fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Desain-tanpa-judul-36.png
02/May/2025

Fertilisasi in vitro (IVF), juga dikenal sebagai bayi tabung, adalah serangkaian prosedur kompleks yang digunakan untuk membantu kesuburan, mencegah masalah genetik, dan mempercepat konsepsi. Sel telur yang matang dikumpulkan dari ovarium selama bayi tabung dan dibuahi oleh sperma di laboratorium. Kemudian, sel telur yang dibuahi, atau embrio, dikirim ke rahim.

Dengan menggunakan bayi tabung, kemungkinan memiliki bayi yang sehat dan sehat tergantung pada berbagai faktor, seperti usia seseorang dan penyebab infertilitasnya. Usia juga merupakan batasan bagi wanita yang ingin melakukan prosedur ini, yang merupakan proses yang panjang, invasif, dan mahal.

 

Tingkat Keberhasilan Sebelum 40 Tahun

Wanita yang berusaha melakukan bayi tabung memiliki peluang untuk memiliki bayi dengan telurnya sendiri di setidaknya hingga usia awal 40 tahun. Tingkat keberhasilan turun hingga mendekati nol begitu wanita berusia 44 tahun. Selama dia masih melepaskan telur dan menstruasinya tetap teratur, Kesuburan sudah pasti berkurang pada usia 44 tahun.

Kemungkinan seorang wanita melahirkan anak melalui metode bayi tabung lebih besar ketika usianya lebih muda. Dengan bantuan teknologi reproduksi ini, wanita berusia 20-an dan awal 30-an juga memiliki peluang kesuksesan yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa usia masih merupakan faktor penting dalam keberhasilan kehamilan. Dengan kata lain, meskipun teknologi telah membantu, wanita muda lebih sukses daripada wanita tua.

Semua jenis perawatan infertilitas termasuk dalam teknologi reproduksi terbantu (ART), yaitu ketika sel telur dan sperma diobati di laboratorium. Fertilisasi in vitro (IVF) adalah prosedur yang paling umum dalam teknologi reproduksi terbantu, di mana sel telur dan sperma dibuahi di laboratorium dan kemudian dimasukkan ke dalam rahim wanita.

Proses pembuatan bayi tabung atau in vitro memakan waktu sekitar tiga minggu setiap siklus. Kadang-kadang, langkah-langkah ini dibagi menjadi lebih sedikit bagian, yang berarti prosesnya lebih lama. Salah satu metode pengobatan reproduksi yang paling efektif adalah in vitro (IVF). Dengan menggunakan sperma pasangan Anda dan sel telur Anda sendiri, Anda dapat melakukan prosedur ini. Selain itu, fertilisasi in vitro dapat melibatkan telur, sperma, atau embrio dari donor anonim.

Dalam beberapa situasi, mungkin juga digunakan pembawa kehamilan volunter—seorang wanita yang memiliki embrio ditanamkan di rahimnya. Namun, hal ini tidak biasa di Indonesia.

 

Alasan Bayi Tabung Perlu Dilakukan

Sebelum Anda dan pasangan membuat keputusan untuk melakukan bayi tabung, Anda harus mempelajari alasan ilmiah mengapa melakukannya. Selain itu, pastikan bahwa semua upaya telah dilakukan dan ini adalah langkah terakhir. Bayi tabung atau inseminasi buatan biasanya digunakan sebagai pengobatan untuk masalah genetik atau infertilitas. Jika infertilitas diobati melalui inseminasi buatan, Anda dan pasangan Anda mungkin dapat mencoba metode perawatan yang tidak terlalu invasif sebelum mencoba bayi tabung.

Jika Anda dan pasangan Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, misalnya:

  • Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi. Kerusakan seperti ini menghalangi telur untuk dibuahi atau memudahkan embrio untuk masuk ke rahim.
  • Gangguan ovulasi. Jarang atau tidak ada ovulasi berarti telur lebih sedikit tersedia untuk pembuahan.
  • Endometriosis Ini terjadi ketika jaringan rahim tumbuh di luar rahim, memengaruhi fungsi ovarium, rahim, dan saluran tuba.
  • Fibroid rahim adalah tumor jinak di dinding rahim yang biasanya ditemukan pada wanita berusia tiga puluh hingga empat puluh tahun. Fibroid dapat mengganggu implantasi sel telur yang dibuahi.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan bayi tabung.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


signum35.jpg
02/May/2025

Untuk kebanyakan pasangan yang baru menikah, memiliki anak adalah impian. Sayangnya, tidak semua pasangan beruntung memiliki bayi yang mereka impikan.

Pada dasarnya, ada banyak variabel yang memengaruhi kapan suatu pasangan dapat memiliki anak. Salah satu cara untuk mendapatkan keturunan adalah melalui bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF).

Namun, perlu diingat bahwa program bayi tabung tidak selalu bebas dari risiko; dalam beberapa kasus, program dapat menyebabkan masalah bagi ibu atau janin yang dikandungnya. Anda ingin tahu apa saja ancaman yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai rencana untuk memiliki bayi tabung?

Kemungkinan Risiko pada Program Bayi Tabung

Semua prosedur medis, termasuk inseminasi buatan (IVF) atau bayi tabung, selalu membawa risiko, terlepas dari seberapa kecil atau besar risikonya. Ibu yang mengikuti program bayi tabung juga harus menyadari bahwa mungkin tidak berhasil pada percobaan pertama. Apa saja bahaya yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung?

National Institutes of Health melaporkan bahwa banyak energi fisik dan emosional, waktu, dan uang diperlukan untuk program bayi tabung. Banyak pasangan yang mengalami ketidaksuburan juga mengalami stres dan depresi.

Menurut NIH dan sumber lain, risiko yang terkait dengan program bayi tabung adalah sebagai berikut:

1. Sindrom Ovari Hiperstimulasi

Sindrom hiperstimulasi ovarium, juga dikenal sebagai OHSS, dapat muncul sebagai akibat dari program bayi tabung. Kondisi ini menyebabkan cairan menumpuk di dada dan perut.

