fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Pengaruh-Usia-terhadap-Kesuburan-Pria-dan-Peran-Teknologi-Reproduksi-Modern.png
07/Nov/2025

Jika selama ini fokus kesuburan sering tertuju pada wanita, nyatanya usia pria juga berpengaruh besar terhadap peluang kehamilan dan kesehatan anak.

Walau pria bisa memproduksi sperma sepanjang hidupnya, kualitas sperma tetap mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.

 

Bagaimana Usia Mempengaruhi Kesuburan Pria?

  1. Kualitas Sperma Menurun
    Seiring waktu, sperma pria cenderung memiliki motilitas (kemampuan bergerak) dan jumlah yang menurun. Volume semen juga dapat berkurang.
  2. Waktu untuk Hamil Lebih Lama
    Jika pria berusia di atas 40 tahun, kemungkinan butuh waktu lebih lama untuk pasangan hamil, bahkan jika sang istri masih muda.
  3. Risiko pada Kesehatan Anak
    Beberapa studi menunjukkan peningkatan risiko kecil terhadap gangguan perkembangan saraf seperti autisme pada anak dari ayah berusia lanjut, meski peningkatannya tidak besar.

 

Usia dan Teknologi Reproduksi (IVF)

Kemajuan teknologi seperti In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung memang membantu banyak pasangan yang sulit hamil. Namun, penting dipahami bahwa teknologi ini tidak sepenuhnya bisa mengatasi penurunan kualitas sel telur akibat usia.

  • Efektivitas IVF menurun seiring usia wanita, terutama jika menggunakan sel telurnya sendiri.
  • Namun, peluang keberhasilan bisa meningkat jika menggunakan donor sel telur dari wanita yang lebih muda.

 

Kapan Waktu Tepat untuk Konsultasi?

  • Jika usia di bawah 35 tahun, konsultasikan ke dokter bila belum hamil setelah 1 tahun mencoba.
  • Jika di atas 35 tahun, sebaiknya periksa setelah 6 bulan mencoba.

Dokter dapat membantu melakukan pemeriksaan kesuburan, seperti:

  • Tes hormon dan USG untuk wanita
  • Analisis sperma untuk pria

 

Tips Meningkatkan Peluang Kehamilan

  1. Terapkan gaya hidup sehat
    Konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan hindari rokok serta alkohol.
  2. Ketahui masa subur
    Berhubungan intim di waktu ovulasi meningkatkan peluang kehamilan.
  3. Pertimbangkan pembekuan sel telur (egg freezing)
    Untuk wanita yang menunda kehamilan, langkah ini dapat membantu mempertahankan kualitas sel telur di usia muda.
  4. Kelola stres dan jaga kesehatan mental
    Stres kronis dapat memengaruhi hormon reproduksi baik pada pria maupun wanita.

 

Usia bukan penghalang mutlak untuk memiliki anak, namun menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan kehamilan.
Dengan deteksi dini, gaya hidup sehat, serta bantuan medis modern, peluang untuk memiliki keturunan tetap terbuka di berbagai usia.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Usia-dan-Kesuburan-Mengapa-Bertambah-Umur-Bisa-Mengurangi-Peluang-Hamil.png
06/Nov/2025

Banyak pasangan mendambakan kehadiran buah hati, namun tak sedikit yang mengalami tantangan di perjalanan menuju kehamilan. Salah satu faktor penting yang sering kali luput diperhatikan adalah usia baik pada wanita maupun pria.

Seiring bertambahnya usia, peluang untuk hamil secara alami memang cenderung menurun, sementara risiko komplikasi kehamilan justru meningkat. Perempuan di bawah usia 35 tahun dan laki-laki di bawah usia 40 tahun umumnya memiliki peluang lebih besar untuk hamil, baik secara alami maupun dengan bantuan teknologi reproduksi seperti bayi tabung (IVF).

Walau bukan berarti mustahil untuk hamil di usia yang lebih tua, prosesnya sering kali membutuhkan waktu dan usaha lebih.

 

Mengapa Usia Mempengaruhi Kesuburan?

