fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
artikel-2025-01-02T103202.947.png
02/Jan/2025

Ada beberapa jenis penyakit kelamin pria yang menunjukkan gejala, tetapi yang lain tidak. Untuk menghindari komplikasi yang disebabkan oleh penanganan yang terlambat atau tidak sesuai, hal ini sangat penting.

Infeksi virus, bakteri, atau parasit yang menular melalui hubungan seksual dapat menyebabkan penyakit kelamin pria. Tidak menjaga kebersihan organ intim Anda dengan benar juga bisa menyebabkan penyakit kelamin pada pria.

Tidak semua penyakit kelamin laki-laki memiliki gejala. Gejala terkadang dapat mirip dengan kondisi medis lain. Oleh karena itu, pria harus mengenali gejala penyakit pada organ intimnya untuk menghindari komplikasi akibat pengobatan yang tidak tepat.

 

Beberapa Penyakit Kelamin pada Pria dan Gejalanya

Berikut ini adalah beberapa penyakit kelamin pria yang dapat terjadi beserta gejalanya:

Gonore

Keluarnya cairan berwarna hijau, kuning, atau putih dari penis, nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, pembengkakan pada kulup penis, dan nyeri pada testis adalah tanda penyakit kelamin pria yang dikenal sebagai gonore. Meskipun gejala biasanya muncul dua minggu setelah infeksi, gejala gonore juga bisa muncul beberapa bulan setelah infeksi.

Klamidia

Bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebabkan penyakit kelamin pada pria seringkali tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, beberapa penderita dapat tidak menunjukkan gejala klamidia hingga beberapa minggu setelah terinfeksi. Mereka biasanya mengalami gejala yang mirip dengan uretritis, seperti nyeri saat buang air kecil, rasa gatal dan terbakar di uretra, dan keluarnya cairan dari penis yang tidak biasa, bening, putih, atau keruh.

Trikomoniasis

Infeksi parasit Trichomonas vaginalis menyebabkan Trichomoniasis, penyakit kelamin pria yang biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, jika ada, gejalanya serupa dengan gejala uretritis.

Kutil kelamin

Seperti namanya, kutil kelamin ditandai dengan kutil pada area genital. Penyakit kelamin pria ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yang ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang menderita kutil kelamin, seperti saat berhubungan seks atau berbagi alat kelamin.

Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin pria yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Ini dimulai dengan luka yang tidak terasa sakit di alat kelamin dan mulut. Bakteri ini dapat menular ke orang lain melalui kontak dengan luka tersebut. Gejala sifilis pada pria berbeda-beda sesuai dengan tahapan keparahan penyakit ini, yaitu:

  • Sifilis primer memulai dengan luka kecil (chancre) yang tidak sakit di tempat infeksi.
  • Sifilis sekunder menyebabkan ruam di seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan rambut rontok, pegal-pegal, demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sifilis laten terjadi ketika sifilis tidak diobati dan tidak menimbulkan gejala, tetapi bakteri sifilis tetap ada di dalam tubuh.
  • Sifilis tersier terjadi ketika sifilis laten tidak diobati dan menyebabkan komplikasi.
  • Neurosifilis mengganggu fungsi otak dan sistem saraf, termasuk mata

Herpes kelamin

Virus herpes simpleks, penyebab herpes kelamin, menular melalui kontak langsung dengan orang yang menderita herpes saat berhubungan seks atau berciuman. Lepuh pada penis dan gejala mirip flu, seperti demam, kurang enak badan, dan kehilangan nafsu makan adalah tanda penyakit kelamin pria yang satu ini.

Balanitis

Balanitis, penyakit kelamin pria yang lebih umum dialami oleh pria yang tidak disunat, ditandai dengan nyeri atau gatal, kemerahan maupun ruam, serta pembengkakan pada kepala penis yang disebabkan oleh infeksi jamur maupun bakteri.

Epididimitis

Epididimis, tabung melingkar di belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma, adalah penyakit kelamin pria yang menyebabkan epididimis. Penyakit ini biasanya didiagnosis pada pria berusia 14 hingga 35 tahun karena infeksi bakteri. Penderita epididimitis akan mengalami pembengkakan, kemerahan, dan nyeri buah zakar yang sangat parah yang dapat menjalar ke selangkangan. Penerita penyakit kelamin pria ini juga dapat mengalami demam, menggigil, dan nyeri saat buang air kecil.

Orchitis

Penyakit kelamin pria ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Penderita infeksi saluran kencing, klamidia, gonore, sifilis, dan epididimis lebih rentan mengalami orchitis. Pembengkakan pada salah satu atau kedua testis disertai dengan nyeri adalah tanda orchiditis. Pegal-pegal, kelelahan, mual, sakit kepala, jantung berdebar, demam, dan menggigil adalah beberapa gejala lain yang dapat dialami penderita penyakit kelamin pria ini.

 

Cara Mencegah Penularan Penyakit Kelamin pada Pria

Untuk menghindari penyakit kelamin pria, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Jaga kebersihan alat kelamin dan area sekitarnya.
  • Setia pada satu pasangan seksual.
  • Pastikan Anda dan pasangan Anda tidak memiliki penyakit kelamin.
  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Secara teratur lakukan pemeriksaan kesehatan organ reproduksi Anda.
  • Lakukan vaksinasi HPV dan hepatitis.
  • Hindari penggunaan narkoba dan alkohol.
  • Hindari berbagi alat kelamin.

 

Kesimpulan

Penyakit kelamin pada pria, jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kerusakan sistem saraf, organ vital, dan kemandulan. Jika Anda atau pasangan mengalami gejala, segera hentikan aktivitas seksual dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-18T091834.087.png
18/Dec/2024

Istilah “detox tubuh” mungkin sudah biasa Anda dengar, tetapi bagaimana dengan detox rahim? Proses “pembersihan” rahim dari racun adalah proses yang sama seperti yang dilakukan tubuh. Bagaimana manfaatnya?

 

Apa Itu Detox Rahim?

Meskipun terdengar aneh, metode “membersihkan” rahim ini telah digunakan secara luas dalam berbagai program perawatan di Mesir, Jepang, hingga penduduk asli Amerika. Jurnal Culture, Health, and Sexuality melaporkan bahwa detox rahim baik untuk menjaga kesehatan rahim dan meningkatkan kesuburan.

