fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Perbedaan-Air-Mani-dan-Sperma-yang-Perlu-Dipahami.png
20/Nov/2025

Banyak orang masih mengira bahwa air mani dan sperma adalah hal yang sama. Padahal keduanya sebenarnya berbeda, baik dari bentuk, fungsi, maupun komposisinya. Memahami perbedaannya penting untuk mengetahui kesehatan reproduksi pria serta proses terjadinya kehamilan.

 

Apa Itu Air Mani?

Air mani (semen) adalah cairan berwarna putih keruh yang keluar ketika pria mengalami ejakulasi. Cairan ini diproduksi oleh beberapa kelenjar, termasuk vesikula seminalis dan kelenjar prostat. Air mani memiliki tekstur kental atau agak lengket karena mengandung berbagai protein, enzim, fruktosa (gula), dan mineral yang berfungsi menjaga sperma tetap hidup.

Air mani juga memiliki bau khas yang dipengaruhi oleh kandungan protein serta tingkat keasaman (pH) di dalamnya. Cairan ini diciptakan untuk menjadi “kendaraan” bagi sperma agar dapat bergerak menuju sel telur.

 

Apa Itu Sperma?

Sperma adalah sel reproduksi pria yang berada di dalam air mani. Ukurannya sangat kecil dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop. Bentuk sperma menyerupai kecebong: memiliki kepala yang berisi DNA, bagian tengah sebagai penghasil energi, serta ekor yang membantu sperma bergerak.

Sperma dihasilkan di testis melalui proses yang berlangsung selama sekitar 64–74 hari. Setiap ejakulasi bisa mengandung jutaan sperma, tetapi hanya satu yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur.

Perbedaan Air Mani dan Sperma

  1. Bentuk dan Penampakan
  • Air mani: cairan putih, keruh, dan lengket; dapat dilihat langsung.
  • Sperma: sel mikroskopis yang tidak terlihat tanpa alat bantu.
  1. Komposisi
  • Air mani berisi campuran fruktosa, enzim, protein, mineral, serta sel sperma.
  • Sperma sendiri adalah sel tunggal yang tugas utamanya membawa materi genetik.
  1. Fungsi
  • Air mani berfungsi melindungi sperma dan menciptakan kondisi yang ideal agar sperma bisa bertahan di dalam vagina yang bersifat asam.
  • Sperma bertugas membuahi sel telur untuk memulai proses kehamilan.
  1. Peran dalam Kesuburan

Kualitas sperma (jumlah, bentuk, dan pergerakan) sangat berpengaruh pada kesuburan pria. Walau air mani tampak normal, belum tentu jumlah sperma di dalamnya mencukupi. Itu sebabnya analisis sperma sering dilakukan dalam pemeriksaan kesuburan.

 

Kenapa Penting Mengetahui Perbedaannya?

Mengetahui perbedaan air mani dan sperma membantu seseorang memahami kondisi reproduksinya sendiri. Jika jumlah sperma rendah, sperma tidak bergerak dengan baik, atau air mani terlihat tidak normal, kondisi ini dapat menjadi tanda gangguan kesuburan.

Analisis sperma juga biasanya dilakukan pada pasangan yang sedang menantikan kehamilan. Dari pemeriksaan tersebut, dokter bisa menilai apakah ada masalah pada kualitas sperma atau tidak.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Fakta-dan-Mitos-tentang-Menentukan-Jenis-Kelamin-Janin.png
19/Nov/2025

Menebak jenis kelamin janin kerap menjadi topik hangat di kalangan ibu hamil maupun keluarga. Berbagai kepercayaan populer turun-temurun sering dijadikan acuan, meski tidak semuanya didukung bukti ilmiah. Padahal, jenis kelamin bayi sebenarnya sudah ditentukan sejak pembuahan terjadi, yakni ketika sperma yang membawa kromosom X atau Y membuahi sel telur yang membawa kromosom X.

Secara medis, metode seperti USG dan pemeriksaan genetic misalnya Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) atau amniosentesis menjadi cara paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin janin. USG yang dilakukan pada usia kehamilan sekitar 18 minggu, misalnya, dapat mencapai akurasi hingga sekitar 90 persen jika kondisi memungkinkan.

Lantas, bagaimana dengan sejumlah mitos yang beredar luas? Berikut penjelasan yang didukung ilmu kedokteran.

 

Fakta Ilmiah tentang Jenis Kelamin Janin

  1. Jenis kelamin ditetapkan sejak pembuahan
    Kombinasi kromosom dari sperma dan sel telur menentukan jenis kelamin bayi: XX untuk perempuan dan XY untuk laki-laki. Proses ini terjadi sebelum organ janin terbentuk.
  2. USG menjadi metode non-invasif paling umum
    USG, terutama setelah minggu ke-16 hingga 20, dapat menampilkan organ kelamin janin jika posisinya mendukung. Meski tidak memberikan kepastian mutlak, akurasinya cukup tinggi ketika dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli berpengalaman.
  3. Tes genetik memiliki akurasi lebih tinggi
    Pemeriksaan DNA janin melalui darah ibu (NIPT) atau cairan ketuban (amniosentesis) dapat menunjukkan jenis kelamin dengan sangat akurat karena memeriksa kromosom janin secara langsung. Namun, pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk mendeteksi kelainan genetik, bukan semata-mata untuk mengetahui jenis kelamin.
  4. Detak jantung tidak terkait jenis kelamin
    Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara denyut jantung bayi laki-laki dan perempuan. Karena itu, prediksi jenis kelamin berdasarkan frekuensi denyut jantung tidak dapat dijadikan acuan ilmiah.
  5. Posisi janin dan kondisi ibu memengaruhi hasil USG
    Organ kelamin janin dapat sulit terlihat jika tertutup posisi tubuh, tali pusar, atau bagian lain. Faktor tubuh ibu, seperti ketebalan jaringan, juga berpengaruh pada kejernihan gambar. Apabila USG belum menunjukkan kelamin, bukan berarti itu petunjuk jenis kelamin tertentu.