Tubuh manusia mengalami banyak perubahan seiring waktu termasuk sistem reproduksi. Berikut beberapa penyebab utama penurunan kesuburan akibat usia:

  1. Jumlah Sel Telur Berkurang
    Wanita terlahir dengan cadangan sel telur yang terbatas. Jumlahnya terus menurun sejak lahir dan menurun drastis setelah usia 35 tahun.
  2. Kualitas Sel Telur dan Sperma Menurun
    Sel telur yang menua lebih rentan terhadap kelainan kromosom, sementara sperma pria berusia lanjut sering memiliki kerusakan DNA atau kemampuan bergerak yang lebih rendah.
  3. Perubahan Hormon dan Siklus Reproduksi
    Pada wanita, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur seiring bertambahnya usia. Pada pria, kadar testosteron juga cenderung menurun.
  4. Perubahan Kondisi Rahim dan Sistem Reproduksi
    Dinding rahim atau saluran tuba bisa mengalami perubahan yang memengaruhi keberhasilan implantasi embrio.
  5. Risiko Penyakit yang Meningkat
    Penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid yang lebih sering muncul di usia lanjut dapat mengganggu kesuburan.
  6. Gaya Hidup dan Paparan Lingkungan
    Polusi, stres, kebiasaan merokok, alkohol, dan pola makan tidak sehat dapat mempercepat penurunan kualitas reproduksi.

 

Bagaimana Usia Mempengaruhi Kesuburan Wanita?

Penurunan kesuburan pada wanita biasanya mulai terasa di usia 30-an dan menurun lebih tajam setelah 35 tahun.

  • Di usia 30, peluang hamil alami sekitar 20% per bulan.
  • Di usia 40, peluang tersebut menurun hingga 5% per bulan.

Selain itu, risiko keguguran dan kelainan kromosom seperti sindrom Down meningkat seiring bertambahnya usia. Misalnya, pada wanita usia 30, risiko kelainan kromosom sekitar 1 dari 400 kehamilan, sedangkan di usia 40, meningkat menjadi 1 dari 100.

 

Risiko Kehamilan di Usia Lebih Tua

Wanita hamil di atas usia 35 tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti:

  • Diabetes gestasional
  • Letak plasenta tidak normal
  • Kelahiran prematur
  • Kebutuhan operasi sesar

Namun, dengan perawatan medis yang tepat, sebagian besar wanita tetap bisa melahirkan bayi sehat meski di usia lebih tua.

 

Usia memang faktor alami yang tak bisa dihindari, tetapi kesadaran dan perencanaan yang baik bisa membantu. Jika Anda berusia di atas 35 tahun dan sudah mencoba hamil selama enam bulan tanpa hasil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburan.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Manfaat-Daun-Sirih-untuk-Wanita-Herbal-Tradisional-yang-Masih-Relevan.png
05/Nov/2025

Daun sirih telah menjadi bagian dari budaya kesehatan perempuan di Indonesia sejak lama. Tanaman dengan aroma khas ini dipercaya mampu menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan secara alami. Meski saat ini banyak produk modern tersedia, daun sirih tetap menjadi pilihan banyak wanita sebagai solusi herbal sehari-hari.

Berikut beberapa manfaat daun sirih untuk kesehatan wanita:

  1. Membantu Mengatasi Keputihan

Air rebusan daun sirih dikenal dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di area kewanitaan. Ini membuatnya bermanfaat untuk mengurangi keputihan berlebih sekaligus mengurangi rasa tidak nyaman.

  1. Mengurangi Bau Tidak Sedap

Kandungan minyak atsiri dan eugenol dalam daun sirih bersifat antibakteri. Efek ini dapat membantu mencegah bau tidak sedap di area intim, terutama jika digunakan sebagai cairan bilas.

  1. Meredakan Gatal dan Iritasi Ringan

Saat area kewanitaan terasa gatal atau sedikit iritasi, daun sirih dapat memberikan sensasi lega berkat kandungan antimikroba dan antiinflamasinya. Namun, pastikan penggunaannya tepat dan tidak terlalu pekat.

  1. Menjaga Kebersihan Organ Intim

Daun sirih dipercaya membantu menjaga kebersihan alami area kewanitaan. Karena itu, banyak juga produk pembersih kewanitaan modern yang memakai ekstrak daun sirih sebagai bahan utama.

  1. Membantu Meredakan Nyeri Haid

Beberapa wanita memanfaatkan rebusan daun sirih untuk membantu meredakan kram perut saat menstruasi. Efek antiinflamasi tanaman ini dipercaya memberi rasa nyaman lebih baik.