Cara “membersihkan” rahim ini mirip dengan detoks tubuh. Anda tidak perlu khawatir karena metode yang digunakan menggunakan bahan-bahan alami sehingga tidak akan membahayakan organ penting Anda.

 

Detox Rahim dengan Bahan Herbal Alami

Anda bisa mencoba beberapa bahan herbal yang baik untuk tubuh jika Anda ingin melakukan detox rahim dengan hasil yang maksimal.

Buah lemon

Anda mungkin sudah akrab dengan manfaat buah lemon. Buah yang berkulit kuning cerah ini dikatakan dapat membersihkan tubuh dari racun. Tidak mengherankan bahwa lemon adalah salah satu bahan yang sering digunakan untuk infused water.

Dengan kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi, buah ini juga dapat membantu kesehatan organ reproduksi. Anda dapat menggunakan lemon sebagai salah satu metode detoksifikasi alami jika Anda ingin meningkatkan kesuburan Anda.

Kayu manis

Kayu manis adalah salah satu rempah yang sering digunakan dalam berbagai jenis makanan dan minuman. Kayu manis memiliki banyak manfaat untuk tubuh selain rasanya yang enak. Komponen kayu manis seperti benzoate, benzyl, felandren, dan cinnzelanol membantu sistem reproduksi.

Salah satu jurnal dari Iranian Red Crescent Medical Journal menulis bahwa kayu manis dapat membantu mengobati PCOS (fibroid rahim) dan mengembalikan siklus menstruasi yang normal. Karena peran pentingnya, kayu manis dianggap dapat meningkatkan kesuburan, yang berarti bahwa rempah ini cukup baik untuk detoks rahim.

Cengkeh

Cengkeh, rempah yang kaya akan kalsium, magnesium, vitamin C, dan vitamin E, adalah salah satu bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk membersihkan rahim Anda.

Madu

Madu adalah pilihan lain untuk detoks alami jika Anda ingin mencobanya. Magnesium, kalium, dan natrium adalah semua nutrisi yang ada dalam makanan. Nutrisi inilah yang membantu wanita untuk mengatasi masalah premenstrual syndrome (PMS).

Ketumbar

Ketumbar adalah rempah lain yang dapat digunakan untuk membersihkan rahim. Ketumbar tidak hanya menambah rasa makanan, tetapi juga membantu membersihkan rahim. Stimulant alami yang terkandung dalam ketumbar dapat merangsang kelenjar endokrin, yang merupakan kelenjar yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan dan mempertahankan keseimbangan hormon.

Pasalnya, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh dapat menyebabkan masalah organ reproduksi seperti siklus menstruasi tidak teratur, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan masalah kesuburan.

 

Keuntungan dari Detox Rahim

Metode detoksifikasi yang menggunakan bahan alami memiliki banyak kandungan yang baik untuk kesehatan dan kesuburan. Untuk pasangan yang ingin hamil, detox rahim dianggap sebagai metode alternatif. Meskipun demikian, metode detox rahim yang menggunakan ramuan herbal alami sering dianggap aman bagi kesehatan. Hindari menggunakan bola pembersih vagina yang diyakini mengandung bahan herbal.

Meskipun metode pembersihan rahim ini banyak digunakan di Amerika, namun kini telah dilarang. Karena memasukkan benda asing ke dalam vagina ini dapat menyebabkan beberapa penyakit yang dapat mengganggu kesehatan Anda, seperti endometriosis dan kista ovarium.

 

Bisakah Detox Rahim Mempercepat Kehamilan?

Semua bahan herbal memiliki efek positif pada kesehatan. Kandungan nutrisi yang berasal dari bahan-bahan alami sangat berguna untuk mengatasi masalah organ reproduksi seperti siklus menstruasi tidak teratur, sindrom ovarium polikistik (PCOS), mengatasi gejala menstruasi premenstruel (PMS), dan membantu menyeimbangkan hormon.

Wanita yang mengalami masalah dengan organ reproduksi mereka mungkin mengalami gangguan kesuburan yang menyebabkan kesulitan bagi pasangan untuk hamil. Jika detox rahim dilakukan secara teratur, hal ini dapat meningkatkan kesuburan, yang secara tidak langsung meningkatkan kemungkinan untuk bisa hamil.

Jika Anda dan pasangan Anda ingin memiliki anak dengan cepat, lakukan detox rahim juga. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, berolahraga secara teratur, menghindari alkohol dan merokok. Gaya hidup yang sehat dapat membantu pasangan mendapatkan peluang kehamilan karena meningkatkan kualitas sel telur dan sperma.

 

Resep Minuman Herbal untuk Detoks Rahim

Untuk mendapatkan hasil terbaik, metode membersihkan rahim dengan bahan-bahan alami dapat dilakukan secara teratur. Ini karena bahan-bahan herbal tersebut dapat mengatasi berbagai masalah yang terjadi pada organ reproduksi. Jika Anda ingin melakukan detox dengan bahan-bahan herbal yang disebutkan di atas, berikut ini adalah resep minuman herbal yang dapat Anda buat sendiri di rumah.

Bahan-bahan:

  • Sebiji cengkeh
  • 1 sdt kapulaga
  • 3-5 cm kayu manis
  • Seruas jahe yang sudah digeprek
  • 1 sdm madu
  • 1 sdt ketumbar

Cara Membuat:

  1. Rebus jahe dengan 250 ml air selama dua menit, jangan sampai terlalu mendidih.
  2. Masukkan kayu manis, kapulaga, dan ketumbar ke dalam gelar. Tuangkan air rebusan jahe yang telah dimasak.
  3. Diamkan sebentar, tambahkan madu dan aduk hingga rata.
  4. Sebelum dikonsumsi, pastikan saring terlebih dahulu rempah-rempah yang telah dimasak.
  5. Anda dapat mengonsumsi secara rutin satu kali di pagi hari sebelum makan.

 

Selain mengonsumsi bahan herbal alami, sayuran adalah salah satu makanan sehat yang dapat dikonsumsi oleh pasangan yang sedang menjalani program hamil. Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan racun dalam tubuh Anda selain dengan mengonsumsi minuman herbal.

  • Mengonsumsi air lemon atau jeruk nipis secara rutin atau yang biasa disebut infused water secara rutin.
  • Mengonsumsi jus buah dan sayuran untuk membantu mengatasi racun dari dalam tubuh.
  • Pastikan mengonsumi air mineral yang cukup agar tubuh terhindar dari dehidrasi.
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan cara rutin minum air mineral.

