fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Inseminasi-Buatan-Solusi-Awal-bagi-Pasangan-dengan-Masalah-Kesuburan.png
12/Jan/2026

Menjadi orang tua adalah impian banyak pasangan. Namun, tidak semua pasangan dapat segera hamil secara alami akibat berbagai faktor kesuburan atau infertilitas. Untuk membantu pasangan tersebut, dunia medis menyediakan berbagai metode bantuan konsepsi. Salah satu yang paling dikenal dan sering direkomendasikan adalah inseminasi buatan, terutama bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil tetapi tidak memerlukan teknologi yang terlalu invasif seperti bayi tabung.

Pengertian / Penjelasan Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan adalah salah satu jenis penanganan infertilitas di mana sperma yang telah diproses atau “dicuci” dimasukkan langsung ke dalam rahim wanita melalui alat khusus dokter. Tujuannya adalah untuk memperpendek perjalanan sperma menuju sel telur sehingga peluang terjadinya pembuahan meningkat. Teknik inseminasi yang paling umum dijalankan disebut Intrauterine Insemination (IUI).

Inseminasi buatan sering direkomendasikan ketika metode hubungan seksual teratur tidak berhasil setelah satu tahun atau lebih usaha tanpa kontrasepsi. Prosedur ini juga dikenal relatif sederhana, cepat, dan biayanya lebih terjangkau dibanding fertilisasi in vitro (IVF).

 

Manfaat Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan memberikan beberapa keuntungan penting bagi pasangan yang ingin memiliki anak, antara lain:

  • Meningkatkan peluang pembuahan: Dengan melewati rintangan alami seperti lendir serviks yang tidak bersahabat atau saluran serviks yang menghambat sperma, peluang sperma bertemu sel telur menjadi lebih tinggi.
  • Prosedur lebih sederhana: Dibandingkan bayi tabung, inseminasi buatan tidak memerlukan tindakan operasi besar dan umumnya berlangsung singkat.
  • Efek samping relatif ringan: Risiko komplikasi dan ketidaknyamanan lebih kecil dibanding prosedur yang lebih invasif.
  • Biaya umumnya lebih terjangkau: Karena prosedurnya lebih sederhana dibanding bayi tabung.
  • Cocok untuk banyak kondisi kesuburan ringan: Termasuk masalah lendir serviks atau kelainan kualitas sperma ringan.

 

Indikasi Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan biasanya disarankan dalam kondisi-kondisi berikut:

  • Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya (unexplained infertility).
  • Masalah lendir serviks yang terlalu kental atau tidak mendukung gerakan sperma.
  • Gangguan serviks seperti penyempitan leher rahim.
  • Endometriosis ringan sampai sedang.
  • Alergi terhadap protein sperma, yang membuat hubungan intim terasa menyakitkan atau tidak nyaman.
  • Masalah kualitas atau jumlah sperma rendah, motilitas sperma buruk, atau bentuk sperma tidak normal.
  • Masalah ejakulasi atau disfungsi ereksi pada pria.
  • Kesulitan melakukan hubungan intim karena kondisi fisik atau lain-lain.

 

Kontraindikasi Inseminasi Buatan

Ada beberapa kondisi di mana inseminasi buatan tidak dianjurkan atau kemungkinan besar tidak akan berhasil, antara lain:

  • Kerusakan tuba falopi yang parah atau saluran telur yang tidak berfungsi.
  • Riwayat infeksi panggul berat atau radang panggul aktif.
  • Endometriosis yang berat.
  • Gangguan kesehatan rahim yang menghambat implantasi embrio atau penyakit serius lain yang bisa membahayakan kehamilan.

 

Persiapan Sebelum Prosedur

Pemeriksaan Klinis

Sebelum inseminasi dilakukan, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan menyeluruh untuk memetakan kondisi kesuburan:

  • USG transvaginal untuk melihat kondisi rahim dan ovarium.
  • Pemeriksaan sperma untuk menilai kualitas dan jumlahnya.
  • Tes darah dan hormon untuk memantau ovulasi dan kesehatan tubuh umum.
  • Tes penyakit menular seksual serta pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.

Persiapan Mandiri Pasangan

  • Catat siklus menstruasi setidaknya 6 bulan untuk membantu menentukan masa ovulasi.
  • Gaya hidup sehat: olahraga teratur, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, cukup istirahat.
  • Minum cukup cairan dan kelola stres untuk mendukung kesehatan reproduksi.

Kadang dokter juga memberikan obat kesuburan untuk merangsang ovulasi agar peluang pembuahan meningkat.

 

Prosedur Inseminasi Buatan

Prosedur IUI biasanya dilakukan ketika wanita sedang masa ovulasi (biasanya hari ke-10 sampai 16 siklus menstruasi).

Tahapan umum inseminasi buatan:

  1. Penentuan Masa Subur: Dilakukan melalui tes kadar hormon atau USG untuk mengetahui waktu terbaik inseminasi.
  2. Pengambilan Sampel Sperma: Suami memberikan sperma segar, yang kemudian diproses di laboratorium untuk diambil sperma yang terbaik.
  3. Pembilasan Sperma (Sperm Washing): Menghilangkan sel sperma yang buruk dan zat lain agar hanya sperma berkualitas yang dipakai.
  4. Inseminasi: Sperma dimasukkan ke dalam rahim melalui kateter tipis. Proses ini berlangsung singkat (±10–15 menit).

Setelah inseminasi, dokter biasanya menyarankan pasien beristirahat beberapa menit dan kadang meresepkan progesteron untuk membantu menebalkan dinding rahim.

