fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
ANC-di-Masa-Kini-Manfaat-Tantangan-Pentingnya-Kesadaran-Ibu-Hamil.png
08/Dec/2025

ANC dan Perannya dalam Mengurangi Risiko Kesehatan

Layanan antenatal care memungkinkan deteksi dini berbagai risiko seperti anemia, preeklampsia, infeksi, atau gangguan tumbuh-kembang janin. Denga intervensi cepat, banyak komplikasi bisa dicegah ibu tetap sehat, janin berkembang optimal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan ANC rutin cenderung melahirkan bayi dengan berat lahir normal dan jarang mengalami komplikasi persalinan berat.

 

Edukasi & Dukungan: Lebih dari Sekadar Periksa Fisik

ANC juga memberikan ruang untuk edukasi dan konseling bukan hanya soal pemeriksaan medis. Ibu bisa belajar tentang:

  • Asupan nutrisi yang tepat selama kehamilan
  • Persiapan persalinan dan kelahiran
  • Perawatan nifas dan menyusui
  • Kesehatan mental ibu misalnya mencegah risiko stres, kecemasan, atau postpartum blues

Dengan dukungan ini, ibu merasa lebih siap dan percaya diri menjelang kelahiran.

 

Tantangan Pelaksanaan ANC di Lapangan

Meski manfaatnya besar, sejumlah studi menunjukkan bahwa masih ada ibu hamil yang belum rutin menjalani ANC terkadang disebabkan akses layanan terbatas, kurangnya edukasi, atau dukungan keluarga yang minim.

Situasi seperti ini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi dengan berat lahir rendah atau kondisi kurang optimal.

 

Upaya Memperluas Akses dan Kesadaran ANC

Untuk meningkatkan cakupan ANC, perlu kolaborasi antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan (puskesmas, klinik, RS), dan edukasi komunitas. Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Edukasi ibu hamil dan keluarga tentang manfaat ANC sejak dini
  • Mempermudah akses pemeriksaan (lokasi dekat, jam fleksibel)
  • Pendampingan oleh tenaga kesehatan, kader, dan keluarga selama kehamilan
  • Pemantauan rutin dan follow-up untuk kehamilan berisiko tinggi

 

Dalam konteks kesehatan ibu dan anak, Antenatal Care bukan pilihan melainkan keharusan. Dengan komitmen dari ibu, tenaga kesehatan, dan lingkungan terdekat, ANC dapat menjamin bahwa kehamilan, persalinan, dan awal kehidupan bayi berlangsung dengan aman dan sehat.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Mengapa-Antenatal-Care-Penting-Kunci-Kehamilan-Sehat-bagi-Ibu-Janin.png
04/Dec/2025

Apa Itu Antenatal Care (ANC)?

Antenatal Care disingkat ANC adalah rangkaian pemeriksaan kehamilan secara rutin yang dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti bidan atau dokter kandungan. Tujuannya adalah memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin, serta mendeteksi dini potensi risiko kehamilan sehingga bisa diatasi tepat waktu.

 

Manfaat ANC bagi Ibu dan Janin

  • Deteksi dan pencegahan komplikasi sejak dini
    Dengan ANC, dokter bisa mendeteksi risiko seperti tekanan darah tinggi, anemia, gangguan tumbuh-kembang janin, atau kelainan lain yang bisa mengancam keselamatan ibu dan bayi. Deteksi dini memungkinkan pengobatan atau tindakan pencegahan lebih awal.
  • Pemantauan perkembangan janin dan pertumbuhan ibu
    Pemeriksaan rutin seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi rahim (fundus), serta cek detak jantung dan posisi janin membantu memastikan janin tumbuh sesuai usia kehamilan dan posisi persalinan aman.
  • Persiapan persalinan dan masa nifas
    Melalui ANC, ibu mendapat edukasi mengenai persiapan persalinan, menyusui, dan pemulihan pascapersalinan. Ini penting agar ibu siap secara fisik dan mental memasuki proses persalinan dan merawat bayi.
  • Mengurangi risiko kematian ibu dan bayi & mencegah berat lahir rendah
    Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang rutin menjalani ANC memiliki risiko lebih kecil melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dan lebih aman dari komplikasi serius selama kehamilan.

 

Kapan dan Seberapa Sering ANC Harus Dilakukan?

Standar yang dianjurkan di Indonesia adalah minimal 6 kali pemeriksaan selama kehamilan: 1× pada trimester pertama, 2× di trimester kedua, dan 3× di trimester ketiga.
Namun jika ada faktor risiko (misalnya hipertensi, riwayat komplikasi, kehamilan kembar), dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lebih sering.

 

Standar Pemeriksaan dalam ANC: “10 T”

Selama kunjungan ANC, ibu biasanya menjalani prosedur berikut:

  1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
  2. Cek tekanan darah
  3. Periksa status gizi (lingkar lengan atas)
  4. Ukur tinggi fundus uteri (pertumbuhan janin)
  5. Cek presentasi dan denyut jantung janin
  6. Imunisasi tetanus (TT)
  7. Pemberian tablet zat besi / suplemen tambahan
  8. Tes laboratorium (darah, urine, dsb.)
  9. Penanganan atau rujukan jika ditemukan komplikasi
  10. Konseling tentang persalinan, nutrisi, pola hidup, dan persiapan pascapersalinan

 

Rutin mengikuti Antenatal Care berarti memberi peluang terbaik untuk kehamilan sehat, persalinan aman, dan bayi lahir sehat. ANC bukan sekedar pemeriksaan ini bentuk tanggung jawab bagi ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk memastikan masa kehamilan dan persalinan berlangsung seaman mungkin.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Histeroskopi-Pemeriksaan-Modern-yang-Membantu-Menangani-Masalah-Kesuburan.png
03/Dec/2025

Histeroskopi adalah prosedur medis yang digunakan untuk memeriksa kondisi bagian dalam rahim dan leher rahim. Pemeriksaan ini memakai alat bernama histeroskop sebuah selang tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera di ujungnya. Kamera ini memungkinkan dokter melihat langsung kondisi rongga rahim melalui monitor.