Sakit perut, kembung, peningkatan berat badan yang cepat (misalnya 4,5 kg dalam 3 hingga 5 hari), penurunan buang air kecil meskipun minum banyak cairan, mual, muntah, dan sesak napas adalah gejalanya.

2. Penyakit Keguguran

Wanita hamil yang menggunakan in vitro fertilization memiliki tingkat keguguran sekitar 15 hingga 25 persen, dan tingkat ini meningkat seiring dengan usia ibu.

 

3. Kehamilan yang tidak diinginkan

Kehamilan ektopik, yang dialami sekitar 2-5 persen wanita yang mengikuti program bayi tabung, terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Sel telur di luar rahim tidak dapat bertahan hidup dan tidak dapat melanjutkan kehamilan.

4. Kelainan lahir

Tidak peduli bagaimana anak dikandung, termasuk melalui program bayi tabung, usia ibu adalah faktor risiko utama perkembangan cacat lahir.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah mengandung bayi melalui metode in vitro meningkatkan kemungkinan mengalami cacat lahir tertentu.

5. Kanker

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara pemberian obat tertentu yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan sel telur, atau pemberian obat selama program bayi tabung, dan munculnya beberapa jenis tumor ovarium.

Temuan ini tidak didukung oleh penelitian baru-baru ini. Program bayi tabung tampaknya tidak meningkatkan risiko kanker payudara, endometrium, serviks, atau ovarium secara signifikan.

6. Berbagai Tekanan Fisik dan Mental

Saat ibu dan pasangan menjalani program bayi tabung, mereka dapat menghadapi tantangan finansial, fisik, dan emosional. Karena itu, sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan dukungan dari konselor, teman dekat, dan keluarga.

 

7. Risiko tambahan

NIH menyatakan bahwa ancaman tambahan untuk program bayi tabung yang harus diperhatikan termasuk reaksi terhadap anestesi, perdarahan, infeksi, dan kerusakan struktur di sekitar ovarium, seperti usus dan kandung kemih.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-04-22T142047.718.png
30/Apr/2025

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah salah satu jalan yang banyak dipilih pasangan yang tengah berjuang memiliki buah hati. Namun, keberhasilan IVF tak hanya bergantung pada prosedur medis semata—gaya hidup, termasuk pola makan, memainkan peranan penting dalam menentukan hasilnya.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari calon ibu adalah: makanan apa saja yang sebaiknya dihindari selama menjalani program ini? Pertanyaan ini sangat relevan, karena apa yang dikonsumsi dapat memengaruhi keseimbangan hormon, kualitas sel telur dan sperma, serta kesiapan tubuh untuk menerima kehamilan.

Untuk itu, memahami pantangan makanan selama IVF adalah langkah bijak yang bisa meningkatkan peluang sukses.

 

Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat IVF

1. Makanan dengan Kadar Gula Tinggi

Makanan manis seperti permen, kue, minuman bersoda, atau bahkan sereal sarapan dengan kandungan gula tersembunyi, bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Kadar gula yang tidak stabil akan memengaruhi sensitivitas insulin dan dapat memperparah kondisi seperti PCOS (polycystic ovary syndrome), salah satu penyebab utama gangguan kesuburan pada wanita.

Sebagai gantinya, pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti quinoa, beras merah, sayuran hijau, dan buah-buahan segar yang alami.

 

2. Produk Olahan dan Cepat Saji

Makanan kemasan, daging olahan seperti sosis dan nugget, serta makanan cepat saji mengandung berbagai bahan tambahan yang dapat memicu peradangan dalam tubuh. Lemak trans dan natrium yang tinggi pada makanan ini juga bisa mengganggu fungsi hormonal.

Lebih baik konsumsi makanan dalam bentuk paling murni—sayuran segar, daging tanpa lemak, ikan, serta makanan rumahan yang dimasak sendiri agar tahu pasti bahan-bahan yang digunakan.

3. Konsumsi Kafein Berlebihan

Meski secangkir kopi di pagi hari terasa menyegarkan, terlalu banyak kafein bisa berdampak negatif terhadap kesuburan dan menurunkan efektivitas proses bayi tabung. Studi menunjukkan bahwa kafein dalam jumlah tinggi dapat menurunkan tingkat implantasi embrio di dalam rahim.

Bila masih ingin minum kopi, pilih versi decaf atau batasi hanya satu cangkir kecil per hari. Selain kopi, perhatikan juga asupan teh, cokelat, dan minuman energi yang juga mengandung kafein.

4. Alkohol

Tak sedikit penelitian menyebutkan bahwa alkohol, meskipun dikonsumsi dalam jumlah kecil, dapat menurunkan kualitas sperma dan sel telur, serta meningkatkan risiko keguguran. Oleh karena itu, selama menjalani program IVF, sebaiknya hindari alkohol sepenuhnya demi kesehatan reproduksi yang optimal.

5. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Lemak jenuh yang ditemukan dalam gorengan, makanan cepat saji, mentega, dan daging berlemak bisa menyebabkan inflamasi dalam tubuh. Peradangan kronis ini berpotensi mengganggu keseimbangan hormon yang sangat penting dalam program kehamilan seperti IVF.

Pilih lemak sehat seperti asam lemak tak jenuh dari alpukat, kacang-kacangan, ikan berlemak, dan minyak zaitun untuk mendukung sistem reproduksi.

6. Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi

Beberapa jenis ikan laut, seperti hiu, ikan todak, dan mackerel, diketahui mengandung merkuri dalam kadar tinggi. Zat ini bersifat racun bagi sistem saraf dan berisiko mengganggu perkembangan janin bila kehamilan terjadi.

Sebagai gantinya, konsumsilah ikan rendah merkuri yang kaya omega-3, seperti salmon, sarden, dan trout—yang baik untuk keseimbangan hormon dan kesehatan otak janin.

