bantal khusus ini membantu meningkatkan aliran darah, mengurangi rasa sakit saat tidur, dan memberikan dukungan tambahan bagi tubuh.

Selain posisi menyamping dan telentang, posisi berbaring dengan kepala dan perut sedikit terangkat juga direkomendasikan. Posisi ini membantu memperlancar aliran darah ke rahim dan mengurangi tekanan pada punggung. Yang perlu dihindari adalah tidur tengkurap, karena dapat menekan perut dan menghambat aliran darah ke rahim, serta memberi tekanan berlebih pada organ reproduksi.

Pentingnya Tidur Berkualitas dalam Program Bayi Tabung

Tidur yang cukup dan berkualitas tidak kalah penting dari posisi tidur. Selama tidur malam yang cukup idealnya minimal delapan jam per malam tubuh memiliki kesempatan untuk melakukan pemulihan dan regulasi berbagai proses fisiologis, termasuk yang berhubungan dengan sistem reproduksi.

Studi menunjukkan bahwa kekurangan tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Penurunan kadar hormon FSH (follicle-stimulating hormone) dan peningkatan hormon stres seperti kortisol bisa mengganggu ovulasi dan memengaruhi kualitas sperma.

Selain itu, tidur yang baik juga membantu menstabilkan kondisi mental dan emosional. Tingkat stres yang tinggi bisa berdampak buruk pada produksi hormon reproduksi, mengganggu siklus menstruasi pada wanita, dan menurunkan kualitas sperma pada pria. Maka dari itu, menjaga pola tidur yang teratur dan memastikan kualitas tidur yang baik menjadi kunci penting dalam mendukung keberhasilan program bayi tabung.

Tanda-Tanda Embrio Berhasil Menempel di Rahim

Keberhasilan transfer embrio biasanya dapat diketahui dalam waktu 10 hingga 14 hari setelah prosedur. Beberapa tanda yang bisa dirasakan antara lain:

  • Suhu basal tubuh yang meningkat
  • Payudara terasa lebih sensitif
  • Mual
  • Perubahan suasana hati
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan selera makan atau munculnya keinginan terhadap makanan tertentu
  • Perubahan pola tidur
  • Kram ringan di sekitar rahim
  • Peningkatan sensitivitas terhadap bau
  • Mudah merasa lelah

Selama 24 hingga 48 jam pertama setelah transfer embrio, disarankan untuk beristirahat total di tempat tidur. Setelah itu, Anda boleh mulai melakukan aktivitas ringan, namun tetap menghindari aktivitas berat untuk sementara waktu demi mendukung proses implantasi berjalan lancar.

Menjaga pola hidup sehat, termasuk memilih posisi tidur yang tepat dan tidur yang berkualitas, bisa memberikan kontribusi besar dalam keberhasilan program bayi tabung. Meski tidak menjamin 100%, langkah-langkah kecil ini dapat membantu memaksimalkan peluang keberhasilan dan memberi harapan baru bagi pasangan yang sedang berjuang mendapatkan momongan.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-03T152812.969.png
02/Jul/2025

Testis, atau yang juga dikenal sebagai buah zakar, merupakan organ penting dalam sistem reproduksi pria. Bentuknya oval dan ukurannya sebanding dengan buah zaitun, organ ini berada dalam skrotum, yaitu kantung kulit yang tergantung di bagian belakang organ reproduksi pria. Fungsi utama testis adalah memproduksi hormon pria, terutama testosteron, yang berperan dalam pembentukan sel sperma dan sel-sel reproduksi lainnya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan testis sangat penting, terlebih karena organ ini rentan mengalami berbagai gangguan.

 

Berbagai Penyakit yang Umum Menyerang Testis

Testis dikenal sebagai organ yang sangat sensitif, sehingga mudah mengalami cedera maupun infeksi. Berikut beberapa kondisi medis yang umum terjadi pada testis:

  1. Epididimitis

Merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran di belakang testis yang berfungsi membawa sperma ke uretra. Infeksi bakteri atau penyakit menular seksual sering kali menjadi penyebabnya. Kondisi ini umumnya menyerang pria berusia 19 hingga 35 tahun. Gejalanya meliputi demam ringan, nyeri dan pembengkakan pada epididimis, sering buang air kecil disertai rasa sakit, nyeri saat berhubungan intim, dan munculnya darah pada sperma ketika ejakulasi.