 

Mitos Populer dan Penjelasan Ilmiahnya

  1. Morning sickness berat menandakan bayi perempuan
    Beberapa studi menemukan kecenderungan tersebut, tetapi tingkat mual sangat dipengaruhi kondisi tiap ibu, hormon, stres, hingga faktor medis lain. Karena variabelnya banyak, mitos ini tidak dapat dijadikan penentu pasti.
  2. Detak jantung tinggi atau rendah menunjukkan jenis kelamin
    Pada kenyataannya, denyut jantung janin laki-laki dan perempuan berbeda sangat tipis dan tidak signifikan. Cara ini tidak memiliki dasar ilmiah.
  3. Bentuk perut menentukan jenis kelamin
    Bentuk perut dipengaruhi posisi janin, kekuatan otot perut, serta bentuk tubuh ibu. Tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan bentuk perut dengan jenis kelamin bayi.
  4. Ngidam makanan manis berarti bayi perempuan
    Keinginan makan tertentu lebih banyak dipengaruhi perubahan hormon, metabolisme, hingga psikologis ibu hamil. Tidak ada penelitian yang membuktikan jenis makanan tertentu berkaitan dengan jenis kelamin bayi.
  5. Mengatur pola makan atau waktu hubungan intim bisa memilih jenis kelamin
    Kepercayaan bahwa diet tertentu atau waktu berhubungan intim dapat mendorong lahirnya bayi laki-laki atau perempuan tidak didukung penelitian kuat. Hingga kini, metode ini dianggap sebagai mitos.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Hal-yang-Wajib-Dipenuhi-Sebelum-Menjalani-Program-Bayi-Tabung.png
18/Nov/2025

Bagi sebagian pasangan, memiliki anak bukanlah hal mudah meskipun sudah berusaha dalam waktu lama. Kondisi ini dikenal sebagai infertilitas, atau ketidakmampuan untuk hamil setelah berhubungan intim secara rutin tanpa kontrasepsi selama lebih dari satu tahun.

Perkembangan teknologi kedokteran kini memungkinkan pasangan untuk memiliki anak melalui metode bayi tabung (in vitro fertilization/IVF), di mana pembuahan antara sperma dan sel telur dilakukan di luar tubuh, lalu embrio yang terbentuk dipindahkan ke dalam rahim wanita.

Namun, tidak semua orang bisa langsung menjalani program ini. Ada sejumlah syarat medis dan non-medis yang perlu dipenuhi agar program berjalan aman dan memiliki peluang keberhasilan tinggi.

 

Syarat-Syarat Menjalani Program Bayi Tabung

  1. Pasangan suami istri yang sah
    Program bayi tabung di Indonesia hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah secara sah. Ketentuan ini diatur untuk menjamin kejelasan hukum, etika, dan tanggung jawab medis dari kedua pihak.
  2. Usia calon ibu idealnya di bawah 35 tahun
    Faktor usia sangat memengaruhi keberhasilan IVF. Wanita dengan usia di bawah 35 tahun biasanya memiliki kualitas dan jumlah sel telur yang lebih baik. Meski demikian, wanita berusia di atas 35 tahun tetap bisa menjalani program bayi tabung, tetapi tingkat keberhasilannya menurun dan risikonya meningkat.
  3. Kualitas sel telur dan sperma harus baik
    Sebelum memulai, dokter akan memeriksa kondisi sel telur melalui tes hormon seperti FSH, AMH, dan estradiol, serta pemeriksaan USG ovarium. Pihak pria juga menjalani analisis sperma untuk menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Jika ada gangguan pada sperma, bisa digunakan teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), yaitu penyuntikan sperma langsung ke dalam sel telur.
  4. Kondisi kesehatan pasangan harus optimal
    Kesehatan umum pasangan sangat berpengaruh pada hasil program. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid harus dikontrol terlebih dahulu. Pola hidup sehat—seperti berhenti merokok, mengurangi alkohol, dan menjaga berat badan ideal—juga membantu meningkatkan keberhasilan.
  5. Rahim dalam kondisi baik dan siap menerima embrio
    Sebelum transfer embrio, dokter akan memastikan bahwa rahim tidak memiliki kelainan seperti polip, miom, atau bentuk rahim yang tidak normal. Bila ada kelainan, tindakan seperti histeroskopi atau laparoskopi mungkin diperlukan untuk memperbaikinya agar embrio bisa menempel dengan baik.
  6. Pemahaman tentang risiko dan biaya program
    Program bayi tabung tidak menjamin keberhasilan 100%. Risiko yang mungkin terjadi antara lain kehamilan kembar, kehamilan di luar rahim, atau sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS). Selain itu, biaya program juga cukup besar dan bisa berbeda tergantung pada klinik serta obat yang digunakan. Pasangan harus siap secara mental dan finansial.
  7. Kesiapan emosional dan komitmen waktu
    Proses IVF memerlukan waktu, kesabaran, dan dukungan emosional yang kuat. Mulai dari stimulasi hormon, pengambilan sel telur, hingga transfer embrio, setiap tahap membutuhkan perhatian dan kontrol rutin. Stres berlebihan dapat memengaruhi hormon, sehingga dukungan psikologis sangat disarankan.
  8. Pemeriksaan pra-IVF wajib dilakukan
    Sebelum memulai, pasangan akan menjalani pemeriksaan lengkap, seperti tes infeksi (HIV, hepatitis, TORCH), pemeriksaan hormon, USG, hingga tes genetik bila diperlukan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang dapat menghambat kehamilan atau membahayakan ibu dan janin.