Anda ingin mencoba detox rahim setelah membaca artikel di atas? Jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda menjalani gaya hidup yang seimbang.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-10T140608.028.png
10/Dec/2024

Jika menstruasi seorang wanita berhenti sebelum usia empat puluh tahun, itu disebut menopause dini, yang berarti mereka tidak lagi dapat hamil. Setelah menopause, menstruasi wanita berhenti secara permanen. Proses ini biasanya dimulai pada usia 45 tahun dan selesai pada awal usia 50 tahun, yang merupakan fase normal penuaan dan menandakan bahwa masa reproduksi wanita telah berakhir. Dengan kata lain, wanita menopause tidak lagi memiliki kemampuan untuk hamil. Menopause kadang-kadang terjadi sebelum waktunya, yang disebut menopause dini.

 

Menopause Dini: Apa Itu?

Terhentinya aktivitas reproduksi pada wanita di bawah usia empat puluh tahun disebut menopause dini, dan beberapa wanita bahkan mengalaminya sebelum usia tiga puluh tahun. Dalam situasi ini, fungsi ovarium berhenti, sehingga:

  • Hormon estrogen tidak lagi dihasilkan oleh ovarium.
  • Ovulasi dan pelepasan sel telur tidak terjadi lagi.
  • Menstruasi saya semakin tidak teratur hingga akhirnya berhenti sepenuhnya.
  • Penderitanya tidak bisa hamil atau infertil.

Proses ini dapat terjadi secara spontan atau sebagai hasil dari prosedur medis yang melibatkan pengangkatan ovarium, yang dikenal sebagai ooforektomi. Menopause dini disebut insufisiensi ovarium primer atau insufisiensi ovarium primer (POI) jika penyebabnya tidak diketahui. Kondisi ini menyebabkan infertilitas pada 1% wanita.

 

Penyebab Menopause Dini

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab menopause dini yang sering sulit ditentukan:

  • Menjalani prosedur bedah yang mencakup pengambilan ovarium.
  • Efek samping kemoterapi atau radioterapi kanker. Akibatnya, menopause dini mungkin hanya bersifat sementara.
  • Makan rokok, alkohol, pestisida, dan zat kimia berbahaya lainnya
  • Memiliki sejarah menopause dini.
  • Memiliki penyakit tertentu, seperti:
    • Kelainan genetik seperti sindrom Turner dan fragile X
    • Penyakit autoimun seperti hipotiroidisme, RA, dan radang usus
    • HIV dan AIDS
  • Mengalami penyakit seperti malaria, gondongan, dan cacar air

 

Gejala Menopause Dini

Gejala menopause dini sebagian besar sama dengan gejala menopause normal karena kekurangan hormon estrogen. Gejala yang muncul antara lain:

  • Haid tidak teratur atau jarang
  • Hot flush adalah sensasi tubuh yang tiba-tiba hangat atau panas
  • Keringat di malam hari
  • Vagina kering yang menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan intim
  • Keinginan untuk sering berkemih
  • Infeksi saluran kemih sering terjadi
  • Kesulitan tidur
  • Gangguan emosi seperti marah, moody, cemas, atau depresi ringan
  • Kulit kering, mata, dan mulut
  • Sakit pada payudara
  • Jantung berdetak dengan cepat
  • Sangat sakit di kepala
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Gairah seksual berkurang
  • Sulit untuk berkonsentrasi, menjadi pelupa
  • Bertambahnya berat badan ditandai dengan pembentukan lemak perut
  • Rambut menipis atau rontok

Kondisi ini memiliki efek negatif pada kesehatan seorang wanita dalam jangka panjang, selain gejala yang disebutkan di atas. Akibat menopause dini, masalah yang paling berbahaya termasuk:

  • Meningkatnya risiko osteoporosis, kanker payudara, dan penyakit kardiovaskular
  • Mengalami depresi sebagai akibat dari kehilangan kesuburan terlalu dini

 

Diagnosis Menopause Dini

Usia, gejala, riwayat keluarga, dan riwayat medis wanita adalah faktor-faktor yang menentukan diagnosis menopause dini. Sampai saat ini, belum ada kriteria khusus yang digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini. Tidak adanya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut (amenorea), hasil pemeriksaan hormon reproduksi, dan gejala yang disebabkan oleh kekurangan estrogen biasanya menjadi dasar diagnosis.  Hormon yang paling umum diperiksa adalah:

  • Hormon stimulasi folikel (FSH). Kadar FSH meningkat ketika produksi hormon estrogen dalam ovarium berkurang. Kadar ini harus diperiksa dua kali, dengan interval 2-4 minggu. Jika kadar keduanya selalu di atas 30-40 mIU/mL dan seorang wanita tidak menstruasi selama 12 bulan, maka wanita tersebut sudah menopause. Yang paling efektif untuk mendeteksi menopause dini adalah pemeriksaan FSH.
  • Hormon antimüllerian (AMH). Seorang wanita dapat mengetahui apakah siklus menstruasinya telah berakhir dengan pemeriksaan hormon ini. Kadarnya sangat rendah pada wanita menopause sehingga sulit dikenali.
  • Estrogen: Kadar estrogen (E2) wanita menopause kurang dari 20 pg/ml.
  • Thyroid-stimulating hormone (TSH). Hormon ini diperiksa jika ada kecurigaan bahwa hipotiroidisme, atau kadar hormon tiroid rendah, adalah penyebab menopause dini.

Pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan termasuk:

  • Pemeriksaan antibodi antiadrenal dan antitiroid jika dicurigai menjadi penyebab menopause dini
  • Test genetik
  • Pemeriksaan kalsium dan gula darah
  • Periksa radiologi pada kepala untuk mengetahui apakah ada tumor pada kelenjar otak yang memengaruhi produksi hormon reproduksi wanita
  • Periksa kepadatan tulang Anda

Wanita yang telah terdiagnosis menopause dini harus dievaluasi setidaknya sekali setahun

 

Metode Penanganan Menopause Dini

Tindakan medis seperti kemoterapi atau radioterapi dapat memperbaiki menopause dini. Dengan kata lain, sebagian fungsi ovarium dapat kembali dengan waktu. Kemungkinan fungsi ovarium akan kembali lebih besar jika seorang wanita mendapatkan terapi-terapi tersebut pada usia yang lebih muda.