7. Produk Susu Penuh Lemak

Walau susu merupakan sumber kalsium yang baik, beberapa riset menunjukkan bahwa susu tinggi lemak bisa berdampak negatif pada kesuburan. Bila ingin mengonsumsi produk susu, pertimbangkan untuk memilih versi rendah lemak atau alternatif nabati seperti susu almond, oat, atau kedelai.

 

Tips Menjaga Pola Makan Selama Program Bayi Tabung

Selain menghindari makanan tertentu, menjaga pola makan yang sehat secara keseluruhan sangat penting selama masa IVF. Berikut beberapa tips sederhana namun berdampak besar:

Fokus pada Nutrisi Berkualitas

Pastikan menu harian mengandung sayuran segar, buah berwarna-warni, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak seperti ayam tanpa kulit atau ikan rendah merkuri.

Cukupi Asupan Cairan

Tetap terhidrasi membantu tubuh berfungsi optimal. Air putih adalah pilihan terbaik, dan hindari minuman manis atau yang mengandung pewarna buatan.

Suplementasi yang Tepat

Konsultasikan dengan dokter tentang kemungkinan mengonsumsi suplemen seperti asam folat, vitamin D, atau zat besi sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Atur Waktu Makan

Daripada makan tiga kali besar sehari, lebih baik makan dalam porsi kecil namun sering untuk menjaga energi dan kestabilan gula darah.

Kelola Stres

Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon. Cobalah aktivitas relaksasi seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangan untuk menjaga suasana hati tetap positif.

 

Makanan adalah fondasi dari kesehatan, termasuk dalam hal reproduksi. Dengan menghindari makanan yang berpotensi merusak keseimbangan tubuh seperti gula berlebih, makanan olahan, kafein, alkohol, lemak jenuh, ikan tinggi merkuri, dan susu penuh lemak, Anda sedang memberi peluang terbaik bagi keberhasilan program bayi tabung.

Dibarengi dengan pola makan sehat, gaya hidup seimbang, dan pendampingan medis yang tepat, harapan untuk menghadirkan buah hati ke dunia akan semakin terbuka.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


jenis-infertil.png
30/Apr/2025

Kemandulan bukanlah masalah yang hanya dialami oleh satu gender. Baik pria maupun wanita bisa mengalami kesulitan memiliki keturunan. Untuk mengetahui cara terbaik mengatasinya, penting bagi pasangan untuk memahami terlebih dahulu akar permasalahannya melalui konsultasi dengan dokter dan menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Yuk, simak ulasan berikut untuk mengetahui penyebab kemandulan, cara mengobatinya, serta peluang keberhasilan program hamil setelah menjalani pengobatan.

 

Siapa Saja yang Rentan Mengalami Kemandulan?

Tidak ada perbedaan besar dalam risiko kemandulan antara pria dan wanita—keduanya memiliki peluang sekitar 30%. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari faktor keturunan, penyakit tertentu, gaya hidup yang tidak sehat, hingga penyebab yang belum diketahui secara pasti.

Walaupun ada sejumlah langkah pencegahan yang bisa ditempuh, terkadang kemandulan tetap bisa terjadi meski semua tampak normal. Maka dari itu, bila Anda mengalami tanda-tanda infertilitas, langkah terbaik adalah memulai pengobatan dengan pendekatan yang disesuaikan seperti penggunaan obat, terapi hormon, hingga tindakan medis atau operasi.

 

Pilihan Cara Mengatasi Kemandulan pada Pria dan Wanita

Cara menangani masalah kesuburan tentu tidak bisa disamakan untuk semua orang. Banyak hal yang menjadi pertimbangan, seperti penyebab kemandulan, usia, serta kondisi tubuh secara umum. Berikut adalah metode umum yang biasanya diterapkan untuk mengatasi infertilitas:

1. Penggunaan Obat-Obatan

Baik pria maupun wanita bisa menjalani terapi hormon atau mengonsumsi obat untuk meningkatkan peluang hamil.

Pada pria, salah satu obat yang umum digunakan adalah clomiphene citrate, yang mampu memperbaiki fungsi testis, meningkatkan produksi testosteron, serta memperbaiki kualitas sperma.

Sedangkan pada wanita, terapi hormon digunakan untuk menstimulasi ovulasi—proses pelepasan sel telur. Obat seperti gonadotropin bisa menjadi solusi efektif untuk membantu proses ini dan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

2. Tindakan Operasi

Beberapa kasus kemandulan ternyata dipicu oleh kelainan pada struktur organ reproduksi. Jika ini yang terjadi, maka tindakan bedah bisa menjadi solusi utama.

Contohnya, pada pria, operasi untuk mengatasi varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum) bisa meningkatkan kemungkinan keberhasilan pembuahan.

Sedangkan pada wanita, kondisi seperti polip endometrium, septum rahim, dan fibroid rahim bisa ditangani melalui prosedur histeroskopi. Bila kemandulan disebabkan oleh endometriosis atau perlengketan panggul, maka tindakan laparoskopi atau operasi terbuka mungkin akan diperlukan.

 

3. Teknologi Reproduksi Berbantu

Metode seperti inseminasi buatan (IUI) atau program bayi tabung (IVF) kini menjadi harapan banyak pasangan yang kesulitan memiliki anak.

Jika pria mengalami masalah dalam ejakulasi, sperma dapat diambil langsung dari testis menggunakan jarum khusus. Pada prosedur IUI, sperma yang telah diproses akan dimasukkan langsung ke rahim ketika sel telur dilepaskan dari ovarium.

Sementara itu, pada IVF, pembuahan dilakukan di laboratorium, dan embrio yang terbentuk akan ditanamkan ke dalam rahim wanita. Teknologi ini memberikan harapan besar bagi banyak pasangan.

 

4. Perubahan Gaya Hidup

Tak bisa dipungkiri, pola hidup yang kurang sehat juga bisa menjadi pemicu kemandulan. Maka dari itu, pasangan yang tengah merencanakan kehamilan perlu mengadopsi pola hidup yang lebih baik.