  1. Mendukung Penyembuhan Luka Ringan

Jika terjadi iritasi kecil di area intim misalnya setelah mencukur air sirih dapat membantu membersihkan luka dan mendukung proses pemulihan.

 

Cara Aman Menggunakan

Untuk pembersihan luar area kewanitaan:

  • Rebus 3–4 lembar daun sirih dalam dua gelas air
  • Biarkan hangat-dingin
  • Gunakan untuk membilas bagian luar saja
    (Tidak disarankan untuk penggunaan internal/douche karena bisa mengganggu flora vagina)

 

Catatan Penting

Walau alami, daun sirih tetap harus digunakan dengan bijak. Hentikan pemakaian jika timbul:

  • Gatal berlebih
  • Rasa panas
  • Iritasi
    Dan sebaiknya hindari penggunaan rutin tanpa saran medis, terutama bagi ibu hamil.

Jika keluhan seperti keputihan berbau, gatal berat, atau nyeri berkelanjutan muncul, segera konsultasi ke dokter sebagai langkah aman.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Ketika-Mimpi-Menjadi-Ibu-Tidak-Datang-Mudah-Memahami-Infertilitas-pada-Wanita.png
04/Nov/2025

Bagi banyak wanita, menjadi seorang ibu adalah impian yang dijaga penuh harapan. Namun, ketika bulan demi bulan berlalu tanpa tanda kehamilan, rasa cemas, bingung, bahkan putus asa bisa muncul. Kondisi ini dikenal sebagai infertilitas tantangan yang dialami banyak pasangan, namun sering tidak dibicarakan secara terbuka.

Apa Itu Infertilitas?

Infertilitas bukan berarti mustahil hamil. Artinya, tubuh membutuhkan bantuan untuk mewujudkan kehamilan. Dengan teknologi medis saat ini, banyak wanita yang berhasil hamil meski sebelumnya dinyatakan infertil.

Kenapa Bisa Terjadi?

Banyak alasan mengapa tubuh membutuhkan “dukungan ekstra”. Misalnya:

  • Sel telur tidak matang dengan baik
  • Tuba falopi tersumbat
  • Endometriosis mengganggu proses pembuahan
  • Polip atau mioma menghambat pertemuan sel telur dan sperma
  • Atau, terkadang, penyebabnya tidak dapat dipastikan

Hal ini bukan salah siapa-siapa. Tubuh wanita bekerja sangat kompleks, dan kondisi ini bisa dialami siapa saja.

Langkah yang Bisa Dilakukan

Jika Anda atau seseorang terdekat menghadapi kondisi ini, ada berbagai jalan yang bisa ditempuh:

  • Obat kesuburan untuk merangsang ovulasi
  • Inseminasi (IUI) untuk membantu sperma mencapai sel telur
  • Program bayi tabung (IVF)
  • Operasi bila ada gangguan anatomi seperti endometriosis atau mioma

Selain itu, perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal, makan makanan bergizi, berhenti merokok, dan mengelola stres juga sangat membantu.

Infertilitas bukan hanya masalah fisik, tetapi juga emosional. Banyak pasangan merasa kelelahan, sedih, bahkan tertekan. Itu wajar. Berbicara dengan dokter, pasangan, keluarga, atau konselor dapat membantu menjaga kesehatan mental selama proses ini.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Infertilitas-pada-Wanita-Penyebab-Faktor-Risiko-dan-Pilihan-Penanganan.png
03/Nov/2025

Infertilitas merupakan kondisi ketika pasangan tidak berhasil mencapai kehamilan meskipun telah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama minimal satu tahun. Pada wanita, kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada sistem reproduksi, termasuk ovarium, tuba falopi, rahim, hingga faktor hormonal.

Berbeda dari istilah “mandul” yang mengindikasikan ketidakmungkinan untuk hamil, infertilitas masih dapat ditangani dengan berbagai metode medis. Kemajuan teknologi reproduksi juga memberikan peluang lebih besar bagi wanita untuk memperoleh kehamilan.