 

Prosedur Program Bayi Tabung

Setelah semua syarat terpenuhi dan dokter menyatakan pasangan siap, berikut tahapan umum yang akan dijalani dalam program bayi tabung:

  1. Konsultasi awal dan pemeriksaan kesuburan
    Dokter akan mempelajari riwayat medis, pola menstruasi, serta hasil pemeriksaan laboratorium untuk menentukan protokol terbaik bagi pasangan.
  2. Stimulasi ovarium
    Wanita akan diberikan suntikan hormon (FSH atau gonadotropin) untuk merangsang indung telur agar menghasilkan lebih dari satu sel telur matang. Selama proses ini, dilakukan pemantauan rutin melalui USG dan tes darah untuk mencegah efek samping seperti overstimulasi.
  3. Pematangan dan pengambilan sel telur
    Setelah sel telur matang, dokter akan memberikan suntikan pemicu ovulasi. Sekitar 34–36 jam kemudian, dilakukan pengambilan sel telur melalui prosedur ovum pick-up di bawah anestesi ringan.
  4. Pengambilan dan persiapan sperma
    Sperma dikumpulkan dari suami dan diproses di laboratorium untuk memilih sel sperma terbaik. Bila kualitas sperma rendah, dilakukan metode khusus seperti aspirasi sperma langsung dari testis (TESE).
  5. Pembuahan dan kultur embrio
    Sel telur dan sperma disatukan di laboratorium hingga terbentuk embrio. Embrio kemudian dikembangkan selama 3–5 hari hingga mencapai tahap terbaik (blastokista).
  6. Transfer embrio ke rahim
    Satu atau dua embrio terbaik dipindahkan ke dalam rahim menggunakan kateter halus. Prosedur ini tidak memerlukan bius dan biasanya berlangsung cepat.
  7. Dukungan hormon dan pemantauan kehamilan
    Setelah transfer, wanita akan diberi hormon progesteron untuk membantu penempelan embrio. Sekitar dua minggu kemudian dilakukan tes darah (β-hCG) untuk memastikan apakah kehamilan berhasil.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Faktor-Faktor-yang-Membuat-Biaya-Bayi-Tabung-Tinggi-dan-Cara-Mengatasinya.png
17/Nov/2025

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) sering menjadi pilihan bagi pasangan yang mengalami infertilitas. Namun, banyak yang terkejut ketika mengetahui bahwa biaya IVF cukup tinggi. Lalu, apa yang membuat program bayi tabung begitu mahal? Berikut penjelasan lengkap, ringkas, dan mudah dipahami.

 

Apa Itu Bayi Tabung (IVF)?

IVF adalah prosedur reproduksi berbantu di mana sel telur dan sperma disatukan di laboratorium, kemudian embrio yang terbentuk dipindahkan ke rahim. Proses ini membutuhkan teknologi canggih, keahlian dokter spesialis, dan laboratorium khusus.

 

Kenapa Program Bayi Tabung Mahal?

Berikut faktor utama yang membuat biaya bayi tabung tinggi:

  1. Teknologi Laboratorium yang Sangat Canggih

Laboratorium embrio harus memiliki standar ketat, inkubator khusus, dan media kultur steril. Biaya perawatan alat-alat ini sangat besar.

  1. Pemeriksaan Pra-IVF yang Banyak

Pasangan harus menjalani berbagai tes seperti hormon, USG, analisis sperma, hingga pemeriksaan genetik. Semua tes ini menambah biaya total.

  1. Obat Suntik Hormon yang Mahal

Selama stimulasi ovarium, wanita harus menerima suntikan hormon setiap hari untuk menghasilkan banyak sel telur matang. Obat hormon menyumbang biaya paling besar dalam IVF.

  1. Prosedur Medis Khusus

Tindakan seperti pengambilan sel telur (OPU), anestesi, pemrosesan sperma, dan transfer embrio membutuhkan ruang operasi kecil dan tenaga medis terlatih.

  1. Kultur Embrio dan Pemantauan Intensif

Embrio harus dirawat selama beberapa hari dalam inkubator khusus. Jika membutuhkan tambahan seperti ICSI atau PGT, biayanya bertambah.

  1. Peluang Gagal dan Pengulangan Siklus

Tidak semua siklus IVF berhasil. Ketika gagal, pasangan biasanya harus mengulang dari awal, sehingga biaya meningkat.

  1. Tenaga Ahli Fertilitas

Klinik bayi tabung membutuhkan embriolog, dokter fertilitas, dan staf laboratorium yang sangat terlatih. SDM berkualitas tinggi tentu membutuhkan biaya operasional besar.

  1. Tidak Ditanggung JKN

Di Indonesia, program bayi tabung belum ditanggung oleh BPJS atau sebagian besar asuransi, sehingga seluruh biaya dibayar mandiri.

 

Tahap-Tahap IVF yang Membuat Biaya Bertambah

  • Konsultasi dan pemeriksaan awal
  • Sinkronisasi siklus
  • Suntikan hormon stimulasi ovarium
  • USG dan tes hormon berulang
  • Pengambilan sel telur
  • Pemrosesan sperma
  • Pembuahan di laboratorium (IVF/ICSI)
  • Kultur embrio 3–5 hari
  • Transfer embrio
  • Pembekuan dan penyimpanan embrio sisa (opsional)

Setiap langkah memiliki biaya masing-masing, sehingga total biaya IVF bisa cukup tinggi.