 

Efek Samping Inseminasi Buatan

Walaupun dianggap aman dan umumnya tidak menyakitkan, beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Kram ringan atau nyeri perut.
  • Flek atau perdarahan ringan.
  • Infeksi ringan pada organ reproduksi (jarang).
  • Risiko kehamilan kembar, terutama jika obat perangsang ovulasi digunakan.
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) akibat obat ovulasi (jarang namun mungkin).

 

Tingkat Keberhasilan dan Apa yang Harus Diperhatikan

Tingkat keberhasilan inseminasi buatan bervariasi, rata-rata sekitar 10–20% per siklus, namun bisa meningkat jika dilakukan beberapa kali siklus berturut-turut sampai 45–50% secara kumulatif.

Pasangan dianjurkan melakukan tes kehamilan sekitar 2 minggu setelah inseminasi untuk mendapatkan hasil yang paling akurat.

Jika tidak berhasil, dokter dapat merekomendasikan pengulangan prosedur atau mempertimbangkan pilihan fertilitas lain seperti IVF (bayi tabung)

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Peran-Zat-Besi-dalam-Kehamilan-dan-Rekomendasi-Makanan-Sehatnya.png
10/Jan/2026

Selama kehamilan, terutama pada trimester akhir, kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan. Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yakni komponen sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh termasuk ke janin yang sedang tumbuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan kelelahan berlebih, pusing, dan peningkatan risiko komplikasi saat persalinan.

 

Zat besi dapat diperoleh dari dua sumber utama:

  • Heme iron — lebih mudah diserap tubuh, berasal dari produk hewani
  • Non-heme iron — berasal dari tanaman, penyerapan lebih rendah tapi tetap penting bila dipadukan dengan vitamin C untuk meningkatkan absorpsi.

 

Rekomendasi Makanan Kaya Zat Besi untuk Ibu Hamil

  1. Daging Merah Tanpa Lemak

Daging sapi tanpa lemak adalah sumber zat besi heme yang efektif dan mudah diserap tubuh. Selain besi, daging merah juga menyediakan protein dan vitamin B12 yang mendukung produksi sel darah merah.
  Tip: Masak daging hingga matang sempurna untuk menghindari risiko infeksi.

 

  1. Hati Ayam atau Hati Sapi

Hati memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi dibandingkan sumber lain. Ia juga kaya vitamin A dan folat, nutrisi penting untuk pertumbuhan janin.
Namun, konsumsi hati dalam porsi terbatas karena kandungan vitamin A yang tinggi bisa berlebihan jika terlalu sering dikonsumsi.

 

  1. Sayuran Hijau Gelap (Bayam, Kangkung, Brokoli, Kale)

Sayuran hijau kaya akan zat besi non-heme, serta serat, folat, vitamin, dan antioksidan. Meskipun penyerapan zat besinya tidak setinggi heme iron, apabila dikombinasikan dengan makanan sumber vitamin C (misalnya tomat atau jeruk), penyerapan bisa meningkat.

 

  1. Kacang-Kacangan dan Legum (Lentil, Kacang Merah, Kedelai)

Legum adalah sumber zat besi nabati yang sangat baik dan juga mengandung protein nabati dan serat yang membantu pencernaan ibu hamil.
Contoh: Satu cangkir lentil matang bisa menyediakan sekitar 6–6,6 mg zat besi.

 

  1. Biji-Bijian (Pumpkin Seeds, Biji Bunga Matahari)

Biji-bijian seperti pumpkin seeds (biji labu) mengandung zat besi dan juga magnesium, protein, serta lemak sehat. Ini bisa menjadi camilan yang praktis dan bergizi.

 

  1. Buah Kering (Kismis, Aprikot Kering, Kurma)

Buah kering menawarkan zat besi serta antioksidan dan serat. Mereka cocok sebagai camilan sehat antara waktu makan utama dan bisa membantu stabilkan energi.

 

  1. Ikan dan Seafood yang Aman

Beberapa ikan dan makanan laut, seperti salmon, sarden, atau kerang matang, tidak hanya kaya zat besi tapi juga asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak janin. Pastikan seafood dimasak sempurna untuk keamanan makanan ibu hamil.

 

Minuman dan Cara Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

 

  1. Jus Buah Kaya Vitamin C

Minum jus buah seperti jus jeruk, jus jambu biji, atau jus stroberi bersama makanan tinggi zat besi membantu tubuh menyerap lebih banyak zat besi non-heme. Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati.

 

  1. Smoothie Sayur & Buah

Smoothie yang menggabungkan bayam/kelp + buah kaya vitamin C (jeruk, kiwi, strawberry) bisa jadi minuman bergizi sekaligus booster penyerapan besi.

 

  1. Hindari Minuman Penurun Penyerapan Iron

Minuman seperti teh dan kopi mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan kaya zat besi. Sebaiknya pisahkan waktunya dari jam makan utama

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Menderita-Penyakit-Anovulasi-Begini-Cara-Menghadapi.png
09/Jan/2026

Anovulasi adalah kondisi medis yang terjadi ketika indung telur (ovarium) tidak melepaskan sel telur dalam suatu siklus menstruasi. Tanpa proses pelepasan ini, ovulasi tidak terjadi dan seseorang tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma. Kondisi ini merupakan penyebab umum gangguan kesuburan pada wanita usia reproduksi.

 

Pengertian Anovulasi

Secara garis besar, anovulasi adalah ketidakmampuan ovarium untuk menjalankan ovulasi proses di mana sel telur matang dilepaskan dan siap dibuahi. Normalnya, ovulasi terjadi satu kali setiap siklus menstruasi sekitar 28 hari, ketika hormon-hormon dalam tubuh bekerja sama untuk memicu pelepasan sel telur. Jika proses ini terganggu, maka ovulasi tidak terjadi.