Penyebab Utama Infertilitas pada Wanita

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan infertilitas meliputi:

  1. Gangguan ovulasi
    • Kondisi seperti PCOS, insufisiensi ovarium prematur, dan hiperprolaktinemia dapat mengganggu pelepasan sel telur.
  2. Kerusakan atau sumbatan tuba falopi
    • Biasanya disebabkan infeksi atau penyakit radang panggul.
  3. Endometriosis
    • Pertumbuhan jaringan menyerupai endometrium di luar rahim menimbulkan jaringan parut yang mengganggu reproduksi.
  4. Kelainan anatomi rahim atau serviks
    • Misalnya polip, mioma, atau kelainan bentuk rahim.
  5. Infertilitas idiopatik
    • Penyebab tidak teridentifikasi meski telah dilakukan pemeriksaan.

 

Faktor Risiko Infertilitas

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

  • Usia (penurunan kualitas sel telur seiring waktu)
  • Berat badan tidak ideal
  • Merokok dan konsumsi alkohol
  • Infeksi menular seksual
  • Riwayat operasi panggul
  • Stres kronis

 

Pilihan Penanganan Medis

Penanganan infertilitas disesuaikan dengan penyebabnya:

Metode Penjelasan
Terapi hormonal Mengatur dan merangsang ovulasi
Inseminasi Intrauterine (IUI) Sperma dimasukkan ke rahim saat ovulasi
IVF (bayi tabung) Pembuahan dilakukan di laboratorium, embrio ditanam ke rahim
Operasi Memperbaiki kelainan anatomi seperti mioma atau endometriosis

 

Pendekatan Gaya Hidup

Selain terapi medis, dokter biasanya menganjurkan:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Mengelola stres
  • Pola makan bergizi

 

Infertilitas pada wanita dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gangguan hormonal hingga masalah struktural organ reproduksi. Pemeriksaan menyeluruh, dukungan emosional, dan pendekatan medis yang tepat dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Cara-Dokter-Mendiagnosis-dan-Mengobati-Ovaritis-Serta-Langkah-Pencegahannya.png
23/Oct/2025

Ovaritis atau radang ovarium merupakan gangguan reproduksi yang bisa memengaruhi kesuburan bila tidak ditangani. Untungnya, kondisi ini dapat diatasi dengan deteksi dan pengobatan yang tepat.

 

Bagaimana Ovaritis Didiagnosis?

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh yang meliputi:

  • Wawancara medis dan pemeriksaan panggul untuk menilai gejala dan riwayat penyakit.
  • Tes darah dan urin untuk mendeteksi tanda-tanda peradangan.
  • Tes usap (swab) serviks atau vagina untuk mencari penyebab infeksi seperti Chlamydia atau Gonorrhea.
  • Tes kehamilan untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik.
  • Pemeriksaan USG panggul atau transvaginal untuk melihat kondisi ovarium dan tuba falopi.
  • Laparoskopi, bila diperlukan, guna melihat langsung kondisi organ reproduksi bagian dalam.

 

Penanganan dan Pengobatan

Pengobatan ovaritis tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan peradangan:

  • Antibiotik: diberikan jika disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Tindakan drainase atau operasi: dilakukan bila terbentuk abses (kantung nanah).
  • Terapi hormon: digunakan pada ovaritis autoimun yang memengaruhi keseimbangan hormon.
  • Pereda nyeri dan perawatan pendukung seperti istirahat cukup dan hidrasi.

Penanganan cepat sangat penting agar tidak menimbulkan komplikasi seperti infertilitas (kemandulan) atau kerusakan ovarium permanen.

 

Cara Mencegah Ovaritis

Beberapa langkah sederhana dapat membantu menurunkan risiko terjadinya radang ovarium:

  • Gunakan alat kontrasepsi yang aman dan steril.
  • Hindari berganti pasangan seksual dan praktikkan seks yang aman.
  • Jangan melakukan douching, karena dapat mendorong bakteri ke organ reproduksi bagian dalam.
  • Rutin memeriksa kesehatan reproduksi dan lakukan skrining IMS secara berkala.
  • Jaga kebersihan area genital dengan cara yang benar.
  • Dukung sistem imun tubuh dengan pola makan sehat, olahraga, dan istirahat cukup.