Tergantung tujuan pemeriksaan, histeroskopi dibagi ke dalam dua jenis:

  • Histeroskopi diagnostik — hanya untuk melihat struktur rahim dan mendiagnosis kelainan.
  • Histeroskopi operatif — dilakukan jika ditemukan kelainan yang bisa diperbaiki, misalnya mengangkat polip, miom kecil, atau memperbaiki kelainan struktural rahim.

 

Kapan Histeroskopi Dibutuhkan?

Dokter biasanya menyarankan histeroskopi jika pasien mengalami kondisi atau gejala tertentu, seperti:

  • Perdarahan rahim tidak normal misalnya haid sangat berat, perdarahan di luar siklus menstruasi, atau perdarahan setelah menopause
  • Kesulitan hamil atau mempertahankan kehamilan, termasuk riwayat keguguran berulang
  • Kecurigaan adanya polip, miom, jaringan parut, atau kelainan bentuk rahim
  • Untuk melepaskan intrauterine device (IUD) jika sulit dikeluarkan dengan cara biasa

Dengan histeroskopi, dokter tidak hanya bisa memeriksa adanya kelainan tetapi juga segera menangani banyak kelainan kecil dalam satu prosedur.

 

Prosedur Histeroskopi: Bagaimana Jalannya

Secara umum, langkah-langkah histeroskopi adalah sebagai berikut:

  1. Pasien berbaring dengan posisi kaki ditekuk dan dibuka lebar.
  2. Dokter akan memasukkan spekulum ke vagina untuk membuka dinding vagina sehingga leher rahim bisa diakses.
  3. Setelah vagina dibersihkan, histeroskop perlahan dimasukkan melalui vagina melewati leher rahim, lalu ke dalam rongga rahim.
  4. Agar rongga rahim terlihat jelas, dokter akan memasukkan cairan atau gas steril untuk “mengembang” rahim sehingga kamera bisa menangkap gambar dengan baik.
  5. Bila ada kelainan seperti polip, miom kecil, atau jaringan abnormal, alat khusus dapat dimasukkan lewat histeroskop untuk mengangkat atau mengambil sampel jaringan (biopsi).

Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 15–60 menit, tergantung apakah hanya diagnosis saja atau termasuk tindakan operatif.

 

Pemulihan Pasca-Histeroskopi

  • Setelah prosedur, pasien bisa langsung dipulangkan dalam hari yang sama jika kondisinya stabil.
  • Beberapa hari pertama, mungkin muncul gejala ringan seperti kram, sedikit perdarahan atau flek, yang umumnya normal.
  • Jika histeroskopi dilakukan untuk biopsi atau pengangkatan jaringan, hasil pemeriksaan bisa cepat (langsung) atau harus menunggu beberapa hari/minggu tergantung tes.

 

Risiko dan Efek Samping Apa yang Perlu Diketahui

Secara umum, histeroskopi termasuk prosedur yang aman dan minim invasif. Namun seperti tindakan medis lain, ada kemungkinan komplikasi meskipun jarang.

Kemungkinan komplikasi meliputi:

  • Infeksi rahim atau panggul
  • Perdarahan berlebihan
  • Perforasi (robek) rahim atau organ di sekitar rahim seperti kandung kemih atau usus ini sangat jarang terjadi
  • Reaksi terhadap cairan yang digunakan untuk mengembang rahim

Jika setelah prosedur Anda mengalami demam, kram hebat, atau perdarahan berat sebaiknya segera hubungi dokter.

 

Manfaat Histeroskopi dalam Penanganan Kesehatan Wanita

Histeroskopi sangat berguna karena memungkinkan diagnosis dan tindakan pengobatan dalam satu prosedur tanpa perlu operasi besar atau sayatan.

Beberapa manfaat nyata:

  • Menangani perdarahan rahim abnormal secara langsung
  • Mengangkat polip atau miom kecil tanpa harus operasi besar
  • Membantu penyebab ketidaksuburan, kemandulan, atau keguguran berulang sehingga meningkatkan peluang kehamilan bagi banyak wanita.

Dalam banyak kasus, histeroskopi bisa menjadi solusi efektif dan relatif ringan dibandingkan metode lain.