Sampai saat ini, belum ada metode pengobatan yang dapat membuat ovarium berfungsi kembali selain penyebab tersebut. Namun, untuk menggantikan hormon estrogen yang hilang, wanita menopause dini harus mendapatkan terapi hormon penggantian hormon, juga dikenal sebagai HRT. Ini mengurangi gejala menopause dan konsekuensi jangka panjangnya.

Untuk menjaga kadar estrogen dalam batas normal, hormon estrogen digunakan setiap hari. Dosis 100 mcg per hari dapat digunakan untuk transvaginal, transdermal (melalui kulit), atau oral. Di samping itu, terapi hormon progesteron yang diberikan secara siklik selama sepuluh hingga dua belas hari setiap bulannya juga dapat ditambahkan. Hormon ini diberikan untuk mencegah hiperplasia endometrium (penebalan dinding rahim) dan kanker rahim karena risiko stimulasi estrogen yang berlebihan.

Perlu diingat bahwa HRT tidak boleh digunakan dengan kontrasepsi oral karena mengandung estrogen yang lebih tinggi daripada yang diperlukan. HRT juga harus dilanjutkan hingga usia mencapai menopause alami, untuk melindungi dari osteoporosis dan kondisi lain yang dapat muncul setelah menopause.

Wanita dengan riwayat kanker payudara atau kanker lain yang distimulasi oleh estrogen tidak dapat menjalani HRT; dalam kasus seperti ini, wanita harus berbicara dengan dokter mereka tentang terapi yang paling cocok untuk mencegah risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular.

Wanita yang menopause dini dapat menerima obat lain selain HRT:

  • Suplemen yang mengandung vitamin D3 dan kalsium.
  • Untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh vagina kering, Anda dapat menggunakan pelumas vagina, baik itu dalam bentuk gel atau krim.
  • Antidepresan

Apakah pengobatan menopause dini dapat menyebabkan kehamilan?

Sayangnya, HRT tidak dapat memperbaiki kesuburan pada sebagian besar kasus menopause dini, menopause yang penyebabnya tidak diketahui. Dalam beberapa kasus, fungsi ovarium dapat kembali secara spontan, memungkinkan wanita untuk hamil secara alami. Wanita dapat menjalani siklus bayi tabung menggunakan sel telurnya sendiri melalui stimulasi ovarium dalam kasus di mana kehamilan secara alami sulit dicapai.

Meskipun demikian, metode ini tidak efektif dalam kasus di mana sel telur tidak dapat berkembang atau tidak ada sama sekali. Dalam situasi seperti ini, satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk mendapatkan kehamilan pada wanita yang menopause dini adalah dengan menggunakan sel telur donor. Terapi hormonal yang tepat dapat membantu mempertahankan kehamilan dengan mengondisikan rahim.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-06T135408.842.png
06/Dec/2024

Banyak pasangan suami istri yang ingin memiliki anak tetapi belum berhasil. Baik pria maupun wanita, infertilitas primer dapat menyebabkan hal ini. Lantas, apa penyebab infertilitas primer?

 

Apa Yang Dimaksud dengan Infertilitas Primer?

Pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi dikenal sebagai infertilitas primer. Banyak dari mereka tidak menyadari bahwa mereka mengalami masalah infertilitas. Saat ingin menjalani program hamil, biasanya baru diketahui.Dokter spesialis kandungan atau andrologi dapat mengobati infertilitas primer, yang dapat terjadi baik pada wanita maupun pria. Beberapa faktor dapat menyebabkan masalah infertilitas ini.

 

Penyebab Utama Infertilitas

Sebesar 12,5 persen pasangan di seluruh dunia mengalami masalah infertilitas, dan 1 dari 8 pasangan dapat mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. Faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas primer pada pria dan wanita tentu berbeda. Jadi, lakukan pemeriksaan fertilitas segera untuk membantu.

 

Faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas pada wanita

Gangguan ovulasi

Kondisi di mana sel telur dari ovarium dilepaskan setiap bulan disebut ovulasi. Gangguan yang mengganggu ovulasi dapat memengaruhi pelepasan sel telur dari ovarium, yang dapat menyebabkan kesulitan bagi wanita untuk mendapatkan kehamilan.

Siklus menstruasi yang tidak teratur adalah tanda gangguan ovulasi, yang membuat sulit bagi wanita untuk mengetahui kapan mereka subur.

Beberapa hal dapat menyebabkan ketidaksuburan:

  • Sindrom ovarium polikistik, juga dikenal sebagai PCOS
  • Gangguan tiroid, hipertiroid, dan hipotiroid

Infertilitas idiopatik

Ketika pasangan suami istri menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan, tetapi mereka gagal hamil, ini disebut infertilitas idiopatik.

Miom atau fibroid di rahim

Fibroid rahim, juga dikenal sebagai miom, adalah pertumbuhan massa yang tidak kanker yang tumbuh di dalam atau di luar rahim dan akan terus bertambah secara perlahan. Fibroid atau miom bervariasi dalam bentuk, jumlah, dan lokasi. Bisa menyebabkan kesulitan bagi wanita untuk hamil jika bertambah besar.

Polip

Pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada dinding rahim disebut polip. Polip, seperti miom, bersifat jinak; namun, mereka juga memiliki potensi berkembang menjadi ganas, atau kanker. Polip biasanya muncul pada wanita yang hampir menopause.

 

Penyebab utama infertilitas primer pria

Beberapa gangguan hormonal, gangguan fisik, gangguan seksual, atau riwayat medis adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan infertilitas pada ayah.

Masalah dengan sperma

Salah satu penyebab utama infertilitas pria adalah masalah pada sperma pria. Masalah ini berkaitan dengan kualitas, jumlah, dan motilitas atau pergerakan sperma. Dengan kata lain, sperma pria harus sehat jika ingin hamil.

Varikokel

Kondisi yang disebut varikokel adalah pembesaran atau pembengkakan buah zakar (skrotum). Varikokel dapat terjadi pada salah satu sisi skrotum atau keduanya, dan dapat menyebabkan masalah pada kesuburan pria.