 

Pentingnya Deteksi Dini

Ovaritis sering kali tidak menimbulkan gejala berat di awal, namun dampaknya bisa besar terhadap kesuburan. Karena itu, wanita yang mengalami nyeri panggul kronis, keputihan abnormal, atau gangguan haid sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Kesehatan reproduksi adalah investasi jangka panjang. Dengan mengenali gejala dan menjaga kebersihan organ intim, Anda dapat melindungi diri dari berbagai penyakit, termasuk ovaritis.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Kenali-Ovaritis-Radang-Ovarium-yang-Bisa-Ganggu-Kesuburan-Wanita.png
22/Oct/2025

Kenali Ovaritis, Radang Ovarium yang Bisa Ganggu Kesuburan Wanita

 

Pernah merasakan nyeri di perut bagian bawah yang tak kunjung hilang, terutama saat menstruasi? Atau mengalami keputihan tidak normal dan siklus haid yang kacau? Jangan diabaikan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada indung telur atau ovarium, salah satunya ovaritis, yaitu peradangan pada ovarium.

Meski istilah ini jarang terdengar, ovaritis bisa berdampak serius terhadap sistem reproduksi wanita, terutama bila tidak ditangani sejak dini.

 

Apa Itu Ovaritis?

Ovaritis, atau disebut juga oophoritis, adalah kondisi ketika ovarium mengalami peradangan. Umumnya, hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, tetapi pada beberapa kasus juga bisa terjadi akibat reaksi autoimun, ketika tubuh keliru menyerang jaringannya sendiri.

Sering kali, ovaritis tidak muncul sendirian, melainkan menjadi bagian dari penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID). Namun, pada kasus tertentu, peradangan ini dapat berdiri sendiri, khususnya pada ovaritis autoimun.

 

Siapa yang Rentan Terkena Ovaritis?

Ovaritis dapat dialami oleh wanita usia subur, terutama mereka yang aktif secara seksual. Namun, tidak ada batasan usia pasti gangguan ini juga bisa terjadi pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS).

Pada kondisi autoimun, ovaritis bisa muncul bersamaan dengan penyakit lain seperti lupus atau gangguan hormon endokrin.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ovaritis sering kali menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit reproduksi lainnya. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Nyeri panggul atau perut bawah yang menetap.
  • Demam ringan.
  • Keputihan abnormal (berubah warna atau berbau).
  • Gangguan siklus menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Gejala-gejala ini kadang muncul perlahan, sehingga banyak wanita baru menyadarinya setelah kondisi memburuk.

 

Apa Penyebabnya?

Sebagian besar kasus ovaritis disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Staphylococcus, Streptococcus, E. coli, Mycoplasma, serta bakteri penyebab IMS seperti Chlamydia dan Gonorrhea. Infeksi ini biasanya berawal dari vagina atau rahim, lalu menyebar ke tuba falopi dan akhirnya ke ovarium.

Selain itu, reaksi autoimun juga bisa menyebabkan peradangan ovarium, meski kasusnya jauh lebih jarang.

 

Faktor Risiko Ovaritis

Beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena ovaritis antara lain:

  1. Riwayat penyakit radang panggul (PID).
  2. Infeksi menular seksual (IMS).
  3. Hubungan seksual tanpa pengaman atau berganti pasangan.
  4. Pemasangan IUD yang tidak steril.
  5. Praktik douching (mencuci bagian dalam vagina).
  6. Sistem imun tubuh yang lemah.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Gangguan-pada-Ovarium-dan-Cara-Menjaganya-agar-Tetap-Sehat.png
21/Oct/2025

Ovarium memiliki peran penting bagi sistem reproduksi wanita. Namun, organ kecil ini juga rentan mengalami gangguan yang bisa memengaruhi kesuburan dan keseimbangan hormon. Berikut sejumlah kondisi umum yang perlu diwaspadai.