 

Organ atau Sistem yang Terpengaruh

Penyakit ini terutama menyerang sistem reproduksi wanita, khususnya ovarium dan hormon-hormon yang mengatur siklus menstruasi. Sistem hormonal yang melibatkan hipotalamus, kelenjar pituitari (pituitary), dan ovarium sangat penting dalam proses ovulasi. Ketidakseimbangan pada salah satu bagian dari sistem ini dapat menyebabkan anovulasi.

 

Penyebab Anovulasi

Anovulasi umumnya terjadi karena ketidakseimbangan hormon yang dibutuhkan untuk memicu ovulasi. Beberapa penyebab utamanya antara lain:

  1. Ketidakseimbangan hormon reproduksi, seperti hormon pelepas gonadotropin (GnRH), hormon perangsang folikel (FSH), atau hormon luteinisasi (LH).
  2. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) salah satu penyebab paling umum yang membuat ovarium sulit melepaskan sel telur.
  3. Gangguan pada kelenjar pituitari atau hipotalamus, termasuk tumor atau gangguan produksi hormon.
  4. Masalah tiroid, baik fungsi tiroid yang rendah (hypothyroidism) maupun tinggi (hyperthyroidism), keduanya dapat mempengaruhi ovulasi.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Anovulasi

Selain penyebab langsung, beberapa faktor berikut juga bisa meningkatkan peluang terjadinya anovulasi:

  • Stres kronis, yang berdampak pada produksi hormon.
  • Berat badan terlalu rendah atau terlalu tinggi, yang mempengaruhi keseimbangan hormonal tubuh.
  • Olahraga berat secara berlebihan tanpa istirahat yang cukup.
  • Obesitas atau kekurangan kalori, yang dapat menyebabkan gangguan hormon estrogen dan androgen.
  • Transisi hormonal alami, seperti saat baru memulai menstruasi atau mendekati menopause.
  • Obat-obatan tertentu, termasuk pil KB atau obat hormonal lainnya yang menekan ovulasi.

 

Gejala Anovulasi

Gejala anovulasi bisa bervariasi tergantung individu, tetapi beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Siklus menstruasi tidak teratur atau sangat panjang/panjang pendek abnormal.
  • Tidak mengalami menstruasi sama sekali (amenore).
  • Perubahan pola darah menstruasi, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit.
  • Tidak muncul lendir serviks yang normal, biasanya terlihat saat ovulasi.
  • Suhu tubuh basal yang tidak mengalami kenaikan normal di sekitar waktu ovulasi.

Perlu diingat bahwa beberapa orang dengan anovulasi dapat tetap mengalami pendarahan yang terlihat seperti menstruasi, tetapi itu bukan ovulasi yang sebenarnya.

 

Langkah Pengobatan Anovulasi

Penanganan anovulasi tergantung pada penyebab dan tujuan pengobatan (misalnya apakah ingin hamil). Pilihan pengobatan meliputi:

  1. Perubahan gaya hidup
    • Menjaga pola makan sehat, mengatur berat badan ideal, serta mengurangi stres.
  2. Terapi obat
    • Obat untuk merangsang ovulasi seperti clomiphene citrate, atau terapi hormon lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Penyesuaian atau pemberhentian obat penyebab
    • Jika anovulasi disebabkan oleh obat tertentu, dokter mungkin akan menyesuaikan atau menggantinya.
  4. Intervensi medis lanjutan
    • Dalam beberapa kasus khusus, prosedur seperti IVF (fertilisasi in vitro) atau pembedahan ovarium dapat dipertimbangkan.

 

Cara Menghindari Anovulasi

Walaupun beberapa penyebab anovulasi tidak bisa sepenuhnya dicegah (misalnya karena kondisi medis tertentu), ada beberapa langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan ovulasi:

  • Menjaga berat badan ideal dan pola makan seimbang.
  • Berolahraga dengan moderat, jangan berlebihan.
  • Mengatur stres melalui teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi.
  • Rutin memantau siklus menstruasi, sehingga jika ada ketidakteraturan dapat segera dikonsultasikan ke dokter.
  • Mengendalikan kondisi medis yang mendasari, seperti PCOS atau gangguan tiroid, melalui pengawasan dokter.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


ICSI-dan-IMSI-Rahasia-Teknologi-Bayi-Tabung-untuk-Meningkatkan-Keberhasilan-Kehamilan.png
08/Jan/2026

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan sebuah teknik reproduksi berbantu (Assisted Reproductive Technology) yang membantu pasangan dengan masalah infertilitas mendapatkan kehamilan. IVF sendiri memiliki beberapa metode atau tahapan tambahan, baik untuk memperbaiki peluang pembuahan maupun meningkatkan kualitas embrio yang ditransfer ke rahim. Dua teknik yang sering dibahas dalam konteks ini adalah ICSI dan IMSI.

 

Pengertian ICSI

ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) adalah sebuah teknik di mana satu sel sperma dipilih dan kemudian disuntikkan langsung ke dalam sel telur menggunakan alat mikromanipulasi di laboratorium. Hal ini berbeda dari fertilisasi in vitro konvensional, di mana sperma dan sel telur diletakkan bersama di cawan laboratorium dan fertilisasi terjadi secara alami oleh sperma yang paling mampu menembus sel telur.

Teknik ICSI terutama dikembangkan untuk mengatasi masalah infertilitas pria, seperti jumlah sperma yang sangat rendah (oligozoospermia), gerakan sperma yang buruk (asthenozoospermia), atau bentuk sperma yang tidak normal (teratozoospermia). Dalam banyak klinik bayi tabung saat ini, ICSI menjadi metode yang sering dipilih karena memberikan kendali yang lebih baik atas proses pembuahan dibandingkan metode IVF konvensional.