  1. Trauma Testis

Trauma terjadi saat testis mengalami benturan atau tekanan dari benda keras. Cedera ini dapat menimbulkan rasa mual, pembengkakan, atau memar. Cedera ringan biasanya membaik dalam waktu kurang dari satu jam, tetapi bila rasa nyeri bertahan lebih lama dan disertai pembengkakan, hal tersebut mengindikasikan cedera serius yang memerlukan penanganan medis segera.

  1. Kanker Testis

Meskipun bukan penyakit menular, kanker testis dapat disembuhkan jika ditangani sejak dini. Penyakit ini lebih sering terjadi pada pria berusia 30 hingga 35 tahun. Gejalanya mencakup rasa berat pada skrotum, nyeri perut, panas pada selangkangan, serta rasa tidak nyaman di testis atau skrotum. Beberapa penderita juga mengalami nyeri punggung dan dada. Kehadiran tumor di testis bisa menjadi indikasi kondisi seperti teratoma.

  1. Varikokel

Merupakan pembengkakan pembuluh darah vena dalam skrotum yang menyerupai varises. Varikokel dapat terjadi di salah satu atau kedua sisi skrotum dan menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Gejala yang sering muncul antara lain benjolan tiba-tiba pada skrotum, pembengkakan, nyeri berkepanjangan, serta pembesaran pembuluh darah di bagian atas skrotum.

  1. Hidrokel

Kondisi ini ditandai dengan penumpukan cairan jernih di sekitar testis. Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa menyebabkan pembengkakan di skrotum dan area selangkangan. Hidrokel dapat dialami oleh bayi yang baru lahir maupun pria berusia di atas 40 tahun. Jika menimbulkan gejala, penderita mungkin merasakan nyeri, pembengkakan, kemerahan, serta tekanan di area bawah organ reproduksi.

Memahami berbagai penyakit ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya pencegahan terhadap gangguan kesehatan testis.

Fungsi Utama Testis bagi Kesehatan dan Reproduksi Pria

Testis tidak hanya penting untuk fungsi seksual, tapi juga berperan besar dalam kesehatan secara keseluruhan. Berikut beberapa fungsinya yang krusial:

  1. Produksi Sperma (Spermatogenesis)

Testis berfungsi menghasilkan sperma melalui proses yang disebut spermatogenesis. Dalam proses ini, sel-sel spermatogonia berkembang menjadi sperma matang yang membawa materi genetik untuk pembuahan.

  1. Produksi Hormon Testosteron

Testosteron adalah hormon utama pria yang diproduksi oleh testis. Hormon ini berperan dalam perkembangan seksual, pembentukan massa otot, pertumbuhan rambut tubuh, serta menjaga kepadatan tulang dan kestabilan suasana hati.

  1. Pengaturan Suhu Organ Reproduksi

Agar sperma dapat diproduksi secara optimal, testis perlu berada pada suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh. Skrotum membantu mengatur suhu ini dengan mengontraksi atau mengendur, tergantung pada kondisi suhu lingkungan.

  1. Pertumbuhan dan Perkembangan Seksual

Selama masa pubertas, testis menghasilkan testosteron yang mendorong perkembangan penis, prostat, dan pertumbuhan rambut di area kemaluan maupun wajah.

  1. Respons terhadap Hormon Luteinizing (LH)

Testis merespons sinyal dari otak melalui hormon LH yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Hormon ini merangsang produksi testosteron dan mengatur fungsi testis secara keseluruhan.

Memelihara kesehatan testis sama artinya dengan menjaga fungsi reproduksi, keseimbangan hormonal, dan kualitas hidup pria secara menyeluruh. Pemahaman akan fungsi serta ancaman penyakit pada organ ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi pria.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Gejala-Vaginismus.png
02/Jul/2025

Lendir serviks adalah cairan alami yang diproduksi oleh leher rahim dan dialirkan ke vagina. Ciri-ciri lendir ini baik dari segi bentuk, tekstur, maupun jumlah dapat berubah-ubah seiring dengan naik turunnya hormon dalam tubuh wanita selama siklus menstruasi, terutama saat ovulasi atau masa subur.

