fbpx
Senin - Jumat08:00-14:00Sabtu08:00-13:00Call us 081336865595
Category filter:AllInformationKesehatanTipsUncategorizedVideo
No more posts

Artikel

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dan keluarga
Kenali-Ovaritis-Radang-Ovarium-yang-Bisa-Ganggu-Kesuburan-Wanita.png
22/Oct/2025

Kenali Ovaritis, Radang Ovarium yang Bisa Ganggu Kesuburan Wanita

 

Pernah merasakan nyeri di perut bagian bawah yang tak kunjung hilang, terutama saat menstruasi? Atau mengalami keputihan tidak normal dan siklus haid yang kacau? Jangan diabaikan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada indung telur atau ovarium, salah satunya ovaritis, yaitu peradangan pada ovarium.

Meski istilah ini jarang terdengar, ovaritis bisa berdampak serius terhadap sistem reproduksi wanita, terutama bila tidak ditangani sejak dini.

 

Apa Itu Ovaritis?

Ovaritis, atau disebut juga oophoritis, adalah kondisi ketika ovarium mengalami peradangan. Umumnya, hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, tetapi pada beberapa kasus juga bisa terjadi akibat reaksi autoimun, ketika tubuh keliru menyerang jaringannya sendiri.

Sering kali, ovaritis tidak muncul sendirian, melainkan menjadi bagian dari penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID). Namun, pada kasus tertentu, peradangan ini dapat berdiri sendiri, khususnya pada ovaritis autoimun.

 

Siapa yang Rentan Terkena Ovaritis?

Ovaritis dapat dialami oleh wanita usia subur, terutama mereka yang aktif secara seksual. Namun, tidak ada batasan usia pasti gangguan ini juga bisa terjadi pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS).

Pada kondisi autoimun, ovaritis bisa muncul bersamaan dengan penyakit lain seperti lupus atau gangguan hormon endokrin.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ovaritis sering kali menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit reproduksi lainnya. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Nyeri panggul atau perut bawah yang menetap.
  • Demam ringan.
  • Keputihan abnormal (berubah warna atau berbau).
  • Gangguan siklus menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Gejala-gejala ini kadang muncul perlahan, sehingga banyak wanita baru menyadarinya setelah kondisi memburuk.

 

Apa Penyebabnya?

Sebagian besar kasus ovaritis disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Staphylococcus, Streptococcus, E. coli, Mycoplasma, serta bakteri penyebab IMS seperti Chlamydia dan Gonorrhea. Infeksi ini biasanya berawal dari vagina atau rahim, lalu menyebar ke tuba falopi dan akhirnya ke ovarium.

Selain itu, reaksi autoimun juga bisa menyebabkan peradangan ovarium, meski kasusnya jauh lebih jarang.

 

Faktor Risiko Ovaritis

Beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena ovaritis antara lain:

  1. Riwayat penyakit radang panggul (PID).
  2. Infeksi menular seksual (IMS).
  3. Hubungan seksual tanpa pengaman atau berganti pasangan.
  4. Pemasangan IUD yang tidak steril.
  5. Praktik douching (mencuci bagian dalam vagina).
  6. Sistem imun tubuh yang lemah.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Gangguan-pada-Ovarium-dan-Cara-Menjaganya-agar-Tetap-Sehat.png
21/Oct/2025

Ovarium memiliki peran penting bagi sistem reproduksi wanita. Namun, organ kecil ini juga rentan mengalami gangguan yang bisa memengaruhi kesuburan dan keseimbangan hormon. Berikut sejumlah kondisi umum yang perlu diwaspadai.

  1. Gangguan Ovulasi
    Terjadi ketika pelepasan sel telur tidak teratur atau tidak terjadi sama sekali. Umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, stres berat, berat badan ekstrem, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).
    Pencegahan: jaga berat badan ideal, kelola stres, dan segera periksa jika siklus haid tidak teratur.
  1. Penurunan Cadangan Sel Telur
    Semakin bertambah usia, jumlah sel telur menurun dan kualitasnya ikut berkurang — terutama setelah usia 35 tahun.
    Pencegahan: hindari rokok, polusi, serta pertimbangkan rencana kehamilan lebih awal.
  1. Kista Ovarium
    Kista merupakan kantung berisi cairan yang tumbuh di ovarium. Umumnya jinak, namun bisa menimbulkan nyeri panggul dan gangguan haid bila ukurannya besar.
    Pencegahan: lakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan.
  1. Endometriosis pada Ovarium
    Kondisi ini terjadi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di ovarium, menyebabkan nyeri haid hebat hingga gangguan kesuburan.
    Pencegahan: jaga pola hidup sehat dan periksa ke dokter bila nyeri haid tidak wajar.
  1. Torsio Ovarium
    Merupakan kondisi darurat ketika ovarium terpelintir dan aliran darahnya terganggu. Gejalanya berupa nyeri perut mendadak dan intens.
    Pencegahan: deteksi dini kista besar dan segera tangani bila nyeri muncul mendadak.
  1. Kanker Ovarium
    Salah satu kanker yang sulit terdeteksi pada tahap awal. Gejalanya bisa berupa perut kembung, nyeri panggul, atau penurunan berat badan.
    Pencegahan: lakukan skrining rutin, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau payudara.