 

Pengertian IMSI

IMSI (Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection) merupakan versi yang lebih maju dari ICSI. Ia menggunakan mikroskop dengan pembesaran sangat tinggi (lebih dari 6.000x) untuk menilai dan memilih sperma yang memiliki morfologi terbaik sebelum disuntikkan ke dalam sel telur. Dengan pembesaran tinggi ini, dokter dapat melihat detail struktur sperma, termasuk bagian kepala, tengah, sampai ekor, serta mendeteksi cacat atau vakuola yang mungkin berhubungan dengan kualitas DNA sperma.

IMSI sering disebut sebagai “Super ICSI” karena kemampuan seleksi sperma yang lebih detail dibandingkan ICSI biasa (yang hanya menggunakan mikroskop sekitar 400x).

  

Perbedaan ICSI dan IMSI

Perbedaan utama antara ICSI dan IMSI terletak pada cara pemilihan sperma dan teknologi mikroskop yang digunakan.

ICSI menggunakan mikroskop dengan pembesaran sekitar 400 kali. Pemilihan sperma dilakukan berdasarkan pergerakan dan bentuk sperma secara umum. Teknik ini sudah sangat membantu proses pembuahan pada kasus infertilitas pria, terutama jika jumlah atau pergerakan sperma rendah. Prosedur ICSI relatif lebih cepat dan biaya yang dibutuhkan umumnya lebih rendah dibanding IMSI.

IMSI menggunakan mikroskop dengan pembesaran sangat tinggi, bisa lebih dari 6.000 kali. Dengan pembesaran ini, dokter dapat melihat detail struktur sperma secara lebih mendalam, termasuk kelainan kecil pada kepala sperma yang tidak terlihat pada ICSI. Proses seleksi sperma pada IMSI lebih lama dan lebih teliti, sehingga biayanya juga lebih tinggi. Teknik ini biasanya dipilih untuk kasus gangguan sperma berat atau kegagalan ICSI sebelumnya.

Secara singkat:

  • ICSI fokus membantu terjadinya pembuahan
  • IMSI fokus meningkatkan kualitas sperma yang dipilih

 

Berikut perbedaan ICSI dan IMSI secara singkatnya

Aspek ICSI IMSI
Kepanjangan Intracytoplasmic Sperm Injection Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection
Jenis metode Teknik pembuahan bayi tabung Pengembangan lanjutan dari ICSI
Pembesaran mikroskop Sekitar 400× Lebih dari 6.000×
Cara memilih sperma Berdasarkan pergerakan dan bentuk umum Berdasarkan bentuk sperma secara sangat detail
Deteksi kelainan sperma Terbatas Lebih akurat dan mendalam
Kualitas sperma yang dipilih Baik Sangat optimal
Waktu pengerjaan Lebih singkat Lebih lama
Biaya Lebih rendah Lebih tinggi
Cocok untuk kondisi Gangguan sperma ringan–sedang Gangguan sperma berat atau kegagalan ICSI
Tujuan utama Membantu terjadinya pembuahan Meningkatkan kualitas embrio dan peluang implantasi

 

Kondisi-Kondisi di Mana ICSI atau IMSI Dianjurkan

Indikasi ICSI:

ICSI biasanya dianjurkan ketika:

  • Jumlah sperma sangat rendah (<15 juta/mL) (oligozoospermia).
  • Sperma memiliki gerakan yang buruk (asthenozoospermia).
  • Sperma bentuknya abnormal (teratozoospermia).
  • Riwayat fertilisasi gagal pada IVF konvensional sebelumnya.
  • Spermanya harus diambil melalui prosedur bedah (mis. pada azoospermia obstruktif).

Indikasi IMSI:

IMSI lebih sering dipilih untuk kasus yang lebih spesifik seperti:

  • Teratozoospermia berat (bentuk sperma yang sangat tidak normal).
  • Riwayat beberapa kegagalan ICSI sebelumnya.
  • Hasil embrio yang buruk atau embrio berhenti berkembang.
  • Tingkat fragmentasi DNA sperma yang tinggi (bahaya terhadap perkembangan embrio dan keguguran).

IMSI tidak selalu dilakukan pada semua kasus bayi tabung, dan tidak semua klinik menyediakan teknik ini karena membutuhkan pengamatan yang sangat teliti dan teknologi yang lebih kompleks.

 

Angka Keberhasilan ICSI dan IMSI

eberhasilan program bayi tabung tidak hanya bergantung pada metode pembuahan, tetapi juga usia wanita, kualitas sel telur, kondisi rahim, dan kualitas embrio. Namun secara umum, angka keberhasilan ICSI dan IMSI dapat digambarkan sebagai berikut:

Angka Keberhasilan ICSI

  • Tingkat pembuahan: sekitar 70–85%
  • Tingkat kehamilan klinis: sekitar 35–50% per siklus
  • Tingkat kelahiran hidup: sekitar 30–40%, tergantung usia dan kondisi pasangan

Angka Keberhasilan IMSI

  • Tingkat pembuahan: relatif sama atau sedikit lebih tinggi dibanding ICSI
  • Tingkat kehamilan klinis: sekitar 40–55% per siklus pada kasus tertentu
  • Risiko keguguran: dilaporkan lebih rendah dibanding ICSI pada beberapa penelitian
  • Keuntungan utama: terlihat pada pasien dengan masalah sperma berat atau kegagalan ICSI sebelumnya

IMSI tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik pada semua pasien, namun pada kondisi tertentu, teknik ini dapat meningkatkan peluang kehamilan dan keberhasilan implantasi embrio.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Jenis-Jenis-Gangguan-pada-Indung-Telur.png
07/Jan/2026

Indung telur (ovarium) adalah salah satu organs vital dalam sistem reproduksi wanita. Selain menghasilkan hormon estrogen dan progesteron, indung telur juga menjadi tempat di mana sel telur tumbuh dan dilepaskan suatu proses yang esensial agar kehamilan bisa terjadi. Ketika ada masalah pada indung telur, risiko menjadi sulit hamil bisa meningkat, tergantung jenis gangguannya.