 

Cara Menghemat Biaya Program Bayi Tabung

✔ Pilih paket IVF di klinik

Beberapa klinik menawarkan paket lengkap yang lebih terjangkau dibanding membayar per tindakan.

✔ Gunakan embrio beku

Transfer embrio beku lebih hemat dibanding memulai stimulasi baru.

✔ Bandingkan harga antar klinik

Cari klinik dengan reputasi baik namun biaya lebih terjangkau.

✔ Perbaiki kesehatan sebelum program

Menurunkan berat badan, berhenti merokok, memperbaiki hormon, dan mengelola stres dapat meningkatkan peluang berhasil dalam 1 siklus sehingga tidak perlu mengulang.

✔ Tanyakan promosi atau cicilan

Beberapa klinik menyediakan metode pembayaran bertahap atau diskon periodik.

 

Biaya bayi tabung mahal karena prosedurnya sangat kompleks, melibatkan teknologi laboratorium canggih, keahlian medis tinggi, serta serangkaian pemeriksaan dan tindakan yang panjang. Meski begitu, ada banyak cara untuk menekan biaya dan meningkatkan peluang keberhasilan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Apakah-Setelah-Embryo-Transfer-Harus-Bed-Rest.png
15/Nov/2025

Melakukan transfer embrio adalah salah satu tahap paling krusial dalam prosedur bayi tabung (IVF). Setelah embrio dipindahkan ke rahim, banyak pasangan dan tenaga medis menganggap bahwa pasien perlu menjalani istirahat total agar proses implantasi berjalan optimal. Namun, apakah anggapan “harus bed rest” itu benar?

Dalam praktik modern, pendekatan terhadap pasca-transfer embrio telah berubah seiring berkembangnya penelitian. Beberapa panduan klinis bahkan menyatakan bahwa istirahat total yang terlalu lama bisa tidak memberi manfaat tambahan bahkan bisa berdampak negatif.

 

Evolusi Praktik & Hasil Penelitian

  • Di masa lalu, pasien sering disarankan untuk tidur berbaring selama berjam-jam bahkan berhari-hari setelah transfer embrio. Namun, bukti modern menunjukkan bahwa istirahat total panjang tidak meningkatkan angka keberhasilan kehamilan dibandingkan dengan aktivitas ringan segera setelah prosedur.
  • Meta-analisis terkini menyimpulkan bahwa mobilisasi (bangun dan bergerak ringan) segera setelah transfer tidak berdampak negatif terhadap hasil IVF.
  • Ada penelitian yang menunjukkan bahwa pasien yang diperintahkan bed rest segera setelah transfer cenderung memiliki risiko keguguran lebih tinggi, sehingga secara keseluruhan peluang bayi lahir hidup (live birth) antara kelompok bed rest dan kelompok aktif tidak berbeda signifikan.
  • Satu studi khusus menyebutkan bahwa 10 menit bed rest setelah transfer embrio pada pasien dengan donor telur justru menghasilkan angka kelahiran hidup yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang langsung bergerak.
  • Penelitian jangka panjang juga memperingatkan bahwa istirahat berlebihan dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah (trombosis) dan resistensi insulin, yang bisa memengaruhi aliran darah ke rahim faktor yang penting dalam implantasi embrio.

Kesimpulan Berdasarkan Bukti

Berdasarkan bukti terkini, bed rest total yang panjang tidak direkomendasikan secara rutin setelah embryo transfer. Alih-alih memaksakan berbaring, pendekatan yang lebih seimbang istirahat ringkas di awal dan aktivitas ringan saat ini dianggap lebih masuk akal dan aman.

Namun demikian, perlu diingat bahwa setiap pasien dan kondisi medisnya unik. Beberapa klinik atau dokter mungkin memberikan instruksi khusus berdasarkan kasus individu (misalnya faktor risiko perdarahan, kondisi rahim, atau komplikasi lainnya).

 

Alasan Kenapa Bed Rest Panjang Tidak Mendapat Dukungan Ilmiah

  1. Kurangnya efek positif
     Banyak penelitian tidak menemukan peningkatan signifikan dalam keberhasilan kehamilan atau tingkat implantasi pada mereka yang melakukan bed rest dibandingkan yang langsung berjalan ringan.
  2. Risiko trombosis & aliran darah terganggu
     Imobilitas bisa memicu pembekuan darah atau menghambat aliran darah ke rahim, yang justru bisa merugikan proses implantasi.
  3. Efek psikologis negatif
     Terlalu lama berbaring bisa memicu rasa stres, kecemasan, atau depresi, yang tidak baik untuk kondisi mental seorang calon ibu.
  4. Penurunan fungsi fisiologis
     Otot–otot bisa melemah jika terlalu lama tidak digunakan (atrofi), metabolisme bisa terpengaruh, dan fungsi tubuh secara keseluruhan bisa kurang optimal.
  5. Data klinis yang lebih mendukung aktivitas ringan
     Beberapa studi dengan penilaian langkah harian (pedometer) menemukan bahwa jumlah langkah harian tidak berbeda signifikan antara pasien hamil atau tidak setelah transfer embrio artinya aktivitas ringan tidak mengganggu hasil kehamilan.