Karena itu, memperhatikan tampilan lendir serviks dapat menjadi salah satu cara alami untuk mengenali kapan masa subur sedang berlangsung. Pemahaman ini sangat penting, khususnya bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

 

Masa Subur dan Proses Ovulasi

Ovulasi merupakan momen di mana sel telur dilepaskan dari ovarium menuju saluran tuba falopi. Agar kehamilan terjadi, sel telur ini harus bertemu dan dibuahi oleh sel sperma. Setelah dibuahi, sel telur akan berkembang menjadi embrio.

Masa subur biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Berhubungan intim pada masa ini akan meningkatkan peluang terjadinya pembuahan. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda masa subur menjadi langkah penting dalam perencanaan kehamilan, baik dengan bantuan alat deteksi masa subur maupun secara alami dengan memperhatikan kondisi lendir serviks.

 

Ciri-Ciri Lendir Serviks Saat Masa Subur

Perubahan hormon selama siklus menstruasi memengaruhi banyak hal dalam sistem reproduksi wanita, termasuk produksi lendir serviks. Saat mendekati ovulasi, kadar hormon estrogen meningkat, yang merangsang produksi lendir dalam jumlah lebih banyak.

Lendir serviks pada masa subur biasanya tampak jernih atau putih bening, menyerupai putih telur mentah. Teksturnya licin dan elastis, serta cukup lengket. Karakteristik ini ideal untuk membantu pergerakan sperma menuju sel telur, karena lendir semacam ini menciptakan jalur yang mendukung mobilitas sperma.

 

Cara Memeriksa Lendir Serviks Sendiri

Mengenali masa subur bisa dilakukan dengan memeriksa lendir serviks secara langsung. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci tangan hingga bersih. Kemudian, masukkan jari telunjuk dan jari tengah secara perlahan ke dalam vagina hingga menyentuh area leher rahim. Setelah itu, tarik keluar jari dan amati tekstur serta warna lendir yang menempel.

Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan menggunakan tisu toilet. Usapkan tisu ke area vagina, lalu periksa lendir yang menempel pada tisu tersebut. Bila lendir tampak jernih, licin, dan elastis seperti putih telur, besar kemungkinan Anda sedang berada dalam masa subur.

Cara lainnya adalah dengan memperhatikan lendir yang tertinggal di celana dalam, terutama jika menggunakan celana dalam berwarna gelap yang memudahkan pengamatan. Perubahan lendir ini bisa menjadi penanda alami untuk mengenali waktu terbaik berhubungan intim jika sedang berupaya hamil.

 

Tanda-Tanda Tambahan Saat Masa Subur

Di luar perubahan lendir serviks, wanita juga bisa mengalami gejala lain ketika berada di masa subur. Beberapa tanda tersebut antara lain peningkatan suhu basal tubuh (suhu tubuh saat bangun tidur sebelum beraktivitas), rasa nyeri di bagian perut bawah atau punggung, serta payudara yang terasa lebih sensitif dari biasanya.

Bila Anda merasa kesulitan mengenali masa subur melalui lendir serviks, metode lain seperti perhitungan kalender menstruasi atau penggunaan alat deteksi masa subur berbasis urine juga dapat menjadi pilihan yang efektif.

Bagi yang ingin memahami lebih lanjut tentang perubahan lendir serviks dan kaitannya dengan siklus kesuburan, berkonsultasi dengan dokter bisa menjadi langkah tepat. Pemeriksaan medis dapat memastikan apakah perubahan lendir yang dialami merupakan bagian dari proses alami tubuh atau justru menandakan kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-04-19T154555.467.png
02/Jul/2025

Sperma yang sehat umumnya bergerak maju secara lurus dengan kecepatan sekitar 25 mikrometer per detik. Namun, pada kondisi yang disebut asthenozoospermia, kemampuan bergerak ini terganggu. Sperma bisa bergerak lebih lambat, bahkan tidak bergerak sama sekali, atau hanya berputar di tempat membentuk lingkaran kecil. Gangguan ini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kesuburan pria karena sperma yang tidak mampu mencapai tuba falopi tidak dapat membuahi sel telur.