 

Persiapan Sebelum Menjalani Histeroskopi

Sebelum prosedur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar histeroskopi aman dan hasilnya optimal:

  • Bicarakan dengan dokter apakah perlu puasa dulu sebelum prosedur
  • Hindari penggunaan tampon, douche, atau obat yang dimasukkan ke vagina sebelum tindakan
  • Beri tahu dokter tentang obat, suplemen, atau kondisi medis lain (misalnya sedang haid)
  • Anda bisa minum obat pereda nyeri ringan sekitar 1 jam sebelum prosedur bila dianjurkan dokter untuk mengurangi ketidaknyamanan
  • Ajukan pertanyaan ke dokter tentang tindakan, risiko, dan perawatan pasca prosedur

 

Histeroskopi adalah prosedur penting dalam pemeriksaan dan penanganan berbagai kelainan rahim dari perdarahan abnormal, polip, miom, sampai masalah kesuburan. Dengan teknik yang relatif aman dan dampak minimal terhadap tubuh, histeroskopi memberi kesempatan diagnosis dan pengobatan dalam satu langkah. Namun, seperti prosedur medis lainnya, penting bagi pasien untuk memahami tujuan, manfaat, serta potensi risiko sebelum memutuskan menjalani tindakan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Kenali-Radang-Panggul-Infeksi-Reproduksi-Wanita-yang-Sering-Diabaikan.png
01/Dec/2025

Radang panggul dikenal juga dengan istilah Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi yang menyerang organ reproduksi wanita, termasuk serviks, rahim, tuba falopi, dan ovarium. Infeksi ini biasanya dimulai dari bakteri di vagina atau serviks yang menjalar ke organ reproduksi bagian dalam.

Penyebab paling umum adalah bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS), khususnya Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae, serta kuman lain seperti Mycoplasma, Gardnerella, atau virus tertentu.

Radang panggul paling sering terjadi pada wanita usia produktif terutama yang aktif secara seksual dan memiliki faktor risiko seperti berganti pasangan seks, berhubungan tanpa kondom, atau riwayat IMS sebelumnya.

 

Gejala yang Sering Terjadi

Gejala radang panggul bisa bervariasi dari ringan tak terasa hingga cukup mengganggu. Beberapa tanda khas antara lain:

  • Nyeri di area panggul atau perut bagian bawah, terutama yang makin terasa saat bergerak.
  • Keputihan berlebih, berwarna kekuningan atau kehijauan, dengan bau tidak sedap.
  • Rasa sakit saat buang air kecil atau berhubungan intim (dispareunia).
  • Pendarahan di luar jadwal menstruasi, haid lebih berat dari normal, atau perdarahan setelah berhubungan.
  • Demam, menggigil, mual, muntah, badan terasa tidak enak tanda infeksi telah meluas.

Namun penting diketahui: pada tahap awal, radang panggul kadang tidak menunjukkan gejala sehingga banyak kasus luput dari deteksi.

Karena gejalanya mirip beberapa kondisi lain seperti infeksi saluran kemih, kista ovarium, atau nyeri haid biasa, diagnosis dokter sangat penting bila ada tanda-tanda risiko.

 

Dampak Jika Tidak Ditangani

Radang panggul yang diabaikan bisa membawa komplikasi serius. Beberapa risiko jangka panjang meliputi:

  • Kerusakan permanen pada organ reproduksi tuba falopi bisa tersumbat atau rusak, mengganggu kesuburan.
  • Kehamilan di luar kandungan (ektopik), karena tuba falopi tidak mampu memindahkan sel telur dengan benar.
  • Nyeri panggul kronis yang dapat berlangsung lama dan memengaruhi kualitas hidup.
  • Risiko abses (penumpukan nanah) pada indung telur atau tuba falopi, bahkan infeksi berat jika bakteri menyebar ke darah.

Karena itu, pengobatan dan penanganan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko jangka panjang.

 

Bagaimana Radang Panggul Didiagnosis?

Diagnosis radang panggul biasanya dilakukan melalui kombinasi metode:

  • Wawancara medis dan riwayat kesehatan, termasuk riwayat infeksi menular seksual.
  • Pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa sensitivitas dan pembengkakan pada area pelvis.
  • Tes usap (swab) untuk mendeteksi bakteri pada serviks atau vagina.
  • Pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau urine, USG organ reproduksi; bila perlu, pemeriksaan lanjutan seperti laparoskopi.

Karena radang panggul bisa menyerupai banyak kondisi lain, prosedur pemeriksaan yang komprehensif membantu menentukan diagnosis dengan tepat.

 

Pengobatan: Antibiotik dan Penanganan Medis yang Tepat

Perawatan utama untuk radang panggul adalah pemberian antibiotik sesuai jenis infeksi dan tingkat keparahannya. Umumnya, antibiotik dikonsumsi selama kurang lebih dua minggu. Pasangan seksual juga disarankan untuk diperiksa dan diobati agar infeksi tidak terus berulang.

Jika infeksi sudah parah, membentuk abses, atau tidak merespon antibiotik oral, dokter mungkin merekomendasikan perawatan intensif di rumah sakit termasuk pemberian antibiotik lewat infus. Dalam beberapa kasus, operasi untuk mengeringkan abses atau membersihkan lokasi infeksi bisa diperlukan.

Selama pemulihan, disarankan untuk tidak berhubungan seks, agar saluran reproduksi dapat sembuh total dan tidak terjadi penularan ulang.

 

Cara Mencegah Radang Panggul

Pencegahan radang panggul terutama terkait pada pola hidup dan kesehatan reproduksi. Berikut langkah-langkah yang disarankan:

  • Gunakan kondom saat berhubungan seks, terutama jika berganti pasangan atau belum menikah.
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual tanpa proteksi.
  • Periksakan kesehatan reproduksi secara rutin termasuk skrining IMS jika berisiko.
  • Bersihkan area kewanitaan dengan benar (dari depan ke belakang) untuk mencegah bakteri masuk ke saluran reproduksi.
  • Jika berencana memasang alat kontrasepsi (misalnya spiral), diskusikan dulu dengan dokter mengenai risiko dan cara menjaga kebersihan.