 

Hal-hal yang Harus Dihindari Setelah Transfer Embrio

Agar peluang sukses implantasi lebih baik dan agar Anda tetap aman dan nyaman ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari setelah embriotransfer:

  1.     Stress berlebihan
  2.     Berendam air panas, sauna, jacuzzi
  3.     Olahraga berat
  4.     Merokok, konsumsi alkohol, kafein berlebihan
  5.     Mengangkat barang berat / aktivitas angkat beban

 

Tips Perawatan & Aktivitas yang Dianjurkan

Meskipun tidak harus berbaring total, ada beberapa tindakan positif yang sebaiknya dilakukan:

  •         Istirahat ringan & relaksasi: Hari pertama boleh lebih banyak beristirahat, tapi tidak perlu berbaring sepanjang waktu.
  •         Aktivitas ringan: Jalan santai dan gerakan ringan justru bisa membantu aliran darah dan menjaga kondisi tubuh.
  •         Cukupi cairan & nutrisi: Minum air putih cukup, konsumsi makanan bergizi, kaya serat, protein, vitamin dan mineral.
  •         Lanjutkan obat & suplemen sesuai resep: Contohnya progesteron dan vitamin prenatal bila diresepkan.
  •         Hindari bahan kimia berbahaya (EDC): seperti BPA, paraben, ftalat terutama produk plastik atau kosmetik yang mengandung zat endocrine-disrupting.
  •         Ciptakan lingkungan yang tenang: Musik lembut, meditasi atau membaca bisa membantu mengurangi stres.
  •         Pantau gejala tubuh: Spotting ringan atau kram ringan dapat normal. Namun jika ada perdarahan berat, suhu tinggi, nyeri hebat segera kontak dokter.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Sperma-Tidak-Sehat-Apakah-Masih-Bisa-Hamil-Ini-Penjelasan-Lengkapnya.png
14/Nov/2025

Kehamilan adalah hasil kerja sama antara sel telur wanita dan sperma pria. Karena itu, dalam kasus infertilitas, analisis sperma menjadi pemeriksaan penting untuk menilai apakah kualitas sperma ikut berperan. Ketika hasil lab menunjukkan bahwa sperma “tidak sehat” misalnya jumlahnya sedikit, gerakannya lambat, atau bentuknya abnormal banyak pasangan langsung khawatir dan mempertanyakan apakah kehamilan masih mungkin terjadi.

Bisakah Sperma Buruk Tetap Membuat Hamil?

Menurut penjelasan Alodokter, kondisi sperma yang kurang sehat tidak berarti peluang kehamilan hilang sepenuhnya.
Kemungkinan hamil tetap ada, tergantung tingkat keparahannya:

  • Kerusakan ringan–sedang → peluang hamil masih ada, terutama jika kondisi rahim dan ovulasi wanita baik.
  • Kerusakan berat atau motilitas sangat rendah → peluang hamil kecil tanpa bantuan medis dan mungkin membutuhkan inseminasi, IVF, atau ICSI.

Jadi, sperma buruk bukanlah vonis akhir namun menjadi tanda bahwa perlu usaha tambahan untuk mendukung proses pembuahan.

Apa Saja Penyebab Sperma Tidak Sehat?

Beberapa faktor dapat merusak kualitas sperma, di antaranya:

  • Stres oksidatif, yang merusak membran dan DNA sperma.
  • Paparan zat kimia, seperti pestisida, logam berat, atau bahan plastik tertentu.
  • Suhu tinggi, dari sauna, laptop di paha, atau pakaian terlalu ketat.
  • Gaya hidup buruk: merokok, alkohol, kurang tidur, obesitas.
  • Infeksi, radang testis, atau varikokel.
  • Gangguan hormon yang menurunkan produksi sperma.
  • Kerusakan genetik dan faktor usia.

Kombinasi faktor ini membuat sperma kurang lincah, jumlahnya menurun, atau bentuknya tidak normal.

Ciri-ciri Kualitas Sperma Menurun

Tanda paling akurat tentu berasal dari analisis semen. Namun beberapa ciri berikut bisa menjadi petunjuk:

  • Jumlah sperma rendah
  • Gerakan sperma lambat
  • Bentuk sperma abnormal
  • Air mani terlalu encer, terlalu sedikit, atau warnanya tidak normal
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis

Jika menemukan gejala-gejala tersebut atau sudah lama sulit hamil, pemeriksaan medis sangat disarankan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Variokel-Penyakit-yang-Menyerang-Pembuluh-Darah-di-Skrotum-Pria.png
13/Nov/2025

Varikokel merupakan kondisi medis yang terjadi ketika pembuluh darah vena di dalam skrotum (kantung zakar) mengalami pelebaran mirip seperti varises yang muncul di kaki. Gangguan ini disebabkan oleh aliran darah dari testis ke jantung yang tidak lancar, sehingga darah menumpuk di pembuluh vena dan menimbulkan pembengkakan.

Kondisi ini lebih sering muncul di sisi kiri skrotum karena perbedaan anatomi pembuluh darah di area tersebut. Meskipun sering kali tidak menimbulkan gejala, varikokel dapat berpengaruh pada kesuburan pria karena peningkatan suhu di testis bisa menurunkan kualitas sperma.

 

Penyebab Varikokel

Penyebab pasti varikokel belum sepenuhnya diketahui, tetapi umumnya terjadi akibat kerusakan atau kelemahan katup vena di pembuluh darah skrotum. Katup ini berfungsi memastikan darah mengalir ke arah jantung. Jika rusak, darah bisa mengalir balik dan menumpuk, menyebabkan pelebaran pembuluh darah.