 

Penyebab Asthenozoospermia

Sperma sangat rentan terhadap berbagai gangguan. Peradangan, paparan racun, serta kerusakan akibat radikal bebas dapat mengganggu kualitas dan motilitasnya. Beberapa faktor penyebab asthenozoospermia antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Malnutrisi jangka panjang
  • Paparan bahan kimia beracun seperti pestisida
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Penggunaan obat tertentu seperti venlafaxine, voriconazole, dan sulfasalazine
  • Kemoterapi atau radioterapi
  • Varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum)
  • Peradangan pada saluran sperma
  • Infeksi menular seksual seperti hepatitis B dan C, herpes, klamidia, atau ureaplasma
  • Infeksi pada sistem urogenital seperti prostatitis dan epididimitis
  • Produksi antibodi antisperma yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sperma sendiri

Gejala Asthenozoospermia

  • Kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala yang langsung disadari. Namun, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
  • Jumlah sperma yang bergerak normal kurang dari 5 juta atau di bawah 32% dari total sperma
  • Sebagian besar sperma bergerak sangat lambat atau tidak bergerak sama sekali
  • Pergerakan sperma tidak progresif, seperti hanya bergetar atau membentuk lingkaran kecil
  • Bentuk sperma yang abnormal

Kondisi ini juga bisa disertai keluhan lain, seperti:

  • Kesulitan memiliki anak
  • Disfungsi ereksi
  • Penurunan gairah seksual
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis
  • Gejala ketidakseimbangan hormon, misalnya pembesaran payudara atau penurunan massa otot

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua pria dengan asthenozoospermia akan mengalami kemandulan. Jika kualitas sperma lainnya tetap baik, peluang untuk memiliki keturunan tetap ada.

 

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter

  • Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan jika:
  • Belum berhasil memiliki anak setelah mencoba selama satu tahun
  • Mengalami disfungsi seksual
  • Merasakan nyeri atau menemukan pembengkakan di area selangkangan
  • Menemukan benjolan di testis
  • Baru menjalani operasi pada organ reproduksi

 

Diagnosis Asthenozoospermia

Proses diagnosis dimulai dengan pengumpulan informasi medis, seperti gejala, riwayat penyakit, prosedur pengobatan sebelumnya, dan aktivitas seksual. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya di area genital.

Langkah utama dalam diagnosis adalah analisis sperma. Pasien akan diminta mengumpulkan sampel air mani, baik di rumah sakit melalui masturbasi atau di rumah menggunakan kondom khusus. Sampel harus dikirim ke laboratorium dalam waktu 30 hingga 60 menit dalam suhu ruangan.

Jika dari analisis ditemukan bahwa sperma yang bergerak normal kurang dari 32%, maka pasien didiagnosis mengalami asthenozoospermia. Pemeriksaan sperma juga mencakup analisis volume air mani, jumlah dan konsentrasi sperma, jumlah sperma hidup, bentuk sperma, waktu pencairan sperma, kadar pH, dan keberadaan sel darah putih.

 

Pengobatan Asthenozoospermia

Pengobatan bisa dilakukan melalui tindakan medis maupun perubahan gaya hidup. Jika penyebabnya adalah kondisi medis seperti varikokel, infeksi, atau gangguan hormonal, dokter akan menyesuaikan penanganannya.

Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan meliputi:

  • Terapi hormon untuk merangsang produksi sperma
  • Operasi untuk mengatasi penyumbatan saluran ejakulasi atau memperbaiki varikokel
  • Pemberian antibiotik atau antivirus jika ada infeksi
  • Obat untuk menghambat antibodi antisperma
  • Suplemen antioksidan seperti zinc, selenium, asam folat, vitamin C dan E, coenzyme Q10, serta carnitine

Penanganan lain termasuk:

  • Sildenafil untuk pasien yang juga mengalami disfungsi ereksi
  • Konseling untuk mendukung kondisi psikologis pasien
  • Teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi buatan dan bayi tabung bagi pasien yang sulit memiliki anak

Perubahan Gaya Hidup

Beberapa langkah mandiri yang dapat membantu memperbaiki kondisi sperma antara lain:

  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
  • Rutin berolahraga
  • Menerapkan perilaku seksual yang sehat
  • Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti betakaroten, vitamin C, dan lutein

Komplikasi Asthenozoospermia

Asthenozoospermia berisiko menyebabkan kemandulan. Dampak lain yang mungkin terjadi meliputi:

  • Stres dan gangguan hubungan akibat kesulitan memiliki anak
  • Biaya tinggi untuk prosedur teknologi reproduksi berbantu
  • Peningkatan risiko penyakit seperti kanker testis, melanoma, dan kanker prostat