Ejakulasi yang tidak lancar

Masalah ejakulasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan infertilitas pada pria. Ada dua jenis masalah ejakulasi pada pria, yang disebut ejakulasi retrograde dan ejakulasi dini. Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani keluar dari penis saat ejakulasi berbalik masuk ke dalam kandung kemih. Ejakulasi dini, di sisi lain, terjadi ketika pria melakukan hubungan seks tetapi belum mencapai “klimaks”.

Kelainan keturunan

Pada pria, kelainan genetik dapat menyebabkan infertilitas; mereka juga dapat menyebabkan masalah dengan hormon testosteron, yang berpengaruh pada produksi, pergerakan, dan kualitas sperma. Hiperplasia adrenal kongenital, sindrom Klinefelter, dan sindrom Kallmann adalah beberapa kelainan genetik yang dapat menyebabkan mandul atau kurang subur pada pria.

 

Bagaimana infertilitas primer berbeda dari sekunder?

Ada dua jenis infertilitas: primer dan sekunder. Apa perbedaan antara kedua jenis infertilitas ini? Pasangan yang melakukan hubungan intim secara teratur selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi dikenal sebagai infertilitas primer. Sementara itu, infertilitas sekunder adalah ketika pasangan tidak dapat hamil setelah sebelumnya berhasil hamil setidaknya sekali. Bahkan setelah kelahiran anak pertama, kondisi kesuburan pasangan dapat berubah.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-05T155157.453.png
05/Dec/2024

Masturbasi, kegiatan yang sering dilakukan pria maupun wanita, adalah merangsang diri sendiri untuk mencapai kenikmatan seksual. Tetapi tahukah Anda? Efek yang mengintai dari masturbasi dapat muncul jika dilakukan terlalu sering.

 

Apa Definisi Masturbasi?

Masturbasi adalah kegiatan merangsang diri untuk mencapai kenikmatan seksual; pada pria, ini biasanya dilakukan untuk “memicu hormon testosteron”, yang merupakan hormon yang harus selalu diproduksi tubuh untuk mengurangi risiko disfungsi ereksi.

Masturbasi tidak hanya dilakukan oleh pria; umumnya, wanita lajang melakukannya untuk mendapatkan kenikmatan seksual namun menghindari berhubungan seks. Masturbasi masih relatif aman jika dilakukan sendirian, meskipun ada beberapa orang yang menganggapnya tabu.

 

Efek Samping Masturbasi

Sepertinya masturbasi tidak hanya menghasilkan kenikmatan seksual, tetapi jika dilakukan terlalu sering, itu juga bisa berbahaya. Baik pria maupun wanita dapat mengalami bahayanya. Jika Anda sering melakukan masturbasi, berikut beberapa akibatnya:

Luka di area kelamin

Akibat terlalu sering ejakulasi dapat menyebabkan luka di alat kelamin. Pada pria, terlalu sering ejakulasi dapat menyebabkan luka pada penis. Luka ini dapat berupa luka ringan pada kulit hingga penyakit Peyronie, yang merupakan kondisi yang paling parah. Masturbasi yang terlalu sering atau kasar pada wanita dapat menyebabkan luka, iritasi, hingga bengkak di area vagina.

Kecanduan terhadap masturbasi

Sering masturbasi juga bisa menjadi kecanduan bagi beberapa orang. Tanda-tanda Anda mengalami kecanduan masturbasi termasuk melewatkan aktivitas harian, pekerjaan, atau acara penting bersama orang terdekat.

Kekurangan gizi

Baik pria maupun wanita memiliki cairan yang terdiri dari zinc dan selenium, jadi kehilangan nutrisi penting ini lebih mungkin terjadi jika ejakulasi terlalu sering. Kekurangan zinc dan selenium dalam tubuh dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Rasa bersalah muncul

Bagi beberapa orang, terlalu sering melakukan ejakulasi dapat membuat mereka merasa bersalah. Ini dapat terjadi karena kepercayaan budaya, agama, atau spiritual yang menganggapnya sesuatu yang tidak bermoral, sehingga mereka merasa bersalah setiap kali mereka melakukannya.

Reduksi sensitivitas seksual

Terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan sensitivitas seksual menurun. Bagi pria, cengkeraman yang terlalu kuat pada penis saat ejakulasi dapat menyebabkan sensitivitas menurun.

 

Cara Menghentikan Masturbasi

Pria maupun wanita biasa melakukan masturbasi. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan menjadi satu-satunya aktivitas seksual, ini menjadi tidak normal. Anda dapat menghilangkan kebiasaan masturbasi untuk mengurangi risiko dan efek yang terjadi.

Hindari menonton pornografi

Menonton konten pornografi adalah salah satu cara masturbasi yang paling umum. Anda dapat menghindari hal ini dengan memasang pemblokir di beberapa situs web untuk menghindari menontonnya. Menghindari penggunaan handphone, laptop, atau komputer sebelum tidur juga merupakan strategi lain.

Melakukan dalam kegiatan positif

Orang yang kecanduan masturbasi dapat mengalami efek seperti menghindari kegiatan sosial. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan mengambil bagian dalam kegiatan positif seperti berolahraga, berkumpul dengan teman, atau melakukan hobi Anda. Karena, semakin Anda sibuk, pikiran Anda akan teralihkan ke masturbasi.

Mencegah kesendirian

Jika Anda sedang sendirian, itu mungkin mendorong Anda untuk melakukan masturbasi. Sebaiknya, hindari waktu sendirian dengan mencari teman untuk mengobrol atau berfokus pada hal-hal positif.

Motivasi Anda sendiri

Untuk menghilangkan kebiasaan masturbasi, Anda dapat memotivasi diri sendiri dengan memberikan hadiah kepada diri sendiri.

Konsultasi

Jika Anda masih tidak bisa menghentikan kebiasaan masturbasi Anda, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan bantuan untuk menghentikannya.

Tidur awal

Salah satu cara untuk menghindari masturbasi adalah tidur lebih awal. Selain itu, tidur lebih awal memberi Anda cukup jam tidur untuk menjadi lebih segar pada keesokan harinya.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-04T153448.739.png
04/Dec/2024

Jika keputihan Anda tidak normal, Anda mungkin perlu menjalani beberapa pemeriksaan ke dokter.

Anamnesis

Dokter mungkin bertanya tentang keluhan Anda dan riwayat seksual Anda selama pemeriksaan.