  1. Gangguan Ovulasi
    Terjadi ketika pelepasan sel telur tidak teratur atau tidak terjadi sama sekali. Umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, stres berat, berat badan ekstrem, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).
    Pencegahan: jaga berat badan ideal, kelola stres, dan segera periksa jika siklus haid tidak teratur.
  1. Penurunan Cadangan Sel Telur
    Semakin bertambah usia, jumlah sel telur menurun dan kualitasnya ikut berkurang — terutama setelah usia 35 tahun.
    Pencegahan: hindari rokok, polusi, serta pertimbangkan rencana kehamilan lebih awal.
  1. Kista Ovarium
    Kista merupakan kantung berisi cairan yang tumbuh di ovarium. Umumnya jinak, namun bisa menimbulkan nyeri panggul dan gangguan haid bila ukurannya besar.
    Pencegahan: lakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan.
  1. Endometriosis pada Ovarium
    Kondisi ini terjadi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di ovarium, menyebabkan nyeri haid hebat hingga gangguan kesuburan.
    Pencegahan: jaga pola hidup sehat dan periksa ke dokter bila nyeri haid tidak wajar.
  1. Torsio Ovarium
    Merupakan kondisi darurat ketika ovarium terpelintir dan aliran darahnya terganggu. Gejalanya berupa nyeri perut mendadak dan intens.
    Pencegahan: deteksi dini kista besar dan segera tangani bila nyeri muncul mendadak.
  1. Kanker Ovarium
    Salah satu kanker yang sulit terdeteksi pada tahap awal. Gejalanya bisa berupa perut kembung, nyeri panggul, atau penurunan berat badan.
    Pencegahan: lakukan skrining rutin, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau payudara.

 

Faktor Risiko Gangguan Ovarium

Beberapa faktor yang bisa memicu gangguan ovarium antara lain:

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Usia dan faktor genetik
  • Paparan radiasi atau kemoterapi
  • Merokok dan pola makan buruk
  • Obesitas atau penurunan berat badan ekstrem
  • Stres berat yang berlangsung lama

 

Tips Menjaga Kesehatan Ovarium

Agar fungsi ovarium tetap optimal, berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Jaga pola makan dan berat badan ideal
    Konsumsi makanan bergizi dan hindari diet ekstrem.
  2. Olahraga secara teratur
    Aktivitas fisik membantu menjaga keseimbangan hormon dan sirkulasi darah.
  3. Hindari rokok dan polusi berlebih
    Zat beracun dapat merusak jaringan ovarium dan menurunkan kualitas sel telur.
  4. Kelola stres dengan baik
    Relaksasi, tidur cukup, dan waktu istirahat yang cukup sangat berpengaruh.
  5. Periksa kesehatan reproduksi secara rutin
    Konsultasi ke dokter kandungan minimal setahun sekali, terutama bila ada keluhan siklus haid.
  6. Konsultasi bila berencana hamil di usia 30-an ke atas
    Pemeriksaan kadar AMH bisa membantu memantau cadangan sel telur dan menentukan strategi terbaik untuk kehamilan.

Menjaga ovarium bukan hanya tentang kesuburan, tetapi juga tentang keseimbangan tubuh wanita secara menyeluruh. Dengan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan kesadaran diri, wanita dapat menjaga kesehatannya lebih lama dan lebih baik.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Mengenal-Ovarium-Organ-Kecil-yang-Berperan-Besar-dalam-Kesuburan-Wanita.png
18/Oct/2025

Tahukah kamu bahwa setiap wanita sudah terlahir dengan jumlah sel telur yang terbatas dan tidak akan bertambah sepanjang hidupnya? Karena itu, menjaga kesehatan ovarium atau indung telur menjadi hal penting bagi kesuburan dan keseimbangan hormon tubuh wanita.

Ovarium merupakan salah satu organ utama dalam sistem reproduksi wanita. Letaknya berada di sisi kanan dan kiri rahim, tepat di dekat tuba falopi. Masing-masing ovarium ditopang oleh ligamen agar tetap berada di posisinya.

Struktur dan Ukuran Ovarium

Secara anatomi, ovarium memiliki tiga lapisan penting:

  1. Epitel germinal – lapisan paling luar yang melindungi ovarium.
  2. Korteks – bagian tengah yang berisi jaringan ikat dan folikel ovarium, tempat sel telur tumbuh dan berkembang.
  3. Medula – bagian dalam yang berisi pembuluh darah, saraf, serta jaringan ikat longgar.

Ukuran ovarium orang dewasa umumnya sekitar 3,5 cm panjang, 2 cm lebar, dan 1 cm tebal. Namun, ukuran ini bisa berubah sesuai usia dan fase reproduksi.

 

Fungsi Utama Ovarium

Tak hanya menyimpan sel telur, ovarium juga berperan penting dalam mengatur hormon dan siklus reproduksi. Beberapa fungsi pentingnya meliputi:

  1. Menyimpan dan Melindungi Sel Telur

Wanita sudah memiliki semua cadangan folikel sejak lahir. Namun, hanya sebagian kecil yang akan matang dan dilepaskan saat masa subur.