Pencegahan

Menjaga pola hidup sehat merupakan langkah utama dalam mencegah asthenozoospermia. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Menjaga pola makan sehat dan seimbang
  • Berolahraga secara rutin
  • Mempertahankan berat badan ideal

Dengan memahami penyebab, gejala, hingga cara penanganannya, asthenozoospermia bukanlah kondisi yang tidak bisa diatasi. Pemeriksaan dini dan perubahan gaya hidup bisa menjadi langkah awal menuju solusi.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya

 


artikel-41.png
01/Jul/2025

Gangguan haid merupakan kondisi yang umum dialami oleh banyak perempuan, di mana siklus menstruasi mengalami perubahan yang tidak normal. Perubahan ini bisa berupa haid yang datang terlalu cepat, terlalu lama, terlalu sedikit, terlalu banyak, atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Bagi sebagian perempuan, kondisi ini mungkin bersifat sementara, namun bila berlangsung lama, gangguan haid dapat menimbulkan rasa cemas karena sering kali menjadi sinyal adanya ketidakseimbangan dalam tubuh. Memahami penyebab gangguan haid sangat penting agar setiap perempuan dapat lebih peka terhadap kondisi tubuhnya dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatan reproduksi.

 

Stres: Pengaruh Psikologis yang Berdampak Fisik

Kondisi emosional yang tidak stabil seperti stres berkepanjangan ternyata bukan hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat berdampak langsung pada sistem hormon dalam tubuh. Stres, baik karena tekanan kerja, konflik pribadi, ataupun faktor fisik seperti kelelahan, memicu peningkatan hormon kortisol. Kortisol yang berlebihan dapat mengganggu produksi hormon estrogen dan progesteron yang mengatur siklus menstruasi. Akibatnya, haid bisa datang terlambat, menjadi tidak teratur, atau bahkan berhenti sama sekali dalam jangka waktu tertentu. Maka dari itu, menjaga kesehatan mental dan keseimbangan emosi merupakan langkah awal yang penting dalam menjaga keteraturan siklus haid.

 

Perubahan Berat Badan: Tubuh yang Tidak Seimbang Memengaruhi Siklus

Penurunan berat badan secara drastis maupun kenaikan berat badan yang tidak terkendali dapat memengaruhi kestabilan hormon reproduksi. Kondisi seperti anoreksia nervosa atau bulimia membuat tubuh kekurangan lemak yang diperlukan untuk memproduksi hormon estrogen. Sebaliknya, obesitas juga dapat meningkatkan produksi estrogen berlebih, yang sama-sama menyebabkan siklus haid menjadi terganggu. Bahkan, kekurangan gizi akibat pola makan tidak seimbang pun berkontribusi terhadap ketidaknormalan siklus menstruasi. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal dan mengatur pola makan sehat bergizi seimbang sangat dianjurkan untuk mendukung keteraturan siklus menstruasi.

 

Gangguan Hormon: Ketidakseimbangan Internal yang Tidak Terlihat

Salah satu penyebab utama gangguan haid adalah ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Kondisi seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) menyebabkan terganggunya proses ovulasi akibat kelebihan hormon androgen (hormon laki-laki) dalam tubuh perempuan. Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat memberikan efek signifikan. Hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) atau hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan mengacaukan sistem hormonal yang mengatur menstruasi. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sangat penting ketika gangguan haid terjadi secara terus-menerus tanpa sebab yang jelas.

 

Pengaruh Kontrasepsi: Menstruasi yang Berubah Karena Alat Pengendali Kehamilan

Berbagai bentuk kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntikan, implan, maupun alat intrauterin (IUD) sering kali memengaruhi pola menstruasi. Beberapa perempuan mengalami perubahan seperti haid menjadi lebih ringan, datang lebih jarang, atau bahkan tidak menstruasi sama sekali selama beberapa bulan. Ini merupakan efek samping yang umum terjadi, karena alat kontrasepsi bekerja dengan cara mengatur atau menekan hormon tertentu dalam tubuh. Meskipun biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya, pemantauan rutin terhad perubahan yang terjadi tetap diperlukan, terutama bila disertai gejala lain yang mengganggu.