 

Faktor Risiko Gangguan Ovarium

Beberapa faktor yang bisa memicu gangguan ovarium antara lain:

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Usia dan faktor genetik
  • Paparan radiasi atau kemoterapi
  • Merokok dan pola makan buruk
  • Obesitas atau penurunan berat badan ekstrem
  • Stres berat yang berlangsung lama

 

Tips Menjaga Kesehatan Ovarium

Agar fungsi ovarium tetap optimal, berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Jaga pola makan dan berat badan ideal
    Konsumsi makanan bergizi dan hindari diet ekstrem.
  2. Olahraga secara teratur
    Aktivitas fisik membantu menjaga keseimbangan hormon dan sirkulasi darah.
  3. Hindari rokok dan polusi berlebih
    Zat beracun dapat merusak jaringan ovarium dan menurunkan kualitas sel telur.
  4. Kelola stres dengan baik
    Relaksasi, tidur cukup, dan waktu istirahat yang cukup sangat berpengaruh.
  5. Periksa kesehatan reproduksi secara rutin
    Konsultasi ke dokter kandungan minimal setahun sekali, terutama bila ada keluhan siklus haid.
  6. Konsultasi bila berencana hamil di usia 30-an ke atas
    Pemeriksaan kadar AMH bisa membantu memantau cadangan sel telur dan menentukan strategi terbaik untuk kehamilan.

Menjaga ovarium bukan hanya tentang kesuburan, tetapi juga tentang keseimbangan tubuh wanita secara menyeluruh. Dengan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan kesadaran diri, wanita dapat menjaga kesehatannya lebih lama dan lebih baik.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Mengenal-Ovarium-Organ-Kecil-yang-Berperan-Besar-dalam-Kesuburan-Wanita.png
18/Oct/2025

Tahukah kamu bahwa setiap wanita sudah terlahir dengan jumlah sel telur yang terbatas dan tidak akan bertambah sepanjang hidupnya? Karena itu, menjaga kesehatan ovarium atau indung telur menjadi hal penting bagi kesuburan dan keseimbangan hormon tubuh wanita.

Ovarium merupakan salah satu organ utama dalam sistem reproduksi wanita. Letaknya berada di sisi kanan dan kiri rahim, tepat di dekat tuba falopi. Masing-masing ovarium ditopang oleh ligamen agar tetap berada di posisinya.

Struktur dan Ukuran Ovarium

Secara anatomi, ovarium memiliki tiga lapisan penting:

  1. Epitel germinal – lapisan paling luar yang melindungi ovarium.
  2. Korteks – bagian tengah yang berisi jaringan ikat dan folikel ovarium, tempat sel telur tumbuh dan berkembang.
  3. Medula – bagian dalam yang berisi pembuluh darah, saraf, serta jaringan ikat longgar.

Ukuran ovarium orang dewasa umumnya sekitar 3,5 cm panjang, 2 cm lebar, dan 1 cm tebal. Namun, ukuran ini bisa berubah sesuai usia dan fase reproduksi.

 

Fungsi Utama Ovarium

Tak hanya menyimpan sel telur, ovarium juga berperan penting dalam mengatur hormon dan siklus reproduksi. Beberapa fungsi pentingnya meliputi:

  1. Menyimpan dan Melindungi Sel Telur

Wanita sudah memiliki semua cadangan folikel sejak lahir. Namun, hanya sebagian kecil yang akan matang dan dilepaskan saat masa subur.

  1. Memproduksi Hormon Seks Wanita

Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam pembentukan ciri khas wanita, seperti bentuk tubuh, payudara, serta siklus haid. Selain itu, hormon lain seperti inhibin, relaksin, dan AMH (Anti-Müllerian Hormone) juga berperan dalam keseimbangan reproduksi.

  1. Melepaskan Sel Telur (Ovulasi)

Setiap bulan, hormon FSH merangsang pertumbuhan folikel, lalu hormon LH memicu ovulasi proses pelepasan sel telur menuju tuba falopi untuk siap dibuahi.