 

Radang panggul seringkali berjalan tanpa gejala jelas terutama di awal infeksi. Oleh karena itu, penting bagi wanita aktif secara seksual untuk mengenali potensi faktor risiko dan menjaga kesehatan reproduksi secara sadar. Pemeriksaan rutin dan akses ke layanan kesehatan bisa membantu mendeteksi sedini mungkin dan mendapat pengobatan tepat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Perbedaan-Air-Mani-dan-Sperma-yang-Perlu-Dipahami.png
20/Nov/2025

Banyak orang masih mengira bahwa air mani dan sperma adalah hal yang sama. Padahal keduanya sebenarnya berbeda, baik dari bentuk, fungsi, maupun komposisinya. Memahami perbedaannya penting untuk mengetahui kesehatan reproduksi pria serta proses terjadinya kehamilan.

 

Apa Itu Air Mani?

Air mani (semen) adalah cairan berwarna putih keruh yang keluar ketika pria mengalami ejakulasi. Cairan ini diproduksi oleh beberapa kelenjar, termasuk vesikula seminalis dan kelenjar prostat. Air mani memiliki tekstur kental atau agak lengket karena mengandung berbagai protein, enzim, fruktosa (gula), dan mineral yang berfungsi menjaga sperma tetap hidup.

Air mani juga memiliki bau khas yang dipengaruhi oleh kandungan protein serta tingkat keasaman (pH) di dalamnya. Cairan ini diciptakan untuk menjadi “kendaraan” bagi sperma agar dapat bergerak menuju sel telur.

 

Apa Itu Sperma?

Sperma adalah sel reproduksi pria yang berada di dalam air mani. Ukurannya sangat kecil dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop. Bentuk sperma menyerupai kecebong: memiliki kepala yang berisi DNA, bagian tengah sebagai penghasil energi, serta ekor yang membantu sperma bergerak.

Sperma dihasilkan di testis melalui proses yang berlangsung selama sekitar 64–74 hari. Setiap ejakulasi bisa mengandung jutaan sperma, tetapi hanya satu yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur.

Perbedaan Air Mani dan Sperma

  1. Bentuk dan Penampakan
  • Air mani: cairan putih, keruh, dan lengket; dapat dilihat langsung.
  • Sperma: sel mikroskopis yang tidak terlihat tanpa alat bantu.
  1. Komposisi
  • Air mani berisi campuran fruktosa, enzim, protein, mineral, serta sel sperma.
  • Sperma sendiri adalah sel tunggal yang tugas utamanya membawa materi genetik.
  1. Fungsi
  • Air mani berfungsi melindungi sperma dan menciptakan kondisi yang ideal agar sperma bisa bertahan di dalam vagina yang bersifat asam.
  • Sperma bertugas membuahi sel telur untuk memulai proses kehamilan.
  1. Peran dalam Kesuburan

Kualitas sperma (jumlah, bentuk, dan pergerakan) sangat berpengaruh pada kesuburan pria. Walau air mani tampak normal, belum tentu jumlah sperma di dalamnya mencukupi. Itu sebabnya analisis sperma sering dilakukan dalam pemeriksaan kesuburan.

 

Kenapa Penting Mengetahui Perbedaannya?

Mengetahui perbedaan air mani dan sperma membantu seseorang memahami kondisi reproduksinya sendiri. Jika jumlah sperma rendah, sperma tidak bergerak dengan baik, atau air mani terlihat tidak normal, kondisi ini dapat menjadi tanda gangguan kesuburan.

Analisis sperma juga biasanya dilakukan pada pasangan yang sedang menantikan kehamilan. Dari pemeriksaan tersebut, dokter bisa menilai apakah ada masalah pada kualitas sperma atau tidak.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Fakta-dan-Mitos-tentang-Menentukan-Jenis-Kelamin-Janin.png
19/Nov/2025

Menebak jenis kelamin janin kerap menjadi topik hangat di kalangan ibu hamil maupun keluarga. Berbagai kepercayaan populer turun-temurun sering dijadikan acuan, meski tidak semuanya didukung bukti ilmiah. Padahal, jenis kelamin bayi sebenarnya sudah ditentukan sejak pembuahan terjadi, yakni ketika sperma yang membawa kromosom X atau Y membuahi sel telur yang membawa kromosom X.

Secara medis, metode seperti USG dan pemeriksaan genetic misalnya Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) atau amniosentesis menjadi cara paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin janin. USG yang dilakukan pada usia kehamilan sekitar 18 minggu, misalnya, dapat mencapai akurasi hingga sekitar 90 persen jika kondisi memungkinkan.

Lantas, bagaimana dengan sejumlah mitos yang beredar luas? Berikut penjelasan yang didukung ilmu kedokteran.