 

Penyakit Kronis: Gangguan Sistemik yang Mempengaruhi Hormon

Beberapa kondisi medis kronis seperti diabetes yang tidak terkontrol atau penyakit autoimun dapat memengaruhi sistem hormonal tubuh. Ketika kadar gula darah tidak stabil atau sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, tubuh akan mengalami stres biologis yang pada akhirnya berdampak pada sistem reproduksi. Hormon yang berperan dalam pengaturan siklus haid menjadi terganggu, sehingga menstruasi menjadi tidak menentu. Penanganan terhadap penyakit dasar ini sangat penting untuk mengembalikan kestabilan siklus haid.

 

Olahraga Berlebihan: Ketika Aktivitas Fisik Menguras Energi Tubuh

Aktivitas fisik memang penting bagi kesehatan, tetapi olahraga yang terlalu berat atau intensitas tinggi tanpa cukup istirahat justru dapat menimbulkan masalah kesehatan, termasuk pada sistem reproduksi. Atlet perempuan atau individu yang melakukan olahraga berat dalam waktu lama cenderung mengalami amenore, yaitu kondisi tidak mengalami menstruasi. Ini terjadi karena tubuh kehilangan terlalu banyak lemak yang diperlukan untuk sintesis hormon reproduksi. Oleh sebab itu, penting untuk menyeimbangkan antara aktivitas fisik, asupan energi, dan waktu istirahat demi menjaga fungsi tubuh secara optimal.

 

Masa Perimenopause: Transisi Menuju Menopause yang Tidak Selalu Mulus

Perimenopause adalah fase transisi sebelum seorang perempuan memasuki masa menopause. Fase ini biasanya dimulai pada usia akhir 30-an hingga 40-an dan berlangsung selama beberapa tahun. Dalam periode ini, kadar hormon estrogen mulai mengalami fluktuasi yang tajam, menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur — bisa lebih pendek, lebih panjang, atau mengalami pendarahan tidak biasa. Meskipun merupakan proses alami, perubahan ini sering kali menimbulkan kebingungan atau kekhawatiran. Maka, pemahaman yang baik tentang perimenopause akan membantu perempuan mempersiapkan diri menghadapi perubahan hormonal yang terjadi.

 

Infeksi dan Penyakit Reproduksi: Ancaman pada Sistem Reproduksi

Gangguan haid juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi atau penyakit pada organ reproduksi, seperti radang panggul atau endometriosis. Radang panggul disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar ke rahim, saluran tuba, atau ovarium. Sementara endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, menyebabkan nyeri haid yang hebat dan perdarahan tidak normal. Kedua kondisi ini tidak hanya memengaruhi siklus menstruasi, tetapi juga dapat menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil. Pemeriksaan ginekologi secara rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksi dan menangani kondisi ini lebih awal.

 

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Gangguan haid memang tidak selalu menandakan kondisi serius, namun ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan dan memerlukan perhatian medis. Jika seorang perempuan tidak mengalami haid selama lebih dari tiga bulan tanpa kehamilan atau alasan medis yang jelas, ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan serius. Begitu juga jika mengalami perdarahan menstruasi yang sangat berat atau berlangsung lebih dari tujuh hari, serta nyeri menstruasi yang luar biasa hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Frekuensi haid yang terlalu sering (kurang dari 21 hari) atau terlalu jarang (lebih dari 35 hari) juga perlu dievaluasi oleh dokter.

Gangguan haid merupakan cerminan dari kondisi tubuh secara keseluruhan. Dengan mengenali gejala dan memahami berbagai penyebabnya, setiap perempuan bisa lebih tanggap terhadap perubahan yang terjadi dalam dirinya. Langkah awal ini akan membantu menjaga keseimbangan hormon, meningkatkan kualitas hidup, serta melindungi kesehatan reproduksi secara jangka panjang.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-5.png
01/Jul/2025

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan prosedur medis yang dirancang untuk membantu proses pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh, tepatnya di laboratorium. Setelah sel telur berhasil dibuahi, hasil pembuahan ini berkembang menjadi embrio yang kemudian ditanamkan ke dalam rahim untuk tumbuh dan berkembang menjadi janin

 

Pasangan yang Disarankan Mengikuti Program Bayi Tabung

Program bayi tabung biasanya menjadi opsi bagi pasangan yang belum dikaruniai anak meskipun telah melakukan hubungan intim secara rutin pada masa subur selama lebih dari dua tahun. Metode ini juga sering dipilih oleh pasangan yang belum berhasil mendapatkan keturunan setelah mencoba berbagai cara lain, seperti mengonsumsi obat penyubur, menjalani inseminasi buatan, atau melalui prosedur pembedahan.