Jika salah satu fungsi ini terganggu, baik karena hormon, gaya hidup, atau kondisi medis, maka kesuburan dan kesehatan reproduksi wanita bisa ikut terdampak.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Cara-Mencegah-dan-Mengatasi-Amenorrhea-agar-Kesehatan-Reproduksi-Terjaga.png
17/Oct/2025

Amenorrhea (tidak haid) bukan hanya soal ketidakhadiran menstruasi, tetapi bisa menjadi cerminan adanya gangguan pada sistem hormonal atau kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dicegah dan diatasi dengan langkah medis maupun perubahan gaya hidup.

Upaya Pencegahan

Mencegah amenorrhea tidak selalu berarti menghindarinya sepenuhnya, karena ada faktor genetik dan bawaan yang tidak dapat dikontrol. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga siklus menstruasi tetap sehat:

  • Pertahankan berat badan ideal sesuai indeks massa tubuh.
  • Hindari diet ekstrem dan jaga pola makan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secukupnya, tidak berlebihan.
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi, meditasi, atau kegiatan positif.
  • Catat siklus menstruasi untuk memantau keteraturan haid.
  • Konsultasi rutin ke dokter kandungan, terutama jika siklus mulai tidak teratur.
  • Hindari penggunaan obat hormonal tanpa pengawasan dokter.

 

Pemeriksaan dan Diagnosis

Jika dokter mencurigai amenorrhea, biasanya dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:

  1. Wawancara medis mengenai riwayat haid, kehamilan, dan gaya hidup.
  2. Pemeriksaan fisik dan panggul untuk menilai tanda-tanda hormonal atau kelainan struktural.
  3. Tes darah dan hormon untuk memeriksa kadar FSH, LH, prolaktin, estrogen, dan tiroid.
  4. USG panggul atau MRI, bila dicurigai kelainan pada rahim atau kelenjar pituitari.
  5. Tes tambahan, seperti histeroskopi atau pemeriksaan genetik bila dibutuhkan.

 

Komplikasi Jika Dibiarkan

Amenorrhea yang tidak diatasi bisa berdampak jangka panjang, di antaranya:

  • Penurunan kepadatan tulang (osteoporosis) akibat kekurangan estrogen.
  • Gangguan kesuburan karena tidak terjadinya ovulasi.
  • Risiko penyakit kardiovaskular akibat ketidakseimbangan hormon.
  • Gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan.

 

Pilihan Pengobatan

Penanganan amenorrhea tergantung pada penyebabnya, bisa meliputi:

  • Perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan asupan gizi, memperbaiki pola makan, dan mengurangi stres.
  • Terapi hormonal, misalnya pil kontrasepsi kombinasi atau terapi progesteron untuk menormalkan siklus haid.
  • Obat-obatan medis, seperti agonis dopamin untuk menurunkan kadar prolaktin atau obat tiroid untuk gangguan tiroid.
  • Prosedur bedah, jika ditemukan kelainan struktural atau tumor.
  • Pendekatan psikologis dan nutrisi, untuk pasien dengan gangguan makan atau stres berat.

Bagi wanita yang ingin hamil, dokter dapat menyarankan terapi kesuburan atau stimulasi ovulasi setelah penyebab amenorrhea diatasi.

 

Menstruasi yang teratur bukan hanya tanda kesehatan reproduksi, tetapi juga keseimbangan hormon tubuh secara keseluruhan. Bila haid berhenti tanpa alasan jelas, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.

Menjaga tubuh tetap sehat, beristirahat cukup, dan tidak membebani diri dengan stres berlebihan dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga siklus alami tubuh tetap seimbang.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Mengenal-Amenorrhea-Saat-Menstruasi-Tak-Kunjung-Datang.png
16/Oct/2025

Menstruasi adalah bagian alami dari siklus reproduksi wanita. Namun, bagaimana jika haid tidak datang sesuai waktu yang seharusnya? Kondisi ini dikenal dengan istilah amenorrhea atau amenore, yakni ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi pada waktu yang normal.

Apa Itu Amenorrhea?

Amenorrhea merupakan kondisi medis di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi. Dalam beberapa keadaan, hal ini normal misalnya pada masa sebelum pubertas, saat hamil, menyusui, atau ketika memasuki menopause.

Namun, jika wanita di usia subur berhenti mengalami haid tanpa alasan jelas, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan yang perlu diperiksa secara medis.

Secara klinis, amenorrhea terbagi dua:

  • Amenorrhea primer, yaitu ketika seorang wanita belum pernah menstruasi hingga usia sekitar 15–16 tahun.
  • Amenorrhea sekunder, yaitu ketika seorang wanita yang sebelumnya sudah haid kemudian berhenti menstruasi selama tiga bulan atau lebih.

Siapa yang Berisiko?