Beberapa faktor yang dapat memicu varikokel antara lain:

  • Kelemahan katup vena bawaan.
  • Tekanan berlebih di perut akibat sering mengangkat beban berat atau mengejan.
  • Struktur anatomi pembuluh darah yang membuat sisi kiri lebih rentan.
  • Tekanan dari organ lain seperti tumor di perut.
  • Faktor genetik yang memengaruhi kekuatan dinding pembuluh darah.

 

Gejala dan Ciri-Ciri Varikokel

Banyak pria dengan varikokel tidak menyadari kondisinya karena tidak menimbulkan keluhan. Namun, sebagian lainnya bisa mengalami gejala berikut:

  1. Rasa nyeri atau tidak nyaman di testis, terutama setelah berdiri lama, berolahraga berat, atau di cuaca panas.
  2. Sensasi berat di skrotum, seolah ada beban menggantung, terutama di sisi kiri.
  3. Benjolan di skrotum, terasa seperti “sekumpulan cacing” di bawah kulit, biasanya tampak jelas saat berdiri.
  4. Ukuran testis mengecil pada sisi yang terkena karena terganggunya aliran darah.
  5. Sensasi panas di skrotum akibat peningkatan suhu lokal.
  6. Gangguan kesuburan, seperti penurunan kualitas atau jumlah sperma.
  7. Urat kebiruan terlihat di kulit, terutama pada varikokel yang cukup besar.

 

Pencegahan Varikokel

Belum ada cara pasti untuk mencegah varikokel, tetapi beberapa langkah dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, seperti:

  • Melakukan pemeriksaan testis secara rutin untuk deteksi dini.
  • Menghindari mengejan berlebihan atau mengangkat beban berat tanpa teknik yang benar.
  • Menjaga berat badan ideal dan tekanan darah tetap stabil.
  • Menghindari kebiasaan duduk terlalu lama serta merokok.
  • Konsultasi rutin ke dokter, terutama jika memiliki riwayat varises atau gangguan pembuluh darah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter urologi bila Anda mengalami:

  • Nyeri testis yang menetap atau bertambah parah.
  • Benjolan atau pembengkakan baru di skrotum.
  • Testis terasa mengecil atau tidak seimbang antara kanan dan kiri.
  • Kesulitan memiliki anak setelah satu tahun mencoba.

 

Pemeriksaan dan Diagnosis

Diagnosis varikokel biasanya dilakukan melalui:

  • Pemeriksaan fisik, dengan perabaan skrotum saat berdiri dan mengejan.
  • USG Doppler, untuk melihat pelebaran pembuluh darah dan arah aliran darah.
  • Analisis sperma, guna menilai jumlah dan kualitas sperma.
  • CT scan atau MRI, bila diduga ada sumbatan dari organ lain.

 

Pengobatan Varikokel

Penanganan varikokel tergantung pada tingkat keparahan dan tujuan terapi, apakah untuk mengurangi nyeri atau meningkatkan kesuburan.

  1. Perawatan Non-Bedah
  • Pemberian obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol.
  • Menggunakan penyangga skrotum (scrotal support).
  • Kompres dingin dan istirahat untuk mengurangi ketidaknyamanan ringan.
  1. Prosedur Medis
  • Embolisasi: Prosedur minimal invasif dengan menutup pembuluh darah yang rusak agar aliran dialihkan ke vena sehat.
  • Operasi Varikocelektomi: Tindakan bedah untuk mengikat vena yang melebar, bisa dilakukan dengan teknik mikroskopik atau laparoskopi. Pemulihan umumnya cepat, dan pasien bisa kembali beraktivitas dalam beberapa hari.

 

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Jika tidak ditangani dengan baik, varikokel dapat menyebabkan:

  • Penyusutan testis (atrofi).
  • Infertilitas akibat penurunan kualitas sperma.
  • Nyeri kronis di skrotum.
  • Kekambuhan setelah operasi.

Varikokel memang bukan kondisi berbahaya, tetapi dapat berdampak besar pada kesuburan pria bila diabaikan. Pemeriksaan dini, perubahan gaya hidup sehat, serta konsultasi rutin ke dokter adalah langkah terbaik untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan pria dengan varikokel tetap bisa hidup sehat dan memiliki peluang baik untuk menjadi ayah di masa depan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Fakta-vs-Mitos-Apa-yang-Sebenarnya-Menentukan-Kesuburan-Pria-dan-Wanita.png
12/Nov/2025

Banyak pasangan yang sedang berjuang mendapatkan momongan kerap menerima berbagai “petuah” dari orang sekitar mulai dari saran minum jamu tertentu hingga posisi berbaring setelah berhubungan. Namun, tak sedikit dari nasihat itu hanyalah mitos yang sudah turun-temurun, tanpa dasar ilmiah. Alih-alih membantu, mitos justru bisa membuat pasangan salah langkah atau menunda pemeriksaan medis yang seharusnya dilakukan lebih awal.

Yuk, kita luruskan beberapa mitos kesuburan yang masih sering dipercaya dan pahami penjelasan medisnya!

 

  1. Minum Air Es Bisa Bikin Susah Hamil

Mitos: Air es dianggap dapat “membekukan rahim” dan menghambat kehamilan.
Fakta: Tidak benar. Suhu tubuh manusia selalu stabil di kisaran 36–37°C, sehingga minuman dingin tidak memengaruhi organ reproduksi. Kesuburan justru lebih dipengaruhi oleh hormon, kualitas sel telur, dan kesehatan rahim.