Infertilitas dapat dialami oleh pihak wanita, pria, atau bahkan keduanya. Dalam praktiknya, program bayi tabung disarankan bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil karena kondisi berikut:

  • Kerusakan atau penyumbatan pada saluran telur (tuba falopi), yang menghambat proses pembuahan atau perjalanan embrio menuju rahim
  • Masalah kesuburan pada pria, seperti gangguan pada fungsi, bentuk, atau pergerakan sperma
  • Endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim tumbuh di luar rahim
  • Gangguan kesuburan wanita, misalnya kualitas sel telur yang buruk, gangguan ovulasi, atau siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Kelainan genetik yang mempersulit terjadinya kehamilan alami
  • Infertilitas primer atau masalah kesuburan dengan penyebab yang tidak diketahui secara pasti

 

Faktor yang Meningkatkan Peluang Keberhasilan Bayi Tabung

Agar peluang keberhasilan program bayi tabung semakin tinggi, terdapat beberapa faktor yang sebaiknya dipenuhi oleh pasangan yang menjalani prosedur ini.

  1. Usia Wanita yang Lebih Muda dari 42 Tahun

Usia merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan bayi tabung. Berdasarkan berbagai studi, wanita yang berusia di bawah 35 tahun memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang berusia di atasnya. Peluang tersebut cenderung menurun secara signifikan setelah usia 42 tahun. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti proses penuaan, perubahan hormon, hingga faktor genetik yang memengaruhi kualitas sel telur.

  1. Kesehatan Fisik dan Mental yang Prima

Kesiapan secara fisik dan mental sangat diperlukan mengingat program bayi tabung melibatkan prosedur medis yang kompleks, memerlukan biaya besar, serta dapat memakan waktu yang tidak sebentar. Kesehatan tubuh dan kestabilan emosi menjadi bekal penting dalam menjalani proses ini.

Untuk mendukung keberhasilan program, pasangan disarankan menjaga gaya hidup sehat, mengelola stres dengan baik, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok. Semua hal ini dapat meningkatkan kualitas sel telur, sperma, serta kondisi rahim yang optimal bagi tumbuh kembang embrio.

Bagi pasangan yang mempertimbangkan untuk menjalani program bayi tabung, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis. Melalui konsultasi, dokter dapat mengevaluasi kondisi kesehatan dan kesuburan masing-masing individu dan merekomendasikan metode reproduksi yang paling sesuai, termasuk bayi tabung jika dianggap perlu.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-3.png
01/Jul/2025

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Jaringan ini dapat menempel pada organ lain, menyebabkan reaksi peradangan kronis, nyeri hebat, dan membentuk perlengketan antar jaringan. Perlengketan ini terjadi karena jaringan parut yang menyatukan organ atau jaringan lain di sekitarnya.

Gejala endometriosis cenderung bervariasi dan mengikuti siklus hormon bulanan. Biasanya gejala akan memburuk menjelang atau selama menstruasi. Sebagian wanita merasakan nyeri hebat di bagian panggul, sementara yang lain sama sekali tidak mengalami gejala. Mereka yang tidak bergejala kerap mengetahui keberadaan endometriosis ketika mengalami kesulitan untuk hamil atau saat menjalani operasi karena alasan lain.

Keluhan umum dari penderita endometriosis meliputi nyeri haid (dismenore), nyeri saat berhubungan intim (dispareunia), nyeri saat buang air kecil atau besar, nyeri panggul kronis, dan nyeri saat buang air besar (diskezia). Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kelelahan hingga infertilitas.

 

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan endometriosis bergantung pada tingkat keparahan, gejala yang dirasakan, dan apakah penderita ingin memiliki anak. Jika nyeri menjadi keluhan utama, maka terapi medikamentosa biasanya menjadi pilihan pertama. Obat-obatan yang digunakan antara lain antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk meredakan nyeri dan terapi hormonal seperti pil KB, progestin, atau agonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH). Dalam praktik medis, nyeri sering kali menjadi alasan utama yang mendorong penderita datang ke layanan kesehatan.