 

Jenis-Jenis Gangguan pada Indung Telur

Ternyata, gangguan pada indung telur itu beragam. Berikut tiga tipe utama yang paling sering ditemui:

  1. Kista Indung Telur

Kista adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan indung telur. Kebanyakan kista muncul seiring siklus ovulasi dan bisa hilang sendiri tanpa gejala.

 Gejala yang mungkin timbul:

  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah
  • Rasa penuh atau kembung
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Kadang mual atau muntah jika kista besar atau pecah

 Cara mengatasinya:
Dokter biasanya memantau kista lewat USG rutin. Bila kista terlalu besar, menimbulkan gejala berat, atau tidak hilang, tindakan seperti obat-obatan atau operasi bisa disarankan.

 

  1. Endometriosis

Ini adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim, termasuk pada indung telur atau tuba falopi. Setiap kali menstruasi, jaringan ini ikut berdarah tetapi tidak bisa keluar, menyebabkan iritasi, peradangan, dan jaringan parut.

 Ciri yang sering muncul:

  • Nyeri hebat saat menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Perdarahan di luar siklus haid
  • Sakit perut atau gangguan pencernaan saat menstruasi
  • Dapat menyebabkan infertilitas karena mengganggu fungsi indung telur atau saluran telur

 Penanganan:
Diagnosis biasanya melibatkan pemeriksaan fisik, USG, MRI, atau laparoskopi. Penanganan bisa berupa obat pereda nyeri, terapi hormon, sampai operasi di kasus berat.

 

  1. Tumor Indung Telur (Termasuk Kanker Ovarium)

Tumor bisa bersifat jinak atau ganas (kanker). Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada wanita yang memasuki usia menjelang menopause.

Gejala yang sering tidak spesifik:

  • Perubahan pola pencernaan
  • Nyeri di perut bagian bawah
  • Nafsu makan turun
  • Berat badan turun tanpa sebab

 Penanganannya:
Deteksi dini penting. Dokter mungkin melakukan MRI dan tes darah (mis. CA-125) untuk membantu diagnosis. Pengobatan meliputi operasi, kemoterapi, atau radioterapi tergantung stadium dan jenis tumor.

 

Apakah Ada Cara Mengatasi Gangguan Itu?

Ya tergantung kondisi:

Kista ringan: sering kali hilang sendiri; dokter hanya melakukan watchful waiting dan USG pemantauan.

Endometriosis: terapi hormon atau operasi jika parah. 

Tumor/ kanker: penanganan spesialis termasuk prosedur bedah, kemoterapi, dan pengawasan jangka panjang.

Jadi, jika kamu merasa mengalami gejala yang mengganggu atau berubah-ubah, segera periksa kesehatan reproduksimu ke tenaga medis profesional.

 

Bagaimana Cara Mencegah Gangguan pada Indung Telur?

  • Menjaga kesehatan indung telur bukan hal yang mustahil. Kamu bisa mulai dari:
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga secara teratur minimal 150 menit per minggu
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Rajin kontrol kesehatan reproduksi
  • Diskusikan kontrasepsi yang tepat dengan dokter
  • Waspadai perubahan siklus menstruasi atau nyeri yang tidak biasa dan segera periksa ke dokter jika perlu

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Mandul-Karena-Sering-Melakukan-Onani-Ini-Penjelasannya.png
06/Jan/2026

Banyak pria kadang bertanya sendiri: “Kalau aku sering onani, nanti bisa mandul nggak ya?” Pertanyaan ini muncul bukan tanpa alasan banyak mitos beredar di masyarakat yang menghubungkan kebiasaan onani dengan kemandulan, masa depan sebagai ayah, atau bahkan kerusakan organ reproduksi. Walaupun topik ini masih sering dianggap tabu, nyatanya penting untuk dipahami demi kesehatan seksual dan reproduksi yang lebih baik.

Apa Itu Onani?

Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang dilakukan seseorang dengan merangsang alat kelaminnya sendiri untuk mencapai orgasme. Ini merupakan perilaku seksual yang umum dan normal baik pada pria maupun wanita dalam berbagai fase kehidupan seseorang. Onani bukanlah penyakit atau kondisi medis berbahaya dalam dirinya sendiri jika dilakukan secara sehat dan aman.

 

Apakah Onani Bisa Menyebabkan Mandul? Ini Faktanya

Jawabannya menurut bukti medis:  Tidak.
Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa onani menyebabkan seseorang menjadi mandul secara permanen.

Beberapa poin penting yang perlu kamu tahu:

 Onani tidak menghancurkan sperma atau organ reproduksi
Aktivitas masturbasi tidak merusak testis, epididimis, ataupun jaringan yang menghasilkan sperma. Sistem reproduksi pria secara konstan memproduksi sperma jadi ejakulasi bukanlah sesuatu yang akan menghapus cadangan sperma selamanya.

 Frekuensi bisa memengaruhi jumlah spermanya tapi sementara
Jika seseorang berejakulasi berkali-kali dalam waktu singkat, jumlah sperma yang keluar dalam setiap ejakulasi bisa sedikit lebih rendah. Tetapi ini hanya sementara: tubuh akan cepat mengisi ulang cadangan sperma.