Pemeriksaan fisik

Selanjutnya, Anda akan menjalani pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan bagian luar dan dalam organ reproduksi wanita, untuk mengetahui alasan dan metode pengobatannya.

Pemeriksaan tambahan

Untuk mengetahui apakah keputihan disebabkan oleh jamur, infeksi, atau kondisi medis tertentu, pemeriksaan selanjutnya adalah pengambilan swab dari lendir vagina atau mulut rahim.

 

Metode Pengobatan Keputihan

Keputihan yang normal

Keputihan yang normal tidak memerlukan pengobatan, karena akan hilang sendiri.

Keputihan yang tidak normal

Cara keputihan tidak normal diobati berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Dokter dapat memberikan obat-obatan berikut untuk mengatasi keputihan tidak normal:

  • Untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan, Anda dapat menggunakan antibiotik seperti clindamycin.
  • Infeksi jamur yang menyebabkan keputihan diobati dengan obat antijamur seperti clotrimazole dan miconazole.
  • Metronidazole atau tinidazole: dalam kasus keputihan yang disebabkan oleh parasit yang menyebabkan penyakit trikomoniasis.

Jika metode menghilangkan keputihan di atas tidak berhasil untuk Anda, segera temui dokter kandungan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-03T155238.649.png
03/Dec/2024

Jika keputihan Anda tidak normal, itu bisa karena infeksi, tetapi keputihan adalah reaksi alami tubuh.

Vaginosis bakterial

Ketidakseimbangan bakteri di vagina menyebabkan vaginosis bakterial, yang menyebabkan keputihan yang lebih banyak dan berbau. 29% wanita usia produktif mengalami vaginosis bakterial.

Candidiasis

Jamur candida albicans yang ada di vagina menyebabkan infeksi ini. Cairan keputihan yang kental dan berwarna putih Selain itu, ada rasa panas dan gatal di vagina. Ada kemerahan dan bengkak di daerah vagina.

Trikomoniasis

Salah satu jenis penyakit menular seksual yang dikenal sebagai trikomoniasis dapat ditularkan melalui kontak seksual dan menyebabkan cairan keputihan berwarna kuning atau hijau dengan bau yang tidak sedap. Wanita kadang-kadang mengalami nyeri, peradangan, dan gatal di area vagina mereka.

Selain itu, gonore dan klamidia adalah penyakit menular seksual lain yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal. Tumor, benda asing, fistula, dan alergi juga dapat menyebabkan keputihan tidak normal.

 

Apakah Keputihan Mempengaruhi Kesuburan?

Sebagian besar kasus infertilitas tuba dikaitkan dengan penyakit menular seksual yang menyebar melalui saluran reproduksi dan dapat menyebabkan luka, radang, dan kerusakan jaringan parut.

Penyakit menular seksual adalah “infeksi diam-diam” pada saluran genital atas yang dapat merusak uterus, tuba falopi, dan jaringan sekitar yang dapat menyebabkan infertilitas.

Penyakit menular seksual seperti chlamydia dan gonore dapat menyebabkan penyakit radang panggul dan infertilitas. Pada tahun 2018, ada 4 juta kasus infeksi chlamydia baru dan 1,6 juta kasus infeksi gonore di Amerika Serikat.

Penyakit radang panggul akan muncul pada 10–15 persen perempuan dengan infeksi chlamydia yang tidak ditangani dengan baik. Infeksi vaginosis bakterial, juga dikenal sebagai infeksi chlamydia, terkait dengan kemungkinan infertilitas, terutama dengan kerusakan tuba.

Sebuah penelitian pada wanita yang menjalani bayi tabung menemukan bahwa infeksi vaginosis bakterial terjadi pada 31% pasien dengan infertilitas tuba dan 19% pasien dengan infertilitas non-tuba. Ini menunjukkan bahwa infeksi vaginosis bakterial meningkatkan risiko perempuan mengalami penyakit menular seksual, terutama chlamydia sebesar 3,4 kali lipat dan gonore sebesar 4,1 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak menjalani bayi tabung. Kedua infeksi ini dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Selain itu, vaginosis bakterial dapat meningkatkan kemungkinan infeksi saluran genital atas dan penyakit radang panggul sebanyak 2,7 kali lipat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-12-02T112411.942.png
02/Dec/2024

Wanita sering mengalami keputihan, yang merupakan reaksi tubuh yang normal. Namun, keputihan yang berlebihan membuat tidak nyaman, dan ada beberapa cara untuk menghilangkan keputihan secara alami.

 

Apa Definisi Keputihan?

Keputihan adalah cairan yang dikeluarkan dari kelenjar kecil di vagina dan leher rahim untuk menghilangkan kotoran dan sel mati, menjaga vagina tetap bersih. Keputihan normal berwarna putih susu, licin, tidak lengket, dan tidak berbau. Namun, cairan keputihan berwarna kuning atau hijau, kental, atau berbau tidak sedap bisa menjadi gejala keputihan tidak normal yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Keputihan yang tidak normal memiliki tanda-tanda berikut:

  • Cairan keputihan kuning, hijau, atau kecoklatan
  • Teksturnya lebih lengket dan kental daripada biasanya
  • Menghasilkan aroma tidak sedap
  • Gatal dan perih di area vagina
  • Ada bercak darah setelah berhenti menstruasi

 

Cara Mengatasi Keputihan

Keputihan normal pada dasarnya dapat hilang tanpa pengobatan karena merupakan kondisi alami tubuh yang baik untuk kesehatan. Namun, mengeluarkan cairan keputihan yang tidak normal dapat mengganggu aktivitas seksual. Anda dapat mencoba beberapa metode menghilangkan keputihan secara alami di rumah jika Anda ingin mengatasi keputihan.

Membersihkan vagina dengan benar

Dengan membersihkan vagina dengan benar adalah salah satu cara untuk mengatasi keputihan. Pastikan untuk selalu membersihkan vagina setiap kali Anda buang air kecil dan buang air besar. Pastikan untuk melakukannya dengan cara yang benar, yaitu dari vagina ke anus. Ini dilakukan untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina. Kemudian keringkan dengan handuk atau tisu. Pastikan untuk menepuk secara perlahan saat mengeringkan agar tidak menyebabkan iritasi pada vagina.