Amenorrhea bisa terjadi pada siapa saja, tergantung penyebabnya. Beberapa kelompok yang lebih berisiko antara lain:

  • Remaja yang belum juga haid di usia pubertas.
  • Wanita yang sebelumnya rutin menstruasi, lalu tiba-tiba berhenti.
  • Atlet atau wanita dengan aktivitas fisik sangat intens.
  • Mereka yang menjalani diet ketat atau mengalami stres berat.
  • Wanita dengan gangguan hormonal seperti tiroid, prolaktin, atau ovarium.
  • Pengguna obat-obatan tertentu yang memengaruhi hormon.

Faktor dan Penyebab

Penyebab amenorrhea bisa bervariasi, mulai dari faktor gaya hidup hingga masalah hormonal.
Beberapa faktor pemicunya antara lain:

  • Berat badan terlalu rendah atau terlalu tinggi.
  • Penurunan berat badan drastis.
  • Stres fisik maupun emosional berat.
  • Olahraga berlebihan.
  • Gangguan pola makan seperti anoreksia atau bulimia.
  • Penggunaan obat hormonal atau obat psikiatri tertentu.

Sementara itu, penyebab medis dapat dibedakan berdasarkan jenisnya.

Amenorrhea primer bisa disebabkan oleh:

  • Kelainan genetik seperti sindrom Turner.
  • Gangguan perkembangan organ reproduksi (rahim atau vagina tidak terbentuk sempurna).
  • Masalah pada otak (hipotalamus/pituitari) yang mengatur hormon.
  • Ovarium yang tidak berfungsi dengan baik.

Amenorrhea sekunder dapat dipicu oleh:

  • Kehamilan (penyebab paling umum).
  • Gangguan hormonal seperti PCOS, tiroid, atau hiperprolaktinemia.
  • Kelainan rahim seperti sindrom Asherman.
  • Penggunaan obat tertentu.
  • Penyakit kronis yang mengganggu keseimbangan hormon.

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Tanda paling jelas dari amenorrhea adalah tidak adanya menstruasi. Namun, bisa juga disertai gejala lain seperti:

  • Nyeri panggul atau perut.
  • Perubahan pada payudara (misalnya keluarnya cairan dari puting).
  • Jerawat atau rambut tumbuh berlebih (pada PCOS).
  • Gejala tiroid seperti mudah lelah, rambut rontok, dan perubahan berat badan.
  • Gejala mirip menopause dini seperti hot flashes dan perubahan mood.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter bila:

  • Tidak haid selama tiga bulan berturut-turut tanpa alasan yang jelas.
  • Belum pernah menstruasi hingga usia 15–16 tahun.
  • Muncul gejala lain seperti gangguan penglihatan, sakit kepala, atau pertumbuhan rambut tidak biasa.

Diagnosis dini sangat penting agar penyebab dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum menimbulkan komplikasi jangka panjang seperti gangguan kesuburan atau penurunan kepadatan tulang.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Histerosalpingografi-Panduan-Pemeriksaan-Rahim-dan-Tuba-Falopi.png
15/Oct/2025

Di Indonesia, banyak pasangan yang menghadapi tantangan kesuburan. Salah satu prosedur medis yang sering disarankan dalam evaluasi sistem reproduksi wanita adalah Histerosalpingografi (HSG).
HSG adalah pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X (rontgen) dan zat kontras untuk melihat kondisi rahim dan saluran tuba (saluran telur). Dengan pemeriksaan ini, dokter bisa mendeteksi kelainan di rahim maupun penyumbatan pada tuba falopi yang mungkin menjadi penyebab infertilitas.

 

Apa Itu Histerosalpingografi?

Histerosalpingografi (HSG), yang juga dikenal dengan istilah “uterosalpingografi” atau “hidrotubasi”, adalah prosedur radiologi yang menggunakan zat pewarna kontras untuk mendapatkan gambaran rahim dan saluran telur melalui sinar-X.
Tujuannya: menilai bentuk rahim (apakah ada polip, miom, kelainan bentuk) serta memastikan apakah tuba falopi terbuka atau tersumbat.

 

Indikasi Histerosalpingografi

Dokter biasanya merekomendasikan HSG jika pasien mengalami kondisi-kondisi berikut:

  1. Infertilitas / kesulitan hamil — apabila pasangan sudah melakukan usaha selama waktu tertentu namun belum berhasil hamil.
  2. Keguguran berulang — untuk mencari penyebab kelainan rahim yang mungkin berkontribusi.
  3. Penyumbatan tuba falopi — bisa akibat infeksi, jaringan parut, atau prosedur kontrasepsi tuba sebelumnya.
  4. Kelainan bentuk rahim — seperti rahim terbelah, polip, miom yang mempersempit ruang rahim.
  5. Evaluasi pelepasan ligasi tuba (tubektomi) — bila seorang wanita yang sebelumnya menjalani sterilisasi ingin memiliki anak kembali.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum HSG