 Faktor yang benar-benar memengaruhi fertilitas berbeda jauh
Penyebab infertilitas pria mencakup gangguan hormon, varikokel (pembengkakan vena di testis), infeksi tertentu (termasuk yang memerlukan pengobatan), hingga kondisi genetik atau gaya hidup tertentu. Poin pentingnya: onani bukanlah salah satunya.

 

Apa Itu Epididimis dan Apakah Ini Berhubungan dengan Onani?

Beberapa orang khawatir karena pernah dengar istilah epididimis yakni saluran di belakang testis tempat sperma matang dan disimpan. Infeksi atau radang pada epididimis (epididimitis) memang dapat mengganggu proses pematangan sperma dan berpotensi berdampak pada kualitas sperma jika tidak ditangani. Namun penyebab epididimitis biasanya adalah infeksi bakteri atau penyakit menular seksual, bukan onani.

Jadi, jika seseorang mengalami rasa sakit atau pembengkakan di sekitar testis atau epididimis, itu harus diperiksa oleh tenaga medis, tetapi bukan otomatis disebabkan oleh onani.

 

Mitos yang Sering Berkembang

Di masyarakat ada banyak mitos yang mewarnai pemahaman tentang onani, misalnya:

 Onani menyebabkan mandul
  Onani menyebabkan kebutaan, penyakit serius, atau kerusakan permanen pada alat reproduksi

Semua klaim di atas tidak didukung bukti ilmiah. Tidak ada penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara praktik onani yang sehat dengan kondisi mandul atau komplikasi serius lain.

 

Kapan Onani Bisa Menjadi Masalah?

Onani sendiri tidak menyebabkan mandul. Tetapi jika dilakukan secara berlebihan, dalam artian:

  • sampai mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari,
  • menyebabkan disfungsional hubungan seksual dengan pasangan,
  • atau dipakai sebagai pelampiasan kecemasan,

maka kebiasaan itu bisa berdampak buruk bukan pada fisik reproduksi, melainkan pada aspek psikososial dan relasi pribadi. Dalam kondisi tersebut, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor bisa sangat membantu

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Apakah-Keluarnya-Sperma-Menentukan-Terjadi-atau-Tidaknya-Kehamilan.png
05/Jan/2026

Pertanyaan tentang kemungkinan hamil sering muncul dari hal-hal yang terlihat secara kasat mata. Salah satunya adalah ketika seseorang melihat cairan sperma keluar kembali setelah terjadi ejakulasi. Banyak orang kemudian langsung berasumsi bahwa jika sperma keluar, maka kehamilan tidak akan terjadi. Padahal, proses kehamilan tidak bisa dinilai hanya dari apa yang tampak di luar tubuh.

Untuk memahami hal ini, penting mengetahui bagaimana sistem reproduksi manusia bekerja secara alami dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh setelah ejakulasi.

Perbedaan Antara Cairan Mani dan Sel Sperma

Cairan mani bukanlah sperma itu sendiri. Di dalam cairan mani terdapat jutaan sel sperma, tetapi sebagian besar volumenya terdiri dari cairan pendukung yang berfungsi sebagai media transportasi. Cairan ini membantu sperma bertahan dan bergerak, namun tidak seluruhnya diperlukan oleh tubuh.

Ketika cairan mani keluar kembali, yang terlihat bukan berarti seluruh sperma ikut keluar. Sebagian sperma yang aktif dapat dengan cepat bergerak menuju saluran reproduksi bagian dalam, bahkan sebelum cairan tersebut mengalir keluar.

Proses Alami Setelah Ejakulasi Terjadi

Secara biologis, sel sperma memiliki kemampuan bergerak sendiri. Dalam waktu singkat setelah ejakulasi, sperma dapat mencapai bagian dalam saluran reproduksi wanita. Proses ini terjadi secara alami dan tidak dipengaruhi oleh apakah cairan mani terlihat keluar atau tidak.

Sementara itu, cairan yang tersisa dan tidak dibutuhkan tubuh akan dikeluarkan kembali secara alami. Hal ini merupakan respon normal tubuh dan tidak menandakan adanya gangguan atau kegagalan proses pembuahan.

Apakah Keluarnya Cairan Menentukan Terjadi atau Tidaknya Kehamilan?

Kehamilan tidak ditentukan oleh jumlah cairan mani yang keluar kembali. Faktor utama yang memengaruhi terjadinya kehamilan meliputi:

  • Ketersediaan sel telur yang siap dibuahi
  • Waktu terjadinya ejakulasi yang berdekatan dengan masa subur
  • Kualitas dan daya hidup sperma
  • Kondisi saluran reproduksi wanita

Selama faktor-faktor tersebut mendukung, kemungkinan kehamilan tetap ada meskipun sebagian cairan mani terlihat keluar kembali.

Kesalahpahaman yang Sering Terjadi di Masyarakat

Masih banyak anggapan bahwa kehamilan hanya bisa terjadi jika seluruh sperma “tetap berada di dalam”. Anggapan ini kurang tepat karena proses pembuahan terjadi di dalam tubuh dan tidak bisa dinilai dari kondisi luar saja.

Ada juga kepercayaan bahwa tindakan tertentu setelah ejakulasi dapat mencegah kehamilan. Padahal, ketika sperma sudah bergerak ke dalam saluran reproduksi, proses biologis tidak dapat dibatalkan hanya dengan tindakan dari luar tubuh.

Mengapa Edukasi Ini Penting untuk Dipahami

Kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi sering menimbulkan kecemasan yang tidak perlu atau rasa aman yang keliru. Dengan mengetahui bahwa kehamilan ditentukan oleh proses biologis internal, seseorang dapat lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi dan tidak mudah terpengaruh oleh mitos.