  1. Memproduksi Hormon Seks Wanita

Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam pembentukan ciri khas wanita, seperti bentuk tubuh, payudara, serta siklus haid. Selain itu, hormon lain seperti inhibin, relaksin, dan AMH (Anti-Müllerian Hormone) juga berperan dalam keseimbangan reproduksi.

  1. Melepaskan Sel Telur (Ovulasi)

Setiap bulan, hormon FSH merangsang pertumbuhan folikel, lalu hormon LH memicu ovulasi proses pelepasan sel telur menuju tuba falopi untuk siap dibuahi.

Jika salah satu fungsi ini terganggu, baik karena hormon, gaya hidup, atau kondisi medis, maka kesuburan dan kesehatan reproduksi wanita bisa ikut terdampak.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Cara-Mencegah-dan-Mengatasi-Amenorrhea-agar-Kesehatan-Reproduksi-Terjaga.png
17/Oct/2025

Amenorrhea (tidak haid) bukan hanya soal ketidakhadiran menstruasi, tetapi bisa menjadi cerminan adanya gangguan pada sistem hormonal atau kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dicegah dan diatasi dengan langkah medis maupun perubahan gaya hidup.

Upaya Pencegahan

Mencegah amenorrhea tidak selalu berarti menghindarinya sepenuhnya, karena ada faktor genetik dan bawaan yang tidak dapat dikontrol. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga siklus menstruasi tetap sehat:

  • Pertahankan berat badan ideal sesuai indeks massa tubuh.
  • Hindari diet ekstrem dan jaga pola makan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secukupnya, tidak berlebihan.
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi, meditasi, atau kegiatan positif.
  • Catat siklus menstruasi untuk memantau keteraturan haid.
  • Konsultasi rutin ke dokter kandungan, terutama jika siklus mulai tidak teratur.
  • Hindari penggunaan obat hormonal tanpa pengawasan dokter.

 

Pemeriksaan dan Diagnosis

Jika dokter mencurigai amenorrhea, biasanya dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:

  1. Wawancara medis mengenai riwayat haid, kehamilan, dan gaya hidup.
  2. Pemeriksaan fisik dan panggul untuk menilai tanda-tanda hormonal atau kelainan struktural.
  3. Tes darah dan hormon untuk memeriksa kadar FSH, LH, prolaktin, estrogen, dan tiroid.
  4. USG panggul atau MRI, bila dicurigai kelainan pada rahim atau kelenjar pituitari.
  5. Tes tambahan, seperti histeroskopi atau pemeriksaan genetik bila dibutuhkan.

 

Komplikasi Jika Dibiarkan

Amenorrhea yang tidak diatasi bisa berdampak jangka panjang, di antaranya:

  • Penurunan kepadatan tulang (osteoporosis) akibat kekurangan estrogen.
  • Gangguan kesuburan karena tidak terjadinya ovulasi.
  • Risiko penyakit kardiovaskular akibat ketidakseimbangan hormon.
  • Gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan.

 

Pilihan Pengobatan

Penanganan amenorrhea tergantung pada penyebabnya, bisa meliputi:

  • Perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan asupan gizi, memperbaiki pola makan, dan mengurangi stres.
  • Terapi hormonal, misalnya pil kontrasepsi kombinasi atau terapi progesteron untuk menormalkan siklus haid.
  • Obat-obatan medis, seperti agonis dopamin untuk menurunkan kadar prolaktin atau obat tiroid untuk gangguan tiroid.
  • Prosedur bedah, jika ditemukan kelainan struktural atau tumor.
  • Pendekatan psikologis dan nutrisi, untuk pasien dengan gangguan makan atau stres berat.

Bagi wanita yang ingin hamil, dokter dapat menyarankan terapi kesuburan atau stimulasi ovulasi setelah penyebab amenorrhea diatasi.

 

Menstruasi yang teratur bukan hanya tanda kesehatan reproduksi, tetapi juga keseimbangan hormon tubuh secara keseluruhan. Bila haid berhenti tanpa alasan jelas, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.

Menjaga tubuh tetap sehat, beristirahat cukup, dan tidak membebani diri dengan stres berlebihan dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga siklus alami tubuh tetap seimbang.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.