 

Fakta Ilmiah tentang Jenis Kelamin Janin

  1. Jenis kelamin ditetapkan sejak pembuahan
    Kombinasi kromosom dari sperma dan sel telur menentukan jenis kelamin bayi: XX untuk perempuan dan XY untuk laki-laki. Proses ini terjadi sebelum organ janin terbentuk.
  2. USG menjadi metode non-invasif paling umum
    USG, terutama setelah minggu ke-16 hingga 20, dapat menampilkan organ kelamin janin jika posisinya mendukung. Meski tidak memberikan kepastian mutlak, akurasinya cukup tinggi ketika dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli berpengalaman.
  3. Tes genetik memiliki akurasi lebih tinggi
    Pemeriksaan DNA janin melalui darah ibu (NIPT) atau cairan ketuban (amniosentesis) dapat menunjukkan jenis kelamin dengan sangat akurat karena memeriksa kromosom janin secara langsung. Namun, pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk mendeteksi kelainan genetik, bukan semata-mata untuk mengetahui jenis kelamin.
  4. Detak jantung tidak terkait jenis kelamin
    Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara denyut jantung bayi laki-laki dan perempuan. Karena itu, prediksi jenis kelamin berdasarkan frekuensi denyut jantung tidak dapat dijadikan acuan ilmiah.
  5. Posisi janin dan kondisi ibu memengaruhi hasil USG
    Organ kelamin janin dapat sulit terlihat jika tertutup posisi tubuh, tali pusar, atau bagian lain. Faktor tubuh ibu, seperti ketebalan jaringan, juga berpengaruh pada kejernihan gambar. Apabila USG belum menunjukkan kelamin, bukan berarti itu petunjuk jenis kelamin tertentu.

 

Mitos Populer dan Penjelasan Ilmiahnya

  1. Morning sickness berat menandakan bayi perempuan
    Beberapa studi menemukan kecenderungan tersebut, tetapi tingkat mual sangat dipengaruhi kondisi tiap ibu, hormon, stres, hingga faktor medis lain. Karena variabelnya banyak, mitos ini tidak dapat dijadikan penentu pasti.
  2. Detak jantung tinggi atau rendah menunjukkan jenis kelamin
    Pada kenyataannya, denyut jantung janin laki-laki dan perempuan berbeda sangat tipis dan tidak signifikan. Cara ini tidak memiliki dasar ilmiah.
  3. Bentuk perut menentukan jenis kelamin
    Bentuk perut dipengaruhi posisi janin, kekuatan otot perut, serta bentuk tubuh ibu. Tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan bentuk perut dengan jenis kelamin bayi.
  4. Ngidam makanan manis berarti bayi perempuan
    Keinginan makan tertentu lebih banyak dipengaruhi perubahan hormon, metabolisme, hingga psikologis ibu hamil. Tidak ada penelitian yang membuktikan jenis makanan tertentu berkaitan dengan jenis kelamin bayi.
  5. Mengatur pola makan atau waktu hubungan intim bisa memilih jenis kelamin
    Kepercayaan bahwa diet tertentu atau waktu berhubungan intim dapat mendorong lahirnya bayi laki-laki atau perempuan tidak didukung penelitian kuat. Hingga kini, metode ini dianggap sebagai mitos.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Hal-yang-Wajib-Dipenuhi-Sebelum-Menjalani-Program-Bayi-Tabung.png
18/Nov/2025

Bagi sebagian pasangan, memiliki anak bukanlah hal mudah meskipun sudah berusaha dalam waktu lama. Kondisi ini dikenal sebagai infertilitas, atau ketidakmampuan untuk hamil setelah berhubungan intim secara rutin tanpa kontrasepsi selama lebih dari satu tahun.

Perkembangan teknologi kedokteran kini memungkinkan pasangan untuk memiliki anak melalui metode bayi tabung (in vitro fertilization/IVF), di mana pembuahan antara sperma dan sel telur dilakukan di luar tubuh, lalu embrio yang terbentuk dipindahkan ke dalam rahim wanita.

Namun, tidak semua orang bisa langsung menjalani program ini. Ada sejumlah syarat medis dan non-medis yang perlu dipenuhi agar program berjalan aman dan memiliki peluang keberhasilan tinggi.

 

Syarat-Syarat Menjalani Program Bayi Tabung

  1. Pasangan suami istri yang sah
    Program bayi tabung di Indonesia hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah secara sah. Ketentuan ini diatur untuk menjamin kejelasan hukum, etika, dan tanggung jawab medis dari kedua pihak.
  2. Usia calon ibu idealnya di bawah 35 tahun
    Faktor usia sangat memengaruhi keberhasilan IVF. Wanita dengan usia di bawah 35 tahun biasanya memiliki kualitas dan jumlah sel telur yang lebih baik. Meski demikian, wanita berusia di atas 35 tahun tetap bisa menjalani program bayi tabung, tetapi tingkat keberhasilannya menurun dan risikonya meningkat.
  3. Kualitas sel telur dan sperma harus baik
    Sebelum memulai, dokter akan memeriksa kondisi sel telur melalui tes hormon seperti FSH, AMH, dan estradiol, serta pemeriksaan USG ovarium. Pihak pria juga menjalani analisis sperma untuk menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Jika ada gangguan pada sperma, bisa digunakan teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), yaitu penyuntikan sperma langsung ke dalam sel telur.
  4. Kondisi kesehatan pasangan harus optimal
    Kesehatan umum pasangan sangat berpengaruh pada hasil program. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid harus dikontrol terlebih dahulu. Pola hidup sehat—seperti berhenti merokok, mengurangi alkohol, dan menjaga berat badan ideal—juga membantu meningkatkan keberhasilan.
  5. Rahim dalam kondisi baik dan siap menerima embrio
    Sebelum transfer embrio, dokter akan memastikan bahwa rahim tidak memiliki kelainan seperti polip, miom, atau bentuk rahim yang tidak normal. Bila ada kelainan, tindakan seperti histeroskopi atau laparoskopi mungkin diperlukan untuk memperbaikinya agar embrio bisa menempel dengan baik.
  6. Pemahaman tentang risiko dan biaya program
    Program bayi tabung tidak menjamin keberhasilan 100%. Risiko yang mungkin terjadi antara lain kehamilan kembar, kehamilan di luar rahim, atau sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS). Selain itu, biaya program juga cukup besar dan bisa berbeda tergantung pada klinik serta obat yang digunakan. Pasangan harus siap secara mental dan finansial.
  7. Kesiapan emosional dan komitmen waktu
    Proses IVF memerlukan waktu, kesabaran, dan dukungan emosional yang kuat. Mulai dari stimulasi hormon, pengambilan sel telur, hingga transfer embrio, setiap tahap membutuhkan perhatian dan kontrol rutin. Stres berlebihan dapat memengaruhi hormon, sehingga dukungan psikologis sangat disarankan.
  8. Pemeriksaan pra-IVF wajib dilakukan
    Sebelum memulai, pasangan akan menjalani pemeriksaan lengkap, seperti tes infeksi (HIV, hepatitis, TORCH), pemeriksaan hormon, USG, hingga tes genetik bila diperlukan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang dapat menghambat kehamilan atau membahayakan ibu dan janin.