 

  1. Posisi Tertentu Setelah Berhubungan Bisa Mempercepat Kehamilan

Mitos: Mengangkat kaki atau berbaring lama setelah berhubungan bisa membantu sperma lebih cepat mencapai sel telur.
Fakta: Sperma yang sehat bisa berenang menuju tuba falopi tanpa bantuan gravitasi. Jadi, posisi tertentu tidak menjamin kehamilan, meski berbaring sebentar bisa mencegah sperma keluar terlalu cepat.

 

  1. Haid Banyak Tandanya Subur

Mitos: Darah haid yang deras menunjukkan kesuburan tinggi.
Fakta: Volume darah menstruasi tidak berkaitan dengan kesuburan. Yang penting adalah adanya ovulasi teratur. Bahkan, haid yang terlalu banyak bisa menandakan gangguan hormon atau mioma.

 

  1. Infertilitas Hanya Masalah Perempuan

Mitos: Jika pasangan belum hamil, pasti karena pihak wanita.
Fakta: Tidak selalu. Penelitian menunjukkan sekitar 40–50% kasus infertilitas berasal dari pria, misalnya karena jumlah atau kualitas sperma yang rendah. Pemeriksaan idealnya dilakukan pada kedua pasangan.

 

  1. Makanan Tertentu Bisa Langsung Menyuburkan

Mitos: Makan nanas, tape, atau jamu bisa membuat cepat hamil.
Fakta: Tidak ada makanan “ajaib” untuk kesuburan. Namun, pola makan bergizi seimbang, tinggi protein, buah, sayur, dan asam folat bisa membantu menjaga kesehatan reproduksi.

 

  1. Usia Tidak Berpengaruh, Asal Sehat

Mitos: Selama tubuh sehat, usia bukan masalah.
Fakta: Cadangan sel telur wanita menurun drastis setelah usia 35 tahun, dan kualitas sperma pria juga ikut menurun. Jadi, usia tetap menjadi faktor penting dalam keberhasilan kehamilan.

 

  1. Belum Hamil? Sabar, Nanti Juga Dapat

Mitos: Kehamilan tinggal menunggu waktu saja.
Fakta: Jika sudah mencoba selama 1 tahun (atau 6 bulan bagi wanita di atas 35 tahun) tanpa hasil, sebaiknya konsultasi ke dokter. Pemeriksaan dini bisa membantu menemukan penyebab dan meningkatkan peluang keberhasilan.

 

  1. Obat Penyubur Aman untuk Semua

Mitos: Semua orang bisa minum obat penyubur tanpa resep dokter.
Fakta: Obat kesuburan hanya boleh digunakan dengan indikasi medis. Penggunaan sembarangan bisa menimbulkan efek samping seperti kista ovarium atau kehamilan ganda berisiko tinggi.

 

  1. Berhubungan Seks Tiap Hari Bikin Cepat Hamil

Mitos: Semakin sering berhubungan, makin cepat hamil.
Fakta: Justru terlalu sering bisa menurunkan kualitas sperma. Idealnya, berhubungan 2–3 kali per minggu terutama di masa subur sudah cukup untuk memperbesar peluang kehamilan.

 

  1. Infertilitas Tidak Bisa Diobati

Mitos: Jika sudah divonis mandul, tidak ada harapan.
Fakta: Dunia medis terus berkembang. Kini tersedia berbagai pilihan seperti terapi hormon, inseminasi, atau program bayi tabung (IVF). Bahkan, jika peluang biologis kecil, masih ada opsi adopsi atau pendekatan lain.

Jangan mudah percaya pada mitos kesuburan. Setiap pasangan memiliki kondisi berbeda, dan langkah terbaik adalah mencari informasi medis yang valid serta berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan atau andrologi.
Karena memahami tubuh sendiri adalah langkah pertama menuju kehamilan yang sehat dan penuh harapan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Inilah-Penyebab-Gagalnya-IVF-Langkah-Apa-Yang-Harus-Diambil.png
11/Nov/2025

In vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung telah menjadi harapan besar bagi banyak pasangan yang menghadapi kesulitan memiliki anak. Dalam prosedur ini, sel telur dan sperma dipertemukan di laboratorium, lalu embrio hasil pembuahan ditanamkan ke rahim agar berkembang menjadi kehamilan. Namun, tak semua siklus IVF berakhir sukses bahkan pada pasangan dengan kondisi medis yang baik sekalipun.

Kegagalan IVF seringkali memunculkan rasa kecewa dan pertanyaan yang berat: “Kenapa tidak berhasil? Apakah saya harus menyerah? Apa langkah selanjutnya?” Nyatanya, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, ini bisa menjadi kesempatan untuk memahami tubuh lebih dalam, memperbaiki strategi, dan mempersiapkan diri lebih baik untuk percobaan berikutnya.

 

Penyebab Umum Kegagalan IVF

Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab kegagalan program bayi tabung antara lain:

  1. Usia dan cadangan ovarium menurun
    Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur ikut menurun. Wanita di atas 35 tahun biasanya memiliki peluang keberhasilan IVF yang lebih rendah karena embrio lebih sulit berkembang dan menempel di rahim.
  2. Kualitas embrio dan kelainan kromosom
    Embrio yang tampak normal di laboratorium bisa saja memiliki kelainan genetik yang menghambat implantasi atau menyebabkan keguguran dini.
  3. Respon ovarium yang lemah
    Kadang, ovarium tidak menghasilkan cukup banyak folikel meskipun sudah dirangsang dengan hormon. Ini disebut poor ovarian response dan menjadi salah satu tantangan dalam proses IVF.
  4. Masalah pada rahim atau implantasi
    Rahim yang tidak siap menerima embrio misalnya karena lapisan endometrium terlalu tipis, adanya polip, atau infeksi dapat membuat embrio gagal menempel.
  5. Faktor imunologi
    Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh salah mengenali embrio sebagai benda asing dan menyerangnya.
  6. Kualitas sperma
    Sperma dengan bentuk abnormal, jumlah sedikit, atau pergerakan yang lambat dapat memengaruhi keberhasilan pembuahan dan perkembangan embrio.
  7. Faktor gaya hidup
    Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan buruk, stres berat, atau berat badan yang tidak ideal juga bisa menurunkan peluang keberhasilan IVF.