Ragam Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala yang sering ditemukan pada penderita endometriosis antara lain:

  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul, yang cenderung memburuk saat menstruasi
  • Nyeri saat atau setelah berhubungan seksual (dispareunia)
  • Nyeri saat buang air kecil atau besar selama menstruasi
  • Gangguan pencernaan siklik, seperti kembung, diare, atau sembelit
  • Pendarahan menstruasi yang berlebihan
  • Kelelahan berlebih
  • Depresi
  • Kesulitan hamil (infertilitas)

 

Apa Penyebab Endometriosis?

Hingga kini, penyebab pasti dari endometriosis masih menjadi misteri. Beberapa teori yang paling sering dibahas meliputi:

  1. Menstruasi retrograd

Teori ini menyatakan bahwa darah menstruasi yang mengandung sel-sel endometrium mengalir kembali melalui tuba falopi ke rongga perut, kemudian menempel di dinding peritoneum dan berkembang menjadi lesi endometriosis. Estrogen berperan penting dalam proses ini, sehingga banyak terapi yang ditujukan untuk menekan produksi hormon ini.

  1. Metaplasia selomik

Menurut teori ini, jaringan peritoneum normal bisa berubah menjadi jaringan endometrium ektopik. Transformasi ini diyakini terjadi karena pengaruh estrogen.

  1. Faktor genetik dan imunologi

Endometriosis diduga bisa menurun dalam keluarga dan lebih sering menyerang kelompok etnis tertentu. Ada juga teori yang menyatakan bahwa gangguan sistem kekebalan tubuh memicu peradangan kronis dan memungkinkan jaringan endometrium tumbuh di luar rahim.

Tidak ada satu teori pun yang sepenuhnya dapat menjelaskan kondisi ini secara menyeluruh. Kemungkinan besar, endometriosis disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor.

Klasifikasi Endometriosis Menurut ASRM

American Society of Reproductive Medicine (ASRM) mengelompokkan endometriosis menjadi empat tingkat berdasarkan tingkat keparahan:

  • Stadium I & II (minimal hingga ringan)

Lesi superfisial kecil pada peritoneum, belum terbentuk kista endometrioma, dan perlengketan masih ringan.

  • Stadium III & IV (sedang hingga berat)

Adanya lesi endometriosis yang dalam, kista endometrioma, dan perlengketan sedang hingga luas antara rahim, ovarium, saluran tuba, dan saluran pencernaan.

 

Lebih dari Sekadar Nyeri Fisik

Endometriosis bukan hanya persoalan nyeri fisik. Gejala-gejala yang muncul dapat berdampak besar pada aspek psikososial penderita. Rasa sakit yang parah, terutama dismenore, dapat membatasi aktivitas harian bahkan membuat penderita tak mampu beraktivitas sama sekali. Hal ini tentu berpengaruh pada produktivitas dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Nyeri saat berhubungan intim juga sering menjadi sumber permasalahan dalam hubungan rumah tangga. Penderita cenderung menghindari hubungan seksual karena rasa sakit yang muncul, yang pada akhirnya menurunkan frekuensi dan kualitas hubungan dengan pasangan. Tidak jarang, kondisi ini menimbulkan rasa bersalah, kesalahpahaman, bahkan konflik dalam rumah tangga. Sementara itu, infertilitas akibat endometriosis kerap menjadi beban psikologis tersendiri, memicu perasaan tidak berguna dan depresi.

Pentingnya Dukungan Emosional dan Sosial

Walaupun endometriosis bukan penyakit mematikan, dampaknya sangat kompleks dan mendalam. Penderita bisa mengalami kesulitan besar dalam menerima kondisi ini, baik secara fisik maupun emosional. Di sinilah dukungan sangat dibutuhkan. Peran tenaga medis, keluarga, dan komunitas menjadi sangat penting dalam proses penanganan dan penerimaan penyakit ini. Kelompok pendukung seperti Endometriosis UK dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkuat semangat penderita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Endometriosis memengaruhi lebih dari tubuh, ia juga memengaruhi hati, pikiran, dan hubungan sosial. Sebagai sesama perempuan, kita dapat berperan aktif memberikan pemahaman, empati, dan dukungan terhadap mereka yang berjuang diam-diam dengan nyeri yang tidak selalu terlihat.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.