Hindari sabun pembersih vagina

Untuk membersihkan vagina, gunakan air bersih saja. Jangan gunakan sabun pembersih dengan pewangi atau alkohol. Sabun pembersih vagina dapat menyebabkan kulit vagina menjadi sensitif, iritasi, dan terinfeksi, serta mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik dalam vagina.

Mengganti celana dalam secara rutin

Jika Anda ingin menghilangkan keputihan, pastikan untuk mengganti celana dalam secara teratur untuk menjaga area vagina tetap kering dan bersih. Area vagina yang terlalu lembap dapat menyebabkan infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Disarankan untuk mengganti celana setidaknya dua kali sehari.

Selalu gunakan celana dalam yang terbuat dari katun yang dapat menyerap keringat. Bahan celana dalam yang tidak dapat menyerap keringat memungkinkan bakteri untuk berkembang biak dengan mudah. Selain itu, jika Anda sedang menstruasi, ganti pembalut secara teratur, setidaknya 3 hingga 5 jam sekali, karena tidak sering menggantinya dapat memudahkan penyebaran bakteri dan jamur.

Hindari mengenakan rok atau celana ketat

Jika Anda memiliki keputihan, celana atau rok ketat dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan terperangkapnya keringat, yang dapat menghambat proses penyembuhan.

Saat melakukan hubungan seksual, gunakan kondom

Jika Anda ingin melakukan hubungan seks, gunakan kondom atau tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan lain untuk mencegah penularan infeksi menular seksual. Keputihan dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-11-28T105556.837.png
28/Nov/2024

Masa subur pria tidak memiliki karakteristik khusus dibandingkan dengan masa subur wanita. Pria hanya diharuskan melakukan hubungan seksual tiap dua atau tiga hari sekali. Seorang pria dianggap berada dalam masa subur ketika dia masih dapat menghasilkan sperma berkualitas tinggi dan dalam jumlah yang cukup.

Seorang pria mulai memproduksi sperma sejak usia antara 12 dan 13 tahun dan berlangsung hingga dewasa. Kualitas dan jumlah sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi terkait dengan masa subur pria, yang merupakan indikasi bahwa pria tersebut berada dalam masa subur.

Jumlah sperma yang ada

Jumlah sperma yang baik pada saat ejakulasi adalah 15 juta sperma per milimeter air mani. Jumlah sel sperma ini sangat berpengaruh pada kemungkinan pasangan membuahi sel telur. Jika jumlah sel sperma yang dihasilkan dalam air mani lebih sedikit, kemungkinan pembuahan sel telur juga akan menurun.

Mobilitas sperma

Sperma harus bergerak dengan gesit untuk mencapai dan membuahi sel telur; sebelum membuahi sel telur, sperma harus tetap hidup saat berenang melalui leher rahim dan terus menuju rahim, rahim, dan saluran tuba. Sperma yang bergerak dengan baik akan meningkatkan kemungkinan pembuahan.

Struktur sperma

Struktur sperma yang baik meningkatkan kemungkinan pembuahan. Pria yang subur memiliki lebih dari 50% sperma berbentuk normal, dengan kepala yang berbentuk oval dan berekor panjang.

Hormonal

Hormon testosteron dalam jumlah yang stabil menentukan masa subur pria. Kondisi ini membuat pria memiliki produksi sperma yang baik dan hasrat seksual yang terjaga dengan baik.

 

Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Kesuburan Pria

Ketika jumlah dan kualitas sperma seorang pria terjaga dengan baik, mereka memiliki kesuburan yang baik. Namun, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas sperma.

Usia

Tingkat kesuburan pria biasanya menurun secara signifikan ketika menginjak usia 38 tahun, sama seperti wanita. Tingkat kesuburan pria menurun seiring bertambahnya usia, sehingga sulit bagi pasangan untuk mendapatkan kehamilan.

Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat, seperti obesitas, merokok, dan mengonsumsi alkohol, adalah salah satu faktor yang memengaruhi kesuburan. Kualitas sperma pria perokok lebih rendah dibanding pria yang tidak merokok karena zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok memengaruhi kualitas sperma.

Exposition terhadap bahan berbahaya

Terpapar zat berbahaya seperti pestisida, merkuri logam berat, benzena, dan barium dapat memengaruhi kesuburan pria.

 

Masalah Masa Subur Pria

Beberapa masalah yang terkait dengan masa subur pria termasuk jumlah sperma yang rendah, pergerakan sperma, dan bentuk sperma yang tidak sempurna. Wanita juga dapat mengalami masalah kesuburan.

Mengalami kelainan sperma adalah ketika jumlah sperma pria kurang dari 15 juta per milimeter air mani. Kelainan sperma pria termasuk azoospermia, oligospermia, teratozoospermia, asthenozoospermia, cryptozoospermia, dan oligoasthenoteratospermia. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan pasangan untuk hamil.

Kelainan sperma dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Ejakulasi retrograde adalah ketika sperma keluar dari penis tetapi berbalik masuk ke kandung kemih.
  • Penyumbatan: Beberapa pria mengalami kesulitan untuk mengeluarkan sperma karena ada penyumbatan di antara testis dan penis mereka.

 

Metode untuk Menjaga Kesuburan Pria

Kualitas sperma yang baik menunjukkan pria dalam masa subur dan kondisi tubuh yang sehat. Kualitas sperma dapat menyebabkan infertilitas pada pria, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan beberapa cara alami.

Makanan yang sehat

Mengonsumsi makanan sehat adalah salah satu cara untuk menjaga kesuburan pria. Makanan sehat harus mengandung serat, protein, karbohidrat, dan mineral. Pilih protein tanpa lemak, seperti sayuran dan buah-buahan.

Berolahraga

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kesuburan dan meningkatkan kualitas air mani pria, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian yang menunjukkan bahwa pria yang berolahraga secara teratur memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi dan kualitas air mani yang lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa Anda tidak boleh terlalu banyak berolahraga karena dapat mengurangi testosteron.

Konsumsi vitamin dan suplemen

Salah satu cara untuk mempertahankan kualitas sperma adalah dengan mengonsumsi suplemen dan vitamin tambahan, yang dapat meningkatkan kesuburan dan meningkatkan kualitas sperma. Asam D-aspartat, atau D-AA, adalah salah satu suplemen yang baik untuk dikonsumsi yang dapat meningkatkan kadar testosteron, yang merupakan faktor penting dalam kesuburan pria.