Mulailah dengan menerapkan pola makan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik, serta menghindari rokok dan alkohol. Gaya hidup sehat tak hanya menunjang kesuburan, tapi juga membawa manfaat bagi kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.

 

Apakah Kemandulan Bisa Disembuhkan?

Kabar baiknya, berkat kemajuan di bidang medis, banyak kasus kemandulan kini bisa diatasi dengan berbagai metode seperti terapi obat, prosedur bedah, maupun teknologi berbantu.

Namun, keberhasilan pengobatan sangat tergantung pada penyebab utama kemandulan dan faktor usia. Misalnya, bila masalah disebabkan oleh gangguan hormon atau penyumbatan saluran reproduksi, peluang kehamilan bisa cukup tinggi.

Sebuah artikel dari The Journal of the American Medical Association (2021) menunjukkan bahwa usia sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan program IVF. Wanita di bawah usia 35 tahun memiliki peluang sekitar 48,5% untuk melahirkan, sedangkan wanita di atas usia 43 tahun hanya memiliki peluang sekitar 11%.

Keberhasilan metode lain seperti penggunaan clomiphene dan IUI juga menurun seiring bertambahnya usia. Misalnya, tingkat keberhasilan untuk wanita berusia 35–37 tahun adalah 8,2%, sementara bagi yang berusia di atas 42 tahun hanya 0,8%.

 

Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Didiagnosis Mandul

Mendapatkan diagnosis kemandulan bisa menjadi pengalaman emosional yang berat. Namun, Anda tetap memiliki banyak pilihan dan harapan. Berikut ini adalah hal-hal penting yang bisa dilakukan setelah menerima vonis tersebut:

1. Kelola Stres dengan Baik

Stres yang berlebihan bisa memengaruhi hubungan dengan pasangan dan juga berdampak pada kesuburan, baik itu dalam hal ovulasi pada wanita maupun produksi sperma pada pria.

Untuk itu, cobalah teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pijat terapi. Luangkan waktu untuk bersantai bersama pasangan, menekuni hobi, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

2. Buat Rencana ke Depan

Meski menerima kenyataan bahwa Anda atau pasangan mandul terasa menyakitkan, penting untuk menyusun langkah-langkah berikutnya. Apakah akan menjalani perawatan seperti IVF? Atau mungkin mencoba teknologi lainnya?

Karena sebagian besar prosedur ini memerlukan biaya dan waktu, pikirkan semuanya secara matang bersama pasangan. Diskusikan tantangan yang mungkin muncul dan rencanakan bagaimana cara terbaik untuk menghadapinya.

 

3. Pertimbangkan Alternatif Seperti Adopsi

Jika segala upaya medis belum membuahkan hasil, Anda bisa mempertimbangkan alternatif seperti adopsi. Meski tidak semua orang merasa cocok dengan pilihan ini, adopsi bisa menjadi jalan lain untuk mewujudkan keinginan memiliki anak dan membangun keluarga.

Selain itu, bergabung dengan komunitas yang memiliki pengalaman serupa, berbagi cerita, atau menjalani konseling dapat membantu mengurangi tekanan emosional selama proses pengobatan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2023-12-27T145839.015.png
29/Apr/2025

Pasangan suami istri yang memilih menempuh program bayi tabung sering kali hadir dengan semangat yang menggebu. Wajah-wajah mereka memancarkan harapan besar akan hadirnya buah hati yang telah lama dinanti. Banyak di antara mereka begitu rajin menelusuri berbagai sumber informasi baik dari buku, artikel, forum daring, hingga video edukasi seputar proses dan prosedur bayi tabung.

Namun, di balik semangat pencarian informasi itu, tersembunyi pula tantangan besar: tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sinilah pentingnya memilah mana informasi yang merupakan fakta medis, dan mana yang hanya sekadar mitos yang berkembang dari mulut ke mulut atau opini yang tidak berdasar.

Salah satu mitos yang kerap terdengar adalah bahwa program bayi tabung dapat dilakukan tanpa batasan usia—seolah waktu tidak memberi pengaruh apa pun.

Mitos: Usia Tidak Penting dalam Program Bayi Tabung

Banyak pasangan berpikir bahwa karena ada program bayi tabung, maka usia bukan lagi faktor yang perlu dikhawatirkan. Mereka beranggapan bahwa selama ada teknologi, maka kehamilan bisa “diatur ulang” kapan saja. Padahal, kenyataan medis berbicara lain.

Memang benar bahwa program bayi tabung hadir sebagai solusi medis canggih bagi pasangan yang memiliki kendala dalam mendapatkan keturunan, termasuk karena faktor usia. Namun, seperti halnya kesuburan alami yang menurun seiring bertambahnya usia, tingkat keberhasilan bayi tabung pun turut dipengaruhi oleh usia, terutama usia wanita.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan fakta yang cukup mencengangkan namun penting untuk diketahui. Wanita berusia di bawah 35 tahun memiliki peluang sekitar 33% untuk berhasil melahirkan bayi melalui program ini.

Namun, angka tersebut menurun drastis bagi wanita berusia 38 hingga 40 tahun—hanya sekitar 17%. Dan untuk wanita yang telah memasuki usia 43 hingga 44 tahun, angka keberhasilan tinggal sekitar 3% saja per siklus.

Statistik ini menegaskan bahwa meskipun teknologi medis telah berkembang pesat, faktor biologis tetap memiliki peran besar yang tidak bisa diabaikan.

Maka dari itu, penting bagi pasangan untuk memahami realitas ini dan merancang rencana kehamilan sebijak mungkin, sedini mungkin.