Sebelum menjalani HSG, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan atau dikonsultasikan dengan dokter:

  • Waktu ideal pelaksanaan: sekitar 2–5 hari setelah selesai menstruasi, atau tepat sebelum ovulasi bulan berikutnya, agar kemungkinan sedang hamil bisa dihindari.
  • Jika ada riwayat radang panggul aktif, infeksi menular seksual yang belum diobati, atau perdarahan vagina yang tak jelas, perlu ditunda atau diselidiki terlebih dahulu.
  • Riwayat alergi terhadap zat kontras (terutama yang mengandung iodin).
  • Gangguan perdarahan atau penggunaan obat pengencer darah.
  • Kondisi ginjal atau diabetes yang berat, karena zat kontras bisa memberikan beban pada ginjal.
  • Karena prosedur bisa terasa tidak nyaman, sebaiknya pasien ditemani atau diantar oleh orang dekat.

 

Pemanasan Prosedur Histerosalpingografi

Untuk meminimalkan rasa sakit dan risiko, beberapa persiapan berikut biasanya dilakukan:

  • Dokter akan memberikan obat pereda nyeri (analgesik) sekitar 1 jam sebelum prosedur dimulai.
  • Jika pasien gugup, bisa diberikan obat penenang.
  • Untuk mencegah infeksi, antibiotik mungkin diberikan sebelum atau sesudah HSG.
  • Pasien diminta melepas perhiasan atau benda logam yang dapat mengganggu citra sinar-X.

 

Saat Histerosalpingografi

Berikut rangkaian prosedur secara umum (sekitar 15–30 menit) yang dilakukan ahli radiologi:

  1. Pasien berbaring dengan lutut ditekuk dan kaki terbuka lebar.
  2. Alat spekulum (mirip pemeriksaan pap smear) dimasukkan ke dalam vagina untuk membuka jalan menuju leher rahim.
  3. Leher rahim dibersihkan, kemudian anestesi lokal diberikan agar bagian leher rahim terasa lebih nyaman.
  4. Selang kecil (kateter) dimasukkan melalui leher rahim menuju rongga rahim.
  5. Zat kontras disuntikkan melalui selang tersebut sehingga aliran ke tuba falopi (jika terbuka) dapat terlihat pada sinar-X.
  6. Foto rontgen diambil dari berbagai sudut untuk melihat gambaran lengkap rahim dan saluran.
  7. Setelah pemeriksaan, selang dilepas dan pasien diperbolehkan pulang, biasanya dengan resep pereda nyeri dan antibiotic.

 

Akhir Dari Histerosalpingografi

Setelah prosedur selesai, berikut yang biasanya terjadi dan hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Pasien mungkin merasakan kram seperti nyeri haid dan perdarahan ringan dari vagina selama beberapa hari ini adalah hal yang wajar.
  • Disarankan tidak menggunakan tampon untuk sementara waktu agar risiko infeksi bisa diminimalkan.
  • Waspadai gejala yang bisa menandakan infeksi atau masalah serius, antara lain:
    • Demam
    • Muntah
    • Nyeri perut hebat
    • Keluarnya cairan berbau dari vagina
    • Perdarahan yang berat atau berlangsung lebih dari 3–4 hari
    • Pusing
    Jika muncul gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter atau fasilitas medis terdekat.

 

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Walau HSG umumnya aman, beberapa komplikasi dapat muncul, antara lain:

  • Rasa nyeri atau kram saat zat kontras mengalir melalui tuba falopi
  • Reaksi alergi terhadap zat kontras
  • Infeksi pada rahim atau tuba (misalnya radang panggul, endometritis, salpingitis)
  • Cedera pada rahim (misalnya perforasi)
  • Paparan radiasi sinar-X meskipun dosisnya rendah

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Ini-Dia-Olahraga-Yang-Tak-Hanya-Sehat-Juga-Dukung-Kesuburan-Tubuh.png
14/Oct/2025

Olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tetapi juga dapat mendukung kesuburan. Aktivitas fisik yang tepat membantu menjaga berat badan ideal, memperlancar aliran darah ke organ reproduksi, serta menyeimbangkan hormon. Sebaliknya, olahraga yang terlalu berat justru bisa menurunkan peluang hamil karena mengganggu ovulasi.