Informasi yang benar membantu masyarakat bersikap lebih rasional, terutama dalam menyikapi isu-isu seputar kehamilan yang sering dibicarakan secara turun-temurun tanpa dasar medis yang jelas.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


IVF-dari-Sudut-Pandang-Medis-Menjawab-Mitos-yang-Beredar.png
03/Jan/2026

Di lingkungan keluarga dan masyarakat, IVF sering menjadi topik yang penuh bisik-bisik. Mulai dari cerita tetangga, pengalaman orang tua zaman dulu, sampai saran yang diwariskan turun-temurun. Tidak semuanya salah, tapi tidak semuanya benar. Agar tidak terjebak informasi keliru, berikut kumpulan mitos yang sering datang dari pengalaman ibu-ibu dan orang tua, disandingkan dengan fakta medis dari dokter.

  1. Gosip: IVF itu seperti percobaan laboratorium manusia

Fakta:
IVF memang dilakukan di laboratorium medis, tetapi dengan standar keamanan yang sangat ketat. Prosedurnya telah digunakan puluhan tahun dan terus dikembangkan untuk keselamatan ibu dan bayi.

 

  1. Gosip: Kalau IVF gagal, rahim jadi rusak permanen

Fakta:
Tidak ada bukti medis bahwa kegagalan IVF merusak rahim. Rahim tetap bisa berfungsi normal dan siap untuk kehamilan berikutnya, baik secara alami maupun melalui IVF ulang.

 

  1. Gosip: Bayi IVF bisa tertukar dengan bayi orang lain

Fakta:
Klinik fertilitas memiliki sistem identifikasi berlapis, mulai dari penandaan, pencatatan digital, hingga verifikasi tim medis. Risiko tertukar sangat kecil dan menjadi perhatian utama klinik.

 

  1. Gosip: IVF hanya akal-akalan rumah sakit cari uang

Fakta:
IVF direkomendasikan berdasarkan indikasi medis. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menyarankan IVF, dan sering kali metode lain dicoba lebih dulu.

 

  1. Gosip: Setelah IVF, ibu tidak boleh banyak bergerak sama sekali

Fakta:
Istirahat memang dianjurkan, tetapi bukan berarti harus bed rest total. Aktivitas ringan justru membantu sirkulasi darah dan menjaga kondisi mental ibu tetap baik.

 

 

  1. Gosip: IVF bikin tubuh jadi gemuk permanen

Fakta:
Perubahan berat badan selama IVF biasanya bersifat sementara dan dipengaruhi hormon serta pola makan. Setelah terapi selesai, berat badan dapat kembali stabil.

 

  1. Gosip: IVF hanya sukses kalau pakai “orang dalam” atau jalur khusus

Fakta:
Keberhasilan IVF ditentukan oleh faktor medis, bukan relasi atau jalur tertentu. Semua pasien menjalani prosedur yang sama sesuai standar klinis.

 

  1. Gosip: Anak IVF pasti berbeda secara mental

Fakta:
Penelitian menunjukkan perkembangan mental dan kecerdasan anak IVF setara dengan anak yang dikandung secara alami. Lingkungan dan pendidikan jauh lebih berpengaruh.

 

  1. Gosip: IVF tidak boleh gagal, kalau gagal berarti salah ibunya

Fakta:
Kegagalan IVF bukan kesalahan ibu. Banyak faktor biologis yang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya, termasuk kualitas embrio dan proses implantasi.

 

  1. Gosip: IVF adalah jalan terakhir yang memalukan

Fakta:
IVF adalah pilihan medis, bukan aib. Semakin banyak pasangan terbuka menjalani IVF sebagai bagian dari perjuangan memiliki anak, bukan sesuatu yang perlu disembunyikan

 

Banyak anggapan tentang IVF yang beredar di masyarakat ternyata tidak sesuai dengan fakta medis. IVF adalah prosedur yang aman, terstandar, dan dilakukan berdasarkan indikasi kesehatan, bukan sekadar pilihan atau stigma tertentu. Keberhasilan IVF dipengaruhi faktor biologis, bukan kesalahan ibu, dan anak yang lahir melalui IVF memiliki tumbuh kembang yang setara dengan anak lainnya. Dengan memahami fakta yang benar, pasangan diharapkan lebih tenang, percaya diri, dan tidak ragu menjadikan IVF sebagai salah satu upaya medis untuk memiliki buah hati.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Mengenal-Perubahan-Tubuh-dan-Keluhan-yang-Sering-Dialami-Ibu-Hamil.png
02/Jan/2026

Kehamilan adalah masa yang membahagiakan, tetapi tubuh ibu mengalami banyak perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan janin. Semakin mendekati akhir kehamilan, keluhan biasanya semakin terasa. Sebagian besar keluhan ini muncul karena perubahan hormon, bertambahnya berat badan, dan tekanan dari rahim yang semakin membesar. Meski tidak sepenuhnya bisa dihindari, banyak cara sederhana yang dapat membantu ibu tetap merasa nyaman.