Fakta: Perencanaan yang Matang Adalah Kunci

Menunda kehamilan dengan berbagai pertimbangan memang hal yang wajar dan sering kali tak terhindarkan. Karier, kondisi finansial, hingga kesiapan mental dan emosional sering kali menjadi pertimbangan utama. Namun, penundaan ini sebaiknya diiringi dengan pengetahuan yang memadai dan perencanaan jangka panjang yang cermat, khususnya berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Bagi pasangan yang sedang mempertimbangkan program bayi tabung, alangkah baiknya jika mereka juga mengetahui berbagai layanan pendukung lainnya. Teknologi seperti bank sperma, bank sel telur, dan bank embrio kini hadir sebagai opsi tambahan untuk membantu pasangan menyesuaikan waktu terbaik dalam perjalanan mereka menuju kehamilan.

Lebih jauh lagi, konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas atau klinik fertilitas terpercaya adalah langkah awal yang bijak. Melalui sesi ini, pasangan bisa mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang kondisi masing-masing, potensi keberhasilan program, dan berbagai ikhtiar yang dapat dilakukan agar peluang memiliki anak bisa meningkat.

Program bayi tabung bukan sekadar prosedur medis—ia adalah perjalanan emosional, spiritual, dan logistik yang membutuhkan kesiapan total dari pasangan. Maka dari itu, membekali diri dengan wawasan yang benar dan mendalam, sambil terus menjalin komunikasi terbuka dengan tim medis, adalah langkah terbaik untuk menapaki harapan baru ini.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2025-01-20T150834.103.png
29/Apr/2025

Sebagian wanita sering khawatir tentang menstruasi tidak lancar. Kondisi ini dapat berupa siklus menstruasi yang memendek atau memanjang, atau bahkan tidak terjadi menstruasi sama sekali, dan penyebabnya beragam dan mungkin memerlukan perawatan dokter.

Proses menstruasi yang disertai dengan keluarnya darah dari vagina dikenal sebagai menstruasi. Meskipun demikian, ada beberapa wanita yang mengalami menstruasi tidak lancar setiap bulannya. Siklus menstruasi biasanya terjadi setiap 28 hari, dengan periode biasanya 4 hingga 8 hari.

 

Tipe Menstruasi Tidak Lancar

Siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak lancar terdiri dari siklus yang kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Selain itu, siklus menstruasi yang berubah-ubah setiap bulan juga dianggap tidak lancar. Menstruasi tidak lancar juga memiliki volume darah yang berbeda, kadang banyak kadang sedikit.

Pada dua tahun pertama setelah seorang wanita memasuki pubertas, mereka biasanya mengalami menstruasi yang tidak lancar, yang biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

Namun, selama dua tahun pertama, menstruasi yang tidak lancar terus terjadi. Ini disebut menstruasi tidak normal dan dapat digolongkan menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Polymenorrhea adalah siklus menstruasi yang berlangsung kurang dari 21 hari.
  • Oligomenorea adalah kondisi ketika siklus menstruasi menjadi lebih panjang atau menstruasi tidak terjadi selama lebih dari 35 hari tetapi kurang dari 90 hari.
  • Amenorrhea adalah kondisi ketika menstruasi tidak terjadi selama 3 bulan berturut-turut dan tidak sedang hamil, menyusui, atau menopause.
  • Dismenore, yaitu rasa nyeri atau kram perut yang parah saat menstruasi.
  • Perdarahan rahim yang tidak normal adalah ketika ada lebih banyak perdarahan, menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari, atau perdarahan dan bercak muncul di luar periode menstruasi.

 

Penyebab Menstruasi Tidak Lancar

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan menstruasi tidak lancar atau tidak teratur:

1. Menopause: Produksi hormon estrogen dan progesteron yang tidak teratur terjadi menjelang menopause, sehingga menstruasi biasanya tidak lancar.

2. Kehamilan: Terhentinya menstruasi adalah tanda kehamilan. Jika demikian, periksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah Anda hamil atau tidak. Dokter biasanya akan menyarankan tes kehamilan dan USG.

3. Efek samping alat kontrasepsi: Penggunaan alat kontrasepsi, seperti indung telur (IUD) atau pil KB, memang dapat menyebabkan menstruasi tidak lancar atau nyeri perut selama menstruasi, sementara IUD juga dapat menyebabkan darah keluar lebih banyak dari biasanya. Salah satu masalah menstruasi yang paling umum adalah sedikit menstruasi, terutama di awal penggunaan, atau bahkan tidak menstruasi sama sekali hingga enam bulan setelah berhenti menggunakan pil KB.

4. Pola hidup: Olahraga berlebihan, penurunan berat badan yang signifikan, atau berat badan berlebih dapat menyebabkan menstruasi tidak lancar. Selain itu, stres juga dapat memengaruhi siklus menstruasi, mengakibatkan hipogonadisme atau penurunan hormon reproduksi, yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus menstruasi.

5. Sindrom ovarium polikistik (PCOS): Wanita dengan PCOS dapat mengalami periode menstruasi yang sangat jarang atau malah berkepanjangan. Pada kondisi ini, pelepasan sel telur terjadi secara tidak normal atau tidak teratur. Akibatnya, wanita yang menderita PCOS mungkin tidak mengalami menstruasi sama sekali atau mungkin hanya mengeluarkan sedikit darah selama menstruasi.

6. Masalah pada kelenjar tiroid: Kelenjar tiroid terletak di bagian leher dan memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Jika ada masalah dengan kelenjar tiroid, menstruasi juga akan terganggu. Konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda untuk mendapatkan tes darah untuk mengetahui tingkat hormon tiroid Anda.

 

Cara Mengatasi Menstruasi Tidak Lancar

Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, Anda harus memahami penyebab menstruasi tidak lancar Anda. Menstruasi tidak lancar dapat diatasi dengan beberapa cara tergantung pada penyebabnya, seperti:

  • Mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dan belajar cara mengelola stres dengan benar.
  • Jika menstruasi Anda masih tidak lancar setelah 3 bulan penggunaan kontrasepsi, ganti alatnya dengan yang baru.
  • Mengobati penyakit tiroid Anda atau sindrom ovarium polikistik.
  • Jika Anda mengalami stres yang menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, pergi ke konseling.
    Periksa organ reproduksi Anda secara teratur.

Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengalami menstruasi yang tidak lancar, seperti tidak datang haid selama tiga bulan berturut-turut, banyak perdarahan, atau nyeri yang parah selama periode menstruasi. Ini dilakukan untuk mengetahui penyebabnya dan memberikan perawatan yang tepat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-08-19T153849.163.png
29/Apr/2025

Infertilitas merupakan kondisi di mana pasangan suami istri yang aktif berhubungan intim secara rutin selama setahun penuh tanpa menggunakan alat kontrasepsi, namun belum juga mengalami kehamilan.

Menurut data dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), sekitar 17,5% pasangan usia subur di seluruh dunia menghadapi tantangan dalam hal kesuburan.

Infertilitas ini terbagi menjadi dua jenis:
– Infertilitas primer, terjadi ketika pasangan belum pernah memiliki anak sama sekali.
– Infertilitas sekunder, muncul saat pasangan yang sebelumnya sudah memiliki anak mengalami kesulitan untuk memiliki anak kembali.

 

Tanda-Tanda Pria Mengalami Masalah Kesuburan

Masalah kesuburan pada pria bisa dikenali melalui beberapa gejala berikut:

– Gangguan fungsi seksual seperti kesulitan ejakulasi, penurunan gairah seksual, atau disfungsi ereksi
– Munculnya rasa nyeri, pembengkakan, atau benjolan di testis
– Pembesaran jaringan di area payudara (ginekomastia)

Namun perlu diingat, tidak semua pria akan menunjukkan semua gejala di atas. Ada yang hanya mengalami satu atau dua saja. Oleh karena itu, untuk mengetahui kesuburan pria secara pasti, disarankan melakukan analisis semen.

Pemeriksaan ini mencakup:
– Makroskopis: volume, warna, bau, kekentalan, waktu pencairan, dan pH cairan mani
– Mikroskopis: jumlah sperma, bentuk, serta kemampuan geraknya

Syarat melakukan analisis semen umumnya adalah menahan ejakulasi selama 2–7 hari sebelum pengambilan sampel.

 

Penyebab Umum Infertilitas pada Pria

Kesuburan pria dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas sperma. Masalah dapat muncul karena faktor hormonal, kelainan struktur organ reproduksi, hingga gaya hidup.

Beberapa penyebabnya meliputi:

1. Gangguan Fungsi Testis atau Ejakulasi

– Varikokel: pelebaran pembuluh darah di testis yang mengganggu produksi sperma
– Cedera testis
– Konsumsi alkohol, rokok, obat-obatan terlarang
– Terapi kanker seperti kemoterapi atau operasi testis
– Penyakit seperti diabetes dan gangguan autoimun

 2. Kelainan Sperma:

– Oligozoospermia: jumlah sperma sangat sedikit
– Azoospermia: tidak ada sperma dalam ejakulasi
– Hypospermia: jumlah cairan mani terlalu sedikit
– Necrozoospermia: sperma mati atau tidak bergerak
– OAT: kombinasi sperma sedikit, tidak aktif, dan bentuk abnormal
– Asthenozoospermia: sperma aktif bergerak sangat sedikit
– Teratozoospermia: kebanyakan sperma berbentuk tidak normal

Apakah Masturbasi Mempengaruhi Kesuburan?

Masturbasi tidak terbukti menurunkan kesuburan pria. Beberapa studi justru menunjukkan bahwa kualitas sperma terbaik muncul setelah 2–3 hari tanpa ejakulasi. Bahkan ejakulasi harian tidak selalu berdampak buruk selama kualitas sperma tetap baik.

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, disarankan hubungan seksual dilakukan setiap 2–3 hari.

Cara Menangani Infertilitas pada Pria

1. Perubahan Gaya Hidup

Langkah awal yang bisa dilakukan:
– Menjaga berat badan ideal
– Konsumsi makanan sehat (buah & sayur)
– Rutin olahraga
– Tidur cukup dan kelola stres
– Hindari rokok, alkohol, dan narkoba

 2. Terapi Medis dan Obat-obatan

Dokter mungkin akan memberikan terapi hormon atau resep obat untuk memperbaiki kualitas sperma.

 3. Operasi

Jika ada penyumbatan atau kelainan struktural, bisa dilakukan tindakan pembedahan, seperti:
– Vasoepididimostomi: mengatasi sumbatan di epididimis
– Varikokelektomi: mengangkat varikokel
– Pengambilan sperma (sperm retrieval): sperma diambil langsung dari testis/epididimis

4. Program Bayi Tabung (IVF)

Jika semua metode alami tidak berhasil, pasangan bisa mempertimbangkan program **IVF dengan ICSI**, yaitu proses menyuntikkan satu sperma langsung ke sel telur. Tingkat keberhasilannya mencapai **50–80%**.

Namun, ada juga kondisi genetis atau kelainan berat lainnya yang membuat testis sama sekali tidak mampu memproduksi sperma — dan tidak dapat diatasi dengan pengobatan.

 

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa jenis makanan dapat menurunkan kualitas sperma jika dikonsumsi berlebihan:

1. Daging Merah Olahan
Kandungan lemak jenuh, trans fat, dan bahan kimia dalam daging olahan dapat mengganggu sistem hormonal dan menurunkan kualitas sperma.

2. Seafood Tinggi Merkuri
Seperti ikan mackerel dan tuna besar. Lebih baik memilih salmon atau kerang.

3. Produk Olahan Susu Tinggi Lemak
Keju, es krim, dan mentega dalam jumlah besar bisa memengaruhi motilitas sperma.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika:
– Mengalami gejala yang mengarah ke infertilitas
– Sudah berusaha hamil selama 12 bulan tanpa kontrasepsi tapi belum berhasil

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-01-15T111805.106.png
28/Apr/2025

Sekarang, pasangan suami istri yang menghadapi masalah kesuburan tidak perlu bersedih lagi. Karena saat ini ada banyak cara untuk mendapatkan momongan, salah satunya dengan bayi tabung. Secara sederhana, pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu disebut bayi tabung. Istilah “bayi tabung” berasal dari kata latin “in vitro”, yang berarti “dalam gelas atau tabung, pembuahan artinya pembuahan.”