 

Jenis Olahraga yang Direkomendasikan

  1. Jogging
    Membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga berat badan. Cukup dilakukan 30 menit sehari, 2–3 kali seminggu.
  2. Bersepeda
    Melatih otot inti, terutama perut, panggul, dan paha. Olahraga ini mendukung kekuatan area yang berhubungan dengan reproduksi.
  3. Berenang
    Latihan menyeluruh untuk tubuh yang ramah sendi, menjaga berat badan, dan meningkatkan kebugaran umum.
  4. Yoga
    Membantu meredakan stres, meningkatkan fleksibilitas, serta memperlancar aliran darah ke area panggul.
  5. Pilates
    Fokus pada penguatan otot inti, keseimbangan, dan fleksibilitas yang bermanfaat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi kehamilan.
  6. Senam Kegel
    Melatih otot panggul, kandung kemih, dan vagina sehingga membantu mempersiapkan kehamilan dan persalinan.
  7. Jalan Cepat
    Aktivitas ringan yang meningkatkan kebugaran jantung dan paru, melancarkan peredaran darah, sekaligus mudah dilakukan setiap hari.
  8. Aerobik Ringan
    Gerakan aerobik sederhana membantu membakar kalori, mengontrol berat badan, serta meningkatkan stamina tanpa membebani tubuh.
  9. Zumba dengan Intensitas Rendah
    Selain menyenangkan, zumba yang dilakukan dengan gerakan ringan dapat membantu menjaga kesehatan jantung, memperlancar metabolisme, dan mengurangi stres.

 

Tips Agar Olahraga Lebih Efektif

  • Mulailah perlahan. Jangan langsung melakukan latihan berat bila sebelumnya jarang berolahraga.
  • Jaga intensitas. Hindari olahraga berlebihan karena bisa mengganggu hormon.
  • Seimbangkan dengan gaya hidup sehat. Perbanyak makanan bergizi, tidur cukup, hindari rokok, dan lakukan hubungan seksual pada masa subur.

Konsultasikan ke dokter. Jika sudah rutin olahraga dan menjaga pola hidup sehat tetapi belum hamil setelah satu tahun, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter kandungan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


FaktaHoaks-Kurma-Muda-Bisa-Meningkatkan-Kesuburan-Wanita.png
11/Oct/2025

Kesuburan wanita merupakan topik yang menarik bagi banyak pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Salah satu klaim populer di masyarakat adalah bahwa kurma muda (kurma yang belum matang sempurna) dapat membantu “menyuburkan” wanita. Tapi, benarkah klaim tersebut? Mari kita lihat fakta, teori, dan batasannya.

 

Apa Itu Kurma Muda?

Kurma muda dalam bahasa Arab disebut ruthab atau rutab adalah kurma yang belum mencapai kematangan penuh. Secara visual, ia lebih cerah, mengandung lebih banyak air, dan memiliki tekstur yang lebih renyah dibandingkan kurma matang. Beberapa sumber menyebut bahwa kandungan antioksidan dan zat aktif pada kurma muda bisa lebih tinggi dibandingkan saat kurma sudah matang.

Kurma muda sering dikonsumsi dalam kondisi segar atau dijadikan bahan dalam olahan tertentu.

 

Nutrisi dan Senyawa Potensial pada Kurma Muda

Untuk menilai apakah kurma muda mungkin berdampak pada kesuburan, penting dulu memahami kandungan gizinya:

  • Mengandung vitamin A, vitamin B (termasuk B6), kalsium, zat besi, magnesium, serta antioksidan (flavonoid, asam fenolik).
  • Relatif memiliki kandungan air lebih tinggi dan kadar gula lebih rendah dibanding kurma matang.
  • Disebut memiliki fitoestrogen atau senyawa mirip hormon yang bisa mendukung keseimbangan hormon reproduksi.

 

Bukti Ilmiah: Apa yang Diketahui (dan Belum Diketahui)

Studi pada manusia

Bukti klinis langsung bahwa konsumsi kurma muda dapat meningkatkan peluang kehamilan masih sangat terbatas. Ada penelitian kecil yang menunjukkan konsumsi kurma berhubungan dengan peningkatan gairah seksual dan berkurangnya nyeri saat hubungan, tetapi belum terbukti meningkatkan kemungkinan hamil.

 

Studi pada hewan

Penelitian pada tikus betina menunjukkan bahwa ekstrak kurma muda dapat meningkatkan pembentukan korpus luteum, yang berperan penting dalam mendukung hormon progesteron dan kehamilan awal. Walaupun menjanjikan, hasil ini belum bisa langsung diterapkan pada manusia.

Mekanisme yang Diusulkan

  1. Antioksidan – membantu mengurangi stres oksidatif yang bisa merusak sel telur.
  2. Fitoestrogen – berpotensi menyeimbangkan hormon reproduksi.
  3. Nutrisi penting – mendukung kesehatan tubuh secara umum, termasuk sistem reproduksi.
  4. Sirkulasi darah – dipercaya bisa memperlancar aliran darah ke rahim dan ovarium, meskipun buktinya masih lemah.