 

  1. Sakit Punggung, Lutut, dan Leher
    Rasa nyeri terutama di bagian punggung bawah, lutut, pinggul, atau leher termasuk keluhan yang sering dialami. Rahim yang semakin membesar memberi tekanan pada saraf dan membuat postur tubuh berubah sehingga otot bekerja lebih keras.
    Cara mengurangi keluhan: mandi air hangat, melakukan pijat oleh terapis khusus kehamilan, tidur dengan bantal penyangga, serta melakukan olahraga ringan seperti yoga atau peregangan.
  2. Mudah Kepanasan atau Gerah
    Peningkatan metabolisme, perubahan hormon, dan meningkatnya volume darah dapat membuat ibu merasa cepat panas. Selain itu, tubuh janin juga ikut menambah suhu dalam tubuh.
    Cara mengurangi keluhan: gunakan pakaian katun yang nyaman, minum air putih lebih sering, dan hindari berada di area panas atau lembap terlalu lama.
  3. Pembengkakan Kaki
    Pergelangan kaki dan telapak kaki dapat tampak membengkak karena tekanan rahim pada pembuluh darah yang menghambat aliran darah di kaki.
    Cara mengurangi keluhan: mengangkat kaki saat beristirahat, tidak berdiri terlalu lama, serta menggerakkan kaki atau jari kaki untuk membantu peredaran darah.
  4. Kontraksi Palsu
    Menjelang persalinan, beberapa ibu merasakan perut mengencang sesekali. Ini disebut kontraksi Braxton-Hicks dan merupakan bentuk latihan rahim sebelum persalinan.
    Cara mengurangi keluhan: perbanyak minum air putih, beristirahat, dan ubah posisi tubuh hingga terasa lebih nyaman.
  5. Sering Buang Air Kecil
    Ketika janin turun ke area panggul, kandung kemih mendapat lebih banyak tekanan sehingga ibu lebih sering merasa ingin buang air kecil.
    Cara mengurangi keluhan: tetap minum cukup air terutama di siang hari, serta melakukan senam Kegel untuk memperkuat otot panggul.
  6. Susah Tidur
    Tidur terganggu karena perut membesar, pegal-pegal, dan sering buang air kecil pada malam hari.
    Cara mengurangi keluhan: mandi air hangat sebelum tidur, mengatur kamar agar sejuk dan redup, serta menggunakan bantal tambahan untuk menopang tubuh.
  7. Keluhan Lain yang Mungkin Muncul
    Beberapa ibu dapat mengalami sembelit, wasir, sesak napas, nyeri panggul, heartburn, atau keputihan meningkat. Ada juga yang merasa cepat lelah ataupun pusing.
    Cara mengurangi keluhan: makan porsi kecil namun sering, hindari makanan pedas atau berlemak, cukup tidur, dan tetap bergerak ringan sesuai kemampuan.

 

Masa kehamilan membawa berbagai perubahan pada tubuh ibu, sehingga wajar jika muncul beragam keluhan seperti nyeri punggung, bengkak pada kaki, sulit tidur, hingga sering buang air kecil. Sebagian besar keluhan ini terjadi karena tekanan dari rahim yang membesar serta perubahan hormon. Meskipun tidak selalu dapat dicegah, banyak cara sederhana yang bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman, seperti menjaga pola makan, beristirahat cukup, minum air putih, serta melakukan aktivitas fisik ringan. Dengan penanganan yang tepat, ibu dapat tetap menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman dan tenang.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Pentingnya-Mengajak-Bayi-Berkomunikasi-Sejak-di-Dalam-Kandungan.png
29/Dec/2025

Setiap ibu hamil tentu ingin memberikan stimulasi terbaik bagi buah hatinya, termasuk dalam hal perkembangan indera dan emosinya. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah mengajak bayi berbicara sejak ia berada dalam kandungan. Meski terlihat sepele, aktivitas ini memiliki banyak manfaat yang dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi setelah ia lahir.

 

Pada usia kehamilan sekitar empat hingga lima bulan, pendengaran bayi mulai berkembang dan ia mampu merespons suara dari luar rahim. Suara ibu adalah suara yang paling sering didengar dan menjadi stimulus alami bagi sistem pendengaran bayi. Dengan semakin bertambahnya usia kehamilan, kepekaan bayi terhadap suara juga ikut meningkat.

 

Manfaat Mengajak Bicara Bayi sejak di Kandungan

  1. Merangsang Pendengaran dan Otak
    Suara yang didengar bayi saat ibu berbicara, bernyanyi, atau membacakan cerita dapat merangsang saraf pendengaran dan mendukung perkembangan otaknya sejak dini.
  2. Mengenalkan Bahasa Lebih Awal
    Meskipun bayi belum memahami arti kata, ia mulai mengenali pola bahasa dan intonasi, yang menjadi dasar perkembangan bicara setelah lahir.
  3. Menjalin Ikatan Emosional
    Berbicara dengan bayi menciptakan kedekatan emosional antara ibu dan anak, sehingga bayi merasa lebih tenang dan nyaman dengan suara ibu.
  4. Membantu Bayi Mengenali Suara Orang Tua
    Suara ibu dan ayah yang sering didengar sejak dalam kandungan membuat bayi lebih mudah mengenali dan merasa familiar setelah lahir.
  5. Meningkatkan Rasa Nyaman dan Mengurangi Stres
    Ibu yang berbicara pada janinnya bisa merasa lebih rileks dan bahagia, yang secara tidak langsung berdampak positif pada perkembangan bayi.
  6. Memicu Respons Gerakan Janin
    Suara dan nada tertentu dapat memicu gerakan seperti tendangan atau putaran, yang menunjukkan adanya stimulasi dan respons dari bayi.
  7. Membantu Pembentukan Memori Awal
    Irama dan suara yang sering didengar bayi dapat tersimpan dalam memori awalnya, sehingga setelah lahir ia lebih responsif terhadap suara tersebut.


Mengajak bayi berbicara sejak dalam kandungan merupakan kebiasaan sederhana namun berdampak besar. Aktivitas ini tidak hanya membantu perkembangan pendengaran dan bahasa, tetapi juga membentuk ikatan emosional serta memberi rasa aman bagi bayi. Dengan rutinitas yang konsisten, orang tua dapat memberikan stimulasi positif sejak awal kehidupan, sehingga mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.