 

Langkah Setelah IVF Gagal

Jika satu siklus IVF tidak berhasil, jangan buru-buru menyerah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Evaluasi hasil bersama dokter
    Diskusikan dengan dokter reproduksi mengenai hasil siklus sebelumnya dari jumlah telur hingga kualitas embrio. Evaluasi ini membantu menentukan apakah kegagalan bersifat acak atau memiliki penyebab yang jelas.
  2. Coba ulang dengan modifikasi
    Dokter mungkin menyarankan siklus baru dengan penyesuaian dosis hormon, metode stimulasi, atau strategi transfer embrio. Banyak pasangan berhasil pada percobaan kedua atau ketiga.
  3. Periksa kondisi rahim
    Pemeriksaan seperti USG atau histeroskopi dapat mendeteksi kelainan seperti polip atau gangguan struktur rahim yang mungkin menghambat implantasi.
  4. Tes genetik pra-implantasi (PGT)
    Tes ini membantu memilih embrio yang sehat secara kromosom, terutama pada wanita usia di atas 35 tahun atau kasus gagal IVF berulang.
  5. Perawatan imunologi tambahan
    Bila dicurigai faktor imun berperan, dokter bisa memberikan terapi pendukung seperti obat antiinflamasi ringan atau imunomodulator.

 

Bila Beberapa Kali IVF Masih Gagal

Kegagalan berulang bukan berarti tidak ada harapan. Beberapa langkah lanjutan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Evaluasi menyeluruh terhadap semua siklus yang pernah dijalani.
  • Gunakan protokol IVF yang disesuaikan dengan kondisi individu.
  • Coba transfer embrio beku (frozen embryo transfer) yang kadang memberikan hasil lebih baik.
  • Konsultasi ke pusat fertilitas dengan tim multidisiplin yang berpengalaman menangani kasus kompleks.

 

Harapan Selalu Ada

Gagal IVF memang menyakitkan, tetapi bukan berarti akhir dari perjalanan menuju kehamilan. Dengan evaluasi yang tepat, dukungan medis, dan pendekatan yang lebih personal, banyak pasangan berhasil mencapai impian mereka setelah beberapa kali percobaan.

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Azoospermia-Ketika-Sperma-Tidak-Ditemukan-dalam-Cairan-Mani.png
08/Nov/2025

Azoospermia adalah kondisi medis ketika air mani pria tidak mengandung sperma sama sekali, baik hidup maupun mati. Meski cairan ejakulasi tampak normal, tidak adanya sperma membuat pria sulit memiliki keturunan secara alami. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria.

 

Penyebab Azoospermia

Azoospermia terbagi menjadi dua jenis utama:

  1. Azoospermia Obstruktif — sperma diproduksi, tetapi terhambat keluar karena sumbatan di saluran sperma, misalnya akibat infeksi, bekas operasi, atau kelainan bawaan.
  2. Azoospermia Nonobstruktif — testis tidak mampu menghasilkan sperma karena gangguan hormon, kelainan genetik, infeksi testis, varikokel berat, atau efek obat dan radiasi.

 

Gejala dan Kapan Harus ke Dokter

Azoospermia umumnya tidak menimbulkan gejala khusus. Sering kali baru terdeteksi saat pasangan sulit hamil. Namun, beberapa tanda bisa muncul seperti:

  • Testis kecil atau nyeri
  • Penurunan gairah seksual
  • Tanda gangguan hormonal (rambut tubuh sedikit, suara tidak berat)

Segera periksakan diri ke dokter bila sudah berusaha hamil selama lebih dari satu tahun tanpa hasil atau mengalami keluhan pada organ reproduksi.

 

Pemeriksaan dan Diagnosis

Diagnosis ditegakkan melalui analisis sperma, diikuti pemeriksaan hormon, USG testis, tes genetik, atau biopsi testis bila perlu. Pemeriksaan ini membantu menentukan jenis azoospermia dan penyebabnya.

 

Pengobatan

Penanganan bergantung pada penyebabnya:

  • Azoospermia obstruktif: dapat diatasi dengan operasi rekonstruktif atau pengambilan sperma langsung dari testis untuk program bayi tabung (IVF/ICSI).
  • Azoospermia nonobstruktif: bisa dilakukan terapi hormonal atau pengambilan sperma langsung bila masih ada produksi terbatas.

 

Komplikasi dan Pencegahan

Kondisi ini bisa menyebabkan stres, depresi, hingga infertilitas permanen bila tidak ditangani. Untuk mencegahnya:

  • Hindari rokok, alkohol, dan panas berlebih di area testis.
  • Jaga berat badan ideal dan pola hidup sehat.
  • Hindari paparan radiasi dan bahan kimia berbahaya.
  • Segera konsultasi jika ada nyeri atau kelainan pada testis.

 

Meski azoospermia terdengar menakutkan, banyak pria tetap memiliki peluang menjadi ayah berkat kemajuan teknologi reproduksi. Kuncinya adalah deteksi dini dan penanganan medis yang tepat.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.