Tips Meningkatkan Kesuburan Wanita

Selain mencoba mengonsumsi kurma muda sebagai bagian dari pola makan sehat, ada beberapa langkah lain yang dapat mendukung kesuburan:

  • Perhatikan pola makan seimbang: konsumsi buah, sayuran, protein berkualitas, dan hindari makanan tinggi gula berlebih.
  • Jaga berat badan ideal: kelebihan atau kekurangan berat badan dapat mengganggu siklus ovulasi.
  • Rutin berolahraga: aktivitas fisik sedang membantu menjaga keseimbangan hormon dan aliran darah.
  • Kurangi stres: stres kronis bisa mengganggu hormon reproduksi.
  • Hindari rokok dan alkohol: kedua kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas kesuburan.
  • Pantau siklus menstruasi: mengetahui masa subur membantu merencanakan hubungan intim pada waktu yang tepat.
  • Cukup tidur: tidur yang cukup memengaruhi regulasi hormon dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Khasiat-Kedelai-Yang-Bisa-Menurunkan-Kesuburan.png
10/Oct/2025

Kedelai (Glycine max) adalah salah satu bahan pangan populer di Indonesia. Hampir setiap hari kita menjumpainya dalam bentuk olahan seperti tahu, tempe, susu kedelai, atau kecap. Kedelai dikenal kaya protein nabati, rendah lemak jenuh, mengandung serat, dan dilengkapi senyawa bioaktif yang memberi manfaat kesehatan.

Meski begitu, ada anggapan bahwa konsumsi kedelai berlebihan dapat menurunkan kesuburan, terutama pada pria. Anggapan ini muncul karena kedelai mengandung isoflavon, senyawa yang dikenal sebagai fitoestrogen dengan struktur mirip hormon estrogen.

 

Isoflavon dan Perannya

Isoflavon utama dalam kedelai adalah genistein dan daidzein. Senyawa ini bisa berikatan dengan reseptor estrogen dalam tubuh sehingga menimbulkan efek yang mirip atau justru menghambat kerja estrogen. Inilah yang membuat isoflavon dianggap berpotensi memengaruhi sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita.

Dalam beberapa penelitian, isoflavon kedelai diduga dapat menurunkan kadar testosteron melalui penghambatan enzim yang berperan dalam produksi hormon. Penurunan testosteron ini berhubungan dengan berkurangnya jumlah dan kualitas sperma. Pada penelitian manusia maupun hewan, asupan kedelai tinggi sempat dikaitkan dengan penurunan kesuburan. Namun, hasilnya tidak selalu konsisten dan sering kali terbatas pada konsumsi dalam jumlah berlebihan atau dalam bentuk suplemen isoflavon.

 

Khasiat dan Manfaat Kedelai

Sebelum menyoroti sisi negatif, penting juga memahami berbagai manfaat kedelai bila dikonsumsi dengan porsi yang wajar.

  • Bersifat antioksidan dan antiinflamasi
     Isoflavon membantu melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung
     Konsumsi kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol darah sehingga bermanfaat bagi kesehatan jantung.
  • Menjaga kepadatan tulang
     Isoflavon mendukung kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, terutama pada wanita menopause yang kadar estrogennya menurun.
  • Mengurangi gejala menopause
     Karena efek estrogen-miripnya, kedelai bisa membantu meredakan gejala menopause seperti hot flashes.
  • Berpotensi antikanker
     Beberapa studi menemukan isoflavon dapat menghambat perkembangan sel tumor atau kanker pada jaringan tertentu.

Dengan kata lain, kedelai memiliki khasiat yang besar bagi kesehatan, selama tidak dikonsumsi berlebihan.

 

Apakah Benar Kedelai Menurunkan Kesuburan?

  • Isoflavon kedelai memang dapat memengaruhi hormon reproduksi, khususnya testosteron. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas sperma jika dikonsumsi dalam jumlah sangat tinggi.
  • Pada penelitian pria dengan konsumsi kedelai berlebih, ditemukan penurunan jumlah sperma. Namun, efek ini tidak selalu muncul pada konsumsi kedelai sehari-hari dalam porsi normal.
  • Pada wanita, terutama yang kadar estrogennya rendah, isoflavon justru bisa memberi efek positif karena membantu menggantikan sebagian fungsi estrogen.

Kesimpulannya, konsumsi kedelai dalam jumlah wajar tidak perlu dikhawatirkan. Yang berbahaya adalah jika porsinya berlebihan atau hanya mengandalkan kedelai sebagai satu-satunya sumber protein.