Mengonsumsi zinc, vitamin C, dan vitamin D, yang masing-masing meningkatkan kesuburan, dapat membantu meningkatkan kesuburan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria yang kekurangan vitamin D lebih cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah.

Selain itu, pria yang mengonsumsi antioksidan juga dapat meningkatkan kesuburan pria dan mengurangi risiko kerusakan sperma. Dengan demikian, pasangan yang mengonsumsi antioksidan akan memiliki peluang kehamilan yang lebih tinggi.

Kontrol stres

Stres tidak hanya menjadi penyakit tetapi juga dapat menghambat kesuburan pria dan wanita. Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan kadar kortisol, yang berdampak negatif pada testosteron; ketika kadar kortisol naik, kadar testosteron cenderung turun.

Hidup sehat

Anda harus mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, seperti berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol, jika Anda ingin tetap sehat. Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi alkohol memiliki jumlah sperma sebesar 12%, dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsi alkohol dan non-perokok. Jumlah sperma yang lebih rendah, bentuk sperma yang lebih kecil, dan motilitas sperma yang lebih buruk adalah semua efek dari mengonsumsi alkohol yang lebih tinggi.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-92.png
18/Nov/2024

Sindrom Fragile X adalah salah satu kelainan genetik yang dapat memengaruhi kesuburan, terutama pada wanita. Pernahkah ayah dan ibu Anda mendengar tentang sindrom Fragile X? Sindrom Fragile X adalah kelainan genetik yang dapat menyebabkan masalah perkembangan fisik dan mental serta perilaku yang tidak normal.

Sindrom Fragile X biasanya disebabkan oleh faktor keturunan. Namun, orang yang tidak memiliki riwayat penyakit ini juga bisa mengalaminya. Sampai saat ini, belum ada pengobatan untuk sindrom Fragile X. Namun, gejala dapat dikurangi dengan beberapa terapi, yang membantu Anda beraktivitas.

 

Penyebab Sindrom Fragile X

Salah satu jenis kromosom seks yang dikenal sebagai kromosom X, sindrom gangguan mental X disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada gen FMR1 (Fragile X Mental Retardation 1) yang ditemukan pada kromosom X. Wanita memiliki kromosom XX, sedangkan pria memiliki kromosom XY. Akibatnya, anak laki-laki memiliki sindrom Fragile X lebih sering dibandingkan anak perempuan karena anak perempuan masih memiliki kromosom X yang normal.

Sebaliknya, sindrom Fragile X juga dapat ditransmisikan ke pria dan wanita. Gen FMR1 ini biasanya menghasilkan protein yang disebut Fragile X Mental Retardation 1 Protein (FMRP), yang membantu menjaga dan mendukung kerja sistem saraf dan perkembangan otak. Tubuh anak dengan sindrom Fragile X tidak dapat menghasilkan protein FMRP. Kekurangan protein FMRP dapat menyebabkan gejala munculkanya.

 

Gejala Sindrom Fragile X

Bayi yang baru dilahirkan atau anak-anak yang telah memasuki masa pubertas dapat menunjukkan gejala sindrom ini. Beberapa gejala yang mungkin terjadi pada orang yang menderita sindrom Fragile X adalah:

Gangguan perkembangan:

  • Gangguan perkembangan seperti merangkak, belajar duduk, berjalan, dll
  • Tingkat kecerdasan intelektual yang rendah, yang bahkan dapat berlanjut seiring bertambahnya usia
  • Gangguan komunikasi
  • Sensitive terhadap suara dan cahaya
  • Sulit untuk memahami dan belajar hal baru

Gangguan perilaku:

  • ADHD adalah gangguan hiperaktif
  • Tidak berbicara dengan orang lain
  • Tidak suka disentuh
  • Bahasa tubuh sangat sulit dipahami
  • Malu atau cemas saat berinteraksi dengan orang lain

Perubahan fisik:

  • Wajah yang lebih panjang
  • Telinga dan kepala lebih besar
  • Wajah yang lebih panjang
  • Dagu dan dahi lebih lebar
  • Sendi longgar

 

Bisakah Sindrom Fragile X Mempengaruhi Kesuburan?

Gangguan genetik adalah salah satu kondisi yang dapat memengaruhi kesuburan. Kelainan genetik terjadi karena perubahan DNA yang dapat mempengaruhi satu atau lebih gen.

Ada kemungkinan bahwa kondisi ini diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua. Sindrom Kallman, sindrom Fragile X, dan sindrom Turner adalah beberapa kelainan genetik yang dapat mengganggu kesuburan wanita. Sebagian besar kasus menunjukkan bahwa perempuan dengan sindrom Fragile X mungkin mengalami menopause dini atau sebelum usia empat puluh tahun.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Obstetrics and Gynecology, sindrom Fragile X ini adalah salah satu penyebab utama kegagalan ovarium prematur dan menstruasi tidak teratur, yang keduanya dapat memengaruhi kesuburan. Setiap pasangan yang didiagnosis dengan sindrom Fragile X harus melakukan konsultasi atau konseling sebelum memulai program hamil.

Kelainan genetik juga dapat mengubah sistem reproduksi wanita secara struktural. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan hamil atau bahkan mempertahankan kehamilan. Wanita dengan sindrom ini pada beberapa kasus tidak dapat hamil secara alami dan memerlukan teknologi reproduksi berbantu (TRB), seperti program bayi tabung (IVF).

 

Untuk Merencanakan Kehamilan, Apakah Perlu Tes Genetik?

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi kelainan genetik pada tubuh mereka, terutama karena pemeriksaan ini tidak biasa dilakukan saat mempersiapkan kehamilan atau saat menjalani kehamilan.

Dokter akan menyarankan pemeriksaan jika Ayah Bunda memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik atau faktor risiko tinggi, seperti wanita yang merencanakan kehamilan di atas usia 35 tahun. Karena sindrom Fragile X adalah kelainan genetik yang dapat diturunkan ke buah hati, dapat menyebabkan gangguan kecerdasan dan kognitif pada penderitanya.

Bayi dengan sindrom Fragile X bahkan bisa mengalami keterlambatan bicara serta gangguan kecemasan dan perilaku hiperaktif. Ini adalah penjelasan tentang bagaimana sindrom Fragile X memengaruhi kesuburan wanita. Jika ayah atau ibu mengalami kondisi ini, mereka harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rencana hamil.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.