Kapan waktu terbaik untuk memulai prosedur bayi tabung?

Banyak pasangan yang tidak subur memilih metode pembuahan dengan bayi tabung. Setelah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan anak, seperti mengatur pola makan, mengonsumsi obat-obatan, pemberian hormon, hingga inseminasi buatan, kebanyakan pasangan akan mengambil pendekatan ini. Mereka seringkali tidak berhasil. Jika kehamilan normal melibatkan pembuahan di dalam tubuh, kehamilan dengan bayi tabung memerlukan beberapa prosedur.

 

Proses Bayi Tabung

Anda akan menjalani beberapa prosedur berikut:

  • Obat hormonal akan diberikan kepada tubuh Anda untuk merangsang produksi sel telur secara bersamaan. Untuk program bayi tabung, diperlukan lebih dari satu sel telur, meskipun wanita hanya memiliki satu sel telur secara alami.
  • Setelah itu, Anda akan menjalani dua tes, yaitu tes darah dan USG, untuk mengetahui seberapa siap Anda untuk pengambilan sel telur. Sebelum ujian ini, Anda akan menerima suntikan yang membantu mematangkan sel telur yang berkembang dan memulai proses ovulasi.
  • Setelah itu, sel telur akan diambil. Dokter akan menggunakan USG untuk mencari cairan indung telur, atau folikel, dalam rahim untuk mengetahui apakah sel telur sudah cukup matang untuk “dipanen”.
  • Kemudian, sel telur akan diambil dengan jarum khusus yang memiliki rongga di dalamnya. Biasanya, prosedur ini memakan waktu 30 menit hingga satu jam. Sebelum prosedur dilakukan, Anda akan diberikan obat pereda nyeri atau obat penenang ringan untuk mengurangi rasa sakit.
  • Sel telur akan segera dipertemukan dengan sperma pasangan yang diambil pada hari yang sama. Setelah itu, keduanya disimpan di klinik untuk memastikan perkembangannya berjalan seoptimal mungkin.
  • Setelah embrio yang dihasilkan dari pembuahan sel telur dan sperma dianggap cukup matang, embrio dimasukkan ke dalam rahim melalui Miss V dengan menggunakan tabung penyalur yang disebut kateter. Ini dilakukan sekaligus untuk meningkatkan kemungkinan hamil.
  • Anda akan diminta untuk melakukan tes kehamilan dua minggu setelah embrio masuk ke dalam rahim.

 

Kapan Waktu Terbaik untuk Memulai Menyusui Bayi Tabung?

Jika usia calon ibu di bawah 35 tahun, angka keberhasilan bayi tabung di Indonesia dapat mencapai 45 persen. Oleh karena itu, jika program bayi tabung dimulai sebelum usia 35 tahun, angka keberhasilannya akan lebih tinggi. Meskipun demikian, program bayi tabung masih dianggap sebagai opsi terakhir bagi banyak pasangan yang ingin memiliki anak. Oleh karena itu, pasangan yang memiliki wanita di atas 40 tahun dapat mulai mempertimbangkan untuk mencoba metode pembuahan ini.

Pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil juga disarankan untuk menjalani prosedur bayi tabung jika mereka memiliki kondisi berikut:

  • Adanya gangguan pada tuba falopi atau rahim, seperti kerusakan atau sumbatan jalur sel telur
  • Endometriosis adalah gangguan ovulasi yang mengurangi produksi sel telur
  • Tingkat produksi sperma yang rendah
  • Ketidakmampuan sperma untuk melewati cairan leher rahim adalah salah satu masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu sel telur atau sperma.
  • Ketidaksuburan tidak memiliki penyebab yang diketahui.
  • Memiliki kemungkinan terkena penyakit keturunan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-2024-04-19T154555.467.png
28/Apr/2025

Sangat penting untuk mengetahui bahwa ada banyak variabel yang menentukan keberhasilan bayi tabung, terutama bagi pasangan yang ingin memiliki anak melalui metode ini. Apa saja komponennya? Dalam artikel ini, kita akan menemukan jawabannya.

Pasangan yang mengalami masalah kesuburan dapat memperoleh keturunan dengan membantu proses kehamilan mereka melalui metode bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Selain itu, pasangan yang gagal memiliki keturunan meskipun telah mencoba metode lain, seperti inseminasi buatan, mengonsumsi obat pendukung kesuburan, atau bahkan menjalani operasi, melakukan prosedur ini. Menggabungkan sel telur dan sel sperma di luar tubuh adalah cara prosedur bayi tabung dilakukan. Sel telur akan dibuahi dan dimasukkan ke dalam rahim.

 

Faktor-faktor yang Berpotensi Menentukan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Berikut adalah beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung:

1. Usia: Usia Anda saat menjalani program bayi tabung adalah faktor penentu pertama keberhasilan program. Usia yang lebih muda menunjukkan tingkat keberhasilan program yang lebih tinggi. Ini disebabkan oleh fakta bahwa jumlah dan kualitas sel telur akan berkurang seiring bertambahnya usia.

2. Berat badan: Selain usia, berat badan juga dapat memengaruhi keberhasilan bayi tabung. Ini karena berat badan yang berlebihan atau berkurang dapat mengganggu fungsi hormon reproduksi, yang bertanggung jawab untuk memastikan kesuburan. Anda dan pasangan Anda disarankan untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan bergizi agar berat badan Anda tetap ideal.