 

Saran dan Rekomendasi

Agar konsumsi kedelai tetap aman dan bermanfaat, beberapa hal berikut bisa diperhatikan:

  • Batasi jumlah konsumsi
     Konsumsi kedelai sekitar 25 gram per hari (setara dengan asupan isoflavon 37–62 mg) masih dianggap aman dan memberi manfaat kesehatan.
  • Jangan jadikan kedelai sebagai satu-satunya sumber protein
     Variasikan dengan sumber protein lain, baik hewani maupun nabati.
  • Perhatikan makanan olahan
     Produk kemasan seperti biskuit, margarin, sosis, dan cokelat sering mengandung turunan kedelai. Jika ditambah dengan konsumsi tempe atau tahu, jumlahnya bisa berlebihan.
  • Sesuaikan dengan kondisi tubuh
     Bagi individu dengan gangguan hormon atau masalah kesuburan, sebaiknya konsultasikan konsumsi kedelai dengan dokter atau ahli gizi.
  • Ikuti perkembangan riset terbaru
     Penelitian tentang kedelai dan kesuburan masih terus berkembang, sehingga penting mengikuti saran ilmiah terkini.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Perjuangan-di-Balik-Sebuah-Kehamilan-Fakta-tentang-Infertilitas-Wanita.png
09/Oct/2025

Banyak pasangan suami istri mendambakan hadirnya buah hati setelah menikah. Namun, pada kenyataannya sebagian perempuan menghadapi tantangan besar ketika berusaha untuk hamil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk memperoleh kehamilan setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa menggunakan kontrasepsi.

Apa Itu Infertilitas Wanita?

Infertilitas wanita adalah kondisi ketika seorang perempuan sulit untuk hamil atau mempertahankan kehamilan hingga melahirkan, walaupun sudah menjalani hubungan seksual teratur dengan pasangan. Masalah ini cukup kompleks karena dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kualitas sel telur, kesehatan rahim dan saluran reproduksi, hingga keseimbangan hormon dan pola hidup sehari-hari.

Penyebab Infertilitas pada Wanita

Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab infertilitas antara lain:

  • Usia
     Kesuburan wanita menurun seiring bertambahnya usia. Jumlah sel telur sudah ditentukan sejak lahir dan kualitasnya semakin berkurang setelah memasuki usia 35 tahun, sehingga peluang hamil menjadi lebih kecil.
  • Gangguan hormon
     Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat menghambat ovulasi. Selain itu, gangguan tiroid maupun tingginya kadar hormon prolaktin juga bisa mengacaukan siklus menstruasi dan mengurangi kesuburan.
  • Kelainan pada organ reproduksi
     Masalah pada rahim dan saluran tuba falopi, misalnya endometriosis, miom, polip, atau sumbatan saluran, dapat mencegah sperma bertemu dengan sel telur maupun menghambat proses implantasi.

Faktor Risiko Infertilitas Wanita

Selain penyebab langsung, ada juga faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita mengalami infertilitas, seperti:

  • Usia lebih dari 35–40 tahun
  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan
  • Obesitas atau berat badan terlalu rendah
  • Riwayat penyakit menular seksual atau peradangan panggul yang bisa meninggalkan jaringan parut pada rahim dan tuba falopi
  • Stres berkepanjangan serta pola hidup yang tidak sehat

Pemeriksaan Infertilitas pada Wanita

Untuk mengetahui penyebab pasti, dokter biasanya menyarankan beberapa pemeriksaan, di antaranya:

  • Tes darah untuk mengukur kadar hormon yang berperan dalam ovulasi
  • USG panggul untuk melihat kondisi rahim dan indung telur
  • Histerosalpingogram (HSG), yaitu pemeriksaan dengan cairan kontras dan sinar X untuk memastikan saluran tuba falopi tidak tersumbat

Penanganan Infertilitas pada Wanita

Langkah penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Beberapa pilihan yang umum dilakukan antara lain:

  • Perubahan gaya hidup
     Menghentikan kebiasaan merokok, membatasi alkohol, menjaga pola makan sehat, serta mengatur berat badan dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan.
  • Terapi obat
     Dokter dapat memberikan obat perangsang ovulasi, seperti clomiphene citrate atau gonadotropin, untuk membantu indung telur melepaskan sel telur.
  • Tindakan bedah
     Operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki tuba falopi yang tersumbat, mengangkat miom atau polip, maupun menangani endometriosis.
  • Teknologi reproduksi berbantu
     Jika cara lain belum berhasil, program bayi tabung (IVF), injeksi sperma ke dalam sel telur (ICSI), atau metode lain seperti GIFT dapat menjadi solusi bagi pasangan yang ingin mendapatkan keturunan.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan seputar program hamil, mengatasi infertilitas, dan program bayi tabung, Anda bisa kunjungi Signum Fertility Clinic untuk mendapatkan pelayanan yang Anda butuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di:

081336865595

Atau kunjungi langsung Signum Fertility Clinic di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.31-35, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya


Copyright by SignumFertility 2025. All rights reserved.