 

Prosedur Program Bayi Tabung

Setelah semua syarat terpenuhi dan dokter menyatakan pasangan siap, berikut tahapan umum yang akan dijalani dalam program bayi tabung:

  1. Konsultasi awal dan pemeriksaan kesuburan
    Dokter akan mempelajari riwayat medis, pola menstruasi, serta hasil pemeriksaan laboratorium untuk menentukan protokol terbaik bagi pasangan.
  2. Stimulasi ovarium
    Wanita akan diberikan suntikan hormon (FSH atau gonadotropin) untuk merangsang indung telur agar menghasilkan lebih dari satu sel telur matang. Selama proses ini, dilakukan pemantauan rutin melalui USG dan tes darah untuk mencegah efek samping seperti overstimulasi.
  3. Pematangan dan pengambilan sel telur
    Setelah sel telur matang, dokter akan memberikan suntikan pemicu ovulasi. Sekitar 34–36 jam kemudian, dilakukan pengambilan sel telur melalui prosedur ovum pick-up di bawah anestesi ringan.
  4. Pengambilan dan persiapan sperma
    Sperma dikumpulkan dari suami dan diproses di laboratorium untuk memilih sel sperma terbaik. Bila kualitas sperma rendah, dilakukan metode khusus seperti aspirasi sperma langsung dari testis (TESE).
  5. Pembuahan dan kultur embrio
    Sel telur dan sperma disatukan di laboratorium hingga terbentuk embrio. Embrio kemudian dikembangkan selama 3–5 hari hingga mencapai tahap terbaik (blastokista).
  6. Transfer embrio ke rahim
    Satu atau dua embrio terbaik dipindahkan ke dalam rahim menggunakan kateter halus. Prosedur ini tidak memerlukan bius dan biasanya berlangsung cepat.
  7. Dukungan hormon dan pemantauan kehamilan
    Setelah transfer, wanita akan diberi hormon progesteron untuk membantu penempelan embrio. Sekitar dua minggu kemudian dilakukan tes darah (β-hCG) untuk memastikan apakah kehamilan berhasil.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Faktor-Faktor-yang-Membuat-Biaya-Bayi-Tabung-Tinggi-dan-Cara-Mengatasinya.png
17/Nov/2025

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) sering menjadi pilihan bagi pasangan yang mengalami infertilitas. Namun, banyak yang terkejut ketika mengetahui bahwa biaya IVF cukup tinggi. Lalu, apa yang membuat program bayi tabung begitu mahal? Berikut penjelasan lengkap, ringkas, dan mudah dipahami.

 

Apa Itu Bayi Tabung (IVF)?

IVF adalah prosedur reproduksi berbantu di mana sel telur dan sperma disatukan di laboratorium, kemudian embrio yang terbentuk dipindahkan ke rahim. Proses ini membutuhkan teknologi canggih, keahlian dokter spesialis, dan laboratorium khusus.

 

Kenapa Program Bayi Tabung Mahal?

Berikut faktor utama yang membuat biaya bayi tabung tinggi:

  1. Teknologi Laboratorium yang Sangat Canggih

Laboratorium embrio harus memiliki standar ketat, inkubator khusus, dan media kultur steril. Biaya perawatan alat-alat ini sangat besar.

  1. Pemeriksaan Pra-IVF yang Banyak

Pasangan harus menjalani berbagai tes seperti hormon, USG, analisis sperma, hingga pemeriksaan genetik. Semua tes ini menambah biaya total.

  1. Obat Suntik Hormon yang Mahal

Selama stimulasi ovarium, wanita harus menerima suntikan hormon setiap hari untuk menghasilkan banyak sel telur matang. Obat hormon menyumbang biaya paling besar dalam IVF.

  1. Prosedur Medis Khusus

Tindakan seperti pengambilan sel telur (OPU), anestesi, pemrosesan sperma, dan transfer embrio membutuhkan ruang operasi kecil dan tenaga medis terlatih.

  1. Kultur Embrio dan Pemantauan Intensif

Embrio harus dirawat selama beberapa hari dalam inkubator khusus. Jika membutuhkan tambahan seperti ICSI atau PGT, biayanya bertambah.