3. Asupan nutrisi: Studi menunjukkan bahwa individu yang memenuhi kebutuhan nutrisi mereka yang berbeda, seperti vitamin C, vitamin D, vitamin E, zat besi, asam folat, omega-3, dan zinc, memiliki kemungkinan lebih besar untuk hamil selama program bayi tabung. Hal ini menunjukkan fakta bahwa berbagai nutrisi yang disebutkan di atas dapat meningkatkan kesuburan baik pria maupun wanita.

4. Kesehatan sperma: Kualitas dan jumlah sperma juga memengaruhi keberhasilan program bayi tabung. Jika Anda ingin sperma Anda tetap sehat, Anda harus berolahraga secara teratur dan makan makanan seperti kacang-kacangan, ikan, buah-buahan, dan sayuran.

5. Pola hidup: Menjaga pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidur cukup, adalah kunci keberhasilan bayi tabung. Memutuskan untuk memiliki bayi tabung memang sulit. Selain memerlukan banyak uang, Anda dan pasangan juga harus mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental Anda untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan program.

Setelah program bayi tabung menunjukkan hasil, siapkan juga pakaian, popok, perlengkapan mandi, dan minyak telon. Minyak telon, yang biasanya dikenal untuk memberikan rasa hangat pada bayi, baik untuk kesehatannya karena mengandung

Jangan ragu untuk berkonsultasi atau bertanya kepada dokter apabila Anda dan pasangan masih memiliki pertanyaan tentang faktor-faktor yang menentukan keberhasilan program bayi tabung. Dengan cara ini, kemungkinan program bayi tabung Anda akan berhasil lebih besar.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


artikel-5.png
28/Apr/2025

Hampir setiap pasangan mungkin pernah mendengar imbauan untuk tidak menunda kehamilan terlalu lama karena usia dapat memengaruhi tingkat kesuburan wanita dan peluang untuk hamil.

Apakah Pendapat ini Tepat?

Sebenarnya, ada kebenarannya bahwa tingkat kesuburan wanita dapat menurun seiring bertambahnya usia. Meskipun demikian, itu tidak berarti kaum Hawa yang sudah berumur matang tidak bisa hamil. Anda harus tenang, karena dengan menjalani gaya hidup sehat, Anda masih bisa hamil.

Kondisi Kesuburan Wanita Berdasarkan Usia

Pada dasarnya, kemungkinan Anda untuk hamil tetap ada selama organ reproduksi Anda sehat dan berfungsi secara normal. Namun, ini tidak berarti Anda dapat menunda kehamilan karena risiko keguguran dan berbagai masalah kesehatan lainnya saat hamil meningkat seiring bertambahnya usia.

Hal ini terdapat penjelasan tentang kemungkinan kehamilan berdasarkan usia wanita:

Usia 20-an

Para ahli kesehatan reproduksi mengatakan bahwa usia dua puluh adalah waktu yang tepat untuk menjalani kehamilan karena kualitas sel telur wanita di usia ini umumnya masih baik. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang berusia sekitar dua puluh berisiko lebih rendah untuk mengalami komplikasi kehamilan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Usia 30-an

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa usia awal 30-an adalah usia yang ideal bagi wanita untuk menjadi ibu. Ini mungkin karena wanita di usia ini lebih siap secara mental dan finansial. Namun, ketika seorang wanita memasuki usia 35 tahun, peluang untuk hamil mulai menurun.

Selain itu, wanita hamil di usia 30 tahun memiliki risiko keguguran yang sedikit lebih tinggi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan saat merencanakan kehamilan di usia tersebut.

Usia 40-an

Wanita di usia empat puluh biasanya mulai mengalami kesulitan hamil karena jumlah dan kualitas sel telur yang dihasilkan telah jauh menurun dibandingkan dengan usia sebelumnya.

Wanita yang hamil di usia empat puluh tahun memiliki risiko lebih besar untuk mengalami beberapa komplikasi kehamilan, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan plasenta. Selain itu, wanita yang hamil di usia lanjut juga lebih berisiko mengalami keguguran.

Namun, kehamilan di usia lanjut juga dapat memengaruhi janin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan dari ibu yang berusia di atas empat puluh tahun berisiko lebih tinggi untuk berat badan lahir rendah dan masalah kesehatan tertentu, seperti down syndrome.

Rekomendasi untuk Meningkatkan Kesuburan

Jika Anda dan pasangan Anda yakin untuk memiliki anak, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemungkinan hamil, di antaranya:

Agar cepat hamil, berhubungan intim tanpa kondom sekitar dua hingga tiga kali seminggu. Setelah berhubungan seks secara teratur selama satu tahun, wanita berusia 20 hingga 30 tahun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan jika mereka belum merasakan tanda-tanda kehamilan.

Namun, wanita yang berusia di atas 35 tahun dan belum memiliki momongan selama lebih dari enam bulan juga harus berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Rutin periksa ke Dokter

Setiap wanita yang berniat hamil sangat disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Pemeriksaan rutin ini sangat penting karena dokter dapat menemukan masalah kesehatan atau faktor risiko lain yang dapat mengurangi kemungkinan kehamilan.

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan atau suplemen kehamilan untuk meningkatkan kemungkinan hamil, serta mendorong Anda dan pasangan untuk mengikuti kebiasaan sehat.

Perhatikan tanda-tanda kesuburan

Hubungan seksual di masa subur meningkatkan kemungkinan terjadi kehamilan. Coba catat tanggal menstruasi Anda dan perhatikan tanda-tanda masa subur, seperti perubahan suhu dan lendir serviks. Jika sudah mengetahuinya, kalian berdua dapat menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

Wanita yang bertambah usia memang tidak secara mutlak menutup kemungkinan untuk hamil, tetapi semakin lama menunda kehamilan, semakin rendah kemungkinan hamil. Hamil di usia tua juga dianggap meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Oleh karena itu, jika Anda ingin segera hamil, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Jika Anda sudah hamil, pastikan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur sesuai dengan anjuran dokter Anda.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.