  1. Peluang Gagal dan Pengulangan Siklus

Tidak semua siklus IVF berhasil. Ketika gagal, pasangan biasanya harus mengulang dari awal, sehingga biaya meningkat.

  1. Tenaga Ahli Fertilitas

Klinik bayi tabung membutuhkan embriolog, dokter fertilitas, dan staf laboratorium yang sangat terlatih. SDM berkualitas tinggi tentu membutuhkan biaya operasional besar.

  1. Tidak Ditanggung JKN

Di Indonesia, program bayi tabung belum ditanggung oleh BPJS atau sebagian besar asuransi, sehingga seluruh biaya dibayar mandiri.

 

Tahap-Tahap IVF yang Membuat Biaya Bertambah

  • Konsultasi dan pemeriksaan awal
  • Sinkronisasi siklus
  • Suntikan hormon stimulasi ovarium
  • USG dan tes hormon berulang
  • Pengambilan sel telur
  • Pemrosesan sperma
  • Pembuahan di laboratorium (IVF/ICSI)
  • Kultur embrio 3–5 hari
  • Transfer embrio
  • Pembekuan dan penyimpanan embrio sisa (opsional)

Setiap langkah memiliki biaya masing-masing, sehingga total biaya IVF bisa cukup tinggi.

 

Cara Menghemat Biaya Program Bayi Tabung

✔ Pilih paket IVF di klinik

Beberapa klinik menawarkan paket lengkap yang lebih terjangkau dibanding membayar per tindakan.

✔ Gunakan embrio beku

Transfer embrio beku lebih hemat dibanding memulai stimulasi baru.

✔ Bandingkan harga antar klinik

Cari klinik dengan reputasi baik namun biaya lebih terjangkau.

✔ Perbaiki kesehatan sebelum program

Menurunkan berat badan, berhenti merokok, memperbaiki hormon, dan mengelola stres dapat meningkatkan peluang berhasil dalam 1 siklus sehingga tidak perlu mengulang.

✔ Tanyakan promosi atau cicilan

Beberapa klinik menyediakan metode pembayaran bertahap atau diskon periodik.

 

Biaya bayi tabung mahal karena prosedurnya sangat kompleks, melibatkan teknologi laboratorium canggih, keahlian medis tinggi, serta serangkaian pemeriksaan dan tindakan yang panjang. Meski begitu, ada banyak cara untuk menekan biaya dan meningkatkan peluang keberhasilan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Apakah-Setelah-Embryo-Transfer-Harus-Bed-Rest.png
15/Nov/2025

Melakukan transfer embrio adalah salah satu tahap paling krusial dalam prosedur bayi tabung (IVF). Setelah embrio dipindahkan ke rahim, banyak pasangan dan tenaga medis menganggap bahwa pasien perlu menjalani istirahat total agar proses implantasi berjalan optimal. Namun, apakah anggapan “harus bed rest” itu benar?

Dalam praktik modern, pendekatan terhadap pasca-transfer embrio telah berubah seiring berkembangnya penelitian. Beberapa panduan klinis bahkan menyatakan bahwa istirahat total yang terlalu lama bisa tidak memberi manfaat tambahan bahkan bisa berdampak negatif.

 

Evolusi Praktik & Hasil Penelitian

  • Di masa lalu, pasien sering disarankan untuk tidur berbaring selama berjam-jam bahkan berhari-hari setelah transfer embrio. Namun, bukti modern menunjukkan bahwa istirahat total panjang tidak meningkatkan angka keberhasilan kehamilan dibandingkan dengan aktivitas ringan segera setelah prosedur.
  • Meta-analisis terkini menyimpulkan bahwa mobilisasi (bangun dan bergerak ringan) segera setelah transfer tidak berdampak negatif terhadap hasil IVF.
  • Ada penelitian yang menunjukkan bahwa pasien yang diperintahkan bed rest segera setelah transfer cenderung memiliki risiko keguguran lebih tinggi, sehingga secara keseluruhan peluang bayi lahir hidup (live birth) antara kelompok bed rest dan kelompok aktif tidak berbeda signifikan.
  • Satu studi khusus menyebutkan bahwa 10 menit bed rest setelah transfer embrio pada pasien dengan donor telur justru menghasilkan angka kelahiran hidup yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang langsung bergerak.
  • Penelitian jangka panjang juga memperingatkan bahwa istirahat berlebihan dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah (trombosis) dan resistensi insulin, yang bisa memengaruhi aliran darah ke rahim faktor yang penting dalam implantasi embrio.

Kesimpulan Berdasarkan Bukti

Berdasarkan bukti terkini, bed rest total yang panjang tidak direkomendasikan secara rutin setelah embryo transfer. Alih-alih memaksakan berbaring, pendekatan yang lebih seimbang istirahat ringkas di awal dan aktivitas ringan saat ini dianggap lebih masuk akal dan aman.

Namun demikian, perlu diingat bahwa setiap pasien dan kondisi medisnya unik. Beberapa klinik atau dokter mungkin memberikan instruksi khusus berdasarkan kasus individu (misalnya faktor risiko perdarahan, kondisi rahim, atau komplikasi lainnya).

 

Alasan Kenapa Bed Rest Panjang Tidak Mendapat Dukungan Ilmiah

  1. Kurangnya efek positif
     Banyak penelitian tidak menemukan peningkatan signifikan dalam keberhasilan kehamilan atau tingkat implantasi pada mereka yang melakukan bed rest dibandingkan yang langsung berjalan ringan.
  2. Risiko trombosis & aliran darah terganggu
     Imobilitas bisa memicu pembekuan darah atau menghambat aliran darah ke rahim, yang justru bisa merugikan proses implantasi.
  3. Efek psikologis negatif
     Terlalu lama berbaring bisa memicu rasa stres, kecemasan, atau depresi, yang tidak baik untuk kondisi mental seorang calon ibu.
  4. Penurunan fungsi fisiologis
     Otot–otot bisa melemah jika terlalu lama tidak digunakan (atrofi), metabolisme bisa terpengaruh, dan fungsi tubuh secara keseluruhan bisa kurang optimal.
  5. Data klinis yang lebih mendukung aktivitas ringan
     Beberapa studi dengan penilaian langkah harian (pedometer) menemukan bahwa jumlah langkah harian tidak berbeda signifikan antara pasien hamil atau tidak setelah transfer embrio artinya aktivitas ringan tidak mengganggu hasil kehamilan.

 

Hal-hal yang Harus Dihindari Setelah Transfer Embrio

Agar peluang sukses implantasi lebih baik dan agar Anda tetap aman dan nyaman ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari setelah embriotransfer:

  1.     Stress berlebihan
  2.     Berendam air panas, sauna, jacuzzi
  3.     Olahraga berat
  4.     Merokok, konsumsi alkohol, kafein berlebihan
  5.     Mengangkat barang berat / aktivitas angkat beban

 

Tips Perawatan & Aktivitas yang Dianjurkan

Meskipun tidak harus berbaring total, ada beberapa tindakan positif yang sebaiknya dilakukan:

  •         Istirahat ringan & relaksasi: Hari pertama boleh lebih banyak beristirahat, tapi tidak perlu berbaring sepanjang waktu.
  •         Aktivitas ringan: Jalan santai dan gerakan ringan justru bisa membantu aliran darah dan menjaga kondisi tubuh.
  •         Cukupi cairan & nutrisi: Minum air putih cukup, konsumsi makanan bergizi, kaya serat, protein, vitamin dan mineral.
  •         Lanjutkan obat & suplemen sesuai resep: Contohnya progesteron dan vitamin prenatal bila diresepkan.
  •         Hindari bahan kimia berbahaya (EDC): seperti BPA, paraben, ftalat terutama produk plastik atau kosmetik yang mengandung zat endocrine-disrupting.
  •         Ciptakan lingkungan yang tenang: Musik lembut, meditasi atau membaca bisa membantu mengurangi stres.
  •         Pantau gejala tubuh: Spotting ringan atau kram ringan dapat normal. Namun jika ada perdarahan berat, suhu tinggi, nyeri hebat segera kontak dokter.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Sperma-Tidak-Sehat-Apakah-Masih-Bisa-Hamil-Ini-Penjelasan-Lengkapnya.png
14/Nov/2025

Kehamilan adalah hasil kerja sama antara sel telur wanita dan sperma pria. Karena itu, dalam kasus infertilitas, analisis sperma menjadi pemeriksaan penting untuk menilai apakah kualitas sperma ikut berperan. Ketika hasil lab menunjukkan bahwa sperma “tidak sehat” misalnya jumlahnya sedikit, gerakannya lambat, atau bentuknya abnormal banyak pasangan langsung khawatir dan mempertanyakan apakah kehamilan masih mungkin terjadi.

Bisakah Sperma Buruk Tetap Membuat Hamil?

Menurut penjelasan Alodokter, kondisi sperma yang kurang sehat tidak berarti peluang kehamilan hilang sepenuhnya.
Kemungkinan hamil tetap ada, tergantung tingkat keparahannya:

  • Kerusakan ringan–sedang → peluang hamil masih ada, terutama jika kondisi rahim dan ovulasi wanita baik.
  • Kerusakan berat atau motilitas sangat rendah → peluang hamil kecil tanpa bantuan medis dan mungkin membutuhkan inseminasi, IVF, atau ICSI.

Jadi, sperma buruk bukanlah vonis akhir namun menjadi tanda bahwa perlu usaha tambahan untuk mendukung proses pembuahan.

Apa Saja Penyebab Sperma Tidak Sehat?

Beberapa faktor dapat merusak kualitas sperma, di antaranya:

  • Stres oksidatif, yang merusak membran dan DNA sperma.
  • Paparan zat kimia, seperti pestisida, logam berat, atau bahan plastik tertentu.
  • Suhu tinggi, dari sauna, laptop di paha, atau pakaian terlalu ketat.
  • Gaya hidup buruk: merokok, alkohol, kurang tidur, obesitas.
  • Infeksi, radang testis, atau varikokel.
  • Gangguan hormon yang menurunkan produksi sperma.
  • Kerusakan genetik dan faktor usia.

Kombinasi faktor ini membuat sperma kurang lincah, jumlahnya menurun, atau bentuknya tidak normal.

Ciri-ciri Kualitas Sperma Menurun

Tanda paling akurat tentu berasal dari analisis semen. Namun beberapa ciri berikut bisa menjadi petunjuk:

  • Jumlah sperma rendah
  • Gerakan sperma lambat
  • Bentuk sperma abnormal
  • Air mani terlalu encer, terlalu sedikit, atau warnanya tidak normal
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis

Jika menemukan gejala-gejala tersebut atau sudah lama sulit hamil, pemeriksaan medis sangat disarankan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.